Langkah Pemerintah Membebaskan WNI di Somalia

Langkah yang sebaiknya diambil pemerintah untuk pembebasan WNI di Somalia

  • Militer

    Votes: 8 66.7%
  • Diplomasi + Pembayaran tebusan

    Votes: 3 25.0%
  • Lainnya

    Votes: 1 8.3%

  • Total voters
    12
Status
Not open for further replies.

Carl_Sagan

New member
Bagaimana seharusnya langkah yang ditempuh oleh pemerintah untuk membebaskan WNI yang disandera perompak Somalia ?
 
Sebelumnya perlu aku ingatkan, untuk user yang ingin komen...Ini forum debat, jadi sebisa mungkin ketika memilih satu pilihan disertakan juga alasan dan analisanya, sehingga bukan hanya jadi ajang pemilihan polling doang....:)(

Silahkan....




-dipi-
 
Sebelumnya perlu aku ingatkan juga, perompak kutukupret harus dibasmi pake cara militer, gak usah pake negosiasi2, gak pake lama.
 
gunakan Militer.
harga diri bangsa indonesia bisa jatuh d mata internasional jika tunduk akan kemauan pembajak.
 
klo ada korban ya resiko, tapi militer kan tentunya sudah sangat sangat memprioritaskan keselamatan mereka.. basmi saja para perompak kutukuprettt itu.. bunuhhh.. bantaiii..!!!
 
darkgrey versi oot : pake ini aja.. www.siapbantusiapbantuandotcom.com siap bantu
xixixi..

darkgrey versi biasa :
pake militer, tentu saja setelah sebelumnya berkoordinasi dengan otoritas setempat agar jangan sampai menimbulkan klaim agresi militer karena mengirimkan personil militer ke luar negeri diluar urusan diplomatik.
kenapa opsinya militer..?? ya karena yang kita hadapi adalah aksi bersenjata juga. dan juga agar menjadi contoh bagi calon calon pembajak berikutnya. pesannya adalah don't mess with indonesia.

darkgrey versi agak above biasa :
first, tentukan tebusan yang berani dibayarkan oleh pemerintah, (yang bisa menunjukkan betapa kita menghargai wni kita). sambil kita informasikan kepada pembajak bahwa kita akan bernegosiasi kepada mereka sepanjang mereka memperlakukan wni dengan sepantasnya.
second, negosiasikan angka tsb kepembajak sambil menginformasikan kpd otoritas setempat bahwa ada opsi cadangan yaitu penggunaan kekuatan militer.
third, jika negosiasi gagal atau pembajak tdk menunjukkan itikad baik dgn merawat wni sepantasnya. gunakan opsi militer utk pembebasan sandera dan langkah lanjutan yang diperlukan.
fourth, jika dlm opsi militer jatuh korban dari wni, dana yang semestinya digunakan utk negosiasi tadi dialihkan ke keluarga korban.

jiaaaaaah, puyeng gak sih..??
 
Last edited:
Daku lebih setuju digunakan opsi pertama.
Ini situasi hampir sama dengan yang pernah dihadapi oleh pemerintahan kita saat terjadi peristiwa Woyla tahun 1981 di Bangkok ketika sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia, Medan yang mengalami insiden pembajakan pesawat yang akhirnya mendarat di Don Muang, Bangkok. Dan saat itu pemerintah memutuskan mengirim pasukan Kopassanda yang sekarang bernama Kopassus.

Ya walaupun secara cover area, medan dan situasinya berbeda, tapi intinya adalah pengiriman misi pembebasan dengan menggunakan unsur militer itu sangat dimungkinkan dan bisa berhasil dengan baik. Apalagi sudah ada ijin khusus dari pihak pemerintah Somalia melalui dubesnya di Jakarta.

Memang secara teknis itu akan menjadi lebih sulit dengan apa yang terjadi di Don Muang, tapi Kopassus itu sudah dilatih dalam hal pembebasan sandera pada segala medan dan situasi. Katanya juga ini pasukan elit nomer 3 di dunia, ya bikin dong nomer 3 itu secara officially bukan hanya sekedar latihan doang.
 
huehehe.. sampe2 si alaysial pake sok menawarkan bantuan militer segala tuh..
malu malu dong.. malu malu dong..
 
Sebagai tambahan informasi, orang2 somalia khususnya para pembajak dikenal nekat, bengis, dan berani mati. Masalahnya kalau pake opsi militer tentara kita berani mati juga ga ya, soalnya dapat rumor bahwa pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon melarikan diri dari pertempuran saat Israel masuk ke wilayah Lebanon.
 
ABK (anak buah kapal) merupakan Warga negara Indonesia yang memiliki hak dilindungi apa lagi jelas kondisi yang kesulitan, jika beberapa hari Pemerintah mengulur-ulur waktu, apalagi hanya menunggu patungan uang bersama pengusaha, tau khan resikonya. Uang negara sah digunakan, nah uang itu menjadi bentuk kerugian negara terhadap perusahaan yg lalai telah membiarkan kapal berlayar dengan rute yg beresiko.
 
milih pake militer aja biar gak nanggung2,..
kalo kata Om Carl tadi,,
Sebagai tambahan informasi, orang2 somalia khususnya para pembajak dikenal nekat, bengis, dan berani mati.
TNI kita juga yaa pasti beranilah,.. karena itu dah tugas mereka dan mereka juga sudah tau resiko yg akan mereka hadapi,, kyak kak 2nd sister bilang juga,
Apalagi sudah ada ijin khusus dari pihak pemerintah Somalia melalui dubesnya di Jakarta.
jadi gak usah sungkan-sungkan, apa lagi malu-malu segala,embatt aja (emangnya makan di hajatan)
sepertinyg di bilang Brother D'grey ,
kenapa opsinya militer..?? ya karena yang kita hadapi adalah aksi bersenjata juga. dan juga agar menjadi contoh bagi calon calon pembajak berikutnya. pesannya adalah don't mess with indonesia.

emang klo ngomong mahh' enteng,, " udah seraang aja..!!" tapi gimana sma yang melaksanakannya..?? itu kita percayain aja sma TNI kita yg gagah, pasti mereka bisa, supaya terbukti latihan mereka selama ini gak sia-sia,,(halaahh kek pak guru Olahraga aja)
dan mengharumkan nama bangsa,, M.E.R.D.E.K.A..!!!
sekali M.E.R.D.E.K.A tetap M.E.R.D.E.K.A..!!!

(halaahh ngomong apa gw,,>:l)
 
Coba gimana kalau yang jadi sandera salah satu dari keluarga kita ? kira-kira pilih opsi mana ?

Jangan selalu menempatkan diri pada posisi orang yang tidak menjadi korban.
 
militer.

jangan pernah bernegosiasi dengan perompak :)

xixixi.. saya agak kurang setuju dengan mbak hanumr kali ini..
walaupun pilihannya sama.. militer.. tapi saya tetap menempatkan negosiasi sebagai langkah pertama yang harus dilakukan...
kenapa..??
karena jelas yang harus diutamakan adalah WNI nya..
and.. gimana cara kita utk menjamin kontak dengan wni yang berada ditangan para perompak..?? jika kita tidak bernegosiasi..??
eheheh..
ingat.. negosiasi bukan berarti kita mengikuti kemauan para perompak..
negosiasi juga berfungsi sebagai alat bagi kita untuk menetapkan persyaratan persyaratan dari kita..
persyaratan tentang apa..?? tentang jaminan logistik kepada sandera.. jaminan perlakuan yang baik kepada sandera.. dan banyak hal lain lagi..
yang mana.. jika tidak dipenuhi oleh pihak penyandera..
bukan saja permintaan mereka (apapun itu) tidak kita penuhi.. melainkan kita sangat bisa untuk melakukan aksi militer sebagai langkah punishment..


xixixi.. so.. for me.. negosiasi.. is a must...

Coba gimana kalau yang jadi sandera salah satu dari keluarga kita ? kira-kira pilih opsi mana ?

Jangan selalu menempatkan diri pada posisi orang yang tidak menjadi korban.

and for this..
gimana coba kalau yang menjadi sandera adalah salah satu dari keluarga om C sagan.. and negosiasinya menjadi sangat alot dan bahkan dead end sementara satu persatu korban mulai mengalami kondisi kritis..

xixixi.. strike.. is the best choice.. cuma kapannya aja yang menentukan..
sebelum atau sesudah negosiasinya menghasilkan sesuatu..
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top