Berlibur Ke Rumah Nyai Ratu(sukabumi)

buddye8910i

New member
Sukabumi



Pelabuhan Ratu menyajikan panorama Samudera Indonesia yang aduhai. Kebun karet, pasir putih, hutan, dan budaya setempat menjadi paduan yang unik. Ada pula hotel yang menyisakan misteri klasik tentang penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

Banyak pantai indah bertebaran di pesisir Selatan Jawa. Terentang mulai dari Grajagan di Jawa Timur -- pantai ini menjadi ajang turnamen tahunan selancar internasional--, Parangtritis dan Baron di Yogya, hingga Pangandaran dan Ujung Kulon di Jawa Barat yang menjadi cagar alam nasional. Terselip di antaranya adalah Palabuhan Ratu yang menjadi salah satu ikon pariwisata Sukabumi.

Terletak sekitar 50 kilometer arah Selatan Kota Sukabumi, atau sekitar 160 kilometer dari Jakarta, Palabuhan Ratu menjadi kawasan wisata keluarga yang hangat dan ideal. Di sepanjang jalan beraspal mulus yang menyusuri tepi pantai sepanjang 6 kilometer itu, berjajar penginapan, rumahmakan, kafe atau sekadar losmen kecil dan warung mie rebus.

Yang menarik dari kawasan ini adalah komposisi alamnya. Ketika tubuh Anda terguncang-guncang akibat banyaknya lobang di sepanjang jalan raya menuju kawasan ini, di kanan kiri Anda terbentang hutan karet dan kebun cengkeh yang rimbun menghijau. Lumayan, karena itu pasti akan sedikit mengobati kepenatan Anda berkendara.

Lalu, ketika jalan terasa menjadi semakin halus dan bersahabat, pemandangan pun segera berganti. Aroma pantai yang kental dan angin yang berhembus lebih kencang menyelusup di antara sawah-sawah yang waktu itu mulai menguning. Padi-padi itu, hanya terletak beberapa puluh meter dari ombak yang saling berkejaran menciptakan buih.

Goa Dan Air Panas
Bagi Anda yang tidak ingin menginap, mungkin musti bergegas untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di sekitar Palabuhan Ratu. Ada banyak tempat menarik yang bisa Anda kunjungi, misalnya saja ke Goa yang disebut dengan Rawa Kalong. Seperti namanya, gua yang terletak sekitar 3 kilometer dari pusat kota kecamatan ini memang menjadi markas metamorfosis Count Dracula. Makanya, kebanyakan orang justru lebih nyaman menikmati goa itu dari luar, sore-sore dalam keremangan senja, ketika ribuan kalong atau kelelawar menutupi langit.

Jika Anda merasa tidak nyaman melihat tikus terbang itu, mungkin pemandian air panas Cisolok adalah alternatif yang paling menarik. Hanya memperpanjang perjalanan Anda ke arah Barat sekitar 3 kilometer lagi, Anda sudah bisa menikmati hangatnya air belerang yang diyakini merupakan obat mujarab untuk rematik dan penyakit kulit lainnya.

Bagi yang menyukai wisata ziarah, Anda pun bisa berkunjung ke banyak situs makam kuno yang banyak tersebar di bukit-bukit yang menjulang memagari Palabuhan Ratu. Sebut saja Gunung Tangkil. Di puncak bukit ini terdapat tanah lapang seluas sekitar 30 meter persegi. Di situ terdapat makam Embah Bapung Alas, Embah Lanang Jagad dan Embah-embah lain yang diyakini oleh penduduk setempat sebagai sesepuh dan penguasa Palabuhan Ratu.

Hotel Samudera
Dan bagi Anda yang berencana untuk menginap, ada banyak alternatif penginapan dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kekuatan kantong Anda. Satu-satunya hotel berbintang tiga di kawasan itu adalah hotel Samudera Beach. Dengan lokasi tepat menatap lautan, hotel tertua yang dibangun atas inisiatif Bung Karno pada tahun 1962 ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Meski pantai yang terdapat di Hotel Samudera Beach (HSB) termasuk salah satu yang terbersih dan terindah, sebenarnya bukan itu yang menjadi daya tarik utamanya. Salah satu kamar di situ, yaitu kamar nomor 308 yang terletak di lantai 3 menjadi salah satu kamar hotel terpopuler di Indonesia. Banyak pengunjung yang menginap karena tertarik pada romantika kamar tersebut. "Berdasarkan wangsit yang diterima Bung Karno, hotel ini hanya boleh dibangun asal disedikan satu ruangan kosong," ujar Edi, salah seorang karyawan yang sudah bekerja di HSB selama 27 tahun.

Konon, di kamar inilah BK menjalin hubungan cinta dengan Penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Begitu Anda masuk kamar tersebut, suasana mistis memang segera langsung terasa. Ruangannya didominasi warna hijau, karpet hijau, keramik hijau, gordin hijau, dan tak lupa bau kemenyan begitu keras menyengat. Delapan lukisan Ratu Kidul dari berbagai versi --salah satunya karya asli Basuki Abdullah-- dan dua lukisan BK menutupi dinding kamar tersebut.

Tak jelas, apakah benar BK mempunyai hubungan khusus dengan Sang Nyai. Apalagi menurut Edi, BK hanya sempat sekali berkunjung ke HSB. Yang pasti, BK meninggalkan salah satu karyanya di hotel tersebut.

Legenda Sang Ratu
Di jaman Belanda, cikal bakal kawasan wisata ini dimulai dari sebuah tempat yang disebut Gado Bangkong. Tempat yang menjorok ke laut itu menjadi pelabuhan bongkar muat bagi kapal-kapal yang merapat ke pantai. Entah siapa yang pertama kali menyebut kawasan ini dengan nama Palabuhan Ratu. Yang pasti, menurut Edi, itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan sang ratu Kidul. Dalam satu riwayat, diceritakan bahwa nama itu justru berhubungan erat dengan sejarah Prabu Siliwangi.

Nama Ratu di sini ternyata merujuk pada nama putri terakhir Sang Prabu, yaitu Ratu Purnama Sari. Dialah yang melahirkan Nyai Ratu Palabuhan. Kelak nama itu dibalik dan menjadi sebutan populer untuk daerah sini yaitu Palabuhan Ratu. Kemungkinan besar, Nyai Ratu itu malah tidak hidup di daerah yang sekarang ramai disebut Palabuhan Ratu. Diduga, ia justru tinggal di daerah Pasir Pogor, Cidadap, beberapa kilometer dari tempat itu. Tapi yakin saja, konfirmasi atas kebenaran domisili ini tak akan mengubah apa-apa tentang Pelabuhan Ratu.

keterangan foto:
Beberapa orang anak bermain di perahu yang tengah "parkir" di pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

SENIOR/Masrur Jamaluddin
? Kompas
 
Pelabuhan Ratu.....dah lama gak ke sana. Wisatanya sih ok, tapi kurang suka dgn perjalanan menuju lokasi
 
Back
Top