anak durhaka

nurcahyo

New member
sungguh tragis nasib orang lanjut usia, banyak dari mereka yang ditelantarkan anak-anak mereka, apakah mereka tidak sadar siapa yang membesarkan mereka? tentu orang tua mereka yang sekarang telah lanjut usia.
 
wah.. cocok banget tuh. emang, jaman sekarang anak-anak jauh dari pendidikan agama. orang tua jg membiarkan akhlak anaknya bebas tanpa dibekali dengan aturan agama. maka sangat wajar kalo anak-anak sekarang banyak yang durhaka pada orang tua itu wajar lah. belum tahun kedepan-nya lagi. tambah parah lagi tuh, kalo dibiarkan begini terus.
 
iya saya juga ndak setuju, tapi juga diurut runtut dulu dari penyebabnya.
Mungkin :
1. sang anak ndak mau ngurus ortunya yang lansia karena merepotkan.
2. sang anak tidak mampu membiayai dan memberi tempat pada ortunya yang
lansia sehingga harus di panti wredha.
3. sang ortu tidak mau memberatkan menjadi beban bagi keluarga anaknya
karena dia sudah lansia.
Mungkin ada sebab-sebab lainnya juga.....
Tapi yang saya sangat tidak setuju kalau kita sebagai anak tidak berbakti pada orang tua, tanpa kabar berita, meninggalkan orang tua. option 1 .
Mungkin nanti kalau dibalas sama anak qta sendiri baru tau rasa ...
 
Coba tiap orang dapat mereview kembali apa saja yg orang tua kita lakukan dulu.. apa yg terbayang dibenaknya, apakah seperti ini.........?

** Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ...
sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

** Waktu kamu berumur 2 tahun , dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..
sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

** Waktu kamu berumur 3 tahun , dia memasak semua makananmu dengan
kasih sayang ... sebagai balasannya .... kamu buang piring berisi
makananmu ke lantai

** Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai
balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

** Waktu kamu berumur 5 tahun , dia membelikanmu baju-baju mahal dan
indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan
lumpur

** Waktu dewasa , dia membantumu membiayai pernikahanmu ..
sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari
500 km.

** Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana
merawat bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang
jamannya sudah beda."

** Waktu kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu
pesta salah satu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kamu
jawab "Aku sibuk sekali,nggak ada waktu."

** Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ..
JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA ... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU
 
terima kasih atas kebaikan hati rekan-rekan semua, kalau semua anak-anak seperti itu semu maka indonesia ini akan menjadi lebih baik.
 
didik anak sejak dini.... sejak dalam kandungan mungkin. orang tua jangan sekali-kali makan makanan yang haram kalo ingin anaknya menjadi sholeh dan baik ama orang tua
 
Seseorang memilih melakukan sesuatu itu didrive dari masa lalu. Anak dibilang durhaka karena apa?

Gimana kenyataan bahwa orang tua juga banyak yang menelantarkan anak? Anak dimanfaatkan jadi pengamen, pengemis etc karena anak kecil lebih dikasihani daripada orang dewasa. So dia bisa dapet duit lebih banyak daripada ortunya yang ngemis/ngamen. Ada juga faktor, dari kecil ortu fail untuk ngajar anak untuk hidup berakhlak. Jadi anak taunya menjalani hidup ya yang kita sebut durhaka itu... Belum lagi orang tua yang menyiksa anaknya seperti di true story "a child called it". Banyak sekali orang yang menjadi orang tua tanpa tau apa arti dan tanggung jawab jadi orang tua itu... So kalo kita punya ortu yang "tau diri" sebagai orang tua, bersyukurlah kita..

Jangan menghakimi seseorang kalo kita gak tau backgroundnya... Kita bisa memilih untuk gak jadi "durhaka", tapi orang-orang yang kita bilang durhaka itu tau gak kalo mereka berbuat salah? Adakah yang mengajari dan mencontohkan hidup yang baik itu seperti apa? Apakah mereka berbuat begitu karena "mungkin" ada dendam pribadi dengan ortunya? Ingat, saat kita menuding, keempat jari yang lain menuding balik ke kita. Ambillah unfortunate story seperti itu untuk makin saling mengasihi dan ber-refleksi diri untuk tidak melakukan hal yang "jahat" ke orang-orang yang kita cintai dan juga ke sesama kita... Love is always good man... No matter who you forward it to...
 
sebenernya begini..
kadang, anak durhaka, bisa jadi kesalahan orang tuanya sendiri, lohh.. contohh.. orang tua yang tidak mau atau tidak bisa mengerti anaknya.. wajar tuh, didurhakai.. maaf, yah.. pendapatku jadi seperti ini.. karena.. aku banyak melihat hal-hal seperti ini terjadi.. sekali lagi maaf..
 
Wah jangan begitu... Jangan jadi menghalalkan sikap durhaka itu!! Kita malah wajib memaafkan orang tua kita kalau mereka melakukan hal-hal yang menyakiti kita... Kalau kita memelihara kebencian, hidup kita gak akan bisa bahagia!! Orang tua kadang juga adalah produk dari masa lalunya. Ada orang yang melakukan hal yang menyakitkan anak-anaknya tanpa sadar karena itu dicontohkan oleh orang tua mereka juga. Jadi dia taunya menjadi orang tua ya seperti orang tuanya yang rajin menyakiti dan membuat anaknya sengsara!! Kalau kita tau bahwa itu gak baik, jangan dilakukan ke anak kita. Kita memperbaiki sikap yang gak baik jadi lebih baik. Kalau kalian baca serialnya A child called it, buku yang ke-3 kalian akan bisa liat betapa anak yang disiksa ibunya pada saat kecil, bisa berdamai dengan masa lalunya dengan memaafkan ibunya. Bahkan saat dewasa & ketemu ibunya lagi & ibunya gak berubah, dia malah jadi kasihan melihat ibunya. Betapa tidak bahagianya hidup di lingkaran kebencian dan tidak bisa melepaskan diri dari situ. Padahal all she had to do is step out of the circle, but she did not know how...

Pada dasarnya sikap balas dendam gak ada untungnya buat diri kita pribadi. Klasifikasi durhaka itu kan sebenarnya kita "membalas". Karena kita gak dicintai, kita balas dengan membenci. Kalau kita melihat ke sekeliling kita, masih banyak yang jauh lebih gak beruntung dalam hal relasi dengan ortunya. So petik aja pelajaran dari situ, tapi maafkanlah diri kamu dan orang tua kamu biar kamu gak jadi pendendam... Gak ada buah yang bisa kamu petik dari kemarahan, kebencian dan pembalasan. Susah, tapi bisa kalau kamu berani menjalani proses itu...

Ini ada sekelumit cerita yang mungkin bisa jadi pencerahan:

Seorang teman bercerita, bagaimana masa kecilnya dia sering disiksa bapak ibunya. Sering terjadi, ibunya memanas-manasi bapaknya saat si bapak memukuli anaknya. ?Terus Pak! Terus Pak! Pukuli aja sampai babak belur, anak nggak tau diri. Biar mampus sekalian aja?. Bahkan setelah dipukuli, si ibu dengan tega menelanjangi sang anak, mengurungnya di dalam kamar mandi selama tiga hari tiga malam tanpa diberi makan/minum. Kelima anak mereka mengalami perlakuan yang sama. Sementara anak pertama dan kedua mengalami hal-hal yang lebih mengerikan sehingga menurut cerita teman yang anak ketiga, merupakan keajaiban/berkah mereka berdua bisa survive tetap hidup sampai sekarang. Saking kejamnya perlakuan itu, sampai aku ? tidak percaya ada orang tua seperti itu. Dan ? nya lagi kupikir temanku yang bohong. Jadi kekejaman yang extra ordinary macam apa yang dilakukan ke anak pertama dan anak kedua, tidak terlalu kupikirkan, jadi lupa.

Kemudian temanku itu cerita, saat sudah dewasa, kelima anak-anak itu berbincang menginginkan suasana lebaran seperti keluarga-keluarga yang lain. Mereka ingin merasakan suasana bermaaf-maafan yang mereka lihat terjadi di rumah tetangga-tetangga. Mereka berlima merencanakan untuk sungkem ?minta maaf? saat lebaran tiba. Yang terjadi, saat mereka sungkem ke ibu mereka, ibu mereka malah berteriak,?Setan lo semua! Sampai mati pun tidak akan gue maafin. Anak setan lo semua! Biar mampus masuk neraka lo semua!? Lagi, aku cuma bengong mendengarnya. Yang keluar dari mulutku malah,?Lagi elo! Udah tau nyokap lo kayak gitu, pake macem-macem pengen sungkeman lagi!?
 
bukannya menghalalkan ato mengharamkan, yah.. tp gw liat kenyataannya begitu.. gw hampirr.. hampirr seperti itu, seandainya nyokap sama bokap tiri gw gak cerai.. gw pasti jd durhaka.. untungnya.. di ending story.. nyokap bisa mengerti tentang penderitaan gw sama adek gw..
 
sungguh tragis nasib orang lanjut usia, banyak dari mereka yang ditelantarkan anak-anak mereka, apakah mereka tidak sadar siapa yang membesarkan mereka? tentu orang tua mereka yang sekarang telah lanjut usia.

maaf kalo gw mandang dari sisi yang berbeda,...
ada sedikir joke di dunia ke-orangtuaan, (dan mungkin ke-anakan..)

Di saat seorang anak masih kecil dan mengajak bapak / ibunya bermain, ato untuk sekedar mancing bareng, si orangtua selalu mengatakan: "maaf nak, bapak sibuk bekerja di kantor, jadi nggak bsia nemenin. Kamu main sama bibik aja yah..."

Nah, ketika orangtua sudah menginjak masa lansia, ketia orangtua meminta anaknya untuk menemaninya sang anak pun berdalih: "Maaf pak, saya lagi sibuk ada kerjaan di kantor..."

Ada yang bilang, buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. dalam hal ini, kadang tingkah laku anak ketika dewasa adalah merupakan refleksi dari perlakuan orangtua pada si anak ketika si anak masih kecil... Dan ketika orangtua menebarkan benih2 cinta, kasih sayang dan perhatian pada waktu si anak masih kecil, sang orangtuapun akan mendapatkan hal yang serupa ketika ia beranjak uzur. Sebaliknya, ketika orangtua menanamkan benih kesendirian, kesepian, dan ketiadaan perhatian padawaktu si anak kecil, sang ortu pun (meskipun tidak selalu) akan mendapatkan hal yang serupa ketika usianya uzur. Nah, kita tinggal pilih, mau jadi orangtua seperti apa bagi anak2 kita...

Mungkin sedikit refleksi bagi kita untuk menjadi ortu yang baik di kemudian hari...
 
Back
Top