"Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti
 
Go Back   Home > Kesehatan

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online

loading...



 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Seks Edukasi] "Reparasi" ###### Lewat Vaginoplasti

KOMPAS.com - Pernah dengar apa yang disebut vaginoplasti? Tindakan “reparasi” ###### ini menuntut indikasi medis yang jelas. Jadi, jangan demi mengejar kepuasan seksual semata.

Seperti yang dijelaskan Dr. Dewi Prabarini, Sp.OG., dari Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta, tindakan pemotongan otot-otot ###### ini sebetulnya ditujukan untuk para ibu yang melahirkan banyak anak (lebih dari 5 kali) secara normal dan bukan sesar, atau pernah melahirkan per ######m bayi dengan berat di atas 4 kg tanpa mendapat jahitan perineum sebagaimana mestinya.

Indikasi medis lainnya ditujukan untuk wanita yang mengalami prolapsus uteri atau turun berok. Seorang wanita didiagnosis mengalami prolapsus uteri ini bila dinding ###### bagian belakang maupun depannya turun sehingga berada di lubang ######. Kondisi ini tentu saja sangat menyiksa wanita yang bersangkutan. Mengapa dinding ###### bisa kendur? Tak lain karena otot-otot penggantungnya sudah sedemikian lemah “termakan” usia. Tak mengherankan kalau prolapsus uteri umumnya dialami oleh para wanita menjelang menopause, yakni 5-10 tahun sebelum datangnya menopause yang biasanya muncul di usia 40 tahun ke atas.

Kelainan ######
Indikasi mutlak dilakukannya vaginoplasti adalah tidak terbentuknya ###### yang disebut dengan atrisia atau agenesis ######, sehingga secara fisik yang bersangkutan kerap diragukan identitasnya sebagai perempuan. Untungnya kasus-kasus seperti ini sangat jarang. Yang juga dianggap sebagai kelainan adalah ###### yang hanya terbentuk sebagian (agenesis partial), ###### memiliki batas antara bagian atas dan bawah (septum transversal) atau kiri dan kanan (septum longitudinal) dan selaput dara tak memiliki lubang (himen inferforata). Begitu juga bila labia atau bibir ###### terlalu lebar atau malah mengalami perlekatan satu sama lain.

Kelainan-kelainan itu umumnya terjadi secara bawaan akibat gangguan saat pembentukan dan pertumbuhan ######. Bisa juga didapat akibat infeksi, semisal keputihan menahun yang tidak ditangani secara tuntas. Bisa juga karena trauma akibat persalinan di antaranya penonjolan dinding ###### bagian depan (sistokel), penonjolan dinding bagian belakang (rektokel), pelebaran saluran ###### maupun pelebaran mulut ###### (introitus ######) karena adanya ruptura perinei alias perobekan perineum.

Bukan tidak mungkin pula akibat terjadinya fistula atau ketidaknormalan antara ###### dengan saluran cerna maupun antara ###### dengan saluran kemih bawah (vesiko ###### fistula) yang membuat air kemih atau malah feses mencemari ######. Normalnya, antara ###### dan lubang anus setidaknya berjarak 0,5 cm sampai 2 cm.

Pemeriksaan lengkap
Nah, terhadap kondisi-kondisi itulah tindakan vaginoplasti perlu dilakukan. Seperti halnya tindakan bedah pada umumnya, sebelum menjalani vaginoplasti, seorang wanita wajib menjalani rangkaian pemeriksaan. Mulai anamnesis, pemeriksaan fisik, general check up mencakup pemeriksaan urine dan darah, tekanan darah dan foto thorax, pemeriksaan ginekologik maupun IVP (Intravenous Pyelogram) yang memungkinkan dokter melihat gambaran kandung kemih secara utuh apakah berada di tempat sebenarnya atau tidak, sampai uji colok dubur.

Meski secara medis vaginoplasti ditujukan untuk wanita dengan kondisi-kondisi seperti yang telah disebut di atas, Dewi tak menampik fakta bahwa ada kalangan tertentu yang menjalani vaginoplasti demi mengejar kepuasan seksual. Logikanya, dengan dipotongnya otot-otot ###### memang ###### jadi lebih sempit. Kondisi inilah yang besar kemungkinan memberi kepuasaan seksual kepada pihak suami.

Akan tetapi Dewi mempertanyakan apakah si wanita sendiri mengalami tingkat kepuasan yang sama? Belum tentu! Karena sangat mungkin ia justru kesakitan karena dengan adanya tindakan pemotongan dan penjahitan kembali tentu saja kelenturan otot-otot ######nya tidak sealamiah ketika belum ”direparasi”. Itulah mengapa, Dewi menegaskan pentingnya mengedepankan indikasi medis ketimbang kepentingan lain.
ariefadi
ariefadi ariefadi is offline
National Level

Post: 1.548
 
Reputasi: 115

__________________
       





Reply With Quote     #2   Report Post  

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

makasih banget atas artikelnya.gw sebagai perempuan harus lebih memperluaskan pengetahuan tentang kesehatan khususnya kesehatan reproduksi
Liliana_99 Liliana_99 is offline
Village Level

Post: 27
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #3   Report Post  

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

yup, kalau selain faktor medis yang bener2 emang dibutuhkan banget, kayaknya cewek ga perlu deh reparasi onderdil kayak gitu, mending menjaganya dengan baik aja sejak dini...
bla_bla_bla
bla_bla_bla bla_bla_bla is offline
Continent Level

Post: 7.567
 
Reputasi: 245

__________________
Nyi Belang







Reply With Quote     #4   Report Post  

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

emang bisa ya
rizalolo
rizalolo rizalolo is offline
Mod

Post: 46.403
 
Reputasi: 269

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Indikasi mutlak dilakukannya vaginoplasti adalah tidak terbentuknya vagina yang disebut dengan atrisia atau agenesis vagina.

Adapun teknik operasinya seperti ini (maaf, g ada yang bahasa indonesia) :


A sagittal section through the pelvis demonstrates congenital absence of the vagina. The site of dissection will be in the areolar tissue between the bladder and rectum. The space is exaggerated here for illustration. The dissection should continue cephalad to 1-2 cm before the level of the peritoneum. Deeper dissection may allow the development of an enterocele.


In this view of the introitus in congenital absence of the vagina, a slight indentation or dimple may exist where the urogenital sinus in the fetus failed to invaginate and fuse with the Mullerian duct to develop a normal vagina.


A second cause of absence of the vagina is surgical removal for oncologic reasons.


The air-powered dermatome is preferred because of the uniform thickness and size of the graft produced. The setting on the air-powered dermatome can be adjusted to 18/1,000ths or 24/1,000ths of an inch. STSG identifies the split-thickness skin graft.


Two proposed paddle-shaped full-thickness skin grafts over the inguinal ligaments from the anterior superior iliac spine to the pubic tubercles are depicted. These paddles should be approximately 10 cm in length and 6 cm in width.


Harvesting of the full-thickness skin graft is performed with the standard scalpel after marking the shape of the paddle in ink on the skin.


The full-thickness skin grafts (FTSG) are placed in a graft pan and moistened with saline. The same is true for the split-thickness skin graft (STSG) if that is preferred to the full-thickness skin graft.


After harvesting the full-thickness skin graft from the inguinal ligaments, if closure of the wound is on tension, the new SureClosure skin-stretching system can be utilized as shown. The stabilization needles are inserted in the subcutaneous space parallel to the line of the incision. Two, 4, or 6 of these can be utilized as necessary. Usually, no more than 2 are required. The skin-stretching device is anchored into the needle, and the ratchet on the skin-stretching device is activated until the skin is stretched to close the incision. Presently, a subcuticular suture of 3-0 delayed synthetic absorbable suture is utilized to close the wound.


A block of ordinary foam rubber, such as that used in the upholstery industry, is sterilized by gas autoclaving. The shape of the proposed vaginal form is outlined with brilliant green solution. The split-thickness skin graft is removed from the adhesive tape of the dermatome and placed in a sterile pan filled with saline solution. Ordinary contraceptive condoms that have been sterilized by gas autoclaving are used. Generally, two condoms are used to ensure against leakage of fluid into the foam rubber form.


The foam rubber block is held in one hand and, with curved Mayo scissors, is shaped into the desired vaginal form.


The condom is slipped over the foam rubber vaginal form. The condom can be removed partially or completely if the size of the vaginal form needs to be adjusted in diameter or length. When the size of the vaginal form is satisfactory, the end of the condom is tied with a 2-0 synthetic monofilament permanent suture.


The vaginal form is laid on the epidermal side of the split-thickness skin graft. The split-thickness skin graft is folded over the vaginal form and sutured along its seam with interrupted 4-0 synthetic absorbable suture. Excess graft is trimmed away.


The full-thickness, paddle-shaped skin grafts are placed over a foam rubber condom, and the margins are sutured together with synthetic absorbable suture.


The dimple in the introital area is identified. The labia are retracted with Allis clamps, and a transverse incision is made in the epithelium.


Blunt dissection with the fingers opens the space between the bladder and rectum. Once the correct plane is reached, i.e., below the pubovesical cervical fascia under the bladder and superior to the perirectal fascia over the rectum, gentle blunt dissection is all that is needed to create an adequate cavity.


A sagittal section shows the dissection carried approximately 2 cm from the peritoneum. This will reduce the incidence of enterocele in these patients.


Meticulous hemostasis should be maintained throughout the cavity.


The skin-covered form is inserted into the cavity.


A sagittal view of the pelvis shows the skin-covered form inserted into the new vaginal canal.


To hold the form in place for 12 days, the labia are sutured in the midline with interrupted 0 nylon sutures without tension.


After the foam rubber vaginal form has been removed on the 12th postoperative day, the new vagina should be thoroughly inspected and irrigated with normal saline solution. A permanent vaginal form made of soft rubber or silicone should be fitted and inserted. Care should be taken that the new vaginal form does not protrude beyond the introitus. Protrusion will erode the introital area and cause pain, discouraging the patient from continuing to use the form.
ariefadi
ariefadi ariefadi is offline
National Level

Post: 1.548
 
Reputasi: 115

__________________





Reply With Quote     #6   Report Post  

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

merinding lihat gambar nya
rizalolo
rizalolo rizalolo is offline
Mod

Post: 46.403
 
Reputasi: 269

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

wah kok merinding.., pdhl tu cuma gambar (bukan asli)
sory deh..
pdhl kmrn nanya, "emang bisa..."
ariefadi
ariefadi ariefadi is offline
National Level

Post: 1.548
 
Reputasi: 115

__________________





Reply With Quote     #8   Report Post  

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

au ah ga ngerti ,,,,,,,,
caesar_ozar
caesar_ozar caesar_ozar is offline
Home Level

Post: 13
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: "Reparasi" Vagina Lewat Vaginoplasti

ya diliat2 aja gambarnya, tu urut2an cara melakukan vaginoplasty...
ariefadi
ariefadi ariefadi is offline
National Level

Post: 1.548
 
Reputasi: 115

__________________
Reply
 

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.