Falsafah Kehidupan Jawa Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sejarah & Budaya
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post  

Re: Falsafah Kehidupan Jawa

Kutip:
Oleh whatea View Post
Megha, hampir semua falsafah sdh mengatur ttg tatakrama. Romo Frans malah membedakan sikap hidup (etika) menjd 2 norma kerukunan dan norma hormat. Yg udh mencakup didlmnya semua falsafah diatas. @nizhami, mknya gw blg nih falsafah udh terlupakan pdhal penting bgt krn merupakan bag dr adat dan budaya kita. Orang2 menganggap falsafah itu cm membw kemunduran dan bikin orang jawa terlihat bodoh dan mudah ditindas.
wahh saya tidak menganggapnya penting, sekaligus juga tidak membodohkan mereka. klo memang hanya adat sih gak masalah, karena saya pikir kebudayaan atau agama² lain juga mengajarkan hal² seperti ini, hanya beda bahasa saja.


Kutip:
Oleh Dipi76 View Post
Kalo aku bilang sih falsafah2 itu masih lestari dan dipraktekkan, hanya saja kita nggak sadar sudah mempraktekkannya...
Makna lestari itu terlalu abstrak untuk didefinisikan dengan jelas....

Aku sendiri melihatnya ada beberapa falsafah jawa yang sudah nggak cocok pada saat ini, bukan hanya karena perkembangan jaman tapi juga dengan perkembangan budaya jawa modern itu sendiri...

Falsafah jawa ini aku pelajari semenjak aku belum bersekolah, aku lebih tahu falsafah ini dibandingkan dengan filosofi dari China yang darahnya juga mengalir didalam tubuhku, aku lebih akrab dengan filsafat2 jawa dibandingkan dengan apa yang disebut falsafah Pancasila yang bisa dikatakan nggak pernah aku pelajari, aku juga lebih nyaman dengan falsafah jawa ini dibandingkan dengan falsafah2 marxis dan komunis yang hampir seluruh teman bermain dan bersekolahku menganutnya ... Tapi semakin lama aku bisa mengambil kesimpulan bahwa ada hal2 tertentu yang udah nggak cocok lagi dengan jaman ini, yang mau nggak mau namanya jaman itu pasti akan berkembang....

Falsafah2 ini secara historis berkembang pada masa Jawa dikuasai oleh Mataram and the gank, baik itu melalui serat2 semacam pepak boso jowo dan sapolo boso ataupun tutur tinular ...
Dalam sebuah diskusi sejarah dan budaya di UI aku pernah mengutarakan bahwa filsafat2 jawa itu tumbuh dan dimunculkan karena orang jawa masih setengah hati menerima suatu ajaran baru (baca: Islam & Kristen) yang masuk ke dalam budaya mereka, sehingga timbullah suatu 'self defense' kultural yang pada akhirnya memunculkan beberapa ajaran yang katanya bersumber dari jawa asli, padahal kalo aku melihat nggak ada itu ajaran jawa asli karena jauh sebelumnya jawa itu dipenuhi dengan budaya budha dan hindu...

Beberapa falsafah jawa masih ada yang sesuai dan bisa dipraktekkan hingga saat ini, tapi ada juga beberapa falsafah yang udah nggak sesuai lagi, ini biasanya yang mengatur mengenai hubungan bawahan dan junjungan...

Di jaman Mataram and the gank, falsafah2 ini bisa berjalan dengan sangat baik karena kondisi masyarakatnya terdiri dari kawula alit dan junjungan, rakyat jelata dan bangsawan, wong cilik dan priyayi dll...

Aku kasih contoh hal yang umum... Falsafah 'Mikul dhuwur mendem jero'...

'Mikul dhuwur' artinya memikul/menjunjung setinggi2nya.... Makna yang terkandung di dalamnya adalah hendaknya setiap anggota keluarga, suku, bangsa, atau jenis kumpulan manusia lainnya untuk menjunjung tinggi nama baik kelompok atau pimpinannya di muka umum. Hal ini bisa diartikan dengan mengekspos dan menghormati keunggulan kelompok/pemimpin di depan khalayak ramai....Ribuan contoh akan kita temukan tentang usaha suatu negara untuk menjunjung tinggi martabat rakyat atau pemimpinnya. Tentu masih ingat dengan gelar Pemimpin Besar Revolusi, Bapak Pembangunan, Panglima Besar, dll...

Frasa 'mendem jero' kira-kira arti konotasinya memendam/mengubur sedalam2nya.... Memendam/menutupi segala keburukan, aib, dan kelemahan...dalam konotasi negatif bisa dimaknai menutupi kekurangan yang seharusnya diketahui orang, yang seharusnya transparan...

Nah itu adalah salah satu contoh yang udah nggak cocok di masa sekarang, di mana seorang pemimpin bukan lagi seorang yang mendapatkan wahyu gusti, dimana dia tidak bisa tercela dan dicela (baca: kritik)...

So, konklusinya adalah kita masih bisa banyak belajar dari falsafah2 jawa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari2, tapi ada juga falsafah yang seharusnya ditinggalkan karena memang sudah nggak sesuai dengan perkembangan jaman....



-dipi-
di tempatku ada banyak orang dengan sekte kejawen, yang selalu saja bikin saya uring²an wkwkwkwk,,, bukan hanya falsafah²nya yang memang perlu di apgret tapi "kata mbah² saya dulu" itu lo,,,, semisal budaya hitung²an weton, atau larangan di bulan suro seperti sekarang dll,, yang bagiku klo budaya yang notabene adalah sebuah 'kebiasaan sosial' trus dibumbui dengan keyakinan meyakinkan tapi bertentangan dengan keyakinan yang saya yakini, maka hal sudah ndak masuk di kepala saya.

Kutip:
padahal kalo aku melihat nggak ada itu ajaran jawa asli karena jauh sebelumnya jawa itu dipenuhi dengan budaya budha dan hindu...
nice,,,,
nizhami
Continent Level

Post: 6.445
 
Reputasi: 155

__________________
INDBONEKSIA





Reply With Quote     #12   Report Post  

Re: Falsafah Kehidupan Jawa

Kutip:
Oleh nizhami View Post
di tempatku ada banyak orang dengan sekte kejawen, yang selalu saja bikin saya uring²an wkwkwkwk,,, bukan hanya falsafah²nya yang memang perlu di apgret tapi "kata mbah² saya dulu" itu lo,,,, semisal budaya hitung²an weton, atau larangan di bulan suro seperti sekarang dll,, yang bagiku klo budaya yang notabene adalah sebuah 'kebiasaan sosial' trus dibumbui dengan keyakinan meyakinkan tapi bertentangan dengan keyakinan yang saya yakini, maka hal sudah ndak masuk di kepala saya.
Itu yang aku bilang bahwa orang Jawa jaman dulu masih setengah hati dalam menerima ajaran/budaya baru...
Bisa dikatakan sinkretisme yang terjadi itu cuma setengah hati dan secara sadar atau nggak sadar self-defense kultural itu muncul...

Kejawen itu mungkin salah satu contohnya...

Secara antropologis, kejawen itu sudah tentu berbau spiritual dan bisa digolongkan sebagai sebuah agama tertentu (bisa kita golongkan sebagai sebuah agama lokal), tapi para penganutnya nggak pernah mau mengakui bahwa kejawen itu adalah sebuah agama karena mereka lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai2 yang dibarengi dengan sejumlah tindakan2 layaknya ibadah (dalam bahasa jawanya disebut laku)...

Nah kejawen yang beragama Islam, Kejawen yang beragama Katolik, Kejawen yang beragama Kristen itulah yang aku maksud sebagai self-defense kultural... Mau melangkah ke depan tapi nggak mau meninggalkan yang dibelakang....

Memang nggak semua ajaran kejawen seperti itu, karena ada juga yang sangat reaktif terhadap agama, misalnya Kejawen Sabdopalon....



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117






Reply With Quote     #13   Report Post  

Re: Falsafah Kehidupan Jawa

Kutip:
Oleh Dipi76 View Post
Itu yang aku bilang bahwa orang Jawa jaman dulu masih setengah hati dalam menerima ajaran/budaya baru...
Bisa dikatakan sinkretisme yang terjadi itu cuma setengah hati dan secara sadar atau nggak sadar self-defense kultural itu muncul...

Kejawen itu mungkin salah satu contohnya...

Secara antropologis, kejawen itu sudah tentu berbau spiritual dan bisa digolongkan sebagai sebuah agama tertentu (bisa kita golongkan sebagai sebuah agama lokal), tapi para penganutnya nggak pernah mau mengakui bahwa kejawen itu adalah sebuah agama karena mereka lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai2 yang dibarengi dengan sejumlah tindakan2 layaknya ibadah (dalam bahasa jawanya disebut laku)...

Nah kejawen yang beragama Islam, Kejawen yang beragama Katolik, Kejawen yang beragama Kristen itulah yang aku maksud sebagai self-defense kultural... Mau melangkah ke depan tapi nggak mau meninggalkan yang dibelakang....

Memang nggak semua ajaran kejawen seperti itu, karena ada juga yang sangat reaktif terhadap agama, misalnya Kejawen Sabdopalon....



-dipi-
dan saat ini yang menerapkan Islam-Jawa secara nasional mungkin si hijau N*, yang mungkin ini juga karena peran dari sebagian wali songo, terlebih Sunan Kalijaga sebagai proses akulturasi Islam dan 'kebiasaan lama', sehingga sekarang apa yang seharusnya 'hanya' sebuah budaya diyakini sebagai bentuk ibadah Islam.

btw, sebelum ada Hindu Budha, penduduk jawa ini bergama apa ya? animisme dinamisme?
nizhami
Continent Level

Post: 6.445
 
Reputasi: 155

__________________
INDBONEKSIA





Reply With Quote     #14   Report Post  

Re: Falsafah Kehidupan Jawa

Ya, sebelum hindu budha masuk ke Jawa, kepercayaan yang dianut adalah animisme dan dinamisme...
Tepatnya pada masa meghalitikum atau zaman batu besar, di mana pada jaman ini banyak ditemukan benda2 yang digunakan untuk memuja arwah leluhur semacam menhir, dolmen ataupun punden berundak....



-dipi-
Dipi76
Continent Level

Post: 9.577
 
Reputasi: 1117

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Lowongan Kerja PT. Pertani (Persero) November 2011 wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur LowonganKerjaID Lowongan Pekerjaan 0
[share] Cerito Basa Jawa (rusak), Jawa Timuran nizhami Belajar Bahasa Lain 294
Silsilah Kehidupan (SK) delapanjagad Umum & Tidak Masuk Kategori Lain 49
Instruksi Kehidupan xraith Pengembangan Diri & Menjadi Lebih Baik 1


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.