Setia Sepanjang Usia Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Non Fiction/Kisah Nyata] Setia Sepanjang Usia


Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.

Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri
“Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.

“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.

Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,
kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.

Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan
setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam
“Terimakasih ya, Bu ”.

“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.

Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,

Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.

Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.

Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.

Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.

“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,
Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”

Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."

Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.
Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..

(From : Riny Yunita , Ladang Cakiah, 7 April 2008)
princess_newbie
Continent Level

Post: 3.497
 
Reputasi: 273

misa_chan: HulkHogan:
__________________
Kupu Kupu Air Terjun

Jangan jadi orang lain untuk mendapatkan apa yang kamu harapkan.
Jadilah dirimu sendiri
.
Biasakanlah, posting dan komen yang bermanfaat..

 






Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

hmmm, benar-benar cerita yang menginspirasikan kesetiaan, nice posting gan.
City Level

Post: 309
 
Reputasi: 5

__________________
Komputer Kasir
Barcode Scanner





Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

Subhanallah...
Megha
World Level

Post: 16.442
 
Reputasi: 547

__________________






Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

wah benar seru banget nih ceritanya,
namanya pasangan harus seperti ini.
layak banget untuk di contoh
City Level

Post: 195
 
Reputasi: 2

__________________
PPOB|Tiket





Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

yup nice story, mengharukan
reppu ya buat ts
misa_chan
Mod

Post: 13.824
 
Reputasi: 373

__________________





Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

Keren..
HulkHogan
Continent Level

Post: 9.408
 
Reputasi: 183

__________________
Generasi biru

"Manusia dapat bertahan hidup empat puluh hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, delapan menit tanpa udara.
Tapi hanya satu detik tanpa harapan"

- Hal Lindsey -





Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

mantab, kisah percintaan sampai kakek nenek
pijar88
Home Level

Post: 2
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

somoga hubungan saya sma pasangan saya,seperti yang di cerita tadii
amiiiinn ya allah ....................
adienoviyani
National Level

Post: 858
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

انسى الله ....
Home Level

Post: 1
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Setia Sepanjang Usia

muantap kasih sayang/cinta tak lekang oleh usia,
sama seperti burung merpati tak pernak pindah ke lain hati...
b4drud1n
Village Level

Post: 36
 
Reputasi: 1

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
USIA KALENDER VS USIA BIOLOGIS Raksasa Kesehatan 0
Duren Setia asryibnuthoheb2 Yang Sudah Mendapat Pasangan 19
ga enak nya jadi cow setia !!!! slankers_tertawa Cinta & Romantis 6
Jikustik - Setia likeMike Musik & Lagu 0
Setia kurdadia Humor 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.