Aborsi. Sudah biasakah?

rahwana

New member
Beberapa hari lalu saya menonton sebuah sinetron di TV swasta. Dan dalam sebuah ceritanya, seorang istri yang sudah cukup umur tiba2 hamil. Tapi karena merasa sudah cukup tua, dia tidak mau hamil, dia ingin menggugurkan kandungannya.

Kemudian terlintas dalam pikiran saya, apakah dalam masyarakat kita ini sudah sedemikian mudahnya berpikir aborsi? Apakah kehamilan hanya dianggap seperti sakit perut biasa yang harus diobati dengan obat tertentu?

Rasanya cukup prihatin melihat kenyataan di TV atau koran bahwa aborsi adalah hal yang cukup biasa dilakukan. Mungkin memang nyawa itu belum tampak dalam wujud fisik, tetapi bukan berarti kita boleh menganggap remeh khan?

Terlepas dari persoalan dosa dan tidak, tetapi saya hanya ingin kita melihat kembali bahwa apakah kehamilan belum merupakan sebuah kehidupan bagi kita? Haruskah kita menunggu bentuk fisik yang nyata (bayi) untuk mengatakan bahwa ada kehidupan baru disana?
 
aborsi itu, sama dengan membunuh. membunuh calon manusia yang sama sekali belum tersentuh dosa. dan, saya pribadi MENGUTUK para wanita yang tega aborsi. walau pun hamilnya karena (maaf) diperkosa.. apakah aborsi hanyalah satu jalan?? gak. BANYAK JALAN MENUJU ROMA. begitu juga, banyak jalan tuk keluar dari masalah. misalnya.. mengasingkan diri di suatu tempat, dan.. kalau tidak mau dirawat anaknya.. masih ada panti asuhan. tapi, jangan dibuang ke tong sampah. kasihan... kan, bayi itu juga nantinya berperasaan.

makanya, girls... jaga diri baik-baik. hindari pergaulan bebas yang tidak bertanggung jawab. key..
 
Sebenarnya salah satu penyebab tingginya aborsi di masyarakat kita adalah kebiasaan di masyarakat juga. Tekanan masyarakat terhadap kehamilan diluar nikah juga menjadi salah satu pemicu orang nekad untuk aborsi. Masyarakat sendiri tidak melihat kehamilan itu sebagai anugerah, tapi justru mencela dan mengejek sebagai aib. Seandainya masyarakat atau paling tidak orang tua bertindak bijak dengan memberikan support, maka bisa jadi si calon ibu tidak sampai berpikir pendek dan nekad.

Terlepas dari apakah hubungan itu sah atau tidak, tetapi harus tetap kita sadari bahwa kehamilan adalah anugerah dari Tuhan yang wajib di jaga. Bukan begitu Kalina?
 
Sebenarnya salah satu penyebab tingginya aborsi di masyarakat kita adalah kebiasaan di masyarakat juga. Tekanan masyarakat terhadap kehamilan diluar nikah juga menjadi salah satu pemicu orang nekad untuk aborsi. Masyarakat sendiri tidak melihat kehamilan itu sebagai anugerah, tapi justru mencela dan mengejek sebagai aib. Seandainya masyarakat atau paling tidak orang tua bertindak bijak dengan memberikan support, maka bisa jadi si calon ibu tidak sampai berpikir pendek dan nekad.

Terlepas dari apakah hubungan itu sah atau tidak, tetapi harus tetap kita sadari bahwa kehamilan adalah anugerah dari Tuhan yang wajib di jaga. Bukan begitu Kalina?

yupz, bener.
tapi, sekali lagi, kita pertegas, bahwa perempuan.. wajib jaga diri sebaik-baiknya. dan buat cowok, plzzz.. jangan mau tergoda sama cewek-cewek gak bener.. biar, angka aborsi bisa menurun drastis. key..
 
aborsi dilakukan karena beberapa faktor.
1.karena alasan kesehatan bagi ibi dan bayi
2.karena faktor ekonomi di keluarga kurang mampu dan
3.karena sex bebas yang dilakukan kebanyakan oleh abg masa sekarang ini
ini faktor yang sangat menarik sekali dibahas karena setiap tahunnya makin meningkat saja aborsi yg dilakukan oleh abg Indonesia ini disebabkan karena faktor ketidaktahuan mengenai sex karena mereka tidak diberikan pendidikan yang cukup mengenai sex yg makin hari makin banyak saja abg dibawah umur yg iseng2 coba sex dengan pacar abgnya dan pada akhirnya mereka telalu muda untuk menerima kenyataan bahwa ada kehidupan baru tumbuh dirahim pasangannya maka mereka mengambil jalan pintas yaitu aborsi tanpa mereka pikirkan bahwa aborsi tersebut bisa membahayakan calon ibu..nah siapakah yang palin dirugikan dlm hal ini...ya ..benar wanita...sebagai manusia beragama tentunya kita semua tidak menutup mata bahwa memutuskan kehidupan seseorang itu adalah dosa...maka sebaiknya para abg2 atau calon2 ibu yang akan mengaborsi sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu mengingat begitu banyak kerugian yg akan didapatkan oleh anda..
dan bagi para ABG di Indonesia sebaiknya pikirkan kembali dan renungkan jika kalian mau melakukan sex dengan pasangan kalian masing2.....
pikirkan baik2 jangan hanya terbawa nafsu sesaat namun pikirkan hidup kalian kedepan...apakah sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan kalian terima?

vievie
 
Kalau buat saya, aborsi hanya bisa dilakukan untuk alasan kesehatan/keselamatan nyawa sang ibu atau sang bayi nantinya. Tetapi untuk faktor ekonomi saya tidak setuju karena pada dasarnya manusia bukan binatang yang 'kawin' berdasar naluri. Kita punya akal sehat dan budi pekerti yang tidak boleh berpikir sembarangan yang berakibat kehamilan lalu main gugurkan dengan alasan ekonomi.

Untuk faktor seks bebas, kita harus paham bahwa berani berbuat berarti berani menanggung resikonya. Soal si cowok tidak mau tanggung jawab, tetap merupakan kewajiban bagi sang calon ibu untuk melindungi calon anaknya. Dan saya yakin ada pahala tersendiri bagi sang ibu yang tetap teguh mempertahankan anaknya walaupun tidak punya bapak di mata hukum.
 
Kalau buat saya, aborsi hanya bisa dilakukan untuk alasan kesehatan/keselamatan nyawa sang ibu atau sang bayi nantinya. Tetapi untuk faktor ekonomi saya tidak setuju karena pada dasarnya manusia bukan binatang yang 'kawin' berdasar naluri. Kita punya akal sehat dan budi pekerti yang tidak boleh berpikir sembarangan yang berakibat kehamilan lalu main gugurkan dengan alasan ekonomi.

Untuk faktor seks bebas, kita harus paham bahwa berani berbuat berarti berani menanggung resikonya. Soal si cowok tidak mau tanggung jawab, tetap merupakan kewajiban bagi sang calon ibu untuk melindungi calon anaknya. Dan saya yakin ada pahala tersendiri bagi sang ibu yang tetap teguh mempertahankan anaknya walaupun tidak punya bapak di mata hukum.

yupz, betul.. idem, deh..
 
Back
Top