Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition) Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sejarah & Budaya

Daftar
Lupa Password?


Gambar Umum Video Umum




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Mitos] Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)


Mitologi Yunani adalah sekumpulan mitos dan legenda yang berasal dari Yunani Kuno dan berisi kisah-kisah mengenai dewa dan pahlawan, sifat dunia, dan asal usul serta makna dari praktik ritual dan kultus orang Yunani Kuno. Mitologi Yunani merupakan bagian dari agama di Yunani Kuno. Para sejarawan modern mempelajari mitologi Yunani untuk mengetahui keadaan politik, agama, dan peradaban di Yunani Kuno, serta untuk memperoleh pemahaman mengenai pembentukan mitos itu sendiri.

Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya, yang mungkin lebih dari satu. Dewa-dewi ini kadang-kadang membantu manusia, dan bahkan menjalin hubungan cinta dengan manusia yang menghasilkan anak, yang merupakan setengah manusia setengah dewa. Anak-anak itulah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.

Mitologi Yunani secara eksplisit terdapat dalam kumpulan cerita dan karya seni Yunani Kuno, seperti pada lukisan vas dan benda-benda ritual untuk dewa. Mitologi Yunani menjelaskan asal mula dunia serta menceritakan kehidupan dan petualangan berbagai dewa, dewi, pahlawan, dan makhluk-makhluk mitologi. Mitologi Yunani pada awalnya disebarkan melalui tradisi lisan. Saat ini sebagian besar informasi mengenai mitologi Yunani diperoleh dari sastra Yunani.

Sumber literatur Yunani tertua—yakni wiracarita Iliad dan Odisseia—berisi kisah yang berpusat pada peristiwa mengenai Perang Troya. Sementara, dua puisi karya Hesiodos—Theogonia dan Erga kai Hemerai—menceritakan mengenai penciptaan dunia, pergantian kekuasaan dewa, pergantian zaman manusia, asal mula kesengsaraan manusia, dan asal mula ritual kurban. Mitologi Yunani juga terdapat dalam Himne Homeros, potongan-potongan wiracarita dari Siklus Epik, karya seni tragedi dari abad kelima, tulisan-tulisan para sejarawan dan penyair dari zaman Yunani Kuno, serta naskah kuno dari Kekaisaran Romawi karya penulis-penulis seperti Plutarkhus dan Pausanias.

Penemuan-penemuan arkeologi telah menunjukkan sumber-sumber penting mengenai rincian mitologi Yunani, di mana para dewa dan pahlawan banyak muncul dalam dekorasi pada banyak sekali artefak. Desain geometris pada tembikar dari abad kedelapan SM menggambarkan adegan-adegan dari siklus Troya selain daripada petualangan Herakles. Pada masa-masa yang saling berkelanjutan—yaitu periode Arkais, Klasik, dan Hellenistik—muncul berbagai sumber mitologi Yunani, seperti dari Homeros. Sumber-sumber itu menambah berbagai bukti yang sudah ada.

Mitologi Yunani telah banyak memengaruhi budaya, seni, dan sastra dunia Barat dan terus menjadi bagian dari warisan dan bahasa Barat. Sejak masa kuno hingga sekarang, banyak penyair dan seniman yang mengambil inspirasi dari mitologi Yunani, dan menemukan banyak relevansi dan makna kontemporer dalam tema-tema mitologi Yunani.

Sumber

nformasi mengenai mitologi Yunani yang diketahui pada masa sekarang sebagian besar diperoleh dari karya sastra Yunani dan penggambaran pada media visual yang berasal dari Periode Geometrik, yaitu sekitar abad 900-800 SM.

Kutip:
Periode Geometrik adalah suatu fase dalam seni Yunani yang ditandai dengan munculnya motif-motif Geometris dalam lukisan-lukisan vas. Periode ini mencapai puncaknya pada akhir Zaman Kegelapan Yunani, sekitar tahun 900 SM sampai 700 SM. Seni Geometris berpusat di Athena dan menyebar di sekitar kota-kota dagang di Kepulauan Aigea. Periode Geometris dibagi menjadi empas masa, yaitu Periode Protogeometris, Periode Geometris Awal, Periode Geometris Pertengahan, dan Periode Geometris Akhir.
Sastra

Narasi mitis memainkan peranan penting dalam hampir setiap genre sastra Yunani. Meskipun demikian, satu-satunya buku pedoman mitografi umum yang masih bertahan dari masa antikuitas Yunani hanyalah Bibliotheke buatan Pseudo-Apollodoros. Karya itu berusaha mendamaikan kisah-kisah kontradiktif dari para penyair serta menyediakan ikhtisar lengkap mengenai legenda kepahlawanan dan mitologi Yunani tradisional. Apollodoros hidup pada tahun 180–120 SM dan banyak menulis mengenai topik tersebut. Tulisan-tulisannya kemungkinan membentuk dasar bagi karya-karya selanjutnya. Akan tetapi Bibliotheke menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi lama setelah Apollodoros meninggal, karena itulah pembuatnya dinamai Pseudo-Apollodoros.


Iliad

Di antara sumber-sumber sastra terawal adalah dua wiracarita karya Homeros, yaitu Iliad dan Odisseia. Para penyair lainnya ikut membuat wiracarita yang melengkapi Siklus Epik, namun sajak-sajak ini hampir keseluruhannya telah hilang. Ada pula kumpulan sajak yang dinamai Himne Homeros. Akan tetapi, terlepas dari namanya, Himne Homeros tidak punya kaitan langsung dengan Homeros. Sajak-sajak dalam Himne Homeros adalah himne-himne paduan suara yang berasal dari bagian yang lebih awal dari apa yang disebut sebagai Zaman Lira. Hesiodos, yang diperkirakan hidup sezaman dengan Homeros, menulis karya berjudul Theogonia ("Asal-usul Para Dewa"). Wiracarita tersebut merupakan salah satu naskah terlengkap mengenai mitos Yunani awal dan menceritakan tentang penciptaan dunia; asal muasal para dewa, Titan, dan Gigant; selain juga menguraikan silsilah, folklor, dan mitos etiologi. Karya Hesiodos lainnya, yaitu Erga kai Hemerai, merupakan puisi didaktik yang bercerita mengenai kehidupan bertani, selain juga meliputi mitos Prometheus, Pandora, serta Lima Zaman Manusia. Hesiodos juga memberi nasehat bagaimana cara supaya dapat berhasil dalam menjalani hidup di dunia yang berbahaya ini, yang oleh para dewa dibuat menjadi lebih berbahaya.

Para penyair lira sering mengambil tema-tema dari mitologi dan memasukkannya ke dalam sajak-sajak mereka. Namun mereka menyampaikannya dengan cara yang kurang naratif dan cenderung lebih alusif. Para penyair lira Yunani di antaranya adalah Pindaros, Bakkhylides, Simonides dan penyair pedesaan semacam Theokritos atau Bion. Masing-masing mengisahkan insiden-insiden mitologi secara individual. Selain digunakan dalam sajak lira, tema-tema dalam mitologi Yunani juga sangat sentral bagi drama-drama Athena. Penulis drama tragedi seperti Aiskhilos, Sofokles, dan Euripides mengambil sebagian besar plot cerita mereka dari mitos-mitos mengenai zaman kepahlawanan dan Perang Troya. Banyak cerita tragedi (misalnya cerita Agamemnon dan anak-anaknya, Oidipus, Iason, Medeia, dll) yang bentuk klasiknya muncul dalam drama-drama tragedi itu. Penulis drama Aristofanes juga menggunakan mitos Yunani dalam dramanya, di antaranya dalam drama yang berjudul Ornithes ("Burung") dan Batrakhoi ("Katak").

Sejarawan Herodotos dan Diodoros Sikolos, serta geografer Pausanias dan Strabo, melakukan perjalanan keliling dunia Yunani dan mencatat cerita-cerita yang mereka dengar. Sebagai hasil dari perjalanannya, mereka berhasil menjabarkan banyak sekali legenda dan mitos lokal dalam tulisan-tulisan mereka, kadang mereka memberikan versi alternatif yang kurang dikenal. Herodotos secara khusus mempelajari berbagai tradisi yang dia kenal dan menyimpulkan bahwa banyak kisah mitologis yang sebenarnya memiliki asal-usul historis dari perseturuan antara Yunani dan Dunia Timur. Herodotos berupaya untuk mempertemukan asal-usul dan pencampuran konsep budaya yang berbeda itu.

Sajak-sajak dari zaman Hellenistik dan Romawi kuno kebanyakan disusun untuk tujuan sastra ketimbang untuk kultus pemujaan. Meskipun demikian, semua itu mengandung banyak rincian penting yang mungkin saja dapat hilang. Dalam kategori ini, terdapat karya-karya dari :
  1. Para penyair Romawi, contohnya Ovidius, Statius, Valerius Flaccus, Seneca, dan Virgilus dengan uraian dari Servius.
  2. Para penyair Yunani dari periode Antik Akhir, yaitu Nonnos, Antoninos Liberalis, dan Kointos Smyrnaios.
  3. Para penyair Yunani dari periode Hellenistik, antara lain Apollonios dari Rodos, Kallimakhos, Pseudo-Eratosthenes, dand Parthenios.
  4. Para penulis novel dari Yunani dan Romawi, di antaranya adalah Apuleius, Petronius, Lollianus, dan Heliodoros.
Naskah kuno Fabulae dan Astronomica buatan penulis Romawi, Pseudo-Hyginus, adalah dua kompendium mitos non-puitis yang sangat penting. Eikones buatan Filostratos Tua dan Filostratos Muda serta Ekhpraseis buatan Kallistratos adalah dua sumber sastra lainnya yang juga mengambil tema dari mitologi.

Pada akhirnya, Arnobius dan sejumlah penulis Yunani Bizantium menyediakan rincian penting mitos, kebanyakan diambil dari karya-karya Yunani lebih awal yang kini telah hilang. Naskah kuno yang memelihhara mitos itu di antaranya adalah leksikon buatan Hesikhios, Suda, dan risalah-risalah buatan Yohanes Tzetzes dan Eustathios. Pandangan moral Kristen terhadap mitologi Yunani terangkum dalam perkataan, en panti muthoi kai to Daidalou musos ("Dalam setiap mitos ada pencemaran Daidalos"). Dalam gaya ini, Suda yang ensiklopedis menceritakan peran Daidalos dalam rangka memuaskan "nafsu berahi" Pasifae yang "tak wajar" kepada banteng kiriman Poseidon: "Karena asal mula dan kesalahan dialamatkan kepada Daidalos dan dia dibenci untuk itu, dia pun menjadi subyek pepatah itu."

Arkeologi

Penemuan Peradaban Mykenai oleh arkeolog amatir Jerman, Heinrich Schliemann, pada abad kesembilan belas, serta penemuan Peradaban Minoa di Kreta oleh arkeolog Britania, Sir Arthur Evans, pada abad kedua puluh, banyak membantu dalam menjelaskan beragam pertanyaan tentang epik Homeros dan menyediakan bukti-bukti arkeologis bagi banyak rincian mitologis mengenai para dewa dan pahlawan Yunani. Sayangnya, bukti tentang mitos dan ritual di situs-situs arkeologi Mykenai seluruhnya bersifat monumental, seperti misalnya naskah Linear B yang digunakan terutama untuk mencatat invantaris, meskipun pada naskah tersebut ditemukan juga nama-nama dewa dan pahlawan. Linear B sendiri merupakan suatu bentuk tulisan Yunani yang sangat kuno yang ditemukan di Kreta dan di Yunani daratan.

Desain geometris pada tembikar dan gerabah dari abad kedelapan SM menggambakan adegan-adegan dari siklus Troya, selain juga petualangan Herakles. Penggambaran mitos secara visual menjadi penting karena dua alasan. Alasan pertama adalah bahwa banyak mitos Yunani yang diceritakan melalui vas lebih dulu daripada melalui karya sastra; dari dua belas tugas Herakles, misalnya, hanya tugas menangkap Kerberos saja yang diceritakan dalam karya sastra kontemporer. Alasan lainnya adalah bahwa sumber-sumber visual seringkali menggambarkan adegan mitos dan mitis yang tidak dikisahkan dalam sumber sastra manapun. Dalam beberapa kasus, penggambaran awal mitos dalam seni geometris lebih dulu muncul daripada penggambarannya pada sajak arkais akhir, dan perbedaan waktunya bisa mencapai beberapa abad. Pada periode Arkais (750–500 SM), Klasik (480–323 SM), dan Hellenistik (323–146 SM), banyak bermunculan penggambaran pada tembikar yang memperlihatkan adegan-adegan dari karya Homeros dan adegan-adegan mitologis lainnya, yang ikut melengkapi bukti sastra yang sudah ada.

Kutip:
Peadaban Mykenai (sekitar 1600 SM - 1100 SM) adalah suatu peradaban yang berkembang di Yunani Zaman Perunggu. Periode berlangsungnya peradaban ini disebut Yunani Mykenai. Peradaban ini mengambil namanya dari situs arkeologi Mykenai di Argolis timur laut, di Peloponnesos, Yunani selatan. Athena, Pylos, Thiva, dan Tiryns juga merupakan situs Mykenai yang penting. Peradaban ini merupakan fase terakhir dari Zaman Perunggu di Yunani Kuno dan menjadi latar sejarah untuk sastra Yunani dan mitos yang lebih kuno, termasuk epik Homeros.
Kutip:
Peradaban Minoa adalah sebuah peradaban di Kreta, sebuah pulau dekat daratan Yunani. Peradaban ini dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan 2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM. Peradaban ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 oleh seorang arkeolog Inggris Sir Arthur Evans. Peradaban ini disebut sebagai awal mata rantai peradaban Eropa. Pulau Kreta relah dihuni manusia sejak 7000 SM, pada zaman neolitik. Akan tetapi baru menjelang 5000 SM bukti awal pertanian mulai muncul, hal ini menandai bermulanya peradaban ini.

Bersambung





-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117

misa_chan: manthap k ^^b

 






Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Mitologi Yunani (Re-Writing & Completing Edition)

Sejarah

Mitologi Yunani telah berkembang seiring waktu demi menyesuaikan dengan perkembangan budaya Yunani itu sendiri, yang mana mitologi, baik secara terang-terangan maupun dalam asumsi-asumsi tak terucapkan, merupakan suatu indeks perubahan. Dalam bentuk sastra mitologi Yunani yang masih tersisa, seperti dapat ditemukan kebanyakan pada akhir perubahan yang progresif, pada dasarnya bersifat politik, seperti yang dikemukakan oleh Gilbert Cuthbertson.

Penghuni Semenanjung Balkan yang lebih awal merupakan masyarakat agraris yang menganut Animisme dan mempercayai keberadaan roh pada setiap unsur alam. Dalam perkembangan selanjutnya, roh-roh yang samar-samar itu diberikan wujud manusia dan terlibat dalam mitologi lokal sebagai dewa. Kemudian muncul suku-suku dari sebelah utara semenanjung Balkan yang datang menyerang. Dalam invasinya, mereka membawa serta kepercayaan baru yang di dalamnya terdapat pantheon dewa-dewa baru, yang didasarkan pada penaklukan, keberanian dalam perang, dan kepahlawanan yang kejam. Dewa-dewa yang telah lebih dulu ada kemudian menyatu dengan dewa sembahan para penyerang yang lebih kuat. Semantara dewa-dewa yang tidak terasimilasi akhirnya menghilang dan tak lagi dianggap penting.

Kutip:
Pantheon (dari bahasa Yunani pantheion, secara harfiah bermakna "kuil untuk semua dewa", dari kata pantheios, "untuk semua dewa", dari kata pan- "semua" dan theios, "untuk para dewa", dari kata theos "dewa") adalah sekumpulan dewa dalam mitologi atau agama politeistik tertentu.

Pantheon dapat pula merujuk pada kuil atau bangunan suci yang secara eksplisit diperuntukkan bagi "semua dewa". Banguan semacam ini yang paling terkenal adalah Panteon di kota Roma, dibangun pada tahun 27 SM. Bangunan itu didedikasikan untuk "Semua dewa" sebagai ungkapan untuk merangkul sinkretisme keagamaan multikultural di Kekaisaran Romawi. Di sana, orang-orang menyembah dewa dari beragam budaya dan tradisi. Bangunan itu kemudian direnovasi dan diubah menjadi gereja Kristen pada tahun 609 oleh Paus Bonifasius IV.

Kisah Zeus dan Ganimede adalah salah satu contoh
hubungan antarlelaki dalam mitologi Yunani.


Setelah pertengahan periode Arkais, mitos mengenai hubungan cinta dan seksual antara dewa pria dengan manusia pria muncul lebih sering, mengindikasikan adanya perkembangan yang paralel dengan pejantanan pedagogis (Eros paidikos), yang dpercaya telah diperkenalkan sekitar tahun 630 SM. Pada akhir abad kelima SM, para penyair telah memberikan setidaknya satu eromenos (pemuda remaja yang menjadi pasangan untuk hubungan seksual) untuk setiap dewa yang penting kecuali dewa Ares. Kekasih pria juga dimiliki oleh para tokoh-tokoh manusia yang legendaris. Mitos yang telah ada sebelumnya, seperti misalnya hubungan persahabatan antara Akhilles dan Patroklos, juga dijadikan hubungan cinta sesama jenis. Fenomena ini dimulai oleh para penyair Iskandariyah, dan kemudian dilakukan juga oleh para mitografer yang lebih umum di Kekaisaran Romawi awal. Mereka sering mengadaptasi ulang cerita-cerita mitologi Yunani dengan gaya itu.

Kutip:
Pejantanan pedagogis (Eros paidikos) adalah hubungan sosial yang diakui antara orang dewasa dan seorang laki-laki yang lebih muda biasanya yang masih di usia remaja. Ini adalah karakteristik dari Kuno dan periode Klasik. Beberapa ahli menemukan asal-usulnya dalam ritual inisiasi, terutama ritus peralihan di Kreta, di mana dikaitkan dengan pintu masuk ke dalam kehidupan militer dan agama Zeus.
Pencapaian dibuatnya wiracarita adalah untuk menciptakan siklus cerita dan, sebagai akibatnya, untuk mengembangkan pemahaman baru mengenai kronologi mitologis. Jadi mitologi Yunani terungkap sebagai fase dalam perkembangan dunia dan manusia. Sementara kontradiksi-diri dalam cerita-ceritanya menjadikan tidak mungkin untuk adanya garis waktu yang mutlak, namun suatu kronologi yang mendekati itu dapat dilihat. "Sejarah dunia" mitologi yang dihasilkan kemudian, dapat dibagi menjadi tiga atau empat periode yang cakupannya cukup luas, yaitu:
  1. Mitos asal usul atau zaman para dewa (Theogonia, "kelahiran para dewa"): mitos tentang asal mula dunia, para dewa, dan umat manusa.
  2. Zaman ketika dewa dan manusia hidup bersama-sama: kisah-kisah mengenai interaksi awal antara para dewa, setengah dewa, dan manusia.
  3. Zaman para pahlawan (zaman kepahlawanan), ketika intervensi para dewa mulai berkurang. Kisah yang terakhir dan terhebat dari legenda kepahlawanan adalah cerita Perang Troya dan kisah-kisah setelahnya, yang oleh beberapa sejarawan dipisahkan menjadi periode keempat yang terpisah.
Walaupun zaman para dewa banyak menarik minat para para pelajar kontemporer untuk mempelajari mitologi Yunani, namun para penulis Yunani Kuno pada masa Arkais dan Klasik jelas-jelas lebih menyukai zaman kepahlawanan. Mereka juga membuat suatu kronologi dan catatan pencapaian manusia setelah pertanyaan mengenai bagaimana dunia ini berwujud, terjelaskan. Sebagai contoh, Iliad dan Odisseia yang heroik jauh lebih panjang dan terkenal daripada Theogonia dan Himne Homeros, yang lebih berfokus pada kisah para dewa. Di bawah pengaruh Homeros, "pemujaan pahlawan" berujung pada penataan ulang kehidupan spiritual, yang ditunjukkan dengan adanya pemisahan ranah kekuasaan para dewa dari ranah kekuasaan para pahlawan yang telah meninggal, serta pemisahan ranah Khthonik dari ranah Olimpus.

Kutip:
Khthonik (dari bahasa Yunani chthonios, "di bawah, atau di dalam bumi", dari kata chthon "bumi"; berkenaan dengan Bumi, kebumian, subterania) bermakna memiliki kaitan dengan Dunia bawah, misalnya dewa khthonik berarti dewa dunia bawah. Dalam bahasa Yunani, khthon adalah salah satu kata yang bermakna "bumi", namun khthon biasanya merujuk pada bagian dalam bumi, dan bukan permukaan tanah tempat manusia hidup (Gaia), juga bukan tanah sebagai wilayah (khora).
Dalam Erga kai hemerai, Hesiodos menggunakan skema Empat Zaman (atau Ras) Manusia. Keempat zaman yang disebutkan olehnya yaitu Zaman Emas, Zaman Perak, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Semua zaman atau ras tersebut merupaan ciptaan dewa yang berbeda-beda, Zaman Emas berlangsung selama kekuasaan Kronos, sedangkan Zaman Perak terjadi di bawah pemerintahan Zeus. Hesiodos kemudian menambahkan Zaman (atau Ras) Pahlawan tepat setelah Zaman Perunggu. Zaman terakhir adalah Zaman Besi, yang merupakan periode kontemporer dimana Hesiodos hidup. Hesiodos menceritakan bahwa Zaman Besi adalah masa yang terburuk. Kejahatan yang ada di dunia dijelaskan melalui mitos Pandora, ketika semua hal buruk, seperti misalnya penyakit, kejahatan, kesengsaraan, dll, yang tersimpan dalam Kotak Pandora berhasil keluar dan menjangkiti umat manusia. Namun di dalam kotak tersebut masih tersisa satu benda yang sulit untuk keluar, yakni harapan. Sementara itu dalam karyanya, Metamorphoses, Ovidius juga mengikuti konsep Hesiodos dan mengisahkan empat zaman yang dialami oleh umat manusia.



Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Mitologi Yunani (Re-Writing & Completing Edition)

Mitologi


Silsilah Dewa-Dewi Yunani



"Mitos asal-usul" atau "mitos penciptaan" melambangkan usaha untuk menguraikan alam semesta dan menjelaskan asal mula dunia supaya dapat dipahami oleh akal manusia. Versi yang paling banyak diterima pada saat ini, meskipun merupakan suatu kisah filosofis mengenai asal usul segala sesuatu, diceritakan oleh Hesiodos, dalam karyanya Theogonia.

Dia mulai dengan Khaos, suatu entitas yang tak berbentuk dan msterius. Dari Khaos ini muncullah Gaia atau Ge (dewi bumi) serta beberapa makhluk dewata primer lainnya, di antaranya adalah Eros (Cinta), Tartaros (Perut bumi), Erebos (Kegelapan), dan Niks (Malam). Niks bercinta dengan Erebos dan melahirkan Aither (Langit atas) dan Hemera (Siang). Tanpa pasangan pria, Gaia melahirkan Uranus (dewa langit) dan Pontos (dewa laut). Uranus kemudian menjadi suami Gaia. Dari hubungan mereka, terlahirlah para Titan pertama, yang terdiri dari enam Titan pria, yaitu Koios, Krios, Kronos, Hiperion, Iapetos, dan Okeanos, serta enam Titan wanita, yaitu Mnemosine, Foibe, Rea, Theia, Themis, dand Tethis. Setelah Kronos lahir, Gaia dan Uranus memutuskan bahwa tidak ada Titan lagi yang boleh lahir. Anak-anak Gaia dan Uranus yang lahir kemudian adalah para Kiklops (raksasa bermata satu) dan Hekatonkheire (raksasa bertangan seratus). Karena memiliki rupa yang mengerikan, para Kiklops dan Hekatonkheire dikurung oleh Uranus. Gaia marah atas tindakan Uranus dan mengajak para Titan untuk memberontak melawan Uranus. Kronos, anak Gaia yang "paling cerdik, muda, dan mengerikan", melaksanakan perintah Gaia dan dia pun memotong alat kelamin ayahnya sendiri. Setelah itu Kronos menjadi penguasa para dewa dengan Rea, yang merupakan kakak sekaligus istrinya, sebagai pasangannya, dan para Titan yang lain menjadi anak buahnya.


Pengebirian Uranus

Kisah mengenai konflik antara ayah dan anak kembali terulang ketika Kronos dikonfrontasi oleh putranya, Zeus. Ini bermula dari rasa takut Kronos. Karena Kronos telah mengkhianati ayahnya, dia takut bahwa keturunannya akan melakukan hal yang sama. Jadi tiap kali Rea melahirkan, Kronos merebut bayinya dan menelannya. Rea marah atas tindakan suaminya dan memutuskan untuk melakukan suatu tipuan. Setelah melahirkan Zeus, Rea langsung menyembunyikannya dan memberikan batu yang terbungkus kain pada Kronos, yang langsung saja menelannya. Setelah dewasa, Zeus berhasil memperdaya Kronos untuk meminum suatu ramuan yang mengakibatkan Kronos memuntahkan semua anak-anak yang pernah ditelannya. Zeus lalu menyatakan perlawanan terhadap Kronos untuk merebut kepemimpinan para dewa. Pada akhirnya, dengan bantuan para Kiklops dan Hekatonkheire (yang dibebaskan oleh Zeus) serta melalui Titanomakhia (perang Titan) selama sepuluh tahun, Zeus dan saudara-saudarinya memperoleh kemenangan. Sementara itu Kronos dan para Titan pria, kecuali Atlas, dikurung di Tartaros. Atlas sendiri memperoleh hukuman khusus, yakni dia mesti memikul langit.


Kronos Menelan Anaknya

Zeus juga dihinggapi rasa kehawatiran yang sama, dan, setelah adanya ramalan bahwa putra dari istri pertamanya, Metis, akan menjadi dewa yang lebih kuat dari Zeus, maka Zeus pun menelan Metis. Ketika ditelan oleh Zeus, Metis sedang hamil. Setelah menelan Metis, Zeus mengalami sakit kepala yang luar biasa. Kemudian dari kepala Zeus terlahirlah dewi Athena yang sudah mengenakan baju perang lengkap. "Kelahiran" dari Zeus ini digunakan sebagai alasan mengapa Zeus tidak "digantikan" oleh dewa dari generasi selanjutnya, tetapi Zeus tetap tercatat sebagai asal-mula munculnya Athena. Ada kemungkinan bahwa ketika kisah ini muncul, perubahan kultural sudah berlangsung dan menyerap kultus lokal yang sudah berjalan lama mengenai pemujaan dewi Athena di kota Athena. Pemujaan itu kemudian berubah menjadi pantheon dewa-dewa Olimpus, dan proses perubahnnya sendiri terjadi tanpa konflik.


Peristiwa lahirnya Athena

Orang Yunani yang memikirkan mengenai sajak menganggap bahwa theogonia (cerita kelahiran para dewa) sebagai genre puitis prototipe-mythos prototipikal—dan menghubungkan banyak kekuasaan di dalamnya. Orfeus, seorang penyair arketipal, juga merupakan seorang penyanyi arketipal theogonia. Dalam Argonautika buatan Apollonios, dikisahkan bahwa Orfeus menggunakan sajak-sajak theogonia untuk menenangkan lautan dan badai, juga untuk menggerakkan hati keras milik para dewa dunia bawah dalam perjalanannya ke dunia bawah. Dalam Himne Homeros untuk Hermes, ketika Hermes menciptakan lira, hal yang pertama kali dia lakukan adalah bernyanyi tentang kelahiran para dewa. Theogonia buatan Hesiodos bukan hanya naskah yang masih bertahan yang menceritakan mengenai para dewa, namun juga naskah terlengkap yang masih ada yang menggambarkan fungsi penyair arkais.

Theogonia sendiri diawali dengan doa pembuka yang ditujukan untuk para Mousai. Cerita theogonia merupakan subjek dari banyak sajak yang hilang, termasuk sajak-sajak yang dipercaya ditulis oleh Orfeus, Mousaios, Epimenides, Abaris, dan para peramal legendaris lainnya. Kisah-kisah tentang theogonia diyakini pernah digunakan dalam ritual penyucian pribadi dan ritus-ritus misteri. Ada indikasi bahwa Plato tidak asing dengan beberapa versi theogonia Orfik. Namun, informasi mengenai kepercayaan dan ritus keagamaan memang sedikit, selain itu ciri-ciri budaya tersebut tidak akan dibeberkan secaa terbuka oleh para anggotanya ketika kepercayaannya sedang dilakukan. Setelah banyak kepercayaan religius yang menghilang, hanya sedikit orang yang masih mengetahui ritual dan ritusnya. Akan tetapi, kiasan dari rtus-ritus tersebut kadang muncul pada aspek-aspek yang cukup umum.

Penggambaran yang ada pada tembikar dan karya seni keagamaan, ditafsirkan, dan lebih mungkin disalahartikan dalam beragam mitos dan kisah. Beberapa bagian dari karya-karya ini masih ada dalam bentuk kutipan-kutipan oleh para filsuf Neoplatonis dan baru-baru ini terungkap melalui potongan-potongan papirus. Salah satu adalah Papirus Derveni, yang kini membuktikan bahwa setidaknya pada abad kelima SM ada sebuah sajak theogonia-kosmogoni buatan Orfeus. Sajak tersebut berusaha mengalahkan Theogonia buatan Hesiodos. Dalam sajak tersebut, silsilah para dewanya dapat ditarik kembali sampai kepada Niks (dewi malam) sebagai perempuan permulaan utama yang muncul sebelum Uranus, Kronos, dan Zeus. Disebutkan pula bahwa Malam dan Kegelapan dapat menjadi setara dengan Khaos.

Para kosmolog filsafat dari masa awal banyak yang bereaksi, atau kadang membangun pandangan di atas konsepsi mitos terkenal yang sudah ada di dunia Yunani untuk beberapa waktu tertentu. Beberapa dari konsepsi yang terkenal ini dapat dilihat dari sajak-sajak Homeros dan Hesiodos. Dalam karya-karya Homeros, Bumi adalah piringan datar yang terapung di samudra luas yang disebut Okeanos dan di bagian atasnya ada langit hemisferikal yang diisi oleh mathari, bulan, dan bintang. Matahari (Helios) mengarungi langit dengan kereta perangnya pada siang hari dan berlayar di Bumi dengan mangkuk emas pada malam hari. Matahari, bumi, langit, sungai dan angin dapat dialamatkan ketika berdoa dan dipanggil untuk mengawasi sumpah. Celah alami yang ada di bumi secara terkenal dianggap sebagai jalan masuk ke dunia bawah, yang merupakan tempat berdiamnya para arwah, yang dipimpin oleh dewa Hades. Sementara itu, pengaruh dari kebudayaan lainnya yang masuk ke Yunani juga selalu menghadirkan tema-tema baru.



Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117

nizhami:





Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Pantheon Yunani

Berdasarkan mitologi Era Klasik, setelah kekuasaan para Titan dijatuhkan, Pantheon dewa dan dewi baru pun muncul. Salah satu kelompok dewa Yunani yang paling utama adalah para dewa Olimpus, yang tinggal di puncak Gunung Olimpus di bawah kepemimpinan Zeus. Gagasan yang membatasi bahwa jumlahnya harus dua belas kemungkinan berasal dari masa modern. Selain para dewa Olimpus, bangsa Yunani juga menyembah berbagai dewa pedesaan, misalnya dewa-satir Pan dan para nimfa (peri alam), para dewa laut, para satir, dan banyak lagi yang lainnya. Nimfa sendiri terdiri dari para Naiad (nimfa mata air), Driad (nimfa pohon), dan Nereid (nimfa laut). Selain itu, ada juga para dewa di dunia bawah, misalnya para Erinyes (dewa angkara murka), yang dikatakan memburu orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap keluarga sendiri. Untuk menghormati Pantheon Yunani Kuno, para penyair menyusun Himne Homeros (tiga belas sajak untuk para dewa). Gregory Nagy menganggap bahwa "Himne Homeros adalah suatu pembuka sederhana (dibandingkan dengan Theogonia), yang masing-masingnya ditujukan untuk satu dewa yang berbeda-beda".


Dewa Olimpus

Kutip:
Dewa Olimpus juga dikenal dengan sebutan Dodekatheon (Greek: dodeka = 12, theon = dewa) dalam mitologi Yunani adalah dewa-dewi utama Yunani yang tinggal di puncak Gunung Olimpus. Ada sekitar 17 dewa-dewi yang dianggap Dewa Olimpus walaupun jumlahnya tidak lebih dari dua belas dalam satu daftar.

Dewa-Dewi Olimpus tersebut antara lain:
Zeus, Hera, Poseidon, Ares, Hermes, Hefaistos, Afrodit, Athena, Apollo dan Artemis selalu masuk dalam daftar Dewa-Dewi Olimpus. Dua dari Hebe, Helios, Hestia, Demeter, Dionisos, Hades, dan Persefone menjadi pelengkap dari kesepuluh dewa-dewi itu.

Hestia menyerahkan posisinya sebagai anggota Olimpus kepada Dionisios agar dapat hidup bersama manusia (akhirnya dia diangkat sebagai penjaga api di Olimpus) maka ia menolak disebut sebagai anggota Olimpus. Persefone tinggal selama 6 bulan setiap tahunnya bersama suaminya Hades di dunia bawah tanah (konon mengakibatkan kegersangan di musim gugur dan dingin). Enam bulan lainnya, ia boleh kembali ke Olimpus dan tinggal bersama ibunya, Demeter. Walaupun Hades termasuk dewa utama Yunani, tetapi karena tinggal di dunia bawah tanah maka ia tidak erat dengan Olimpus. Dalam kisah lain, Helios memberikan tempatnya untuk Apollo. Hebe, seorang pembawa cawan anggur bagi para dewa menyerahkan posisinya di Olimpus untuk menikahi Herakles yang menjadi dewa Olimpus setelah wafat.

Setiap dewa-dewi dalam mitologi Yunani memiliki setidaknya satu unsur yang dikuasai dan dilindunginya. Masing-masing unsur tersebut adalah:

1. Zeus adalah pemimpin/raja para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim, dewa petir, dan cuaca.
2. Hera, istri Zeus, ratu para dewa, adalah dewi pelindung pernikahan, pengorbanan, dan kesetiaan.
3. Poseidon adalah dewa laut,gempa bumi, dan bapak bangsa kuda.
4. Ares adalah dewa perang dan pembantaian.
5. Hermes adalah dewa penunjuk jalan, pelindung para petualang, penggembala, dan penghibur. Ia juga utusan dewa Zeus.
6. Hefaistos adalah dewa api, tukang kayu, penempa besi, dan pengrajin senjata.
7. Afrodit adalah dewi cinta, seks, dan keindahan fisik.
8. Athena adalah dewi kebijaksanaan, perang, keindahan jiwa, seni, dan pendidikan.
9. Apollo adalah dewa matahari, cahaya, musik, tarian, obat-obatan, dan pelindung para pemanah.
10. Artemis adalah dewi bulan, pelindung hewan, perburuan, kesuburan, dan kesucian. Merupakan saudara kembar Apollo
11. Demeter adalah dewi bunga, tumbuh-tumbuhan, makanan, argraris ,dan pelindung perkawinan.
12. Hestia adalah dewi pelindung rumah, keluarga, dan perapian.
Dalam keberagaman yang luas mengenai mitos dan legenda yang terdapat dalam mitologi Yunani, orang Yunani Kuno percaya bahwa para dewa pada dasarnya memiliki tubuh jasmani namun tubuh para dewa adalah tubuh yang ideal. Menurut Walter Burkert, ciri penting dari antropomorfisme Yunani adalah bahwa "para dewa Yunani berwujud orang, dan bukanlah sesuatu yang abstrak, ide ataupun konsep". Terlepas dari bentuk yang mendasari mereka, para dewa Yunani Kuno memiliki banyak sekali kemampuan yang luar biasa, yang paling penting adalah bahwa para dewa tidak dapat terkena penyakit, dan hanya dapat terluka melalui keadaan yang sangat tidak biasa. Orang Yunani menganggap bahwa keabadian adalah karakteristik yang paling unik dari dewa mereka. Keabadian, seperti halnya keadaan awet muda, dihasilkan dari konsumsi nektar dan ambrosia secara terus-menerus. Dengan mengonsumsi itu, darah di pembuluh darah para dewa terus-menerus diperbaharui.

Setiap dewa masing-masing memiliki asal-usul, silsilah, minat, ketertarikan, kepentingan, keahlian, kekuasaan dan kepribadian tersendiri. Akan tetapi, penggambaran para dewa muncul dari banyaknya variasi arkais lokal, yang tidak selalu sama antara satu dengan yang lainnya. Ketika dewa-dewa itu disebut dalam sajak, puisi, doa, atau kultus, mereka disebutkan dengan gabungan nama serta julukannya, yang membedakan mereka berdasarkan perbedaan-perbedaan itu dari perwujudan mereka yang lainnya. Salah satu contohnya adalah Apollo Mousagetes, yang artinya adalah "Apollo, pemimpin para Musai". Selain itu, julukan juga dapat mengidentifikasi aspek yang khusus dan terlokalisasi dari para dewa, kadang-kadang julukan-julukan para dewa dipercaya sudah ada sebelum masa Yunani Klasik.
Kutip:
Musai atau Muse (bahasa Yunani: Musa, jamak: Musai) adalah kelompok dewi yang melambangkan seni. Mereka dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi seni. Awalnya ada tiga orang Musai tetapi dalam perkembangan selanjutnya jumlahnya bertambah menjadi sembilan.

Musai merupakan anak dari Zeus dan Mnemosine. Musai lahir setelah Zeus tidur dengan Mnemosyne selama sembilan malam berturut-turut. Mereka adalah dewi musik, lagu, dan tarian. Musik mereka mampu memberi kebahagiaan bagi yang mendengarnya. Tiap Musai memiliki spesialisasi masing-masing.
  • Kalliope (puisi kepahlawanan)
  • Kleio (sejarah)
  • Erato (puisi cinta)
  • Euterpe (sajak)
  • Melpomene (tragedi)
  • Polihimnia (puisi suci)
  • Terpsikhore (paduan suara dan tarian)
  • Thalia (komedi)
  • Urania (astronomi).
Sebagian besar dewa diasosiasikan dengan apek tertentu dalam kehidupan manusia. Contohnya, Afrodit adalah dewi cinta dan kecantikan, Ares adalah dewa perang, Hades dewa orang mati, dan Athena dewi strategi perang dan kebijaksanaan. Beberapa dewa, misalnya Apollo dan Dionisos, menunjukkan gabungan fungsi dan kepribadian yang kompleks, sedangkan yang lainnya, seperti Hestia (secara harfiah bermakna "perapian") dan Helios (secara harfiah bermakna "matahari"), tidak lebih dari sekadar personifikasi. kuil-kuil yang paling megah cenderung didedikasikan hanya untuk beberapa dewa saja, yaitu dewa-dewa yang menjadi pusat pemujaan dari kultus pan-Hellenik yang besar. Akan tetapi, cukup lazim pula bahwa daerah-daerah dan desa-desa tertentu memiliki pemujaan tersendiri untuk dewa-dewa minor. Banyak pula kota yang menyembah para dewa yang lebih terkenal, dan para dewa itu disembah dengan ritus-ritus lokal serta mitos-mitos aneh yang diasosiasikan dengan mereka dan tidak diketahui di daerah lainnya. Pada zaman pahlawan, kultus pemujaan pahlawan (atau setengah dewa) menjadi pelengkap pemujaan para dewa.



Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Zaman para dewa dan manusia

Ada masa ketika hanya ada para dewa yang hidup di dunia, dan ada pula masa ketika campur tangan para dewa terhadap kehidupan manusia cukup terbatas. Di antara kedua masa itu, ada masa tradisional ketika para dewa dan manusia hidup bersama-sama. Masa tersebut adalah masa-masa awal dunia ketika kelompok dewa dan manusia dapat bergaul lebih bebas daripada masa-masa setelahnya. Banyak dari cerita mengenai tema tersebut muncul dalam Metamorphoses karya Ovidius. Kisah-kisahnya sering dibagi menjadi dua kelompok cerita tematik, yaitu cerita cinta, dan cerita hukuman.

Kisah cinta seringkali melibatkan hubungan sedarah, atau hubungan seksual atau perkosaan yang dilakukan oleh dewa terhadap manusia perempuan. Hasil dari hubungan antara dewa dan manusia adalah manusia setengah dewa atau yang sering disebut pahlawan. Kisah-kisah yang ada secara umum menunjukkan bahwa hubungan antara dewa dan manusia adalah sesuatu yang perlu dihindari. Hubungan cinta dewa-manusia jarang ada yang berakhir bahagia. Dalam beberapa kasus, ada pula dewi yang menjalin hubungan dengan manusia pria, seperti misalnya dalam Himne Homeros untuk Afrodit, yang menceritakan bahwa dewi Afrodit berhubungan seksual dengan Ankhises dan melahirkan Aineias.


Afrodit

Kisah jenis kedua adalah kisah hukuman, yaitu kisah yang melibatkan kemunculan atau penemuan beberapa artefak budaya yang penting, seperti misalnya ketika Prometheus mencuri api dari para dewa, ketika Tantalos mencuri nektar dan ambrosia dari meja makan Zeus dan memberikannya pada anak buahnya dan dengan demikian dia telah membeberkan rahasia para dewa, ketika Prometheus atau Likaon menciptakan ritual kurban, ketika Demeter mengajarkan pertanian dan Misteri kepada Triptolemos, atau ketika Marsias menciptakan aulos dan mengikuti kontes musik melawan Apollo. Ian Morris berpendapat bahwa kisah Prometheus merupakan "suatu masa antara sejarah para dewa dan sejarah manusia". Suatu fragmen papirus tanpa nama, berasal dari abad ketiga, secara jelas menggambarkan hukuman dari Dionisos kepada raja Thrakia, Likurgos. Sang raja terlambat menyadari bahwa Dionisos adalah seorang dewa. Akibatnya dia harus menerima hukuman mengerikan bahkan sampai berujung kematian. Kisah mengenai kedatangan Dionisos, yang mendirikan kultusnya sendiri di Thrakia, juga merupakan subjek dari triologi Aiskhilos. Dalam drama tragedi lainnya, yaitu Bakkhai gubahan Euripides, dikisahkan bahwa raja Thebes, Pentheus, dihukum oleh Dionisos karena dia tidak menghormati sang dewa dan mengintai para Mainad, sekelompok perempuan yang menyembah Dionisos.

Dalam cerita lainnya, berdasarkan suatu motif cerita rakyat lama, serta mengulangi tema yang sama, dikisahkan bahwa Demeter berusaha mencari putrinya, Persefone. Dalam pencariannya, Demeter menyamar menjadi seorang perempuan tua bernama Doso, dan menerima perlakukan yang ramah dari Keleus, Raja Eleusis di Attika. Sebagai balasan atas kebaikan Keleus, Demeter berencana menjadikan bayi lelaki mereka, Demofon, sebagai dewa. Untuk melakukannya, Demeter harus membakar aspek manusia sang bayi. Akan tetapi Demeter tidak sempat menyelesaikan ritualnya karena ibu sang anak, Metaneira, melihat Demeter sedang menaruh bayinya di atas api. Metaneira menjerit dan Demeter pun marah. Akibatnya sang bayi tidak jadi diubah menjadi dewa.

Zaman Pahlawan

Periode ketika para pahlawan hidup disebut dengan istilah Zaman Pahlawan. Sajak-sajak epik dan genelaogis menciptakan kisah-kisah yang bercerita seputar pahlawan atau peristiwa tertentu, serta memunculkan hubungan antara para pahlawan dari cerita yang berbeda-beda; ceita-cerita itu kemudian disusun secara berurutan. Menurut Ken Dowden, "bahkan ada efek saga: kita dapat mengikuti cerita beberapa keluarga dalam generasi-generasi yang saling berurutan".

Setelah munculnya kultus pemujaan terhadap para pahlawan, maka dewa dan pahlawan disembah dan dipuja bersama-sama dalam ritual yang sakral. Dewa dan pahlawan juga disebut bersama-sama dalam doa dan ikrar yang dialamatkan pada mereka. Berlawanan dengan zaman para dewa, pada zaman pahlawan jumlah para pahlawan tidak dibatasi dan tidak ada daftar tetapnya. Pada masa ini, tidak ada lagi dewa besar yang dilahirkan, namun pahlawan-pahlawan baru selalu ada saja yang muncul. Perbedaan lainnya antara kultus pemujaan pahlawan dan dewa adalah bahwa pahlawan menjadi pusat dari identitas kelompok lokal.

Peristiwa-peristiwa monumental dalam kisah Herakles dianggap sebagai masa-masa akhir dari Zaman Pahlawan. Pada Zaman Pahlawan ini juga terjadi tiga peristiwa besar, yaitu ekspedisi para Argonaut, Siklus Thebes dan Perang Troya.
Kutip:

Para Argonaut

Argonaut (bahasa Yunani: Argonautai) adalah kumpulan orang-orang dalam mitologi Yunani yang ikut menemani Iason dalam perjalanannya mencari bulu domba emas ke Kolkhis (sebelah barat Georgia modern). Nama Argonaut berasal dari nama kapal yang mereka gunakan untuk berlayar, yakni kapal Argo, sehingga Argonaut bermakna "pelaut Argo". Kapal Argo sendiri dinamai dari nama pembuatnya, yaitu Argus. Para Argonaut kadang disebut sebagai Bangsa Minya, yang merupakan suku di daerah tersebut.
Kutip:
Siklus Thebes adalah empat wiracarita sastra Yunani kuno yang hilang yang menceritakan tentang sejarah mitis kota Thebes di Boiotia. Siklus Thebes disusun dalam sajak heksameter daktilis dan kemungkinan ditulis antara tahun 750 sampai 500 SM.

Sejarawan dan pendeta abad ke-9 SM, Fotios, dalam karyanya Bibliotheka, berpendapat bahwa Siklus Thebes merupakan bagian dari Siklus Epik. Namun sejarawan modern pada umumnya tidak berpendapat seperti itu.

Kisah-kisah dalam Siklus Thebes merupakan kisah-kisah tradisional. Dua wiracarita buatan Homeros, Iliad dan Odisseia, memperlihatkan informasi yang banyak tentang siklus tersebut. Kisah yang paling terkenal dari Siklus Thebes adalah kisah mengenai Oidipus dan kisah Tujuh Melawan Thebes. Kedua kisah tersebut banyak disekplorasi oleh para penulis drama tragedi Yunani.

Wiracarita yang termasuk dalam Siklus Thebes antara lain:
  • Oidipodeia, dipercaya ditulis oleh Kinaithon. Epik ini menceritakan kisah Oidipus yang menyelesaikan teka-teki Sphinx, dan kemungkinan menceritakan pula pernikahannya dengan ibunya sendiri, Epikaste atau Iokaste.
  • Thebaid, tidak diketahui penulisnya namun kadang pada masa antikuitas disebutkan ditulis oleh Homeros. Epik ini menceritakan tentang perang antara dua putra Oidipus, Eteokles dan Polinikes. Diceritakan pula penyerangan gagal yang dilakukan oleh Polinikes terhadap kota Thebes bersama enam pahlawan perang Argos, yang berujung pada kematian Eteokles dan Polinikes.
  • Epigoni, dipercaya ditulis pada masa antikuitas oleh Antimakhos dari Teos atau oleh Homeros. Isinya merupakan kelanjutan dari Thebaid dan menceritakan penyerangan kedua terhadap kota Thebes, yang kali ini berujung kemenangan.
  • Alkmeonis, tidak diketahui penulisnya. Epik ini menceritakan kisah pembunuhan Alkmeon oleh ibunya sendiri, Erifile, karena Alkmeon telah membunuh ayahnya sendiri, Amfiaraos.
Kutip:
Perang Troya, menurut legenda, adalah penyerbuan terhadap kota Troya yang terletak di Asia Kecil, oleh tentara Akhaia (Yunani Mycenaean), yang terjadi setelah Paris menculik Helena dari suaminya Menelaos, raja Sparta. Perang ini merupakan salah satu peristiwa penting dalam mitologi Yunani dan diceritakan di banyak karya sastra Yunani. Dua karya paling terkenal adalah Iliad dan Odisseia karya Homeros. Iliad berhubungan dengan suatu bagian dari tahun terakhir pengepungan Troya, sedangkan Odyssey menceritakan perjalanan pulang Odisseus, salah seorang pemimpin Akhaia. Bagian lain dari kisah ini diceritakan dalam suatu seri epik yang hanya tersisa dalam bentuk fragmen-fragmen. Episode dari perang ini menjadi bahan untuk kisah-kisah tragedi Yunani dan karya-karya sastra Yunani lainnya, dan juga untuk penyair Romawi seperti Virgilus dan Ovidius.


Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #6   Report Post  

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)


wah cantiknya. . .
zoeratmand
Continent Level

Post: 6.486
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua





Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Herakles




Dalam mitologi Yunani, Herakles (bermakna "kejayaan Hera", atau "Berjaya melalui Hera") adalah seorang tokoh pahlawan, anak Zeus dan Alkmene, anak angkat Amfitrion dan cicit dari Perseus. Ia merupakan pahlawan terbesar Yunani. Dalam mitologi Romawi, ia dikenal sebagai Herkules. Ia merupakan pahlawan Yunani yang di dalam mitologi selalu berusaha membantu masyarakat Yunani dalam menghadapi kesulitan yang diakibatkan oleh monster ataupun ulah dari raja dan penguasa yang lalim. Nama aslinya adalah Alkides atau Alkaeus. Padanannya dalam mitologi Etruska adalah Herkle, putra Tinia dan Uni.

Kekuatan, kecerdikan, keberanian, dan kekuatan seksual bersama pria dan wanita adalah beberapa ciri khasnya. Meskipun dia tidak sepintar Odisseus atau Nestor, Herakles pernah menggunakan kecerdasannya dalam beberapa kesempatan ketika kekuatan ototnya tidak berhasil, misalnya ketika bekerja pada raja Augeas dari Elis, ketika bergulat dengan raksasa Antaeus, atau ketika menipu Atlas. Bersama Hermes dia adalah pelindung tempat olahraga dan palaestrae. Atributnya adalah kulit singa dan alat pemukul. Dia juga suka bermain bersama anak-anaknya jika tidak sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Karena dia banyak mengalahkan monster, dia disebut telah "menjadikan dunia aman bagi manusia". Herakles adalah orang yang bersemangat dan emosional. Dia bisa melakukan hal-hal hebat untuk temannya (misalnya ketika dia bertarung dengan Thanatos untuk membalas kebaikan pangeran Admetus atau ketika dia membantu temannya, Tindareus, menjadi raja Sparta kembali) namun Herakles juga bisa menjadi berbahaya bagi orang-orang yang dia benci, msialnya Augeas, Neleus dan Laomedon. Banyak cerita mengenai Herakles dan yang paling terkenal adalah Dua Belas Tugas Herakles. Herakles dipuja sebagai pahlawan dan sebagai dewa dan merupakan manusia setengah dewa yang paling populer dalam mitologi Yunani.

Kelahiran

Faktor penting yang berperan dalam tragedi pada hidup Herakles adalah kebencian Hera, istri Zeus, padanya. Menurut semua versi, Herakles adalah anak Zeus di luar nikah yang paling dibenci oleh Hera. Herakles adalah anak Zeus hasil perselingkuhan dengan Alkmene. Zeus menyamar menjadi Amfitryon, suami Alkmene, untuk bisa menidurinya. Alkmene langsung hamil setelah disetubuhi oleh Zeus. Herakles sangat bangga sebagai anak Zeus dan Hera membencinya karena mengingatkannya pada ketidaksetiaan suaminya. Saudara Herakles adalah Ifikles, anak Amfitryon. Ifikles menjadi ayah dari pembantu Herakles, Iolaus.

Pada malam ketika Herakles dan Ifikles dilahirkan, Hera meminta Zeus untuk bersumpah bahwa bayi yang lahir pada malam itu dan merupakan keturunan Perseus akan menjadi raja yang agung. Hera tahu bahwa keturunan Perseus yang akan lahir adalah Herakles dan Euristheus. Setelah sumpah tersebut diucapkan, Hera bergegas menuju Alkmene dan memperlambat kelahiran Herakles dengan menyuruh Ilithyia (dewi kelahiran) menahan Herakles di rahim Alkmene. Hera kemudian membuat Euristheus lahir lebih awal sehingga Euristheuslah yang akan menjadi raja dan bukan Herakles. Herakles akhirnya bisa lahir berkat Galanthis (pelayan Alkmene) yang menipu Ilithyia.

Bayi tersebut awalnya diberi nama Alkides oleh orang tuanya; Dia mengubah namanya menjadi Herakles agar Hera tidak lagi membencinya namun gagal, Hera tetap membenci Herakles. Beberapa bulan setelah ia lahir, Hera mengirim dua ekor ular untuk membunuh Herakles. Herakles lalu mencekik kedua ular tersebut. Pengasuh Herakles kemudian menemukan Herakles sedang memainkan tubuh ular tersebut layaknya mainan anak-anak.

Masa muda

Herakles belajar bermain lira pada Linus. Suatu hari Herakles terbawa emosi dan membunuh gurunya dengan lira. Herakles kemudian disuruh oleh ayahnya tirinya, Amfitryon, untuk menggembalakan ternak ke gunung. Ketika itulah Herakles didatangi oleh dua orang nimfa Kesenangan dan Kebajikan, yang menawarkannya pilihan: Kehidupan yang bahagia atau kehidupan yang keras namun berujung kemuliaan. Herakles memilik yang kedua.

Di Thebes, Herakles menikahi anak raja Kreon, Megara. Suatu hari Hera memicu kegilaan pada Herakles dan menyebabkan Herakles membunuh anak-anaknya sendiri. Kegilaannya ini kemudian disembuhkan oleh Antikireus, pendiri Antikira, Herakles menyadari dosanya dan menemui Orakel Delfi. Tanpa sepengetahuan Herakles, Orakel tersebut dikendalikan oleh Hera. Sang Orakel menyuruh Herakles untuk mengabdi pada raja Euristheus dan diharuskan menjalankan sepuluh tugas yang diperintahkan oleh sang raja. Dalam prosesnya, Herakles dituduh curang dalam menjalankan dua tugas sehingga Euristheus memberinya dua tugas tambahan.

Tugas Herakles


12 Tugas Herakles

Tugas Herakles adalah serangkaian tugas yang dilaksanakan oleh pahlawan Herakles auntuk membersihkan dosanya karena telah membunuh keluarganya. Tugas-tugas tersebut diberikan oleh sepupunya, Euristheus. Tugas Herakles pada awalnya berjumlah sepuluh namun Herakles harus melaksanakan dua tuags tambahan sehingga petualangan Herakles dalam melaksanakan tugas tersebut sering disebut sebagai Dua Belas Tugas (bahasa Yunani: dodekathlos). Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Herakles kadang ditemani oleh teman pria (eromenos), misalnya sepupunya Iolaos. Versi tetap mengenai tugas Herakles ditulis dalam suatu wiracarita oleh Peisandros pada 600 SM, namun sayangnya wiracarita tersebut kini telah hilang.

Berikut adalah rangkaian tugasnya menurut Apollodoros:
  1. Membunuh Singa Nemeia.
  2. Membunuh Hidra Lerna.
  3. Menangkap Rusa Kerineia.
  4. Menangkap Babi Erimanthios.
  5. Membersihkan kandang kuda milik raja Augeas dalam sehari.
  6. Membunuh Burung-burung Stimfalia.
  7. Menangkap Banteng Kreta.
  8. Mengambil Kuda-kuda Betina Diomedes.
  9. Mengambil sabuk Hippolita.
  10. Mengambil ternak milik Gerion.
  11. Mengambil apel Hesperides.
  12. Menangkap Kerberos.
Euristheus tidak mengakui permbersihan kandang Auges karena Herakles meminta bayaran atas kerjanya. Euristheus juga menolak pembunuhan Hidra Lernaia karena Herakles dibantu oleh sepupunya, Iolaos. Euristheus kemudian memberi dua tugas tambahan pada Herakles (mengabil apel Hesperides dan menangkap Kerberos). Herakles menjalankan kedua tugas tambahan tersebut dengan sukses dan menggenapkan jumlah tugasnya menjadi dua belas.

Petualangan Herakles


Setelah menyelesaikan semua tugasnya, Herakles meyelamatkan orang-orang, menaklukan Troya dan membantu para dewa melawan para Gigant. Herakles jatuh cinta pada Putri Iole dari Oekhalia. Raja Euritus, ayah Iole, berjanji akan menikahkan putrinya dengan orang yang mampu mengalahkannya dalam kontes memanah. Herakles berhasil menang tetapi tidak diakui oleh Euritus maupun putra-putranya (kecuali Ifitus). Herakles lalu membunuh Euriytus dan semua putranya (kecuali Ifitus) dan membawa Iole. Ifitus menjadi sahabat baik Herakles tetapi sekali lagi Hera memicu kegilaan pada Herakles. Herakles melempar Ifitus ke atas dinding kota sampai Ifitus mati dan sekali lagi Herakles menebus dosanya dengan pengabdian. Kali ini selama tiga tahun dia melayani Ratu Omfale dari Lydia.

Herakles dan Omfale

Omfale adalah ratu di Lydia. Karena telah melakukan pembunuhan, Herakles harus menjadi budaknya. Herakles dipaksa melakukan pekerjaan perempuan dan memakai pakaian perempuan sementara Omfale mengenakan kulit singa Nemea dan membawa pemukul milik Herakles. Setelah beberapa waktu, Omfale memerdekakan Herakles dan menikahinya. Seorang anak lahir dari hubungan mereka. Pada saat itu, Kerkop, makhluk kayu, mencuri senjata Herakles. Herakles kemudian menangkap dan mengikat mereka.

Herakles dan Hilas

Ketika sedang berjalan-jalan, Herakles dihadang oleh kaum Dryopa. Herakles bertarung dengan mereka dan berhasil membunuh raja mereka, Theiodamas. Kaum tersebut menyerah dan menyerahkan pangeran mereka, Hilas, pada Herakles. Herakles mengambil Hilas dan menjadikannya sebagai pembawa senjata sekaligus kekasih. Bertahun-tahun kemudian, Herakles dan Hilas mengikuti Jason dalam petualangan Argonaut mencari bulu domba emas. Mereka hanya ikut dalam sebagian perjalanan. Di Misia, Hilas diculik oleh seorang nimfa. Herakles mencari Hilas tetapi Hila jatuh cinta pada nimfa tersebut dan tak pernah kembali pada Herakles sementara Argonaut melanjutkan perjalanan tanpa mereka.

Herakles dan Prometheus

Prometheus mencuri api para dewa dan memberikannya pada manusia akibatnya Zeus menghukumnya dengan mengikatnya di gunung dan memerintahkan seekor elang untuk setiap hari memakannya. Ketika Herakles melihat Prometehus, Herakles membunuh elang yang meniksa Prometheus dan membebaskan Prometheus. Prometehus lalu memberikan ramalan mengenai masa depan Herakles.

Herakles dan Laomedon

Sebelum Perang Troya, Poseidon mengirim monster laut untuk menyerang Troya. Laomedon (raja Troya) berencana untuk mempersembahkan putrinya, Hesione, untuk Poseidon dengan harapan Poseidon akan senang dan monster tersebut akan hilang. Pada saat tersebut, Herakles (bersama Telamon dan Oikles) mendatangi Laomedon dan menyatakan bersedia untuk membunuh monster tersebut dengan syarat Laomedon harus memberikan kuda yang diberikan Zeus atas penculikan Ganimede. Laomedpn setuju. Herakles lalu membunuh monster laut itu namun Laomedon mengingkari janjinya dan menolak memberikan kuda tersebut pada Herakles. Akibatnya Herakles mengumpulkan pasukan dan menyerang Troya. Herakles juga membunuh semua putra Laomedon kecuali Priam, yang memberi Herakles kerudung emas buatan Hesione. Sementara Telamon mengambil Hesione sebagai istri dan mereka memiliki anak bernama Teuker.

Petualangan lainnya
  • Herakles mengalahkan kaum Bebrik dan memberikan tanah mereka pada pangeran Likus dari Misia.
  • Herakles membunuh Termerus, seorang perampok.
  • Herakles mengunjungi Evander bersama Antor
  • Herakles membunuh raja Amintor dari Dolopes karena tidak mengizinkan Herakles memasuki kerajaannya. Herakles juga membunuh raja Emathion dari Arabia.
  • Herakles membunuh Lityerses setelah mengalahkannya dalam kontes memanen.
  • Herakles membunuh Poriklimenus di Pylos.
  • Herakles mendirikan kota Tarentum (modern: Taranto) di Italia.
  • Herakles belajar musik dari Linus (dan Eumolpus), tetapi kemdian membunhnya karena Linus mengatakan Herakles salah. Herakles belajar bergulat dari Autolikus. Herakles membunuh petinju terkenal Erix dari Sicilia dalam sebuah pertandingan.
  • Herakles adalah seorang Argonaut. Dia membunuh Alastor dan saudara-saudaranya.
  • Ketika Hippokoon menggulingkan kekuasaan saudaranya, Tindareus, Herakles membantu Tindareus menjadi raja kembali dan membunuh Hippokoon beserta anak-anaknya.
  • Herakles membunuh Raksasa Kiknus, Porfirion dan Mimas.
  • Herakles membunuh Antaeus, seorang Gigant yang abadi ketika bersentuhan dengan tanah. Herakles mengangkatnya dan memegangnya di udara lalu membunuhnya.
  • Herakles memerangi raja Augeias setelah sang raja tidak memberikan hadiah yang dijanjikan pada Herakles. Herakles berhasil membunuh Augeais dan putra-putranya.
  • Herakles mengunjungi rumah Admetus pada hari ketika istri Admetus, Alkestis, bersedia mati menggantikan Admetus. Herakles bertarung dengan dewa kematian, Thanatos, agar Alketis tetap bisa hidup.
  • Herakles menantang dewa anggur Dionisos dalam sebuah kontes minum dan kalah. Akibatnya ia harus ikut dalam Thiasus, rombongan Dionisos, selama setahun.
  • Herakles muncul dalam The Frog karya Aristofanes.

Pasangan

Selama hidupnya, Herakles telah sebanyak menikah empat kali. Istri pertamanya adalah Megara, yang anak-anaknya dia bunuh karena mengalami suatu kegilaan. Menurut Bibliotheke karya Apollodorus, Megara tidak terluka dan kemudian dinikahkan dengan Iolaus, sementara menurut Euripides, Herakles membunuh Megara juga.

Istri keduanya adalah Omfale, ratu Lydia yang menjadi pemilik Herakles ketika sang pahlawan harus menjadi budak.

Istri ketiganya adalah Deianira, Herakles mengalahkan dewa sungai Akhelous dalam upayanya mendapatkan Deianeira. Setelah mereka menikah, Herakles dan Deianira harus menyeberangi sebuah sungai dan seorang Kentaur bernama Nessus menawarkan diri untuk membantu menyeberangkan Deianira tetapi Nessus malah mencoba memperkosa Deianeira. Herakles marah dan memanah Nessus dengan panah beracunnya. Sebelum mati, Nessus memberitahu Deianeira untuk mengumpulkan darahnya dan mengoleskannya pada jubahnya dan jika suatu saat Deianira khawatir Herakles selingkuh, Deaneira harus memakaikan jubah tersebut pada Herakles

Di kemudian hari, Deianira curiga bahwa Herakles menyukai Iole. Deaneira lalu melakukan apa yang dikatakan oleh Nessus, Deaneira merendam sebuah jubah dalam darah Nessus untuk kemudian dipakai oleh Herakles. Herakles memakai jubah tersebut dan tiba-tiba merasa sangat kesakitan. Darah Nessus yang telah tercampuri darah Hidra membuat kulit Herakles terbakar. Herakles berusaha melepaskan jubah tersebut tetapi tidak berhasil. Herakles pun akhirnya mati.

Setelah meninggal, dia diangkat sebagai dewa di Gunung Olimpus dan dinikahkan dengan Hebe.

Cerita lain mengenai hubungan Herakles dengan perempuan adalah ketika dia diminta oleh Thespius raja Thespiae untuk membunuh Singa Kitheron. Sebagai imbalannya, sang raja mengizinkannya untuk bersetubuh dengan ke-50 putrinya dalam satu malam. Herakles pun setuju. Putri-putri sang raja kemudian hamil oleh Herakles dan semuanya melahirkan anak laki-laki. Banyak dari anak-anak ini nantinya menjadi raja di berbagai kota.

Kekasih laki-laki

Sebagai simbol maskulinitas dan kejantanan, Herakles juga pernah memiliki sejumlah kekasih pria. Plutarch, dalam Eroticos, menyebutkan bahwa kekasih pria Herakles sangatlah banyak, salah satunya adalah Iolaus dari Thebes. Iolaus adalah pengawal dan pengendara kereta Herakles. Herakles pada akhirnya ikut mencarikan istri bagi Iolaus. Plutarch melaporkan bahwa pada masa kuno, pasangan lelaki akan pergi ke makam Iolaus untuk saling mengikat sumpah setia satu ama lain. Pasangan laki-laki Herakles yang lainnya adalah Hilas yang juga ikut dicarikan istri oleh Herakles.

Likurgus juga memberikan pasangan pria bagi Herakles, yaitu Elakatas, yang dihormati dengan dibangunnya sebuah tempat suci dan diselenggarakan perlombaan tahunan. Abderus dari Thrakia juga adalah kekasih Herakles yang lainnya. Dia meninggal karena dimakan oleh kuda betina Diomedes. Herakles kemudian mendirikan kota Abdera di Thrakia dan menyelenggarkan perlombaan atletik untuk mengenang Abderus.

Kekasihnya yang lain adalah Ifitus. Ada juga cerita mengenai cinta Herakles untuk Nireus. Tetapi Ptolemy menyatakan bahwa Nireus adalah anak Herakles.

Herakles juga memiliki hubungan dengan Admetus (yang membantu Herakles dalam perburuan Babi Kalidonia), Adonis, Korithus dan Nestor.

Anak

Telefus adalah anak Herakles dan Auge. Hillus adalah anak Herakles dengan Deianeira atau dengan Melite. Anak Herakles dari Hebe adalah Alexiares dan Aniketus. Herakles juga pernah membuahi Ekhidna yang kemudian melahirkan Drakontid, yang merupakan leluhur Kadmus.



Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #8   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Heraklid

Dalam mitologi Yunani, para Heraklid adalah orang-orang yang merupakan keturunan Herakles. Dalam arti sempitnya, merujuk pada keturunan Hillos, putra sulung dari empat anak Herakles dari istrinya Deianeira (Hillos juga kadang disebut sebagai putra Herakles dari hubungannya dengan Melite). Heraklid yang lainnya meliputi Makaria, Lamos, Manto, Bianor, Tlepolemos, dan Telefos. Para Heraklid ini merupakan sekelompok raja-raja Doria yang menaklukan kerajaan-kerajaan Peloponnesos di Argos. Mereka mengklaim hak untuk berkuasa berdasarkan leluhur mereka. Naiknya mereka menuju kekuasaan telah dikaitkan dengan Invasi Doria. Rincian mengenai silsilah para Heraklid berbeda-beda dalam beberapa sumber.

Setelah Herakles meninggal, para Heraklid diasingkan, lalu mereka kembali setelah beberapa generasi untuk merebut kembal tanah yang pernah dimiliki oleh leluhur mereka di Yunani Mikenai. Hal ini memperlihatkan bahwa kelompok yang berkuasa berusaha menelusuri asal-usul mereka sampai kepada Herakles.
Kutip:
Invasi Doria adalah proses masuknya suku Doria, beserta beberapa suku bangsa lainnya, ke Yunani selatan. Para pendatang ini kemudian merebut kendali atas wilayah Yunani dari orang-orang yang telah lebih dulu ada di Yunani. Migrasi ini kemudian berujung pada dimulainya Zaman Kegelapan Yunani, yang diikuti oleh zaman Yunani Klasik.

Dalam mitologi Yunani, invasi ini disebut sebagai proses kembalinya para Heraklid (keturunan Herakles), yang sebelumnya terusir.


Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Titan

Titan dalam mitologi Yunani adalah para penguasa bumi sebelum para dewa Olimpus. Pemimpin mereka bernama Kronos yang nantinya akan digulingkan oleh Zeus. Ke-12 Titan adalah anak dari Uranus dewa langit dan Gaia dewi bumi.

Titan mengalami perang besar dengan para dewa Olimpus yang disebut Titanomakhia. mayoritas Titan akan terlibat dengan perang ini. Dalam perang ini Titan mengalami kekalahan dan yang pada waktu perang ikut bertempur bersama Kronos dibuang ke Tartaros.

Titan generasi pertama terdiri dari enam pria (Okeanos, Hiperion, Koios, Kronos, Krios dan Iapetos) dan enam wanita (Mnemosine, Tethis, Theia, Foibe, Rhea dan Themis. Sementara Titan generasi kedua terdiri dari anak-anak Titan generasi pertama, yakni anak-anak Hiperion (Eos, Helios, dan Selene); anak-anak Koios (Leto dan Asteria); anak-anak Iapetos (Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoitios); dan anak-anak Krios (Astraios, Pallas, dan Perses).

Dalam suatu mitos yang diceritakan oleh Kallimakhos dan Nonnos, Zeus berniat menjadikan Zagreus (Dionisos) sebagai penggantinya. Namun Hera marah karena Zagreus lahir dari perselingkuhan Zeus. Hera mengirim para Titan untuk membunuhnya. Para Titan mengecat wajah mereka dengan gipsum untuk membuat Zagreus tertarik pada mereka. Kemudian para Titan mengoyak-ngoyak dan memakan tubuh Zagreus. Zeus marah dan membunuh para Titan. Sementara jantung Zagreus diselamatkan oleh Athena untuk kemudian dibuat kembali menjadi Zagreus.

Titanomakhia


Pada masa Yunani klasik, terdapat beberapa syair tentang perang antara para dewa dan para Titan. Perang tersebut dikenal sebagai Titanomakhia ("Perang Titan"). Namun hanya satu sumber yang masih tersisa pada masa kini, yaitu Theogonia buatan Hesiodos. Sementara sebuah epik berjudul Titanomakhia buatan penyair buta dari Thrakia, Thamiris, kini hilang.

Titanomakhia menceritakan tentang peperangan yang terjadi di langit. Peperangan tersebut disebabkan oleh para dewa yang berusaha memberontak dan merebut kekuasaan pada Titan. Mitos seperti ini juga banyak muncul di daerah-daerah lainnya di Eropa atau Timur Jauh, yaitu ketika sebuah generasi dewa memusuhi kelompok dewa yang lebih dominan. Terkadang penguasa lama akhirnya tergantikan, dan terkadang yang kalah dibuang atau dimasukkan ke dalam kelompok penguasa. Beberapa contoh lainnya adalah peperangan antara Aesir dengan Vanir serta Jotun dalam mitologi Nordik, epik Enuma Elish dari Babilonia, cerita "Pemerintahan Surga dari bangsa Hittite, konflik generasi dalam fragmen Ugarit, dan pemberontakan Lucifer dalam mitologi Kristen.

Daftar Para Titan

Okeanos


Okeanos adalah Titan lautan dan samudra dalam mitologi Yunani. Okeanos adalah putra dari Gaia dan Uranus. Oleh orang Yunani dan Romawi kuno, Okeanos dipercaya sebagai Samudra dunia, yaitu suatu lautan raksasa yang menegelilingi dan melingkupi dunia.

Istri sekaligus saudari Okeanos adalah Tethis. Dari hubungan mereka, terlahir tiga ribu orang putri yang disebut para Okeanid. Salah satu Okeanid yang terkenal adalah Klimene atau Asia. Anak-anak Okeanos yang lainnya adalah semua sungai, air mancur, dan danau yang ada di dunia.

Beberapa sejarawan percaya bahwa Okeanos pada awalnya melambangkan semua lautan, termasuk Laut Mediterania dan Samudra Atlantik, yaitu dua lautan terbesar yang dikenal oleh orang Yunani kuno. Namun seiring ilmu geografi yang semakin akurat, Okeanos diketahui melambangkan suatu daerah lautan yang asing dan tak dikena di Samudra Atlantik. Sementara Laut Mediterania dipercaya dikuasai oleh Poseidon.

Meskipun Okeanos adalah seorang Titan, namun dalam Titanomakhia dia tidak ikut membantu Titan dan lebih memilih untuk netral serta tidak memihak. Ketika Kronos hendak menggulingkan kekuasaan ayahnya Uranus, Okeanos juga tidak mau terlibat

Dalam Iliad, perisai Akhilles diceritakan berukirkan lautan Okeanos. Ketika Odiseus dan Nestor sedang berjalan di tepi pantai, mereka berdoa pada Okeanos dan menyebutnya sebagai "Dewa laut agung yang mengelilingi dunia".

Okeanos merupakan leluhur semua aliran sungai dan para dewa sungai, namun Okeanos sendiri hanya muncul sedikit dalam mitologi Yunani. Salah satunya ketika disebutkan bahwa Okeanos dikalahkan oleh Herakles. Herakles meminjam mangkuk matahari Helios untuk menyeberangi samudra Okeanos supaya bisa sampai ke tempat para Hesperides. Namun Okeanos mengguncangkan mangkuk itu. Herakles mengancam Okeanos dan kemudian mengalahkannya. Mitos ini banyak dilukiskan dalam tembikar oleh orang-orang Attika.

Dalam mosaik kuno, Okeanos seringkali digambarkan sebagai makhluk dengan tubuh bagian atas berupa pria berotot yang memiliki janggut serta tanduk dan bagian bawah tubuhnya berupa ekor ikan. Dalam suatu prasasti tentang pernikahan Peleus dan dewi laut Thetis, Okeanos digambarkan hadir sebagai dewa bereekor ikan yang membawa ikan di satu tangan serta ular laut di tangan yang lain, melambangkan hadiah kekayaan dan ramalan. Dalam mosaik Romawi, misalnya di Bardo, dia digambarkan memegang dayung dan berada di atas kapal.


Hiperion



Hiperion adalah Titan cahaya dalam mitologi Yunani. Hiperion adalah anak dari Uranus dan Gaia. Hiperion menikah dengan Theia dan memiliki anak Helios (matahari), Eos (Fajar), dan Selene (Bulan). Hiperion dikaitkan dengan matahari.

Ketika Kronos mengebiri Uranus, Hiperon, bersama Koios, Krios, dan Iapetos, ikut memegangi Uranus. Dalam perang Titanomakhia, Hiperion memihak para Titan, sehingga ketika para Titan kalah, dia ikut dikurung oleh Zeus di Tartaros.

Hiperion merupakan perwujudan salah satu pilar dunia, yaitu pilar timur. Ini tentu karena matahari terbit di timur, dan dia juga dijuluki "Raja Timur". Tiga pilar lainnya adalah Koios, Krios, dan Iapetos.

Dalam tulisan-tulisan mitologi awal, dia disebut sebagai Helios Hiperion, "Matahari yang Tinggi". Tapi dalam Odyssey, Theogonía karya Hesiod, dan Himne untuk Demeter karya Homer, matahari disebut sebagai Hiperionides "anak Hiperion". Dalam tulisan-tulisan lainnya, Hesiod secara pasti membayangkan Hiperion sebagai makhluk yang berbeda. Dalam literatur Yunani kuno akhir, Hiperion selalu dbedakan dari Helios dimana Hiperion dianggap sebagai "Dewa Pengawasan dan Kebijaksanaan", sementara Helios menjadi perwujudan fisik matahari. Hiperion tidak banyak berperan dalam budaya Yunani maupun dalam mitologi.

Menurut Diodorus Siculus, Hiperion adalah yang pertama memahami pergerakan dan siklus matahari, bulan, bintang serta pergantian musim.




Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #10   Report Post     Original Poster (OP)

re: Mitologi Yunani (Re-Posting & Completing Edition)

Lanjutan daftar para Titan....

Koios


Koios dan istrinya

Koios dalam mitologi Yunani adalah salah satu Titan anak dari Uranus dan Gaia. Koios merupakan Titan kecerdasan dan pikiran yang ingin tahu. Namanya bermakna "pertanyaan" atau "bertanya". Koios tercatat sebagai suami dari Foibe dan ayah dari Leto dan Asteria. Seperti kebanyakan Titan yang lain, tidak banyak cerita terkait dengan Koios. Namun keturunan Koios merupakan dewa-dewa penting. Apollo dan Artemis adalah anak-anak Leto, dengan demikian mereka adalah cucu Koios.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Koios melambangkan satu dari empat pilar dunia. Nama lain dari Koios, yakni Polos ("dari kutub utara"), mengindikasikan bawa dia melambangkan pilar utara. Sementara tiga pilar lainnya adalah Hiperion, Krios, dan Iapetos.

Koios berperan sebagai dewa poros surga, yang menjadi pusat perputaran langit dan bintang. Dia juga kemungkinan adalah dewa orakel surga, seperti juga istrinya Foibe, yang merupakan dewi orakel bumi, dan cucu mereka, Apollo, juga menjadi dewa yang menguasai orakel.

Dalam Titanomakhia dia memihak para Titan sehingga akhinya Koios dikurung oleh Zeus di Tartaros.

Padanannya dalam mitologi Romawi adalah Polus, yang juga jarang diceritakan dalam mitologi Romawi.


Kronos


Kronos adalah salah satu Titan dalam mitologi Yunani. Dia merupakan pemimpin sekaligus yang termuda di antara para Titan generasi pertama. Kronos adalah putra dari Uranus (langit) dan Gaia (bumi). Kronos mengalahkan ayahnya dan memerintah dunia pada Zaman Emas sampai akhirnya dia dikudeta oleh anak-anaknya sendiri, lalu dikurung di Tartaros.

Kronos biasanya digambarkan dengan sabit, yang dia gunakan ketika mengalahkan ayahnya, Uranua. Di kota Athena, pada hari kedua belas di bulan Hekatombaion, digelar sebuah festival untuk Kronos yang disebut Kronia. Festival ini merupakan pearyaan panen, dan mengindikasikan bahwa Kronos dianggap sebagai pelindung panen. Ini diduga terjadi karena asosiasinya dengan Zaman Emas.

Dalam mitologi Romawi, Kronos diidentikkan dengan dewa Saturnus.

Dalam mitos kuno, seperti yang tercatat dalam Theogonia karya Hesiodos, Uranus mengurung para Kiklops dan Hekatonkhire (anak-anak Gaia) di Tartaros. Gaia marah pada perbuatan suaminya. Gaia lalu membuat sebuah sabit batu dan mengumpulkan para Titan untuk membujuk mereka supaya mengebiri Uranus. Hanya Kronos yang berani melakukannya, maka Gaia memberikan sabit itu pada Kronos dan menyembunyikan Kronos. Ketika Uranus sedang ayik bersetubuh dengan Gaia, Kronos tiba-tiba muncul dan memotong alat kelamin Uranus dengan sabitnya. Kronos lalu melempar testis Uranus ke laut. Uranus merasa sangat kesakitan dan mati (pendapat lain mengatakan Uranus terangkat dari bumi selamanya). Dari darah (dalam versi lain, air mani) Uranus yang jatuh ke bumi, terciptalah para Gigant, para Erinya, dan Meliai. Sementara testis Uranus terapung di lautan dan diselubungi buih sampai dewi Afrodit lahir dari situ.

Dalam versi lain dari mitos ini, Kronos menggulingkan kekuasaan Ofion yang jahat. Dengan demikain, Kronos dilihat sebagai pembebas dunia dari kekejaman Ofion.

Para Titan kemudian mengambil alih kekuasaan atas dunia dengan Kronos sebagai pemimpinnya. Kronos sendiri beristrikan Rea. Masa pemerintahan Kronos disebut sebagai Zaman Emas karena pada saat itu manusia hidup dengan teratur dan menaati hukum yang berlaku, orang-orang melakukan perbuatan yang baik dan tidak ada kejahatan.

Namun Kronos tidak membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire dari kurungan mereka. Dia malah menambah penjagaan dengan menyuruh naga Kampe untuk menjaga mereka supaya tidak kabur.

Gaia dan Uranus meramalkan bahwa Kronos akan dikalahkan oleh anak-anaknya sendiri, seperti yang Kronos lakukan pada ayahnya. Untuk menghindari ramalan itu, Kronos menelan semua anak yang dilahirkan oleh Rea. Kronos berhasil menelan Demeter, Hera, Hades, Hestia, dan Poseidon. Namun Kronos tidak sempat menelan anak keenamnya (Zeus) karena telah terlebih dulu disembunyikan oleh Rea, yang kesal karena anak-anak terus-menerus ditelan.

Rea secara diam-diam melahirkan Zeus di Kreta, dan memberikan sebongkah batu pada Kronos, yang mengira batu tersebut sebagai anaknya lalu menelannya. Sementara Zeus disembunyikan di sebuah gua di Gunung Ida, Kreta. Menurut beberapa versi, Zeus diberi minum susu kambing bernama Amaltheia dan dilindungi oleh para Kuretes. Para Kuretes adalah sekelompok perajurit penari, jika Zeus menangis, maka para Kuretes akan bernyanyi dan membuat kebisingan supaya Kronos tidak mendengar tangisan Zeus. Dalam versi lainnya, Zeus dibesarkan oleh nimfa Adamantheia. Dia menyembunyikan Zeus dengan cara menggantung Zeus di pohon memakai tali. Dengan begitu, Zeus tidak menyentuh bumi, lautan, ataupun langit, yang kesemuanya dikuasai oleh Kronos. Ada juga versi bahwa Zeus diasuh oleh neneknya, Gaia.

Setelah dewasa, Zeus memperoleh ramuan dari Gaia (dalam versi lainnya, dari Metis). Zeus lalu berhasil membujuk Kronos untuk meminum ramuan itu. Setelah meminumnya, Kronos memuntahkan semua yang ia telan. Yang pertama keluar adalah batu yang dia pikir sebagai Zeus, lalu kemudian Kronos memuntahkan semua anak-anak yang ia telan. Batu itu sendiri ditaruh di Gunung Parnassos.

Setelah berkumpul bersama saudara-saudaranya, Zeus menyatakan perang terhadap Kronos. Untuk membantu usahanya, Zeus membebaskan para Kiklops dan para Hekatonkhire. Dalam perang yang disebut Titanomakhia itu, Kronos dan para Titan dikalahkan oleh Zeus dan sekutunya. Sebagian besar Titan yang kalah kemudian dikurung di Tartaros.

Nasib Kronos setelah itu berbeda-beda berdasarkan beberapa versi. Menurut Homer dan sebagian besar sumber, Kronos ikut dikurung di Tartaros. Dalam syair Orfeus, Kronos dikurung di gua Niks. Menurut Pindaros, Kronos pada akhirnya dibebaskan oleh Zeus dan menjadi pemimpin di Eilisium. Sementara dalam Aeneid karya Virgilus, Kronos melarikan diri ke Latium (Italia) dan memerintah di sana sebagai dewa Saturnus.

Kronos juga disebut-sebut sebagai ayah Khiron dari hubungannya dengan Filira.

Dalam cerita yang bersumber dari Diodoros Sikolos (abad pertama SM), Kronos, putra Uranus dan Titea, dikatakan memerintah di Italia, Sisilia, dan Afrika Utara. Kronos, bersama para Titan lainnya, berperang dan mengalahkan saudaranya Jupiter, yang berkuasa di Kreta, serta saudara iparnya Hammon, yang berkuasa di Nisa, sebuah pulau di dekat sungai Triton di Afrika. Kronos merebut saudarinya, Rea, dari Hammon, dan menjadikannya sebagai istri. Kronos lalu dikalahkan oleh putra hammon, Dionisos atau Bakkhus. yang kemudian menunjuk Jupiter Olimpus, putra Kronos dan Rea, sebagai pemimpin di Mesir. Bakkhus dan Jupiter lalu bekerjasama untuk mengalahkan para Titan yang tersisa di Kreta. Selepas kematian Bakkhus, Jupiter Olimpus mewarisi semua wilayah kekuasaannya.

Kronos juga disebutkan dalam Orakel Sibylline, khususnya buku tiga. Di sana diceritakan bahwa Kronos, 'Titan' dan Iapetos, tiga putra Uranus dan Gaia, masing-masing menerima sepertiga bumi, dan Kronos menjadi pemimpinnya. Setelah kematian Uranus, anak-anak Titan berusaha membunuh setiap anak Kronos dan Rea. Namun di Dodona Rea secara diam-diam mengirim anak-anaknya (Zeus, Poseidon dan Hades) ke Frigia untuk dibesarkan oleh tiga orang Kreta. Mengetahui hal ini, enam puluh anak buah Titan kemudian mengurung Kronos dan Rea, akibatnya anak-anak Kronos menyatakan perang pada Titan dan anak buahnya. Dalam versi sini, tidak diceritakan tentang Kronos mengalahkan ayahnya (Uranus) atau menelan anak-anaknya.


Krios

Krios atau Kreios adalah salah satu Titan dalam Mitologi Yunani. Dia merupakan anak dari Uranus dan Gaia. Dia menikahi saudari tirinya, Euribia dan memiliki tiga orang anak: Astraios, Perses, dan Pallas. Dari ketiga anaknya, dia memperoleh cucu: Zefiros, Boreas, Notos, dan Euros. Krios juga merupakan kakek dari Zelos, Nike, Kratos, dan Bia.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Krios melambangkan satu dari empat pilar dunia. Krios dipercaya melambangkan pilar selatan, karena dia dikaitkan dengan rasi bintang Aries, yang muncul di langit selatan pada musim semi.

Krios bertempur bersama para Titan dalam perang Titanomakhia sehingga ketika para Titan kalah, dia ikut dikurung oleh Zeus di Tartaros.


Mnemosine


Mnemosine adalah Titan ingatan dan memori, dan merupakan anak dari Uranus dan Gaia.

Mnemosine berhubungan seksual dengan Zeus selama sembilan malam berturut-turut. Dari persetubuhanya itu, Mnemosine melahirkan sembilan orang Muse. Para Muse adalah dewi musik, nyanyian, tarian, sastra dan lagu. Berikut adalah para Muse beserta atribut mereka:
  • Kalliope (wiracarita)
  • Klio (sejarah)
  • Erato (puisi cinta)
  • Euterpe (musik)
  • Melpomene (drama tragedi)
  • Polihimnia (himne)
  • Terpsikhore (tarian)
  • Thalia (komedi)
  • Urania (astronomi)
Dalam Theogonia karya Hesiod, para raja dan penyair memperoleh kemamapuan mereka dari hubungan mereka dengan Mnemosine dan para Muse.

Mnemosine juga berkuasa atas sebuah kolam di dunia bawah. Air kolam tersebut bisa mengembalikan ingatan, berkebalikan dari kolam lethe.

Orang-orang yang ingin berkonsultasi dengan orakel Trophonios di Boeotia terlebih dahulu harus meminum air dari mata air yang disebut "Lethe" dan "Mnemosyne" sampai mabuk.


Tethis


Dalam mitologi Yunani, Tethis adalah seorang Titan sekaligus dewi laut.

Satu dari sedikit penggambaran Tethis adalah mosaik lantai dari abad keempat Masehi di Antiokhus, dan kini berada di Harvard Business School di Boston, Massachusetts setelah sebelumnya dipindahkan dari Dumbarton Oaks. Di mosaik Dumbarton Oaks, kepala Tethis, yang dikelilingi ikan-ikan, muncul dari air. Di bahunya ada kemudi kapal, di dahinya terdapat sepasang sayap abu-abu.

Tethis adalah anak dari Uranus dan Gaia. Tethis muncul dalam puisi-puisi klasik tapi dia tidak disembah. Tethis adalah saudari sekaligus istri Okeanos. Tethis adalah ibu dari sunga-sungai di dunia misalnya Nil, Alfios, Maiander. Tethis juga memiliki tiga ribu orang putri yang disebut Okeanid. Dianggap sebagai perwujudan air di dunia, Tethis juga disebut-sebut berkaitan dengan Thalassa, perwujudan lautan. Dalam Titanomakhia, Tethis membesarkan Hera sebagai anak tirinya, Karena hal ini pula, Hera menyebut Tethis sebagai perawatnya.

Suatu ketika, Hera merasa tidak senang atas ditempatkannya Kallisto dan Arkas di langit sebagai konstelasi Ursa Mayor dan Ursa Minor. Jadi Hera meminta pada Tethis untuk mencegah kedua kenstelasi tersebut jatuh ke bawah horison.

Tethis sering tertukar dengan Thetis, yang juga seorang dewi laut dan merupakan istri Peleus dan ibu Akhilles. Beberapa mitos menunjukkan bahwa hubungan kedua dewi laut ini adalah nenek dan cucu.


Theia

Dalam mitologi Yunani, Theia atau Eurifaessa ("bersinar luas") adalah salah seorang Titan. Dia adalah Titan cahaya terang dan merupakan anak dari Uranus (langit) dan Gaia (bumi). Theia menikahi saudaranya Hiperion dan memiliki anak: Helios (matahari), Eos (fajar), dan Selene (bulan).


Foibe

Foibe adalah Titan bulan dan kebrilianan. Ia menerima Orakel Delfi dari Thetis. Tidak banyak yang diketahui dari Titan ini selain ia adalah istri dari Koios. Ia memiliki anak Leto dan Asteria. Leto nantinya memiliki anak dari Zeus yaitu Apollo dan Artemis. Oleh karena itu ia adalah nenek dari Apollo dan Artemis.


Rea

Rea dalam mitologi Yunani adalah saudari sekaligus Istri Kronos. Dari Kronos ia memiliki anak-anak yang nantinya akan menjadi penguasa Olimpus, yaitu Demeter, Hades, Hestia, Poseidon, Hera, dan Zeus. Ia bersama Kronos menjadi pemimpin para Titan.

Bagi Homer, Rea adalah ibu para Dewa. Meskipun bukan ibu alam semesta seperti halnya Kibele. Menurut legenda ia menyelamatkan Zeus yang baru lahir dengan mengasingkannya di Pulau Kreta supaya tidak ditelan Kronos seperti kakak-kakaknya. Ia mempercayakan Zeus pada para pengikutnya di sana. Para pengikutnya ini menjadi penjaga Zeus dan mengadakan upacara-upacaca penyembahan.

Berdasarkan beberapa versi lain:
  1. Zeus dibesarkan oleh Gaia,
  2. Zeus dipelihara oleh manusia setengah kambing yang bernama Amalthea bersama dengan muridnya Krouretes, mereka membuat bunyi-bunyian dan berteriak untuk menutupi suara tangisan bayi agar tidak terdengar oleh Kronos,
  3. Zeus dipelihara oleh seorang dewi bernama Adamanthea yang menyusuinya dengan susu kambing. Karena Kronos menguasai seluruh daratan, lautan, dan surga telah menelan seluruh putri Rea, Adamanthea kemudian menyembunyikan Zeus dengan menaruhnya dalam sebuah buaian yang disangkutkan di pohon agar Zeus tidak menyentuh daratan, lautan, dan langit.
Rea disimbolkan dengan bulan. Dalam Mitologi Romawi simbolnya adalah Lunar. Simbol lainnya adalah angsa karena angsa melambangkan kelembutannya. Ia juga disertai dengan 2 ekor Singa sebagai penarik keretanya.


Iapetos

Iapetos, atau Japetos, adalah seorang Titan dalam mitologi Yunani. Iapetos adalah putra dari Uranus dan Gaia. Dia adalah saudara Kronos dan memimpin dunia bawah sebelum Hades. Dia beristrikan seorang Okeanid yang bernama Klimene atau Asia. Anak-anak Iapetos antara lain Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoetius. Melalui Prometheus dan Epimetheus, Iapetos menjadi leluhur umat manusia.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Iapetos melambangkan satu dari empat pilar dunia. Iapetos adalah Titan yang melambangkan pilar dunia bagian barat. Anaknya, Atlas, juga menjalani hukumannya memikul langit di ujung barat dunia. Dia juga adalah Titan Kehidupan Mortal, dan anaknya, Prometheus, merupakan pencipta manusia dan makhluk mortal lainnya.

Dalam perang Titanomakhia, Iapetos memihak para Titan sementara kedua anaknya (Prometheus & Epimetheus) membantu Zeus. Prometheus berusaha mengajaknya agar berpihak pada Zeus, namun Iapetos tidak mendengarkannya dan tetap berperang bersama para Titan. Setelah para Titan kalah, Zeus menghukum Iapetos dengan mengurungnya di Tartaros.


Themis



Themis dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horai dan Astraia dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Saat ia diacuhkan Zeus, Nemesis menyatakan bahwa Themis sangat marah. Tapi Themis tidaklah seperti itu. Titan berpipi indah ini malah jadi yang pertama menawarkan cangkir pada Hera saat ia kembali ke Olimpus.

Themis adalah salah satu dewi yang memiliki kaitan dengan Orakel Delphi karena ia turut membangunnya. Ia menerimanya dari ibunya, Gaia dan memberikannya pada Foibe.

Banyak penganut Neo-Pagan terutama Neo pagan Hellenis menganggap Themis adalah dewi kebajikan dan keadilan. banyak sekte modern menganggap Themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah mati. Ia membawa seperangkat timbangan yang digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan seseorang. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum nasib sang jiwa tersebut ditentukan oleh Hades.

Pengikut Pagan biasanya berdo'a, membakar minyak dan kemenyan, makanan, atau menumpahkan minuman sebagai persembahan pada Themis. Mereka menganggap Themis menjanjikan kesehatan, kesenangan, kejantanan, dan kharisma bagi para pengikutnya. Themis biasanya disembah oleh para pria.

Satu-satunya pasangan Themis adalah Zeus. Dari hubungannya dengan Zeus, Themis melahirkan Horai (para dewi keteraturan) dan Moirai (para dewi takdir). Sementara Menurut Pindar, Moirai sudah ada ketika Themis dan Zeus menikah.

Personifikasi dari kosep abstrak merupakan ciri khas dari Bangsa Yunani. Kemampuan dewi Themis untuk melihat masa depan menjadikannya sebagai salah satu Orakel di Delphi, yang pada akhirnya menjadikannya sebagai dewi keadilan.

Beberapa penggambaran klasik tentang Themis tidak menunjukkan dirinya buta ataupun memegang pedang (karena dia melambangkan kesepakatan bersama, bukan paksaan). Themis membangun Orakel di Delphi dimana dirinya sendiri merupakan seorang peramal. Menurut versi lain, Themis menerima Orakel Delphi dari Gaia dan kemudian memberikannya pada Foibe.



Bersambung



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.576
 
Reputasi: 1117

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Mitologi Jepang Dipi76 Sejarah & Budaya 6
Kisah-kisah Mitologi Yunani aia_aia Sejarah & Budaya 62
Mitologi Ciuman Megha Cinta & Romantis 4
Pilih mana : Kualitas posting atau Kuantitas posting? siapague Debat yang Sudah Selesai 7
Mitologi Nordik, ada hubungannya dengan mitologi lain kah? KILLUA_ZAOLDYEK Sejarah & Budaya 18


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.