(facts) Apa cowo lebih "jago" dari cewe?? ga juga tuh...

icha_icha

New member
Mitos: Banyak anggapan yang menyatakan, dorongan atau hasrat seksual pria jauh lebih tinggi dibandingkan wanita. Sehingga, pria sangat memerlukan hubungan seksual untuk memenuhi dorongan seksual, sedangkan wanita tidak. Atau dengan kata lain wanita adalah makhluk aseksual, sebaliknya dengan pria. Dalam melakukan hubungan seksual, posisi pria harus selalu di atas wanita.

Fakta: Anggapan ini salah sama sekali. Sebenarnya hasrat seksual pria sama dengan wanita. Kalau berbeda, itu hanya dalam mengekspresikannya karena banyaknya nilai sosial dan moral yang lebih menghambat wanita. Budaya wanita harus bersifat pasif yang masih banyak diterapkan di masyarakat membat wanita agak segan atau malu dan berekspresi saat bercinta.
Demikian pula dengan kadar hormon testoteron yang lebih rendah dimiliki wanita dibandingkan pria. Namun, kaum wanita lebih "sensitif" dari pria, sehingga hasil akhirnya pun sama.

Kenyataannya, memang tidak sedikit wanita yang kehilangan hasrat seksualnya. Ini berkaitan dengan banyaknya faktor berpengaruh hal yang satu ini selain hormon testosteron. Yakni, rangsangan seksual yang diterima, stres atau tekanan emosi serta pengalaman seksual sebelumnya.
Tetapi, wanita sangat mungkin mengalami apa yang disebut multiorgasme lho. Dalam satu malam, wanita bisa beberapa kali mencapai orgasme. Beda dengan pria, mesti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai orgasme kedua. Selain itu, dalam hal posisi hubungan seksual, tidak melulu pria harus selalu di atas. Agar dapat mempermudah wanita mengalami orgasme, posisi sebaiknya dilakukan secara woman on top, posisi yang paling memungkinkan eksplorasi G spot (zona erotis wanita) dan terjadinya orgasme pada wanita, doggy style, spoon style dan sebagainya. Tentu saja pemilihan posisi ini harus disepakati oleh kedua belah pihak, sebab ada posisi yang menyenangkan satu pihak tetapi tidak menyenangkan pihak lain.
Pembahasan mitos seksual di atas hanyalah sebagian kecil saja dari keseluruhan mitos yang beredar di masyarakat. Disarankan, perlu adanya semacam pendidikan kesehatan seksual sehingga pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai seksualitas meningkat. Efeknya, masyarakat terhindar dari akibat buruk karena mitos seksual.
 
Mitos: Banyak anggapan yang menyatakan, dorongan atau hasrat seksual pria jauh lebih tinggi dibandingkan wanita. Sehingga, pria sangat memerlukan hubungan seksual untuk memenuhi dorongan seksual, sedangkan wanita tidak. Atau dengan kata lain wanita adalah makhluk aseksual, sebaliknya dengan pria. Dalam melakukan hubungan seksual, posisi pria harus selalu di atas wanita.

Fakta: Anggapan ini salah sama sekali. Sebenarnya hasrat seksual pria sama dengan wanita. Kalau berbeda, itu hanya dalam mengekspresikannya karena banyaknya nilai sosial dan moral yang lebih menghambat wanita. Budaya wanita harus bersifat pasif yang masih banyak diterapkan di masyarakat membat wanita agak segan atau malu dan berekspresi saat bercinta.
Demikian pula dengan kadar hormon testoteron yang lebih rendah dimiliki wanita dibandingkan pria. Namun, kaum wanita lebih "sensitif" dari pria, sehingga hasil akhirnya pun sama.

Kenyataannya, memang tidak sedikit wanita yang kehilangan hasrat seksualnya. Ini berkaitan dengan banyaknya faktor berpengaruh hal yang satu ini selain hormon testosteron. Yakni, rangsangan seksual yang diterima, stres atau tekanan emosi serta pengalaman seksual sebelumnya.
Tetapi, wanita sangat mungkin mengalami apa yang disebut multiorgasme lho. Dalam satu malam, wanita bisa beberapa kali mencapai orgasme. Beda dengan pria, mesti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai orgasme kedua. Selain itu, dalam hal posisi hubungan seksual, tidak melulu pria harus selalu di atas. Agar dapat mempermudah wanita mengalami orgasme, posisi sebaiknya dilakukan secara woman on top, posisi yang paling memungkinkan eksplorasi G spot (zona erotis wanita) dan terjadinya orgasme pada wanita, doggy style, spoon style dan sebagainya. Tentu saja pemilihan posisi ini harus disepakati oleh kedua belah pihak, sebab ada posisi yang menyenangkan satu pihak tetapi tidak menyenangkan pihak lain.
Pembahasan mitos seksual di atas hanyalah sebagian kecil saja dari keseluruhan mitos yang beredar di masyarakat. Disarankan, perlu adanya semacam pendidikan kesehatan seksual sehingga pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai seksualitas meningkat. Efeknya, masyarakat terhindar dari akibat buruk karena mitos seksual.

trim's icha....nambah pengetahuan neeh..:terimakasih:
 
Back
Top