Siapa Ibu yang Penyabar

jibijisalak123

New member
Cerita ini terjadi disalah satu kota Kabupaten di Jawa Tengah. Sebut saja Ibu Fulanah, ibu dari 3 orang anak, seorang istri yang soleha dan wanita yang sangat baik hati. Sedangkan suaminya merupakan sibuk berbisnis jual kopi toraja dan kerap sekali main perempuan.

Namun si Ibu ini selalu setia serta menerima suaminya apa adanya dengan ikhlas. Di kesehariannya beliau tidak pernah memprotes tentang susahnya kehidupan didunia. Di tiap malam Jum’at si Ibu ini pasti meluangkan waktunya untuk mengaji surat yasin.

Terakhir saya berjumpa si Ibu pada penghujung tahun 2009 di acara walimahan sepupu saya di daerah Jawa Tengah. Di saat itu istri saya lagi mengandung anak pertama ketika beliau sedang bantu sohibul hajat, yang merupakan keponakannya. Tiba-tiba saja istri saya bertanya kepada beliau yang kebetulan lagi membuat pia-pia atau bakwan jagung:

“Ini namanya apa ya Bude”.

Dengan suara yang lembut si Ibu menjawab;

“Kalau di tempat sini namanya pia-pia”.

Lalu istri saya berbicara kepada saya:

“Yah, pia-pia itu sejenis apa sih?”.

Saya pun menjawab:

“Pia-pia adalah nama lain dari bakwan jagung”

Istri saya pun berkata:”

“Oh gitu ya”.

Selepas dari acara itu selesai saya dan istri pun Langsung pergi untuk berkunjung ke mbah putri dari istri saya. Di perjalanan dari tempat sepupu saya kebetulan berbarengan dengan si Ibu sekeluarga yang ingin pulang ke kediammannya juga.

Dan jarak antara rumah si Ibu dan mbah putri juga tidak terlalu jauh. Namun karena rumah Mbah putri tidak terlalu jauh dibanding dengan kediaman beliau, saya dan istri pun turun lebih dulu. Dan sekalian berpamitan pulang sama beliau.

Namun sekitar Ramdahan tahun 2012 si Ibu tiba-tiba sakit keras dan harus dirawat ke rumah sakit setempat. Dan ditunggu oleh suaminya tercinta. Pada suatu waktu dokter meminta agar beliau untuk minum obat. Ketepatan pada saat itu merupakan bulan Ramadhan. Akan tetapi karena beliau lagi puasa maka si Ibu menolaknya dan berkata:

“ Saya ini lagi berpuasa jadi saya tidak dapat minum obatnya sekarang”.

Kemudian dokter pun meminta bantuan dari suaminya agar si Ibu ini mau meminum obatnya dan berkata:

“Bapak, saya mohon bantuannya agar bapak bisa merayu istri bapak untuk meminum obatnya, Saya takutnya apabila beliau tidak mau meminum obatnya sekarang maka hanya akan memperburuk kondisinya”.

“OK Dok”. Jawab Suami beliau.

Sang Suami pun langsung membujuk beliau agar meminum obatnya. Tapi lagi-lagi si Ibu enggan meminumnya. Dan berkata:

“ Saya ini lagi puasa jadi saya tidak dapat minum obatnya sekarang, Pada dasarnya wajib untuk seorang istri untuk mematuhi segala yang diperintahkan suaminya dalam yang disyari’atkan Allah SWT, akan tetapi harus menolaknya jika suami menyuruh kejelekan dan yang dilarang oleh Rabb Semesta Alam”.

Selepas itu suaminya pun hanya bisa berdiam diri saja. Tak lama sesudah kejadian itu si Ib i pun kritis tidak sadarkan diri hingga berhari-hari lamanya. Dan keluarga beliau memutuskan agar membawanya pulang agar dirawat di rumah saja.

Setibanya dirumah keadaan si Ibu masih saja koma sampai tetangga-tetangga beliau banyak yang datang membesuk. Dan sebagian tetangganyapun ada yang berinisiatif untuk membacakan surat Yasin secara berjamaah.

Diawali dengan pembacaan Surah Al-fatihah yang dibaca dengan khusyu. Tetapi kejanggalan terjadi ketika jamaah-jamaah mau memulai untuk mengaji surah Yassin. Subhanallah, Allah yang memilki segala khendak dan atas izin dan rahmatnya, si Ibu pun tiba-tiba bangun dari komanya seperti orang yang tidak terlihat sakit tak kurang satu apapun. Dan jamaah-jamaah pun terperangah dan sangat terkejut dengan kejadian ini apalagi si Ibu hanya berkata kepada orang-orang yang berada dikediamannya:

“Saya ikut bantu baca yasinannya”.

Bagaikan terhipnotis dengan prilaku beliau, tanpa adanya basa-basi lagi orang-orang pun bergegas untuk mengambilkan mukena beliau untuk dikenakannya untuk membaca Surah Yasin.

Akhirnya beliau bersama jamaah-jamah membaca surah yasin bersama-sama hingga selesai pembacaan surah yasin. Akan tetapi si Ibu tiba-tiba saja langsung berbaring kembali ditempat dan langsung mangkat ketika itu juga. Orang-orang yang berada dirumah pun merasa takjub dan beberapa diantaranya bahkan samapai menitikan air mata.

Kemudian beliau pun dikebumikan di komplek pemakaman umum di desanya. Bahkan saat suaminya meninggal pun berpesan untuk dimakamkan dsisamping istrinya tercinta.
 
Back
Top