Profesionalisme Guru Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sekolah & Pelajaran Sekolah
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Guru] Profesionalisme Guru

Profesionalisme Guru Diprioritaskan




Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, dengan adanya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan yang baru dibentuk di bawah Kemendiknas, pengembangan profesi berkelanjutan guru akan dijamin. Selain itu, juga dijamin perlindungan kepada guru.

”Badan ini juga akan mengevaluasi apakah delapan standar pendidikan nasional itu sudah terpenuhi,” katanya di Jakarta, Jumat (3/12). Dia mengatakan, badan ini akan memperbaiki berbagai program peningkatan profesionalisme guru. Penilaian portofolio untuk sertifikasi juga diperketat.

”Kesejahteraan guru bisa dikatakan semakin membaik meski belum merata. Di satu sisi itu penting. Tetapi, kunci untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan, kan, datang dari guru profesional. Ini yang belum banyak disentuh,” kata Nuh.

Adapun pendidikan profesi guru (PPG) yang harus dijalani calon guru setelah lulus D-4/S-1 dari perguruan tinggi harus mulai tahun 2011—dimulai dengan 300.000 guru yang sudah ada.

Rukmana, Kepala SMPN 2 Pakisjaya, Karawang, mengatakan, pelatihan untuk pengembangan kapasitas guru agar mampu mengembangkan metode pembelajaran yang memacu siswa menjadi kritis, kreatif, aktif, dan inovatif sangat terbatas. ”Pelatihan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan guru. Guru sangat butuh diajar bagaimana memotivasi diri sehingga selalu bergairah bekerja,” katanya.

Rosmini Lede, guru SD Alkhairaat di Poso, Sulawesi Tengah, mengatakan, ”Biasanya yang dapat pelatihan yang punya kedekatan dengan dinas. Jadi, orangnya, ya, itu-itu saja.” Sumarno, seorang guru swasta di Tangerang, menyampaikan, ”Terutama guru swasta, kesempatan dipilih ke berbagai pelatihan minim. Padahal, itu investasi mendidik guru sehingga kinerjanya baik, kan, dimanfaatkan anak-anak bangsa juga.”


sumber
agen_pale
Mod

Post: 22.080
 
Reputasi: 483

 






Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

Kutip:
Oleh agen_pale View Post

”Badan ini juga akan mengevaluasi apakah delapan standar pendidikan nasional itu sudah terpenuhi,”
lah ini bukannya sudah ada team akreditasi ya pak gur ?
kalo fungsinya untuk mengawal sekolah sekolah agar tetap pada jalur penyelenggaraan sekolah yang sesuai dengan delapan standart itu. wow saya ga bisa bayangkan betapa ribetnya.

Kutip:
Oleh agen_pale View Post
Adapun pendidikan profesi guru (PPG) yang harus dijalani calon guru setelah lulus D-4/S-1 dari perguruan tinggi harus mulai tahun 2011—dimulai dengan 300.000 guru yang sudah ada.
untuk masalah ini saya sebetulnya kurang setuju
alasannya :
jika entry point nya itu profesionalisme guru maka pemerintah harus membuat ketegasan bahwa guru itu adalah sebuah profesi (yang benar benar profesi)
saya ingin guru disejajarkan dengan dokter

contoh kongkrit yang selama ini terjadi
seorang sarjana teknik mesin tidak bisa serta merta menjadi dokter
tp seorang sarjana teknik mesin masih bisa untuk jadi guru.

buat standarisasi siapa yang patut untuk jadi guru. setelah itu sekolahkan untuk jadi guru yang profesional.
gmn kalo menurut pak guru pale?
lisaristina
Continent Level

Post: 3.772
 
Reputasi: 111

__________________
Pak Guru

money can buy house, but not home
money can buy clock, but not time
money can buy blood, but not live





Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Profesionalisme Guru

Kutip:
Oleh lisaristina View Post
lah ini bukannya sudah ada team akreditasi ya pak gur ?
kalo fungsinya untuk mengawal sekolah sekolah agar tetap pada jalur penyelenggaraan sekolah yang sesuai dengan delapan standart itu. wow saya ga bisa bayangkan betapa ribetnya.
sepertinya badan yang baru ini lebih fokus kepada pemenuhan 8 standar pendidikan nasional yang berhubungannya dengan SDM Pendidik dan tenaga kependidikan.
Kalo untuk mengawasi urusan yang lain khan sudah ada tuh badan-2 yang lain seperti LPMP, BNSP, BAS, dan sebagainya


Kutip:
Oleh lisaristina View Post
untuk masalah ini saya sebetulnya kurang setuju
alasannya :
jika entry point nya itu profesionalisme guru maka pemerintah harus membuat ketegasan bahwa guru itu adalah sebuah profesi (yang benar benar profesi)
saya ingin guru disejajarkan dengan dokter

contoh kongkrit yang selama ini terjadi
seorang sarjana teknik mesin tidak bisa serta merta menjadi dokter
tp seorang sarjana teknik mesin masih bisa untuk jadi guru.

buat standarisasi siapa yang patut untuk jadi guru. setelah itu sekolahkan untuk jadi guru yang profesional.
gmn kalo menurut pak guru pale?
Kalo untuk yang kedua ini aku sependapat juga ama pak guru, Profesi Guru harus benar-2 sebuah profesi yang khusus, karena profesi guru itu sebenarnya unik dan khusus dan tidak semua orang bisa menjadi guru yang baik, apalagi guru yang profesional khan....
agen_pale
Mod

Post: 22.080
 
Reputasi: 483

__________________
The Legend's

Mau Repu? Klik ini





Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

Wah ini obrolan antara 2 orang guru ya? :d
Daku ikutan ya.

Sebenarnya daku agak rancu dengan sebutan profesionalisme itu sendiri. Yang daku pikir ini sudah bergeser dari arti awalnya (not in negative way). Ini bukan lagi soal kategori pro atau amatir. Dan tentu yang dimaksudkan profesionalisme di sini adalah bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya dikerjakan dengan standar tertentu dan bukanlah profesionalisme yang "I've got my pay cheque for what i do".

Berangkat dari situ, daku pikir di Indonesia belumlah saatnya guru dijadikan sebagai sebuah profesi khusus. Itu terjadi karena pelaksaan standarisasinya sendiri masih amburadul. Sistemnya mungkin sudah ada, tapi pelaksanaan sistemnya itu yang masih belum terstandarisasi dengan baik. Di Indonesia banyak yang bisa mengajar, tapi nggak banyak yang bisa jadi guru. Orang yang mengajar belum tentu tahu apa itu pedagogy, bagaimana educational method, bagaimana learning system dll. Beda dengan orang yang mengajar yang memang sudah dipersiapkan untuk menjadi seorang guru. Itulah perlunya standarisasi yang pelaksanaannya harus sangat ketat. Dari situlah kemudian nantinya guru itu bisa disebut sebagai profesi khusus.

Mungkin di Indonesia itu, baik regulator, pelaksana ataupun masyarakatnya sendiri, nggak sadar bahwa menjadi seorang guru itu nggak mudah. Kalau buat daku menjadi guru adalah pekerjaan yang paling susah. Karena itulah daku pikir pekerjaan sebagai guru seharusnya mendapat penghargaan yang jauh lebih tinggi dari pekerjaan apapun di negara ini.

Daku kasih contoh bagaimana susahnya menjadi seorang guru. :d
Daku ambil contoh kakakku. Di bidang fisika, matematika, kimia atau hal-hal yang berbau itu, dia jagonya. Di tahun 90-an bahkan jadi the Europe best student di bidang itu. Daku bahkan sering berpikir bahwa kemampuannya itu beyond the limit. Tapi apa yang terjadi ketika dia harus menularkan ilmu yang dia punya? Nggak berdaya dan cupu. ~LoL~
Untuk menerangkan bilangan bulat yang dipelajari oleh anak temanku yang duduk di kelas 4 SD aja dia kesulitan, dan apa yang dia terangkan malah bikin bingung si anak. Soal -9 + (-7) yang seharusnya bisa dia terangkan dengan mudah, yang terjadi adalah anak temanku itu malah jadi kebingungan sendiri dengan apa yang dia terangkan.

Itulah kenapa daku sebut pekerjaan guru itu adalah pekerjaan yang paling sulit, karena sepintar apapun orang, belum tentu bisa menjadi guru yang baik. Di samping menguasai ilmu tertentu dia juga harus bisa menguasai metode dan cara mengajar yang baik. Dalam kasus kakakku itu (yang punya obsesi menjadi seorang guru ~LoL~ ), disamping nggak punya dasar learning method, dia juga nggak pernah merasakan menjadi orang yang bodoh, sehingga nggak sanggup untuk menyelami bagaimana pola pikir orang yang bodoh (belum tahu mengenai sesuatu hal) dan membuatnya menjadi orang yang pintar (tahu akan suatu hal).

Intinya adalah yang diperlukan pada sistem yang sekarang ada itu adalah pelaksaan sistem yang konsisten dan konsekuen sehingga profesi guru bisa benar-benar menjadi sebuah profesi yang mengacu pada standar-standar tertentu.
Second_Sister
Mod

Post: 3.118
 
Reputasi: 350

indonesia: Sebelumnya Solve Answer
__________________
~ The ink of the scholar is more holy than the blood of the martyr ~
My Prophet Muhammad.





Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

menurutku malah sebaliknya non, profesi guru itu enak banget, sekolah libur sebulan, sang guru juga ikut libur sebulan wkwkwkwkwkkwk
nizhami
Continent Level

Post: 6.470
 
Reputasi: 155

__________________
INDBONEKSIA





Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

Kutip:
Oleh Second_Sister View Post
Wah ini obrolan antara 2 orang guru ya? :d
Daku ikutan ya.

Sebenarnya daku agak rancu dengan sebutan profesionalisme itu sendiri. Yang daku pikir ini sudah bergeser dari arti awalnya (not in negative way). Ini bukan lagi soal kategori pro atau amatir. Dan tentu yang dimaksudkan profesionalisme di sini adalah bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya dikerjakan dengan standar tertentu dan bukanlah profesionalisme yang "I've got my pay cheque for what i do".

Berangkat dari situ, daku pikir di Indonesia belumlah saatnya guru dijadikan sebagai sebuah profesi khusus. Itu terjadi karena pelaksaan standarisasinya sendiri masih amburadul. Sistemnya mungkin sudah ada, tapi pelaksanaan sistemnya itu yang masih belum terstandarisasi dengan baik. Di Indonesia banyak yang bisa mengajar, tapi nggak banyak yang bisa jadi guru. Orang yang mengajar belum tentu tahu apa itu pedagogy, bagaimana educational method, bagaimana learning system dll. Beda dengan orang yang mengajar yang memang sudah dipersiapkan untuk menjadi seorang guru. Itulah perlunya standarisasi yang pelaksanaannya harus sangat ketat. Dari situlah kemudian nantinya guru itu bisa disebut sebagai profesi khusus.

Mungkin di Indonesia itu, baik regulator, pelaksana ataupun masyarakatnya sendiri, nggak sadar bahwa menjadi seorang guru itu nggak mudah. Kalau buat daku menjadi guru adalah pekerjaan yang paling susah. Karena itulah daku pikir pekerjaan sebagai guru seharusnya mendapat penghargaan yang jauh lebih tinggi dari pekerjaan apapun di negara ini.

Daku kasih contoh bagaimana susahnya menjadi seorang guru. :d
Daku ambil contoh kakakku. Di bidang fisika, matematika, kimia atau hal-hal yang berbau itu, dia jagonya. Di tahun 90-an bahkan jadi the Europe best student di bidang itu. Daku bahkan sering berpikir bahwa kemampuannya itu beyond the limit. Tapi apa yang terjadi ketika dia harus menularkan ilmu yang dia punya? Nggak berdaya dan cupu. ~LoL~
Untuk menerangkan bilangan bulat yang dipelajari oleh anak temanku yang duduk di kelas 4 SD aja dia kesulitan, dan apa yang dia terangkan malah bikin bingung si anak. Soal -9 + (-7) yang seharusnya bisa dia terangkan dengan mudah, yang terjadi adalah anak temanku itu malah jadi kebingungan sendiri dengan apa yang dia terangkan.

Itulah kenapa daku sebut pekerjaan guru itu adalah pekerjaan yang paling sulit, karena sepintar apapun orang, belum tentu bisa menjadi guru yang baik. Di samping menguasai ilmu tertentu dia juga harus bisa menguasai metode dan cara mengajar yang baik. Dalam kasus kakakku itu (yang punya obsesi menjadi seorang guru ~LoL~ ), disamping nggak punya dasar learning method, dia juga nggak pernah merasakan menjadi orang yang bodoh, sehingga nggak sanggup untuk menyelami bagaimana pola pikir orang yang bodoh (belum tahu mengenai sesuatu hal) dan membuatnya menjadi orang yang pintar (tahu akan suatu hal).

Intinya adalah yang diperlukan pada sistem yang sekarang ada itu adalah pelaksaan sistem yang konsisten dan konsekuen sehingga profesi guru bisa benar-benar menjadi sebuah profesi yang mengacu pada standar-standar tertentu.
dari semua paparan sista diatas bisa saya simpulkan kok
memang bener itu realitas yang ada.
maka itu saya ingin pemerintah buat standarisasi siapa yang patut untuk menjadi guru..
saya kira seorang fisikawan murni bukanlah orang yang capable utk jd guru
secara kualifikasi dia sudah tdk memenuhi standart
(logikanya spt sarjana akutansi yang sedang melamar kerja menjadi electric engineer )

menjadi tenaga pendidik itu harus melalui serangkaian kurikulum yang telah ditetapkan (bahasa inggrisnya, kudu sekolah ben iso dadi guru)
dimana dalam sekolah itu sudah termaktup materi2, pedagogy, lesson study, educational method, dan semua teman2 nya itu.

Kutip:
Oleh nizhami View Post
menurutku malah sebaliknya non, profesi guru itu enak banget, sekolah libur sebulan, sang guru juga ikut libur sebulan wkwkwkwkwkkwk
wkwkwkwk
ga segitunya lah cak niz..
kalo dlm istilah RSBI (murid libur seminggu, guru libur 3 hari)

saya kira cukup fair lah dengan tidak ada istilah gaji lembur di dunia kependidikan, dan mungkin hanya guru yang membawa pekerjaan kantornya dirumah (sori daku clarifikasi)
lisaristina
Continent Level

Post: 3.772
 
Reputasi: 111

__________________
Pak Guru

money can buy house, but not home
money can buy clock, but not time
money can buy blood, but not live





Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Profesionalisme Guru

Kutip:
Oleh Second_Sister View Post
Sebenarnya daku agak rancu dengan sebutan profesionalisme itu sendiri. Yang daku pikir ini sudah bergeser dari arti awalnya (not in negative way). Ini bukan lagi soal kategori pro atau amatir. Dan tentu yang dimaksudkan profesionalisme di sini adalah bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya dikerjakan dengan standar tertentu dan bukanlah profesionalisme yang "I've got my pay cheque for what i do".

Berangkat dari situ, daku pikir di Indonesia belumlah saatnya guru dijadikan sebagai sebuah profesi khusus. Itu terjadi karena pelaksaan standarisasinya sendiri masih amburadul. Sistemnya mungkin sudah ada, tapi pelaksanaan sistemnya itu yang masih belum terstandarisasi dengan baik. Di Indonesia banyak yang bisa mengajar, tapi nggak banyak yang bisa jadi guru. Orang yang mengajar belum tentu tahu apa itu pedagogy, bagaimana educational method, bagaimana learning system dll. Beda dengan orang yang mengajar yang memang sudah dipersiapkan untuk menjadi seorang guru. Itulah perlunya standarisasi yang pelaksanaannya harus sangat ketat. Dari situlah kemudian nantinya guru itu bisa disebut sebagai profesi khusus.
Apa yan g non dipe katakan di atas, memang benar kalau kita melihata kenyataan yang ada di masyarakat saat ini. Jujur aja di dalam lingkungan dunia pendidikan masih banyak guru yang kurang bertanggung jawab dan terkesan mau enaknya aja.... Hal ini bisa terjadi karena memang dalam proses perekrutan guru hanya didasarkan pada ijazah dan Akta mengajar dari seseorang, tanpa melalui proses seleksi atau melalui tahapan tes praktek lapangan lagi. Padahal kalo mau jujur banyak Perguruan Tinggi yang asal saja memberi nilai dan predikat kepada mahasiswanya khan terutama kepada mereka yang memilih profesi guru.

Mengantisipasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah mulai melakukan pembenahan, dalam arti sesuai amanat UU Sisdiknas 2003 dan PP No. 74 tentang Guru telah diatur untuk melakukan serangkaian Ujian Ulang untuk semua tenaga Guru berkaitan dengan pemberian gelar Guru Profesional.

Kutip:
Oleh Second_Sister View Post
Mungkin di Indonesia itu, baik regulator, pelaksana ataupun masyarakatnya sendiri, nggak sadar bahwa menjadi seorang guru itu nggak mudah. Kalau buat daku menjadi guru adalah pekerjaan yang paling susah. Karena itulah daku pikir pekerjaan sebagai guru seharusnya mendapat penghargaan yang jauh lebih tinggi dari pekerjaan apapun di negara ini.

Daku kasih contoh bagaimana susahnya menjadi seorang guru. :d
Daku ambil contoh kakakku. Di bidang fisika, matematika, kimia atau hal-hal yang berbau itu, dia jagonya. Di tahun 90-an bahkan jadi the Europe best student di bidang itu. Daku bahkan sering berpikir bahwa kemampuannya itu beyond the limit. Tapi apa yang terjadi ketika dia harus menularkan ilmu yang dia punya? Nggak berdaya dan cupu. ~LoL~
Untuk menerangkan bilangan bulat yang dipelajari oleh anak temanku yang duduk di kelas 4 SD aja dia kesulitan, dan apa yang dia terangkan malah bikin bingung si anak. Soal -9 + (-7) yang seharusnya bisa dia terangkan dengan mudah, yang terjadi adalah anak temanku itu malah jadi kebingungan sendiri dengan apa yang dia terangkan.

Itulah kenapa daku sebut pekerjaan guru itu adalah pekerjaan yang paling sulit, karena sepintar apapun orang, belum tentu bisa menjadi guru yang baik. Di samping menguasai ilmu tertentu dia juga harus bisa menguasai metode dan cara mengajar yang baik. Dalam kasus kakakku itu (yang punya obsesi menjadi seorang guru ~LoL~ ), disamping nggak punya dasar learning method, dia juga nggak pernah merasakan menjadi orang yang bodoh, sehingga nggak sanggup untuk menyelami bagaimana pola pikir orang yang bodoh (belum tahu mengenai sesuatu hal) dan membuatnya menjadi orang yang pintar (tahu akan suatu hal).

Intinya adalah yang diperlukan pada sistem yang sekarang ada itu adalah pelaksaan sistem yang konsisten dan konsekuen sehingga profesi guru bisa benar-benar menjadi sebuah profesi yang mengacu pada standar-standar tertentu.
Aku setuju banget dengan pendapat non dipe ini... memang seperti itulah kondisi dan keadaan yang dialami para guru sekarang ini...

agen_pale
Mod

Post: 22.080
 
Reputasi: 483

__________________
The Legend's

Mau Repu? Klik ini





Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

Memang diakui kalau mengajar adalah salah satu hal yang sulit. Bagaimana proses dari menjadikan seseorang tidak tahu menjadi tahu. Tentunya kapabilitas seorang guru perlu ditingkatkan. Tapi sepertinya ada yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.Ada guru yang tahunya hanya mengajar saja tak peduli apa peserta didiknya mengerti atau tidak.
Seorang guru harus peka juga terhadap perasaan peserta didik itu sendiri, apa dia masih semangat untuk kita ajari, atau sudah bosan dengan apa yang kita lakukan (yang dibenci bukan pelajaran, tapi kita sendiri!). Terlepas dari standar yang ditentukan oleh pemerintah, seorang guru harus punya jiwa yang mau mendidik.
Tapi aku pernah mendengar dari beberapa guru di daerahku yang mengatakan bahwa sistem yang diciptakan oleh pemerintah membuat mereka kelabakan sendiri. contohnya tentang kurikulum yang sekarang sudah berbasis KTSP berkarakter (betul kan, kurikulum ini yang sementara diterapkan?). Ada beberapa dari mereka yang mengeluh karena kurikulum lama sebelum KTSP saja masih belum terealisasi dengan baik, tiba-tiba ada pergantian kurikulum. Hal ini menjadikan mereka menjadi "malas" dengan berbagai kelengkapannya.
shisio
World Level

Post: 12.395
 
Reputasi: 129

__________________
my blog





Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Profesionalisme Guru

Kutip:
Oleh shisio View Post
Memang diakui kalau mengajar adalah salah satu hal yang sulit. Bagaimana proses dari menjadikan seseorang tidak tahu menjadi tahu. Tentunya kapabilitas seorang guru perlu ditingkatkan. Tapi sepertinya ada yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.Ada guru yang tahunya hanya mengajar saja tak peduli apa peserta didiknya mengerti atau tidak.
Seorang guru harus peka juga terhadap perasaan peserta didik itu sendiri, apa dia masih semangat untuk kita ajari, atau sudah bosan dengan apa yang kita lakukan (yang dibenci bukan pelajaran, tapi kita sendiri!). Terlepas dari standar yang ditentukan oleh pemerintah, seorang guru harus punya jiwa yang mau mendidik.
Tapi aku pernah mendengar dari beberapa guru di daerahku yang mengatakan bahwa sistem yang diciptakan oleh pemerintah membuat mereka kelabakan sendiri. contohnya tentang kurikulum yang sekarang sudah berbasis KTSP berkarakter (betul kan, kurikulum ini yang sementara diterapkan?). Ada beberapa dari mereka yang mengeluh karena kurikulum lama sebelum KTSP saja masih belum terealisasi dengan baik, tiba-tiba ada pergantian kurikulum. Hal ini menjadikan mereka menjadi "malas" dengan berbagai kelengkapannya.
Wah trims den shishio juga mau ikut nimbrung,

Mungkin perlu aku jelaskan terlebih dahulu, bahwa kurikulum yang sekarang terpakai masih kurikulum KTSP yang mulai diterapkan di dalam dunia pendidikan Indonesia sejak tahun 2006, adapun mengenai pendidikan karakter dan budaya bangsa itu hanyalah sisipan materi saja, tanpa merubah esensi kurikulum dan program yang telah direncanakan oleh para guru sebelum mengajar.

Pendidikan karakter itu sendiri memang seyogyanya tanpa dinstruksikan oleh pemerintah pun sebenarnya sudah harus dimasukan dalam esensi proses pembelajaran, Contohnya dalam mata pelajaran Matematika, nilai moral dan karakter siswa diantaranya adalah keuletan, gigih, dan menyelesaikan soal secara bertanggung jawab. Nah,... nilai-nilai moral ini khan sebenarnya sudah ada sejak dahulu dan sudah terintegrasi dalam pembelajaran mata pelajaran Matematika, hanya saja karena selama ini sistem pendidikan kita terlalu berorientasi pada sistem Ujian Nasional yang mengedepankan beberapa mata pelajaran itu sehingga nilai-nilai moral dan karekater bangsa sebagaimana yang aku sebutkan di atas sepertinya diabaikan.
agen_pale
Mod

Post: 22.080
 
Reputasi: 483

__________________
The Legend's

Mau Repu? Klik ini





Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Profesionalisme Guru

benar. yang aku lihat bahwa mereka kelabakkan dengan penambahan nilai karakter bangsa yang menurut mereka terlalu banyak jika dijabarkan untuk tiap peserta didik. aku sempat kaget juga liat kurikulum ini, kok jadinya tebal banget hanya untuk satu semester kalau diaplikasikan ke dalam pelajaran. aku pikir-pikir profesi guru itu enak karena mengajarkan sesuatu dan kalau peserta didik tersebut berhasil mengaplikasikan pelajarannya, tentu senang sekali. tapi ketika berhadapan dengan kelengkapan yang berhubungan dengan silabus, rpp, promes, protap dan lain sebagainya, kok sepertinya ribet banget ya?
shisio
World Level

Post: 12.395
 
Reputasi: 129

__________________
my blog
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Upali [Sikap Sang Buddha Terhadap Guru-guru Agama Lain] singthung Buddha 1
Arema Cermin Retaknya Profesionalisme Adamsuhada Sepakbola 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.