Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Karena Jakarta Terlalu Kuat
 
Go Back   Home > Politik, Ekonomi & Hukum

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #21   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Karena Jakarta Terlalu Kuat

Terkuak Alasan Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis, sementara ibu kota atau pusat pemerintahan pindah.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan beberapa alasan yang mendorong keseriusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota atau pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta. Salah satunya adalah ketimpangan kegiatan ekonomi antara wilayah Jabodetabek dengan daerah lainnya.

"Kita bicara pusat pemerintahan baru dalam konteks kebijakan pembangunan perkotaan di Indonesia. Jangan sampai terjadi penumpukan luar biasa di suatu wilayah di Indonesia yang mungkin dalam jangka pendek bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi jangka panjang malah menghambat," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Bambang menyebut 10 kota dengan penduduk terbesar di Indonesia, yakni Jakarta 10,2 juta jiwa; Surabaya 2,8 juta jiwa; Bandung 2,5 juta jiwa; Bekasi 2,38 juta; Medan 2,2 juta penduduk; Depok 2,1 juta jiwa; Tangerang sebanyak 2,05 juta jiwa; Semarang 1,6 juta jiwa; Palembang dan Tangerang Selatan masing-masing 1,58 juta dan 1,5 juta jiwa.

"Bisa dibayangkan 5 dari 10 kota dengan penduduk terbanyak di Indonesia ada di wilayah Jabodetabek. Artinya penumpukan kegiatan
ekonomi di Jakarta luar biasa," ujar Bambang.

Dari kondisi tersebut, Bambang menambahkan, terjadi pula ketimpangan dalam strategi pembangunan perkotaan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari kontribusi Jakarta ke Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 18 persen. Sedangkan ditambah dengan wilayah Jabodetabek, maka kontribusinya 25 persen dari PDB.

"Jadi seperempat ekonomi Indonesia akan di Jakarta dan sekitarnya. Kita perlu berpikir jangka panjang, Jakarta dengan segala macam
problematikanya bukan jadi pendorong. Salah-salah malah jadi penghambat," ujar Bambang.

Bambang mengaku penumpukan kegiatan ekonomi sekaligus pemerintahan selama ini terpusat di Jakarta. Seolah Jakarta merupakan pusat segalanya dan Indonesia hanya Jakarta saja. Sayangnya, pemerintah tidak dapat memindahkan secara serampangan pusat bisnis ke Palembang atau Surabaya, misalnya, karena ini menyangkut urusan bisnis.

"Bisnis tidak bisa diperintah, tidak bisa diatur pindah seketika. Malah melawan market mechanism kalau dipaksakan pindah, malah bisa
kolaps industrinya," ujarnya.

Bambang mengatakan, yang paling bisa dikontrol adalah pemerintahan. Oleh karena itu, Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis, perdagangan, keuangan, sementara ibu kota atau pusat pemerintahan pindah yang diwacanakan ke Kalimantan.

"Kebetulan banyak referensi di dunia, seperti Kazakhstan dari Almati ke Astana, Nigeria dari Lagos ke Abuja, Myanmar dari Yangon ke
Napitau, Brasil dari Rio de Janeiro ke Brasilia, Australia ke Canberra. Jadi kita akan gunakan referensi itu," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk melibatkan pengusaha dalam kajian pemindahan ibu kota. Sebab, keterlibatan pihak swasta dianggap penting dalam mengembangkan wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar, mengatakan dalam memilih ibu kota, banyak yang harus dijadikan pertimbangan. Menurut dia, pertimbangannya bukan hanya sekadar lokasi dan potensi ekonomi yang ada di wilayah tersebut.

"Untuk ibu kota, dalam satu wilayah ini kan harusnya banyak kriteria yang memang harus dipertimbangkan. Jadi bukan terkait cuman apakah potensi ekonomi ya dan semacam itu, sepertinya harus digali lebih jauh," ujar dia di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Menurut Sanny, seharusnya sebelum melempar wacana ini publik, pemerintah harus mematangkan dulu kajian pemindahan ibu kota ini. Dalam kajiannya, pemerintah juga harus turut melibatkan pihak swasta untuk ikut mengembangkan ibu kota tersebut nanti.

"Saya melihatnya bahwa wacana pemindahan ibu kota ini harusnya lebih mematangkan dulu di internal pemerintahan. Mungkin kalau mau mengajak dari Apindo, Kadin, asosiasi sektoral bisa. Sebaiknya memang jangan langsung dilempar ke publik," kata dia.
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.570
 
Reputasi: 1565

       





Reply With Quote     #22   Report Post  

Re: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Karena Jakarta Terlalu Kuat

hmmm ke papua lebih asik kayaknya
wismacibanteng wismacibanteng is offline
Village Level

Post: 23
 
Reputasi: 0

__________________
Finansialku





Reply With Quote     #23   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Karena Jakarta Terlalu Kuat

Kutip:
Oleh wismacibanteng View Post
hmmm ke papua lebih asik kayaknya
medan papua tak cocok. Rawa dan pegunungan. makanya pesawat selalu jatuh di papua juga kl mau ke pasar harus naik helicopter sehingga 1 saksemen bisa seharga 500ribu, harga normal 60ribu
spirit
spirit spirit is offline
Mod

Post: 65.570
 
Reputasi: 1565

Reply
 


(View-All Members who have read this thread : 12
agungsuhada, Aldy23, ardifebrian, DJoumienthen, jakartawebhosting.com, MUCHLIS_HARAHAP, n1ngs1h, theresialee888, Tonisanjaya, wismacibanteng
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Aliran listik di tiga kota Kalimantan Timur Padam dimaskanza Politik, Ekonomi & Hukum 0
Ibu Kota Baru Jangan Terlalu Jauh Kalina Politik, Ekonomi & Hukum 4


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.