BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp) Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Fauna, Hewan Peliharaan & Ternak
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum


BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

Sekedar sharing aja saya menemukan artikel bagus tentang Budidaya lele, Mungkin ada temen2 yang punya pengalaman tentang Budidaya lele dari proses pembibitan sampe penjualan?

Mari kita sharing.... Silahkan membagi tips-tipsnya disini......

Salam,
Himawan.


BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)


Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele "Sangkuriang".Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama "Lele Sangkuriang". Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m - 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:a. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. b. pH air yang ideal berkisar antara 6-9. c. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l. Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk "L" mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.Pelaksanaan BudidayaSebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:a. Persiapan kolam tanah (tradisional)
· Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).
· Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).
· Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.
· Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b. Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.
Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1. Tabel 1Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok. Kriteria Satuan Pembesaran
Ukuran Tanaman
- Umur hari 40
- panjang cm 4 - 8
- bobot gram 4- 6
Ukuran Panen
- Umur hari 130
- panjang cm 15 - 20
- bobot gram 125 - 200
Sintasan % 80-90
Padat Tebar Ekor/m2 50-75
Pakan
- Tingkat Pemberian % bobot 3
- Frekuensi Pemberian kali/hari 3
Tingkat Konversi Pakan 0,8 - 1,2
Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:· Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.· Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.· Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.· Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.· Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).· Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK· Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik· Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.· Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan. ANALISA USAHA Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik1. Investasi
a. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- = Rp 1.000.000,-
b. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,- = Rp 1.500.000,-
c. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,- = Rp 750.000,-
Rp 3.250.000,-
2. Biaya Tetap
a. Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn = Rp 1.000.000,-
b. Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn = Rp 750.000,-
c. Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn = Rp 150.000,-
Rp 1.900.000,-
3. Biaya Variabel
a. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 = Rp 17.760.000,-
b. Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- = Rp 2.021.052,63
c. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,- = Rp 300.000,-
d. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,- = Rp 200.000,-
e. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,- = Rp 3.000.000,-
f. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,- = Rp 1.200.000,-
Rp 24.281.052,63
4. Total Biaya
Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63
= Rp 26.181.052,63
5. Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,
6. Pendapatan
Produksi - (Biaya tetap + Biaya Variabel)
= Rp 28.800.000,- - ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)
= Rp 2.418.947,37
7. Break Event Point (BEP)
Volume produksi = 4.396,84 kg
Harga produksi = Rp 5.496,05

Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya
Himawan
Home Level

Post: 15
 
Reputasi: 1

 

   






Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

cocok nggak didaerah rawa ?
Home Level

Post: 1
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

setahu saya lele bisa hidup dimana aja asal airnya tidak mengalir deras....
jadi mungkin di rawa bisa aja seeh....
mungkin ada pendapat lain??
Himawan
Home Level

Post: 15
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

Lele Phiton: Sang Bintang Pencetak Uang
Varietas baru lele sebagai jawaban atas terjadinya penurunan kualitas genetik pendahulunya
Bintang baru di blantika lele nasional telah muncul! Diperkirakan sinar bintang yang satu ini tak akan kalah cerah dibandingkan pendahulunya, yaitu dumbo maupun sangkuriang. Seakan menegaskan keunggulannya, varietas lele anyar tersebut dinamai phiton, satu nama yang telah melekat pada jenis ular dengan ukuran super besar. Menurut penemunya, nama phiton tak sembarangan dicomot, melainkan terilhami dari mimpi.
Memang, bisnis lele sampai kini masih menjanjikan. Tak aneh, jika penemuan baru terus bermunculan. Lebih dari itu, hal tersebut juga menjadi perbaikan kualitas jenis lele sebelumnya. Ambil contoh kasus lele dumbo. Sukses usaha budidayanya dalam skala besar-besaran telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas benih lele dumbo yang ada di pembudidaya. Ini karena tidak adanya pengelolaan induk yang baik sehingga terjadi perkawinan sekerabat (inbreeding).
Walhasil, lele phiton bisa jadi alternatif bagi pembudidaya lele dalam mengatasi kurang-kurang pasokan akibat permintaan lele yang tak pernah surut. Di Kabupaten Badung-Bali misalnya, kendati produksinya telah mencapai 22,1 ton pertahun, tetapi sebagian permintaannya masih belum bisa terpenuhi. Tak kalah banyak, Provinsi Banten membutuhkan pasokan lele 6-7 ton perhari. Sementara wilayah Jabotabek meminta tak kurang 100 ton lele perhari.
Banyak Kelebihan
Dari kondisi terakhir, lele phiton bisa jadi jawaban atas kebutuhan pasokan lele. Kelompok Sinar Kehidupan Abadi (SKA), kelompok pembudidaya lele asal Bayumundu, Pandeglang, Banten, sang penemu lele phiton, menyatakan, lele phiton sebenarnya merupakan hasil silangan antara lele eks Thailand dengan lele dumbo Afrika.
Ciri khasnya antara lain bermulut kecil, kumis panjang, kepala kecil, badan bulat dan panjang serta mempunyai punuk di kepala. Bagian atas lele phiton berwarna hijau kecoklatan, punggung atas sampai pangkal ekor hijau kehitaman, loreng berwarna hijau kecoklatan, bagian bawah sampai pangkal ekor ekor berwarna putih cerah.
"Rasanya lebih gurih dibandingkan yang lain," ujar Aji Satria Perambah Jati, salah satu personel kelompok SKA. Keunggulan lainnya, jelas Aji lagi, masa pertumbuhan phiton lebih singkat. Dari ukuran benih 7-8 cm membutuhkan waktu 50 sampai 55 hari pemeliharaan untuk mencapai ukuran konsumsi. Sementara pemeliharaan ukuran benih 9-10 cm hanya butuh waktu 40-45 hari hingga mencapai masa panen. Bandingkan pada pembesaran lele dumbo, dengan benih ukuran yang sama bisa jadi memakan waktu bulanan untuk mencapai panen.
Di samping itu, dari berbagai uji kelayakan, lele phiton terbukti sangat tepat dibudidayakan di lingkungan dengan suhu dan alam yang ekstrim. "Lele phiton cocok untuk dibudidayakan di daerah bersuhu dingin seperti Pandeglang, karena dia tercipta sesuai dengan kondisi alam yang bersuhu fluktuatif," imbuh lelaki yang pernah mencicipi kuliah di sastra Jepang ini mantap.
Subsidi Benih
Atas keberhasilannya mengembangkan lele phiton, maka kelompok SKA ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan subsidi benih dengan koordinator pelaksana BBAT (Balai Budidaya Air Tawar) Sukabumi. "Pada 2006 kemarin, kami sudah mengeluarkan 485.000 ekor benih, dan semuanya dibeli oleh pusat," ungkap Wawan Setyawan, Ketua Kelompok SKA.
Tak hanya itu, keberhasilan tim SKA mengembangkan lele phiton di Pandeglang ternyata juga sudah diendus oleh pihak swasta. Wawan mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani MOU kerjasama pengembangan lele phiton di Sumatera Utara dengan PT Mabar Feed Indonesia, pabrik pakan ternak yang berpusat di Sumatera Utara. Dalam hal itu, PT Mabar meminta kelompok SKA untuk memberikan asistensi teknis terkait budidaya lele phiton serta menyiapkan kebutuhan induk yang diperlukan bagi pengembangannya. Sebagai tahap awal, 150 ekor induk telah diterbangkan dari Pandeglang ke Sumatera Utara.
Lebih lanjut menurut Wawan permintaan benih lele phiton juga kian membludak, perhitungannya mencapai 4 juta perbulan! Sayang, derasnya permintaan tersebut tak dapat sepenuhnya teratasi karena produsen benih phiton masih sangat sedikit. Sementara Wawan mengaku baru bisa produksi benih 150 ribu perbulan. Hal ini juga terkait dengan komitmen kelompok SKA dalam tetap mempertahankan kualitas induk lele phiton. "Belajar dari pengalaman lele dumbo, kami belum berani melepas induk phiton tanpa memberikan SOP (Standar Operational Procedure) budidaya. Sehingga benih yang beredar masih sangat terbatas, itupun hanya di wilayah Banten dan sekitarnya saja," paparnya.
Tetapi untuk tahun 2007 ini Wawan bertekad akan meningkatkan produksi benih phiton hingga mencapai 500 ribu perbulan. "Usaha pembenihan lele phiton sekarang sudah masuk wilayah industri. Bayangkan, semua benih yang ada di sini telah dipesan!" tegas Wawan sambil menunjukkan kolam pembenihan mereka yang berukuran sekitar 1 Ha. Untuk benih phiton tersebut, ada dua jenis ukuran yang dijual yaitu ukuran 7-8 cm seharga Rp 150,- perekor dan ukuran 9-10 cm seharga Rp 175,- perekor.
Himawan
Home Level

Post: 15
 
Reputasi: 1

indonesia: Sebelumnya Solve Answer





Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

saya berada dijawa timur, saya pingin coba pake jenis lele sangkuriang..dimana saya bisa dapet bibitnya..?mksh
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

hiii
sekarang aku lagi nayri data tentang lele sangkuriang.karena sekarang aku lagi belajar tentang genetika.dan aku tertarik dengan komoditas ini.karena hanya memainkan cross pada anakannya sehingga mendapatkan kualitas yang lebih bagus. tapi yang kalo boleh tanya sebanarnya indukan lele sakurinag ini apa lel lokal atau dari lele jumbo buat jadi parentnya????
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

djual areal tanah u/ peternakan lele,Ls;2ha,ls bangunan 500/m.contac:085691588028.dg;bp.jemslim(pemilik)
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

djual areal tanah u/ peternakan lele,Ls;2ha,ls bangunan 500/m.contac:085691588028.dg;bp.jemslim(pemilik)
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

minta info untuk bibit lele sangkuriang dong. saya masih pemula. mohon dibantu.
thanks
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #10   Report Post  

Bls: BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)

Mohon bantuannya, Pak. dimana saya bisa mendapatkan indukan lele sangkuriang yang berkualitas ? saya tinggal di madiun. mohon di emailkan ke dwihadi_prayitno@yahoo.co.id. terima kasih banyak atas bantuannya
Home Level

Post: 1
 
Reputasi: 0

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Budidaya TOGA dapat memacu usaha di bidang obat-obatan herbal nurcahyo Kesehatan 2
Banyak Kendala Budidaya Jagung Hibrida nurcahyo Flora, Pertanian & Perkebunan 2
Pencok Lele andy_baex Memasak & Makanan 2


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.