Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

"Hooree... aku akhirnya tumbuh menjadi besar. Menjadi kebanggaan dan perlindungan bagi setiap orang..." kata pohon pelangi. Ya, itu adalah namaku, nama yang diberikan seorang anak kecil kepadaku saat ingin dimusnahkan manusia-manusia tak berprikemanusiaan itu.

Saat itu, dia memberiku nama pelangi karena aku telah memberikan sinar terang. Seperti pelangi dari kegelapan kehidupannya. Kegelapan dari segala kebahagiaan hidup yang tidak pernah didapatkan. Dia adalah anak seorang pengemis. Dia mengamen di jalan setiap hari, kehujanan, kedinginan di jalan, dan diusir serta dihina banyak orang. Namun, hati anak itu sangat mulia. Dia menyelamatkanku dari kondisi alam yang gersang dan memindahkanku dengan sangat hati-hati agar aku tidak mati.

Menanam, merawat, dan menyiramiku secara rutin. Namun, beberapa bulan berikutnya, aku tak tahu nasib anak itu. Dengar-dengar, dia tertangkap satpol PP saat penggusuran gepeng (gelandangan dan pengemis). Saat itu, aku ingin balik menolongnya. Tapi, aku sudah tertancap di sini dan tak bisa ke mana-mana. Maka, aku sangat berutang budi kepadanya. Aku berjanji pada diriku, saat besar nanti akan menjadi pohon yang baik seperti anak itu

"Hari pertamaku dewasa kira-kira apa yang akan kulakukan ya?" tanya pohon pelangi. "Aahaa. Aku tahu, aku akan berusaha melindungi orang-orang yang berteduh padaku, baik saat panas matahari menyengat maupun hujan deras.

Tidak lupa juga aku akan mengisap air yang banyak. Tujuannya, mereka tidak kebanjiran saat hujan. Setelah berpikir, akhirnya datanglah tiga orang yang berteduh saat panas matahari menyengat.

Si pohon pun bersiap-siap melakukan tugasnya. Namun, setelah beberapa jam berteduh, manusia itu membawa sebuah paku dan palu serta papan dari besi. Isinya iklan badut, tukang las, dan sebagainya. Lalu, manusia itu menancapkan papan iklan tersebut pada pohon itu.

"Aaah... tidak. Sakit sekali rasanya. Bagaimana bisa mereka melakukan itu padaku? Dia sudah kutolong, tapi apa balasannya? Dasar manusia tidak tahu terima kasih, " geram si pohon pelangi.

Lima tahun kemudian, tak terasa pohon pelangi semakin berumur. Batangnya semakin besar dan kukuh. Walaupun tubuhnya berubah, sifatnya masih sama. Tentunya, ia masih bertahan hidup dari ulah manusia nakal itu. Namun, di siang bolong ini memang tidak ada yang tahu nasib seseorang. Lagi-lagi, ia masih melindungi manusia dari teriknya matahari. Manusia itu malah membakar sampah tepat di atas akar-akarnya yang menonjol.

"Astaga, ujian apalagi ini. Sakit sekali rasanya, panas dan hampir mati aku dibuatnya!! Tapi, aku tidak boleh menyerah. Tugasku menjaga bumi ini dari kehancuran. Untuk sementara, biarkan saja ulah manusia ini. Mungkin kelak mereka kapok dengan ulahnya sendiri. Sebab, asap polusi yang dihasilkannya akan menanamkan kuman-kuman dalam tubuhnya," ujar sang pohon.

Tahun berganti tahun, usia pohon pelangi sudah lebih dari 20 tahun. Namun, kejadian itu tidak membuat para manusia jera. Yang ada malah semakin menjadi.

Alhasil, si pohon pelangi hampir saja kehilangan sebagian tubuhnya. Bahkan, sel-sel tubuhnya hampir tinggal sedikit. Selain itu, iklan-iklan berupa lembaran-lembaran, poster-poster, dan pamflet-pamflet terus menutupi batang si pohon pelangi. Dengan kondisi seperti itu serta semakin besarnya lubang batang pohon tersebut, si pohon pelangi berusaha tetap hidup selama 20 tahun ke depan.

Tetapi, sepertinya, hal itu sulit terwujud. Hanya selang beberapa tahun, di suatu hari dengan cuaca sangat buruk, hujan lebat disertai kilat menyambar-nyambar, si pohon pelangi benar-benar merasa tidak kuat tagi. Akhirnya, dia mati dengan menjatuhkan diri di atas mobil-mobil dan kendaraan bermotor.

Yaa... si pohon pelangi merobohi beberapa kendaraan dan ada enam korban dalam peristiwa itu. Kini tak akan ada lagi pohon yang berjasa seperti pohon pelangi. Akankah manusia di bumi ini berhenti atas ulahnya? Ataukah mereka akan tetap seperti itu. Hanya kitalah yang tahu jawabannya.
Kalina
Kalina Kalina is offline
Mod

Post: 34.525
 
Reputasi: 359

__________________
Kunjungi juga, ya..!!
Kamus Gizi/Nutrisi

Health Wiki

Semoga Selalu Sehat!!

Recent Blog: My Best Peoples   
       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

wah bagus nih buat diceritain ke adik kecil
Megha
Megha Megha is offline
World Level

Post: 16.426
 
Reputasi: 547

__________________






Reply With Quote     #3   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

wah, saya suka pesan/moral di cerita ini cukup menyindir kita sebagai manusia yg sering merusak alam....
Randy_Muxnahtis Randy_Muxnahtis is offline
Village Level

Post: 46
 
Reputasi: 43






Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

aduh ini cerita apa
barmiati barmiati is offline
City Level

Post: 388
 
Reputasi: 12






Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

cerita yg kayak gini nih yg dibutuhkan oleh adik2 kita. tp sygnya gak bnyk yg nulis crta spt ini,, keep writing ya?
dark_elf
dark_elf dark_elf is offline
Village Level

Post: 25
 
Reputasi: 3






Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

cerita yang menarik, lanjutkan kak
marioomar marioomar is offline
Village Level

Post: 45
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

wah seru nih ceritnyaaaa
aiku
aiku aiku is offline
City Level

Post: 265
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #8   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

saya suuka samaa cerita ini
dian-sastro dian-sastro is offline
Home Level

Post: 14
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

saya suka dengan ceritanya, cerita lagi dong non
Movistar
Movistar Movistar is offline
National Level

Post: 547
 
Reputasi: 2






Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Cerpen: Tugas Mulia Sebuah Pohon

cerita yang mengagumkan
jainudin
jainudin jainudin is offline
Continent Level

Post: 3.591
 
Reputasi: 47

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Cerpen elbar Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung 0


Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.