Novel Baswedan di Siram Air Keras
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online

Sponsored Links
 


 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #31   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh agungsuhada View Post
Hehe semuanya sedikit2 bikin tim gabungan pencari fakta ya
ya itu dampak ketidak percayaan sama aparat kepolisian dalam kasus ini
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589

       





Reply With Quote     #32   Report Post  

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras


ngomong2 yang siram air kerasnya kayanya udah rencanain dari awal mengincar bagian mata, soalnya cukup tepat ke mata, bukan bagian lain
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.145
 
Reputasi: 128






Reply With Quote     #33   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Oleh spirit View Post
ya itu dampak ketidak percayaan sama aparat kepolisian dalam kasus ini
niatnya buat cacat. kl niat bunuh pasti udah menggunakan pembunuh bayaran. Tentu ada yg akan dijadikan tumbal.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #34   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Tak Bisa Melihat, Mata Kiri Novel Baswedan Akan Kembali Dioperasi


Akibat teror penyiraman air keras 100 hari yang lalu, kini mata kiri Novel Baswedan tak bisa melihat. Penyidik senior KPK itu saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura.

Rencananya tim dokter akan kembali melakukan operasi untuk mata yang sebelah kiri. "Ini rencananya mau dioperasi yang kiri. Sebelumnya sudah dilakukan operasi, ini yang (operasi) kedua khusus mata sebelah kiri," kata kakak Novel Baswedan, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (20/7/2017).

Menurut Taufik, sebenarnya operasi itu direncanakan 1 bulan lagi. Namun tim dokter memutuskan untuk mempercepat. "Rencananya 1 sampai dua minggu ini. Infonya dokter mau mempercepat," kata Taufik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tim dokter sedang mempertimbangkan dilakukan operasi besar untuk mata kiri Novel. " Mata kiri Novel sudah terlihat berwarna putih. Dokter mengatakan jaringan di sana sudah tidak tumbuh. Mata kanan sedang dalam proses perbaikan. Mata kiri sedang proses pertimbangan untuk operasi besar," kata Febri saat dikonfirmasi terpisah.

Rencananya sore ini para pegawai KPK akan berkumpul bersama di depan kantor untuk melaksanakan doa bersama untuk kesembuhan Novel. Mereka juga berdoa agar pelakunya segera ditangkap.

Pegawai KPK juga berdoa agar para pegiat antikorupsi seperti aparat penegak hukum, masyarakat sipil, wartawan dan seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari upaya melawan korupsi tidak menjadi korban teror seperti dialami Novel.

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #35   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang Perlu Dipublikasikan


jpnn.com, SINGAPURA - Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu mempertanyakan kinerja kepolisian.

Kepada wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dan Imam Husein, Novel yang kini dirawat di Singapore General Hospital membeberkan sejumlah kejanggalan penanganan perkara yang dilakukan polisi. Berikut petikannya.

Sampai sekarang polisi belum berhasil mengungkap pelaku kasus penyerangan terhadap Anda. Seperti apa sebenarnya yang terjadi?

Coba sekarang cara berpikir kita dibalik. Kewajiban saya adalah melakukan tugas sebagai aparatur negara. Itu sudah saya lakukan dan ke depan saya akan tetap lakukan.

Saya tetap fokus melakukan itu dengan sekuat dan sekeras mungkin saya bisa. Kejadian ini tidak membuat saya gentar. Tidak membuat saya takut.

Lalu apa korelasinya dengan cara berpikir terbalik itu?

Soal ada permainan (di balik kasus penyiraman, Red) dan ada hal yang tidak diungkap (polisi), itu masalahnya bukan di saya. Itu masalahnya harus dipandang dari sisi yang lebih besar.

Ini negara. Negara punya aparatur, di antaranya saya. Dan saya diserang. Sekarang yang seharusnya marah siapa? Negara. Presiden mewakili negara sudah marah dan perintahkan ungkap kasus ini. Tapi tidak diungkap.

Maksud Anda, kepolisian tidak mengindahkan perintah presiden?

Secara manusiawi semestinya (penyerangan) ini tidak boleh dibiarkan. Karena kalau dibiarkan, efeknya adalah (tindakan teror terhadap aparatur negara) akan terulang. Bagi saya, ketika presiden memerintahkan untuk diungkap, tapi ternyata tidak diungkap, adalah pembangkangan yang harus dilihat sebagai masalah serius.

Kok beraninya presiden menyuruh mengungkap, tapi tidak dilaksanakan. Perspektif kita mestinya dibelokkan ke sana (pembangkangan).

Lalu bagaimana kalau pembangkangan tetap dilakukan?

Kalau saya ya terserah. Apakah ingin (pembangkangan) ini menjadi sejarah bahwa ada presiden memberikan perintah kepada aparatur, tapi tidak dilaksanakan? Ada aparatur yang bekerja benar, terus diserang (teror), tapi sekarang dibiarkan.

Bahkan, ditutup-tutupi pelakunya. Apakah ingin ada sejarah seperti itu? Sekarang zaman keterbukaan, tidak bisa lagi ditutup-tutupi.

Anda kecewa dengan pengungkapan kasus penyerangan ini?

Kalau dibilang saya kecewa, secara manusiawi mestinya kecewa. Tapi, saya berpikirnya positif. Saya hanya mengambil sisi saya, di mana saya akan tetap melakukan apa yang menjadi kewajiban saya. Ketika orang punya kewajiban, tapi tidak melaksanakannya, saya hanya kasihan dan prihatin.

Kok bisa ya ada aparatur punya kewajiban, tapi tidak melaksanakan. Saya tidak mau seperti dia (polisi). Saya berdoa semoga saya tidak menjadi orang seperti dia (polisi).

Anda lebih senior daripada tim penyidik kepolisian yang tengah mengungkap kasus Anda. Apakah memang sedemikian sulit mencari pelaku penyerangan Anda?

Ini perkara mudah, sangat mudah. Kalau dibilang sulit, saya tidak paham sulitnya di mana. Karena hal-hal ini sudah dijelaskan semua dan bukti-bukti. Langkah-langkah yang dilakukan tim Polri untuk mengungkap kasus ini saya lihat sudah cukup bagus. Tapi, saya nggak tahu kenapa kok berhenti prosesnya.

Janji Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan memeriksa Anda di Singapura bagaimana kejelasannya?

Tidak ada kejelasan. Sampai sekarang belum ada. Cuma, yang mau saya tegaskan dalam kesempatan ini, sejak pertama kali kejadian, saya sudah memberikan keterangan. Hari pertama, polsek datang, dari polres datang, dari polda datang, dari Bareskrim dan densus pun ada.

Dan saya selalu memberikan keterangan. Langsung saya berikan, tidak pakai nanti. Jadi, kalau saya dibilang tidak memberikan keterangan, saya kira humas (Polda Metro Jaya dan Mabes Polri) tidak tahu. Karena saya memberikan keterangan bukan ke humas.

Humas Polri menyatakan, keterangan Anda mestinya masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Bagaimana terkait itu?

Kalau terkait dengan diperiksa, saya kira memberikan keterangan tidak selalu dalam BAP. Penyidik itu mengetahui adanya interview, ada interogasi, dan lain-lain. Jadi, kalau dibilang tidak memberikan keterangan, dia (Humas Polri) lupa barangkali dan tidak paham teknis.

Apa lagi kejanggalan penanganan perkara Anda selama ini?

Ada lagi penyampaian yang saya dapat itu informasinya bahwa rencana penyidik Polri ingin memperlihatkan kepada saya sketsa wajah yang mereka buat. Menurut saya, ini kekonyolan yang perlu dipublikasikan.

Karena sejak awal kejadian saya bilang tidak melihat langsung pelakunya. Ini berkali-kali saya sampaikan secara jelas dan lugas. Jadi, kalau dibilang akan ditunjukkan sketsa wajah pelaku kepada saya, berarti dia tidak paham dengan penyampaian (keterangan) saya. Saya nggak lihat pelakunya, kenapa ditunjukkan kepada saya?

Apakah itu membuat Anda semakin yakin memang benar ada aktor intelektual yang pernah Anda sebut bahwa seorang jenderal polisi ada di balik penyerangan ini?

Jadi begini sebenarnya, pandangan publik sudah jelas. Jadi, kalau ditanya ke saya lagi, saya kira tidak pas lagi lah. Karena apa, semua orang sudah tahu bahwa itu (penanganan perkara penyerangan) sudah membingungkan dan meragukan. Ini sudah menjadi hal yang masalah.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #36   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Jokowi Panggil Kapolri, Novel Tetap Ragu Kasusnya Diusut Tuntas


Presiden Joko Widodo memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait teror terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel sendiri tidak yakin pemanggilan itu akan berdampak besar pada pengusutan kasusnya.

"Ya saya melihat itu sebagai hal positif walaupun saya tidak yakin, kenapa? Saya khawatir juga Pak Kapolri diberi masukan yang palsu dari anak buah," kata Novel saat Blak-blakan bersama detikcom di Singapura, Minggu (30/7/2017).

Novel menduga hal-hal yang akan dibahas Presiden Jokowi dan Kapolri sebatas hal-hal formal, termasuk soal saksi-saksi yang telah diperiksa namun memiliki alibi. Padahal, menurut Novel, alibi-alibi itu mudah sekali dibuat.

"Yang dilaporkan adalah, oh telah diperiksa saksi-saksi, oh ini telah ada alibi dan lain-lain. Apa sulitnya membuat alibi-alibi begitu, toh juga fakta-fakta yang diungkap itu, yang saya contohkan tadi, salah satu adalah fakta yang menurut saya adalah pengelabuan, itu fakta yang nggak benar," ucapnya.

Ada lagi yang membuat Novel kecewa. Dia menyayangkan ada saksi-saksi teror kepadanya yang identitasnya dibuka ke publik.

"Ada beberapa saksi yang diungkap namanya ke publik dan itu menurut saya adalah bagian dari teror kepada saksi, ndak boleh begitu," tegas Novel.

Saat ini sudah hampir 4 bulan sejak Novel diteror penyiraman air keras pada 11 April 2017 yang lalu. Ada sejumlah pria yang ditangkap polisi pasca teror Novel ini. Namun mereka dilepas lantaran dianggap memiliki alibi kuat bahwa mereka bukan pelaku penyerang Novel.

Wawancara eksklusif dengan Novel Baswedan secara lengkap akan ditayangkan hari ini pukul 13.00 WIB. Jangan ketinggalan Blak-blakan Novel Baswedan di detikcom!

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #37   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Polisi akan Sebar Sketsa Wajah Pelaku Teror Novel


Polisi akan menyebar sketsa wajah terduga pelaku teror terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Polisi saat ini sedang memperbanyak sketsa wajah tersebut.

"Mau kita perbanyak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Polisi juga akan berkoordinasi dengan tiap Polda seluruh Indonesia terkait penyebaran sketsa wajah tersebut. Bila ada masyarakat yang menemukan orang yang sesuai dengan sketsa tersebut juga diharapkan untuk segera melapor ke polisi.

"Ya nanti kita per Polda toh," kata Argo.

"Ya kita tunggu dari masyarakat yang melihat wajah seperti itu, kita juga mencari yang seperti itu ya," sambungnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan penyelidikan kasus Novel. Tito juga menunjukkan sketsa wajah terbaru terduga pelaku teror terhadap Novel.

"Ini adalah dari saksi yang sangat penting karena 5 menit sebelum kejadian ada di dekat masjid. Dia mencurigakan yang kita duga dia pengendara sepeda motor," ungkap Tito dalam konferensi pers usai pertemuan di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).


sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #38   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Busyro: Novel Disiram Air Keras Agar Buta dan Tak Bisa Kerja


Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas menyebut Novel Baswedan dianggap sebagai orang yang 'membahayakan' bagi sebagian kalangan. Untuk itulah, Novel diteror dengan cara disiram dengan air keras.

"Ya jelas, Novel dianggap orang yang membahayakan karena dia dan timnya yang dianggap membahayakan, mantan-mantan polisi juga, bagi sejumlah kalangan kalau orang ini tetap berada di KPK," ucap Busyro di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Teror penyiraman air keras ke Novel itu disebut Busyro agar Novel buta dan tidak bisa lagi bekerja di KPK. Menurut Busyro, itulah tujuan aktor intelektual di balik teror ke Novel itu.

"Dicoba dibunuh, ditabrak, sekarang disiram, tujuannya apa? Supaya buta dan nggak bisa kerja," ucap Busyro.

Bahkan, Busyro khawatir bila nantinya kondisi Novel tidak seperti sedia kala dan malah dipersoalkan oleh internal KPK. "Dan saya khawatir kalau ada orang KPK yang permasalahin itu, matanya nggak sempurna, nggak boleh kerja lagi, karena di KPK orangnya juga macem-macem. Saya harus jujur itu," kata Busyro.

Sebelumnya Busyro menyebut usulan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk menuntaskan teror terhadap Novel harus segera direalisasikan. Busyro meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membentuk tim itu.

"Membentuk tim independen itu kan bukan bentuk intervensi. Justru itu aktualisasi pertanggungjawaban moral jabatan presiden," kata Busyro.


sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #39   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Novel: Diduga Ada Oknum Polri Terima Suap untuk Meneror Saya


Setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan kerja sama dengan KPK untuk mengusut teror kepada Novel Baswedan. Hal itu, diduga Novel, dilakukan lantaran Kapolri sudah menerima laporan terkait dengan adanya oknum Polri yang menerima suap untuk meneror dia dan para pegawai KPK lainnya.

"Tentang rencana kerja sama dengan KPK, saya menduga Kapolri sudah dapat laporan atau bukti bahwa ada oknum Polri yang terima suap untuk melakukan teror terhadap saya dan orang-orang KPK lainnya," kata Novel kepada detikcom, Selasa (1/8/2017).

Menurut Novel, saat pertama kali KPK menawarkan bantuan, tawaran itu sempat ditolak. Namun kini malah Polri membuka kerja sama.

"Oleh karena itu, perlu kerja sama dengan KPK karena terkait KPK. Sebab, awal-awal investigasi pernah KPK akan membantu tetapi ditolak karena bukan tupoksi KPK," ucap Novel.

Novel merupakan penyidik KPK yang juga mantan anggota kepolisian. Sebelumnya, dia juga telah mendapatkan informasi mengenai teror untuknya ini dari rekannya di Densus 88 Antiteror. Polri belum berkomentar mengenai pernyataan Novel itu.

Pada Senin kemarin, Tito mengakui kinerja polisi dalam mengusut kasus Novel selama ini dipandang kurang kredibel. Untuk itu, pihaknya meminta publik mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada Polri dan tim KPK, yang dinilai kredibel.

"Nah selama ini juga tim Polri bekerja, oke kalau mungkin misalnya kalau dianggap kurang kredibel, saya kira tim dari KPK sangat dipercayai publik, dan kredibel. Oleh karena itulah kita berpikir kenapa tidak digabungkan dengan KPK supaya bersama-sama, sebaiknya kita percayai kedua lembaga ini, baik Polri dan KPK," tutur Tito.

Sementara itu, KPK menyebut belum ada tim bersama-sama dengan Polri dalam rangka investigasi. Lagi pula, KPK menyebut investigasi kasus Novel merupakan ranah pidana umum yang berarti di luar kewenangan KPK.

"Belum ada tim, dalam artian tim yang bersama-sama melakukan investigasi, seperti yang disampaikan Kapolri, karena investigasi tersebut bersifat pro justitia dan berada di ranah pidana umum, tentu kewenangan saat itu berada di Polri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Namun KPK menyambut positif pertemuan antara Presiden Jokowi dan Kapolri kemarin. KPK pun siap berkoordinasi dengan Polri selanjutnya dalam rangka penuntasan kasus Novel.

"Tentu, kita mencoba melihat pertemuan Kapolri ke Presiden kemarin sebagai hal positif. Perhatian Presiden pada teror terhadap Novel yang sejak awal langsung mengutuk dan memerintahkan Kapolri, dan setelah 111 hari kemudian memanggil Kapolri, perlu kita hargai. Harapannya, setelah ini ada percepatan pengusutan hingga pelaku ditemukan," ujar Febri.

sumber
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.828
 
Reputasi: 1589






Reply With Quote     #40   Report Post  

Re: Novel Baswedan di Siram Air Keras

Kutip:
Novel : Karena sejak awal kejadian saya bilang tidak melihat langsung pelakunya. Ini berkali-kali saya sampaikan secara jelas dan lugas.
sketsa wajah pelaku dari saksi ya, bukan dari novelnya


Kutip:
hanya sampai menakut-nakuti ya, tidak sampai membunuh,
tersangka juga takut kalau sampai membunuh kayanya, bisa2 jadi hukuman mati kalau tertangkap
Kutip:
Busyro: Novel Disiram Air Keras Agar Buta dan Tak Bisa Kerja
masih kepikiran kenapa hanya disiram air keras yang menyebabkan mata buta, tidak sampai dibunuh padahal mungkin bisa lebih efektif, seperti pembunuhan beberapa hakim di kasus2 lain biasanya,
sekarang novelnya jadi bisa bicara ke media kemungkinan2 tersangka,
apa tujuannya, tujuannya ini juga bisa mencari motif, apa untuk menakut-nakuti anggota KPK yang lain atau memang supaya novelnya tak bisa kerja
agungsuhada
agungsuhada agungsuhada is offline
Admin

Post: 7.145
 
Reputasi: 128

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 13
agungsuhada, akbar54, ardifebrian, drisvan, genitmudaku, ibamfx, jakartawebhosting.com, maduasli.jogja, MauIkutNimbrung, samsularifinshop, Tonisanjaya
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Anies Baswedan: Kasus Novel Aneh primaI Politik, Ekonomi & Hukum 5


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.