Tergoda Bunuh Diri setelah Minum Tamiflu

Kalina

Moderator
Diduga Efek Samping Obat Antiflu Burung
TOKYO - Kasus bunuh diri yang diduga terkait dengan efek samping Tamiflu kembali terjadi di Jepang. Kemarin, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun tewas setelah lompat dari jendela rumahnya di lantai 11 di Sendai, Jepang.

Pemerintah Jepang langsung memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui kaitan bunuh diri tersebut dengan efek samping Tamiflu yang selama ini dikenal sebagai obat anti flu burung.

Menurut penuturan orang terdekat korban, Senin pukul 9.30-18.30, korban yang baru SMP itu beberapa kali minum tablet Tamiflu. Selasa dini hari, dia terbangun dan menyatakan badannya sakit kepada sang ibu. Setelah itu, dia berpamitan ke kamar mandi. Ternyata, dia malah melompat pagar balkon kamarnya.

Polisi menduga, kematian tersebut disebabkan efek samping Tamiflu yang membuat seseorang bertindak tak terkendali. "Dugaan dia sengaja bunuh diri sangat tipis karena dia tidak memiliki masalah. Dia juga tak meninggalkan catatan apa pun," ujar seorang petugas kepolisian yang enggan menyebutkan namanya.

Awal bulan lalu, kasus serupa terjadi di Aichi. Saat itu, korbannya adalah remaja perempuan berusia 14 tahun. "Kaitan antara kasus tersebut dengan Tamiflu masih belum jelas. Tapi, kalau memang itu yang terjadi, kami akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan khusus," ujar Menteri Kesehatan Jepang Hakuo Yanagisawa.

Karena itu, Depkes Jepang langsung memerintah Chugai Pharmaceutical Co, perusahaan yang mengimpor Tamiflu, untuk menjelaskan.

Menurut pemerintah Jepang, hingga November tahun lalu, dilaporkan 54 orang meninggal setelah mengonsumsi Tamiflu. Sebanyak 16 di antaranya berusia 16 tahun ke bawah.

Laporan tersebut membuat Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) melakukan penelitian. Hasilnya, mereka menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara Tamiflu dengan kasus bunuh diri di Jepang. Bantahan serupa dilontarkan Roche, perusahaan asal Swiss yang menghasilkan Tamiflu
 
Back
Top