*Amazing Kiss* By : Shirotabi

saat Karen melihat jauh ke bawah, di dekat tumpukan Jerami, ia melihat sebuah Korek api yang mungkin adalah milik Pria tadi "hikari" panggilnya membuat Hikari menoleh padanya

"apa kau bisa meraih Korek yang ada di depan sana dengan kakimu?"

tanpa berfikir lama, Hikari langsung menjulurkan kakinya sejauh yang ia bisa untuk menggapai Korek tersebut dan mendekatkannya pada Karen "cepat-cepat-cepat"

dengan sangat gesit kaki Karen mengambil alih Korek tersebut dari kaki Hikari dan menggesernya mendekati tangannya yang terikat "Dapat!"

dengan cepat Karen memberikan aba-aba untuk Hikari jangan menggerakan tangannya yang terikat di tiang "jangan bergerak, aku kan membakar tali yang mengikatmu, setelah itu, kau buka ikatanku" Hikari mengangguk

dengan hati-hati Karen membakar tali yang mengikat tangan Hikari hingga terlepas "sekarang lepaskan aku!"katanya berteriak namun berbisik

hikari dengan sigap berusaha melepaskan Karen. setelah mereka bebas, dengan mengendap-endap mereka membuka pintu dan setelah memastikan diluar aman mereka berlari secepat mungkin menjauhi gudang tersebut menuju hutan yang ada di depannya.

rupanya salah satu dari penjahat itu melihat Karen dan Hikari lari dan memberitahukan pada temannya. segera di periksa ke dalam dan mereka mendapati ruangan yang kosong, tali yang ada disana terdapat bekas terbakar "rupanya mereka yang menyembunyikan Korek apiku! cih! Cari mereka!!"

hari sudah semakin gelap, Hikari dan Karen masih dalam pelarian dan tidak jauh dari mereka menyusul para penjahat itu dengan pistol di tangannya.

mereka berdua terus berlari kedalam hutan, tenaga mereka sudah terkuras karena jalan yang naik turun, nafas mereka sudah terengah-engah, Hikari sudah terlihat sangat kelelahan hingga kakinya terkilir dan terjatuh "Akh..!!"

Karen berhenti melangkah dan berbalik mendekati Hikari yang sedang tersungkur memegangi kakinya yang terkilir "kau tidak apa-apa Hikari?" Hikari hanya bisa menggelengkan kepala tanda ia baik-baik saja

Karen mencoba membantunya berlari dengan memapahnya, beberapa kali Karen menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa diri mereka telah lolos. Karen menghentikan langkah dan menyandarkan Hikari dibawah sebuah pohon yang besar, dirinyapun ikut bersandar dan menjatuhkan diri terduduk disamping Hikari

"aaaww...." rintih Hikari saat Karen tidak sengaja menyenggol kakinya yang terkilir "sakit?" tanya Karen, terlihat anggukan ringan di wajah Hikari.

di ambilnya perlahan kaki Hikari dan dilihatnya dengan seksama, terlihat pergelangan kakinya sedikit membengkak dan pasti akan sakit bila dipaksa berjalan lebih jauh lagi "kau sudah tidak kuat untuk berjalan jauh... sementara kita istirahat dulu disini" Karen bangun dari duduknya "aku akan memeriksa sekitar sini, memastikan mereka sudah kehilangan jejak kita"

Hikari hanya bisa menatap Karen dengan rasa takut yang menghantui dirinya "jangan terlalu jauh Kei.. aku takut" Karen hanya menganggangguk sesaat kemudian berlari menghilang di kegelapan hutan meninggalkan Hikari terduduk di tempatnya

Karen terus berlari ke arah yang tadi ia lewati bersama Hikari, namun tidak ada tanda-tanda atau suara langkah manusia "Tuhan.. Lindungilah kami...." Doanya di sela-sela rasa takutnya

setegar apapun Karen dalam wujud laki-lakinya, namun Karen tetaplah Wanita, wajar saja bila saat ini dia begitu gemetar menahan rasa takut yang sama seperti yang dirasakan Hikari, namun saat ini karen merasa Hikari adalah tanggung jawabnya, mereka harus selamat

'Kyo juga pasti menyadari bahwa Kami tidak ada di villa, pasti saat ini dia sudah menghubungi Polisi, kecuali Kyo benar-benar Bodoh sampai tidak menyadari ada yang tidak beres' pikiran Karen terus meyakinkan dirinya sendiri

Karen melangkah kembali menuju tempat Hikari berada "bagaimana?" tanyanya pada Karen, karen menggelengkan kepalanya "sepertinya kita sudah cukup jauh dari mereka, sekarang kita harus bisa mencari jalan untuk kembali atau mencari rumah penduduk di sekitar sini"
 
Karen melangkah kembali menuju tempat Hikari berada "bagaimana?" tanyanya pada Karen, karen menggelengkan kepalanya "sepertinya kita sudah cukup jauh dari mereka, sekarang kita harus bisa mencari jalan untuk kembali atau mencari rumah penduduk di sekitar sini"

Karen melihat pergelangan kaki Hikari yang membengkak akibat terkilir tadi dan memijitnya dengan perlahan "Akh..."

"tahan sebentar... di pijit seperti ini akan mengurangi nyerinya walau sedikit" Hikari menuruti perkataan Karen dengan menahan kesakitannya

setelah merasa cukup, karen ikut duduk di samping Hikari "ini akan menjadi malam yang panjang..." tatapan Karen hampa melihat langit yang bertaburan bintang

mereka sesaat ditelan dalam kegelapan yang sunyi hingga Karen merasakan Tubuhnya memanas 'oh tidak' Karen melihat tangannya yang mulai mengeluarkan uap dan Karen sadar dirinya akan segera berubah kembali menjadi Wanita

Karen dengan cepat menggeser duduknya dan memposisikan diri duduk di sisi pohon yang berbeda dengan membelakangi Hikari, dengan begitu Hikari tidak akan dapat melihat wujudnya

"Kei?" Hikari menyadari pergerakan Karen dan berniat untuk menyusul ketempatnya "jangan kesini Hikari!" Karen sedikit berteriak panik dengan nada dibuat seberat mungkin seperti suara Pria.

"maap Hikari... biarkan aku sendiri dulu disini.. aku ingin mendinginkan kepalaku...agar... aku bisa menemukan jalan keluar dari situasi ini..."

Hikari tampaknya mengerti maksud Karen, ia pun kembali ke posisinya dan bersandar pada pohon yang sama dengan Karen

'bagaimana ini.... kenapa disaat seperti ini aku malah berubah? bagaimana aku menjelaskan pada Hikari bila melihat ini?' Karen sangat Panik, entah kenapa dia musti seperti itu padahal sebelumnya ia sama sekali tidak perduli ia ketahuan wanita tau tidak oleh Hikari, namun saat ini ia tidak ingin sampai Hikari Tau 'ini bukan saat yang tepat'

tidak sengaja Karen menyentuh Saku celananya, ternyata isinya adalah Korek Api para penjahat tadi yang Karen gunakan untuk meloloskan diri dari mereka "crhess" dinyalahkan korek itu menerangi wajahnya, menikmati terang dan hangatnya api yang di hasilkan korek tersebut

apinya meliuk-liuk tertiup angin seperti sedang berdansa di jarinya... Karen teringat akan sesuatu saat melihatnya 'lilin ulang tahun'

'ya tuhan! hari ini adalah hari ulang tahun Hikari kan? cih... hari ulang tahun yang ia rencanakan agar jadi hari ulang tahun terbaik malah jadi hari ulang tahun terburuk dalam hidupnya'

Karen sedikit menoleh kearah Hikari yang ada di balik Pohon, ia menatap Hikari dan Korek api bergantian, tidak lama terlihat sedikit senyuman dibibir Karen. sepertinya ia mendapatkan ide gila

'semoga ini berhasil'

"Hikari" Panggil Karen dengan tetap berada di balik pohon, hanya satu tangannya saja yang terlihat oleh Hikari dan ada Korek api yang sedang menyala di gengamannya

"Happy Birthday To You... Happy Birthday To You... Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday Hikari..." sepenggal lagu di nyanyikan oleh Karen untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya, membuat Hikari terkejut dan sangat tersanjung
 
Back
Top