Main Saham Online Kini Lebih Menyenangkan di Lautandhana Online Trading | LOTS

Bursa Hari Ini, 09 Nov 2015

Market Movement


IHSG berakhir negatif pada perdagangan pekan kemarin berada di posisi 4.566,5 (0,23%). Indeks sektoral bergerak mixed dimana pelemahan terjadi di sektor pertambangan, industri dasar, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan. Sedangkan penguatan terjadi di sektor industri lain-lain, konsumer, dan manufaktur. Transaksi jual bersih investor asing mencapai Rp 53,9 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar Rupiah terhadap USD kembali turun hampir 1% ke posisi Rp13.688. Mengawali pekan ini, IHSG diprediksi pada posisi stagnan cenderung negatif mengikuti pergerakan pasar regional atas kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed.

Global Update

Saham-saham di Wall Street berakhir sebagian besar lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan kemarin dikarenakan membaiknya laporan ketenaga kerjaan AS yang kuat dan isu kenaikan The Fed menaikkan suku bunga di Desember 2015. Dow Jones Industrial Average naik 46,90 poin (0,26%) menjadi ditutup pada 17.910,33.Indeks berbasis luas S&P 500 turun 0,73 poin (0,03%) menjadi berakhir di 2.099,20, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 19,38 poin (0,38%) menjadi 5.147,12.Pasar saham utama Eropa stabil di perdagangan akhir pekan, Indeks acuan FTSE 100 ditutup pada posisi 6.353,8 turun 0,2%.

News Highlights

Ø TBIG finalisasi pinjaman US$ 275 juta
Ø MTLA jajaki pinjaman Rp 200 miliar-Rp 500 miliar
Ø BBTN dan Jasindo berencana dirikan asuransi jiwa
Ø Proyek Feronikel ANTM Capai 6%
Ø ASRI Realisasikan Marketing Sales 32,4%
Ø Kerugian BLTA Mengecil
Ø SMRA Rilis Obligasi Rp3 triliun
Ø KRAS Bidik Pertumbuhan 25%
Ø TBLA Realisasikan Rp1 triliun
Ø SRIL Anggarkan Capex 2016 Rp1,1 T
Ø UNTR Kembali Pangkas Target Alat Berat
Ø JSMR Incar Pendapatan Akhir Tahun Rp7,95 T
Ø KBRI Incar Dua Negara ASEAN
Ø Defisit fiscal RI di bawah 3%

sumber
 
Bursa Hari Ini Wednesday, 11 Nov 2015

Market Movement


IHSG anjlok 1,08%berada di posisi 4.451,05. Hanya Indeks aneka industri dan konsrukso yang mengalami penguatan, selebihnya kompak melemah diseluruh sektor. Investor asing melakukan penjualan bersih di akhir penutupan sesi II mencapai Rp 478,3 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di Rp 13.605 dibandingkan posisi pada perdagangan sore kemarin di Rp 13.630.Bursa regional Asia bergerak mixed dan tetap pada sentimen negatif kenaikan suku bunga The Fed dan pelambatan ekonomi global. IHSG kembali diprediksi pada posisi stagnan dan cenderung turun

Global Update


Bursa Wall Street bergerak datar akibat aksi tunggu investor atas rencana naiknya suku bunga The Fed bulan Desember 2015 Saham Apple turun 3,15% terkaitnya data penurunan pesanan Apple terhadap komponen ponsel yang diindikasikan bahwa akan terjadi pelemahan ekonomi kedepannya. Indeks Dow Jonesnaik0,2% ke level 17.758,2 dan Indeks S&P 500 ikut naik 0,2% ke level 2.081,7 sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 0,2% ke level 5.083,2.Bursa acuan Eropa bergerak mixed dimana DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 berakhir pada posisi masing-masing 3.425,4 (0,2%) dan 6.275,3 (-0,3%).

News Highlights

Ø TINS siapkan capex Rp 1 triliun
Ø BSDE realisasikan akuisisi lahan Rp 2,07 triliun
Ø ASRI jual lahan Rp 2,9 triliun
Ø SMBR alokasikan capex Rp 2,4 triliun
Ø SSIA siapkan capex Rp 1,7 triliun
Ø PPRO Siap Emisi Surat Utang Rp1,3 triliun
Ø BSDE Berpotensi Kehilangan Marketing Sales Rp800 miliar
Ø SSIA Jajaki Pinjaman Rp500 miliar
Ø KINO Incar Dana IPO Rp1,26 triliun
Ø ADRO Percepat Financial Closing
Ø SMBR Jajaki pinjaman Rp1,5 triliun
Ø SIDO Alokasikan Rp200 miliar
Ø BJBR jajaki rights issue dan revaluasi aset
Ø PMN tetap diusulkan dalam APBNP 2016
Ø Penjualan semen domestic Oktober 2015 tumbuh 10,7% YoY
Ø Penjualan mobil Oktober 2015 turun 15% YoY

sumber
 
Bursa Hari Ini Monday, 16 Nov 2015

Market Movement


Perdagangan IHSG pada akhir pekan berjalan cukup sepi dan naik 0,24% tutup di posisi 4.472,4. Transaksi asing melakukan net sell Rp 76,79 miliar.Indeks sektoral bergerak mixed dengan penguatan terbesar dipimpin oleh sektor konsumer dan pelemahan terbesar dialami oleh sektor perkebunan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah dan berada di Rp 13.640.Bursa regional Asia kompak melemah ditengah minimnya katalis di masing-masing negara.IHSG diprediksi melemah dan cenderung stagnan pada perdagangan awal pekan ketiga bulan ini.

Global Update

Bursa Wall Street kembali jatuh tajam pada perdagangan akhir pekan kemarin ditengah jatuhnya harga-harga komoditas yang anjlok termasuk harga minyak mentah yang anjlok menjadi US$ 40,73/barrel. Kekhawatiran outlook perekonomian global dan kenaikan tingkat bunga The Fed menjadi katalis negatif bagi pasar saham global Amerika. Indeks Dow Jonesturun2,8% ke level 17.245,2 dan Indeks S&P 500 ikutturun1,1% ke level 2.023,0 sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 1,5% ke level 4.927,9.Begitu juga dengan Bursa acuan Eropa yang terkoreksi cukup tajam dimana DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 berakhir pada posisi masing-masing 3.360,7 (-0,8%) dan 6.118,3 (-1,0%).

Economic Update

Ø Defisit transaksi berjalan 3Q15 membaik

News Highlights

Ø ELSA bidik proyek luar negeri
Ø LTLS bangun pabrik sweetener US$ 30 juta
Ø ASGR jajaki akuisisi perusahaan percetakan dan kemasan
Ø Biaya Eksplorasi ANTM 10M15 Melonjak 126% YoY
Ø PGAS Siap Garap Pipa Gas Bumi Kepri
Ø BIRD Incar Pertumbuhan 20% 2016
Ø WIKA akan lepas saham Wika Gedung 2016
Ø Laba GEMS melorot 60% di 3Q15

sumber
 
Bursa Hari Ini, 17 Nov 2015

Market Movement

Mengawali pekan, IHSG ditutup negative di tengah transaksi yang berjalan sepi. Aksi jual investor asing menjadi pemberat indeks, dengan nilai transaksi jual bersih mencapai Rp425,8 miliar di seluruh pasar sepanjang perdagangan. Seluruh indeks sektoral jatuh ke zona merah, dengan dipimpin oleh saham-saham aneka industry, tambang, dan perkebunan. Sementara itu nilai tukar Rupiah terhadap USD ditutup melemah 0,5% ke Rp13.749,0. Hari ini IHSG diprediksi berpotensi menguat di tengah penantian BI rate yang akan dirilis hari ini.

Global Update

Bursa saham AS menguat cukup tinggi dipimpin oleh saham-saham energy mengekor harga minyak mentah dunia yang melesat 2,5% ke US$41,7 per barel setelah adanya serangan udara ke Suriah oleh pihak Perancis. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.483,0 (+1,4%), 2.053,3 (+1,5%) dan 4.984,6 (+1,2%).

News Highlights


Ø ENRG Raih Perpanjangan KKS Blok Gebang
Ø ICON revisi target akhir tahun 2015
Ø BMRI gandeng Korsel garap EDC
Ø ISSP akan ekpansi pabrik dan gudang senilai USD40 juta
Ø ANTM bersama Newcrest kembangkan tambang emas baru
Ø RAJA siapkan dana capex senilai US$ 40 juta
Ø OKAS incar pendapatan US$ 160 juta
Ø PSAB anggarkan capex US$ 50 juta
Ø ASII ekspansi jalan tol
Ø Pemerintah rilis Paket Ekonomi VII pekan ini

sumber
 
Bursa Hari Ini Wednesday, 18 Nov 2015

Market Movement

IHSG berhasil menguat 1,3% ke level 4.501 imbas positifnya bursa saham global semalam serta bursa Asia yang bergerak positif pada perdagangan kemarin. Bank Indonesia pada siang kemarin mengumumkan bahwa BI rate tidak berubah, tetap pada level 7,5% sesuai dengan ekspektasi pasar. Dari sisi sektoral, hanya indeks saham aneka industri yang masih meleemah (-1,3%) sementara seluruh sektor lainnya menguat, dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur, industri dasar, dan perkebunan. Nilai tukar Rupiah terhadap USD ditutup stagnan pada level Rp13.746,0. Hari ini indeks diprediksi cenderung menguat mengekor positifnya bursa regional yang naik cukup tinggi pada perdagangan kemarin.

Global Update

Pasar saham AS diakhiri stagnan setelah ada ancaman bom di pertandingan bola Jerman dan Belanda yang menimbulkan kekuatiran pasar atas keamanan internasional. Faktor pemberat indeks lainnya antaralain harga minyak mentah yang kembali jatuh ke level US$40,7/ barel (-2,6%) dan data produksi industri bulan Oktober yang turun 2,0%. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq kompak nyaris tidak bergerak dari pembukaan perdagangan, ditutup pada level 17.489,5 (+0,0%), 2.050,4 (-0,1%) dan 4.986,0 (+0,0%). Sebaliknya, bursa saham Eropa justru menguat, dimana indeks Stoxx50 dan FTSE 100 masing-masing ditutup pada level 3.451,9 (+2,7%) dan 6.268,8 (+2,0%).

News Highlights


Ø META siapkan dana ekspansi Rp 5 triliun
Ø META anggarkan capex Rp 2 T
Ø ADHI kantongi kontrak baru Rp 10,6 triliun
Ø PPRO dan KIJA bentuk JV
Ø BKSL bangun mal dan kawasan residensial tahun depan
Ø UNSP restrukturisasi utang
Ø ADHI raih kontrak Rp 10,6 triliun
Ø ANTM raih utang Bank US$ 100 juta
Ø SSIA Investasi 3 Hotel Senilai Rp210 M
Ø Laba GPRA Meroket 61,39%
Ø IMAS Lanjutkan Ekspansi Di Sektor Logistik
Ø TMAS beli 1 unit kapal container 2nd hand
Ø BI revisi target pertumbuhan ekonomi 2015
Ø Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Ø BI menurunkan Giro Wajib Minimum

sumber
 
Bursa Hari Ini Thursday, 19 Nov 2015

Market Movement


IHSG turun tipis 0,1%, kembali menyentuh level 4.400-an di tengah wait-and-see para investor karena minimnya sentimen positif. Indeks sektoral bergerak mixed, dimana saham-saham infrastruktur, industri dasar, dan aneka industri memimpin penguatan sementara saham-saham perdagangan, perkebunan, dan properti yang turun paling dalam. Investor asing masih terus melakukan aksi jual, dengan nilai jual bersih Rp3,5 miliar di seluruh pasar sepanjang perdagangan. Nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah, ditutup pada level Rp13.819,0. Hari ini indeks diperkirakan bergerak mixed cenderung negatif seiring dengan kemungkinan dinaikkannya suku bunga the Fed bulan depan.

Global Update

Sinyal bahwa kemungkinan besar suku bunga Fed akan dinaikkan bulan depan membawa pasar saham AS naik cukup tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat. Pasar sepertinya sudah bisa menerima rencana ini, mengingat data-data perekonomian AS yang sudah berangsur-angsur membaik. Indeks Dow Jones, S&p500, dan Nasdaq kompak menguat masing-masing ditutup pada level 17.737,2 (+1,4%), 2.083,6 (+1,6%), dan 5.075,2 (+1,8%).

Ipo Corner

PT Ateliers Mechaniques D’Indonesie Tbk


Ø Perusahaan produsen boiler untuk industry CPO;
Ø Penjualan diproyeksi tumbuh 21% 5-year CAGR;
Ø Diuntungkan oleh eksposur mata uang yang positif;
Ø Harga penawaran Rp120-140, imply PER 2016F 8.0x - 9.3x.

PT Buyung Poetra Sembada Tbk

Ø Brand terkenal Topi Koki;
Ø Peningkatan dari kombinasi own brand dan private label;
Ø Memiliki kapasitas produksi 302 ribu ton per tahun;
Ø Ditawarkan pada harga Rp 420/saham – Rp 500.

Sectoral Update

Statistik Perbankan Indonesia September 2015


Ø Pendapatan bunga bersih kategori bank umum tumbuh sebesar 12,6%;
Ø Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,1% YoY;
Ø NPL per September 2015 memburuk dari 2,16% menjadi 2,7%;
ketahanan industry perbankan nasional masih solid.

News Highlights

Ø KAEF Bangun Hotel Bintang Tiga di Jaktim
Ø SMCB Jual Saham Holcim Malaysia Rp1,03 T
Ø BKSL akan right issue
Ø WSKT akan memperpanjang jalan tol Bali
Ø Produksi CPO SGRO tumbuh tipis di 2016
Ø DSSA menderita kerugian US$ 33,73 juta
Ø PTBA siap cairkan pinjaman US$ 1,2 miliar
Ø WIKA akan IPO kan WIKA Gedung

sumber
 
Market Analysis, 19 Nov 2015

Indeks berhasil menguat di perdagangan kemarin sebesar 1.32% atau 58.77 poin dan ditutup di level 4,500.95. Namun minat jual asing masih terus mewarnai pergerakan indeks di perdagangan kemarin sebesar Rp.168.56 miliar. Dan dari sekitar 360 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 167 saham menguat, 106 saham terkoreksi, dan 87 saham tidak mengalami perubahan. Dan diperkirakan pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran:

Support : 4,463.18
Resistance : 4,526.14

2015-11-19_Comp1.bmp

2015-11-19_Comp2.bmp
 
Stock Analysis, 19 Nov 2015

- Saham HRUM mulai timbulnya kekuatan beli di perdagangan kemarin serta harga yang telah berkondisi jenuh jual (oversold) membuat potensi terjadinya penguatan harga kembali di perdagangan hari ini.

2015-11-19_HRUM1.bmp

2015-11-19_HRUM2.bmp


- Saham SMGR penguatan harga di perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan kembali di perdagangan hari ini untuk menguji kisaran level 12175 sebagai target sementara selama harga masih bertahan di atas level 11250.

2015-11-19_SMGR1.bmp

2015-11-19_SMGR2.bmp
 
Bursa Hari Ini, 20 Nov 2015

Market Movement


Pasar saham dalam negeri diakhiri positif, naik 0,5% kembali ke level 4.500-an setelah seharian bertahan di zona hijau. Aksi beli didominasi oleh investor dalam negeri didorong oleh positifnya bursa global. Saham aneka industri masih melemah, sementara 8 sektor lainnya menguat, dipimpin oleh saham-saham tambang, properti dan industri dasar. Berbeda dengan investor domestik yang antusias memborong saham, investor asing masih terus menarik dananya dari lantai bursa, dengan nilai transaksi jual bersih mencapai Rp66 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar Rupiah terhadap USD menguat tipis, naik 0,3% ke level Rp13.775,0. Menjelang akhir pekan ini, IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung flat, pasar masih wait-and-see akan kepastian jadi atau tidaknya suku bunga Fed dinaikkan bulan depan.

Global Update

Wall Street berakhir flat, penguatan indeks diperberat oleh kinerja emiten healthcare seperti UnitedHealth (-5,6%). Selain itu pasar juga masih mencerna data ekonomi di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed di tahun depan. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq masing-masing ditutup pada level 17.732,8 (-0,0%), 2.081,2 (-0,1%) dan 5.073,6 (-0,0%). Sementara itu bursa saham Eropa melanjutkan penguatannya, dimana indeks Stoxx50 dan FTSE 100 kompak naik, ditutup masing-masing pada level 3.448,9 (+0,5%) dan 6.329,9 (+0,8%).

IPO COrner

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk


Ø Bergerak dalam bidang konstruksi pekerjaan pondasi, konstruksi tiang pancang, dan penyempurnaan tanah, didirikan sejak 1977;

Ø Pertumbuhan penjualan diproyeksikan sebesar 12,4% YoY;
Harga penawaran Rp 1.280 – Rp 1.920 , imply PER 2016F 8,07x – 11,80x.

News Highlights

Ø CMNP jajaki proyek jalan tol US$ 5,6 miliar
Ø WSKT jajaki pinjaman Rp 3 triliun
Ø BIPI kerjakan PLTU 35 MW
Ø KLBF dan Blackmores akan joint bisnis Nutrisi
Ø PTPP Pangkas Target Pendapatan 2015
Ø AALI Tambah Utang Bank Rp2,77 T
Ø UNSP akan tingkatkan produk oleokimia hingga 942 ribu MT
Ø Penurunan indeks sektor Konsumer paling kecil di IHSG

sumber
 
Market Analysis

Indeks berhasil menguat kembali di perdagangan kemarin sebesar 0.47% atau 21.03 poin dan ditutup di level 4,518.94. Namun minat jual asing juga masih terus mewarnai pergerakan indeks di perdagangan kemarin walaupun hanya sebesar Rp.66.05 miliar. Dan dari sekitar 372 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 167 saham menguat, 123 saham terkoreksi, dan 82 saham tidak mengalami perubahan. Dan diperkirakan pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran:

Support : 4,479.39
Resistance : 4,564.98

2015-11-20_Comp1.bmp

2015-11-20_Comp2.bmp


Stock Analysis

- Saham BBNI target terdekat dikisaran level 5250 dan resistance kuat dikisaran level 5300 telah dekat. Bila harga berhasil menguat dan bertahan di atas level 5300, membuka peluang untuk menguji kisaran level 5625 – 6025 sebagai target pertama dan kedua sementara.

2015-11-20_BBNI1.bmp

2015-11-20_BBNI2.bmp


- Saham WIKA resistance kuat sementara dikisaran level 2885 yang mana bila harga berhasil menembus level tersebut dan bertahan di atasnya akan membuka peluang untuk menguji kisaran level 2980 sebagai target terdekat pertama.

2015-11-20_WIKA1.bmp

2015-11-20_WIKA2.bmp


sumber
 
Bursa Hari Ini , 24 Nov 2015

Market Movement


IHSG pada perdagangan awal pekan ditutup terkoreksi terbatas 0,4% pada level 4.541,1 seiring dengan aksi profit taking investor. Rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap USD di level Rp 13.720,- dari sebelumnya Rp 13.614,-. Aksi selektive buy masih terjadi terutama menyasar ke pilihan saham-saham blue chip. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell Rp 27 miliar. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak berfluktuatif dalam rentang yang cukup tipis.

Global Update

Bursa global pada perdagangan awal pekan cenderung ditutup terkoreksi dipicu oleh kembali anjloknya harga minyak dunia 0,8% di level US$ 40,1 per barrel, turtunnya data penjualan properti AS di bulan Oktober dan penegasan pernyataan Janet Yellen untuk penaikan suku bunga acuan secara bertahap. Indeks Nasdaq tercatat ditutup stagnan di level 5.102,5. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing terkoreksi sebesar 0,2% dan 0,5%.

Economic Update

Finalisasi regulasi Paket Ekonomi I – VI

Pemerintah taregtkan seluruh aturan atas implementasi paket kebijakan ekonomi I-VI selesai pekan ini

https://lots.co.id/news/daily-views
 
Market Analysis
Tuesday , 24 Nov 2015


Walaupun Indeks sempat menguat di awal sesi perdagangan, namun kembali melemah di perdagangan kemarin sebesar 0.44% atau 20.27 poin dan ditutup di level 4,541.07. Minat jual asing juga tercatatkan mendukung terkoreksinya indeks di perdagangan kemarin sebesar Rp.26.67 miliar. Dan dari sekitar 365 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 106 saham menguat, 153 saham terkoreksi, dan 106 saham tidak mengalami perubahan. Dan diperkirakan pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran:

Support : 4,482.85
Resistance : 4,574.02

12278978_939236016132316_161085714105493864_n.jpg


Stock Analysis
Tuesday , 24 Nov 2015


- Saham KLBF support kuat sementara dikisaran level 1315. Bila harga melemah dan bertahan di bawah level tersebut membuka peluang untuk menguji kisaran level 1180 sebagai target koreksi sementara.

- Saham LSIP dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan harga kembali untuk menguji kisaran level 1440 sebagai target sementara.

12250186_939236266132291_2024022743156948391_n.jpg
 
Bursa Hari Ini Wednesday, 25 Nov 2015

Market Movement


IHSG pada perdagangan kemarin ditutup cenderung stagnan di level 4.545,4 akibat maraknya aksi profit taking investor terutama investor asing yang membukukan transaksi net sell senilai Rp 326 miliar. Tekanan jual melanda saham-saham sektoral komoditas, aneka industri dan konsumer. Sementara itu, Rupiah mengalami penguatan yang cukup tipis di level Rp 13.718,- per dolar AS seiring dengan adanya lelang Surat Berharga Negara senilai Rp 6 triliun. Untuk hari ini, IHSG masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan terkoreksi terbatas.

Global Update


Ketegangan politik Eropa sedang memanas terkait dengan ditembaknya pesawat tempur Rusia oleh Turki di perbatasan Suriah-Turki untuk menggempur markas ISIS di Suriah mengakibatkan bursa Eropa ditutup terkoreksi dimana indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing melemah sebesar 1% dan 0,4%. Sementara itu, bursa AS cenderung ditutup menguat super tipis didorong oleh reboundnya harga minyak dunia sebesar 3% berada di level US$ 41,3 per barrel. Saham-saham berbasis energi mendorong laju penguatan bursa AS.

Economic Update

BI Umumkan Arah Kebijakan dan Prospek Ekonomi Indonesia

News Highlights

Ø BHIT jajaki akuisisi bank BUKU I
Ø PGAS targetkan pinjaman US$ 600 juta
Ø AMFG ekspansi ekspor
Ø MDRN targetkan penjualan Rp 1,2 T di 2016
Ø ARTI target kenaikan pendapatan 15%
Ø Pemerintah lelang SUN danai APBN
Ø Realisasi penerimaan pajak 64%
Ø BKPM revisi Daftar Negatif Investasi
Ø NPL perbankan membaik di 4Q15
Ø Kemenhub luncurkan Tol Laut

sumber
 
Lautandhana Online Trading System (LOTS 26 Nov 2015)

Diperkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran 4537.84 - 4653.66 sbg support & resistance.

‎- BBRI: Dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan harga kembali di perdagangan hari ini. TP terdekat pertama & kedua sementara dikisaran level 12400 - 12950 bila harga berhasil menguat kembali & bertahan di atas 11600.

‎- ADRO: Dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat adanya peluang penguatan kembali utk menguji kisaran level 620 sbg target sementara bila berhasil menembus level 600 & bertahan di atasnya.

‎- BMRI: Trading range masih dikisaran level 8175 - 9100. Bila harga berhasil menguat kembali & bertahan di atas 9100 membuka peluang utk menguji level 9450 - 9650 sbg target terdekat pertama & kedua sementara.

‎- CTRP: Walaupun masih berpeluang utk menguji level 396 sbg target koreksi sementara, namun timbulnya kekuatan beli di sesi akhir perdagangan kemarin membuka peluang terjadinya penguatan sesaat.

‎- BBTN: Shooting star, potensi terkoreksinya harga di perdagangan hari ini.
 
Bursa Hari Ini , 26 Nov 2015

Market Movement


IHSG ditutup menguat 0,9% di level 4.585,5 ditengah bergejolaknya situasi politik Eropa pasca ditembaknya pesawat Sukho Rusia oleh Turki. Selain itu, investor juga cenderung bersikap menanti rilis paket kebijakan ekonomi VII pada pekan depan. Investor asing tercatat membukukan transaksi net buy senilai Rp 89 miliar. IHSG hari ini kami perkirakan melanjutkan penguatannya cenderung lebih bersifat terbatas.

Global Update


Bursa AS pada perdagangan kemarin ditutup kembali stagnan dipicu oleh gagal bayar Citigroup Inc dari kredit perumahan senilai US$ 13,8 miliar yang berpotensi menimbulkan kerugian mencapai SU$ 2,3 miliar. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup stagnan sedangkan indeks Nasdaq menguat terbatas ke level 5.116,1. Pasca penembakan pesawat Sukhoi Rusia, mata uang Lira dan Ruble mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS masing-masing sebesar 1% dan 0,2% sedangkan harga minyak dunia langsung naik signifikan dalam dua hari ini ke level US$ 41,8 per barrel (+1,3%). Namun demikian, bursa Eropa justru mampu ditutup menguat signifikan ditengah sentimen rencana ECB untuk mengeluarkan stimulus ekonomi lanjutan salah satunya penambahan alokasi dana buy back surat utang pada pekan mendatang.

News Highlights

Ø Konsorsium INDY tunjuk Thosiba, Mitsubishi dan Hyundai bangun PLTU Cirebon
Ø WSKT Beli 38,5% saham Sembilan Benua Makmur
Ø SMRA Batal Jual Aset ke SIP
Ø TAXI Siap Penuhi Kewajiban
Ø PPRO Bangun Apartemen di Sentul City
Ø MEDC peroleh pinjaman US$ 200 juta
Ø Pergerakan harga BEKS diluar kebiasaan setelah isu Right Issue
Ø Aset BBNI bertambah Rp 12 T setelah Revaluasi
Ø KINO targetkan dana IPO sebesar Rp 869 M

sumber
 
Lautandhana Online Trading System (LOTS 27 Nov 2015)

Diperkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran 4553.10 - 4633.45 sbg support & resistance.

‎- BMRI: Dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat msh adanya peluang penguatan kembali untuk menguji kisaran level 9450 - 9650 sbg target terdekat pertama & kedua sementara.

‎- TLKM: Masih berpeluang utk menguat sesaat menguji resistance kuat dikisaran level 2985. Dan bila harga berhasil bertahan di atas level tsb membuka peluang utk menguji kisaran level 3235 sbg target sementara.

‎- INDF: Secara relatif dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuka peluang menguatnya harga kembali menguji kisaran level 5850 sbg target terdekat pertama sementara bila berhasil menembus level 5650 & bertahan di atasnya.

‎- KLBF: Peluang menguat kembali utk membentuk pola three white soldiers
 
Bursa Hari Ini Friday , 27 Nov 2015

Market Movement


Dibayangi memanasnya konflik Rusia dan Turki, IHSG bergerak cukup fluktuatif dan ditutup menguat terbatas 0,3% di level 4.597,1. Rupiah juga ditutup melemah di level R[ 13.742,- per dollar AS dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp 13.658,- per dollar AS. Investor asing masih tercatat membukukan transaksi net buy Rp 350 miliar. Untuk akhir pekan ini, IHSG kami perkirakan masih akan bergerak dalam kisaran yang terbatas dengan potensi melanjutkan penguatannya.

Global Update

Bursa Eropa di perdagangan tadi malam ditutup kembali menguat dipicu oleh ekspektasi investor atas ECB untuk memangkas suku bunga acuannya serta rapat ECB kamis pekan depan untuk menambah program buyback surat utang dan memangkas suku bunga deposito. Indeks DJ Eur Stoxx dan FTSE 100 masing-masing menguat 1,1% dan 0,9%. Sementara itu, bursa AS tidak ada perdagangan karena libur hari raya Thanksgiving.

News Highlights

Ø GIAA ekspansi US$ 500 juta
Ø WSKT raih kontrak baru Rp 27,9 triliun
Ø WSKT targetkan kontrak Rp 66 T di 2016
Ø HITS gandeng Mitsui dalam proyek mini LNG
Ø PWON raih 91% target marketing sales
Ø SRTG dan MEDC incar PLTGU Jawa I
Ø BKSL restrukturisasi pinjaman Rp 190 miliar
Ø BKSL anggarkan capex Rp 2,1 triliun
Ø BBRI salurkan KUR Rp 10 triliun
Ø 3Q15, kinerja ENRG turun tajam
Ø TINS diversifikasi pendapatan dari non logam Timah
Ø INTA akan masuk bisnis pembangkit listrik
Ø WINS Merugi US$2,75 Juta
Ø DAJK Bidik Rp400 miliar
Ø Kemenkeu gandeng BIN awasi Wajib Pajak

sumber
 
Market Analysis Friday , 27 Nov 2015

Indeks berhasil menguat kembali di perdagangan kemarin sebesar 0.88% atau 40.17 poin dan ditutup di level 4,585.55. Minat beli asing juga mulai mendukung penguatan indeks di perdagangan kemarin walaupun hanya sebesar Rp.88.93 miliar. Dan dari sekitar 370 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 154 saham menguat, 115 saham terkoreksi, dan 101 saham tidak mengalami perubahan. Dan diperkirakan pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran:

Support : 4,537.84
Resistance : 4,653.66

12308397_940380089351242_8641565700922125564_n.jpg



Stock Analysis Friday , 27 Nov 2015


- Saham BMRI dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang penguatan harga kembali untuk menguji kisaran level 9450 - 9650 sebagai target terdekat pertama dan kedua sementara.

- Saham TLKM masih terdapat peluang untuk menguat sesaat menguji kisaran level 2985. Dan bila harga berhasil bertahan di atas level tersebut membuka peluang untuk menguji kisaran level 3235 sebagai target sementara.

12274750_940380339351217_7808722628598066933_n.jpg
 
Bursa Hari Ini Monday , 30 Nov 2015

Market Movement


Di akhir pekan, IHSG jatuh 0,8% ke level 4.560,6 akibat maraknya aksi profit taking. Kecuali saham-saham konsumer yang masih menghijau, seluruh indeks sektoral lainnya melemah terutama saham-saham perbankan, industri dasar, dan properti. Sementara itu, investor asing tercatat di posisi net buy dengan nilai mencapai hampir Rp230 miliar di seluruh pasar. Nilai tukar Rupiah juga turut melemah, ditutup pada Rp13.801, turun 0,4% dari sebelumnya R8p13.472. Bursa Asia kompak melemah, terutama pasar saham Shanghai anjlok hingga 5,5% akibat dugaan kecurangan 2 broker besar di China. Hari ini IHSG diprediksi cenderung melemah di tengah penantian data ekonomi China serta memasuki bulan Desember dimana terdapat kemungkinan besar kenaikan Fed rate.

Global Update

Pasca liburan Thanksgiving, bursa saham AS ditutup cenderung flat di tengah penantian para investor atas hasil penjualan Black Friday bagi para peritel, serta data ketenagakerjaan yang akan dirilis pekan depan. Indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq ditutup masing-masing pada level 17.798,5 (-0,1%, 2.090,1 (+0,1%) dan 5.127,5 (+0,2%). Sementara itu bursa saham Eropa melemah, dengan indeks Stoxx50 dan FTSE 100 kompak turun 0,3%, masing-masing pada level 3.489,0 dan 6.375,2.

News Highlights

Ø AUTO Alokasikan Capex Rp2 T
Ø AUTO incar pertumbuhan pendapatan 5% tahun depan
Ø AALI Catatkan Peningkatan Produksi CPO 4,69 Juta Per Ton
Ø LPCK gencar jual kondominium akhir tahun
Ø PUDP tawarkan apartemen Rp 300 jutaan
Ø ASGR masuk bisnis E-commerce pada 2016
Ø Astra Sedaya terbitkan PUB senilai Rp 10 triliun
Ø Sumberdaya Sewatama lunasi obligasi Rp 242,5 miliar
Ø ENRG alokasikan capex US$ 150 juta
Ø Bank BUMN pastikan revaluasi aset tahun ini
Ø Harga CPO diperkirakan naik di 1Q16
Ø Tarif listrik naik 11,6%
Ø Revisi UU PPh atas pajak reksadana, unit link, dan KIK EBA
Ø Inflasi bulan November diprediksi hanya 0,1%
Ø Hari ini, IMF pertimbangkan Yuan menjadi SDR

sumber
 
Market Analysis Monday , 30 Nov 2015

Indeks terkoreksi di akhir pekan perdagangan kemarin sebesar 0.79% atau 36.50 poin dan ditutup di level 4,560.56. Namun minat beli asing ternyata mewarnai pergerakan IHSG di perdagangan kemarin sebesar Rp.229.84 miliar. Dan dari sekitar 360 saham yang kemarin aktif di perdagangkan sekitar 85 saham menguat, 190 saham terkoreksi, dan 85 saham tidak mengalami perubahan. Dan diperkirakan pergerakan indeks di hari ini masih akan berfluktuatif dikisaran:

Support : 4,485.50
Resistance : 4,598.61

2015-11-30_Comp1.bmp

2015-11-30_Comp2.bmp


Stock Analysis Friday , 27 Nov 2015

- Saham BMRI dominasi kekuatan beli di perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang penguatan harga kembali untuk menguji kisaran level 9450 - 9650 sebagai target terdekat pertama dan kedua sementara.

2015-11-30_BMRI1.bmp

2015-11-30_BMRI2.bmp


- Saham TLKM masih terdapat peluang untuk menguat sesaat menguji kisaran level 2985. Dan bila harga berhasil bertahan di atas level tersebut membuka peluang untuk menguji kisaran level 3235 sebagai target sementara.

2015-11-30_INDF1.bmp

2015-11-30_INDF2.bmp
 
Back
Top