Cegah Risiko Kebakaran di Apartemen

acamitraca

New member
alatpemadamapi.jpg

Pastikan apartemen yang Anda beli dilengkapi fire system yang memenuhi standar dan diperiksa secara berkala.
Ruslan Prijadi, pengamat ekonomi kota dan dosen real estate FEUI, menyatakan ke depan tinggal di apartemen akan makin menjadi pilihan warga kota. Kehidupan yang makin sibuk, sikap hidup yang makin rasional, individualistis, dan praktis, keluarga yang makin kecil, kemacetan yang makin menjadi, dan biaya transportasi yang makin mahal adalah sejumlah alasannya.

Lantai apartemen pun makin tinggi dan sebagian dibangun di kawasan permukiman kelas atas seperti Kebayoran Baru dan Pondok Indah. Kalau biasanya hanya 30-an lantai, kini beberapa developer mulai membangun apartemen 45 – 55 lantai. Tak ada yang salah dengan pembangunan apartemen ekstra tinggi itu. Teknologi konstruksi memungkinkannya. Yang penting keamanannya tetap terjamin. Salah satunya keamanan dari bahaya kebakaran.

Untuk itu pastikan apartemen yang hendak dibeli atau ditinggali memiliki sistem pengaman dari risiko kebakaran (fire system) yang memenuhi syarat. Terlebih, frekwensi kebakaran di Jakarta makin tinggi. (Lihat tabel.) Menurut Johnny Pangaribuan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, apartemen tergolong bangunan yang wajib memiliki fire system karena lantai bangunan dan konsentrasi manusianya yang tinggi.

Fire system itu mencakup sistem proteksi (life protection) dan sistem penyelamatan (safety life). Sistem proteksi terdiri dari rangkaian peralatan pemadam kebakaran yang harus ada di bangunan. Yaitu, hidran kebakaran di setiap lantai yang bisa fight minimal 45 menit, plus hidran penyalur atau penyuplai (siemes connection) bila air di hidran atas habis.

Diperiksa berkala
Berikutnya sprinkler yang mampu memercikkan air ke objek dalam radius dua meter. Sprinkler terkoneksi dengan sumber air, pecah sendiri dan menyemburkan air bila suhu di ruangan mencapai 40 derajat celcius lebih. Lalu smoke detector yang menjerit bila mendeteksi asap tebal sekaligus memberitahu pusat kontrol kebakaran di zona tertentu. Terakhir, bel (alarm) yang dipecahkan secara manual bila terjadi kebakaran, dan pemadam api ringan. “Semua peralatan itu harus dirawat dan diperiksa secara berkala agar berfungsi saat dibutuhkan,” katanya.

Sedangkan life safety mencakup standard operating procedure (SOP) yang harus diikuti bila terjadi kebakaran, dua tangga darurat yang tahan api, kedap asap, dan memiliki pressuresed air (penekan udara bila pintu tangga bocor dan kemasukan asap), sistem penunjuk arah penyelamatan yang menyala saat malam atau gelap, serta sistem listrik cadangan untuk mengoperasikan berbagai peralatan yang diperlukan saat pemadaman dan penyelamatan.

“Kita sarankan pengelola gedung melakukan latihan penyelamatan dua kali setahun atau minimal sekali. Selain melatih penghuni, latihan itu juga untuk mengecek apakah SOP sudah dipahami dan dijalankan dengan benar, serta apakah semua sistem dan peralatan benar-benar berfungsi,” jelas Johnny. Ia menyebutkan, dari 200-an gedung tinggi yang disurvei Dinas Pemadam Kebakaran DKI pada 2003, sebanyak 46 persen belum safety.

“Life protection dan safety life di berbagai gedung kita cenderung diabaikan. Yang paling parah gedung pemerintah. Sebanyak 151 pasar di DKI tak satu pun berfungsi hidrannya,” ungkapnya. Dinas Kebakaran DKI sendiri memiliki peralatan cukup lengkap: 140 mobil fight, 32 pompa, 16 tangga pencapai ketinggian, lima snookel (tangga dilengkapi basket tempat berdiri petugas), lighting 18.000 watt, lima mobil rescue, smoke remover (pengusir asap), serta 2.700 petugas pemadam dari total 3.900 petugas.

Indoor fire system
Namun, tangga itu hanya bisa mencapai ketinggian 50 meter atau 15 lantai. Snookel bahkan hanya 30 meter. Sedangkan daya pancar air dari pompa hanya 60 meter. “Tak ada pemadam di dunia yang mampu menjangkau ketinggian di atas 15 lantai. Karena itu saat terjadi kebakaran yang diandalkan adalah peralatan dan sistem penyelamatan di dalam gedung (indoor fire system). Outdoor fire system hanya back up,” katanya.

Bila indoor fire system lengkap dan berfungsi, petugas kebakaran tinggal masuk dan bisa cepat bekerja. Apalagi, kuantitas dan kualitas outdoor fire system pendukung di berbagai kota besar kita masih payah. Jakarta misalnya, baru punya 1.000 pompa hidran dari idealnya 20.000. “Mau bagaimana lagi, PAM saja baru menjangkau 55 persen warga,” katanya. Belum bicara kemacetan lalu lintas, lokasi kebakaran sulit dicapai, dan lain-lain.

Tentu saja Anda tak perlu mengecek sendiri fire system di apartemen yang hendak dibelinya. Biasanya saat mengajukan IMB, developer sudah melengkapi gambar bangunan dengan desain fire system. Begitu bangunan jadi dan developer mengajukan izin penggunaan bangunan (IPB), dinas kebakaran akan memastikan fire system itu sudah terpasang dan berfungsi. Untuk itu dikeluarkan lisensi.
“Karena itu sebelum beli apartemen, minta developer menunjukkan lisensi dari dinas kebakaran yang masih berlaku,” ujar Johnny. Bila lisensi belum ada atau sudah lama tak diperbaharui, konsumen harus cerewet mendesak developer atau pengelola gedung mengundang dinas kebakaran melakukan pemeriksaan berkala.

“Kita senang kalau konsumen proaktif. Kita jadi tahu mana gedung yang harus diprioritaskan. Kalau nunggu pemeriksaan rutin, pasti lama karena ngeceknya giliran dan aparat kita terbatas,” katanya.

Sumber : http://asuransirumah.org
 
Last edited by a moderator:
dan jangan lupa perlengkapan pemadam kebakarannya dilindungi dan dijadikan 1 tempat, ketemu yang jual box hydrant katanya itu buat melindungi perlengkapan biar gak ilang atau rusak
 
Last edited:
Back
Top