Wisata Perang yang Menantang

Kalina

Moderator
23355large.jpg


PARIS - Paket wisata ke Hawaii, Mesir, Tiongkok, atau Thailand sudah sangat lazim. Tapi, yang ditawarkan biro perjalanan Prancis Terre Entire ini tidak lumrah, yaitu perjalanan ke Iraq, negeri yang hingga kini masih dilanda perang.

Untuk delapan hari perjalanan ke Kurdi, wilayah otonomi di Iraq bagian utara, Terre Entire mematok harga EUR 2.050 (sekitar Rp 27,3 juta) per orang. Itu sudah termasuk penerbangan dari Paris.

''Paket wisata ini memberikan pengalaman lain bagi para pelancong. Mereka bisa melihat yang terjadi 'di balik layar'. Iraq tidak lagi hanya seperti yang kita lihat di televisi setiap malam,'' ujar Pierre Simon, juru bicara Terre Entire, agen perjalanan spesialis kawasan menantang, seperti Syria dan Libya.

"Perjalanan itu merupakan kesempatan untuk memahami dan berbagi dengan masyarakat Iraq serta mengetahui keinginan mereka," tambahnya.

Di Negeri 1001 Malam yang diinvasi Amerika Serikat sejak lima tahun lalu itu, para wisatawan akan diinapkan di sebuah seminari Kristen di pinggiran ibu kota Kurdi, Irbil. Meski tidak mewah, turis bisa mendapatkan kamar perorangan yang layak.

Karena Kurdi bukan benar-benar tempat yang aman, keamanan para wisatawan tetap diutamakan. Bom bunuh diri pernah terjadi di kantor salah satu partai di Kurdi dan menewaskan 109 orang pada 2004.

Simon menolak membeberkan detail kepastian keamanan di sana. Dia hanya mengatakan, para pelancong yang datang ke Irbil harus terbang dengan maskapai Austria dari Wina. Bisa berbahaya jika terbang dari Baghdad atau Turki.

Terre Entire memang bukan agen perjalanan yang kali pertama membawa turis Barat ke Kurdi sejak perang Iraq 2003. Juni lalu, agen perjalanan Distant Horizons asal Long Beach, California, telah melakukan perjalanan 12 hari di kawasan tersebut. "Perjalanan itu sangat sukses," ujar pemilik Distant Horizons Janet Moore. Dia berencana membawa tiga grup ke Kurdi tahun depan.

"Tantangan terbesar dari jenis perjalanan ini adalah pemasarannya. Persepsi orang, mereka akan dibawa ke Iraq. Artinya sama dengan perang," ujar Moore. "Padahal, di sana juga ada potensi wisata yang bagus," imbuhnya.

Kawasan Kurdi memiliki pemandangan indah dan pegunungan yang tenang sebagai tujuan wisata. Untuk saat ini, bisa dikatakan ada kenaikan kunjungan turis lokal. Pada musim panas ini, 23 ribu lebih warga Iraq berlibur ke kawasan tersebut, meningkat dari 3.700 wisatawan tahun lalu. (AP/erm/ami)
 
Back
Top