Temuan vaksin untuk Malaria

Megha

New member
Sekelompok peneleiti dari Swedish Medical Univesity Telah mengidentifikasi mekanisme biokimia dibalik perekatan protein yang meningkatkan kasus malaria serius pada anak.

Anemia berat, gangguan pernafasan, dan disfungsi jantung merupakan gejala umum dari infeksi malaria pada tingkat lanjut. Penyakit ini terjadi ketika bakteri malaria Plasmodium Falcioarium menginfeksi sel darah merah, yang kemudian terakumulasi dalam jumlah yang besar dan menyumbat aliran darah di dalam kapiler otak dan organ-organ lainnya.

Kelompok peneliti yang diketuai oleh Profesor Mats Wahlgren dari departemen Of Microbiology,Tumor & Cell Biology, kl, telah mempelajari protein perekat PfEMP1 dalam tubuh anak-anak yang menderita malaria parah.

Hasilnya, bagian spesifik dari PfEMP1 yang cenderung mengikat lebih kuat. Klao protein perekat yang menyebabkan malaria udah dikenali, ini bakal memudahkan dalam mendisain vaksin untuk pertahanan kekebalan tubuh.

Sampai sekarang tuh belum ada satu vaksi pun yang bisa mencegah pertumbuhan malaria dan mengikuti orang yang telah terinfeksi,tapi sekarang kita udah menemukan sebuah sturktur yang bisa dipake dalam sebuah faksin yang mungkin bisa membantu mereka yang terinfeksi. kata profesor Wahlgren..
 
Back
Top