Mengajak Anak Bicara Menstruasi Tanpa Membuatnya Malu
 
Go Back   Home > Psikologi & Self-Help

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online

Sponsored Links
 


 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Mengajak Anak Bicara Menstruasi Tanpa Membuatnya Malu

KOMPAS.com - Bila Anda dulu merasa malu untuk bertanya pada orangtua tentang menstruasi dan lebih suka membicarakannya pada teman sebaya, Anda tidak sendiri. Tema seks dan kesehatan reproduksi memang sering dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan antara anak dan orangtua.

Kini, jika Anda sudah menjadi orangtua, hilangkan rasa tabu untuk mulai membicarakannya dengan anak perempuan yang beranjak remaja. Bila bukan orangtua yang memberi informasi, anak bisa mencarinya dari sumber yang tidak tepat.

Para ahli mengatakan, cara kita membicarakan ini dengan anak perempuan berpengaruh besar di masa depan.

"Sebaiknya bicarakan lebih awal. Anggaplah tema ini sebagai pembicaraan biasa dengan anak," kata Naama Bloom pendiri HelloFlo.com.

Ia mengatakan, tak ada anak yang terlalu muda untuk mulai belajar tentang tubuhnya. Pada anak yang lebih kecil, beri penjelasan tentang bagian tubuh yang privat dan publik. Sesekali, sisipkan percakapan tentang bagaimana tubuh kita akan berubah saat memasuki usia pubertas.

"Ajarkan pada si kecil bahwa perbincangan seperti ini adalah hal yang wajar," katanya.

Para ahli psikologi mengatakan, sebaiknya diskusi tentang menstruasi dimulai sebelum anak mengalami menstruasi pertamanya. Dengan demikian, anak akan mengetahui apa yang akan terjadi, tidak merasa takut, atau sendirian.

Ingatkan si kecil bahwa setiap perempuan akan mengalami menstruasi dan itu sangat normal. Beri penjelasan dengan rinci, termasuk mengapa terkadang perut terasa nyeri, warna darah haid, atau payudara membesar sebelum haid.

Tapi, terkadang meski kita sudah berusaha senyaman mungkin membahas tema ini, anak perempuan Anda mungkin akan merasa sedikit canggung.

"Siasati rasa canggung itu dengan menghindari kontak mata karena itu bisa menambah tekanan. Obrolan di mobil atau sebelum tidur setelah lampu dimatikan mungkin saat yang tepat karena anak tidak merasa terlalu malu," katanya.

Ajarkan pula cara menggunakan pembalut yang benar dan cara menjaga higienitas organ kewanitaan.

Yang harus dipahami orangtua adalah membuka komunikasi secara terbuka dengan anak berarti Anda bisa mengontrol informasi yang harus ia ketahui tentang tubuhnya.

Di era internet seperti sekarang, anak-anak memang akan mencari informasi di google atau teman-temannya, tetapi suara orangtuanya yang menekankan bahwa ia adalah anak yang kuat dan perubahan yang terjadi pada tubuhnya adalah sesuatu yang normal, akan menjadi landasan positif di masa depan.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________

Recent Blog: My Best Peoples   
       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Kutip:
Oleh Kalina View Post
KOMPAS.com - Bila Anda dulu merasa malu untuk bertanya pada orangtua tentang menstruasi dan lebih suka membicarakannya pada teman sebaya, Anda tidak sendiri. Tema seks dan kesehatan reproduksi memang sering dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan antara anak dan orangtua.

Kini, jika Anda sudah menjadi orangtua, hilangkan rasa tabu untuk mulai membicarakannya dengan anak perempuan yang beranjak remaja. Bila bukan orangtua yang memberi informasi, anak bisa mencarinya dari sumber yang tidak tepat.

Para ahli mengatakan, cara kita membicarakan ini dengan anak perempuan berpengaruh besar di masa depan.

"Sebaiknya bicarakan lebih awal. Anggaplah tema ini sebagai pembicaraan biasa dengan anak," kata Naama Bloom pendiri HelloFlo.com.

Ia mengatakan, tak ada anak yang terlalu muda untuk mulai belajar tentang tubuhnya. Pada anak yang lebih kecil, beri penjelasan tentang bagian tubuh yang privat dan publik. Sesekali, sisipkan percakapan tentang bagaimana tubuh kita akan berubah saat memasuki usia pubertas.

"Ajarkan pada si kecil bahwa perbincangan seperti ini adalah hal yang wajar," katanya.

Para ahli psikologi mengatakan, sebaiknya diskusi tentang menstruasi dimulai sebelum anak mengalami menstruasi pertamanya. Dengan demikian, anak akan mengetahui apa yang akan terjadi, tidak merasa takut, atau sendirian.

Ingatkan si kecil bahwa setiap perempuan akan mengalami menstruasi dan itu sangat normal. Beri penjelasan dengan rinci, termasuk mengapa terkadang perut terasa nyeri, warna darah haid, atau payudara membesar sebelum haid.

Tapi, terkadang meski kita sudah berusaha senyaman mungkin membahas tema ini, anak perempuan Anda mungkin akan merasa sedikit canggung.

"Siasati rasa canggung itu dengan menghindari kontak mata karena itu bisa menambah tekanan. Obrolan di mobil atau sebelum tidur setelah lampu dimatikan mungkin saat yang tepat karena anak tidak merasa terlalu malu," katanya.

Ajarkan pula cara menggunakan pembalut yang benar dan cara menjaga higienitas organ kewanitaan.

Yang harus dipahami orangtua adalah membuka komunikasi secara terbuka dengan anak berarti Anda bisa mengontrol informasi yang harus ia ketahui tentang tubuhnya.

Di era internet seperti sekarang, anak-anak memang akan mencari informasi di google atau teman-temannya, tetapi suara orangtuanya yang menekankan bahwa ia adalah anak yang kuat dan perubahan yang terjadi pada tubuhnya adalah sesuatu yang normal, akan menjadi landasan positif di masa depan.
Iyaiya betul setujuuu lebih baik dengan suara org tua nya yg mengasih tau..
gustianalamsyah
gustianalamsyah gustianalamsyah is offline
National Level

Post: 1.518
 
Reputasi: 14






Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: Mengajak Anak Bicara Menstruasi Tanpa Membuatnya Malu

Sip.mantap ini bagus buat pembelajaran bagi ibu ibu yang memiliki anak perempuan.
giman001
giman001 giman001 is offline
National Level

Post: 554
 
Reputasi: 0

Reply
 

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.