Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #101   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Viral, Warga Kramatjati Protes Rumahnya Ditempel Stiker Agus-Sylvi


Curahan hati warga Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Tetty Pataresia tentang rumahnya yang ditempeli stiker pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta ramai dibicarakan di media sosial. Tetty mengaku didata sebagai pemilih salah satu pasangan calon, meski dia sebenarnya memilih calon lain.

Curhat itu dibeberkan lewat akun Facebook Pataresia Tetty pada Kamis (29/12) yang lalu. Hingga Sabtu (31/12/2016) hari ini, cerita Tetty sudah dibagikan sebanyak 4.325 kali.

Tetty bercerita bahwa dia didatangi oleh perempuan yang mengaku petugas dari kelurahan untuk pendataan pemilih Pilgub DKI 2017. Padahal, Tetty dan sang ayah sudah didata oleh KPU sebulan lalu dan mendapat stiker sebagai bukti terdaftar sebagai pemilih resmi.

Perempuan tersebut mencatat nama Tetty dan sang ayah di balik stiker. Setelah bagian belakang stiker yang berisi data namanya dilepas, stiker itu ditempel di kaca jendela rumah Tetty.

"Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1," tulis Tetty di akun Facebook.

Tetty sempat mendebat perempuan tersebut karena dia tidak akan memilih pasangan calon nomor 1, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, di Pilgub DKI 2017 mendatang. Dia menilai hal itu merupakan pelanggaran yang bisa diusut Bawaslu.

Namun, perempuan itu mengaku hanya menjalankan tugas untuk mendata. Perempuan itu juga memberikan brosur dan kalender bergambar Agus-Sylvi.

detikcom kemudian mendatangi rumah Tetty di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mengecek kebenaran cerita viral itu. Tetty membenarkan kemudian menunjukkan stiker Agus-Sylvi yang ditempel di kaca rumahnya. Dia juga bercerita tentang sosok perempuan yang mendatangi rumahnya tersebut.

"Dia masih 1 RT, dia suka ngebantu ibu RT, mau ngedata apa, gitu suka bantu bantu kegiatan kegiatan RT. Kalau ada pemeriksa jentik, dia suka ngebantu Ibu RT," ucap Tetty yang merupakan ibu rumah tangga ini.


Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Tetty di depan rumahnya yang ditempeli stiker Agus-Sylvi

Tetty tinggal di kontrakan yang terdiri dari 11 rumah. Dia menyebut rumah lain juga ditempeli stiker yang sama. Dari peristiwa ini, Tetty khawatir pendataan ini nantinya disalahgunakan saat hari pemilihan.

"Saya khawatir. Ini saya didata, yang bukan pemilih orang sini juga didata. Paslon ini jadi punya data akurat pendukung dia, tapi nanti begitu di TPS, kalau pemilih enggak sama hasilnya, digugat sama timsesnya," ungkapnya.

Juru bicara Timses Agus-Sylvi, Rico Rustombi yang dikonfirmasi soal cerita ini mengatakan bahwa timses selama ini hanya mencocokkan data pemilih yang dikeluarkan KPUD dengan kondisi lapangan. Soal penempelan stiker, dia belum bisa memastikan kebenarannya.

"Relawan kali ya, saya nggak tahu itu. Kalau dari tim nggak ada (nempel stiker). Kalau data TPS pasti (kita lakukan pengecekan). Kalau memang dari tim kita, kita tak punya program seperti itu," kata Rico kepada wartawan di RT 11 RW 04 Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).


sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584

       





Reply With Quote     #102   Report Post  

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara
.
Ali bin Abi Thalib ra
pincalang_dewa pincalang_dewa is offline
Home Level

Post: 6
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #103   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Begini Cerita Kader PDIP Saat Dikeroyok di Jelambar


Widodo didampingi istrinya saat di rumah sakit. Foto: Bartanius Doni

Widodo, salah satu ketua ranting PDIP harus dirawat di rumah sakit lantaran dikeroyok sejumlah orang. Dia bercerita saat kejadian tidak ada tetangga yang mau menolongnya.

"Saya lagi di warung kopi, tiba-tiba ada ormas FPI teriak haram, saya bilang tidak haram. Temennya bilang hajar, HP saya jatoh, saya mau ambil, dihajar lagi," cerita Widodo, di RS Royal Taruma, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2017).

"Ada yang mau misahin, ada yang bilang 'jangan pisahin, habisin aja'," lanjutnya bercerita.

Setelah dirinya dikeroyok, Widodo mengaku tidak ada tetangganya yang segera menolong. "Tetangga juga enggak ada yang nolong. Tetangga buang muka lah gitu," ucapnya.

Widodo menduga, kejadian itu didasari pada pilihan politiknya yang tidak sama dengan tetangga-tetangganya. Atas kejadian itu, hari ini dirinya dikunjungi oleh pasangan Ahok-Djarot serta Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Pak Ahok niat blusukan ke situ, sekalian aja katanya. Kalau Pak Djarot ngenalin saya," ujarnya yang saat itu mengenakan kemeja kotak-kotak.

Widodo pun merasa tidak dihargai oleh teman-temannya. Padahal menurutnya, dirinya sering aktif di musala. "Saya aktif di musala, tapi masih diginiin aja. Ibaratnya, enggak dihargai," pungkasnya.

Istri Widodo Maafkan Pelaku

Umi Utamimah (29), istri dari Widodo, merasa sedih dan terkejut ketika tahu suaminya dikeroyok. Namun, Umi sudah memaafkan perbuatan pelaku pengeroyokan suaminya.

"Memaafkan, tapi harus ditindaklanjuti. Hukum seberat-beratnya biar dia ngerasain gimana sakitnya, orang dari sehat bisa bonyok kayak gini," ungkap Umi yang berada di samping suaminya.

Umi menceritakan saat kejadian dirinya sedang tidur. Namun ia dibangunkan oleh mertua dan kakaknya.

"Sama mamak (ibu) mertua, sama kakak, soalnya kunci juga dibawa sama dia (Widodo). Kakak bilang, 'Dik, itu Wiwid (Widodo) digebukin sama orang berdarah-darah'," cerita Umi.

Sontak, Umi pun bergegas mengantar Widodo dengan menggunakan mobil milik Ilyas, yang juga salah satu relawan Ahok-Djarot. Malam itu juga Widodo dibawa ke kantor polisi dan ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk divisum.

"Saya pas nganterin dia ke mobil mau dibawa ke RS (rumah sakit), saya tahu itu tersangkanya siapa," imbuhnya.

Umi mengaku tidak akan melarang Widodo untuk ikut dalam kegiatan politik ini, tapi malah lebih semangat. Namun dia menyayangkan adanya insiden yang melukai demokrasi Indonesia ini.

"Sedih ngelihat suami saya begitu, enggak punya perasaan. Kita di sini sama-sama manusia, kita kan punya hak asasi manusia sendiri," pungkasnya.

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584






Reply With Quote     #104   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Curi Perhatian Saat Debat Cagub DKI, Ira Koesno Sempat Gugup


Moderator Ira Koesno mencuri perhatian saat memimpin jalannya debat perdana Cagub-Cawagub DKI Jakarta. Namun, Ira mengakui sempat merasa gugup.

"Rasanya mungkin yang lebih tegang pasangan calon ya, kalau saya selalu berpikir bintangnya mereka. Saya ini katalisator mereka, harus kuat, harus bersinar," kata Ira di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) malam.

Ira menjelaskan, yang membuat dia sempat merasa gugup karena harus menjaga agar para pendukung masing-masing calon tetap tertib dalam mengikuti debat.

"Mungkin agak lebih gugup untuk menjaga supaya pendukung paslon ini sesuai dengan tata tertib sehingga bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu karena durasinya ya," ujarnya.

Ira mengatakan, pada akhirnya masyarakat akan mengambil apa yang disampaikan para kandidat. Warga disebutnya akan memilih yang terbaik dari yang disampaikan tiga pasangan calon tersebut.

Ira tidak lagi menjadi moderator pada debat selanjutnya. Dia berharap debat kedua dapat berjalan lebih tajam.

"Agar lebih tajam. Sesi 4 dan 5 itu harusnya lebih tajam," katanya.

Ira mengungkapkan, keterbatasan durasi menjadi kendala untuk menajamkan debat. Apalagi, moderator tidak diperbolehkan menajamkan di tengah-tengah sesi.

"Karena hitungan keadilan itu dari timsesnya berdasarkan durasi waktu yang agak lebih menyulitkan, dan ini kultur Indonesia sekali di mana hitungan keadilan masih seperti itu," tuturnya.

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584






Reply With Quote     #105   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

KPU Puas dengan Debat Perdana Pilgub DKI



Debat perdana Pilgub DKI yang berlangsung tadi malam berjalan dengan lancar. Ketua KPU DKI Sumarno mengaku puas melihat jalannya debat yang diikuti 3 pasangan cagub cawagub tersebut.

"Ya alhamdulillah sudah cukup puas ya, debat cukup sukses, semua pasangan calon hadir dan pendukungnya juga tertib," kata Sumarno usai debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).

"Walaupun ya lebih euforia saya kira itu bagian dari dinamika demokrasi kita tapi masih dalam koridor yang kita harapkan," tambahnya.

Melihat adanya sindiran-sindiran yang saling dilontarkan oleh paslon satu sama lain, Sumarno tak mempermasalahkannya. Selama tidak menyinggung hal sensitif menurutnya saling menyindir dalam debat tersebut masih dapat ditolerir.

"Enggak apa-apa, saya kira masih dalam koridor yang masih bisa ditolerir jadi kan tidak menyinggung personalnya, tidak menyinggung yang sangat sensitif," ujarnya.

Justru, debat yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu dinilainya sangat baik. Dia menilai saling kritik antara paslon sangat baik sebagai bentuk adu gagasan.

"Tapi terkiat dengan itu mengkritisi kebijakan, mengkritisi program, mengkritisi gagasan saya kira bagus sekali," tutupnya.

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584






Reply With Quote     #106   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Dua Dugaan Korupsi yang Seret Nama Sylviana Murni


Mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang juga Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Sylviana Murni usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/1/2017). Sylviana Murni di Periksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri mengendus adanya dugaan korupsi di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, polisi tengah mengusut dua dugaan korupsi di tingkat penyelidikan.
Peristiwa dugaan korupsi itu terbilang bukan hal anyar.

Diduga ada penyelewengan anggaran dalam pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, yang dibangun sekitar 2011-2012.

Kasus lainnya yakni dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta untuk Kwarda Pramuka Jakarta tahun 2014 dan 2015.

Kini dua dugaan korupsi yang melibatkan Sylviana Murni itu dilaporkan dan diselidiki pada waktu yang hampir berbarengan.

Dua kasus ini seolah tak mau kalah dengan panasnya momentum Pilkada serentak pada Februari 2017 mendatang.

Kasus ini pun dianggap kontroversial karena Sylviana Murni merupakan calon wakil gubernur yang mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono.

Dugaan korupsi pembangunan masjid

Masjid ini pertama kali dibangun pada 2010 di kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Saat itu, birokrat yang menjabat adalah Sylviana Murni.

Masjid berlantai dua itu dibangun dengan menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2010 sebesar Rp 27 miliar.

Pada 2011 ada tambahan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar.

Akhirnya masjid itu selesai dibangun dan diresmikan oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 30 Januari 2011.

Saat itu, kursi Wali Kota Jakarta Pusat telah bergulir ke Saefullah yang kini merupakan Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

Dalam penyelidikan ini, Saefullah telah dimintai keterangan oleh polisi.

Belakangan, diketahui bahwa audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai ada kelebihan anggaran sebesar Rp 108 juta dari pembangunan Masjid Al Fauz tahun 2011.

Pemkot Jakarta Pusat disebut sudah mengembalikan kelebihan anggaran tersebut ke kas daerah.

Penyelidik menemukan indikasi awal adanya penyimpangan dalam pembangunan masjid tersebut.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, diduga ada kerugian negara akibat ketidaksesuaian spesifikasi saat kontrak dan saat sudah dibangun.

Setelah bangunan itu jadi, spesifikasinya ternyata diturunkan dari kesepakatan.

Selain itu, ada dugaan proyek ini tak dikerjakan secara satu kesatuan.

"Pada umumnya pekerjaan itu dikerjakan satu paket, tapi dibagi-bagi dalam finishing," kata Ari di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Petugas sempat beberapa kali mendatangi Masjid Al Fauz untuk melakukan cek fisik.
Bahkan salah satu tiang masjid dibongkar untuk melihat konstruksinya.

Sylvi kemudian dikonfirmasi soal pernyataan Saefullah yang menyebut bahwa penandatanganan kontrak pembangunan Masjid Al Fauz dengan kontraktor dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Rospen Sitindjak.

Saat itu, Sylvi tengah mengikuti pelatihan selama sembilan bulan di Lemhannas.

"Ya, kamu sudah tahu berarti," kata Sylviana.

Dugaan korupsi dana bansos

Penyelidikan ini diketahui setelah beredarnya surat undangan permintaan keterangan terhadap Sylvi.

Penyelidik akan meminta keterangan Sylvi pada (20/1/2017) ini terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bansos untuk Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun 2014 dan 2015.

Diketahui, Sylvi merupakan Ketua Kwarda DKI Jakarta periode 2013-2018 yang dilantik pada Februari 2014.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, penyelidik butuh keterangan dari Sylvi karena diduga memiliki informasi berkaitan dengan pengelolaan dana tersebut.

Undangan tersebut dilayangkan dalam bentuk surat bernomor B/Pk-86/2017/Tipidkor.
Penyelidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sprin.lidik/04/I/2017/Tipidkor tanggal 6 Januari 2017 sesuai Laporan Informasi Nomor: LI/46/XI/2016/Tipidkor tanggal 24 November 2016.

Dianggap politis

Sejumlah pihak menganggap munculnya kasus ini berlatar belakang politis.
Bahkan, pasangan Sylviana dalam Pilkada serentak DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, berpandangan demikian.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul membantah anggapan tersebut.

Menurut dia, laporan masyarakat bisa ditindaklanjuti polisi jika memuat bukti saat pelaporan.

"Bagi masyarakat yang melapor tentu kami terima. Ada yang bisa ditindaklanjuti, ya akan kami ditindaklanjuti. Kalau tidak, ya tidak," kata Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Martinus mengatakan, ada anggaran sebesar Rp 6,8 miliar dari bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta, masing-masing untuk tahun 2014 dan 2015.

Kemudian, ada laporan dugaan penyelewengan pengelolaan dana bansos tersebut.
"Patut diduga ada dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau tindak pidana korupsi," kata Martinus.

Saat ditanya perihal penyelidikan tersebut, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu itu menilai, pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015 seharusnya tidak dipermasalahkan.

Sylviana khawatir hal itu bisa berdampak pada para pengurus Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

"Jangan diperbesar. Kasihan teman-teman Pramuka yang sudah bekerja dengan ikhlas," kata Sylvi.

Mengenai pemanggilannya ke Bareskrim Polri, Sylvi berjanji akan menaati peraturan dengan kooperatif memenuhi panggilan polisi.

"Insya Allah sebagai warga negara yang baik pasti mengerti betul apa urusan hukum. Saya siap ikuti aturan dan saya sangat kooperatif soal itu," kata Sylvi.

(Kompas.com/Ambaranie Nadia Kemala Movanita)
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584






Reply With Quote     #107   Report Post  

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Kutip:
Oleh spirit View Post
Viral, Warga Kramatjati Protes Rumahnya Ditempel Stiker Agus-Sylvi


Curahan hati warga Kramatjati, Jakarta Timur, bernama Tetty Pataresia tentang rumahnya yang ditempeli stiker pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta ramai dibicarakan di media sosial. Tetty mengaku didata sebagai pemilih salah satu pasangan calon, meski dia sebenarnya memilih calon lain.

Curhat itu dibeberkan lewat akun Facebook Pataresia Tetty pada Kamis (29/12) yang lalu. Hingga Sabtu (31/12/2016) hari ini, cerita Tetty sudah dibagikan sebanyak 4.325 kali.

Tetty bercerita bahwa dia didatangi oleh perempuan yang mengaku petugas dari kelurahan untuk pendataan pemilih Pilgub DKI 2017. Padahal, Tetty dan sang ayah sudah didata oleh KPU sebulan lalu dan mendapat stiker sebagai bukti terdaftar sebagai pemilih resmi.

Perempuan tersebut mencatat nama Tetty dan sang ayah di balik stiker. Setelah bagian belakang stiker yang berisi data namanya dilepas, stiker itu ditempel di kaca jendela rumah Tetty.

"Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1," tulis Tetty di akun Facebook.

Tetty sempat mendebat perempuan tersebut karena dia tidak akan memilih pasangan calon nomor 1, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, di Pilgub DKI 2017 mendatang. Dia menilai hal itu merupakan pelanggaran yang bisa diusut Bawaslu.

Namun, perempuan itu mengaku hanya menjalankan tugas untuk mendata. Perempuan itu juga memberikan brosur dan kalender bergambar Agus-Sylvi.

detikcom kemudian mendatangi rumah Tetty di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mengecek kebenaran cerita viral itu. Tetty membenarkan kemudian menunjukkan stiker Agus-Sylvi yang ditempel di kaca rumahnya. Dia juga bercerita tentang sosok perempuan yang mendatangi rumahnya tersebut.

"Dia masih 1 RT, dia suka ngebantu ibu RT, mau ngedata apa, gitu suka bantu bantu kegiatan kegiatan RT. Kalau ada pemeriksa jentik, dia suka ngebantu Ibu RT," ucap Tetty yang merupakan ibu rumah tangga ini.


Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Tetty di depan rumahnya yang ditempeli stiker Agus-Sylvi

Tetty tinggal di kontrakan yang terdiri dari 11 rumah. Dia menyebut rumah lain juga ditempeli stiker yang sama. Dari peristiwa ini, Tetty khawatir pendataan ini nantinya disalahgunakan saat hari pemilihan.

"Saya khawatir. Ini saya didata, yang bukan pemilih orang sini juga didata. Paslon ini jadi punya data akurat pendukung dia, tapi nanti begitu di TPS, kalau pemilih enggak sama hasilnya, digugat sama timsesnya," ungkapnya.

Juru bicara Timses Agus-Sylvi, Rico Rustombi yang dikonfirmasi soal cerita ini mengatakan bahwa timses selama ini hanya mencocokkan data pemilih yang dikeluarkan KPUD dengan kondisi lapangan. Soal penempelan stiker, dia belum bisa memastikan kebenarannya.

"Relawan kali ya, saya nggak tahu itu. Kalau dari tim nggak ada (nempel stiker). Kalau data TPS pasti (kita lakukan pengecekan). Kalau memang dari tim kita, kita tak punya program seperti itu," kata Rico kepada wartawan di RT 11 RW 04 Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).


sumber
oh ga tahu siapa yang nempel stiker itu dijendela rumahnya ya?









Kutip:
Oleh spirit View Post
Begini Cerita Kader PDIP Saat Dikeroyok di Jelambar


Widodo didampingi istrinya saat di rumah sakit. Foto: Bartanius Doni

Widodo, salah satu ketua ranting PDIP harus dirawat di rumah sakit lantaran dikeroyok sejumlah orang. Dia bercerita saat kejadian tidak ada tetangga yang mau menolongnya.

"Saya lagi di warung kopi, tiba-tiba ada ormas FPI teriak haram, saya bilang tidak haram. Temennya bilang hajar, HP saya jatoh, saya mau ambil, dihajar lagi," cerita Widodo, di RS Royal Taruma, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2017).

"Ada yang mau misahin, ada yang bilang 'jangan pisahin, habisin aja'," lanjutnya bercerita.

Setelah dirinya dikeroyok, Widodo mengaku tidak ada tetangganya yang segera menolong. "Tetangga juga enggak ada yang nolong. Tetangga buang muka lah gitu," ucapnya.

Widodo menduga, kejadian itu didasari pada pilihan politiknya yang tidak sama dengan tetangga-tetangganya. Atas kejadian itu, hari ini dirinya dikunjungi oleh pasangan Ahok-Djarot serta Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Pak Ahok niat blusukan ke situ, sekalian aja katanya. Kalau Pak Djarot ngenalin saya," ujarnya yang saat itu mengenakan kemeja kotak-kotak.

Widodo pun merasa tidak dihargai oleh teman-temannya. Padahal menurutnya, dirinya sering aktif di musala. "Saya aktif di musala, tapi masih diginiin aja. Ibaratnya, enggak dihargai," pungkasnya.

Istri Widodo Maafkan Pelaku

Umi Utamimah (29), istri dari Widodo, merasa sedih dan terkejut ketika tahu suaminya dikeroyok. Namun, Umi sudah memaafkan perbuatan pelaku pengeroyokan suaminya.

"Memaafkan, tapi harus ditindaklanjuti. Hukum seberat-beratnya biar dia ngerasain gimana sakitnya, orang dari sehat bisa bonyok kayak gini," ungkap Umi yang berada di samping suaminya.

Umi menceritakan saat kejadian dirinya sedang tidur. Namun ia dibangunkan oleh mertua dan kakaknya.

"Sama mamak (ibu) mertua, sama kakak, soalnya kunci juga dibawa sama dia (Widodo). Kakak bilang, 'Dik, itu Wiwid (Widodo) digebukin sama orang berdarah-darah'," cerita Umi.

Sontak, Umi pun bergegas mengantar Widodo dengan menggunakan mobil milik Ilyas, yang juga salah satu relawan Ahok-Djarot. Malam itu juga Widodo dibawa ke kantor polisi dan ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk divisum.

"Saya pas nganterin dia ke mobil mau dibawa ke RS (rumah sakit), saya tahu itu tersangkanya siapa," imbuhnya.

Umi mengaku tidak akan melarang Widodo untuk ikut dalam kegiatan politik ini, tapi malah lebih semangat. Namun dia menyayangkan adanya insiden yang melukai demokrasi Indonesia ini.

"Sedih ngelihat suami saya begitu, enggak punya perasaan. Kita di sini sama-sama manusia, kita kan punya hak asasi manusia sendiri," pungkasnya.

sumber
waha namanya widodo & pakai baju kotak2, sekilas seperti nama orang no.1 di Indonesia aja












Kutip:
Oleh spirit View Post
Curi Perhatian Saat Debat Cagub DKI, Ira Koesno Sempat Gugup


Moderator Ira Koesno mencuri perhatian saat memimpin jalannya debat perdana Cagub-Cawagub DKI Jakarta. Namun, Ira mengakui sempat merasa gugup.

"Rasanya mungkin yang lebih tegang pasangan calon ya, kalau saya selalu berpikir bintangnya mereka. Saya ini katalisator mereka, harus kuat, harus bersinar," kata Ira di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) malam.

Ira menjelaskan, yang membuat dia sempat merasa gugup karena harus menjaga agar para pendukung masing-masing calon tetap tertib dalam mengikuti debat.

"Mungkin agak lebih gugup untuk menjaga supaya pendukung paslon ini sesuai dengan tata tertib sehingga bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu karena durasinya ya," ujarnya.

Ira mengatakan, pada akhirnya masyarakat akan mengambil apa yang disampaikan para kandidat. Warga disebutnya akan memilih yang terbaik dari yang disampaikan tiga pasangan calon tersebut.

Ira tidak lagi menjadi moderator pada debat selanjutnya. Dia berharap debat kedua dapat berjalan lebih tajam.

"Agar lebih tajam. Sesi 4 dan 5 itu harusnya lebih tajam," katanya.

Ira mengungkapkan, keterbatasan durasi menjadi kendala untuk menajamkan debat. Apalagi, moderator tidak diperbolehkan menajamkan di tengah-tengah sesi.

"Karena hitungan keadilan itu dari timsesnya berdasarkan durasi waktu yang agak lebih menyulitkan, dan ini kultur Indonesia sekali di mana hitungan keadilan masih seperti itu," tuturnya.

sumber
Ira Koesno sekarang kerja di statsiun tv apa ya, atau lagi ga di manapun?
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.073
 
Reputasi: 127






Reply With Quote     #108   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post

Ira Koesno sekarang kerja di statsiun tv apa ya, atau lagi ga di manapun?
Terakhir Ira Koesno memilih untuk bergabung dengan TV One, televisi pimpinan Karni Ilyas, mantan atasannya ketika masih bekerja di SCTV. Dan sekarang sudah tak jadi presenter. Memimpin Media & PR practitioner, own a communication strategic company.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584






Reply With Quote     #109   Report Post  

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

kalau sudah seprti ini memang sudah sangat syarat dengan politisi, kasus kasus lama atau bahkan diada adakannya kasus, untuk menjatuhkan lawan politik,, yang membuat ane heran malah, kenapa petahana itu masih ngotot untuk maju jadi DKI 1 lagi, katanya jadi gubernur itu nggak enak, tapi koq masih mau lagi
ibamfx
ibamfx ibamfx is offline
National Level

Post: 756
 
Reputasi: 17






Reply With Quote     #110   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Hiruk-pikuk Pilkada DKI Jakarta

3 Persiapan Tina Talisa Jelang Jadi Moderator Debat Pilgub DKI


Presenter kenamaan Tina Talisa akan menjadi moderator debat ke-2 calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang akan digelar Jumat (27/1/2017) lusa. Bersama Eko Prasojo, mojang kelahiran Bandung 24 Desember 1979 itu akan memandu debat yang rencananya akan berlangsung selama 120 menit.

Dua hari menjelang debat, apa saja persiapan Tina?

Tina mengaku ada tiga hal yang dia persiapkan yakni: pikiran, fisik dan mental. Persiapan pikiran, Tina melakukannya dengan mempelajari visi dan misi ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Dari sisi pikiran, saya kan sudah pernah membaca visi misi pasangan calon nomor urut 1, 2 dan 3. Kini saya pelajari lagi, tentunya berkaitan dengan tema debat," kata Tina saat berbincang dengan detikcom, Rabu (25/1/2017).

"saya perhatiin sekali subtansi konten masing-masing kandidat," tambah perempuan yang di tahun 2012 pernah menyabet penghargaan Panasonic Gobel Award 2012 untuk kategori Presenter Talkshow Berita dan Informasi Terfavorit itu.

Dari sisi fisik, Tina akan mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan. Apalagi saat ini tengah hamil muda dan durasi debat nanti sampai 120 menit dan lebih lama dari sebelumnya. "Saya jaga kesehatan banget apalagi durasi debat kali ini lebih lama dan saya lagi hamil. Saya harus memastikan sebelum debat dalam kondisi fit," kata Tina.

Tak lupa, alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung itu mempersiapkan mental. Tina menyadari bahwa suasana dan antusiasme pendukung pasanan calon di debat Pilgub DKI sangat luar biasa.

Hal itu bisa dilihat saat debat pertama yang dipandu oleh Ira Koesno. Saat itu Ira beberapa kali mengingatkan pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk menahan diri. Suasana dan antusiasme pendukung dipastikan tetap luar biasa di debat kedua nanti.

Untuk itulah Tina akan mempersiapkan mental untuk bisa mengelola suasana debat agar tetap lancar. "Persiapan mental lebih dengan mengelola suasana supaya lancar, supata pasangan calon bisa menyampaikan gagasannya untuk Jakarta dan masyarakat bisa mendengarkan yang terbaik dari mereka (Paslon)," tutur Tina.

Debat kedua cagub-cawagub DKI nanti akan mengangkat tema besar 'Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik serta Penataan Kawasan Perkotaan'. Tempat penyelenggaraan debat masih berlokasi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.759
 
Reputasi: 1584

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 75
abraham.moses, adejangkung, adienoviyani, agaricprobacklink, agia, agungsuhada, akbar54, Andre777, ariefsy84, Arislogistic, asklopolke, baihaqiposts, bogel88, bogelwin, butuhtidur, cetakankue, cie, darylfarahik, Den_Machmood, dirmanrich, duatigalima, Elin_A, endarfernandes, faizal27, firman22, fxzulfa, given01, gustianalamsyah, hendisoit, herman51, hidayatulrafles, ibamfx, ibforexrebate, jandaidaman, jongol, jonikeren, Kalina, kembarpro, Maajidjati, mamagenit, mamagenitzz, meireas, MinnieLawson, mochsaini, Monaliz, Movistar, Mrudy97, msyahrul, n1ngs1h, naviriska, nuarigemintang, obanbagas, olshopku, panduahbar, pincalang_dewa, purwito, rezki_putra, rohman_suratman, rustesih, salmon, sarahseptian, siti321, syahrezaa, tokoshop046, Tonisanjaya, Tsanie, villaonline, vixitev, wevokloper, wijaya89, Yuu444, zhendriz
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Hiruk Pikuk Dunia Hukum di Tahun 2011 d-net Politik, Ekonomi & Hukum 1


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.