Kerajaan Medang Atau Kerajaan Mataram Kuno Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Sejarah & Budaya

Daftar
Lupa Password?


Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Sejarah] Kerajaan Medang Atau Kerajaan Mataram Kuno

Medang, adalah kerajaan di Jawa Timur, pada tahun 929-1006 Masehi. Kerajaan ini merupakan kelanjutan Dinasti Sanjaya (Kerajaan Mataram Kuno), yang memindahkan pusat kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Mpu Sindok adalah pendiri kerajaan ini, sekaligus pendiri Dinasti Isyana, yang menurunkan raja-raja Medang.

Diduga akibat letusan Gunung Merapi, Raja Mataram Kuno Mpu Sindok pada tahun 929 memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Menurut catatan sejarah, tempat baru tersebut adalah Watugaluh, yang terletak di tepi Sungai Brantas, sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Kerajaan baru ini tidak lagi disebut Mataram, namun Medang, Namun beberapa literatur masih menyebut Mataram.

Raja Makutawangsawardhana dikenal dengan julukan Matahari Dinasti Isyana. Puterinya, Mahendradatta, menikah dengan Udayana, raja Kerajaan Bali (Dinasti Warmadewa), yang kemudian memiliki putera bernama Airlangga. Selama beberapa periode, Bali mendapat pengaruh kuat atas Jawa.

Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa (985-1006). Dharmawangsa dikenal sebagai patron penerjemahan Kitab Mahabharata ke dalam Bahasa Jawa Kuno. Pada masa ini pula, Carita Parahyangan ditulis dalam Bahasa Sunda, yang menceritakan kerajaan Sunda dan Galuh. Dharmawangsa mengadakan sejumlah penaklukan, termasuk Bali dan mendirikan koloni di Kalimantan Barat. Tahun 990, Dharmawangsa mengadakan serangan ke Sriwijaya dan mencoba merebut Palembang, namun gagal.

Pada tahun 1006, Sriwijaya melakukan pembalasan, yakni menyerang dan menghancurkan istana Watugaluh. Dharmawangsa terbunuh, dan beberapa pemberontakan mengikutinya dalam beberapa tahun ke depan. Airlangga, putera Mahendradatta yang masih berusia 16 tahun, berhasil melarikan diri dan kelak akan menjadi raja pertama Kerajaan Kahuripan, suksesor Mataram Kuno dan Medang.
langit_byru
National Level

Post: 541
 

 






Reply With Quote     #2   Report Post  

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram (Hindu-Buddha), sering disebut dengan Kerajaan Mataram Kuno sebagai pembeda dengan Mataram Baru atau Kesultanan Mataram (Islam), adalah suatu kerajaan yang berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan antara abad ke-8 dan abad ke-10. Kerajaan Mataram terdiri dari dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732. Beberapa saat kemudian, Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Kedua dinasti ini berkuasa berdampingan secara damai. Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis di masa raja Balitung.

Dinasti Syailendra

Dinasti Syailendra diduga berasal dari daratan Indocina (sekarang Thailand dan Kamboja). Dinasti ini bercorak Budha Mahayana, didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. Pada awal era Mataram Kuno, Dinasti Syailendra cukup dominan dibanding Dinasti Sanjaya. Pada masa pemerintahan raja Indra (782-812), Syailendra mengadakan ekspedisi perdagangan ke Sriwijaya. Ia juga melakukan perkawinan politik: puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri raja Sriwijaya. Pada tahun 790, Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja), kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahuan. Peninggalan terbesar Dinasti Syailendra adalah Candi Borobudur yang selesai dibangun pada masa pemerintahan raja Samaratungga (812-833).

Dinasti Sanjaya

Tak banyak yang diketahui sejarah Dinasti Sanjaya sejak sepeninggal Raja Sanna. Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Dinasti Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-856), puteri raja Dinasti Syailendara Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan mendepak Raja Balaputradewa (putera Samaratungga dan Dewi Tara). Tahun 850, era Dinasti Syailendra berakhir yang ditandai dengan larinya Balaputradewa ke Sriwijaya.

Pada tahun 910, Raja Tulodong mendirikan Candi Prambanan. Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Pada masa ini, ditulis karya sastra Ramayana dalam Bahasa Kawi. Tahun 928, Raja Mpu Sindok memindahkan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur (Medang). Perpindahan ini diduga akibat letusan Gunung Merapi, atau mendapat serangan dari Sriwijaya.

Sumber: Wikipedia
Village Level

Post: 61
 
Reputasi: 0

__________________





Reply With Quote     #3   Report Post  

Mpu Sindok - Raja terakhir Mataram Kuno

Mpu Sindok, adalah raja terakhir dari Dinasti Sanjaya, yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 928-929. Diduga karena letusan Gunung Merapi, pada tahun 929 Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Ibukota baru tersebut adalah Watugaluh, di tepi Sungai Brantas, sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur). Kerajaan baru ini tidak lagi disebut Mataram, melainkan disebut Medang (meski beberapa literatur masih menyebut Mataram). Mpu Sindok juga merupakan pendiri Dinasti Isyana, sehingga kerajaan baru tersebut kadang juga disebut Isyana.

Mpu Sindok memiliki dua istri, salah satunya bernama Sri Parameswari Dyah Kbi, yang mungkin adalah puteri Dyah Wawa, raja terakhir Mataram di Jawa Tengah. Jadi, Mpu Sindok menjadi suksesor Kerajaan Mataram karena pernikahannya. Sebuah prasasti yang kini disimpan di Museum Calcutta (India), menyebutkan silsilah Mpu Sindok hingga Airlangga.

Mpu Sindok meninggal pada tahun 947, dan digantikan oleh putrinya, Sri Isyana Tunggawijaya.

Sumber: Wikipedia
Village Level

Post: 61
 
Reputasi: 0

__________________





Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Kerajaan Mataram Kuno

catatan: di dalam sumber prasasti yang sampai saat ini di temukan, tidak ada penyebutan Sanjyawangsa (Dinasti Sanjaya), yang ada hanya penyebutan Sailendrawangsa (Dinasti Sailendra: Prasasti Kalasan). Jadi keberaadaan Dinasti Sanjaya masih disangsikan saampai saat ini. Pendapat para ahli, di Jawa hanya ada satu dinasti yaitu Dinasti Sailendra, tapi berbeda agama.
aku aku is offline
Home Level

Post: 4
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Kerajaan Mataram Kuno

Tolong lebih lengkap, Ya!
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #6   Report Post  

Re: Kerajaan Mataram Kuno

Here is the comprehensive responds on the issue of Sanjay and Shailendra which relate to Shrivijaya existence. This information gathered from many resources comprising of scholars from Indonesia, France, Netherland, UK, as well as historical fiction novel done by Matu Mona.There are some fictions within below explanations, for this will be a grand outline for an animation film entitled "Shrivijaya the Ruler of the Seas". May this help the parties in this site.

1. During the prehistoric ages, people from Nusantara sailed back and forth in an area now covered by Malagasy in the West through Maluku on the East. They built settlements in various different sites on that area, such as in Malagasy and South India, including Nalanda (Britannica & Sukmono). They even established kingdoms such as Merina in Malagasy.
2. When their civilization developed, they “returned home” to Nusantara sites and established kingdoms. One of them was Shrivijaya established by Dhapunta Hyang. Their ruling area was including nowadays Jambi, and the whole Malay Peninsula. A prince or high rank ruler in Malay Peninsula escaped to Javadwipa when a Funan Shivaite regime occupied his territory under Shrivijaya. He, whose title later on be Dhapunta Selendra (DS) established a ruling dynasty in Medhang, named as Shailendra Dynasty. It was in Kedu Plain area, North-western site from Yogyakarta. The fact that DS was the member of the Shrivijaya Buddhist circle explains why Shailendra and Shrivijaya had a very tight and harmony bilateral relationship. That eternalized later on by the building of Kamulan Bhumisambharabudhura known presently as Borobudur.
3. Sanna, a Shivaite established a regime in Progo-Opak rivers’ valley (now Yogyakarta). Sanna was a ruler planted by Funan Shivaite regime in Malay Penninsula. There was an agenda to rival the Buddhist Shailendra. Sanna succeeded by Sanjaya. Between 772 & 778AD, Sanjaya was crushed by Shailendra’s Rakai Panangkaran. Through the mid of 9th century, Shailendra ruled the two valleys (Kedu Plain & Yogyakarta valley), and even once attacked Funan then occupied it for 15 years between 787-802. Their rivalry from the time when Dhapunta Selendra escaped from Malay Penninsula more than a century before explains the attack to Funan.
4. A prince of Sanjaya, Rakai Pikatan, married the only daughter of Shailendra’s Samarathungga named Dhyah Pramodhawardhani (DPW) on the mid of 9th century. DPW was appointed to be the Queen of Medhang. Samaratungga had a younger brother, Balaputradhewa, and their parents were Samaragrawira who married a princess from Shrivijaya, Dewi Tara. Balaputra, considering that the throne should be his, did a rebel against his niece. It was successfully crushed by Pikatan. BPD escaped to Shrivijaya.
5. BPD then appointed to be the king of Shrivijaya. The fact that BPD was the son of Dewi Tara from Shrivijaya, explains why BPD being throne as the first Shailendra king in Shrivijaya. All of those efforts were the part of a single vision: to maintain the highest vision which was the greatness of Shrivijaya Dynasty. Under BPD ruling, Shrivijaya expanded its territory through all the middle and the Western parts of Nusantara except the Eastern coast of Kalimantan, Malay Peninsula, and most of the mainland SEA including Palalawan islands in the Philippine now.
6. Cholamandhala attacked Shrivijaya in 1019, 1025 and 1068 which ended Shrivijaya as the ruler of the waves. They secretly established collaboration invasions with Shivaite regimes in Java and Funan to crushed Shrivijaya. The Southern India’s regime let and assigned the local rulers in Shrivijaya areas on their respective territory, but they were all under Cholamandhala regime and no longer under Shrivijaya in Shih-li-fo-sih as what Chinese monks referred to for nowadays Palembang. The one in Palembang then, was still Shrivijaya but shrunk into its own original territory as what before 682 when they attacked Melayu kingdom in nowadays Jambi. This explains why through the end of 14th century, Shrivijaya was still on the report written by Chinese monks.
7. Singhasari, a Hindhust kingdom of East Java, attacked and ended the 7 centuries long Shrivijaya dynasty in 1397. The end was mainly the result of a long range vision developed by the 2nd layer of leaderships of both Shrivijaya and Singhasari for a collaborated stronger and wider kingdom, which later on be Majapahit. Psychosocially the 2nd layer leaderships, who really carry out the governments rather than the kings, had less nostalgic idea of the greatness of Shrivijaya. They had a pragmatic idea to exercise their current situation. Singhasari did not really attacked Shrivijaya in the sense of to occupy it, but simply to weakened it and at the same time made it as the bridge to occupy Melayu’s capital of Dharmashraya in nowadays Muara Tebo in Jambi with its strategic port of Bandar Melayu. Raden Wijaya, the prince of Singhasari and the in law of Kertanegara the King, brought back to Singhasari Chandradhevi & Dara Jingga, the princess of Tribhuvana Maulivarmandheva, the King of Melayu.
8. Raden Wijaya the 1st king of Majapahit: Later after long complicated struggles, Raden Wijaya was the first king of Majapahit. He also married Chandradevi, as what his grand mother’s testimony related to a twin rings on the fingers of both him and Chandradevi’s. Narasinga, Raden Wijaya’s grandma was from Funan.
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #7   Report Post  

Re: Kerajaan Medang

Koq Singkat buanget sich?
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #8   Report Post  

tanya: Kerajaan Mataram Kuno

ada tidak, peta wilayah kerajaan mataram kuno? kalau ada tampilin dong di web ini.thx
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #9   Report Post  

Re: Kerajaan Mataram Kuno

mataram kuno kok gitu doank!!mana peninggalan,raja2 terkenal dan fotonya???????
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #10   Report Post  

Re: Kerajaan Mataram Kuno

hey2 apa kabar ngapain nyari coment di sini?????????/
gak pake FS aja bu.....
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Kerajaan kadal VS kerajaan naga terry_okay007 Forum Miring 563
[Sejarah] Bo Sangaji Kai: Naskah Kuno Warisan Kerajaan Bima Dipi76 Sejarah & Budaya 1
Kerajaan Romawi Kuno Dibangun Dalam Semalam subhanluffy Sejarah & Budaya 7
Sanjaya - Pendiri Mataram Kuno jaketmerah Sejarah & Budaya 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.