Novel Baswedan di Siram Air Keras
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #21   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post
novel belum nyebut nama ya, cuma bilang seorang jendral polri saja?



emang dunia international perlu memantau juga, kalau pelakunya orang berpengaruh di suatu negara
naga-naganya nanti yang akan dipenjara novel itu sendiri. Mengaca pada kasus besar. Contohnya: antasari
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605

       





Reply With Quote     #22   Report Post  

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

selain korupsi e-KTP & simulator SIM, kasus besar apa saja yang ditangani beliau ya?
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.163
 
Reputasi: 128






Reply With Quote     #23   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post
selain korupsi e-KTP & simulator SIM, kasus besar apa saja yang ditangani beliau ya?
sebenarnya bukan soal banyaknya kasus besar yg bung novel tanganin tapi lbh pada siapa org yg terlibat dalam kasus tersebut. Akar pahit ttg simulator itu blm hilang. Mungkin pihak kepolisian tak suka mendengar ini tapi masyarakat pada umumnya berkata seperti itu. Bisa saja kapolri tidak tau siapa aja bawahannya yg tak suka novel, karena para musuh novel ini bekerja secara silent. nah jika ingin kasus novel bisa terungkap terang benderang sebenarnya ga sulit2 amat asalkan DPR mau memberi lisensi. mencontoh colombia, betapa sulitnya menangkap otak intelektual yang berada dibalik pengedaran narkoba secara massif. nah presidennya membuat perpres dan disetujui senat utk menyewa detektif independen. hanya jangka 3 bulan otaknya terungkap ternyata seorang jendral. Detektif independen yg disewa tentu bukan warga colombia tapi dari rusia (mantan KGB) dan juga agen CIA
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605

agungsuhada:





Reply With Quote     #24   Report Post  

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
mencontoh colombia, betapa sulitnya menangkap otak intelektual yang berada dibalik pengedaran narkoba secara massif. nah presidennya membuat perpres dan disetujui senat utk menyewa detektif independen. hanya jangka 3 bulan otaknya terungkap ternyata seorang jendral. Detektif independen yg disewa tentu bukan warga colombia tapi dari rusia (mantan KGB) dan juga agen CIA
wah ini seperti film aja, boleh tuh dicontoh

detektif independen berarti laporannya ke presiden langsung ya, ga ke siapa2 lagi
saking hebatnya si pelaku, memang kadang perlu libatkan orang dari luar negeri juga




Kutip:
nah jika ingin kasus novel bisa terungkap terang benderang sebenarnya ga sulit2 amat asalkan DPR mau memberi lisensi
lisensi apa ya?
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.163
 
Reputasi: 128






Reply With Quote     #25   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post
wah ini seperti film aja, boleh tuh dicontoh

detektif independen berarti laporannya ke presiden langsung ya, ga ke siapa2 lagi
saking hebatnya si pelaku, memang kadang perlu libatkan orang dari luar negeri juga





lisensi apa ya?
betul sekali laporannya langsung ke presiden colombia. tp di indonesia kan beda, kubu diluar pemerintah akan mencari celah untuk beda pendapat (tak semua). Kl udah rame di pemberitaan nanti rakyat akan gaduh nah masalahnya akan sampai ke DPR jadinya. lalu dpr akan adu2an, kl ternyata rakyat byk yg dukung maka akan ikut setuju.


byk negara yg menggunakan jasa LN, contohnya Arab Saudi. dari dulu menggunakan intelejen Amerika untuk menangkal tetoris dan sangat efektif, makanya dibanding negara timur tengah lainnya, arab saudi paling aman. Tp ga tau sekarang setelah berganti presiden amrik.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605

agungsuhada:





Reply With Quote     #26   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kapolri Sebut Ada Saksi yang Lihat Langsung Penyiraman Novel Baswedan


Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) dan Ketua KPK Agus Raharjo (kanan) dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri kembali menemukan titik terang dalam penyidikan kasus serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan saksi kunci yang melihat langsung peristiwa penyiraman di depan masjid dekat rumah Novel.

"Selama ini kami punya saksi yang melihat orangnya sebelum kejadian. Jadi bisa pelakunya, bisa bukan," ujar Tito di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Kali ini, menurut Tito, saksi melihat langsung saat Novel disiram air keras. Saksi tersebut diduga tahu tipologi pelaku seperti postur tubuh atau ciri fisik lainnya.

"Tapi kami tidak bisa sampaikan siapa ya," kata Tito.

Saat ini, saksi tersebut diberikan pengamanan polisi di rumahnya. Tito mengatakan, tak heran saksi tersebut baru muncul sekarang setelah kejadian telah lewat dua bulan lalu. Ada kemungkinan saksi merasa takut dan terancam.

"Saya sering tangani kasus yang berhubungan dengan kekerasan, mereka takut muncul. Takut nanti jadi target juga," kata Tito.

Apalagi, kasus Novel termasuk upaya meneror dan mengancam keselamatan. Jika saksi dari pihak keluarga, mungkin bisa lebih kooperatif karena ada keterikatan relasi.

Namun, jika dari pihak luar, kemungkinan mereka enggan bersentuhan dengan kasus yang bisa mempertaruhkan keselamatannya.

"Apalagi pikirnya bukan urusan saya, buat apa saya ambil risiko. Tapi tim tak hentinya datang dari warga ke warga, akhirnya ketemu saksi-saksi," kata Tito.

"Saya terima kasih pada saksi yang bersangkutan, tapi untuk keselamatannya kami tidak bisa sampaikan," ujar dia.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #27   Report Post  

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh spirit View Post
Kapolri Sebut Ada Saksi yang Lihat Langsung Penyiraman Novel Baswedan


Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) dan Ketua KPK Agus Raharjo (kanan) dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri kembali menemukan titik terang dalam penyidikan kasus serangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pihaknya menemukan saksi kunci yang melihat langsung peristiwa penyiraman di depan masjid dekat rumah Novel.

"Selama ini kami punya saksi yang melihat orangnya sebelum kejadian. Jadi bisa pelakunya, bisa bukan," ujar Tito di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Kali ini, menurut Tito, saksi melihat langsung saat Novel disiram air keras. Saksi tersebut diduga tahu tipologi pelaku seperti postur tubuh atau ciri fisik lainnya.

"Tapi kami tidak bisa sampaikan siapa ya," kata Tito.

Saat ini, saksi tersebut diberikan pengamanan polisi di rumahnya. Tito mengatakan, tak heran saksi tersebut baru muncul sekarang setelah kejadian telah lewat dua bulan lalu. Ada kemungkinan saksi merasa takut dan terancam.

"Saya sering tangani kasus yang berhubungan dengan kekerasan, mereka takut muncul. Takut nanti jadi target juga," kata Tito.

Apalagi, kasus Novel termasuk upaya meneror dan mengancam keselamatan. Jika saksi dari pihak keluarga, mungkin bisa lebih kooperatif karena ada keterikatan relasi.

Namun, jika dari pihak luar, kemungkinan mereka enggan bersentuhan dengan kasus yang bisa mempertaruhkan keselamatannya.

"Apalagi pikirnya bukan urusan saya, buat apa saya ambil risiko. Tapi tim tak hentinya datang dari warga ke warga, akhirnya ketemu saksi-saksi," kata Tito.

"Saya terima kasih pada saksi yang bersangkutan, tapi untuk keselamatannya kami tidak bisa sampaikan," ujar dia.
bisa lihat2 rekaman cctv penduduk/usaha di sekitar juga


Kutip:
Namun, jika dari pihak luar, kemungkinan mereka enggan bersentuhan dengan kasus yang bisa mempertaruhkan keselamatannya.
karena itu perlindungan & kerahasiaan dari kepolisian kuncinya, kalau ga, ga ada orang yang mau jadi saksi, heh
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.163
 
Reputasi: 128






Reply With Quote     #28   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post
bisa lihat2 rekaman cctv penduduk/usaha di sekitar juga



karena itu perlindungan & kerahasiaan dari kepolisian kuncinya, kalau ga, ga ada orang yang mau jadi saksi, heh
jika benar ada jendral polisi terlibat, aku yakin ga bakal terungkap. paling org suruhannya yg jadi tumbal
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #29   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Komnas HAM Bentuk Tim Gabungan untuk Usut Kasus Novel



Komnas HAM bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk usut kasus teror ke Novel/Foto: Akhmad Mustaqim/ detikcom

Lebih dari dua bulan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak juga menemukan titik temu. Komnas HAM membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang terdiri dari mantan polisi, mantan pimpinan KPK dan sejumlah organisasi non pemerintah untuk mempercepat pengusutan kasus Novel.

"Yang sudah dihubungi Bambang Widodo Umar mantan polisi, Bambang Wijayanto mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas mewakili PP Muhammadiyah dan menyatakan bersedia," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).

Maneger menjelaskan pembentukan TGPF itu sudah diperhitungkan dengan matang. Komnas HAM sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengukapan kasus Novel.

"Kami telah kunjungan TKP dua kali, lalu ketemu saksi yang mendengar melihat peristiwa itu. Ketemu keluarga Novel, Pimpinan KPK, penyidik Polri, ketemu dengan koalisi masyarakat Sipil," tutur Maneger.

Maneger menuturkan TGPF ini memiliki masa kerja awal selama tiga bulan, namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang waktunya jika tugasnya masih belum selesai. Nantinya, TGPF akan mengeluarkan sebuah rekomendasi yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo.

"Outputnya berupa rekomendasi, maka sebetulnya Komnas melihat rekomendasi tertinggi ke Presiden," ungkap Maneger.

"Ini tiga bulan, kita akan kita lihat perkembangannya seperti apa. Sebetulnya teman-teman di Komnas sudah ada data-data," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, pegiat antikorupsi ICW Abdullah Dahlan berharap dengan terbentuknya tim itu bisa mengungkap banyak fakta baru terkait kasus Novel. Pihaknya juga akan menagih janji Presiden terkait pemberantasan korupsi dan terorisme.

"Kita harapkan ke depan dengan inisiasi yang dimotori Komnas HAM, harapannya ke depan banyak menghasilkan temuan yang mengungkap fakta yang terjadi, kami juga menagih komitmen Presiden untuk korupsi, dan fakta teroris," ungkap Abdullah.

Selanjutnya Ketua Pemuda Muhamadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Muhammadiyah berkomitmen untuk mendukung kerja TGPF ini. Dahnil mengatakan tim di Muhammadiyah juga akan membantu mengumpulkan fakta-fakta baru dalam kasus Novel.

"Kami Muhammadiyah akan Commite di sini. Ada tiga tokoh di sini, tiga B di tim ini, nanti tim yang akan banyak bertugas mengumpulkan fakta ada Muhammadiyah, Komnas, kami sudah kumpulkan fakta, dari pemuda Muhammadiyah fakta apa, dari ICW fakta apa," ujarnya.

Komnas HAM menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Di antaranya koalisi masyarakat sipil anti korupsi yang terdiri dari PP Pemuda Muhammadiyah, Madrasah Anti Korupsi Muhammadiyah, Indonesia Coruption Watch, KontraS, LBH Jakarta, dan YLBHI.


sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.906
 
Reputasi: 1605






Reply With Quote     #30   Report Post  

Kutip:
Oleh spirit View Post
Komnas HAM Bentuk Tim Gabungan untuk Usut Kasus Novel



Komnas HAM bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk usut kasus teror ke Novel/Foto: Akhmad Mustaqim/ detikcom

Lebih dari dua bulan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak juga menemukan titik temu. Komnas HAM membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang terdiri dari mantan polisi, mantan pimpinan KPK dan sejumlah organisasi non pemerintah untuk mempercepat pengusutan kasus Novel.

"Yang sudah dihubungi Bambang Widodo Umar mantan polisi, Bambang Wijayanto mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas mewakili PP Muhammadiyah dan menyatakan bersedia," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).

Maneger menjelaskan pembentukan TGPF itu sudah diperhitungkan dengan matang. Komnas HAM sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengukapan kasus Novel.

"Kami telah kunjungan TKP dua kali, lalu ketemu saksi yang mendengar melihat peristiwa itu. Ketemu keluarga Novel, Pimpinan KPK, penyidik Polri, ketemu dengan koalisi masyarakat Sipil," tutur Maneger.

Maneger menuturkan TGPF ini memiliki masa kerja awal selama tiga bulan, namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang waktunya jika tugasnya masih belum selesai. Nantinya, TGPF akan mengeluarkan sebuah rekomendasi yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo.

"Outputnya berupa rekomendasi, maka sebetulnya Komnas melihat rekomendasi tertinggi ke Presiden," ungkap Maneger.

"Ini tiga bulan, kita akan kita lihat perkembangannya seperti apa. Sebetulnya teman-teman di Komnas sudah ada data-data," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, pegiat antikorupsi ICW Abdullah Dahlan berharap dengan terbentuknya tim itu bisa mengungkap banyak fakta baru terkait kasus Novel. Pihaknya juga akan menagih janji Presiden terkait pemberantasan korupsi dan terorisme.

"Kita harapkan ke depan dengan inisiasi yang dimotori Komnas HAM, harapannya ke depan banyak menghasilkan temuan yang mengungkap fakta yang terjadi, kami juga menagih komitmen Presiden untuk korupsi, dan fakta teroris," ungkap Abdullah.

Selanjutnya Ketua Pemuda Muhamadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Muhammadiyah berkomitmen untuk mendukung kerja TGPF ini. Dahnil mengatakan tim di Muhammadiyah juga akan membantu mengumpulkan fakta-fakta baru dalam kasus Novel.

"Kami Muhammadiyah akan Commite di sini. Ada tiga tokoh di sini, tiga B di tim ini, nanti tim yang akan banyak bertugas mengumpulkan fakta ada Muhammadiyah, Komnas, kami sudah kumpulkan fakta, dari pemuda Muhammadiyah fakta apa, dari ICW fakta apa," ujarnya.

Komnas HAM menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Di antaranya koalisi masyarakat sipil anti korupsi yang terdiri dari PP Pemuda Muhammadiyah, Madrasah Anti Korupsi Muhammadiyah, Indonesia Coruption Watch, KontraS, LBH Jakarta, dan YLBHI.


sumber
Hehe semuanya sedikit2 bikin tim gabungan pencari fakta ya
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.163
 
Reputasi: 128

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 13
agungsuhada, akbar54, ardifebrian, drisvan, genitmudaku, ibamfx, jakartawebhosting.com, maduasli.jogja, MauIkutNimbrung, samsularifinshop, Tonisanjaya
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Anies Baswedan: Kasus Novel Aneh primaI Politik, Ekonomi & Hukum 5


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.