Berlindung di Balik Situs Internet

irigster

New member
Tanggal: 16 Jan 2006
Sumber: Wicaksono Hidayat

NamaDomain.com, Saat kasus hukum menimpa, Internet ternyata bisa jadi bagian dari tim 'pengacara'. Lihat saja yang dilakukan mantan bos Enron Kenneth Lay.

Ken Lay, mantan Chief Executive Enron, akan maju ke pengadilan akhir Januari 2006. Lay tersandung kasus kebankrutan Enron di 2001. Kebankrutan itu konon terjadi karena banyaknya catatan hutang Enron yang disembunyikan.

Dalam persidangan, pengacara yang mewakili Amerika Serikat (AS) tentu akan berupaya membuktikan Ken, dan rekannya Jeffrey Skilling, sebagai orang-orang yang tak bisa dipercaya alias pembohong.

Namun sebelum sidang dimulai, Lay telah memasang kuda-kuda. Salah satu pertahanannya adalah situs internet. Situs 'pelindung' Lay itu beralamat di KenLayInfo.com.

Di situs tersebut, diungkapkan daftar penghargaan dan tanda jasa yang diterima Lay dari komunitasnya. Walikota Houston, misalnya, pernah menetapkan 'Hari Kenneth Lay' pada suatu masa.

Keterkaitan Lay dengan berbagai organisasi politik dan gereja-gereja lokal juga ditampilkan. Termasuk saat ia menjadi komite pendanaan untuk Houston dalam kampanye kepresidenan George Bush di 1998.

Semua itu ditampilkan tak lain demi memutihkan nama Lay. "Kami bangga dengannya. Ia memiliki banyak catatan keterlibatan dalam masyarakat dan derma," ujar Michael Ramsey, salah satu pengacara Lay, seperti dikutip detikinet dari Reuters, Sabtu (14/01/2006).

Sudah Terbukti?

Langkah Lay menggunakan Internet sebagai cara mengubah opini publik, dan kemungkinan mempengaruhi calon juri dalam persidangannya, bukan tanpa alasan. Sebelumnya langkah serupa dianggap sukses dilakukan oleh Martha Stewart.

Stewart adalah mantan Chief Executive Martha Stewart Living Omnimedia, sebuah perusahaan media besar di AS. Ia dipenjara selama lima bulan karena 'berbohong dalam penjualan saham yang mencurigakan'.

Wanita yang kini jadi bintang serial reality show 'The Apprentice: Martha Stewart' itu menggunakan situs untuk memperbaiki citranya. Situsnya, kini tak aktif lagi, adalah MarthaTalks.com.

Situs tersebut digunakan untuk menampilkan surat dari Martha dan menjadi sarana timbal-balik dari penduduk AS. Termasuk pendukung dan 'anti' Martha.

Lain lagi kasus Richard Scrushy. Mantan CEO HealthSouth, sebuah perusahaan rumah sakit rehabilitasi dan bedah, itu disidang pada Juni 2005 terkait dugaan penipuan akuntansi.

Lewat situs RichardMScrushy.com, ia mempublikasikan detil mengenai kasus tersebut. Scrushy kemudian dibebaskan dari kasus yang menimpanya.

Meski demikian seorang profesor hukum menegaskan bukan situs itu saja yang 'melindungi' Scrushy. Masalahnya, ujar Pamela Bucy dari Universitas Alabama, pemerintah tak berhasil menampilkan bukti yang kuat.

Mampukah Kenneth Lay mengikuti jejak Scrushy dan bebas dari tuntutan? Atau setidaknya, jika ia kemudian masuk bui, bisakah situs internet melindungi Lay dari citra buruk seorang narapidana?
(wsh)
 
Back
Top