Tradisi-Tradisi Tawuran di Indonesia Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sejarah & Budaya

Daftar
Lupa Password?


Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Kultur] Tradisi-Tradisi Tawuran di Indonesia

Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa




Tawuran tidak selamanya bermakna negative, seperti halnya tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Nglurah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kekerasan bagi masyarakat Nglurah merupakan media silaturahmi dan sarana mempererat kerukunan masyarakat desa tersebut. Bahkan kekerasan tersebut harus dilaksanakan setiap 8 bulan sekali atau setiap pitung lapan dalam penanggalan jawa.

Prosesi tawuran ini diawali dengan arak-arakan warga dari dua dusun, yaitu Nglurah Lor dan Nglurah Kidul yang membawa sesaji menuju makam pepunden yang dikenal sebagai Situs Menggung. Sesaji berupa makanan pokok seperti nasi, lauk pauk dan sayuran dan juga makanan ringan lain seperti kue-kue dan kerupuk.

Setelah doa bersama, sesepuh desa membagikan sesaji berupa air suci dan jajan pasar kepada warga, selanjutnya sejumlah warga mengelilingi makam sambil melemparkan sesaji ke puluhan warga yang lain.

ritual kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan puluhan warga dari Dusun Nglurah Lor dan Nglurah Kidul menuju pepunden di Dusun Nglurah Lor. Sesampainya di makam, puluhan warga dari dua dusun yang berbeda ini kemudian tawuran. Warga dibiarkan saling beradu dan bahkan diperbolehkan menggunakan kayu, batang pohon pisang dan tanah yang keras. Meski tubuh dan kepala lebam serta bengkak terkena lemparan, namun warga tidak boleh marah dan menyimpan dendam dan langsung pulang ke rumah masing-masing.
Megha
World Level

Post: 16.442
 
Reputasi: 547

 






Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

wah..
kalo ada yang mati gimana tuh sist..?
hktoyshop
Continent Level

Post: 2.382
 
Reputasi: 53

__________________
visit www.hk-toys.com





Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

Tradisi “Perang Obor“ Tegal Sambi Kota Jepara


Di Desa Tegalsambi kecamatan Tahunan kabupaten Jepara ada acara tradisi atau ritual yang saat ini masih di”uri-uri” kelestariannya yaitu perang obor . Bagi pemerintah daerah Jepara acara tradisi itu dikemas menjadi ajang wisata yang mampu menyedot pengunjung yang cukup banyak.Namun bagi warga desa Tegal Sambi ritual ini sebagai tolak balak dan juga ajang syukuran warga desa sehabis panen padi ,agar tahun-tahun mendatang semua warga masih mendapatkan rejeki dari yang Maha Kuasa.

Disebut Perang obor karena warga yang mengikuti ritual ini mengadakan perang ( hantam menghantam ) dengan menggunakan obor yang dibuat dari pelepah daun kelapa kering dan juga daun pisang kering. Warga yang mendapat tugas sebagai tentara yang akan berperang merupakan warga pilihan yaitu harus berani dan tidak takut akan api .Pada pesta obor tahun ini panitia telah menugaskan 30 warga desa Tegal sambi untuk menjadi pasukan perang.


Sekretaris Desa Tegal Sambi, Muhsin, mengatakan bahwa untuk tahun ini, perayaan perang obor tidak diadakan pada bulan Dhulhijah dalam kalender Jawa atau Arab. Sebab, pada bulan itu cuaca masih sering hujan dan khawatir saat dilaksanakan perayaan perang obor akan terjadi hujan

”Makanya kami mengadakan tradisi ini pada bulan Mei. Untuk harinya tetap sesuai yang telah dilakukan sejak dulu, yakni Senin Pahing dan bertepatan tanggal 24 Mei ” katanya

Muhsin mengatakan, tahun ini panitia prang obor hanya menyediakan 200 gulung pelepah daun kelapa dicampur daun pisang kering. Ini karena keterbatasan biaya. Maklum, semua bahan untuk tradisi itu harus didapat dengan membeli. ”Semua bahan untuk obor-oboran ini kami beli dari Kecamatan Keling. Karena di sana yang masih banyak pohon kelapanya,” tuturnya.

Setiap gulung pelepah daun kelapa dan daun pisang kering itu, diperkirakan senilai Rp 10 ribu. Sehingga untuk membuat 200 gulung, panitia menghabiskan sekitar Rp 2 juta.

Perang obor ini, merupakan atraksi budaya yang sudah turun temurun, yang harus dilestarikan. Karena selain merupakan tradisi budaya daerah, juga sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas limpahan anugrah panen kepada masyarakat. Selengkapnya kisah adanya perang obor ini adalah sebagai berikut:

Dahulu di Desa Tegalsambi ada seorang petani kaya raya bernama Mbah Babadan. Petani ini memiliki banyak sekali hewan ternak. Bahkan, saking banyaknya jumlah ternak yang dimiliki, Mbah Babada pun tak mampu memelihara hewan-hewannya itu seorang diri. Akhirnya, seorang warga bernama Ki Gemblong menawarkan diri untuk memelihara hewan-hewan ternak Mbah Babadan. Kesepakatan pun dilakukan dan Ki Gemblong mulai memelihara ternak Mbah Babadan.

Kepandaian Ki Gemblong memelihara ternak ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat hewan ternak yang dipeliharanya jumlahnya bertambah banyak, bahkan boleh dikata berlipat-lipat dan badannya gemuk-gemuk.


Melihat keberhasilan memelihara hewan ternak, Mbah Babadan pun sangat gembira. Ia terus-menerus berterimakasih dan memuji-muji Ki Gemblong.

Pada suatu hari, Ki Gemblong menggembalakan hewan-hewan ternaknya di tepi sungai. Ki Gemblong tiba-tiba terkejut karena di sungai itu banyak sekali ikannya. Melihat saking banyaknya ikan di sungai yang jernih itu, perut Ki Gemblong pun tiba-tiba terasa melilit lapar. Ki Gemblong pun memakan ikan tersebut dengan cara dibakar.

Begitu ikan bakar yang diambil dari sungai itu dikunyahnya, Ki Gemblong terkejut bukan kepalang. Sebab ikan yang dimakannya terasa enak sekali. Ki Gemblong pun ketagihan.

Sejak saat itu, tiap hari Ki Gemblng selalu menggiring ternaknya ke tepi sungai dan ia meninggalkan hewan ternaknya begitu saja. Ki Gemblong asyik menangkap, membakar dan memakan daging ikan, sementara hewan ternaknya benar-benar dilupakan. Hingga pada suatu hari, hewan-hewan ternak yang digembala Ki Gemblong menjadi kurus-kurus bahkan banyak sekali yang sakit dan kemudian mati.

Peristiwa ini akhirnya terdengar Mbah Babadan, maka Ki Gemblong pun dipanggilnya untuk menghadap. Rupanya Mbah Babadan marah melihat ulah Ki Gemblong. Mbah Babadan pun segera mengambil seikat daun kelapa kering dan membakarnya menjadi obor. Dengan obor itulah Mbah Babadan berkali-kali memukul kepala Ki Gemblong. Karena merasa sakit, Ki Gemblong segera bangkit dan melawan dengan obor pula.

Ternyata percikan api obor yang dipukul-pukulkan kedua orang itu ada yang membakar jerami yang ada di kandang. Kandang ternak itu pun akhirnya terbakar dan hewan ternak milik Mbah Babadan yang sedang sakit dan kurus-kurus lari tunggang langgang ketakutan. Setelah terbakarnya kandang tersebut selanjutnya sapi-sapi itu menjadi gemuk-gemuk dan sehat.


Sejak itulah, masyarakat Desa Tegalsambi yakin bahwa untuk mengusir penyakit perlu dilakukan Tradisi Obor-Oboran. Prosesi ini masih acap digelar menjadi rangkaian Upacara Sedekat Bumi Desa Tegalsambi.

Perang obor pada malam kemarin cukup meriah ,selain dihadiri oleh seluruh warga desa ,pejabat dari kabupaten juga warga sekitarnya ikut menyaksikan kemeriahan perang api ini . Saking meriahnya kadang api dari obor tersebut memercik ke tubuh pasukan ataupun penonton yang menjadikan luka bakar ,namun anehnya luka itu dapat tersembuhkan dengan obat khusus dari ramuan minyak kelapa dan bahan khusus dari desa TegalSambi cukuphanya dioleskan saja.

” Bagi penonton yang tiba-tiba kena percikan api jangan takut , luka tersebut dapat disembuhkan dari minyak khusus yang telah dipersiapkan oleh panitia ,jangan di bawa ke dokter nanti lama sembuhnya ” , ujar salah satu panitia . (FM)

Bahan : Dari berbagai sumber
Foto-foto : Anis Hartanto

Fatkhul Muin : Pengelola Blog Pusat Informasi Masyarakat Pesisir ( http//www.for-mass.blogspot.com)

Sumber --> http://regional.kompasiana.com/2010/...i-jepara-seru/
kalkulus111
City Level

Post: 249
 
Reputasi: 17






Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

Kutip:
Oleh hktoyshop View Post
wah..
kalo ada yang mati gimana tuh sist..?
kalo setau megha sih, dalam menjalanin prosesi tawur ini tentu masyarakat juga gak semerta-merta liar dengan menggunakan alat-alat berat yang bisa mengancam nyawa. Dan mereka pun nampak senang dan tertawa lepas seusai tawur.
Megha
World Level

Post: 16.442
 
Reputasi: 547

__________________






Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

Aku pindah ke history aja ya?
Dan karena pembahasannya meluas, judulnya aku ganti...


-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

Kutip:
Oleh Dipi76 View Post
Aku pindah ke history aja ya?
Dan karena pembahasannya meluas, judulnya aku ganti...


-dipi-
oke
kalkulus111
City Level

Post: 249
 
Reputasi: 17






Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Tradisi Tawur Dhukutan untuk Membersihkan Desa

Kutip:
Oleh Dipi76 View Post
Aku pindah ke history aja ya?
Dan karena pembahasannya meluas, judulnya aku ganti...


-dipi-
sip markosip


yuk kita berburu lagi artikel tradisi tawur dari Indonesia
Megha
World Level

Post: 16.442
 
Reputasi: 547

__________________






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Tradisi-Tradisi Tawuran di Indonesia

Sampyong seni Tradisional Khas Majalengka



Selain terkenal dengan kecapnya Majalengka juga memiliki kesenian tradisional yang tak kalah dengan Kabupaten yang lain. Warga Majalengka, Jawa Barat memiliki seni tradisional yang mengambarkan peperangan yaitu seni sampyong. Kesenian ini merupakan seni duel dengan menggunakan rotan. Namun pesertanya harus orang yang sudah cukup umur agar bisa mengendalikan emosi.

Iringan gamelan peserta seruling merupakan perangkat yang tidak bisa ditinggalkan dalam seni sampyong. Selain untuk menarik minat penonton untuk datang, tetabuhan ini juga semakin menambah semangat para penari.

Setelah terbentuk kalangan atau lingkaran, salah seorang sesepuh langsung bertindak sebagai malandang atau wasit. Tanpa di komando, biasanya akan muncul para lelaki yang akan mencoba menjadi peserta duel dengan mengambil rotan pemukul.

Malandang juga bertindak sebagai orang yang menyeleksi peserta duel. Jika dianggap belum cukup umur, seorang laki-laki tidak diperkenankan menjadi peserta sampyong.

Setelah rotan diadu, tanda dimulainya duel kedua peserta dan malandang terlebih dahulu ngibing atau berjoged mengikuti irama gamelan. Biasanya seorang peserta sampyong akan memulai pukulan saat lawannya lengah.

Namun uniknya, pukulan ke arah lawan harus disesuaikan dengan ketukan irama gamelan. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk memukul tubuh lawannya dengan rotan sebanyak tiga kali. Hal ini sesuai dengan arti sampyong yang berasal dari bahasa Cina. Sam berarti tiga dan poyong berarti pukulan.

Permainan sampyong ini lebih bertujuan untuk menghibur dan mengasah sportifitas. Jika seorang sampyong terpancing emosinya, malandang atau wasit berhak mengusirnya.

Namun sayang, keberadaan seni sampyong kurang diminati kaum muda. Pagelaran sampyong ini rata-rata dimainkan oleh generasi tua. Padahal jika tidak diteruskan generasi muda, kesenian khas Majalengka ini bisa cepat punah


Sumber artikel: Blog Urang Majalengka
Sumber foto: Antara



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: Tradisi-Tradisi Tawuran di Indonesia

untung ga saling bacok ya
Carl_Sagan
City Level

Post: 241
 
Reputasi: 12

__________________
Alam semesta adalah segala yang pernah ada, yang ada, dan yang akan ada.

Visit my science blog here





Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Tradisi-Tradisi Tawuran di Indonesia

Tradisi tawuran sekolah atau tradisi tawuran mahasiswa nggak dimasukin nih?
Second_Sister
Mod

Post: 3.118
 
Reputasi: 350

__________________
~ The ink of the scholar is more holy than the blood of the martyr ~
My Prophet Muhammad.
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Tradisi menyetrika payudara di Kamerun Megha Sejarah & Budaya 6
Tradisi Lompat Batu di Pulau Nias Indonesia Megha Sejarah & Budaya 2
Tahlil, tradisi Islam? aiku Islam 84
Tradisi lebaran Kamu? Megha Islam 2
Tradisi Aan Kristen Protestan 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.