|
![]() |
![]() |
|
||||||||||
Sejarah Hari Ini (update wikipedia) |
|
Sponsored Links |
Sponsored Links |
|
|
|
| Thread Tools | Search this Thread |
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
18 Juli
Hideki Tojo Hideki Tojo (東條 英機 Tōjō Hideki) (30 Desember 1884–23 Desember 1948) adalah jenderal Jepang dan PM ke-40 Jepang (18 Oktober 1941-22 Juli 1944). Tojo ialah anggota klik tentara yang mendorong Jepang dalam perang di akhir 1930-an. Sebagai Menteri Perang pada 1940 ialah penolong dalam kepemimpinan Jepang dalam Blok Poros dengan Jerman Nazi dan Italia. Di antara keputusannya ialah izin persetujuan pemerintah dalam percobaan biologis terhadap para tawanan perang. Mulai 1941, Tojo ialah PM dan menguasai seluruh militer Jepang, yang begitu mendominasi Jepang saat itu yang ia sesungguhnya ialah diktator bangsa. Ia digantikan pada 1944 menyusul serentetan kekalahan tentara Jepang. Setelah perang, ia menembak dirinya sendiri di dada untuk bunuh diri namun gagal. Ia kemudian diadili oleh Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh sebagai penjahat perang. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan 1 (peperangan agresi, dan perang dalam pelanggaran terhadap hukum internasional), tuduhan 27 (mengadakan perang tak beralasan terhadap Tiongkok), tuduhan 29 (peperangan agresif melawan AS), tuduhan 31 (mengadakan perang agresif melawan Persemakmuran Inggris), tuduhan 32 (mengadakan perang agresif melawan Belanda), tuduhan 33 (mengadakan perang agresif melawan Perancis (Indochina)), dan tuduhan 54 (memerintahkan, membenarkan, dan mengizinkan perlakuan tak berperikemanusiaan terhadap penjahat perang dan lainnya). Ia divonis mati pada 12 November 1948, dan menerima hukuman gantung. Karena perbuatan kriminal di bawah otoritasnya, Tojo dianggap bertanggung jawab membunuh hampir 4 juta orang-orang Tionghoa.
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
19 Juli
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
20 Juli
![]() Hubertus Johannes van Mook Hubertus Johannes van Mook (lahir di Semarang, 30 Mei 1894 – meninggal di L'Illa de Sòrga, Perancis, 10 Mei 1965 pada umur 70 tahun) secara de facto adalah Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda (pangkat sesungguhnya adalah Letnan Gubernur Jenderal) yang terakhir yang menjabat setelah Jepang menguasai Hindia-Belanda. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar HBS di Soerabaja, van Mook pindah ke Belanda untuk melanjutkan pendidikan tinggi teknik di Delft. Tahun 1914 sempat masuk dinas ketentaraan sukarela dan melanjutkan studi tentang Indonesia di Universitas Leiden pada tahun 1916 dan lulus tahun 1918. Setelah itu, ia kembali ke Hindia-Belanda dan ditugaskan menjadi inspektur mengurusi distribusi pangan di Semarang. Tahun 1921 menjadi penasihat urusan pertanahan di Yogyakarta. Tahun 1927 menjadi asisten residen urusan kepolisian di Batavia. Dalam tahun 1930-an dia menjadi ketua departemen urusan ekonomi. Tanggal 20 November 1941 van Mook diangkat menjadi Menteri Urusan Tanah Jajahan (Minister of Colonies). Awal 1942 menjelang masuknya Jepang ke Indonesia, van Mook menjadi Letnan Gubernur-Jenderal dan berusaha mendapatkan dukungan militer dari Amerika Serikat untuk pengadaan persenjataan melawan Jepang, namun bantuan yang dinanti-nantikan terlambat datang, meskipun telah dibayar tunai. Saat Jepang mendarat di Jawa, van Mook mengungsi ke Australia, sementara Gubernur-Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer tetap berada di Indonesia. Tjarda van Starkenborgh ditawan Jepang, kemudian dibawa ke Manchuria dan baru dilepaskan pada bulan September 1945. Pada tahun-tahun akhir Perang Pasifik van Mook yang berada di Australia tetap menyandang pangkat Letnan Gubernur Jenderal meskipun secara de facto bertindak selaku Gubernur Jenderal karena Tjarda van Starkenborgh Stachouwer ditawan Jepang dan setelah dibebaskan diangkat menjadi Duta Besar Belanda di Perancis. Pangkat van Mook tetap Letnan Gubernur Jenderal tetapi secara de facto dia melakukan tugas sebagai Gubernur Jenderal. Dia menjabat dari tanggal 14 September 1944 sampai 1 November 1948. Pada tahun 1949 van Mook menjadi profesor tamu di Universitas California dan pada tahun 1951 van Mook bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pakar pengembangan kawasan. Sejak 1960 van Mook memilih menetap di L'Illa de Sorga, Perancis sampai akhir hayatnya, tahun 1965.
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
21 Juli
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
22 Juli
John Herbert Dillinger Jr (22 Juni 1903 - 22 Juli 1934) adalah seorang perampok besar di A.S. selama awal 1930-an. Ia dianggap sebagai penjahat berbahaya yang terlibat dalam tindakan kriminal seperti perampokan terhadap 24 bank, pembunuhan terhadap petugas polisi serta penyerangan empat kantor polisi, dua kali melarikan diri dari penjara, dan menganggap dirinya sebagai Robin Hood era modern. Berita mengenai Dillinger dan kelompoknya, bersama-sama kelompok penjahat lain masa Great Depression seperti Bonnie dan Clyde dan Ma Barker, mendominasi perhatian pers A.S. serta pembacanya selama apa yang kadang juga disebut sebagai musuh publik era (1931-1935), suatu periode yang menyebabkan perkembangan modern FBI.
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
23 Juli
Megawati Soekarnoputri Megawati Soekarnoputri atau umum dikenal sebagai Mega (lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; umur 65 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak presiden Indonesia pertama yang mengikuti jejak ayahnya menjadi presiden. Pada 20 September 2004, ia kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam tahap kedua pemilu presiden 2004. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, ia menjabat Wakil Presiden di bawah Gus Dur. Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999. Kehidupan awal Megawati adalah anak kedua Presiden Soekarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Ibunya Fatmawati kelahiran Bengkulu di mana Sukarno dahulu diasingkan pada masa penjajahan belanda. Megawati dibesarkan dalam suasana kemewahan di Istana Merdeka. Dia pernah menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran di Bandung (tidak sampai lulus) dalam bidang pertanian, selain juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (tetapi tidak sampai lulus). Karier politik Mega yang penuh liku seakan sejalan dengan garis kehidupan rumah tangganya yang pernah mengalami kegagalan. Suami pertamanya, seorang pilot AURI, tewas dalam kecelakaan pesawat di laut sekitar Biak, Irian Jaya. Waktu itu usia Mega masih awal dua puluhan dengan dua anak yang masih kecil. Namun, ia menjalin kasih kembali dengan seorang pria asal Mesir, tetapi pernikahannya tak berlangsung lama. Kebahagiaan dan kedamaian hidup rumah tangganya baru dirasakan setelah ia menikah dengan Moh. Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di GMNI dulu, yang juga menjadi salah seorang penggerak PDIP. wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
24 Juli
![]() Ali Sastroamidjojo Ali Sastroamidjojo SH (EYD: Ali Sastroamijoyo) (lahir di Grabag, Magelang, 21 Mei 1903 – meninggal di Jakarta, 13 Maret 1976 pada umur 72 tahun) adalah tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis. Ia mendapatkan gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) dari Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 (Kabinet Ali Sastroamidjojo I) dan 1956-1957 (Kabinet Ali Sastroamidjojo II). Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II. Semasa bersekolah, aktif dalam organisasi pemuda, seperti halnya organisasi Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia (1923-1928). Karena aktivitasnya, ia ditahan pada tahun 1927 oleh Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta, Natzir Dt. Pamuncak, dan Abdulmajid. Pada tahun 1928, bersama-sama dengan Mr. Soejoedi membuka kantor pengacara, dan bersama dr. Soekiman, menerbitkan majalah Djanget di Surakarta. Kemudian ia masuk Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pimpinan Bung Karno, lalu masuk Gerindo saat PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945, ia masuk kembali ke organisasi PNI. Setelah Perang Dunia II usai, ia meneruskan aktivitasnya di lapangan politik dan pemerintahan, antara lain menjadi Menteri Pengajaran dalam Kabinet Amir Syarifuddin (Juli 1947) dan Kabinet Hatta (Januari 1948). Ia kemudian menjabat sebagai wakil ketua delegasi Republik Indonesia dalam perundingan dengan Belanda (Februari 1948) dan menjadi anggota delegasi Republik Indonesia dalam perundingan Konferensi Meja Bundar. Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, ia diangkat menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko (1950-1955). Selain itu, ia juga diangkat menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, wakil tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (1957-1960), dan menjadi ketua umum PNI (1960-1966). Selain menjadi tokoh politik, ia juga rajin mempublikasikan pikirannya, antara lain pada Pengantar Hukum Internasional (1971), Politik Luar Negeri Indonesia Dewasa Ini (1972), otobiografi Tonggak-tonggak Perjalananku (1974), dan Empat Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda (1975).
wikipedia
|
|
Re: Hari Ini Dalam Sejarah (Re-posting & Update)
25 Juli
![]() Dirk Cornelis Buurman van Vreeden Dirk Cornelis Buurman van Vreeden (lahir di Soerakarta, Hindia-Belanda, 16 Juni 1902 – meninggal di Paris, Perancis, 12 Juni 1964 pada umur 61 tahun) adalah komandan KNIL yang terakhir. Ia menjabat antara bulan Mei 1949 hingga Juli 1950. Buurman van Vreeden menempuh pendidikan sekolah dasar di Den Haag dan Kampen. Pada tahun 1921, ia meneruskan ke Koninklijke Militaire Academie di Breda dan kemudian letnan di artileri Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger. Ia belajar di Hogere Krijgsschool antara tahun 1931-1934 dan menduduki berbagai kedudukan militer KNIL di Hindia-Belanda (kini Indonesia). Dalam Perang Dunia II, ia menjadi perwira penghubung di kedutaan besar Belanda di Chongqing (Tiongkok Kuomintang), New Delhi (India Britania) dan Singapura. Setelah itu, ia ke Indonesia - yang telah 'merdeka' - dan pada tahun 1946 menjadi staf jenderal KNIL. Setelah kematian Simon Spoor pada tanggal 25 Mei 1949, Buurman van Vreeden diangkat untuk sementara waktu sebagai komandan KNIL berpangkat letnan jenderal, sampai tanggal 8 Juli 1950 hingga Kepala Departemen Perang di Hindia-Belanda. Pada tanggal 25 Juli 1950, ia menyerahkan markas besar KNIL ke Tentara Nasional Indonesia. Setiba di Belanda, ia menduduki posisi di militer Belanda hingga pensiunnya pada tahun 1957. Lalu ia bekerja di Komisi Pengendalian Senjata di Uni Eropa Barat di Paris hingga akhir hayatnya.
wikipedia
|
| Thread Tools | Search this Thread |
|
|
| Similar Threads | ||||
| Thread | Original Poster | Forum | Replies | |
| Update Status Cintamu Hari Ini | BlackCloud | Cinta & Romantis | 2783 | |
| Update Pesanmu Hari ini | princess_newbie | Pengembangan Diri & Menjadi Lebih Baik | 413 | |
| Catatan Sejarah Yang Terjadi Hari Ini [Daily Update] | Dipi76 | Sejarah & Budaya | 131 | |
| Ada Sejarah Apa Hari Ini...? [UPDATE DAILY] | kkzorro | Sejarah & Budaya | 1 | |
| PROMO Hari ini by JBC (update terus...) | phytulast | Elektronik | 1 | |
Pengumuman Penting |
- Fitur SMS Bintang & Solve answer akan ditiadakan, Fitur Reputasi dikembangkan |