Kerjasama Antara Bisnis “Internet of Things” dengan Internet Service Provider Semakin Meluas

rai_ihan

New member
Week%2044_2.jpg

HYPERNET – Berbagai macam perangkat elektronik yang sebelumnya berukuran besar, boros energi dan mahal, saat ini sudah dapat digantikan dengan perangkat-perangkat yang berukuran jauh lebih kecil, lebih canggih, hemat energi, hemat bandwith dan jauh lebih murah. Perangkat-perangkat elektronik kecil ini dilengkapi dengan software, sensor dan actuator serta terhubung dalam sebuah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan setiap perangkat tadi dapat mengambil data dan saling bertukar informasi. Interaksi antar perangkat inilah yang disebut dengan Internet of Things (IoT). Dimana semuanya terkoneksi dengan internet.

Secara singkat IoT merupakan jaringan peranti, kendaraan, bangunan, dan benda-benda lainnya, yang ditanamkan dengan rangkaian elektronik, perangkat lunak, sensor, dan konektivitas jaringan yang memungkinkan benda-benda tersebut untuk mengumpulkan dan menukarkan data.

Indonesia memiliki potensi yang amat besar bagi bisnis Internet of Things (IoT). Pertumbuhan teknologi yang pesat di Indonesia mendorong tingginya permintaan terhadap teknologi IoT, terutama dalam berbagai inisiatif kota pintar seperti di Jakarta.

Ketertarikan terhadap teknologi IoT cukup tinggi, namun impelementasinya masih rendah. Ada beberapa tantangan yang perlu diketahui perusahaan dalam menerapkan IoT pada bisnis mereka. Menurut survei yang baru dilakukan oleh Asia IoT Business Platform, lebih dari 70 persen perusahaan besar dan organisasi lokal saat ini tengah mengeksplorasi atau berusaha menemukan solusi IoT yang bisa digunakan atau diterapkan.

Masalah biaya, sistem warisan dan kompleksitas merupakan tiga hal utama yang menjadi tantangan utama dalam mengadopsi IoT. Adapun masalah lainnya pengembangan IoT tersebut belum sejalan dengan ketersediaan jaringan internet untuk mendukung IoT di Indonesia. Misalnya, adalah masalah jaringan internet di Indonesia. Untuk mendukung IoT diperlukan jaringan yang prima dan stabil.

Oleh karena itu, Kominfo dan para pelakon layanan Internet Service Provider (ISP) senantiasa mendukung perkembangan IoT dengan memperkuat jaringan internet. Mereka menyadari bahwa para pelaku bisnis di Indonesia memerlukan layanan sambungan internet yang optimal agar mampu mengejar perkembangan industri dunia. Dengan demikian, Indonesia dapat mampu ketertinggalannya dalam mengadopsi IoT yang kini banya diterapkan oleh industri hospitality.

Source
 
Saat ini banyak sekali orang yang tersambung dengan internet dan bahkan menjadi kebutuhan hidup. Maka bisa diatur saja biar tidak menjadi ketergantungan alias over.
 
Back
Top