Wanita Kedua
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
    #11   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Suatu hari, setelah jalan-jalan di Plaza Senayan, Jeanny mengajakku ke rumahnya di
daerah Jakarta Selatan. Rumah mungil berlantai dua di sebuah perumahan di kawasan
Lebak Bulus itu cukup nyaman. Arsitekturnya bergaya art deco yang minimalis.
Temboknya berwarna salem dengan jendela ala Eropa berwarna hijau tua.

Melihat lokasi dan material rumah Jeanny, kutaksir nilainya mencapai 1 miliar. Tapi,
Jeanny sedikit merendah, Dulu harganya belum setinggi itu. Lagi pula, aku
membelinya dengan cara kredit, kok.

Jeanny tidak bekerja di sebuah perusahaan. Dia mengaku mencari nafkah dengan
bisnis jual-beli. Macam-macam yang dijualnya, mulai dari tanah, rumah, sampai
berlian. Meskipun barang-barang itu tidak cepat terjual, bila kebetulan laku,
keuntungannya bisa digunakan untuk hidup selama berbulan-bulan. Bahkan, dari
bisnis itu pula, dia bisa memiliki deposito dan tabungan yang jumlahnya cukup besar.
Aku mengagumi kemandiriannya. Aku ingin bisa sehebat dirinya.

Kata Jeanny, dia memilih berbisnis daripada bekerja kantoran agar tidak sering
meninggalkan putra semata wayangnya yang kini berumur 9 tahun.

Kasihan kalau Dito sering ditinggal sendirian dengan pembantu. Apalagi, papanya
sudah meninggal, begitu alasan Jeanny padaku.

Sewaktu kami datang, Dito baru saja pulang dari sekolah. Anak itu tampan dan lucu.
Kulitnya putih dan rambutnya ikal. Kuperhatikan sepintas, hidungnya mirip
denganku. Jeanny mungkin membaca pikiranku.

Kayaknya, kamu cocok juga jadi ibunya Dito, ledeknya.

Lalu, dia menyuruh Dito bersalaman denganku.

Mama, bikin spaghetti saus keju, dong, rengeknya, manja.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   
       





    #12   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Nanti, ya, Sayang. Mama kan sedang ada tamu, jawab Jeanny, lembut, sambil
melirik padaku.

Nggak apa-apa, Jean. Bikin saja, biar aku bantu, kataku pada Jeanny.

Jeanny agak ragu, tapi aku mengangguk untuk meyakinkannya.

Kami pun melangkah ke dapur mungil milik Jeanny. Dari lemari di dinding, Jeanny
mengeluarkan sebungkus spaghetti dan merebusnya. Aku pun membantunya mengiris
bawang bombay.

Dito suka semua makanan yang mengandung keju. Spaghetti saus keju ini
membuatnya gampang dan cepat. Kapan saja bisa dibuat,; kata Jeanny, sambil
menaburkan keju parmesan di atas spaghetti yang telah disiram dengan saus keju.
Dito makan dengan lahap. Aku dan Jeanny juga mencicipinya. Rasanya memang
enak. Baru kali ini aku makan spaghetti dengan saus keju, karena biasanya selalu
dengan tumisan daging atau seafood.

Enak, kan tanya Jeanny, seolah meminta pengakuan kehebatannya dalam memasak.

Ya, enak, Jean. Ternyata, kamu pintar memasak. Kok, nggak membuat restoran saja?

Jeanny menuang orange juice ke dalam gelas dan meminumnya.

Pernah, sih, aku ingin membuat semacam kafe. Tapi, bisnis makanan kan repot
banget, apalagi kalau mengerjakannya sendirian. Kalau ada partner, mungkin aku
berani, jawabnya.

Mendengar itu, tiba-tiba aku mendapat ide.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #13   Report Post  

Re: Wanita Kedua

BLAH! jangan-jangan ntu tante naksir ama si laki! sudah ama bapaknya ama anaknya juga?!!
misa_chan
misa_chan misa_chan is offline
Mod

Post: 13.823
 
Reputasi: 374

__________________





    #14   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

laki siapa non? belum aku sebutin ada laki2 selain bapak n anaknya Jeanny...
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #15   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Bagaimana kalau kita bekerja sama membuat kafe? Aku juga ingin membangun
usaha sendiri. Papa meninggalkan tabungan yang lumayan atas namaku. Kalau usaha
Papa, sih, sudah diambil alih oleh Mama. Aku nggak berbakat mengurus bisnis. Tapi,
kalau makanan, aku suka,; kataku cepat.

Aku memang suka makan dan juga suka memasak. Sangat berbeda dari Mama.
Mama paling tidak suka mengurus dapur. Bukan cuma tidak suka, aku pikir Mama
juga tidak berbakat. Pernah suatu kali, Mama memasak ayam panggang untuk
merayakan ulang tahun Papa. Rasanya? Uh... aku dan Papa tak sanggup
menghabiskannya. Rasanya hambar, apalagi di bagian dalamnya. Selain bumbunya
kurang, rasanya pun tak jelas. Kenapa bisa begitu, ya? Padahal, aku lihat sendiri
Mama memasak, sambil melihat buku resep.

Karena tak tega pada Mama yang sudah bersusah payah memasaknya, kami terpaksa
menghabiskan ayam panggang yang tak ada rasanya itu dengan bantuan sebotol besar
soft drink. Setiap kali menelan sepotong daging ayam, kami harus mendorongnya
dengan dua teguk minuman ringan, sampai-sampai perut kami menjadi kembung.
Sepertinya, Mama sadar bahwa masakannya tidak enak, sebab sejak saat itu Mama
tidak pernah memasak lagi. Dia lebih memilih membeli atau memesan masakan
matang untuk acara-acara keluarga.

Dari perbincangan yang sepintas lalu itu, aku dan Jeanny mulai sering membicarakan
kafe yang ingin kami buat. Kami begitu bersemangat. Kami sepakat bahwa bisnis ini
sangat menarik. Selain potensial, juga sesuai dengan hobi kami berdua, yaitu
memasak.

Dua minggu kemudian kami mulai membuat perencanaan.Menghitung anggaran dan
dana yang tersedia. Setelah klop, kami berburu lokasi. Kami menemukan satu tempat
yang bagus. Memang, harganya tidak murah, namun strategis dan sesuai dengan
target market kami. Bangunannya juga masih baru, sehingga tidak banyak yang harus
kami renovasi, kecuali menyiapkan interior kafe lengkap dengan furniture-nya.

Lokasinya di pinggir jalan utama sebuah perumahan, yang menjadi jalur alternatif ke
perumahan-perumahan kelas atas di lokasi itu. Dengan demikian, kafe itu akan
menjadi tempat yang pas untuk melepas lelah sepulang dari kantor. Juga tidak terlalu
jauh untuk dijangkau oleh mereka yang sedang bosan berada di rumah.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #16   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Selain menjadi tempat untuk memanjakan lidah, kami juga ingin menjadikan kafe ini
sebagai tempat refreshing. Karena itu, kami menyiapkan dua ruang tertutup untuk
karaoke dan internet. Beragam kopi dan teh, mulai cappuccino, espresso, sampai kopi
medan, kami sediakan. Juga ada macam-macam teh, seperti black tea, green tea, dan
peppermint tea.

Kami juga menyediakan satu jenis teh spesial kafe yaitu rose tea. Aku mendapat
idenya karena pernah meminum air seduhan bu­nga mawar untuk mengobati
batuk yang tak kunjung sembuh. Resepnya kudapat dari seorang kerabat di
Yogyakarta. Ternyata, selain bisa menyembuhkan batuk, rasanya pun nikmat.
Kupikir, tak ada salahnya bila bunga mawar kujadikan salah satu pilihan aroma teh
yang kuhidangkan di kafe kami.

Untuk makanannya, kami menyediakan tiramisu, blueberry cheesecake, avocado
mousse, juga masakan Italia, seperti lasagna dan spaghetti saus keju dalam porsi kecil.
Semua makanan adalah hasil racikan kami berdua, sehingga kami tidak perlu
mempekerjakan chef profesional, yang gajinya sudah pasti tinggi. Cukup dua orang
lulusan sekolah boga, yang dilatih khusus untuk memasak makanan hasil kreasi kami
itu. Dengan dasar ilmu yang mereka miliki, dengan cepat mereka menguasainya,
bahkan jauh lebih terampil daripada kami.

Jadwal kerja pun kami bagi. Jeanny menunggui kafe sejak pagi sampai sore,
bergantian denganku yang bertugas malam hari sepulang dari kantor. Kadang-kadang,
Jeanny menemaniku di kafe sebelum pulang ke rumahnya.

Untunglah, lokasi kafe tidak terlalu jauh dari rumahnya, sehingga dia bisa pulang
kapan saja untuk menjenguk Dito. Tapi, Dito pun sering mampir sepulang sekolah.
Kadang-kadang, dia datang bersama teman-temannya. Mereka begitu manis, tidak
pernah berulah macam-macam. Biasanya, hanya memesan lemon tea, lalu main game
di internet. Aku selalu mengirimkan beberapa potong brownies untuk menemani
mereka bermain. Aku menyayangi Dito. Dia sudah seperti anak, sekaligus adik
bagiku. Toh, aku belum terlalu tua untuk menjadi kakaknya.

Sepertinya, Mama juga menyukai Jeanny. Mereka bertemu saat pem­bukaan
kafe. Mama menyukai keramahan Jeanny. Memang, Jeanny adalah orang yang pandai
bergaul. Dalam sekejap dia bisa akrab dengan Mama. Kadang-kadang, Mama mampir
ke kafe, bila se­dang jenuh di rumah, sekadar mengobrol dengan Jeanny, sambil
me­nungguiku pulang dari kantor. Keakraban mereka kadang-kadang
mem­buatku sedikit cemburu, tapi aku sadar, Mama memang sangat
mem­butuhkan teman sejak ditinggal Papa untuk selama-lamanya.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #17   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Suatu hari aku melihat seorang pria paruh baya datang ke kafe kami. Ia terlihat sangat
akrab dengan Jeanny. Bukan hanya akrab, tapi mesra. Setelah kutanyai, Jeanny
mengaku, pria itu adalah kekasihnya. Namanya Wilman. Aku agak heran, ketika
Jenny dengan enteng mengatakan bahwa Wilman adalah seorang pria beristri.
Gila kamu, Jean. Suami orang dijadikan kekasih! Memangnya tidak ada pria lain
tanyaku.

Apa salahnya? Dia kan manusia biasa seperti kita. Kalau istrinya tidak bisa
menyenangkan hatinya dan dia jatuh cinta pada kita, boleh, dong, dia jadi kekasihku,;
katanya, sambil tertawa.

Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Meskipun tidak setuju pada pendapat
itu, aku tak berani mengkritiknya. Itu kehidupan pribadinya. Kami, toh, belum lama
saling mengenal. Jadi, aku merasa tidak pantas memberikan kritik atau nasihat
padanya. Tapi, aku kasihan pada Dito. Wajahnya selalu masam bila melihat mamanya
bersama Wilman di kafe. Mungkin, dia cemburu melihat ada pria lain yang dekat
dengan mamanya.

Tapi, cinta sejatiku hanya untuk papanya Dito, kok.;
Ketika mengatakan itu, aku melihat guratan kesedihan di wajahnya. Aku selalu
merasa bahwa di balik sifatnya yang terlihat tak peduli, Sandra menyimpan rahasia
hidup yang begitu berat.

Sejak dekat dengan Wilman, Jeanny sering bepergian. Kami jadi jarang bertemu,
kecuali bila kebetulan sedang berada di kafe. Apalagi, ia sering pergi ke luar kota,
yang membutuhkan waktu beberapa hari. Aku tahu, Jeanny pergi bersama Wilman,
dan Jeanny tidak berusaha menutupinya. Tapi, dia tidak pernah memberi tahuku
sebelumnya, apalagi meminta pendapatku. Kupikir itu wajar. Toh, dia bukan anak
kecil yang harus selalu minta izin, bila hendak melakukan sesuatu. Sifat terbukanya
itu yang kusuka. Meski aku juga sedikit menyesal karena telah salah memilih teman.
Bagiku, Jeanny mempunyai cara hidup yang begitu bebas, tepatnya terlalu bebas.
Tapi, mungkin dia melakukan itu karena merasa kesepian, hidup sendirian selama
bertahun-tahun.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #18   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Memangnya, kamu tidak ingin menikah lagi tanyaku.

Siapa yang mau menikah dengan wanita seperti aku? Sudah pernah menikah dan
punya anak,; katanya, dingin.

Setiap manusia ditakdirkan berpasang-pasangan. Seburuk apa pun kamu menilai
dirimu, aku yakin, pasti akan ada seseorang yang berpikir dirimu adalah belahan
jiwanya
,; kataku, menasihatinya. Aku sedih melihat cara hidup Jean yang demikian.
Aku ingin, suatu saat dia akan menikah lagi dan memberikan Dito seorang papa yang
baik.

Kalau yang kamu maksud itu cinta sejati, aku sudah kehilangan cinta sejatiku sejak
papanya Dito meninggalkan aku. Tubuhku ini memang bisa dimiliki pria lain, tapi
hatiku tidak.;

Kata-kata Jeanny itu begitu jelas menggambarkan isi hatinya. Sepertinya, Jeanny
hanya mencintai satu orang: papanya Dito. Aku salut pada kesetiaan hati Jeanny pada
cintanya.

Melihat cara hidup Jeanny, diam-diam aku sering memandang wajah Dito dan
bertanya-tanya, siapakah ayah anak ini. Apalagi, selama ini Jeanny tidak pernah
bercerita tentang suaminya. Di rumahnya yang indah itu tidak ada sepotong pun foto
suaminya. Seolah, hal itu adalah misteri yang sengaja disembunyikannya dari semua
orang. Aku hanya tahu, Jeanny pernah menikah sekitar 10 tahun lalu. Tapi, siapa dan
seperti apa wajah suaminya, tetap menjadi sebuah rahasia yang tersimpan begitu
rapat.

Aku tak berani bertanya pada Dito, karena sepertinya Dito pun menghindari
percakapan tentang ayahnya. Apalagi, aku merasa Dito sangat tertekan karena
kehilangan figur ayah. Sama tertekannya ketika melihat ibunya kini sering bepergian
dengan pria bernama Wilman itu.

Terus-terang saja, aku merasa, Wilman tidak pantas untuk Jeanny. Selain karena pria
itu sudah beristri, usianya juga sudah 55 tahun. Dia lebih pantas jadi ayah Jeanny.
Kuakui, pria itu kaya. Dan, sepertinya, jabatannya di sebuah instansi pemerintah
cukup tinggi. Setidak, itu terlihat dari mobil mewah yang dikendarainya.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #19   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Walaupun aku kurang menyukai Wilman, mau tak mau aku harus menerima
keberadaannya sebagai kekasih Jeanny. Kami juga sering bertemu, baik di kafe,
maupun di acara-acara yang diadakan olehnya. Dia sering mengundang kami.
Biasanya, bila ia datang, aku lebih banyak menghabiskan waktu duduk sendirian, tak
ikut mengobrol dengannya. Atau, bila Dito ada, kami akan ngobrol berdua, sementara
Jeanny dan Wilman menghilang entah ke mana.

Suatu hari, Wilman mengadakan pesta ulang tahun Jeanny di sebuah restoran. Agar
aku tidak bengong sendirian, Wilman berinisiatif mengajak temannya yang bernama
Gunawan. Sebetulnya, Gun, begitu dia dipanggil, tidak terlalu tampan. Tubuhnya
yang tidak seberapa tinggi itu sedikit gendut. Dia sudah berumur 50 tahun dan
memiliki dua anak. Rambutnya pun tipis, bahkan cenderung botak. Kulitnya putih
dengan mata yang sipit. Logatnya sangat kental, menunjukkan asalnya.

Dia tidak tampan, tapi menawan. Begitulah aku menilainya. Kecerdasan yang
terpancar dari kedua bola matanya, membuatku tak pernah bosan memandangnya,
saat dia sedang menjelaskan sesuatu, mulai dari strategi bisnis, sampai
pengalamannya saat pergi ke kota-kota besar dunia. Pengalamannya begitu luas.
Karena itu, dia bisa menjadi teman mengobrol yang sangat mengasyikkan. Sampaisampai,
aku pernah berpikir, alangkah beruntungnya istri Gunawan mendapatkan pria
sehebat dia. Aku tak tahu, apakah ini yang dinamakan cinta? Sebab, dulu, palingpaling
aku naksir pria hanya karena ketampanannya. Sangat berbeda dari kekaguman
yang kurasakan pada Gunawan saat ini. Sepertinya Gunawan menyadari
ketertarikanku padanya.

Jeanny menggodaku suatu hari.

Sepertinya, kamu tertarik pada Gunawan, ya? Aku tidak menyangka, ternyata
seleramu cukup tinggi,; katanya.

Apa, sih, maksudmu dengan selera tinggi tanyaku, penasaran. Karena, bagiku,
Gunawan bukan sosok yang istimewa secara fisik.

Gunawan itu sangat kaya, Non. Hartanya bisa membiayai hidupmu. Sampai tujuh
turunan pun tak akan habis. Wilman, sih, kalah. Maklum, pegawai negeri. Kalau mau
kaya, dia harus korupsi. Itu pun tidak bisa banyak-banyak, agar tidak terlalu
mencolok,; kata Jeanny, ngawur.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   





    #20   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Wanita Kedua

Kamu ngomong apa, sih

Maaf, aku lupa bahwa kamu juga anak orang kaya. Materi itu nomor kesekian. Tapi,
kalau benar kau suka padanya, pilihanmu sebenarnya tidak salah. Kalau belum ada
Wilman, mungkin aku juga bersedia. Tapi, tidak etis kan kalau aku mencuri pria
incaran teman,; celoteh Jeanny.

Tidak etis? Kamu pikir, berhubungan dengan suami orang itu bisa dikatakan etis?

Jeanny mengerling nakal.

Aku hanya bisa tertawa. Sejak Jeanny berterus-terang tentang gaya hidupnya yang
bebas, aku tak lagi merasa itu sebuah aib atau kejahatan. Aku hanya berusaha
memahaminya sebagai sebuah pilihan hidup.

Memang, kuakui, aku terkagum-kagum pada figur Gunawan. Tentu saja, itu di luar
kemampuan finansialnya. Seperti kata Jeanny, aku tidak melihat bahwa kekayaan
merupakan sebuah daya pikat tersendiri dari seorang pria. Mungkin, itu karena secara
materi aku juga cukup berada. Tapi, aku jatuh cinta pada kecerdasannya. Atau,
mungkin juga, aku melihat figur ayah pada diri Gunawan. Bisa jadi. Tapi, berpacaran
dengan suami orang? Amit-amit, ah! Biar Jeanny saja yang melakukannya.

Aku masih saja bertanya-tanya, seperti apakah wanita yang beruntung menjadi istri
Gunawan itu. Dalam sebuah perbincangan, aku pernah menanyakannya. Gunawan
menjelaskan bahwa istrinya cantik dan lembut. Wanita itu lebih muda 17 tahun
darinya. Jadi, kurang lebih usianya kini 33 tahun. Namanya Rini. Pernikahan mereka
terjadi karena perjodohan. Gunawan mengaku terlambat menikah karena dia tak
pandai bergaul. Menurutnya, ketika menikah dulu Rini masih terbilang lugu, baru saja
lulus SMA. Saat menikah, usianya 18 tahun dan Gunawan 35 tahun.

Saat bercerita, kulihat Gunawan seperti menyimpan permasalahan yang berat. Ia
bercerita dengan suara pelan dan tersendat.
zoeratmand
zoeratmand zoeratmand is offline
Continent Level

Post: 6.485
 
Reputasi: 226

__________________
just zoeratmand

Wanita Kedua

Recent Blog: (no title)   
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.