Bajaj Roda 4 Ini Siap-siap Mengaspal di Jakarta

spirit

Mod
32b9f4ee-3e41-4b6d-b423-3636a2b5993d_169.jpg

Wajah lawas kendaraan bemo kini diganti menjadi bajaj roda empat. Kendaraan berwarna biru dan putih dengan bahan bakar bensin ini siap beroperasi melayani penumpang di Jakarta.

Ketua Organisasi Angkutan Darat Shafruhan Sinungan mengungkapkan sedikitnya ada 17 unit bajaj roda empat yang mulai 'berseliweran' di lima wilayah Jakarta. "Belum beroperasi. Baru sosialisasi, sudah tersebar 17 unit dalam 5 wilayah DKI, tapi sifatnya masih sosialisasi," kata Shafruhan, Selasa (25/7/2017).

e3889140-f975-4d63-836e-1a446d228d82_169.jpg

17 unit bajaj roda empat disosialisasi ke penumpang. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)

Bajaj roda empat ini disosialisasi sejak 19 Juli 2017. Shafruhan mengatakan sosialisasi ini dilakukan guna menerima masukan-masukan dari masyarakat terkait dengan angkutan bajaj roda empat tersebut.

"Ya kami angkut penumpang, karena kami perlu masukan dari masyarakat. Tujuannya untuk minta masukan. Pertama adalah bajaj roda empat ini agar meningkatkan kualitas layanan dan mengganti bemo-bemo yang dihapus itu," ucapnya.

Selain untuk mengganti trayek bemo yang dihapus pada 6 Juni lalu, bajaj roda empat ini dipersiapkan untuk mengganti bajaj roda tiga yang sudah memasuki masa peremajaan bajaj, yang jatuh tempo lebih dari 10 tahun. Sosialisasi ini akan dilakukan selama 3 bulan ke depan.

"Diberikan waktu 3 bulan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Itu kan untuk bemo, dan peremajaan bajaj roda tiga yang jatuh tempo lebih dari 10 tahun, tentu kan kita untuk pengganti bemo dulu," ujarnya.

Menurut dia, bajaj roda empat masih menggunakan bahan bakar jenis bensin. Ketika ditanya soal tarifnya, Shafruhan mengatakan tarif sementara diberlakukan sesuai dengan kesepakatan antara pengendara dan penumpang.

"Bensin ya, tapi ini sudah melalui lulus uji emisi, masih bensin, minimal Pertalite ya. Belum dipasang (tarif) tapi sesuai kesepakatan saja kalau bajaj. Tidak ada tarif selama sosialisasi, per kilometer ya nggak tentu. Kesepakatan saja sama seperti roda tiga. Selama ini juga kesepakatan kan," tutur dia.


sumber
 
Organda: Bajaj Roda Empat Boleh Masuk Tol

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mengatakan bajaj roda empat, bajaj Qute, diperbolehkan masuk ke jalan tol. Menurut Organda, bajaj Qute masuk kategori kendaraan roda empat.

"Ya bisa saja karena dia kategori roda empat. Bisa saja. Cuma mungkin nggak umumlah kalau dia masuk tol," kata Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan saat dihubungi detikcom, Rabu (26/7/2017).

Dia mengatakan bajaj Qute tidak menyalahi aturan lalu lintas bila masuk ke jalan tol. Sebab, salah satu aturan masuk ke jalan tol adalah kendaraan harus memiliki roda sebanyak 4 buah.

"Kan tidak menyalahi peraturan lalu lintas. Bolehlah itu. Secara itu semestinya boleh, secara aturan dia roda empat. Tapi mungkin kalau jarak dekat boleh," ujar Shafruhan.

Bajaj Qute bisa memasuki jalan tol jika sifatnya situasional. Sebab, menurut Shafruhan, biaya jalan tol akan dikenakan kepada penumpang.

"Sifatnya situasional ya mungkin. Misal Cawang mau ke mana, misal dia mau ke Pulomas, katakanlah begitu, bisa saja dia masuk tol. Yang jadi persoalan tol itu jadi tanggung jawab penumpang. Penumpangnya mau nggak, misalnya cuma bayar Rp 20 ribu, ini lewat tol Rp 30 ribu jadinya," tutur Shafruhan.

Namun, bila itu terjadi, bajaj Qute diimbau tidak mengganggu kendaraan roda empat lainnya. Sebab, bajaj Qute berjalan di sisi kiri jalan tol dan diimbau tidak mengebut.

"Tapi kalau kata penumpangnya masuk tol saja, masuk saja deh, ya sudah tidak apa-apa. Nggak ganggu pengendara lain kan ambil jalur sebelah kiri," katanya.

Shafruhan juga menegaskan tidak ada aturan khusus untuk cc kendaraan bisa masuk jalan tol. Jadi untuk aturan jumlah roda, bajaj Qute sudah bisa memenuhi aturan tersebut.

"Gini, sopirnya kan belum mengerti aturan, bisa jadi. Tapi kalau dalam aturannya dia kan roda empat, karena roda empat tidak disebutkan cc kendaraan kan," tuturnya.


sumber
 
Cerita Sopir Bajaj Roda 4: Penumpang Bilang Enak, Nggak Gemetar

006c9c05-965b-4cb4-8664-272c2e3c89a6.jpg

Kendaraan bemo yang mengalami peremajaan kini berganti wajah menjadi Bajaj 'Qute' roda empat. Bajaj Qute mulai terlihat mengaspal di Jalan Mangga Dua Raya, Pusat sejak 19 Juli 2017.

Seorang sopir Bajaj Qute, Supendi, mengatakan Bajaj Qute dirasa lebih bermanfaat dari bemo sebelumnya. Ia mengatakan Bajaj Qute lebih ramah lingkungan dan lebih cepat lajunya dibandingkan bemo.

"Ya mending bajaj ini dari bemo. Penumpang juga bilang lebih enak nggak berisik dan nggak gemetar kalau naik bajaj ini, dulu kan bemo gemetar sampe-sampe penumpang bilang merinding pas turun dari bemo," ujar Supendi saat ditemui detikcom, Rabu (26/7/2017).

1_bajaj1.jpg

Namun, Supendi mengatakan untuk memiliki bajaj roda empat tersebut harus keluar uang lebih banyak. Ia mengatakan DP untuk memiliki bajaj tersebut sebesar Rp 10 Juta.

"Karena kredit kita ibaratnya bayar cicilan per bulan Rp 2.780.000, dengan DP Rp 10 Juta. Daripada bemo nggak dihargai terus ditarik sama Dishub. Ya sudah ambil bajaj ini walau cicilan harus 3 tahun. Tapi aturan kita nggak punya hutang ini jadi punya hutang," cerita Supendi.

Menurutnya, untuk penghasilan per bulan Supendi belum bisa meraba pendapatannya. Namun, selama ia menjajal bajaj Qute ini, per harinya ia bisa mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp 250 Ribu.

"Memang 100% penghasilan (buat) saya. Tapi ya itu jadi berhutang sana sini. Penghasilan kan belum mencapai sebulan, jadi belum ketahuan berapa. Kalau sehari Rp 250 ribu kotorlah sama bensin. Bensin Rp 30.000," jelasnya.

Supendi menuturkan bahwa bajaj Qute lebih irit bensin dibandingkan bemo. Ia mengatakan hanya mengisi Rp 30.000 dalam sehari dengan bahan bakar Pertalite.

"Ini bensinnya irit, bensinnya Pertalite, Premium, Pertamax bisa semua. Kalau isi full cuma Rp 65.000 itu bisa dua hari. Tapi belum tahu perawatannya murah atau tidak," tutur Supendi.

Pengelolaan bajaj Qute sendiri diolah oleh Organisasi Kendaraan Darat (Organda). Menurut Supendi cicilan bajaj setiap bulannya disetorkan ke Organda.

"Sistem kita kan bukan setoran ke Organda, tapi kita beli milik kita bajajnya, tapi nyicil ke Organda," ujarnya.

Standarisasi kemudi bajaj roda empat mirip dengan mobil manual pada umumnya. Bajaj Qute mempunyai 6 kopling beserta kopling untuk mundur.

"Sama kayak mobil manual, standar sama kayak mobil, kopling, rem, gas, rem tangan, vliper, gigi sampe 6 sama mundur. Sama kayak mobil manual. CC-nya sendiri 216 cc, bisa ngebut, speedometernya sampai 100 KM/jam, kalau bajaj biasakan hanya 125 cc yang biru itu," imbuhnya.

Supendi berharap penumpang bisa menerima keberadaan bajaj Qute ini dengan baik. "Ya semoga bisa diterima sama penumpang, biar kita juga lancar kedepannya. Namanya juga nyari rejeki kan," sambungnya.


sumber
 
Last edited:
Back
Top