Macam-macam Teknik Sablon Kaos Manual

awfasehat

New member
Teknik sablon kaos manual adalah teknik yang paling terkenal dalam dunia percetakan dan penyablonan. Selain peralatannya yang sederhana dan terjangkau, kualitas dari sablon kaos manual memang belum dikalahkan . Bahkan setingkat sablon kaos digital sekalipun. Toh jika ada yang kualitasnya bagus, harganya pun tentu lebih murah sablon kaos dengan teknik manual.

Lain daripada itu , jasa yang menyelenggarakan kursus sablon kaos depok pun saat ini semakin banyak dan membuat jumlah jasa sablon kaos di Indonesia semakin meningkat. Hal ini pun berdampak pada jasa sablon kaos dengan teknik manual semakin berkembang.

Pada tulisan ini kami akan mencoba membahas sedikit ilmu dan mengulas secara lengkap tentang macam-macam sablon kaos manual. Beberapa Pada umumnya jenis sablon kaos manual yang akan kami ulas ini biasa digunakan oleh sebagian pelaku jasa sablon kaos yang berada di Indonesia.

Rubber atau Karet GL

Sablon jenis ini merupakan salah satu jenis sablon manual yang paling populer dipakai. Sesuai namanya, rubber adalah sablon kaos memiliki bahan dasar karet ini mempunyai tingkat elastisitas dan kerapatan yang di atas rata-rata . Alhasil , rubber pun dapat menutup permukaan warna kain dengan sempurna . Tak heran jika rubber semakin difavoritkan karena sangat cocok dipakai untuk menyablon kain kaos dengan warna berbagai macam.

---------------------------------------------------------

Tidak hanya dimanfaatkan untuk sablon utama, umumnya sablon rubber digunakan sebagai underbase. Underbase adalah istilah tinta dasar yang digunakan sebagai pelindung warna kain sebelum penyablonan warna yang lain . Underbase biasanya berlaku pada kaos hitam dan kaos berwarna gelap lainnya.

Selain fleksibel dan elastis, keunggulan lainnya dari cat sablon ini yaitu lebih tahan lama dan bisa disetrika. Bahkan jika dilapisi dengan coating atau lapisan tambahan lain , maka cat rubber yang usai disablon dapat sesuai dengan kelenturan kain dan berdaya tahan lebih lama.

Pigmen

Pigmen adalah bubuk pewarna tinta sablon yang memiliki sifat meresap pada serat kain. Jenis sablon ini cuma bisa digunakan untuk bahan kaos yang memiliki warna terang saja. Bahannya tidak bisa disablon pada kain kaos yang memiliki warna gelap. Karena karakternya tidak kuat menyaingi
karakter pewarna serat kaos. Akibatnya warna yang dibawa tinta pigmen pun tidak muncul.

Disebabkan memiliki karakter tipis dan mudah menyerap , biasanya pada kaos bersablon pigmen akan lebih tetap kelihatan tekstur kainnya meskipun sudah disablon. Warna yang dihasilkan oleh cat pigmen memang lebih rata dan solid jika dibandingkan dengan tinta lain. Sablon pigmen sangatlah cocok untuk diterapkan pada desain kaos yang besar atau lebar, ini dikarenakan hanya menggunakan sedikit tinta sablon.

Superwhite

Nyaris serupa dengan sablon pigmen, sablon semacam ini memiliki karakter tembus serat kain. Perbedaannya adalah , tinta sablon superwhite bersifat lebih transparan dan bisa diterapkan pada kain yang memiliki gelap. Tinta sablon superwhite memiliki dua macam varian, yaitu white untuk tinta putih dan color tinta warna lain.

Satu ciri khas yang dihasilkan tinta model ini adalah warnanya yang bersifat pudar (turun warna). Hal ini menjadikan Superwhite sangat sesuai untuk digunakan sebagai desain vintage yang memiliki nuansa oldschool. Tinta Superwhite juga bisa dikelola menjadi tinta sablon manual jenis discharge apabila dicampur dengan komposisi tertentu.

Plastisol

Jenis sablon ini adalah jenis tinta sablon berbasis minyak / PVC (oil based). Salah satu keunggulan sablon plastisol yang tidak dipuyai jenis sablon lain ialah kemampuannya untuk mencetak dot atau raster berukuran super kecil dengan hasil yang baik .

Sayangnya Sablon Plastisol menjadi salah satu jenis sablon yang tinggi harga bahan baku dan biaya peralatannya. Hasil sablonan Plastisol yang tidak bisa kering di bawah suhu 160 derajat celcius membuat Plastisol memerlukan peralatan tambahan dalam proses pengeringan .

Agar pengeringan berjalan dengan maksimal, setidaknya tinta sablon ini butuh tambahan peralatan seperti conveyor curing, flash curing, sinar infra merah atau hot gun. Sebab tinta ini berbasis minyak dan tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Setelah proses pengeringan dengan benar, barulah tinta plastisol ini menyimpan daya rekat yang sangat prima .
 
Back
Top