Alasan Karyawan Malas Bekerja

tiaseptiani

New member
Menjadi karyawan kantor dalam suatu industri terkadang juga bisa membuat stress. Bukan stress karena pekerjaan yang berat atau overload pekerjaan, namun terkadang stress justru dikarenakan rasa ketidaknyamanan atau bahkan perlakuan kepada kita yang kurang manusiawi.

Dalam bekerja menjadi karyawan kantor, baju boleh necis, pakaian boleh oke, tapi apa anda mengetahui bahwa bekerja seperti ini sebenarnya bukan pekerjaan yang nyaman. Ini sih survey sederhana, yang saya lakukan sendiri di tempat saya bekerja dan juga pada beberapa teman kontrakan saya.

Beberapa di antara karyawan kantor memang mengakui bahwa ada banyak alasan untuk menjadi karyawan yang bandel alias karyawan yang malas. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa karyawan malas bekerja.

1. Upah yang tidak layak

Lagi lagi masalah uang. Uang memang bukan segalanya, tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa uang memanglah suatu kebutuhan hidup bagi kita. Ijasah boleh sarjana atau diploma, tapi upah yang kita dapatkan sama dengan upah anak lulusan SMA yang bekerja sebagai buruh pabrik di bagian gudang atau produksi.

Hal ini terus terang terkadang membuat karyawan tidak nyaman, sehingga akhirnya karyawan malas bekerja dan kerjanya seadanya. Tidak bisa mengeksplor kemampuannya secara maksimal dan bekerja hanya sebatas rutinitas saja.

2. Job desc pekerjaan yang tidak jelas

Dalam bekerja sebagai karyawan kantor di industri menengah, terkadang kita akan menemui pembagian pekerjaan yang kurang jelas. Sudah bekerja di bagian A, tapi kadang disuruh ngerjakan bagian B atau kerja di Bagian B malah disuruh ngerjakan tugas di bagian C, dan seterusnya.

Pembagian kejelasan pekerjaan memang diperlukan di awal, baik oleh manajemen maupun oleh pihak industri sendiri. Karena dengan pekerjaan yang jelas, tentunya si karyawan bisa fokus dan lebih tahu detail seperti apa yang harus dia lakukan. Namun, jika hal ini tidak jelas, tentunya si karyawan akan malas untuk bekerja.

3. Tidak ada target yang berkesinambungan

Bekerja dengan target memang bukan hal yang menyenangkan. Namun apakah anda pernah berfikir jika bekerja tanpa target lebih tidak menyenangkan lagi. Karena kita tidak tahu kapan awal dan kapan akhirnya. Kita hanya mengikuti arus pekerjaan dan akhirnya hanya bekerja seadanya, bukan bekerja lebih baik dari waktu ke waktu.

Hal seperti ini memang sempat saya alami sendiri, dan ketika di bulan tertentu saya ada target pekerjaan, tentunya saya bisa lebih fokus dan lebih semangat untuk menyelesaikan target tersebut, tentunya target juga harus manusiawi, logis, dan masuk akal.

4. Tidak ada apresiasi dari atasan

Tidak mendapatkan apresiasi memang sudah merupakan hal yang biasa bagi karyawan. Namun bila anda sudah menjadi bos, coba anda berikan apresiasi kepada karyawan anda, baik berupa ucapan terima kasih ataupun dalam bentuk yang lainnya. Pastinya hal itu akan membuat sang karyawan bahagia dan tentunya akan lebih giat dalam bekerja.

Menjadi karyawan memang susah, kalau salah selalu dimarahi dan diomeli. Dan lebih parah lagi, kalau benar dan berhasil menyelesaikan proyek besar pun tidak mendapat apa apa. Jadi saya rasa apresiasi adalah hal yang penting untuk menjaga agar karyawan bisa semangat untuk bekerja karena dengan apresiasi berarti mereka juga dihargai secara psikis, bukan masalah uang atau upah saja.

5. Banyak aturan yang tidak jelas

Bekerja memang hal yang lumrah, dan dalam bekerja memang banyak aturan di dalamnya. Tapi apakah anda berpikir dengan banyak aturan yang tidak jelas akan membuat karyawan anda betah dan semangat untuk bekerja?saya rasa justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya.

Misalnya begini, di suatu kantor, karyawan tidak boleh membawa makan dan minum. Dan makan minum hanya boleh saat jam istirahat. Saya rasa ini benar benar aturan yang aneh jika industri itu adalah industri yang harus bekerja di depan komputer selama 8 jam yang tentunya bisa mengakibatkan dehidrasi.

Jadi membuat aturan itu perlu, kalau perlu diriset dulu sebelum membuat aturan. Agar karyawan nyaman bekerja dan tentunya proyek untuk karyawan bisa selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat.

Demikianlah beberapa alasan kenapa karyawan malas dalam bekerja.

sumber: www.imamboll.com
 
sesungguhnya diantara dosa-dosa itu,ada yang tidak bisa ditebus (dihapus),
dengan shalat atau ibadah haji sekalipun,tapi hanya bisa ditebus (dihapus)
dengan kesusah^payahan dalam bekerja (mencari nafkah),,
 
Back
Top