Kasus M. Nazarrudin [update]
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online

Sponsored Links
 


 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Indonesia] Kasus M. Nazarrudin [update]

Mahfud MD: Nazaruddin Ancam Obrak-abrik Kantor MK
Jum'at, 20 Mei 2011 | 16:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan Muhammad Nazaruddin, Bendahara Partai Demokrat, sempat mengancam Sekretaris Jenderal Mahmakah Konstitusi, K. Janedri M. Gaffar. Ancaman itu tekait soal pemberian dua amplop senilai 120 ribu dolar Singapura.

Nazaruddin mengancam melalui sambungan telepon ke Janedri kalau tidak mau menerima uang itu, Mahkamah Konstitusi akan diobrak-abrik. "Saya dengar itu, lalu saya bilang biar saja MK diobrak-abrik. Saya kembalikan uang itu, saya ingin tahu apa berani," kata Mahfud dalam pernyataan pers bersama Presiden di Kantor Presiden, Jumat, 20 Mei 2011.

Nazaruddin disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang. Kasus itu menyeret Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Mindo Rosalina Manulang dan Muhammad El Idris, petinggi PT DGI.

Kedatangan Mahfud MD bersama Sekretaris Jenderal MK, Djanedri M. Gaffar, ke istana bukan untuk bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden, namun rekan dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Ia mengaku telah menyampaikan soal pemberian uang ini kepada Yudhoyono melalui surat yang ditulis tangan pada Kamis pekan lalu. "Karena waktu itu Pak SBY bilang soal hukum adalah hukum, saya sampaikan langsung kepada beliau tidak melalui orang, isinya saya tulis sendiri," kata Mahfud.

Saat menerima Mahfud dan Janedri, Yudhoyono didampingi Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, dan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana.

Mahfud mengaku awalnya Janedri mendapat telpon dari Nazaruddin, anggota Komisi Hukum DPR yang menjadi mitra Mahkamah Konstitusi. Awal dari mitra kerja itulah kemungkinan keduanya kenal. "Saya tidak pernah ke DPR. Urusan Sekjen-lah, dari situ barang kali kenal," katanya.

Tiba-tiba, Nazaruddin mengajak bertemu di suatu tempat yang dirahasiakan. Kejadiannya setahun yang lalu sekitar pukul 12 malam. "Anda bayangkan zaman sekarang seorang birokrat dipanggil anggota dewan. Ini ada apa?" kata Mahfud.

Dalam pertemuan itu, Nazaruddin menyerahkan dua amplop. Karena penasaran, Janedri mempertanyakan isi amplop itu. "Belum tahu isinya, dikejar oleh Sekjen dan dijawab Nazaruddin, 'ambil aja, untuk Pak Sekjen'," kata Mahfud. Setelah itu, Janedri menelepon dan menolak uang itu. Janedri pun melaporkan kepada Pimpinan MK esok harinya.

Janedri mengembalikan amplop yang belum jelas isinya itu ke rumah Nazaruddin di wilayah Jakarta Selatan melalui staf MK. Saat mengembalikan, sempat menyerahkan Kartu Tanda Penduduk dan diperiksa isinya yang ternyata uang sebanyak itu.

Tak lama berselang, Nazaruddin menelpon mempertanyakan kenapa uang itu dikembalikan. Nazaruddin berdalih itu uang persahabatan. "Itu pasti menimbulkan banyak tafsir, tapi bisa jadi bagian untuk menilai tindakan yang berkaitan dengan etika," kata Mahfud. "Suap juga bukan karena dia tidak ada urusan sama MK. Tetapi apa gratifikasi dan kita sebenarnya tidak ingin meramaikan itu di luar."

Usai bertemu Yudhoyono, Janedri enggan berkomentar banyak. Ia menyerahkan pemberian pernyataan kepada Mahfud MD. "Saya tak berkomentar dulu, ya." kata Janedri. "Intinya sesuai dengan apa yang disampaikan Bapak Ketua MK." Soal ancaman dari Nazaruddin pun, Janedri enggan menjawab.


Sumber: Tempo


-dipi-
Dipi76
Dipi76 Dipi76 is offline
Continent Level

Post: 9.575
 
Reputasi: 1121

       





Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK

SBY: Soal Nazaruddin Bukan Urusan Saya
Jum'at, 20 Mei 2011 | 16:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menyampaikan penjelasan melalui sebuah surat tentang suatu kejadian yang melibatkan seorang kader Partai Demokrat bernama M. Nazzarudin. Menurut Yudhoyono, hal itu telah direspon dan internal Partai Demokrat segera mengusut yang saat ini masih berlangung.

"Bekerja dengan pimpinan pusat di bawah pimpinan Ketua Umum Anas dan juga dewan kehormatan, saya sebagai ketua dewannya," kata Yudhoyono dalam pernyataan pers bersama Mahfud MD di kantor Presiden, Jumat, 20 Mei 2011.

Pernyataan itu menurut Yudhoyono sengaja disampaikan agar tidak menimbulkan spekulasi apa pun. Juga untuk menjamin berita yang benar, bisa dimengerti, dan tidak mempersulit banyak pihak. "Saya katakan, bisa berkaitan dengan masalah hukum," kata Yudhoyono. "Dan itu bukan urusan saya, itu penegak hukum yang ada prosesnya."

Namun, secara internal, menurut SBY bisa dikaitkan dengan etika, kode etik, dan kehormatan. "Dalam konteks itu kami sedang bekerja untuk mendapat klarifikasi dan kebenarannya, juga untuk mengetahui berita yang diberikan Pak Mahfud," kata Yudhoyono.

Setelah bertemu Mahfud, Yudhoyono memanggil pimpinan Partai Demokrat, EE Mangindaan dan Jero Wacik.


Sumber: Tempo



-dipi-
Dipi76
Dipi76 Dipi76 is offline
Continent Level

Post: 9.575
 
Reputasi: 1121






Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

bakal banyak yang terlibat nih seperti nya
rizalolo
rizalolo rizalolo is offline
Mod

Post: 46.403
 
Reputasi: 269

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

udh jadi budaya kayaknya
kalkulus111
kalkulus111 kalkulus111 is offline
City Level

Post: 247
 
Reputasi: 17






Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

selesai kasus lama datang lagi kasus yang baru
rizalolo
rizalolo rizalolo is offline
Mod

Post: 46.403
 
Reputasi: 269

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #6   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

Mahfud MD: Ruhut Itu seperti Pelawak
Ary Wibowo | Hertanto Soebijoto | Sabtu, 21 Mei 2011 | 21:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD membantah pernyataan Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang menyebutkan dirinya hanya mencari sensasi untuk mencalonkan diri menjadi Presiden 2014 seusai membeberkan pemberian uang Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin kepada Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Djanedri M Gaffar kepada Presiden SBY. Pasalnya, Mahfud mengaku, selama ini dirinya sama sekali tidak mempunyai niat untuk menjadi presiden.

"Ya, kalau dia (Ruhut) itu ngerti internet, bisalah dia lihat kalau saya itu tidak punya keinginan untuk jadi presiden. Jadi, kalau menurut saya, omongan Ruhut itu sampah dan saya menanggapi dia itu seperti pelawak saja," ujar Mahfud ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/5/2011) malam.

Mahfud menambahkan, dirinya membeberkan kasus pemberian uang Nazaruddin berdasarkan permintaan SBY sendiri. Ketika itu, ungkap Mahfud, dirinya sebelumnya diminta kepastian mengenai kebenaran kasus pemberian uang tersebut oleh SBY saat rapat tertutup di Istana Presiden, Jumat lalu.

"Ruhut saja yang ngaco. Padahal, saat itu, Pak SBY sendiri yang tegaskan kepada saya, jika kasus ini benar, jangan sampai ditutupi dari masyarakat. Atas dasar itulah, saya akhirnya mengumumkan kasus pemberian uang itu walaupun jujur saya juga tidak mengerti apa motif dari pemberian uang itu," ungkap Mahfud.

Mengenai pernyataan Ruhut yang menyebutkan Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Yenny Wahid mengusung Mahfud untuk menjadi calon presiden, Mahfud menanggapinya dengan dingin. Menurut Mahfud, selama ini dirinya sering diminta oleh beberapa partai politik dalam hal yang sama.

"Banyak yang datang ke saya untuk mencalonkan saya sebagai presiden. Dan sudah banyak juga kan di internet-internat, dan saya menanggapi itu sebagai hal yang biasa saja. Dan yang pasti hal itu kan tidak bisa dianggap sebagai gerakan politik toh. Makanya saya mah hanya ketawa saja kalau dia berkata seperti itu," kata Mahfud.

Seperti diberitakan, Jumat (20/5/2011) kemarin Mahfud MD mendatangi Presiden SBY untuk memberitahukan bahwa Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin ternyata pernah memberikan uang sebesar 120.000 dollar AS kepada Sekjen MK Djanedri M Gaffar. Belum diketahui apa motif pemberian uang tersebut.

Menanggapi hal itu, pagi tadi Ruhut mengatakan, Mahfud MD hanya mencari sensasi untuk mencalonkan diri menjadi presiden RI 2014. Pasalnya, Ruhut yang juga anggota Komisi III DPR mengaku sudah bertanya kepada Nazaruddin soal pemberian uang tersebut dan Nazaruddin mengaku tidak kenal dengan Sekjen MK.

"Tapi, setahu saya, kalau seorang sahabat itu pasti kenal, sedangkan saya menanyakan kepada Bung Nazaruddin, dia bilang, 'Demi Allah, Bang, aku pun ga kenal siapa itu Sekjen itu', sampai tiga kali ke saya. Nah, jadi ya, Pak Mahfud, kalau mau jadi presiden 2014, cari forum lain deh," kata Ruhut.

===========

Nazaruddin: Mahfud MD Pembohong Besar!
Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Minggu, 22 Mei 2011 | 00:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin tidak terima semua tudingan yang diungkap oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Nazaruddin mengaku akan mengambil langkah hukum. Namun, rencana ini masih ia pertimbangkan secara matang.

"Itu fitnah semua. Pak Mahfud telah fitnah saya. Pak Mahfud pembohong besar. Ya, saya pertimbangkan, kemungkinan mengambil langkah hukum," kata Nazaruddin kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Ia menegaskan, dirinya hingga kini sama sekali tidak pernah berbincang secara langsung dengan Mahfud MD. Nomor telepon milik Mahfud MD saja Nararuddin mengaku tak punya.

"Jadi, urusan apa saya memberi uang kepada Setjen MK sebanyak itu? Kasus apa sampai saya harus beri uang sebanyak itu," ujarnya seraya mempertanyakan motif Mahfud MD membeberkan masalah pemberian cuma-cuma dana senilai Rp 120 dollar Singapura.

"Siapa yang kasih? Dan apa urusannya saya di MK. Dan urusan apa saya kasih ke (setjen) MK?" tanya Nazaruddin. "Pak Mahfud lebih tahu hukum. Jadi, tolong tanyakan apa maksudnya ia berbicara fitnah seperti itu."

Nazaruddin menambahkan, justru Setjen MK yang kerap berhubungan dengannya dalam kapasitasnya sebagai anggota panggar Komisi III DPR.

"Setjen MK sering datang ke kami. Sering menjelaskan rinci baik pengadaan barangnya dan keperluan di MK. Semua anggaran MK itu yang mengelola Setjen. Jadi, apa yang sudah diungkapkan itu adalah fitnah," urainya.

Seperti yang diberitakan, Jumat (20/5/2011), Mahfud MD menggelar jumpa pers bersama dengan Presiden SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD). Dalam kesempatan itu diungkap, Nazaruddin pada tahun lalu memberikan uang senilai 120.000 dollar Singapura atau Rp 828 juta kepada Sekjen MK Janedri.

Uang itu, menurut Mahfud, kemudian langsung dikembalikan ke rumah Nazaruddin di Pejaten, Pasar Minggu. Saat dikembalikan, juga disertakan tanda terima.



Sumber: Kompas



-dipi-
Dipi76
Dipi76 Dipi76 is offline
Continent Level

Post: 9.575
 
Reputasi: 1121






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

Kutip:
Demi Allah, Bang, aku pun ga kenal siapa itu Sekjen itu', sampai tiga kali ke saya. Nah,
jangan bawa bawa nama tuhan dalam urusan kalian
rizalolo
rizalolo rizalolo is offline
Mod

Post: 46.403
 
Reputasi: 269

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

bakal menderita anak cucunya
kalkulus111
kalkulus111 kalkulus111 is offline
City Level

Post: 247
 
Reputasi: 17






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

Ruhut semakin banyak ngomong semakin terlihat kalau dia itu dungu.
Ini orang pantesnya jadi sopir kopaja.
Second_Sister
Second_Sister Second_Sister is offline
Continent Level

Post: 3.117
 
Reputasi: 350

__________________
~ The ink of the scholar is more holy than the blood of the martyr ~
My Prophet Muhammad.





Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Kasus Percobaan Suap Pejabat MK Oleh Kader Partai Demokrat

Kutip:
Oleh Second_Sister View Post
Ruhut semakin banyak ngomong semakin terlihat kalau dia itu dungu.
Ini orang pantesnya jadi sopir kopaja.
sopir odong2 sekalian mbak
kalkulus111
kalkulus111 kalkulus111 is offline
City Level

Post: 247
 
Reputasi: 17

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 0
There are no names to display.
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
News Update Hacker4Cheater Politik, Ekonomi & Hukum 30


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.