USBN Jakarta Ditunda karena Pilkada

akbar54

New member
JAKARTA — Pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) had terakhir tingkat SMP di wilayah Jakarta ditunda. Penundaan dilakukan karena pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada Rabu
(19/4).
“Khusus untuk hari ini, Rabu (19/4), untuk Jakarta ditunda karena pelaksanaan pilkada putaran kedua dan diganti Kamis (20/4),” ujar Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud Supriano di Jakarta, Selasa
(18/4).
USBN untuk tingkat SMP seharusnya diselenggarakan pada 17 hingga 19 April dan mengujikan tiga mata pelajaran, yakni pendidikan agama, PPKN, dan ilmu pengetahuan sosial (IPS). Dia mengatakan, sejauh ini pelaksanaan USBN untuk tingkat SMP berjalan lancar. Belum ada laporan mengenai kecurangan seperti halnya
USBN SMA.
“Kami minta sekolah untuk terus menjaga kejujuran. Prestasi memang penting, tetapi jujur lebih utama,” kata dia. Kejujuran menjadi hal yang penting karena kelulusan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik semata, tetapi juga perilaku dan keseharian seharian dari anak.


Di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sebanyak 2.930 siswa SMP juga mengikuti USBN yang berlangsung serentak di Kabupaten/Kota Provinsi Papua. Sekitar seribu siswa SMP dari 56 sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Biak Numfor sejak pukul 06.30 sudah mendatangi sekolah untuk bersiap mengikuti USBN yang mundur sehari dari jadwal nasional karena libur falkutatif Paskah kedua di Provinsi Papua.
Puluhan guru pengawas ruang USBN yang direkrut dan berbagai sekolah SMP negeri dan swasta di Kota Biak sudah berada di lingkungan sekolah untuk mengawasi penyelenggaraan ujian nasional bagi siswa SMP. “Sesuai jadwal USBN akan dimulai pukul o8.oo serentak di berbagai SMP,” ungkap Mulyani, salah satu guru pengawas USBN dan SMP Negeri 3.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Nico Buiney menyebutkan, jumlah sekolah yang menjadi penyelenggara USBN sebanyak 56 SMP negeri dan swasta.
“Tujuh sekolah SMP di Biak akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada Mei 2017,” ungkap Kadisdik Nico Buiney.
Hingga pukul 07.10 seribuan siswa SMP negeri dan swasta mendapat pengamanan khusus Satuan Polisi Pamong Praja dan personel Poires guna membantu menjaga pelaksana
didikanan USBN.



UNBK Susulari
Sementara, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud Nizam mengatakan, pelaksanaan UN susulan untuk tingkat SMA juga dimulai Selasa (18/4) dan Rabu (19/4).
“Khusus untuk Jakarta juga
mengalami penundaan untuk hari
terakhir,” kata Nizam.
Nizam mengatakan, jumlah UN susulan tidak tenlalu banyak.
pelakcsanaannya digabungkan antara SMA dan SMK, hanya sekitar 30 ribu hingga 40 ribu siswa.
Alasan mengikuti UN susulan pun beragam, seperti kendala teknis path pelaksanaan UNBK hingga anak tidak bisa mengikuti karena sakit. “Kami berharap pelaksanaan Nsusülan benjalan lancar. Kami sudah melakukan proses sinknonisasi atau pengunduhan soal UN sudah selesai sejak beberapa hari yang lalu,” jelas Nizani.
Soal UN susulan pun lebih
dengan tidak banyak animasi dan gambar sehingga memudahkan proses pengunduhan.
Di Jambi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan, sebanyak 279 siswa dan siswi tingkat SMA/SMK di daerah itu mengikuti ujian susulan. ini kanena pada pelaksanaan pekan lalu mereka tidak mengikutinya dengan berbagai alasan.
Kepala Bidang Pembinaan






SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Tabd di Jambi, Selasa, mengatakan, ratusan siswa yang melaksanakan ujian susulan disebabkan sejumlah faktor, mulai dari kesehatan hingga putusnya akses jalan karena banjir.
“Yang tidak berkesempatan ujian, hari ini mereka telah mengikuti ujian susulan, ada sebagian anak yang mengalami kecelakaan, dan kita dampingi ujiannya di rumah sakit,” kata Tabni.
Untuk pelaksanaan UN susulan, kata Tabri, dilaksanakan pada 18-22 April. Soal ujian susulan ini dipastikan akan berbeda dengan soal yang dilaksanakan pada UN sebelumnya. Namun, menurut Tabd, masih dalam cakupan kisi-kisi yang sudah disusun.
“Paket jelas berbeda, tapi kisi-kisi dan tingkat kesulitan dan kemudahan tetap sama,” ujarnya.
TaM mengaku tidak ada aturan baku dari pemerintah pusat. Karena, sepenuhnya pihak sekolah diberikan hak melalui rapat majelis guru.
Meskipun ratusan siswa ini melakukan ujian susulan, Tabri mengatakan, untuk kelulusan nantinya akan diumumkan serentak dengan siswa yang melakukan ujian dengan jadwal yang sama.
“Dipastikan kelulusan diumumkan pada bulan Mei. Pengumumannya dilakukan serentak,” katanya menambahkan.


Sumber Republika
 
Back
Top