Aku menangis untuk adikku 6 kali
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Aku menangis untuk adikku 6 kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laciayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.:
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa punmengaku, jadi Beliau mengatakan :
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!".
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikkumencengkeram tangannya dan berkata :
"Ayah, aku yang melakukannya! ".
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitumarahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami danmemarahi,:
"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yangakan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu malu!".
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuhdengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutupmulutku dengan tangan kecilnya dan berkata :
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanianuntuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masihkelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikkuketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnyamemberengut :"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitubaik..."
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Sambil berkata :
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?".
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata :
"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyakbuku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya sambil berkata :
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?. Bahkan jikaberarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berduasampai selesai!".
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjamuang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yangmembengkak, dan berkata :
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidakakan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.".

selanjutnya..
code3 code3 is offline
Village Level

Post: 84
 
Reputasi: 0

__________________
DUIT LEBIH
       





Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Aku menangis untuk adikku 6 kali

code3 code3 is offline
Village Level

Post: 84
 
Reputasi: 0

__________________
DUIT LEBIH





Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Re: Aku menangis untuk adikku 6 kali

*Yang Terpenting dari Kehidupan bukanlah kemenangan tapi bagaimana kita bertanding - Baron Pierre De Coubertin)
code3 code3 is offline
Village Level

Post: 84
 
Reputasi: 0

__________________
DUIT LEBIH





Reply With Quote     #4   Report Post  

Re: Aku menangis untuk adikku 6 kali

nice story............jadi terharu nih,,,,,,,,,,,,,hiks...hiks...... jadi tak selamanya ya jadi adik itu hrs selalu menang...
yufrenz yufrenz is offline
City Level

Post: 478
 
Reputasi: 0

__________________
:wow:





Reply With Quote     #5   Report Post  

Re: Aku menangis untuk adikku 6 kali

cerita yang mengisahkan betapa sang adik sangat menyayangi sang kakak
ROBI
ROBI ROBI is offline
National Level

Post: 1.815
 
Reputasi: 6

__________________
Jendral Naga Bonar

klik!!! www.rumahbaju-butik.com

kesedihan itu seperti liang buntu.semakin dalam kegelapan dan kepengapan semakin menghipitmu
berbaliklah,jangan ragu cahaya dan udara segar telah menunggu





Reply With Quote     #6   Report Post  

Bls: Aku menangis untuk adikku 6 kali

wah, ceritanya mengharukan!
bagus banget
misa_chan
misa_chan misa_chan is offline
Mod

Post: 13.823
 
Reputasi: 374

__________________





Reply With Quote     #7   Report Post  

Bls: Aku menangis untuk adikku 6 kali

Manteb bgt ceritanya.
Lanjut
coura
coura coura is offline
National Level

Post: 1.078
 
Reputasi: 2






Reply With Quote     #8   Report Post  

Bls: Aku menangis untuk adikku 6 kali

ceritanya bagus code!
cumprit
cumprit cumprit is offline
National Level

Post: 1.722
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #9   Report Post  

Bls: Aku menangis untuk adikku 6 kali

apa tu
amote96
amote96 amote96 is offline
National Level

Post: 773
 
Reputasi: 1






Reply With Quote     #10   Report Post  

Bls: Aku menangis untuk adikku 6 kali

Cerita yang mengharukan>
Gofir
Gofir Gofir is offline
Home Level

Post: 3
 
Reputasi: 0

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.