Para Pecinta Kura-Kura

Status
Not open for further replies.
gambarnya
images


maaf gambarnya telur penyu tp umum nya sama aja kok
 
Kura-kura Brazil: Fakta dasar dan perawatan kesehatan

fek dari perdagangan

Image Kebanyakan kura-kura brazil (red ear slider) yang diperdagangkan ditakdirkan mati prematur sejak mereka menetas. Mayoritas kura-kura ini dijual kepada penjual yang tidak berpengetahuan dan lalu mereka menjual kura-kura ini kepada pembeli tanpa informasi perawatan yang cukup. Tortoise Trust menginginkan adanya penerapan hukum bahwa semua hewan eksotik hanya dapat dijual jika disertakan petunjuk tentang dasar pemeliharaannya yang tepat. Setiap tahun ada tiga sampai empat juta kura-kura brazil yang diekspor dari Amerika. Kebanyakan mereka berasal dari peternakan di Louisiana dan Mississippi. Para penangkap kura-kura alam yang juga menyediakan stok pengganti untuk peternakan ini juga bertanggung jawab atas pengumpulan 25.000 – 30.000 kura-kura dewasa setiap minggunya untuk diekspor ke pasar makanan di luar negeri (khususnya di Asia Timur).

Peternakan komersil kura-kura biasanya memiliki beberapa kolam buatan yang mana setiap kolamnya dapat berisi sampai 13.000 kura-kura petelur dewasa. Tingkat kematian yang sangat tinggi yang terjadi setiap tahun disebabkan oleh stres, penyakit, kelainan gizi makanan, ketidakcukupannya ketinggian air dan populasi yang terlalu padat. Air, yang perlu mendapat perhatian khusus karena tingginya kontaminasi oleh bermacam-macam organisma penyakit.

Tingginya tingkat kelebihan dari kura-kura dewasa yang rumahnya tidak diinginkan, tapi ribuan bayi kura-kura terus diternakan setiap tahunnya memperburuk masalah kemanusian. Kebanyakan bayi kura-kura akan mati dalam jangka waktu 3-6 bulan, tapi hanya sebagian yang bisa bertahan dari ketidakcukupan akomodasi.

Populasi alami kura-kura sudah banyak mengalami tekanan yang intensif dari hilangnya habitat karena manusia. Luasnya penyebaran dan tidak adanya pengontrolan pengambilan/pengumpulan untuk perdagangan membuat populasi kura-kura makin tertekan lebih parah.
Kura-kura dapat dimulai sebagai mahluk kecil yang kelihatannya dapat dipelihara di tempat yang kecil dan murah. Tetapi setelah mereka dewasa, mereka berkembang menjadi ukuran yang cukup besar 30cm dan itu bukan hal yang luar biasa. Dengan ukuran ini mereka membutuhkan tempat yang luas pula, mahalnya biaya alat-alat penyaringan/filter serta mahalnya biaya yang harus kita keluarkan seiring waktu. Sangat berguna untuk diperhatikan, bahwa anak kura-kura hanya berharga dua dollar saja (duapuluh ribu rupiah) untuk membelinya pertama kali. Tetapi biayanya akan menjadi paling sedikit seratus kali lipat dari harga pembelian awal untuk merawat kura-kura dewasa dengan baik (aquarium, pemanas, lampu dan filter). Ini belum termasuk kemungkinan biaya tambahan untuk pergi ke dokter hewan dan makanannya. Dengan harga yang murah, kura-kura sering langsung dibeli tanpa pikir panjang – berapa banyak orang mengambil komitmen ini jika mereka tahu apa yang termasuk dalam pemeliharaan kura-kura yang benar?
Memang tidak ada salahnya memelihara kura-kura sebagai hobi jika kamu ingin benar-benar merawat kura-kura tersebut dengan serius dan menyediakan lingkungan yang mendukung untuk kura-kura tersebut. Ada ribuan kura-kura sangat membutuhkan orang-orang yang dapat memberikan perawatan dengan baik. Kura-kura adalah binatang pintar yang dapat berharga untuk dipelihara. Yang harus kita lakukan adalah tidak mendukung perdagangan kura-kura.

Filtrasi

Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah anda. Menguras air secara teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu. Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan. Ada tiga jenis filter:

Image Filter undergravel(bawah pasir)

Filter undergravel bekerja sangat baik, tetapi membutuhkan area yang luas, rendah kepadatan dan air yang mengandung oksigen tinggi. Jenis filter ini mengunakan pompa udara. Tetapi hanya sesuai untuk anak kura-kura. Aquarium yang besar harus menggunakan powerhead(pompa air celup) untuk menggantikan pompa udara.

Filter tabung internal(dalam aquarium)

Filter tipe ini cukup murah dan sangat efektif. Gunakan filter berukuran terbesar di dalam tangki anda. Media filter yang paling baik menurut pengalaman kami adalah jenis busa (spon). Busa ini dapat dikeluarkan dan dicuci jika tersumbat.

Image Filter tabung eksternal(luar aquarium)

Untuk aquarium yang besar filter jenis ini tidak terkalahkan. Sekali lagi, kami menemukan busa/spon untuk media yang paling efektif tetapi kombinasi lainnya juga dapat digunakan karena salah satu keuntungan filter jenis ini adalah keserbagunannya. Badan filter sendiri terletak di luar aquarium, hanya pipa penghubung ke dalam dan keluar yang dimasukan ke dalam aquarium. Gunakan filter terbesar yang dapat kamu beli untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi akan berdampak negatif terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Filter eksternal yang berkekuatan besar tidaklah murah tetapi sangatlah membantu jika anda memelihara jenis kura-kura besar di dalam aquarium karena filter itu akan mengurangi kebutuhan seringnya mengganti air.

Pencahayaan

Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula) adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Silahkan membaca artikel pencahayaan kami untuk mengetahui lebih mendalam tentang topik ini.

Kesehatan dan Penyakit

Lebih dari 85% semua penyakit-penyakit yang ditemukan pada kura-kura adalah hasil dari akibat rendahnya kebersihan perawatan atau rendahnya gizi makanan dan kadang-kadang disebabkan oleh keduanya. Air yang kotor atau pengaturan suhu yang salah sering terjadi dan tidak dapat dijadikan sebagai alasan. Air yang bersih dan suhu yang cocok dapat dengan mudah dicapai hanya dengan biaya kecil untuk membeli peralatan pada toko-toko.
Penyakit yang disebabkan oleh makanan yang salah banyak sekali ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian dini. Jika keseimbangan gizi makanan dapat diberikan seperti yang ditekan sebelumnya, kami telah menemukan spicis yang dapat bertahan hidup lebih dari 30 tahun dalam perawatan.
Kura-kura dapat menjadi sakit seperti binatang lainnya dan jika mereka sakit anda harus cepat membawanya ke dokter hewan. Pada umumnya penyakit ini dapat disembuhkan jika terdeteksi secara cepat.
Berikut ini adalah pedoman untuk masalah kesehatan pada umumnya untuk membantu anda mengidentitikasi binatang sakit yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut dan kemungkinan perawatan selanjutnya. Pedoman ini bukan dimaksudkan sebagai petunjuk untuk anda melakukan perawatan sendiri. Semua perawatan kesehatan haruslah dimonitor oleh dokter hewan yang berkualitas. Metoda perawatan yang akan dibahas hanya sebagai referensi saja dan dimaksudkan sebagai petunjuk umum sesuai dengan kebiasaan kedokteran sekarang ini. Juga dapat ditemukan beberapa petunjuk umum untuk pemeliharaan dan perawatan kura-kura air tawar yang sakit yang dapat bermanfaat untuk disimak:

Kura-kura yang sakit harus dijaga kehangatannya. Suhu yang paling cocok secara umum adalah antara 27 -30 C. Pada suhu ini sistem daya tahan tubuh dapat bekerja dengan maksimal. Sangatlah penting untuk mempertahankan kebutuhan akan air dari pada mengkhawatirkan untuk memberikan makanan secara paksa. Kura-kura yang kekurangan air (dehydrated) mengakibatkan kondisi yang sangat serius (dari komplikasi ginjal). Pada umumnya binatang yang sakit dan lemah membutuhkan / menyerap air dan mengembalikan fungsi ginjal sebelum mereka membutuhkan makanan secara paksa.
Kura-kura yang sakit mungkin tidak dapat berenang secara benar. Mereka dapat juga tenggelam. Jaga ketinggian air yang rendah dan pastikan kura-kura dapat meninggalkan air dengan mudah sesuai dengan keinginannya. Jika terjadi infeksi, pisahkan kura-kura itu segera mungkin. Sediakan aquarium kosong untuk keperluan ini jika dibutuhkan. Berikan perhatian yang khusus untuk hal-hal kebersihan dan gunakanlah sabun pencuci tangan seperti ‘Betadine’ povidone-iodine. Kunci keberhasilan perawatan reptil adalah ketepatan dari diagnosa yang diikuti oleh pengobatan sesuai. Jangan melakukan diagnosa tebak-tebakan tapi selalu mencari nasehat ahli di bidang doker hewan dari sumber yang terpercaya.
Pedoman penyakit umum


Gejala:
Mata bengkak atau berair, biasanya tertutup. Kemungkinan mengeluarkan cairan putih. Kulit terlihat merah dan mentah. Kemungkinan Edema.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mata sering diakibatkan dari kurang berfungsinya sistem penyaringan (filtrasi). Selidiki lingkungannya. Kesalahan pengaturan suhu dapat juga menyebabkan gejala-gejala seperti ini.
Pengobatan:
Antibiotik yang dioleskan pada mata (dalam bentuk salep) jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Jaga kebersihan dan lingkungan sekeliling jika tidak baik.

Gejala:
Luka atau plaque-like furry yang disebabkan oleh sel-sel mati disekitar mulut. Kemungkinan menolak untuk diberi makan dan mata kemungkinan juga membengkak.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada mulut biasanya dapat ditemukannya organisma gram-negatif. Menular pada jenis hewan lainnya.
Pengobatan:
Kondisi yang serius membutuhkan pengobatan yang cepat. Mulut harus dibersihkan dengan cairan povidone-iodine beberapa kali dalam sehari dengan membersihkan juga sel-sel mati. Antibiotik yang berkontak langsung dengan luka juga efektif dalam melawan Gram-negatif organisma. Tangani hewan yang terinfeksi dengan seksama dan pisahkan dengan kura-kura lainnya secepatnya. Keadaan seperti ini biasanya dapat segera diatasi jika terdeteksi secara dini.

Gejala:
Hewan yang kurang bertenaga, kemungkinan menyanggah kepalanya dengan tinggi atau dalam posisi yang tidak seperti biasanya. Kemungkinan juga lemahnya kaki depan dan belakang dan juga kadang mengeluarkan cairan dari hidung atau mulut diikuti dengan sesak napas.
Kemungkinan disebabkan:
Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan, kemungkinan pneumonia.
Pengobatan:
Perhatian dari dokter hewan diperlukan secepatnya. Suntikan antibiotik biasa tindakan yang harus dilakukan (antibiotic biasanya tidak diberikan secara oral pada kura-kura air tawar disebabkan oleh lamanya dan tidak menentukan rasio penyerapan melalui pencernaan dan tidak menentunya jumlah serum darah).

Gejala:
Lemahnya daerah tempurung atas atau bawah dengan kemungkinan pecahnya pembuluh darah. Kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap dari daerah sekeliling. Daerah yang terkena dapat menyebar dengan cepat.
Kemungkinan disebabkan:
Infeksi bakteri pada tissue yang mana berasal dari trauma atau penyakit tertentu. organisma gram-negatif biasanya penyebabnya.
Pengobatan:
Daerah sekeliling yang terditeksi harus dibersihkan secara rutin dengan cairan povidone iodine, sel-sel yang mati dibersihkan secara perlahan dan kura-kura ini dipisahkan secepatnya dengan yang lainnya. Antibiotik yang dioleskan langsung dapat digunakan. Gejala seperti ini kebanyakan disebabkan oleh lokalisasi luka trauma, seperti terbakar oleh pemanas/heater atau goresan yang disebabkan oleh batu tajam yang ada di aquarium dll.

Gejala:
Kurang bertenaga, lemas, kemungkinan kaki atau tempurung bawah terlihat kemerahan.
Kemungkinan disebabkan:
Pada umumnya septicemia (keracunan pada darah).
Pengobatan:
Pada umumnya disebabkan oleh luka trauma, terutama air yang terkontaminasi. Ada kemungkinan hepatosis jika hati (lever) dengan cepat ikut terserang. Mendesaknya akan kebutuhan parenteral (tidak melalui mulut) antibiotik harus dilakukan dengan hati-hati dan intensif terapi pendukung juga diperlukan. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan kemajuan pengobatan.

Gejala:
Tempurung atas yang lembek dan kemungkinan tidak merata. Lemahnya kaki-kaki dan kura-kura ini kemungkinan masalah makan.
Kemungkinan disebabkan:
Makanan yang kekurangan kalsium baik sedikit maupun banyak.
Pengobatan:
Untuk kondisi yang parah kemungkinan tidak dapat tertolong. Pengobatan dapat berupa suntikan kalsium ditambah makanan yang berkalsium dan perawatan di bawah sinar lampu UV-B.
Catatan: Gejala tempurung lembek, jangan disamakan dengan kura-kura jenis tempurung lunak (Soft-shell) seperti jenis Tryonix/Apalone.

Gejala:
Luka baru.
Kemungkinan disebabkan:
Perkelahian, lecet pada batu atau benda lain.
Pengobatan:
Pindahkan faktor penyebab di lingkungannya. Bersihkan perlahan-lahan dengan menggunakan cairan povidone-iodine dan jaga kebersihannya sampai luka sembuh total. Perhatikan dengan seksama gejala infeksi kedua, seperti septicernia, necrotic dermatitis.

Gejala:
Pembengkakan atau kemerahan di samping kepala.
Kemungkinan disebabkan:
Bisul telinga. Pada kura-kura, disebabkan oleh kebersihan air yang kurang.
Pengobatan:
Pembedahan oleh dokter hewan dengan pembiusan lokal.
 
Dasar-Dasar si Kura-Kura Bintang

Pengenalan

Kura-kura darat bintang termasuk dalam grup kura-kura yang memiliki corak yang memancar pada cangkangnya. Variasi-variasi corak ini cukup umum ditemukan pada kura-kura Afrika dan beberapa kura-kura darat Asia. Walaupun menyolok mata di alam sekitarnya, corak ini merupakan cara yang efisien untuk kamuflase. Yang termasuk kura-kura bintang adalah Radiated, Spider dan kura-kura Flat shelled dari Madagsascar dan Geometric dan Tent tortoise daerah Selatan Afrika. Semua bintang cantik-cantik ini telah banyak menjadi incaran diantara entusias dan perdagangan komersil baik legal maupun ilegal bersamaan dengan hancurnya habitat yang membawa semua spesies in menjadi ancaman secara lokal atau regional.Spesies bintang yg secara tradisional umum diketemukan dalam captivity adalah Star Tortoise, ini disebabkan oleh perdagangan yang extensif bersejarah dalam penangkapan spesimen dari alam yang sebagian besar berasal dari Sri Lanka.
Keterangan
Ukuran

Geochelone elegans termasuk kura-kura berukuran dari sedang ke besar. Sampai saat ini, yang mencatat rekord adalah kura-kura betina dari bagian utara di daerah distribusinya, yang mana mempunyai berat 7 kg, dan panjang 380 mm SCL, tetapi ukuran spesimen pada umumnya lebih kecil. Kura-kura betina lebih besar daripada yang jantan dimana jarang mencapai lebih dari 200 ml SCL. Pada yang dewasa perbedaan bentuk sangat jelas terlihat. Selain dari ukuran, betina mempunyai tampilan lebih bundar. Ekor kura-kura jantan lebih besar daripada betina. Kura-kura jantan juga memiliki dasar (plastorn) yang concave dimana pada kura-kura betina sama sekali datar dan jarak antara anal dan supracaudal plates lebih besar pada betina.
Tampilan

Warna dasar tempurungnya adalah dari krim muda ke coklat kekuning-kuningan dan sejumlah bentuk berkapak-kapak hitam pada setiap scute membentuk karakteristik corak bintang. Dari sinilah Star tortoise berbeda dengan kura-kura bintang lainnya seperti Radiated tortoise yang memiliki warna dasar gelap dengan light marking. Fakta ini mudah diilustrasikan, sementara radiated tortoise yang berumur tumbuh menjadi lebih gelap yang disebabkan oleh corak sinarnya yang hilang. Sedangkan star tortoise lebih cenderung bertambah kuning bersamaan dengan daerah hitamnya yang memudar.

Berbeda dengan kura-kura darat lainnya, Star tortoise bersama spesies tertentu pada subfamily Geochelone (diantaranya G. pardalis) memiliki tempurung scute yang timbul secara alami, sesuatu yang mirip dengan tetapi tidak sama seperti piramid. Fitur ini sangatlah bervariasi pada Star Tortoise - baik yang rata maupun berjendul, spesimen ini ada dalam populasi yang sama. Penyebab atau fungsi fenomeda ini tidak jelas - kemungkinan sifat genetik, atau mungkin hanya hasil perbedaan individu dalam komposisi makanan atau akses ke makanan. Sering kali, anda mendengar penjelasan tentang bagaimana Sri Lanka Star tortoise mempunyai tempurung berjendol dan kura-kura mulus adalah hewan lokal, tetapi saya telah melihat sendiri tempurung mulus pada kura-kura Sri Lanka dan saya juga melihat Star Tortoise liar berjendul di daerah utara barat India. Perkiraan saya pribadi teori tentang Sri Lanka lebih berjendol hanyalah cara yang dipakai dealer dalam mengiklankan hewan yang menjadi piramid karena pemeliharaan yang buruk - lebih masuk akal dan mudah menjual '...sehat dan spesimen Sri Lanka berbentuk baik' daripada '..spesimen yang termpurung malform disebabkan buruknya pemeliharaan dalam waktu yang lama'.

Bagian luar kaki depan dilindungi oleh sisik-sisik besar, sementara kaki belakangnya kurang oleh lindungan ini. Daerah lunak spesies ini berwarna krim kuning ke kuning, dengan jumlah bervariasi coklat tua atau bulat-bulat hitam. Star Tortoise mempunyai 5 cakar pada setiap kaki dan postur cakar pada betina ditandai lebih panjangnya kaki belakang daripada jantan dan lebih curve, ini sebagai fasilitas pengorekan sarang yang seringkali keras dan kering. Kepala berbecak dengan hitam.
Distribusi dan variasi lokal

Spesies ini terserbar dari sebagian besar India, Pakistan Tenggara(Sind tenggara) dan di Sri Lanka. Paling sedikit 3 geografis memisahkan 3 variasi dapat yang ditemui dan ada kemungkinan jelas bahwa spesies ini akan dipisah menjadi beberapa subspesies atau mungkin spesies yang terpisah di akan datang.

Ukuran Star tortoise dari bagian utara subkontinen India(Gujarat, Rajasthan, Uttar Pradesh dan Pakistan) sangat besar dan mempunyai warna dasar yang gelap. Daerah hitam tempurungnya lebih kecoklatan daripada ke hitam. Kura-kura ini memberi tampilan yang kotor dibanding spesimen dari populasi bagian selatan. Kura-kura dari bagian subkontinen selatan (Tamil Nadu, Kerala dan Karnataka) lebih kecil daripada saudaranya yang berada di Utara, mempunyai corak yang lebih kontras dengan warna dasar kuning krim dan daerah hitam pekat. Spesimen Sri Lanka menyerupai kura-kura dari daratan selatan, tetapi tumbuh besar sebesar kura-kura dari India Utara dan Pakistan.
Status di alam liar
Ancaman

Selama abad terakhir nature di India menjadi considerable strain. Penggunaan hutan secara agresif dan cepat dan sumber alam bersama dengan tumbuh kebutuhan tanah pertanian untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi pertumbuhan populasi yang cepat mengantar ke kerusakan area yang luas dimana dulu menjadi habitat yang cocok untuk star tortoise. Ditambah lagi, tortoise digunakan sebagai makanan di beberapa bagian India - secara tradisi tidak apa-apa selama populasi orang masih rendah, tetapi akan cepat menjadi membahayakan pada spesies ini yang tumbuh dan berkembang biak lambat seperti Star tortoise pada saat kepadatan populasi manusia tumbuh sangat cepat. Perbedaan penting antara situasi di India dan situasi di China, dimana chelonia kelihatannya tidak ada masa depan, kura-kura di India menjadi konsumsi hampir semua orang yang mempunyai penghasilan rendah - kadang-kadang tribals. Jadi pertumbuhan ekonomi dan naiknya penghasilan menjadi faktor positif di India - karena jika masyarakat miskin mampu membeli untuk makanan yang lain, lebih sedikit kura-kura yang akan dikonsumsi.

Ditambah dengan ancaman kehilangan habitat dan pemakaian untuk konsumsi manusia adalah perdagangan komersil, yang sering kali ilegal, penangkapan liar Star Tortoise. Di India dan Asia Tenggara(Hongkong, Singapore) dan propinsi Gulf(Dubai, Oman, UAE), spesimen hasil tangkapan, kebanyakan yang muda dapat diketemukan di setiap pasar hewan. Perkiraan konserfatif bahwa setiap tahunnya populasi di India adalah 10-20.000 spesimen. Spesies ini telah dimasukan pada CITES appendix II yang mengatur perdagangan international secara legal dan juga dilindungi oleh undang-undang Wildlife India sejak 1972 dimana telah ditaruh sebagai schedule IV yang membuat kura-kura ini ilegal untuk dimiliki dan diperdagangkan Star Tortoise di India tanpa permit. Yang menyedihkan, penegakan hukum sangat rendah, star tortoise sering di offer terbuka untuk dijual di petshop seperti pasar Mumbai Crawford. Pernah terjadi export Star Tortoise tidak legal berskala besar dari India selama bertahun-tahun dan tidak ada tanda-tanda bahwa export akan terlewatkan lagi
Status

Star tortoise mempunyai daerah yang luas tetapi habitat yang sesuai dihancurkan dan dirubah menjadi daerah yang tidak berguna untuk spesies ini. Perlu diperhatikan bahwa taxonomonic status sebagai entiti tidak jelas. Eradikasi Star tortoise dari area yang lebih luas secara teori dapat diartikan pemusnahan subspesies ataupun spesies. Maka dari itu, yang paling penting adalah sisa populasi dari semua macam jenis spesies untuk dipelajari dan dilindungi. Status spesies saat ini tidak jelas karena sedikitnya daerah yang dapat diandalkan, sangat sukar untuk dihargai bagaimana Star tortoise fare di akan datang. Yang pasti spesies ini menghadapi masalah besar yang tidak lain adalah daerah alam dillindungi, jika populasi penduduk di India tetap tumbuh secepat selama 50 tahun terakhir ini.
Sejarah Alam
Habitat

Geochelone elegans ditemukan di beberapa macam jenis habitat dari semi gurun daerah Thar di Rajasthan dan Gujarat ke daerah savana(padang rumput) dan hutan pepohonan yang rontok di daerah Sri Lanka selatan dan barat. Di Sri Lanka banyak pepohonan hutan menjatuhkan daunnya pada waktu musim kering. Yang paling terlihat beda pada semua jenis habitat Star Tortoise adalah kekeringannya - mungkin kering selama tiga atau sepuluh bulan tetapi sebagian tahun selalu kering. Spesies ini memerlukan perlindungan dari sinar matahari siang - perlindungan ini bisa tanaman, batu ataupun pagar tumbuhan. Tidak ada penelitian yang mendalam tentang kepadatan populasi Star Tortoise tetapi menurut data yang ada, menyatakan bahwa kepadatan sangat bervariasi sekali di setiap jenis habitat yang ada. Di India tengah dikatakan ada 1 kura-kura/km persegi, sedangkan kepadatan di daerah Gujarat tengah diperkirakan antara 4-12.5 individual/hektar.

Image
Makanan

Makanan alami Star Tortoise didominasi oleh tumbuhan. Kebanyakan berisi bermacam-macam rumput, tetapi kura-kura ini juga mengkonsumsi carrion dan serangga jika ada kesempatan. Di daerah yang lebih kering, rumput segar hanya ada selama dan setelah musim monsoon. Selama musim kering yang panjang dan cuaca cukup sejuk, Star tortoise sedikit tidak aktif, dan dapat hidup tanpa makanan untuk waktu yang panjang.
Reproduksi

Perkawinan: Musim kawin spesies ini berhubungan dengan musim monsoon yang di India Utara yang mulai dari akhir Juni sampai September. Tidak seperti kura-kura lainnya, Star Tortoise jantan jarang atau tidak pernah berkelahi dengan jantan lainnya, mereka tidak memperlihatakn butting, gigit, raming behaviour kepada betina. Perkawinan cukup sunyi dibanding kura-kura lain, meskipun yang jantan benar-benar bersuara grunting saat ini. Dalam 60-90 hari setelah kawin, betina biasanya siap bertelur bagian kelompok/clutches pertama .
Pengeraman Telur

Seperti kura-kura betina lainnya, Star tortoise yang siap bertelur menjadi restless dan agresif terhadap companionnya. Star tortoise sangat memilih-milih pada waktu mencari tempat yang sesuai untuk bertelur - tidak terlalu lembab atau tidak terlalu kering, tanah harus bisa digali dan harus memperlihatkan karakteristik menandakan tidak menampung air, terlalu panas atau terlalu kering di iklim India. Setelah dia menemukan tempat yang cocok, dia akan menggali sarang berbentuk flask dengan kedalaman kurang lebih 15 cm dengan kaki belakangnya. Jika tanahnya terlalu keras dan kering dia akan membasahi daerahnya dengan mengosongkan kandung kemihnya. Lalu ia akan meneruskan berterlur 1-6 telur di sarang yang digali, lalu mengubur dengan kaki belakangnya dan meratakan dengan plastornnya. Anda beberapa laporan, betina bersarang di leave mounds dalam captivity, tetapi bisa kemungkinan prilaku ini hanya terpaksa karena tidak ada tempat untuk sarang yang sesuai.
Penetasan

Ukuran telur Star Tortoise kurang lebih 35x45 mm, kulit keras dan berat 25-45 gram. Kulit telur nya berbeda dengan telur Testudo, yang mana lebih tipis dan mudah pecah. Jika dilihat dalam pembesaran, struktur telur ditandai porus. Pada waktu telur baru pertama keluar bening tetapi setelah 2-3 minggu pertama mereka akan memutih, dan mulai berwarna kapur waistband. Waktu inkubasi sangat bervariasi. Waktu tercepat yang dilaporkan dari oviposisi sampai penetasan hanya membutuhkan waktu 47 hari dan yang terlama adalah 223 hari. Kebanyakan telur dalam captivity menetas pada jangka waktu 90-120 hari saat diinkubasi antara 29-31 derajat celcius. Anakan kura-kura yang baru menetas berukuran 35-45mm SCL dan corak bintang tidak sama seperti yang dewasa . Kadang-kadang benar-benar kuning atau hitam dengan corak kupu-kupu kuning pada setiap scute. Pembedaan jenis kelamin pada G. elegans kelihatannya tergantung pada suhu inkubasi. Perbatasan suhu adalah 30.5 derajat Celcius. Inkubasi suhu dibawah ini (28-30 derajat Celcius) akan menghasilkan banyak jantan, sementara suhu yang lebih tinggi (31-33 C) akan menghasilkan banyak betina.

Anakan biasanya tumbuh secara cepat pada bulan bulan pertama setelah itu turun menjadi pertumbuhan lambat. Dewasa di alam dapat di attain pada 6-8 tahun pada jantan dan 8-12 tahun pada betina.Dalam captivity, dewasa dapat direach lebih awal tetapi the cost pertumbuhan tidak natural/alami, dan antara pertumbuhan hewan yang cepat m
dan masalah reproduktif pada betina. Saya yakin ada kompromi emas, dimana pertumbuhan cukup cepat dan tidak ada resiko kesehatan yang terlibat, tetapi sukar dimengerti kenapa pertumbuhan yang cepat menjadi cukup penting untuk menentukan eksperimen pada kura-kura ini - Lebih baik eksperimen ditujukan ke replikasi pattern pertumbuhan alami.

Memelihara di penangkaran
Umum

Memeliharan G. elegans iklim utara secara sukses adalah suatu tantangan. Star tortoise mempunyai reputasi bahwa kura kura ini kura-kura yang sensitif dan lemah dan saya harus menyetujuinya bahwa paling sedikit itu benar. Tetapi sukses bukan hal yang tidak mungkin, jika pemelihara menjaga prinsip dasar dalam pemikirannya: spesies ini benar-benar sensitif terhadap masalah pernafasan jika disimpan terlalu dingin dan lembab. Kura-kura ini juga mudah diserang oleh protozoa seperti Hexamita dan Trichomonas. Star Tortoise juga kelihatan lebih sensitif ke masalah yang disebabkan oleh exposure ke spesies kura-kura lain, itulah sebabnya isolasi ketat penting pada pemeliharaan Star tortoise. Banyak reptil membawa bibit penyakit yang berbahaya untuk Star tortoise tanpa memperlihatkan tanda-tanda simptom pada mereka - data-data baru menyatakan bahwa tortoise dapat membawa organisma berbahaya dengan cara ini selama lebih dari 10 tahun. Star tortoise tangkapan liar umumnya beradaptasi sangat lamban di captiviti khususnya kondisi yang tidak alami yang diperlukan pada waktu memelihara mereka di iklim utara.
Lingkungan

Star Tortoise memiliki kebutuhan yang sama dengan saudara dekatnya leopard tortoise - lingkungan kering dan hangat, tetapi sejak G.elegans spesies yang kurang aktif dan tidak mendapat ukuran raksasanya leopard tortoise, pemeliharaan dalam ruangan masih dapat sesuai. Meskipun begitu, waktu merencanakan fasilitas dalam ruangan untuk Star torotoise, sangat bijaksana untuk dipikirkan bahwa mereka tidak dapat menghabiskan waktu diluar seperti di daerah tropikal, itulah kenapa lingkungan harus dibuat cukup besar. Ukuran mutlak minimum adalah 1-2 meter persegi. Saya menggunakan pad pemanas dikontrol oleh termostat pada 22 derajat Celsius untuk memberi panas pada dasar di daerah kandang selama musim dingin. Sangat penting untuk tidak tergantung pada pemanas dibawah tank, karena pemanas ini tidak alami untuk tortoise dan dapat menyebabkan masalah perut. Sebagai sumber panas, saya menggunakan 40 W clip spot dan pemanas keramik emiter. Suhu dasar siang hari dibawah lampu jemur adalah 38 derajat Celsius.
Makanan

Seperti yang telah dibahas di atas, makanan Star Tortoise adalah herbivora di alamnya, dan tidak ada alasan untuk merubah ini dalam captivity. Di alamnya, di mana persediaan makanan selama musim kering sangat rendah, ini dapat dimaklumi bahwa kura-kura mengkonsumsi makanan hewani jika ditemukan, tetapi di captiviti, dimana makanan sangat berlimpah, memberi makanan hewani adalah tindakan yang benar-benar berbahaya. Saya telah memelihara Star Tortoise selama 6-7 tahun terakhir dan makanan utama mereka mengandung rerumputan. Selama musim panas saya membiarkan kura-kura merumput bebas di lingkungan luar rumah. Dan selama musim dingin dan musim semi saya memakai rumput potong dan dicampur dengan alang-alang liar disuplemen dengan pad Opuntia. Pada waktu saya tidak dapat makanan liar, saya memberi mereka Romaine dan daun-daun hijau dicampur dengan rumput kering dan herb. Saya beri suplemen secara teratur dengan kalsium dan tulang sotong selalu tersedia di lingkungannya. Selama musim semi dan musim panas saat kura-kura dapat main diluar, saya tidak memberi suplemen vitamin tetapi selama dalam ruangan saya memberi suplemen vitamin yang mengandung D3.
Masalah Kesehatan Umum

Jika tortoise terserang infeksi pernafasan dan hasil dari kultur dan test yang sensitif menunjukan pengobatan antibiotik diperlukan, sangat berguna untuk menyadari bahwa G. elegans kelihatannya alergi pada salah satu antibiotik reptil yang popular. Obat ini adalah Baytril® dengan kandungan aktif Enrofloxacin. Alergi ini menyebabkan saliva/ludah yang banyak dan produksi airmata dan terbukti rasa sakit pada daerah injeksi. Kura-kura kelihatanya stres selama masa perawatan dan umumnya menolak makan selama dalam perawatan. Meskipun demikian, obat ini benar benar membuahkan hasil, jadi jika tidak ada lagi antibiotik yang cocok atau status ginjal kura-kura terlalu buruk untuk pemakaian yang lebih cocok tetapi nephrotoxic, Baytril® dapat dipakai - tetapi dengan ekstra hati-hati. Reaksi yang sama telah dilaporkan pada beberapa spesimen G. pardalis.
 
Mengenal sistem pencahayaan untuk kura-kura dan reptil lainnya

Cukup banyak orang yang bingung tentang jenis lampu apa yang ‘benar’ untuk kura-kura darat dan kura-kura air yang dipelihara di habitat terarium dalam ruangan (indoor). Kebingunan ini dapat disalahkan kepada beberapa pabrik dan toko yang sering memberi informasi yang tidak cukup yang sering kali menjadi tidak benar. Artikel ini akan menjelaskan hal ini dengan sebaik-baiknya.

Pertama, beberapa fakta dasar:

Kebanyakan reptil membutuhkan pencahayaan yang berkwalitas tinggi dan cukup untuk bermacam-macan kebutuhan metabolismenya. Kecuali beberapa reptil jenis malam hari (nocturnal) dan jenis reptil yang hidup dihutan lebat. Tidak semua kebutuhan metabolisme ini dapat diberikan oleh satu bentuk pencahayaan. Kombinasi pencahayaan sistem mungkin diperlukan pada kasus tertentu.

Pada kondisi alami, di alam liar, banyak reptil bersintesa dengan vitamin D3nya dari komponen ultra violet sinar matahari. Vitamin D3 sangat penting untuk makanan kalsium metabolisme yang efektif pada reptil. Panjang gelombang tertentu pada spektrum UV (290-320 nm) bereaksi dengan sterol di dalam kulit untuk menghasilkan pre vitamin D3. Kemudian dirubah menjadi vitamin D3 mengunakan satu proses yang juga tergantung oleh panas. Reptil karnivora dan omnivora mendapat kebutuhan vitamin D3 dari makanan, tetapi tumbuhan tidak mengandung vitamin D3 (cholecalciferol) melainkan mengandung vitamin D2 (ergocalciferol) yang kurang efisien dalam metabolisma kalsium dibanding vitamin D3. Maka dari itu reptil herbivora yang dipelihara dalam ruangan sangat tergantung dari jumlah dan kwalitas pencahayaan buatan daripada reptil jenis karnivora.

Jika vitamin D3 tidak cukup tersedia, reptil akan cepat mengalami kondisi yang dikenal sebagai Penyakit Tulang Metabolik atau MBD - Metabolic Bone Disease. Dalam kondisi ini, densititas atau kekerasan tulang akan terkena dampaknya dan bermacam masalah metabolik lainnya muncul. Gejala seperti pembengkakan, lemah, dan gemetaran. Tempurung juga akan menjadi lunak dan lentur. MBD tetap menjadi pembunuh nomor satu untuk kadal peliharaan, kura-kura darat dan kura-kura air. Ular tidak begitu terpengaruh karena mereka karnivora. Mereka mudah mendapatkan kebutuhan vitamin D3 melalui mangsanya. Untuk mencegah MBD, kadar kalsium yang cukup harus ada dalam makanan mereka dan vitamin D3 harus cukup namun tidak berlebihan. Kalsium dan vitamin D3 ini harus disediakan lewat suplemen makanan atau pencahayaan UVB yang cukup. Untuk reptil yang tumbuh cepat seperti anakan adalah yang paling beresiko terkena MBD, walaupun yang dewasa pun dapat terkena efeknya jika dirawat serba kekurangan dalam waktu yang cukup lama. Betina yang bertelur juga menghadapi resiko yang besar, karena kebutuhan tambahan produksi telur menempatkan pada kalsium metabolisme mereka.

Di daerah tropis, intenstitas/kekuatan sinar matahari di tanah adalah diantara 1.000.000 lux, sementara di hutan tropis dapat melebihi 7.000 lux. Dibandingkan dengan lampu pijar 40 W umumnya hanya menghasilkan kurang dari 50 lux walaupun diukur dengan jarak hanya 1 meter saja. Ini membuktikan dengan jelas bagaimana sangat redupnya lampu terarium yang terbaik dibandingkan dengan yang ada dialam.

Lampu buatan yang dipakai di vivaria dan teraria dibagi dalam dua kategori:

* Lampu pijar atau inkandesen
* Lampu spot atau reflektor

ImageLampu reflektor infra merah

Biasanya hanya tersedia dengan watt tinggi seperti 150-250 watt. Mereka tidak memberi keuntungan yang besar dibanding lampu spot biasa dan sinar merahnya tidak alami. Umumnya saya tidak menganjurkan untuk pemakaian reptil
ImageLampu Jemur Reptil(neodymium lamps)

Menurut saya, lampu ini sering disarukan dan dijelaskan sebagai spektrum penuh. Padahal lampu ini hanya lampu pijar biasa dengan filter biru yang hanya memberi iluminasi keseimbangan warna. Lampu ini tidak memancarkan UV yang berguna bagi reptil dan lampu ini tidak boleh menjadi patokan sebagai sumber pencahayaan utama dalam lingkungan reptil.

Jenis lampu yang diatas tidak ada satu pun yang memancarkan UV-B atau UV-A. Maka dari itu lampu ini tidak berguna dalam mendukung sintesa vitamin D3
Lampu Hitam (black lights)

ImageImageBeberapa jenis lampu hitam telah dipakai untuk spesial efek di diskotik. Lampu hitam jenis ini tidak berguna untuk reptil. Lampu hitam tipe lainnya yang dipakai untuk berbagai macam keperluan industri contohnya dalam sterilisasi. Jenis lampu ini berbahaya untuk makhluk hidup termasuk manusia karena mereka memancarkan sinar UV-C yang dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan mata. Lampu hitam yang dapat digunakan untuk pemakaian reptil untuk sintesa D3 adalah yang disebut sebagai jenis BL. Mereka memancarkan radiasi UV-A dan UV-B relatif cukup tinggi. Mereka telah berhasil digunakan di banyak jenis reptil, tetapi spektrum UV-B penuh umumnya lebih dianjurkan. Lampu hitam condong memancarkan sinar violet yang kurang diminati dan tidak menyediakan sinar siang hari sama sekali. Oleh sebab itu mereka hanya dipakai dengan kombinasi lampu fluoresen spektrum pernuh. Karena lampu fluoresen dengan UV-A yang cukup dan UV-B yang tersedia, sekarang lampu hitam ini menjadi redudan. Untuk pemakaian umum, mereka tidak dianjurkan. Mungkin ada pemakaian yang lebih khusus dimana pemakaian mereka lebih sesuai. Sebagai alternatif, lampu hitam yang di pasaran ditujukan mensimulasikan sinar bulan untuk reptil malam hari (noturnal). Tetapi jenis lampu hitam ini tidak dapat disamakan dengan lampu hitam UV yang ditelah dijelaskan di atas.
Lampu Fluoresen Spektrum Penuh

ImageTidak ada lampu yang benar-benar berspektrum penuh, tetapi ada beberapa yang hampir mendekati daripada yang lain. Tetapi ada beberapa lagi yang lebih baik daripada yang lain dan intesitas dan kwalitas sinar yang dipancarkan juga bervariasi dari merek ke merek dari model ke model. Ingat lampu fluoresen tidak menyediakan panas yang cukup oleh sebab itu lampu pijar/inkandesen, lampu jemur akan selalu diperlukan secara terpisah. Ada 3 sifat lampu fluoresen yang diinginkan untuk pemelihara reptil dan saya akan mengurutkan menurut kepentingan

* Output UV-B – penting untuk sintesa vitamin D3 dan kalsium metabolisma
* Kehangatan warna – tidak ada hubungannya dengan panas, tetapi hanya ke warna dari warna merah yang dianggap hangat ke biru yang dingin dihitung dalam derajat Kelvin. Sinar siang hari umumnya diperkirakan di 5.500 K. Di tropis atau di padang pasir suhu warna dapat mencapai 6.500 K
* Output UV-A – banyak reptil dipercaya dapat melihat sinar UV-A antara 320 – 400 nm dan ini mempengaruhi pada prilakunya khususnya bagaimana mereka melihat makanan.
* Indeks Render Warna (Color Rendering Index - CRI): Rendering warna adalah derajat dimana sumber cahaya memperlihatkan warna aslinya ke objek yang disinarkan. Mengukur index rendering warna dihitung dalam skala antara 0-100. Normal lampu fluoresen ada di skala 54 pada skala CRI. Lampu fluoresen berkwalitas tinggi yang dirancang untuk penggunaan reptil berada di skala 80-90. Warna rendering sangat penting karena banyak reptil yang tergantung pada sinyal warna untuk kepentingan reproduktif dan makanan.


Kombinasi antara sinar UV-A dan alami yang cukup adalah alasan utama kenapa banyak pemelihara melaporkan adanya perbaikan aktifitas dan makan pada waktu lampu spektrum penuh digunakan di lingkungannya. Kwalitas lampu, jarak ke reptil dan intesitas dan lama pemakaian juga penting.

Intesitas iluminasi lampu tergantung dari ukurannya. Tabung 60 cm menghasilkan keluaran sinar separuh dari 120 cm. Jangan harap dapat memberikan kadar pencahayaan yang cukup dengan satu lampu tabung yang kecil. Satu pemelihara menemukan bahwa supaya mendapat kadar pencahayaan yang memuaskan untuk kandang dalam ruangan berukuran 3 x 1,5m diperlukan delapan belas lampu tube 40W/120cm spektrum penuh.

Waktu memasang lampu spektrum penuh atau lampu UVB, benar-benar penting untuk diperhatikan bahwa tidak ada penghalang atau lapisan(seperti gelas) antara lampu dan reptil yang menerimanya. UVB berkurang oleh lapisan gelas, plastik dan bahkan mesh halus sekalipun. Tabungnya pun dibuat khusus supaya dapat mentransmisi sinar UV. Jumlah sinar UVB yang diterima juga menurun sangat cepat mengikuti dengan jarak. Umumnya jarak yang dianjurkan untuk lampu tabung UVB tidak lebih dari 46 cm dari subyek. Pada jarak yang lebih jauh dari ini, jumlah UVB yang diterima juga akan menjadi lebih sedikit. Untuk reptil yang membutuhkan UVB yang sangat banyak, seperti reptil jenis padang gurun, lampu tabung harus diletakan sedekat 25-30 cm diatas daerah jemurnya – walaupun lampu UV-heat kemungkinan lebih cocok untuk pemakaian untuk ini. Subrangka mungkin diperlukan dalam pemasangan ini dalam terarium untuk menghasilkan yang lebih baik. Lampunya pun juga memiliki umur yang terbatas. Kebanyakan lampu harus diganti paling sedikit 12 bulan untuk menjamin keluaran sinar UVB yang terus menerus. Meskipun tidak terlihat adanya penurunan dari performanya, banyak sekali yang membuktikan bahwa sinar UV akan menurun seiring dengan bertambah tuanya umur lampu. Memasang label didekat fiting dengan tanggal kapan lampu terakhir diganti merupakan ide yang bagus. Lampu UVB spektrum penuh yang dihasilkan untuk pemakaian reptil sering dikategorikan berdasarkan presentase keluarnya sinar UVB. Lampu yang tersedia dari 2 % UVB sampai 8% UVB. Yang paling populer adalah lampu UVB 3% atau 5%. Mayoritas lampu 3 % UVB sudah cukup jika mereka dipasang dengan baik, diganti secara rutin, dan masa waktu yang diperbolehkan untuk dipancarkan. Untuk lampu UVB 3-5%, 10-12 jam perhari telah dibuktikan memberi kadar sinar yang cukup untuk hampir semua jenis reptil. Kekhawatiran telah timbul tentang keamanan lampu yang lebih dari 5%, tentang adanya kemungkinan merusak mata oleh beberapa lampu di beberapa situasi.
Lampu UV-B Heat (Self-Ballasted Mercury Vapor)

ImageTidak sering produk revolusionari yang muncul tetapi lampu ini telah terbukti di pemeliharaan lizard dan sekarang kura-kura darat dan kura-kura air juga melaporkan hasil yang bagus sekali. Sekilas mereka terlihat seperti lampu inkandesen reflektor namun lampu ini tidak seperti lampu inkandesen biasa, lampu ini memancarkan kadar UV-B yang cukup. Warna yang mereka pancarkan juga lebih putih dan lebih terang daripada lampu spot biasa. Dan tidak hanya itu, lampu ini juga menghasilkan panas yang berguna. Kadar UV-A dan UV-B yang dihasilkan oleh lampu inipun sangat mengagumkan. Pada jarak 30cm, kira-kira seperti tengah hari di Mediterania. Pada jarak 60 cm, dapat menghasilkan lebih banyak daripada lampu fluoresen yang terbaik walaupun jaraknya hanya setengah. Umur lampu juga bagus sekali, dengan kadar UVB yang dihasilkan juga baik meskipun telah dipakai 3000 jam. Kami mempunyai lampu ini di Tortoise Trust beberapa tahun yang lalu dan kami sangat kagum dengan performanya. Dengan kagumnya, kami mengganti instalasi yang lama dengan lampu ini. Mereka terlihat sangat mahal pertama tetapi dengan performanya yang bagus dan umur panjang, mereka sebenarnya lebih murah daripada lampu fluoresen. Karena kadar UVB dan pancaran panasnya yang dihasilkan sangat tinggi, anda harus memasangnya dengan hati-hati dan mengikuti instruksinya. Umumnya ada dua macam ukuran 100W dan 160W bentuk spot atau flood. Untuk pemakaian umum kami menganjurkan model flood. Ukuran 300W juga tersedia di beberapa toko.

Hanya lampu inilah yang tersedia yang mempunyai kombinasi panas yang cocok dan dengan spektrum kwalitas atas dan memiliki UVA dan UVB. Mereka merupakan pilihan yang bagus untuk pemelihara kura-kura. Kekurangannya adalah jumlah yang terbatas, khususnya di beberapa daerah. Pertama kali hanya satu perusahaan yang menjual lampu ini tetapi lama kelamaan perusahaan lain juga menjual produk yang mirip ke pasaran.
Kesimpulan

Meskipun adanya kemajuan lampu desain, belum ada yang dapat yang menggantikan sinar matahari yang alami. Jika memungkinkan, semua jenis reptil sebaiknya diberi akses ke sinar matahari. Gunakan luar ruangan jika memungkinkan. Meskipun menggunakan sumber lampu yang terbaik, mereka tidak artinya jika dibanding dengan sinar matahari. Perlu diingat tentang lampu UVB umurnya lebih pendek. Menurut pandangan Tortoise Trust lampu tabung fluoresen UVB dapat hilang dengan cepat untuk menyediakan vitamin D3. Menurut pendapat kami, lebih aman untuk terus menerus menyediakan vitamin D3 secara oral meskipun telah menggunakan lampu tabung spektrum penuh. Memang lampu ini memiliki banyak kelebihan dan maka dari itu kami menganjurkan bahwa mereka harus dipasang di semua lingkungan dalam ruangan kecuali lampu UV-Heat sudah tersedia. Tetapi waktu UV-Heat dipakai, pandangan kami pemberian vitamin D3 harus dikurangi sekali atau dua kali per minggu dan tidak setiap hari.
 
Asal mula tempurung kura-kura

Sebuah fosil yang baru teridentifikasi ternyata dapat menjelaskan salah satu misteri evolusi terbesar, yaitu asal mula kura-kura memperoleh tempurungnya. Potongan tulang reptil darat berusia 210 juta tahun dari New Mexico itu menunjukkan bahwa kura-kura purba bisa dibilang sama sekali tidak memiliki tempurung.

Selama beberapa juta tahun, barisan plat pelindung yang awalnya lebih mirip duri-duri keras secara bertahap mulai menyatu, bahkan bergabung dengan tulang rangka reptil. Proses itu akhirnya menghasilkan sebuah tempurung yang utuh.

“Kura-kura berasal dari sesuatu yang mirip dengan seekor armadillo,” kata peneliti utama Walter Joyce, ahli palaeontologi di Peabody Museum of Natural History di New Heaven, Connecticut, Amerika Serikat.

Fosil berupa potongan tulang leher reptil baru itu ditemukan oleh rekannya, Spencer Lucas, dari New Mexico Museum of Natural History and Science di Albuquerque, lebih dari 10 tahun lalu. Namun bukti itu masih diperdebatkan karena kerangka yang ditemukan terlalu kecil.

Keraguan itu lenyap ketika erosi yang terjadi di Albuquerque belum lama ini mengungkap lebih banyak potongan kerangka Chinlechelys tenertesta, yang berarti kura-kura tempurung tipis. Spesies kura-kura baru ini memiliki panjang 30 sentimeter, dengan lebar tempurung hanya beberapa milimeter. “Ini kura-kura tempurung tertipis yang pernah ditemukan,” kata Joyce.

Karakteristik yang terpenting adalah tulang rusuk punggung reptil itu belum sepenuhnya menyatu dengan tempurung atau carapace. Pada fosil kura-kura dari masa yang lebih muda dan kura-kura modern, tulang itu telah menyatu dengan tempurungnya.

“Ini penemuan baru yang amat penting,” kata Guillermo Rougier, ilmuwan dari University of Louisville di Kentucky. “Satwa baru ini adalah nenek moyang kura-kura, boleh dibilang proto-turtle.”

Walaupun proses perkembangan tempurung telah diketahui, para ilmuwan belum bisa mengetahui mengapa binatang itu mengubah bentuk tempurungnya. Tempurung yang utuh seperti yang dimiliki kura-kura modern kemungkinan memberikan stabilitas dan perlindungan.

sumber : TJANDRA DEWI | NEWSCIENTIST pada http://tempointeraktif.com/
 
Last edited:
Kura kura Hijau
imgres


Kura – kura hijau, satwa ini tersebar di perairan tropis dan subtropics. Kura-kura hijau secara luas dipanen untuk daging di banyak negara tropis. Ciri – ciri kura – kura ini memiliki panjang 80 cm sampai 150 cm dan bobot badannya 132 kg. Satwa ini sangat penting untuk kehidupan, karena kura-kura kelautan memenuhi tugas penting di kelautan ekosistem Seagrasses dan ganggang, merupakan makanan kecil yang disukai kura-kura hijau.

Kura-kura hijau memelihara seagrass agar lebih produktif. Seagrass dimakan oleh kura-kura hijau dengan cepat tercerna dan menjadi mendaur ulang gizi ke spesies tanaman dan binatang yang hidup di seagrass ekosistem.

sumber:cegahsatwapunah
 
Care Sheet Aquatic Turtle

Kura-kura akuatik (hidup di air) adalah kura-kura yang paling sering terlihat di alam liar. Kebanyakan orang yang tinggal dekat perairan seperti sungai sering melihat kura-kura berjemur di bawah sinar matahari di atas batang kayu. Kura-kura air memang terlihat menyenangkan dan sepertinya mudah dipelihara. Tapi sebenarnya hanya ada beberapa yang mudah untuk dipelihara dan beberapa lainnya tidak mudah dipelihara. Dan bahkan kura-kura air yang mudah dipelihara tetap membutuhkan habitat yang terencana dan terawatt dengan baik agar bisa hidup dan tetap sehat.

Jadi bila Anda ingin memelihara kura-kura air, Anda bisa membaca tulisan ini sebelum membeli kura-kura air yang akan Anda pelihara.


Aquatic Turtle Basic Care:

Kebanyakan kura-kura air bisa dipelihara dalam akuariu kaca, meskipun lebih baik lagi bila kura-kura air dipelihara secara outdoor. Syaratnya, semakin besar ukuran akuariumnya, semakin baik untuk kura-kuranya. Akuarium yang panjang lebih bagus dipakai ketimbang akuarium yang tinggi, karena kura-kura air akan punya ruang permukaan yang lebih luas untuk bernafas dalam akuarium yang panjang.

Akuariumnya juga harus cukup besar untuk menampung cukup air supaya kura-kura bisa berenang dan bolak-balik naik-turun di dalam air, tanpa tempat yang bisa membuat kura-kura terjepit dan tertahan di bawah air. Dan yang paling penting adalah kura-kura butuh tempat dimana mereka bisa keluar dari air unuk berjemur, seperti batu atau batang kayu yang dilengkapi lampu berjemur diatasnya untuk menghangatkan kura-kura. Bila Anda hendak mengembangbiakkan kura-kura air Anda, mereka butuh area daratan dengan pasir atau tanah lembut dimana kura-kura betina nantinya akan menetaskan telurnya. Pastikan saat kura-kura memanjat batu atau batang kayu ketika keluar dari air tidak akan melukai atau menggores tempurung kura-kura dan menyebabkan infeksi. Pastikan untuk menggunakan batu atau batang kayu yang tidak tajam.

Akuarium tersebut juga membutuhkan filter yang baik, tipe canister yang besar adalah yang terbaik, mungkin juga dibutuhkan penghangat air (water heater) untuk menjaga suhu air yang tepat bagi spesies kura-kura air tersebut., dan juga sebuah thermometer bawah air agar Anda mengetahui derajat suhu air dalam akuarium. Filter yang bagus akan membantu menjaga kesehatan kura-kura Anda, menghindarkan dari infeksi tempurung, dan membuat Anda tidak perlu sering-sering menguras air dalam akuarium. Meskipun begitu, Anda harus tetap menguras akuariumnya minimal seminggu sekali untuk menjaga tingkat pH air dan mineral dalam air akuarium tersebut. Anda tidak perlu juga mendekorasi akuarium, dan kebanyakan kura-kura air tidak butuh substrat atau alas dasar akuarium. Lagipula, akuarium akan mudah dibersihkan bila tidak dipakaikan substrat apapun.

Hal lain yang dapat sangat membantu menjaga kebersihan akuarium adalah dengan menyediakan akuarium terpisah untuk memberi makan, dan hanya gunakan akuarium terpisah tersebut untuk memberi makan dan pastikan kura-kura Anda hanya makan di akuarium tersebut! Cara ini dapat membantu meminimalisir terjadinya endapan sisa-sisa makanan di “rumah utama”nya, dan Anda dapat lebih mudah memonitor berapa banyak makanan yang dimakan oleh kura-kura Anda dan meyakinkan bahwa kura-kura Anda telah mendapatkan cukup makanan untuk mencegah terjadinya obesitas. Kura-kura yang kegemukan sama dengan kura-kura yang tidak sehat, dan akan mudah stress, karena mereka tidak bisa menyembuntikan kepala dan kaki-kaki mereka dalam tempurung saat merasa terancam. Kebanyakan kura-kura air dewasa hanya butuh diberi makan tiap dua hari sekali dan hanya sebanyak apa yang mereka makan dalam 3-5 menit. Jadwalkan pemberian makan bagi kura-kura Anda dan kura-kura Anda akan lebih bahagia.

Suplemen vitamin dan mineral dibutuhkan oleh semua kura-kura yang dipelihara secara captivity (dalam akuarium), dan bila kura-kura air Anda diletakkan dalam rumah sepanjang waktu, Anda akan membutuhkan lampu full-spectrum khusus reptil agar kura-kura Anda dapat melakukan metabolisme vitamin dengan baik.

Kura-kura air yang paling baik untuk dipelihara bagi seorang pemula adalah spesies kura-kura air lokal hasil captive-bred. Cara ini membuat Anda tidak perlu repot-repot menyesuaikan perbedaan iklim yang radikal pada kura-kura air non-lokal, dan kura-kura Anda tidak akan stres atau bahkan sakit karena biasanya kura-kura non-lokal dikirim dari jarak jauh menggunakan kapal.

Pastikan untuk memeriksakan kura-kura Anda pada dokter hewan sesegera mungkin, hanya untuk memastikan bahwa kura-kuranya sehat. Siapkan akuariumnya dan sesuaikan letak akuarium sebelum membawa pulang kura-kura Anda, pastikan segala sesuatunya berfungsi dengan benar dan suhu telar diatur, dan usahakan sebisa mungkin kita tidak menganggu atau mengutak-atik rumah baru bagi kura-kura air tersebut selama beberapa hari, supaya kura-kura dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam akuarium dan menghilangkan stres. Jangan kuatir bila beberapa hari pertama kura-kura Anda tidak makan terlalu banyak, tapi bila kura-kura Anda tidak makan sama sekali setelah seminggu, bawalah ke dokter hewan!

Pastikan Anda mengetahui secara pasti jenis kura-kura air Anda agar dapat menyesuaikan kondisi habitat pemeliharaan di akuarium Anda. Beragam jenis kura-kura air yang biasanya dijual di Indonesia berasal dari 8 famili dalam keluarga besar Chelonia, yakni Carettochelyidae, Chelidae, Chelydridae, Emydidae, Geoemydidae, Kinosternonidae, Podocnemididae, dan Trionychidae. Dan diantara famili-famili trsebut ada yang bersifat full-aquatic dan ada juga yang bersifat semi-aquatic. Berikut penjelasan secara umum dari famili-famili tersebut.

Jenis-jenis yang pada umumnya bersifat full-aquatic adalah Carettochelyidae (kura-kura moncong babi), Chelidae (kura-kura leher panjang, matamata, kura-kura leher pendek), Chelydridae (Common dan Alligator snapping), Kinosternonidae (Razorback, stinkpot) dan Trionychidae (labi-labi atau bulus). Karena itu, settinglah akuarium dengan perbandingan luas area air lebih besar dibanding luas area darat (untuk berjemur) Meskipun dari jenis-jenis ini banyak sukses dipelihara secara benar-benar fullwater, tapi alangkah baiknya bila Anda tetap memberikan tempat berjemur agar proses metabolisme juga berjalan lancar.

Jenis-jenis yang pada umumnya bersifat semi-aquatic adalah Emydidae (kura-kura Brazil, diamondback terrapin, kura-kura map Mississipi, American box turtle, dan lain-lain), Geoemydidae (kura-kura Ambon, kura-kura daun, kura-kura sungai, dan lain-lain), dan Podocnemididae (Yellow-spotted turtle atau unifilis). Karena itu, settinglah akuarium dengan perbandingan luas area air lebih sebanding dengan luas area darat (untuk berjemur).

Bila Anda telah mengetahui spesies kura-kura air yang akan Anda pilih dan telah menyediakan rumah yang semirip mungkin dengan habitat aslinya, Anda tidak akan menghadapi masalah dan akan lebih banyak kesenangan yang Anda dapatkan bersama kura-kura akuatik peliharaan baru Anda.


Aquatic Turtle Food or Diet:

Bila Anda memiliki kura-kura air, Anda sebaiknya terlebih dahulu mengetahui secara pasti kura-kura Anda tergolong spesies yang mana, dan barulah cari tahu apa yang spesies kura-kura air tersebut perlukan untuk menjadi sehat dan bahagia. Ada banyak juga informasi di internet tentang kura-kura dari semua jenis, pastikan juga Anda mendapatkan saran bagus dari orang yang tahu mengenai apa yang Anda tanyakan.

Ada beberapa aturan umum mengenai makanan kura-kura air yang dapat membantu menjaga kesehatan kura-kura air Anda dan memastikan bahwa kura-kura air Anda diberi makan dengan baik.

Hal pertama yang harus diketahui tentang makanan yang sesuai bagi kura-kura air Anda adalah tidak seperti kebanyakan kura-kura darat, hampir semua kura-kura air mendapatkan banyak nutrisi dari protein hewani, terutama bagi kura-kura berusia muda. Beberapa spesies seperti kura-kura Slider dan Painted, lebih bersifat karnivora ketika masih muda, namun menjadi vegetarian ketika dewasa. Lagi-lagi, pastikan Anda mengecek kebutuhan spesifik dari spesies kura-kura air Anda.

Kebanyakan kura-kura air itu omnivora, yang berarti bahwa mereka pada dasarnya memakan apapun yang mereka temukan: tanaman akuatik yang banyak, dan juga siput, serangga, ikan, katak, dan semacamnya. Karena mereka memakan binatang secara utuh, tulang-tulang dari mangsanya terkadang memberi cakupan kalsium yang mereka perlukan dalam makanannya. Biasanya, orang yang memelihara kura-kura salah kaprah tentang bagaimana memperlakukan kura-kura air dengan baik adalah dengan hanya memberikan daging saja, tapi pada kenyataannya kura-kura air membutuhkan kalsium dari tulang mangsanya, atau suplemen kalsium komersial yang bagus, supaya pertumbuhan tulang kura-kura air tumbuh dengan baik.

Karena memakan tulang juga terkadang dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau bahkan luka, kebanyakan pemelihara kura-kura air lebih memilih untuk memberikan suplemen kalsium dan vitamin D3 yang bagus. Anda dapat meminta pet supply shop terdekat untuk menyarankan merk terbaik yang Anda bisa beli.

Dalam keadaan apaun, jangan hanya memberi makanan kura-kura air Anda dengan pelet saja. Beberapa merk memiliki cakupan nutrisi yang sangat kurang dan bahkan tidak memiliki vitamin, mineral dan serat dan dibutuhkan. Selain itu juga, bila Anda memberi makanan kura-kura air berupa ikan secara terus menerus juga tidak baik karena bisa menimbulkan masalah pada liver akibat tingginya kandungan lemak yang pada ikan serta menyebabkan kura-kura air Anda kekurangan vitamin B akibat sebuah enzim yang ada dalam ikan.
Ketika Anda memberi makanan berupa pelet, campurkanlah terlebih dahulu dengan bubuk vitamin D3 dan kalsium reptil yang berkualitas dalam air terpisah dan diamkan sebentar selama 15 menit sebelum diberikan pada kura-kura air Anda. Cara ini akan membuat pelet tersebut menyerap bubuk kalsium dan menambah cakupan kalsium bagi kura-kura air Anda. Hal ini pun tidak akan membuat bubuk kalsium terbuang percuma. Taburi juga bubuk tersebut pada makanan hidup dan vegetasi makanan dan kura-kura air Anda akan mendapat cukup kalsium.

Cobalah untuk menyediakan makanan yang bervariasi dan seimbang pada daftar makanan di bawah ini. Berikan kura-kura air Anda sebuah porsi yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan dari daftar ini, dan berikanlah porsi berbeda yang terdiri dari dua atau tiga jenis makanan yang berbeda pula pada pemberian makan selanjutnya.

1. Tumbuhan air dan sayuran hijau yang banyak setiap hari.
2. Turtle Food komersial yang berkualitas bagus 3 x seminggu
3. Sejumlah ikan teri mentah, ikan mas kecil, atau ikan kecil lainnya sesekali.
4. Pelet ikan, 2 x seminggu untuk kura-kura anakan dan 1 x seminggu untuk kura-kura dewasa.
5. Cacing tanah, jangkrik, cacing sutra, cacing beku, dan semacamnya sesekali.

Sebaiknya jangan menggunakan batu-batu kecil atau pasir halus apad akuarium berisi kura-kura air karena dapat menjadi ancaman hidup bila secara tak sengaja termakan. Selain itu juga, batu-batu kecil tersebut mengendapkan sisa-sisa makanan yang akhirnya membusuk dan membuat air berbau tak sedap dan keruh.

Selamat memelihara kura-kura air!

sumber:http://cheloniapolys.multiply.com/?&preview=&item_id=41&page_start=20
 
permisi saya masi baru memelihara kura-kura.
jadi pengalaman saya akan kura-kura masi sedikit...
saya nanya donk...saya punya 2 kura-kura(brazil).
kelamin jantan dan betina.
pada awalnya mereka berdua itu suka makan...
tapi tiba-tiba mata nya yang betina membengkak dan suka bernafas melalui mulut.sehingga dia tidak memiliki napsu makan saat sakit.
saya telah mencoba cara-cara seperti yg dikatakn oleh orang seperti menaikan suhu air kura-kura menjadi 30 derajat.
dan saya tidak lupa untuk meneteskan air garam ke mata nya.meski ia selalu menutup matanya(saya takut jika saya membuka matanya,kura-kuranya akan kesakitan).karena kehabisan akal saya berencana untuk membawanya ke dokter kura-kura...
tapi seperti yang kita ketahui bahwa dokter kura-kura itu sulit kita jumpai.maka dari itu saya ingin nanya dimana letak dokter hewan kura-kura di jakarta utara.oh ya bagi yang sudah berpengalaman tolong beri saya sedikit tips untuk mengatasi ini yach.Thx
 
untuk dokter jura-kura cari disini

Klinik Hewan Drh. Cucu Kartini Sajuthi, dkk. carinya dokter rotoro
Jalan Panjang, Ruko Green garden
Blok I-9 No.35 Jakarta Barat
Tel: (021) 583-02918 / 583-02919
Fax: 021-5812274
atau
Drh. CUCU K. SAJUTHI dkk
jl.sunter Permai Raya
Ruko Nirwana Sunter Asri Tahap III blok J-1 no.2
telp.021.6515261/62
fax.021.6515324 carinya dokter rotoro bagian kura kura itu dia praktejnya kamis dan sabtu aja.
Jadwal Praktek
Drh. S.R Rotoro
Kamis dan sabtu 08:00-17:00
__________________
 
wah makasi yach...saya benar2 tertolong...
humm...menurut anda dimana tempat terlengkap untuk membeli peralatan untuk kura-kura?
 
Status
Not open for further replies.
Back
Top