Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post  

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

parah banget orang ga bersalah bisa dihukum bertahun'' . inila klo orang kecil pasti dijaja sm orang yg punya
Tonisanjaya Tonisanjaya is offline
Continent Level

Post: 4.083
 
Reputasi: 20

       





Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Korban Salah Tangkap Dihukum Lima Tahun Penjara


Ibunda korban salah tangkap, Nani (tengah) menunjukan foto korban salah tangkap bernama Didit saat konferensi pers di Gedung LBH, Jakarta, Minggu (3/1). --Foto: Antara--

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi menyatakan Didit Adi Priyatno, 27, bersalah dalam kasus tawuran yang menyebabkan satu orang tewas. Didit yang diduga menjadi korban salah tangkap akhirnya dihukum lima tahun penjara.

"Mengadili menyatakan meyakinkan bersalah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia," kata Hakim Ketua Suwarsa Hidayat saat membacakan vonis persidangan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Bekasi, (6/1/2016)

Dalam pengadilan tersebut, Hakim memvonis Didit lantaran terbukti melakukan pelanggaran pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan Didit agar dihukum selama enam tahun.

"Kematian korban tidak seluruhnya kontribusi kesalahan terdakwa. Korban meninggal dalam sebuah tawuran," ucap Suwarsa. "Menjatuhkan hukuman lima tahun terhadap terdakwa."

Dalam persidangan, Didit yang merupakan warga Margahayu, Bekasi Timur, terbukti menjadi tersangka pembunuh Yosafat Hutabarat, 19, pada Minggu, 21 Juni 2015 dini hari. Peristiwa ini terjadi seusai tawuran antara kelompok pemuda Margahayu dan warga Rawasemut.

Tawuran antara kelompok pemuda Margahayu dan kelompok warga Rawasemut itu berlangsung di SPBU Jalan Chairil Anwar, Kota Bekasi. Seusai tawuran, Yosafat yang sedang berjalan pulang ke rumah dibacok di bagian punggung hingga menembus ke dada oleh seorang pemuda.

Setelah Yosafat tersungkur, pemuda tersebut melarikan diri dengan sepeda motor. Didit kemudian dibekuk polisi pada Minggu pagi di rumah kontrakan yang dia jaga bersama lima orang lain. Namun, setelah melalui penyelidikan, polisi membebaskan lima orang tersebut dan menahan Didit yang ditetapkan menjadi tersangka.

Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang menjadi kuasa hukum Didit, Johanes Gea, mengatakan masih terdapat kejanggalan dalam kasus ini. Pasalnya, kata dia, polisi hanya mengejar pengakuan sehingga Didit merupakan korban salah tangkap.

"Polisi tidak melakukan pemeriksaan dengan metode ilmiah seperti pemeriksaan sidik jari dan tes darah untuk mengungkap pelaku pembunuhan," ucapnya sebelum persidangan.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.904
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #13   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap, Polisi Trauma


Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto, dua pengamen Cipulir korban salah tangkap -- MTVN/Arga Sumatri

Metrotvnews.com, Jakarta: Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto masih ingat betul kejadian pahit yang menimpa mereka pada akhir Juni 2013. Dua pemuda yang berprofesi pengamen itu tiba-tiba disergap dan digelandang polisi karena dituduh membunuh.

Nurdin sebenarnya malas mengingat kejadian pahit itu. Dia mengaku trauma dengan perlakuan yang diterimanya dari polisi.

Saat ditangkap, Nurdin mengaku sedang tertidur di sebuah warnet kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat. "Lagi tidur, dijambak, ditarik, dinjek-injek, diseret, dibawa ke mobil, tangan saya diiket," kata Nurdin sambil menahan tangis usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa, 9 Agustus 2016.

Berkali-kali Andro dan Nurdin meyakinkan polisi kalau mereka bukan pembunuh. Polisi bergeming. Keduanya tetap digiring ke Polda Metro Jaya.

Dua pengamen Cipulir itu kembali menerima kekerasan serupa saat di ruang penyidik. Bahkan, Nurdin mengaku disetrum agar mengaku membunuh Dicky Maulana.

"Suruh mandi, bersih-bersih. Abis itu masuk lagi, dipukulin lagi. Badan saya disetrum, dipaksa ngaku terus," imbuh dia.

Kisah Andro beda lagi. Polisi mulanya bilang pada Andro kalau ia digiring ke Mapolsek Kebayoran Lama hanya sebagai saksi. Posisi Andro saat dicokok memang tidak jauh dari lokasi pembunuhan.

Tapi, alih-alih hanya jadi saksi, Andro tak kunjung dipulangkan oleh polisi. "Sampai Maghrib di Polsek," kata Andro.

Saat di Polda, Andro bertemu Nurdin. Menurut Andro, mulut Nurdin saat itu dalam kondisi terlakban di ruangan penyidik.

Serupa dengan Nurdin, Andro juga dipaksa mengaku sebagai pembunuh oleh polisi. "Dipukulin juga," kata Andro.

Tak kuat dengan kekerasan yang mereka terima, Andro dan Nurdin terpaksa mengaku sebagai pembunuh Dicky. Keduanya pun masuk bui.


Dua pengamen Cipulir saat menjalani sidang -- MTVN/Arga Sumantri

Mereka terus diproses hukum hingga meja hijau. Sampai akhirnya, pada 1 Oktober 2013, keduanya divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, banding di tingkat Pengadilan Tinggi memutuskan keduanya tidak bersalah dan harus dibebaskan. Jaksa sempat tak terima dan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Putusan Kasasi Mahkamah Agung justru menguatkan putusan kalau Andro dan Nurdin tidak bersalah.

Terbukti tak bersalah secara hukum, keduanya menggugat balik kepolisian dan kejaksaan. Mereka minta ganti rugi atas perlakuan yang diterimanya. Didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, keduanya berani menggugat para penegak hukum lewat praperadilan.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya mengabulkan sebagian gugatan Andro dan Nurdin. Dari nilai total gugatan ganti rugi Rp1 miliar, hakim tunggal Totok Sapti Indarto mengabulkan hanya Rp72 juta. Tapi, tetap saja, negara harus mengeluarkan duit akibat kecerobohan yang dilakukan polisi dan jaksa.

Dampak Sosial
Duit ganti rugi boleh jadi tak bisa membayar nama baik kedua anak muda itu. Mereka kadung dicap negatif sebagai mantan narapidana dan pembunuh.

"Tetangga pada jauh sekarang," ungkap Nurdin.

Andro dan Nurdin juga mengaku sulit mencari kerja. Sebelum ada peristiwa salah tangkap, biasanya ada tetangga atau kerabat mengajak bekerja serabutan. Tapi sekarang, tak ada satupun yang mau mengajak mereka berdua kerja.

"Akhirnya kita ngamen lagi," kata Andro.

Keluarga Kena Imbas

Ibunda Andro, Marni, juga kena imbas. Cibiran negatif kerap didapati Marni dari lingkungan tempat tinggalnya.


Andro Supriyanto dan ibunya (Marni) serta Nurdin Priyanto -- MTVN/Arga Sumantri

Usiran halus dari warga dan pemilik kontrakan pernah dirasakan Marni. Wanita paruh baya itu pun memilih minggat dari kontrakannya di Kampung Poncol, Cipadu, Bogor, ke daerah Kampung Gaga, Bogor.

"Alasan (ngusir) halusnya mau dibetulin kontrakannya," kata Marni.

Andro dan Nurdin boleh jadi bisa bernafas lega sekarang. Meski dikabulkan sebagian, setidaknya mereka bisa membuktikan kalau mereka tidak bersalah.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Negara harus membayar ganti rugi buat keduanya atas kasus salah tangkap senilai Rp72 juta. Jumlah itu jauh dari nilai gugatan Andro dan Nurdin yang senilai Rp1 miliar. Andro dan Nurdin mengaku ingin menggunakan duit itu buat modal usaha. Mereka tak ingin lagi berkeliaran mengamen di jalan.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.904
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #14   Report Post  

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Wah kasian banget kok bisa salah tangkap apalagi sampe dihukum puluhan tahun baru ketahuan ckck
warungpulsa
warungpulsa warungpulsa is offline
Home Level

Post: 9
 





Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Kutip:
Oleh warungpulsa View Post
Wah kasian banget kok bisa salah tangkap apalagi sampe dihukum puluhan tahun baru ketahuan ckck
ada banyak yg ketauan sebenarnya jika para terdakwa ini tak bersalah tapi karena bukti2 palsu yang diajukan seperti rekontruksi yg sudah diarahkan, pengakuan terdakwa itulah yang membuat hakim menjatuhkan vonis, atau bisa juga karena kasus itu titipan penguasa
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.904
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #16   Report Post  

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Kutip:
Oleh spirit View Post
Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap, Polisi Trauma


Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto, dua pengamen Cipulir korban salah tangkap -- MTVN/Arga Sumatri

Metrotvnews.com, Jakarta: Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto masih ingat betul kejadian pahit yang menimpa mereka pada akhir Juni 2013. Dua pemuda yang berprofesi pengamen itu tiba-tiba disergap dan digelandang polisi karena dituduh membunuh.

Nurdin sebenarnya malas mengingat kejadian pahit itu. Dia mengaku trauma dengan perlakuan yang diterimanya dari polisi.

Saat ditangkap, Nurdin mengaku sedang tertidur di sebuah warnet kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat. "Lagi tidur, dijambak, ditarik, dinjek-injek, diseret, dibawa ke mobil, tangan saya diiket," kata Nurdin sambil menahan tangis usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa, 9 Agustus 2016.

Berkali-kali Andro dan Nurdin meyakinkan polisi kalau mereka bukan pembunuh. Polisi bergeming. Keduanya tetap digiring ke Polda Metro Jaya.

Dua pengamen Cipulir itu kembali menerima kekerasan serupa saat di ruang penyidik. Bahkan, Nurdin mengaku disetrum agar mengaku membunuh Dicky Maulana.

"Suruh mandi, bersih-bersih. Abis itu masuk lagi, dipukulin lagi. Badan saya disetrum, dipaksa ngaku terus," imbuh dia.

Kisah Andro beda lagi. Polisi mulanya bilang pada Andro kalau ia digiring ke Mapolsek Kebayoran Lama hanya sebagai saksi. Posisi Andro saat dicokok memang tidak jauh dari lokasi pembunuhan.

Tapi, alih-alih hanya jadi saksi, Andro tak kunjung dipulangkan oleh polisi. "Sampai Maghrib di Polsek," kata Andro.

Saat di Polda, Andro bertemu Nurdin. Menurut Andro, mulut Nurdin saat itu dalam kondisi terlakban di ruangan penyidik.

Serupa dengan Nurdin, Andro juga dipaksa mengaku sebagai pembunuh oleh polisi. "Dipukulin juga," kata Andro.

Tak kuat dengan kekerasan yang mereka terima, Andro dan Nurdin terpaksa mengaku sebagai pembunuh Dicky. Keduanya pun masuk bui.


Dua pengamen Cipulir saat menjalani sidang -- MTVN/Arga Sumantri

Mereka terus diproses hukum hingga meja hijau. Sampai akhirnya, pada 1 Oktober 2013, keduanya divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, banding di tingkat Pengadilan Tinggi memutuskan keduanya tidak bersalah dan harus dibebaskan. Jaksa sempat tak terima dan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Putusan Kasasi Mahkamah Agung justru menguatkan putusan kalau Andro dan Nurdin tidak bersalah.

Terbukti tak bersalah secara hukum, keduanya menggugat balik kepolisian dan kejaksaan. Mereka minta ganti rugi atas perlakuan yang diterimanya. Didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, keduanya berani menggugat para penegak hukum lewat praperadilan.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya mengabulkan sebagian gugatan Andro dan Nurdin. Dari nilai total gugatan ganti rugi Rp1 miliar, hakim tunggal Totok Sapti Indarto mengabulkan hanya Rp72 juta. Tapi, tetap saja, negara harus mengeluarkan duit akibat kecerobohan yang dilakukan polisi dan jaksa.

Dampak Sosial
Duit ganti rugi boleh jadi tak bisa membayar nama baik kedua anak muda itu. Mereka kadung dicap negatif sebagai mantan narapidana dan pembunuh.

"Tetangga pada jauh sekarang," ungkap Nurdin.

Andro dan Nurdin juga mengaku sulit mencari kerja. Sebelum ada peristiwa salah tangkap, biasanya ada tetangga atau kerabat mengajak bekerja serabutan. Tapi sekarang, tak ada satupun yang mau mengajak mereka berdua kerja.

"Akhirnya kita ngamen lagi," kata Andro.

Keluarga Kena Imbas

Ibunda Andro, Marni, juga kena imbas. Cibiran negatif kerap didapati Marni dari lingkungan tempat tinggalnya.


Andro Supriyanto dan ibunya (Marni) serta Nurdin Priyanto -- MTVN/Arga Sumantri

Usiran halus dari warga dan pemilik kontrakan pernah dirasakan Marni. Wanita paruh baya itu pun memilih minggat dari kontrakannya di Kampung Poncol, Cipadu, Bogor, ke daerah Kampung Gaga, Bogor.

"Alasan (ngusir) halusnya mau dibetulin kontrakannya," kata Marni.

Andro dan Nurdin boleh jadi bisa bernafas lega sekarang. Meski dikabulkan sebagian, setidaknya mereka bisa membuktikan kalau mereka tidak bersalah.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Negara harus membayar ganti rugi buat keduanya atas kasus salah tangkap senilai Rp72 juta. Jumlah itu jauh dari nilai gugatan Andro dan Nurdin yang senilai Rp1 miliar. Andro dan Nurdin mengaku ingin menggunakan duit itu buat modal usaha. Mereka tak ingin lagi berkeliaran mengamen di jalan.

yaallah kasian dipukulin smpai di strum . parah banget tu polisi nyiksa anak orang kayak nyisak binatang saja . coba jngan mau di kasih 72 juta , ga ada apa'' nya duit itu dibanding mereka yg dipukulin . sampai tetangga kmpung ga setujuh sama mereka
Tonisanjaya Tonisanjaya is offline
Continent Level

Post: 4.083
 
Reputasi: 20






Reply With Quote     #17   Report Post  

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

semoga polisi'' itu dapat balasan nya
Tonisanjaya Tonisanjaya is offline
Continent Level

Post: 4.083
 
Reputasi: 20






Reply With Quote     #18   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Kutip:
Oleh Tonisanjaya View Post
yaallah kasian dipukulin smpai di strum . parah banget tu polisi nyiksa anak orang kayak nyisak binatang saja . coba jngan mau di kasih 72 juta , ga ada apa'' nya duit itu dibanding mereka yg dipukulin . sampai tetangga kmpung ga setujuh sama mereka
mereka itu hanyalah anak miskin, maka terkadang petugas juga merendahkan org miskin seperti itu. Andai anak pejabat atau seorang pekerja kantoran tentu perlakuan petugas akan berbeda karena petugas juga akan di tuntut atas kekerasan yg ia lakukan
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.904
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #19   Report Post  

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Kutip:
Oleh spirit View Post
mereka itu hanyalah anak miskin, maka terkadang petugas juga merendahkan org miskin seperti itu. Andai anak pejabat atau seorang pekerja kantoran tentu perlakuan petugas akan berbeda karena petugas juga akan di tuntut atas kekerasan yg ia lakukan
itula namanya dunia ini ga adil den . giliran orang miskin selaluh dibelakangi . coba orang kaya raya biarpun salah masih aja tetap dibela . bener ga den
Tonisanjaya Tonisanjaya is offline
Continent Level

Post: 4.083
 
Reputasi: 20






Reply With Quote     #20   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Kasus Salah Tangkap di Dunia [UPDATE]

Kutip:
Oleh Tonisanjaya View Post
itula namanya dunia ini ga adil den . giliran orang miskin selaluh dibelakangi . coba orang kaya raya biarpun salah masih aja tetap dibela . bener ga den
tergantung arah politik. ada juga org kaya yg terhakimi karena urusan kekuasaan. Contohnya Antasari Azhar, dia kan masuk kategori kaya. Tapi berhubung karena urusan politik. Karena jabatan dia sebagai ketua KPK maka ia dicarikan kesalahan. Sama juga mantan ketua KPK penggantinya Abraham Samad, dia dipenjara karena dengan tuduhan yang dipaksakan.

intinya keadilan di bumi indonesia itu belum merata. Berbeda dengan negara2 maju. Keadilan itu hak siapapun
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.904
 
Reputasi: 1605

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 8
akbar54, hajri99, mamagenit, rohman_suratman, Tonisanjaya, warungpulsa
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Polisi Salah tangkap lagi cantsile Politik, Ekonomi & Hukum 2
Kasus Salah Transfer Gia_Viana Politik, Ekonomi & Hukum 3


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.