BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF
 
Go Back   Home > Kesehatan

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post  

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

rokok itu serem juga, ya...
Aishwarya Aishwarya is offline
City Level

Post: 106
 
Reputasi: 0

       





Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

Kutip:
Oleh Aishwarya View Post
rokok itu serem juga, ya...
Makanya.. Mari kita bebaskan hidup kita dari asap rokok!!
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #13   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Susah Berhenti Merokok? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menyebutkan bahwa, kebiasaan merokok dan kecanduan nikotin yang sulit hilang bisa dipengaruhi oleh faktor genetis seseorang. Tim peneliti dari Duke University menemukan bahwa, meskipun faktor genetis bukan faktor utama yang menyebabkan seseorang sulit melepaskan diri dari kebiasaan merokok, namun gen memainkan peran penting terhadap kecanduan merokok. Lebih dari 1.000 pria dan wanita diteliti untuk
mengetahui pengaruh genetis terhadap kebiasaan merokok. Peneliti mengamati kebiasaan partisipan
sejak anak-anak sampai usia 38 tahun, mulai dari
perilaku, kesehatan, dan gaya hidup. Data tersebut kemudian diklasifikasi ke dalam ‘skor risiko genetik’ dengan mengamati penanda gen yang dianggap terkait dengan kebiasaan merokok. Hasilnya, sebanyak 880 orang mencoba untuk
merokok, 24 persen lebih mungkin menjadi perokok pada usia 15 tahun dan 43 persen mungkin menjadi perokok di usia 18 tahun. Pada orang dewasa peneliti menemukan bahwa 27 persen lebih mungkin mempertahankan kebiasaan merokok dan 22 persen mungkin mengalami kegagalan dalam usahanya untuk berhenti merokok,
seperti dilansir Everyday Health. Meski faktor genetik berpengaruh terhadap kebiasaan merokok, namun kecanduan rokok
sebenarnya bisa dicegah dengan tidak mencoba dan ikut-ikutan merokok.

DuniaFitness
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #14   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Perokok Tak Tertanggung Jaminan Kesehatan Nasional?

KOMPAS.com - Biaya kesehatan para perokok mungkin saja tak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014. Hal ini dikarenakan para perokok sengaja menyakiti tubuhnya, walau sudah diberi peringatan. Hal serupa dikatakan Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, pada temu media di Jakarta pada Jumat (1/11/2013).

"Dasar hukumnya jelas, ada di peraturan presiden nomor 12 tahun 2013 pasal 25 (i). Pasal ini mungkin saja kita masukkan dalam peraturan pelaksanaan JKN 2014," ujarnya.
Meski begitu aturan ini tidak bisa serta merta dilaksanakan. Hal ini dikarenakan sifat JKN 2014 yang berupa asuransi sosial. Perundang-undangan yang berlaku, menyebabkan JKN 2014 tidak bisa menolak pasien dengan indikasi medis. Terlepas dari pasien tersebut seorang perokok atau bukan.
Biaya kesehatan yang tidak ditanggung JKN 2014 merupakan salah satu cara menekan jumlah perokok. Cara ini juga menyelamatkan keuangan negara dari besarnya biaya yang ditanggung terkait penyakit terkait rokok (PTR). Berdasarkan data dari PT Askes Indonesia Tbk, tiap tahunnya mengeluarkn biaya Rp 39,5 triliun untuk pengobatan PTR.
Saat ini, kata Nafsiah, pihaknya sedang mengupayakan pemanfaatan cukai rokok untuk pembiayaan kesehatan. Cukai rokok nantinya tidak digunakan untuk biaya pembangunan atau sumber pendapatan. Cukai rokok akan digunakan sebagai dana upaya promotif dan preventif terkait pembatasan rokok.
"Kita masih berupaya supaya aturan ini bisa keluar secepatnya. Dengan cara ini hak masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan bisa tercapai," kata Nafsiah.
Cara lain untuk menekan jumlah biaya yang keluar, adalah dengan mengikutsertakan pabrik rokok dalam menanggung biaya kesehatan para perokok. Namun Nafsiah mengkhawatirkan efektivitas upaya ini.
"Cara ini mungkin tidak efektif karena pabrik rokok sudah memperingatkan bahayanya. Kalau pun masih melanggar itu urusan perokok dan kita tidak bisa memidanakan pabrik rokok," kata Nafsiah.

Perusahaan rokok, tambah Nafsiah, bisa terkena sanksi pidana bila melanggar aturan misal membagikan rokok pada anak.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Nilai Kerugian Akibat Rokok Terlalu Besar

KOMPAS.com-Kerugian akibat merokok ternyata tidak hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga perekonomian. Keuangan negara bisa terancam karena terus membengkaknya biaya kesehatan yang timbul akibat pernyakit terkait rokok (PTR).
Beban biaya yang harus ditanggung akibat rokok terlalu besar jika dibandingkan jumlah pemasukan dari produk tembakau ini. Berdasarkan data Badan Litbangkes pada 2010 jumlah pemasukan dari cukai rokok hanyalah Rp. 55 trilyun. Sedangkan pengeluaran makro akibat rokok mencapai Rp. 245,41 triliun.
Pengeluaran ini terbagi atas pembelian rokok, perawatan medis yang harus dijalani, dan hilangnya produktivitas. Porsi paling tinggi ditempati pembelian rokok dari masyarakat sebesar Rp. 138 triliun. Posisi kedua ditempati kerugian karena hilangnya produktivitas akibat cacat dan kematian usia muda, sebesar Rp. 105,3 triliun. Peringkat ketiga ditempati kerugian akibat rawat medis, baik inap dan jalan sebesar Rp. 2,11 triliun.
Direktur PT. Askes Indonesia Tbk Fahmi Idris menyatakan, biaya yang dikeluarkan akibat PTR terus meningkat. PTR terdiri atas penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung iskemik dan penyakit kanker paru.
“Angka ini terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini biaya yang keluar akibat PTR dari Askes mencapai Rp. 39,5 triliun, dengan jumlah rata-rata kasus 100 ribu per tahun,” ujar Fahmi dalam diskusi, bertajuk 'Gangguan Kesehatan Dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' Kamis (31/10/2013) kemarin.
Angka ini sebetulnya bisa ditekan bila cukai rokok dapat digunakan untuk biaya kesehatan baik promotif, preventif, atau kuratif. Cukai yang diperoleh dari rokok tidak digunakan untuk pembangunan dan sumber pendapatan. Fahmi menyarankan pemerintah belajar dari Thailand yang sudah melaksanakan sistem ini.
Fahmi mengatakan, suntikan dana ini akan sangat berarti bagi upaya promotif dan preventif terkait pembatasan rokok. “Saat ini kita memang sudah melakukan upaya promotif dan preventif, namun bersifat massal. Sedangkan untuk rokok, perlu yang lebih individual sesuai karakter tiap orang,” kata Fahmi.
Hal senada dikatakan Ketua Umum PB-IDI, Dr. Zainal Abidin, MH. Menurutnya, kerugian akibat rokok harus ditanggung juga oleh para pengusaha rokok. Pengusaha ini harus bertanggung jawab pada konsumen yang sakit akibat rokok yang dihisap. Dengan cara ini maka beban negara akibat PTR bisa terbantu.
“Kita harus memiliki aturan khusus terkait pemanfaatan cukai rokok untuk biaya kesehatan. Perusahaan rokok kemungkinan tidak akan merugi, karena kecenderungan perokok pemula cenderung meningkat tiap tahunnya,” kata Zainal.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Tanggung Biaya Kesehatan Perokok, Indonesia Bisa Bangkrut

KOMPAS.com -Biaya kesehatan yang dikeluarkan akibat dampak rokok tidaklah sedikit. Jumlah total biaya yang harus dikeluarkan akibat penyakit terkait rokok (PTR) diperkirakan sekitar Rp 39,5 trilyun dalam setahun. Angka ini setara 30 persen dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan ASKES.
Angka ini kemungkinan akan terus membesar setara jumlah perokok yang terus meningkat. “Karena itu perokok tidak perlu diikutsertakan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014. Jika diikutsertakan, negara bisa bangkrut karena menanggung biaya yang begitu besar,” kata Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), dr. Zainal Abidin, MH pada diskusi 'Gangguan Kesehatan Dan Pembiayaan Penyakit Terkait Rokok, Tanggung Jawab Siapa?' di Jakarta, Kamis (31/10/2013) kemarin.
Usulan dari IDI memang beralasan dengan mempertimbangkan bentuk demografi penduduk Indonesia saat ini, yang memiliki banyak usia produktif. Padahal, jumlah perokok Indonesia sebanyak 61,4 juta orang sebagian besar adalah generasi muda. Sekitar 10-20 tahun lagi, generasi muda ini akan menjadi lansia dengan berbagai penyakit akibat kebiasaan merokok yang pernah dilakukan.
Dengan keanggotaan JKN yang dimiliki, maka biaya kesehatan mereka ditanggung negara. Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi keuangan negara.
Zainal juga mengacu pada Peraturan Presiden tentang JKN nomer 12 tahun 2013 pasal 25 i. Aturan tersebut memuat pelayanan yang tidak ditanggung JKN, yaitu yang diakibatkan sengaja menyakiti atau melakukan hobi yang merugikan diri sendiri.
Zainal menegaskan, menghisap rokok termasuk dalam perbuatan yang sengaja menyakiti diri sendiri, sehingga akibatnya tidak perlu ditanggung pemerintah.
“Perokok umumnya mengerti perbuatannya tidak baik dan menyakiti orang lain, tapi masih juga dilakukan. Kalau begini tidak adil bila pemerintah dan masyarakat masih harus menanggung biaya kesehatan para perokok. Jika keberatan menanggung sendiri, mungkin bisa dibantu perusahaan rokok,” kata Zainal.
Kemungkinan Indonesia yang bakal bangkrut bila menanggung biaya kesehatan perokok juga diungkapkan Direktur PT. Askes Indonesia Tbk, Fahmi Idris. Menurutnya kebangkrutan tak bisa dihindari, karena pada 2030 semua generasi muda perokok saat ini akan menderita sakit. Jenis sakit yang diderita beragam, namun hampir semuanya memerlukan biaya tinggi (katastropik).
“Bila terus begini kita pasti bangkrut. Meski begitu BPJS kesehatan tidak memisahkan pasien perokok dan bukan perokok,” kata Fahmi.
Untuk mengatasi hal ini, Zainal mengusulkan subsidi pembiayaan penyakit katastropik terkait PTR. Jumlah subsidi disarankan menutupi 30 persen biaya yang dikeluarkan Askes akibat PTR setiap tahunnya.
Namun solusi ini hanya bersifat jangka pendek. Fahmi menyatakan, pemerintah tetap harus serius menyelesaikan isu terkait pembatasan rokok dari berbagai aspek. Pembatasan rokok dapat mencegah generasi muda terpapar rokok sejak dini, sehingga faktor risiko berbagai penyakit seperti jantung dan kanker bisa dikurangi.
Solusi lain adalah memperkuat gateaway keeper, yaitu upaya promotif dan preventif. Usaha ini bisa dilakukan dokter di layanan kesehatan primer yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Masyarakat juga dapat membentengi diri sendiri dengan terus menambah pengetahuan dan tidak segan menginfokan kerugian merokok.
“Konsep ini jadi mirip dokter keluarga. Kita juga bisa mencontoh Thailand terkait upaya promotif dan preventif, yang menggunakan cukai dari rokok,” kata Fahmi.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #17   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Pajak Rokok akan Digunakan untuk Penanggulangan Dampak Merokok

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI bakal memakai dana dari pajak rokok untuk merancang program penanggulangan dampak negatif akibat merokok. Upaya itu dilakukan agar tidak ada tumpang-tindih dengan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang telah berjalan.

“Rencananya, dana dari pajak rokok tidak cuma buat pengobatan bagi pasien sakit karena rokok, tapi juga untuk pencegahan,” kata Kepala Dinkes DKI Dien Emmawati di Jakarta, Minggu (3/10).

Menurut dia, anak-anak usia sekolah akan jadi sasaran pencegahan. Banyak anak usia dini sudah merokok.

“Kita akan edukasi mereka soal dampak merokok seperti apa,” kata dia.

Dana itu nantinya juga dipakai untuk program setop merokok di puskesmas dan rumah sakit swasta dan milik pemerintah.

“Kita bakal buat penyuluhan untuk program setop merokok,” ujarnya.

Dien memperkirakan sebesar 70% dari pajak rokok yang bakal dialokasikan untuk program kesehatan akibat merokok itu. Namun, ia belum tahu alokasi pajak rokok tersebut.

“Perda Pajak Rokok kan baru disahkan DPRD DKI sehingga Pemprov DKI masih menghitung dana yang akan diperoleh untuk menambahkan pendapatan asli daerah (PAD), yang dialokasikan untuk anggaran kesehatan 70% itu,“ pungkas Dien.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto menambahkan, pihaknya berjanji membantu Dinkes DKI untuk pencegahan merokok di kalangan anak usia dini. Saat ini Disdik DKI sudah menolak sponsor rokok di sekolah-sekolah.

“Kini kita akan bantu pencegahan rokok pada siswa,“ katanya.

Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo mendukung langkah Dinkes DKI yang menggunakan dana dari pajak rokok untuk pencegahan di kalangan anak-anak dan pengobatan pasien sakit akibat merokok.

“Tapi, yang penting pusat juga harus mendukung dan ikut menyukseskan langkah ini,“ kata Prijo. (Selamat Saragih)
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #18   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Kemasan Rokok Bergambar Seram Berdampak Omzet Turun 10 Persen

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kebijakan pemerintah yang mengharuskan adanya gambar seram pada bungkus rokok berdampak bagi perusahaan yakni omzet penjualan produk rokok turun 10 persen.

Hal itu disampaikan pemilik Pabrik Rokok (PR) Janur Kuning, Muhammad Guntur, Rabu (13/8/2014).

Guntur mengatakan, penurunan omzet penjualan rokok di pasaran dialami beberapa produsen rokok yang sudah lebih dahulu mengeluarkan rokok dengan kemasan baru yang disertai etiket gambar menyeramkan.

"Penjualan kami menurun usai menggunakan etiket yang baru yaitu yang memakai gambar seram. Sedangkan rokok yang belum dilengkapi gambar seperti itu justru omzetnya meningkat," katanya.

Penurunan omzet yang terjadi mencapai 10 persen dari total penjualan biasanya. Menurut Guntur, omzet penjualan rokok yang sudah memasang etiket baru dikarenakan para perokok yang melihat gambar tersebut merasa ngeri dan ada rasa semacam ketakutan sehingga lebih memilih mencari rokok dengan kualitas yang hampir sama yang kemasannya belum bergambar.

"Menurunnya ini karena perokok beralih ke rokok yang tidak bergambar. Tapi, kami yakin itu tidak akan lama karena perokok ibaratnya memiliki kecocokan," ujarnya.

Jika ada yang masih bertahan dengan kemasan rokok yang bergambar seram, beberapa diantaranya menyiasatinya dengan memasukkan batang rokok ke wadah rokok kemasan ulang yang tidak ada gambar seperti itu.

Penggunaan etiket baru tersebut berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 28/2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada Kemasan Produk Tembakau. Para pengusaha diberi tenggang waktu sampai 24 Agustus 2014 untuk memakai etikat bergambar tersebut.

Terpisah, pemilik PR Kembang Arum Kudus, Peter Muhammad Farouk menyatakan belum mengetahui dampak desain baru yang disertai dengan gambar akibat merokok. Pasalnya, perusahaannya baru mengedarkan produknya yang bergambar sejak sepekan terakhir.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #19   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Bungkus rokok bergambar seram, kotak aluminium laris manis

MERDEKA.COM. Kebijakan pemerintah mewajibkan kepada semua produsen rokok untuk memperingatkan bahaya rokok melalui gambar pada bungkus rokok yang resmi berlaku Juli 2014 lalu, cukup berpengaruh. Mayoritas penikmat rokok di Palembang mengaku takut melihat gambar yang cukup menyeramkan itu.

Meski belum ada keterangan resmi dari dinas kesehatan setempat terkait pengaruh bungkus rokok seram itu, namun bisa dilihat dari penjualan kotak rokok aluminium. Pedagang kotak rokok aluminium itu pun meraup untung besar pasca beredarnya bungkus rokok dengan gambar seram.

Salah seorang pedagang aksesoris rokok di Pasar Sekip Palembang mengaku, dalam sehari dagangannya bisa habis 30-40 kotak. Harga yang dijual bervariasi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung kualitas dan jenis kotak rokok itu.

"Ya, laris manis ini setelah bungkus rokok bergambar itu. Lumayanlah, tiga kali lipat peminatnya," kata Rahadin (45), Rabu (13/8).

Adi (35), seorang karyawan swasta mengaku sangat risih melihat bungkus rokok yang dijual saat ini. Sebab, tampilan gambarnya sangat menakutkan.

Karena sudah menjadi pecandu rokok, Adi mencari cara jitu agar dia bisa kembali merokok seperti biasa. Caranya membuang bungkus rokok asli dan menggantinya dengan kotak rokok aluminium.

"Dari pada terlihat terus saat ambil rokok, mending bungkusnya dibuang saja. Saya masukkan rokok itu ke kotak rokok buatan (aluminium). Apalagi, kotak rokok itu banyak pilihannya, tergantung merek," ujarnya.

Pernyataan serupa juga diutarakan Sunarto (40), pegawai salah bank di Palembang. Menurut dia, belakangan terakhir sangat sulit mencari rokok yang masih belum bergambar seram. Dia pun cukup terpengaruh terhadap bungkus rokok yang beredar saat ini.

"Kemarin-kemarin saya sempat ganti rokok yang tidak ada gambarnya, tapi sekarang tidak ada lagi. Jadi, mau tak mau harus dibuang bungkusnya," kata Sunarto yang mengaku sudah merokok sejak masih duduk di bangku kelas I SMP ini.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   





Reply With Quote     #20   Report Post  

Re: BAHAYA MEROKOK!! AKTIF & PASIF

Kutip:
Oleh KalinaMaryadi View Post
E-cigarette tingkatkan kecanduan merokok?

Selama ini e- cigarette digunakan sebagai alternatif bagi perokok.
E-cigarette dilihat sebagai cara merokok yang lebih sehat karena tidak menimbulkan asap dan mengurangi asupan nikotin yang diisap oleh perokok. Namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa e-cigarette justru memberikan lebih banyak nikotin dan menyebabkan perokok terus kecanduan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna e-cigarette saat ini semakin meningkat dari 10 persen pada tahun 2010 menjadi 21 persen pada tahun 2011. Biasanya pengguna e-cigarette adalah perokok atau orang yang belum pernah merokok. Kebanyakan orang menggunakan e-cigarette untuk berhenti merokok dan mengurangi nikotin yang
diisap. Namun hingga saat ini belum diketahui
apakah e-cigarette bisa memenuhi harapan tersebut. "Masih ada banyak hal yang tidak ketahui tentang produk ini, apakah e-cigarette benar-benar bisa
menghilangkan kecanduan merokok," ungkap Direktur Centers for Disease Control and Prevention, Tom Frieden. Karena tidak menghasilkan asap, e-cigarette biasanya diperbolehkan untuk digunakan di tempat
umum. Hal ini memicu penggunaan e-cigarette yang lebih sering dari pada rokok biasa yang tak boleh digunakan di tempat umum karena mengganggu kenyamanan. Hal ini diakui oleh salah satu pengguna e-cigarette di Queens. "Karena aku bisa merokok di mana saja, akhirnya aku merokok lebih sering. Kupikir e-cigarette bisa
menghentikan kebiasaan merokokku, ternyata
malah sebaliknya. Aku merokok lebih sering,"
ungkap Eric Cyre, seperti dilansir oleh NY Daily News (13/03). Penelitian awal yang dilakukan pada e-cigarette
menunjukkan bahwa pengguna e-cigarette justru lebih banyak mengisap nikotin dari rokok elektrik ini.
Terutama bagi orang yang awalnya bukan perokok kemudian menggunakan e-cigarette. "Tergantung berapa banyak Anda mengisapnya. Anda masih bisa mendapatkan nikotin atau racun
berbahaya lainnya dari e-cigarette. Rokok elektrik ini sebenarnya bukan strategi bagus tanpa risiko," ungkap Dr Andrew Strasser dari University of Pennsylvania School of Medicine. Penemuan ini membuat manfaat e-cigarette semakin
diragukan. Jika tertarik ingin menggunakan e-
cigarette untuk mengurangi kecanduan nikotin, sebaiknya Anda pikirkan lagi.

Merdeka.com
dampaknya sama aja kaya narkoba ya...
tiaseptiani
tiaseptiani tiaseptiani is offline
World Level

Post: 27.767
 
Reputasi: 304

__________________
Naikkan reputasi orang lain yang membantu, atau anda sukai!

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Bahaya Merokok Di Tinjau Dari Segi Kesehatan nurcahyo Kesehatan 2


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.