Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini ) Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Misteri & Supranatural
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

[Cerita Misteri] Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

Penunggu Kamar Sebelah

Sumber : http://cerita-misteri.reunion.web.id
pas gw kos jaman kuliah dulu..dapet di lt. 4 di lt ini kira kira ada 6 kamar dan pas gw dateng yg terisi ada 4 kamar. tapi yg 2 cuma mahasiswa kursus pendek aja..jadi sebentar mereka juga udah keluar. sementara yg sebelah kamar gw temen kuliah tapi dia pindah karena cari yg murah. gw ga tahu kapan dia pindah..gw juga jarang banget liat dia keluar kamar..ketemunya malah cuma di kampus.

sampe akhirnya suatu malam gw mulai denger suara berisik di sebelah kamar gw.spt orang buka tutup lemari, seret seret kursi...jam 11 malem gitu. buset gw sampe bingung..temen gw tuh ngapain sih malem malem gini berisik banget. apa dia lagi beberes. dan ternyata bukan cuma malem itu aja kejadian..malam berikutnya juga gitu..tengah malem spt ada orang seret seret kursi dan bunyi lemari di buka tutup. besok paginya gw ketok tuh kamar gw pikir ada orang baru. ternyata ga ada jawaban. pas gw ketemu temen gw di kampus gw tanya..apa dia masih suka dateng ke kamar itu. dia bilang dia dah ga pernah dateng..dah lama pindah. hahhh?? gw jadi heran terus suara siapa sih itu. untungnya waktu itu gw blom mikir setan segala macem..jadi gw juga ga mikir serem. ga lama gw juga pindah..dan setelah pindah itu baru gw nyadar klo suara yg gw denger malem malem itu bisa jadi suara penunggu kamar itu yg kali aja kesel ama gw.

Cerita Serem Siluman Gaib Sungai Cipunagara

Sumber : http://ceritaseremku.blogspot.com

Beberapa hari kemaren saya mendengar kisah nyata sebuah cerita serem yang menceritakan tentang makhluk gaib penghuni sungai cipunagara.... cerita ini bener-bener serem dan membuat bulu kudukku merinding, beginilah cerita serem tersebut, coba disimak baik-baik.


Karena lambaian tangannya akupun berenang mendekatinya padahal menurut temanku dia tidak melihat sosok siapapun disana. Setelah aku mendekat, dia langsung menarik lenganku dan mengajak berjalan-jalan, yang paling aneh tiba-tiba aku dan dia sudah berada ditengah taman bunga yang amat asri. Saat itu aku benar-benar terpesona akan kecantikan paras dan tubuh sintal yang selalu bergayut manja disampingku. Tubuhnya yang menguarkan bau yang harum memabukan dan tatapan mata yang tajam mampu menghipnotis jiwa dan ragaku hingga luluh lantak tak berdaya.

Di taman nan indah dan asri itu kami bercengkrama dan saling mengenalkan diri masing-masing namaku nawang ayu siapa nama akang ucapnya mengenalkan diri sambil balik bertanya.
Ahmad warga kampong dekat sini jawabku menyambut uluran tangannya sementara mataku tak lepas menatap tubuhnya yang amat sempurna dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dimana nyai tinggal dan dengan siapa tanyaku ingin tahu. Ya inilah tempatku, aku tinggal bersama orangtuaku, ujarnya sambil tersenyum manis. Hah.. nyai tinggal ditaman ini selorohku pura-pura terkejut.
Ya bukan ditaman ini, ya disana dirumah kedua orangtuaku, sahutnya sambil bersandar manja.
Bersamaan dia menunjuk tampak didepanku tampak bangunan megah yang belum pernah kulihat seumur hidupku. Padahal sebelumnya aku tak pernah melihat bangunan apapun disana .

Akang ahmad sudah punya istri?? Selidiknya ingin tahu. Belum, mana ada gadis yang mau sama orang seperti aku, kataku merendah. Ah akang bisa aja padahal nyai juga mau jadi istri akang, asal akang juga mau jadi istri nyai, ucapnya terus terang. Mendadak jantungku berdetak kencang mendengar kesungguhannya. Mau tidak jadi istri nyai? Tanyanya penasaran. Akang ingin ketemu dulu dengan orang tua nyai, kataku memohon. Kenapa tidak? Ayo ikut nyai sekarang. Ajaknya sambil menarik tanganku beranjak meninggalkan taman bunga.

Kamipun berjalan diatas bebatuan selebar dua meter yang tertata rapih dan memanjang hingga kedepan bangunan mewah didepan sana. Dikiri kanannya ditumbuhi aneka bunga nan harum semerbak. Bak dua insane yang telah lama menjalin cinta kamipun berjalan bergandeng tangan dan sesekali diselingi saling peluk.
Semakin dekat aku semakin terpana menyaksikan kediaman kedua orangtua Nawang Ayu. Aku sempat merasa rendah diri pasalnya jauh sekali dengan tempat tinggal orang tuaku. Melihat hak itu nawang ayu masih tetap memaksaku masuk kedalam rumahnya. Diseberang meja tampak duduk seorang lelaki dan wanita paruh baya yang berwajah anggun penuh wibawa.

Kang ahmad ini bapak dan ibuku ujar nawang ayu mengenalkan kedua orangtuanya sambil tertunduk lesu dan rasa malu yang teramat sangat aku hany bisa mengangguk dan dengan kelu menyebut namaku rasanya aku tak sanggup menatap keduanya kala itu aku ibarat tahanan yang menunggu vonis hakim. Pak, bu, ini temen nyai yang ingin ketemu namanya ahmad ucap nawang ayu seolah ingin menyadarkanku maksud kedatangan ku. Dimana nak ahmad tinggal dikampung bojong jawabku singkat. Ayo jangan malu-malu...... ayo katakan kepada bapak maksud kedatangan nak ahmad kesini timpal nawang ayu sambil tersenyum. Ayo katakana nak ahmad kata wanita tua itu menyuruhku bicara terus terang. Sebenarnya saya dating kesini untuk melamar puteri bapak dan ibu, tuturku dengan diliputi rasa was-was. Kapan utusan dari keluarga nak ahmad akan dating kesini? Tanya bapak nawang ayu. Dengan sepontan dan tanpa sadar aku menyebut hari tanggal dan bulan lamaran nanti. Padahal secara akal sehat mustahil aku akan melangsungkan pernikahan selain belum memiliki persediaan sebagaimana lelaki suku sunda, aku juga tidak tahu apakah kedua orang tuaku berkenaan atau tidak.

Kemudian bapak nawang wulan berkata yang berisi ancaman bila aku ingkar janji. Camkan nak ahmad, janjimu itu harus ditepati apa bila ingkar rohani dan jasmani mu akan berubah seperti kami.

Dan setelah mengakhiri kata-katanya tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita. Ketika terang, wujud nawang ayu pun sudah berubah dari pusat sampai bagian bawah tubuhnya berubah menyerupai seekor uadng begitu juga kedua orangtuanya. Setelah aku melihat wujud mereka yang sebenarnya, perlahan.. tubuh ku melesat terbang keatas dan tiba-tiba aku sudah berada di permukaan sungai cipunagara dengan perlahan aku berusaha berenang menepi. Dan aku ditemukan oleh warga yang memang sejak semalaman mencariku.

Aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kata temanku yang mandi bersamaku, saat aku mandi di sungai aku tenggelam dan hilang disungai, dan saat dicari oleh warga, mereka tidak berhasil menemukanku. Mereka bingung karena mustahil ada yang bisa bertahan dan hidup didalam air semalaman.

Setelah itu aku dibawa pulang warga, setibanya dirumah aku menceritakan semua kejadian yang aku alami kepada keluargaku. Rupanya orangtuaku mempercayai dan menanggapinya dengan serius.

Akupun dibawa ke seorang paranormal di indramayu, yang dianggap bisa mengobati, hasilnya untuk sementara aku harus menetap dimushola sampai batas waktu yang aku janjikan akan menikahi putrid siluman itu. Bila siang aku tidur dan malamnya aku berjaga ditemani beberapa orang yang terus mengaji melantunkan ayat-ayat alqur’an sepanjang malam dan baru berhenti saat subuh tiba. Begitulah hari-hari yang kulalui sampai waktu yang kujanjikan lewat.

Dan benar setelah aku kembali dan beberapa hari tinggal dirumah, tiba-tiba ada wanita cantik yang misterius yang sedang mencariku dirumah, dan saat aku dipertemukan oleh ayahku dengan wanita itu, tiba-tiba wanita itu menggelengkan kepala dan menyatakan bukan diriku yang sedang dia cari.

Cerita Serem Hantu Kuntilanak Kuburan Cina


Biasanya kuburan cina seringkali diliputi cerita misteri dan cerita serem dan ternyata perkataan tersebut benar, salah satunya kisah nyata berikut ini, cerita serem tentang kemunculan kuntilanak dimakam cina atau sering disebut bong cina......



Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih demikian kata pepetah klasik yang kurasakan sangat pas sekali dengan bisnisku yang belakangan ini hancur lebur. Maksud hati melebarkan usaha dengan membuka bengkel karoseri, bisnis jual beli mobil bekasku yang selama ini lancer kini hancur berantakan. Padahal segala jenis uasaha yang aku lakukan itu telah aku usahakan secara intensif. Mulai dari hal yang sifatnya managerial hingga hal yang sifatnya spiritual. Mitra bisnis yang selama ini lengket denganku kini pergi meninggalkan ku. Bahkan mereka tak peduli dimana aku tinggal setelah barang-barangku disita.

Singkat cerita Karena masih ada sisa sedikit uang, aku beli rumah murah didekat pemakaman tionghoa didaerah pinggiran sungai cisadane. Jalan Imambonjol kota Tangerang. Jujur saja sebenarnya aku takut tinggal didaerah pekuburan itu. Tidak hanya aku saja istri dan anakku pun sempat protes kepadaku. Tapi setelah aku yakinkan mereka akhirnya merekapun mengerti.

Sejak kami pindah kerumah berukuran 180 meter itu istri dan ankku tidak ada yang pernah keluar malam. Mereka hanya dirumah mengurung diri dan menonton TV. Jalan menuju rumahku adalah jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Saat melewati jalan kecil itu kamipun harus berjalan diantara makam-makam orang cina disisi kiri dan kanan nya. Selain kuburan china, disekitar rumahku juga terdapat kuburan yang tidak terawat, dengan rerumputan setinggi leher kuda, selain ilalang pemakaman itu ditumbuhi pohon-pohon jarak, akasia, mahoni dan angsana.

Pada hari raya imlek kami sekeluarga pergi kerumah orangtuaku dengan meminjam mobil dari adikku tanjimhan, rumah orangtua ku terletak didaerah cipaganti bandung utara. Semua keluarga kami berkumpul malam itu, rencananya aku mau menginap satu minggu disana namun karena mendapat perlakuan yang buruk dari kakakku yang tidak senang dengan istri ku aku buru-buru pulang setelah mendapat bantuan dana.Aku berangkat dari bandung tepat pada pukul 12 siang dan sampai dikota tangerang pada pukul 18.00 sore. Masuk kepemakaman sekitar pukul 18.15 saat adzan magrib terdengar. Karena mobil tidak bisa masuk kelokasi rumah maka kendaraan itu sengaja kuparkir didepan jalan masuk makam. Sementara kami harus berjalan sekitar 250 meter. Sore itu udara cukup dingin dipemakaman yang biasa disebut bong cina atau kuburan cina. Selain baru turun hujan yang sangat lebat angina kencang juga berhembus dari selatan hingga menggoyang-goyang seluruh pepohonan yang tumbuh disana. Ditengah jalan yang becek kami berempat dengan hati-hati melangkah, tapak kaki kami harus tepat memilih jalan agar tidak terjatuh.



Tiba-tiba kami mencium bebauan yang sangat wangi muncul dari sebuah makam yang bertuliskan Tio Ciu berwarna hitam. Dinisan makam yang menebarkan wewangian itu bertuliskan Ten Nie Wo lahir tanggal 13 desember 1956 wafat tanggal 3 januari 1981. kami memperhatikan betul nisan berwarna kusam dengan bercak-bercak hitam karena ditumbuhi lumut itu. Sementara bau mawar bercampur dengan bau hio merah menyengat menguar dari makam gadis berumur 24 tahun itu.

Papi, bau makam ini sangat tajam, papi juga mencium bau aneh itu kan? Tanya gie istriku, yang dijawab 2 anakku. Rupanay mereka berdua juga mencium bau yang agak aneh. Disini tidak ada manusia lain bagaimana ada bebauan sekeras ini desis gie sambil menatap tajam ke makam tio. Sebelum langkah kami melaju meninggalkan makam tio tiba-tiba ada suara cekikikan dari makam itu bersama dengan suara cekikikan itu muncul asap tipis berwarna putih mengudara dari dalam makam.

Makam itu mengeluarkan asap pekik istriku, dua ankkupun merapat pada ibu mereka dan bertanya tentang asap itu. Aku memerintahkan gie dan kedua anakku untuk buru-buru jalan. Pikirku ada sesuatu yang tidak beres dimakam itu. Sebab menurut cerita yang aku dengar jika ada hantu mau keluar kuburan berhantu terlebih dahulu mengeluarkan asap. Benar saja, dalam hitungan detik setelah asap itu mengepul, tiba-tiba asap itu berubah menjadi sosok manusia. Sementara anak dan istri ku melaju kedepan aku mengawasi perubahan wujud itu. Puji tuhan pelan tapi pasti sosok manusia itu nampak seperti seorang perempuan bergaun putih panjang dengan rambut panjang tebal menutupi mukanya.

Hantu...hantu..kuntilanak, pekikku diluar kendali kesadaran, karena pekik kerasku itu dua anakku mengkeret memelukku karena rasa takut yang terasa sangat. Kami segera berlalu tapi langkah kami terasa tersendat seakan ada tangan-tangan lain yang mencengkeram kaki kami. Sementara makhluk aneh itu diam saja diatas makamnya. Kuntilanak itu terlihat sangat menyeramkan. Sambil terus menerus tertawa cekikikan yang merindingkan bulu kuduk. Tuhan lindungi kami dari gangguan kuntilanak ini, lindungi kami dari gangguan makhluk alam lain ini. Doaku sambil tertatih-tatih menggandeng istri dan anakku melaju menuju rumah. Karena rasa takut yang teramat sangat aku tidak lagi mempedulikan sosok wanita kuntilanak itu aku terus saja berjalan menuju rumah. Sampai didepan rumah untuk terakhir kali aku menengok kearah makam tio itu namun sosok makhluk kuntilanak itu telah hilang, tidak ada di atas makam. Kami buru-buru masuk rumah dan mengunci pintu, semua lampu kami nyalakan dan TV pun kami hidupkan untuk menetralisir rasa takut yang kala itu bergolak hebat. Disekitar rumah kami memang ada beberapa rumah tapi lebih banyak ditinggalkan oleh penghuninya. Setelah beberapa saat kami bristirahat dan menenangkan keadaan tiba-tiba terdengar suara pintu dapur diketuk-ketuk. Ketukan itu sangat konstan.

Siapa itu?? Tanyaku, agak keras.

Sebelum Tanyaku dijawab, tiba-tiba terdengar suara cekikikan perempuan kuntilanak dari pintu dapur, bau wangi menyengatpun kembali tercium, nah benarkan hantu kuntilanak itu datang kerumah!” Batinku. Karena takut, jantungku berdebar hebat
Dan seluruh sendi-sendi tulangku terasa kaku, malam itu rumah kami terasa menjadi neraka jahanam kami merasa ketakutan bersama-sama. Hari yang sangat nahas dan membuat kehidupan kontan menjadi sesak. Suar-suara cekikikan itu muncul dari arah mana saja, bau wangi yang sangat menyengat menyelimuti rumah kami. Aku merasa kuntilanak yang menggangu kami tidak hanya satu karena suara cekikikan itu sangat ramai, ketukan pintupun semakin lama semakin keras tidak hanya pintu dapur kini pintu depan pun juga diketuk-ketuk seolah minta dibukakan pintu, semakin lama suara cekikikan tu semakin mendekat.. dan kami hanya bisa diam ketakutan. Setelah lama dalam terror ketakutan pelan-pelan suara itu pergi menjauh, menjauh, menjauh dan akhirnya suara kuntilanak itu menghilang. Kamipun sedikit demi sedikit merasa lega, kamipun beristirahat dan berharap hantu kuntilanak itu tidak kembali.

Esoknya aku ceritakan peristiwa yang aku alami kepada penjaga makam, Pak Rusli 56 tahun. Dia menceritakan bahwa hantu itu memang sering muncul dan bahkan dia sering nampak. Pak rusli juga menceritakan kalau Ten Nie Wotio yang berada dimakam itu mati karena bunuh diri, Tio meninggal setelah menggantung diri di pohon angsana dibelakang rumahnya dalam keadaan hamil tua dikampung egrek 500 meter dari rumah saya. Tio putus asa karena selain ayahnya meninggal karena serangan jantung kekasihnya William Lee meninggalkannya dan pergi ke korea selatan.

Sekarang anda sudah tau dan sudah melihat sendiri, dan saya yakin anda tau apa yang harus dilakukan kedepan. Hantu kuntilanak tio setiap bulan sekali muncul dengan perwujudan seorang wanita bergaun putih panjang dengan rambut panjang tebal menutupi wajah. Kisah nyata tersebut merupakan cerita serem yang gak bakal aku lupakan seumur hidup.

------------------------------------------------------------------------------

Capek
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0

 






Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

Cerita Serem Santet Burung Gagak Dari Sumatera



Cerita ini dialami paman ardian, adik bungsu ibuku dia menderita akibat terkena serangan ilmu hitam yang disebut sebagai santet burung gagak, salah satu gejalanya jika ada burung gagak yang berbunyi diatas bubungan atap maka korbannya akan meraung-raung karena mengalami rasa sakit yang tertahankan, seketika itu juga perangai korban berubah seperti orang gila.
Kedahsyatan santet burung gagak ini seperti yang menimpa paman ardian. Setelah menunggu rasa sakit yang tidak terkira selama 99 hari, akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir, ya dia meninggal pada usia 27 tahun, meninggalkan seorang istri yang bernama siti amnah yang dijodohkan orangtuanya.
Singkat cerita sebelum menikah dengan siti amnah ardian sudah mempunyai calon pendamping hidup. Sumiati namanya. Gadis kembang desa ini sudah dipacari oleh ardian sejak duduk dibangku SMA. Hubungan cinta ini terus tumbuh subur. Setelah tamat SMA ardian memilih kuliah di ikip negeri medan. Dia kost disana. Ketika itu kampus ikip masih terletak di jalan merbau persis berada dibelakang Plaza Medan Fair sekarang.
Sumiati sendiri memilih mengikuti kursus salon kecantikan. Setelah lulus dari kursus dia membuka usaha salon dan merias pengantin. Hubungan cinta mereka tetap dapat terpelihara. Untuk menutupi biaya kuliah dan biaya hidup ardian sering meminta uang kepada sumiati. Maklum saja uang yang diberikan orang tua ardian tidak cukup untuk biaya hidup selama sebulan. Sumiati selalu memberikan sejumlah uang yang diminta ardian, demi cintanya pada ardian, jangankan uang mahkota kesucian pun telah dia serahkan tentunya dengan harapan kelak dia akan menjadi pendamping hidupnya. Namun kenyataan berkata lain, hubungan cinta mereka harus putus karena ibu ardian tidak setuju dengan hubungan mereka karena status sumiati yang merupakan anak yang lahir diluar nikah. Kemudian ibu ardian memutuskan menjodohkan ardian dengan seorang wanita yang bernama siti amnah yang diyakininya sebagai wanita yang cocok buat ardian. Namun ardian menolak perjodohan itu mentah-mentah dan pergi tanpa berpamitan karena ardian sama sekali tidak mencintai wanita itu. Namun ibunya tetap bersikeras dan diam-diam ibunya pergi ke seorang paranormal yang bernama mbah senopati dukun tersohor yang berusia 75 tahun. Ibunya meminta kepada mbah senopati agar anaknya mau dijodohkan. Kemudian Mbah senopati menyediakan segelas air putih dan mengucapan mantera setelah beberapa saat akhirnya ritual itu pun selesai.
Mbah senopati meminta agar air putih itu dicampur dengan teh manis dan diberikan kepada anaknya. Sampai dirumah ibunya pun mulai mengerjakan apa yang diisyaratkan mbah dukun senopati. Dia mulai mencampurkan air putih ke segelas teh dan diminumkan kepada ardian. Aksi itupun berjalan mulus tanpa ardian sadari.
Ramuan itupun mulai bekerja ardian mulai terbayang-bayang sosok wanita yang bernama amnah, tiap hari dia memimpikan wanita itu, cerita tentang mimpi-mimpi indah bercumbu dan bercinta dengan seorang wanita bernama amnah. Diapun mulai tergia-gila dengan wanita itu yang dipikirkannya tiap hari cuma wanita itu.
Akhirna ardian menyampaikan cerita dalam mimpi tersebut dan meminta ibunya untuk cepat-cepat melamar amnah karena dia takut amnah dilamar orang dan dia sudah tidak tahan lagi pengen cepat-cepat bersanding bersama amnah. Beberapa hari kemudian amnah dan ardian menikah. Mengetahui ardian kekasihnya menikah dengan orang lain sumiati benci setengah mati dan benar-benar sakit hati. Dia merasa disingkirkan begitu saja. Sumiati merasa semua pengorbanannya kepada ardian sia-sia. Enam tahun membina hubungan dan bahkan dia telah mengorbankan mahkota kesuciannya namun dia dikhianati. Namun dia tetap berusaha untuk tabah dan mengikhlaskan dan memendam semua sakit hatinya. Disisi lain teman-teman sumiati memberikan motivasi dan menyarankan sumiati membalasnya dengan menyantet amnah namun sumiati tidak mau karena amnah tidak bersalah. Setelah dua bulan pernikahan ardian, sumiati merasa semakin sakit hati dia kemudian memutuskan pergi ke seorang dukun yang bernama mbah joyo, dia menceritakan semua rasa sakit hatinya karena telah disia-siakan. Kemudian mbah joyo berkata aku akan membalas sakit hatimu dan menyantet ardian sampai mati. Beberapa saat kemudian ditangan mbah joyo telah bertengger seekor gagak hitam. Mbah joyo berkata kepada gagak itu kamu mendapat tugas, menyantet orang sampai mati. Koak-koak suara gagak itu, kemudian mbah joyo berkata sudah selesai nak... kemudian sumiati pamit, menyalami dan menyelipkan uang sebagai tanda terima kasih.
Malam harinya terjadi kegaduhan dirumah ardian. Saat dia tidur nyenyak tiba-tiba dia dikejutkan dengan lolongan anjing dan suara burung gagak mengitari rumahnya. Ardian menjerit meraung-raung diatas lantai kamar tidurnya. Melihat suaminya berprilaku aneh siti amnah hanya bisa melihat dan berteriak minta tolong, karena dia sendiri sedang hamil muda. Perangai aneh ardian baru berhenti setelah subuh. Berita ardian mendapat serangan santet sampai ketelinga sumiati pada siang harinya dia mengemas seluruh pakainnya. Niat sumiati sudah mantap. Dia ingin pergi dan tinggal menetap dipekanbaru ikut buliknya. Keesokan harinya ardian mendapat serangan yang sama bahkan lebih hebat lagi selain kepalanya terasa mau pecah, perutnya terasa seperti ditusuk-tusuk dan di iris-iris. Rasa sakitnya tiada terkira dan tanpa sadar dia mengucapkan kata-kata kotor, prangainyapun berubah seperti orang gila. Berbagai usaha telah dilakukan namun tidak berhasil menyembuhkannya. Mbah senopati pun tidak sanggup mengatasinya. Setelah 99 hari dia menderita akhirnya pada meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 27 tahun. Tiga hari kemudian bayi yang dikandung amnah pun lahir premature dan meninggal dunia. Sungguh tragis, mendengar cerita serem tersebut sumiati menyesal dan kemudian bertobat. Dia menyesal telah berbuat keji, sekarang dia menjadi seorang muslimah dan bahkan telah menunaikan ibadah haji. cerita serem tentang santet ini diadopsi berdasar kisah nyata.
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

Lihat Di Sini Video Leak

Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #4   Report Post  

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

wah seru juga cerita nya
rizalolo
Mod

Post: 45.497
 
Reputasi: 260

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #5   Report Post  

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

hem di buat bagian khusus dan reguler nih,dan kalo bisa tiap khamis posting baru gitu,biar jadi nuansa misterinya terasa gitu,yang lain juga donk ceritain misterinya he he he
devson
National Level

Post: 621
 
Reputasi: 1

__________________
PENGUASA PEKOPON

I AM GUNDAM
Kerokerokero kerokero





Reply With Quote     #6   Report Post  

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

ok blh juga ide nya mas devson
entar tiap kamis di buat cerita misteri
rizalolo
Mod

Post: 45.497
 
Reputasi: 260

__________________
Pangeran kegelapan






Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

Cerita Misteri Terbaru
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #8   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

KELUARGAKU DIGANGGU JIN DARI
JAMPANG KULON YANG ISTERINYA 20

nten sedang mengalami suatu kejadian yang menyeramkan..................


R io tidur dengan gelisah, suara gonggongan anjing di luar membuat suasana hati Rio menjadi tak menentu, terasa ada sesuatu yang akan terjadi tapi apa, belum diketahui, akhirnya karena kelelahan maka Rio-pun tertidur.............
Tiba-tiba Rio sulit untuk bernafas, Rio berfikir, mimpikah aku ini, apakah aku sedang tenggelam di air?, atau............
Terasa kerongkongannya tercekik, seperti lehernya diikat oleh tambang yang tak terlihat, Rio berusaha menarik nafas, tapi tidak bisa, berusaha berteriak tetapi tidak juga bisa, terasa urat-urat dilehernya menyembul dan paru-parunya berdenyut membutuhkan udara segar.



MAHLUK GAIB MENCEKIK LEHERKU

Aku dicekik, pikir Rio dan Rio kemudian berusaha membuka matanya, akan tetapi tidak ada sesuatupun yang terlihat, ternyata bukan manusia yang mencekik-ku, akh, apa salah-ku hingga diperlakukan seperti ini, padahal dalam melaksanakan KKN aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan sopan-santun dan selalu berkonsultasi dan berkomunikasi dengan para sesepuh ataupun pamong / pemuka masyarakat setempat. Kengerian lebih memuncak ketika sayup-sayup mewujud tangan yang sangat besar yang sedang mencekik lehernya, hanya tangan-nya saja.
Dalam hati Rio berkata bahwa bila memang ada salah-nya mohon dimaafkan dan esok hari Rio akan lebih berhati-hati, dan akan memohon maaf secara terbuka, akan tetapi jawabannya adalah cekikan yang terasa semakin keras dilehernya.



DZIKIR KEPADA ALLAH YANG MENOLONGKU

Darah yang mengalir kekepala berkurang dan terasa pandangan berkunang-kunang, Rio berfikir bahwa tibalah ajalnya. Pemikiran mengenai tibanya ajal membuat Rio menjadi pasrah kepada Tuhannya, dan menyebut : " Lailla ha IllAllah " berkali-kali dan mencoba menerapkan kemampuan bathin yang dipelajari dari kedua orang tuanya, tiba-tiba terdengar suara menggeram dahsyat dan terasa cekikan dilehernya mengendur.
Merasa cekikan dilehernya menjadi kendur, pikiran Rio bekerja dengan cepat, berusaha mencari cara untuk melawan mahluk itu dan dengan mengeraskan bawah perut sambil menyebut : " La Haula Walla Quwwata, Illa Billah Aliyul Azhiim " maka Rio menerjang menghempaskan pencekiknya sekuat-kuatnya dan terdengar jeritan dahsyat dari mahluk itu yang terlempar keluar dan juga jeritan Rio yang keras.



MIMPI BURUK-KAH ?

Dengan terengah-engah Rio berusaha menarik nafas dalam-dalam dan merasakan paru-parunya kembali terisi oleh udara yang segar, urat nadinya yang berdenyut-denyut dan terasa sangat sakit kemudian perlahan kembali normal.
Dan beberapa kawannya yang masih bangun, karena mendengar teriakan Rio yang keras kemudian merubung menanyakan apa yang terjadi. Beberapa saat Rio terpana dan tidak bisa berkata apa-apa, hingga ketika fikirannya telah menjadi normal kembali dan rasa takutnya telah berkurang banyak, maka Rio kemudian berkata : " Akh, hanya Mimpi buruk ". Terlihat sekali mereka tidak puas dengan jawaban Rio, karena jelas sekali mereka melihat bahwa wajah Rio saat itu bagaikan mayat hidup, sangat pucat, dan pandangannya kosong seperti sehabis mengalami sesuatu kejadian yang sangat menakutkan.
Akhirnya mereka membubarkan diri dan tentu saja dengan fikiran mereka masing-masing atas misteri teriakan Rio dan wajahnya yang pucat-pasi, akhirnya mereka berkesimpulan bahwa biasa kalau waktu tidur kadang-kadang diganggu oleh mimpi buruk.



MENGERJAKAN SHOLAT SYUKUR ATAS PERTOLONGAN-NYA

Rio segera mengerjakan Sholat Syukur telah terlepas dari sesuatu yang mengerikan dan kadang-kadang sampai beberapa hari masih terbayang-bayang kejadian itu, kalau saja tidak segera mendapatkan cara untuk melawan mahluk itu mungkin saja Rio akan lumpuh atau gila karena rusaknya otak akibat kekurangan oksigen.
Segera setelah sholat maka Rio kemudian membentengi diri dengan perlindungan agar tidak diganggu lagi oleh mahluk halus yang jahat.


Waktu berlalu dengan cepatnya dan tibalah hari Sabtu, 09 Agustus 1997, hari yang dinanti-nantikan oleh isteriku untuk berangkat ke Cilegon karena rasa kangennya yang telah memuncak untuk segera menjumpai putranya yang sedang KKN di-Pandeglang. Setelah sholat Subuh, dengan berseri-seri isteriku menagih janji kepadaku setelah sebelumnya mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan, seperti pakaian, perlengkapan sholat, minuman, makanan kecil, oleh-oleh dan segala macam perlengkapan yang saya tidak tahu berupa apa saja.
Terlihat sekali bahwa isteriku telah tidak sabar menungguku sarapan dan menghirup habis teh manis hangat kesukaanku dipagi hari itu. Akhirnya tiba juga waktunya berangkat, dan setelah meninggalkan pesan-pesan kepada anak-anak dan membagi tugas kepada para pembantu, maka berangkatlah kami menuju ke Pandeglang, hanya berdua.



PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

Perjalanan melalui jalan tol sangat mulus dan kami tidak banyak bercakap-cakap karena masing-masing sibuk dengan wiridan ayat-ayat suci, agar perjalanan selamat sampai ditujuan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Sepanjang perjalanan dari Pandeglang menuju arah Labuan, pemandangan sangat indah, dikiri kanan kerimbunan dan hijau-nya pepohonan menenangkan fikiran yang stress. Sebelum Labuan Kami belok kekiri kearah Cigeulis, karena saat itu masih musim kemarau panjang maka terlihat banyak tumbuhan yang kering dan dibeberapa tempat tanah terlihat retak-retak karena teriknya sinar matahari, berbeda dengan sebelumnya.


Kebetulan terdengar suara Ebiet melantunkan lagu sendu, mengenai bertanya kepada rumput yang bergoyang, mengapa terjadi kerusakan dimuka bumi ini. Kami sangat menikmati perjalanan ini dan tiba-tiba tangan isteriku mengelus tanganku dan kemudian meremasnya erat-erat, suasana romantispun kemudian tercipta, dan terdengar lagu Senandung Rindu dilantunkan oleh Teti Kadi dan hati kamipun tambah terpaut dan memancarkan kasih sayang.


Tiba tiba kami berteriak karena mobil terguncang keras akibat ban mobil masuk ke lubang yang menganga ditengah jalan dan setelah rasa kaget sirna kamipun tertawa berderai bersama. Jalan mendekati Cigeulis agak rusak sehingga saya harus extra hati-hati mengendarai mobil.
Tidak terasa hampir tiba ditujuan karena didepan kami terpampang Spanduk KKN dari kampus dan kami mencari informasi keberadaan putra kami Rio.



AKH, TERNYATA RIO SEHAT-SEHAT SAJA....

Akhirnya kami jumpa juga dengan putra kami, ternyata Rio sehat-sehat saja dan terlihat agak malu kepada kawan-kawannya karena " seperti anak mami " didatangi oleh orangtuanya. Mamanya langsung menanyakan keadaan Rio dan dijawab baik-baik saja, hanya pernah dicekik, katanya, karena sambil senyum-senyum maka mama-nya tidak mengira bahwa kejadiannya gawat, dan mengira Rio hanya bergurau. Setelah yakin bahwa putranya selamat, maka hatinya-pun lega dan setelah puas berbincang-bincang dengan dosen pembimbing dan kawan-kawan Rio maka kemudian kami-pun pamit pulang.
Ada yang menyarankan agar ke Mega Camara, tempat rekreasi yang berlokasi dipantai dan ada lapangan Golf-nya yang katanya sih pemandangannya bagus. Memang Indah pantainya, akan tetapi sangat sepi, hanya ada kami berdua, dan kembali menimbulkan suasana romantis, seakan akan menikmati kembali suasana bulan madu. Kami sangat betah berlama-lama disini.



BULU KUDUK BERDIRI SAAT MEMASUKI MOBIL

Ketika kembali memasuki mobil, terasa bulu kuduk berdiri sekejab, tapi kami tidak memperhatikan. Perjalanan pulang kami memilih rute melalui Labuan dan berniat untuk mandi air panas di-pemandian Batu Kuwung Pandeglang. Karena perjalanan yang panjang, ternyata kami tiba di-Pemandian Air Panas lepas magrib, dan suasananya agak gelap, karena badan terasa penat butuh istirahat, maka kami paksakan juga untuk mandi guna menyegarkan badan karena masih seratus kilometer lebih menuju Jakarta.
Mandi air panas dikamar tertutup dan hanya berdua, dimana kolamnya cukup besar untuk kami bisa berenang sambil berendam membuat isteriku berceloteh segala macam hal yang kemudian mengarah ke-romantisme.
Kembali bulu kuduk berdiri saat memasuki mobil, terjadi kejadian-kejadian aneh yang saat itu tidak begitu kami perhatikan, yaitu minuman yang berpindah tempat kebelakang mobil, dan handuk yang diletakkan ke-stir mobil, padahal seingat isteriku sudah diletakan dibelakang, bagaimana caranya koq bisa pindah ke stir, serta minuman yang baru setengah diminum tiba-tiba sudah kosong, dan seakan-akan ada orang yang duduk dibangku belakang mobil tapi bila ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa. Kami ribut berdua saling menyalahkan, dan istriku mengeluh karena mencium bau rokok yang keras.
Akhirnya tiba dengan selamat dirumah, Al Hamdulillah.



PUTRIKU DIGANGGU MAHLUK JAHAT

Beberapa hari kemudian suatu malam pintu kamarku digedor-gedor dan Ningsih putriku yang bungsu menerobos masuk dan langsung meloncat diantara aku dan isteriku yang sedang tertidur, kami sangat terkejut karena terlihat sekali bahwa Ningsih sangat ketakutan mukanya putih pucat dan tubuhnya menggigil, serta tidak bisa bercerita apapun juga.............
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

WANITA YANG KUKIRA ISTERIKU TERNYATA
JIN PENUNGGU TELAGA WARNA

Undangan berwarna biru dengan tulisan warna emas yang tercetak rapi, tergeletak diatas meja makan. Hal tersebut mendorongku untuk segera membuka dan membacanya walaupun perutku sudah berbunyi keroncongan minta diisi.

Isteriku berkata " Mas, Itu undangan dari Jakarta untuk hari Sabtu depan. Itu lho, Bu Kuncoro yang di Cikini mantu, kita datang ya !, kan salah satu famili dekat ". Sambil membaca kartu undangan itu aku manggut-manggut tidak menyahuti kata-kata isteriku.

Isteriku membujuk lagi dengan berkata : " Maas, kan sudah beberapa bulan ini kita tidak ke-Jakarta, aku sudah kangen dengan keluargaku, pasti semua datang ke-pestanya ", disambung dengan rayuannya lagi " Sekali-sekali pergi menghilangkan stress khan boleh. Jakarta dekat ini, ya Mas, ya.... ". Setelah menyelesaikan membaca undangan itu Aku kemudian menatap Isteriku dan mengangguk-kan kepala tanda setuju sambil tanganku meraih sendok dan segera menyantap makan malam.

Isteriku melonjak kegirangan dan berteriak kepada putri kami yang tiga bulan lagi berumur dua tahun " Nanda, nanti kita jalan-jalan ke Jakarta sama Papa".



Tak terasa hari Sabtu-pun tiba dan dan putriku Nanda sudah tiga kali menanyakan kapan akan berangkat jalan-jalan seperti yang dijanjikan oleh Ibunya. Setelah menaikkan semua tas dan perlengkapan keatas mobil, kamipun berangkat dari Bandung menuju Jakarta.

AWALNYA.....

Sejak kawin tiga tahun yang lalu, kami pindah dari Jakarta dan menetap di Bandung karena tugas dari kantor-ku. Kami tinggal dirumah kontrakan yang tidak terlampau besar dan beruntung mendapat fasilitas kendaraan berupa mobil dari kantor sehingga kadang-kadang kami bisa pergi bertamasya ketempat-tempat rekreasi dengan menggunakan mobil kantor, seperti saat ini.

Udara pagi yang sejuk terhisap memasuki paru-paru menimbulkan suasana yang tenang dan menggembirakan, pemandangan dikiri-kanan jalan sangat indah, apalagi lepas dari Cianjur mendekati Puncak. Putri-ku Nanda tak henti-hentinya bertanya ini-itu mengenai hal-hal baru yang dilihatnya dan rasa senangnya karena diajak naik mobil pergi bertamasya.

TELAGA WARNA PUNCAK

Setibanya di Puncak, Isteriku menyarankan dan berusaha membujuk-ku untuk berhenti sebentar beristirahat di Telaga Warna Puncak menikmati udara sejuk nan menyegarkan. ‘ Kalau saja aku bisa mengetahui peristiwa menggetarkan hati yang kelak akan terjadi, pasti akan kutolak mentah-mentah permintaan Isteriku itu......... '

Aku meminggirkan mobil dan parkir di-kawasan Telaga Warna, Isteriku menarik-narik tanganku sambil membimbing Nanda kearah tepi telaga dan duduk dengan santai sambil tak henti-hentinya mengoceh. Nanda dan aku mendengarkan dengan asyik.

Ia menceritakan berbagai hal menarik yang akan dilakukannya di Jakarta dan keinginan-keinginannya setibanya nanti di-Jakarta, juga pesta perkawinan yang pasti akan sangat meriah yang akan kami hadiri dan belanja oleh-oleh kesukaannya saat akan pulang ke Bandung. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, setelah puas menikmati keindahan disekitar telaga, kemudian kami-pun meninggalkan Telaga Warna dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.



Saat itu, jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi sedang dalam proses pembuatan dan belum selesai, sehingga untuk ke-Jakarta masih harus melalui jalan Bogor lama.

Setibanya di-Bogor, Isteriku meminta mampir di-toko roti terbesar di Bogor saat itu untuk membeli roti dan penganan pengisi perut selama perjalanan. Nanda kecapean dan terlihat tidur dengan lelapnya di Jok belakang, dan aku malas untuk turun, jadi Isteri-ku turun sendirian dan pergi masuk ke-toko roti tersebut untuk berbelanja.

Aku menunggu dimobil bersama Nanda yang tertidur pulas.......

ISTERIKU DENGAN PARFUM BAU KEMBOJA

Sekejap kemudian terlihat sesosok wanita yang persis berwujud Isteriku mengenakan pakaian seperti yang dipakai Isteriku sambil membawa bungkusan besar berisi roti dan makanan lainnya datang mendekat kemobil. Tentu saja segera kubukakan pintu mobil karena kusangka Isteriku. Saat ia masuk kemobil sekilas tercium bau bunga kamboja bercampur menyan yang membuat bulu kudukku berdiri.



Akan tetapi karena melihat wajah Isteriku yang berseri-seri dan berkata bahwa ia telah membelikan beberapa roti kesukaanku maka aku segera melupakan hal aneh yang muncul bersamaan dengan kedatangan Isteriku ini.

Mobil ku-stater dan kemudian meluncur pergi dari toko roti di-Bogor guna melanjutkan perjalanan ke-Jakarta. Sayangnya mataku kurang jeli, sehingga tidak melihat bahwa beberapa detik sebelum mobil keluar dari area toko roti, Isteriku yang asli muncul dipintu toko dengan membawa bungkusan besar berisi roti dan melihat mobilku meluncur pergi dengan membawa wanita lain.

ISTERI ASLIKU MARAH BESAR

Isteriku marah besar dan mengira bahwa aku telah pergi (lari) meninggalkannya dengan membawa wanita lain, seketika itu juga dibantingnya bungkusan hasil belanjaanya dan dengan air mata bercucuran kemudian lari pulang ke-Bandung. Hatinya dipenuhi dengan emosi, cemburu, marah, sedih dan kesal bercampur jadi satu. Mulutnya membisikkan kata-kata ancaman yang lirih " Awas kalau pulang nanti ", berkali-kali tanpa henti sepanjang perjalanan kembali ke-Bandung.

Fikirannya yang dipenuhi rasa marah dan cemburu, terus bertanya-tanya, siapakan wanita yang menjadi simpanan suaminya itu dan telah pergi bersama suaminya ?. Mengapa dirinya ditinggalkan begitu saja tanpa menengok sedikitpun, sungguh tak berperasaan. Bagaimana dengan anaknya Nanda, apakah dia sedang menangis menanyakan ibunya atau sedang apa ?, jahat sekali suaminya itu, akh kalau saja tahu hati suaminya seculas itu, tak akan mau dia diperistri bila hanya untuk disakiti hatinya. Rasa benci menyeruak di-hatinya yang sedih dan luka bagai tertusuk sembilu.

Sesampainya dirumah langsung ia membanting dirinya keatas tempat tidur dan menangis tersedu-sedu sambil tak henti-hentinya mengeluarkan ancaman........

ISTERIKU BERMANJA-MANJA KEPADAKU

Sementara itu tidak sedikitpun terlintas difikiranku mengenai keadaan Isteriku itu dirumah, malah aku terlibat dengan pembicaraan yang romantis dengan wanita yang kukira Isteriku ini. Selama dalam perjalanan ini aku sangat menikmatinya, karena tidak tahu kenapa istriku bertambah-tambah genit dan manja-nya terhadapku, hingga beberapa kali pipiku diciumnya mesra yang membuat hatiku semakin berbunga-bunga.



Isteriku ini kemudian merapatkan duduknya dan merebahkan kepalanya kepundakku dan berkata " Maas, kalau bisa aku ingin peristiwa ini jangan cepat berlalu ". Aku berfikir sambil membathin, lho ini khan masih awal dan masih banyak lagi waktu sesampaimya di Jakarta nanti. Sewaktu rambutnya menyentuh pipiku, saat itu kembali sekilas tercium bau wangi bunga kamboja bercampur menyan, sehingga bulu kudukku berdiri lagi. Ihh....... Dalam hati aku berjanji membelikan shampo luar negeri untuk isteriku, karena bau wangi shampo yang ia gunakan sekarang ini menimbulkan rasa takut dihatiku.

SETIBA DI JAKARTA

Akhirnya setelah tiba di Jakarta, Aku langsung menuju ke hotel yang terdekat dari Cikini, dan memesan kamar untuk satu malam, karena ingin beristirahat sejenak menjelang resepsi malam nanti. Nanda sangat senang dan bernyanyi-nyanyi kecil dengan lucunya sambil menyentuh barang-barang hiasan yang ada dikamar hotel. Lagaknya bagai kupu-kupu yang terbang mengitari bunga-bunga yang sedang mekar mewangi.

Sore hari, setelah memandikan Nanda, Isteriku mengajak mandi bersama, ini sebetulnya diluar dari kebiasaannya, tapi tentu saja aku mau, permintaan seperti ini jelas nggak akan kutolak. Didalam kamar mandi, isteriku mesra berbisik meminta hubungan intim, awalnya aku kurang setuju, tapi dengan sangat ahli ia membangkitkan hasrat kelaki-lakianku......

Koper dibuka dan pakaian-pakaian didalamnya dicoba dan dipatut-patutkan ke tubuhnya sambil bergaya didepan kaca, hingga akhirnya ia memutuskan menggunakan baju warna hijau yang memang serasi dengan warna kulitnya yang putih.

ACARA RESEPSI BERLANGSUNG MERIAH

Acara resepsi pernikahan putra Bu Kuncoro sangat meriah dan memang banyak keluarga datang, tentu saja bagaikan reuni keluarga besar, kami saling bertanya dan bercerita situasi terakhir dalam keluarga dengan gembira. Beberapa kali Nanda datang kepadaku minta dibersihkan pipinya yang berwarna merah bekas lipstik karena dicium gemas oleh tante-tantenya. Saat foto bersama, mulanya Isteriku menolak keras, tapi setelah didesak-desak akhirnya mau juga. Beberapa famili mengajak kami bermalam dirumah mereka tapi dengan halus kutolak karena sebelumnya sudah memesan kamar dihotel.



Akhirnya acara resepsipun usai sudah dan satu demi satu para tamu pamit pulang, demikian juga kami. Dalam perjalanan kembali ke hotel terlihat sekali isteriku sangat bahagia karena celotehnya yang sangat bersemangat mengenai suasana resepsi tadi, dimana aku hanya mendengar dan meng-iyakan ucapan-ucapannya saja.



BERGAIRAH DAN MENGAJAK BERCINTA

Nanda terlihat kelelahan dan segera tertidur pulas begitu kepalanya menyentuh bantal tempat tidurnya, melihat putrinya telah tertidur. Isteriku melepaskan pakaian pestanya satu demi satu sambil menggerakkan tubuhnya dengan erotis, berusaha memancing gairahku, dan setelah terlepas semuanya langsung menerkam diriku dan mengajak bercinta.

Malam itu entah beberapa kali hubungan intim telah kami lakukan hingga rasanya tulang-tulangku hampir terlepas karena kelelahan melayani hasratnya yang tak pernah padam, sehingga saat matahari telah tinggi kami masih tertidur kelelahan.



Lewat tengah hari baru kami berangkat pulang ke Bandung. Perjalanan pulang agak lambat karena kami banyak berhenti untuk belanja oleh-oleh, lagi pula aku menjalankan kendaraan perlahan karena masih agak mengantuk. Nanda sepanjang jalan kembali tertidur pulas, mungkin karena masih kelelahan, sekilas terlihat senyum manis dibibirnya.

KEMBALI KE TELAGA WARNA

Menjelang magrib saat mobil mendekati Puncak, Isteriku mendesak untuk berhenti sebentar agar kembali beristirahat di Telaga Warna, aku menolak karena perjalanan masih jauh lagipula sudah menjelang Magrib. Tapi karena ia terus bersikeras dengan bujukan dan alasan yang kadang menurutku sulit diterima akal, maka akhirnya aku mengalah dan memarkir mobil di kawasan Telaga Warna. Saat itu suasana masih agak terang.



Nanda, walaupun sudah terbangun tapi masih menggeliat malas untuk berjalan, sehingga kubopong turun mengikuti isteriku ke tepi telaga, setelah duduk suasana menjadi santai, Isteriku berkata dengan serius kepadaku, bahwa perjalanan ini tak akan pernah dilupakannya dan Ia mencium pipiku berkali-kali guna lebih menguatkan kata-katanya. Kelakuannya ini ku-rasakan agak aneh seakan dia tidak akan pernah bertemu denganku lagi........

MENGAPA "DIA" TERJUN KE TELAGA ?

Saat terdengar Adzan Magrib mendayu-dayu, tiba-tiba dengan tak tersangka-sangka Isteriku menerjunkan dirinya kedalam Telaga Warna, tentu saja aku terkejut setengah mati apalagi mendengar putriku berteriak histeris dan kemudian menangis meraung-raung memanggil-manggil ibunya, " Mamaaaa......maama..."



Setelah menunggu beberapa saat dan tidak muncul juga dari dalam telaga, maka akupun berteriak-teriak memanggil namanya dan langsung terjun kedalam air telaga untuk mencari Isteriku, beberapa orang berkumpul melihat kelakuanku yang aneh, kucoba menjelaskan peristiwa yang terjadi dengan suara terbata-bata dan tubuh gemetar kebingungan, beberapa orang kemudian tergerak untuk ikut terjun berusaha mencari isteriku didasar telaga. Beberapa wanita yang ada berusaha membujuk mendiamkan putriku yang terus menangis.



Setelah mengobak seluruh telaga selama lebih dari dua jam dibantu oleh banyak orang tanpa hasil. Dengan baju basah kuyup dan tubuh menggigil kedinginan serta perasaan yang tak menentu karena sangat sedih, maka akupun memutuskan untuk kembali ke Bandung dan berniat untuk melakukan pencarian lanjutan esok pagi. Apalagi Nanda terus menangis memanggil-manggil ibunya yang telah terjun kedalam telaga dan tidak berhasil ditemukan. Saat itu fikiranku terus bertanya-tanya " Mengapa Istriku tega sampai berbuat begitu ? Apa salahku ?.... setelah begitu lama tidak muncul dari dalam air apakah mungkin ia telah mati !!.......

PULANG KERUMAH DI BANDUNG

Aku menjalankan mobil pulang ke Bandung sambil ngebut agar cepat sampai di rumah, dan berniat untuk mengabari saudara-saudaraku perihal Istriku, agar mereka esok membantu dalam upaya pencarian. Dengan perasaan sangat sedih dan terpukul atas musibah ini, akupun masuk kedalam rumah dan..........



Mendengar suara mobil memasuki rumahnya, Isteriku yang masih belum tidur, bangun dan meloncat mengintip dari jendela kamar, mengetahui bahwa suaminya pulang, timbullah lagi rasa marah atas perbuatan suaminya yang disangkanya pergi meninggalkan dia sendirian ditoko roti di-Bogor bersama wanita yang tidak dikenalnya.

Diambilnya sepatu hak tingginya dan berlari ke pintu depan........

Betapa terkejutnya aku ketika membuka pintu depan, sepasang sepatu hak tinggi mendarat telak dikepalaku, dan pelakunya tak lain adalah ternyata isteriku.........

TERNYATA ISTERIKU MASIH HIDUP

Wajahku pucat pasi kaget setengah mati, bahkan aku ketakutan bagai melihat hantu, sehingga tak terasa sakitnya kepalaku yang benjol-memar karena terlempar sepatu. Bagaimana mungkin isteriku yang hilang tenggelam di Telaga Warna ternyata malah sekarang muncul dihadapanku dengan wajah marah menakutkan dan suara menggelegar keras, mengumpat dan memaki. Dengan terpana-bengong dan perasaan tak karuan, aku cuma bisa berdiri mematung didepan pintu. Istriku masih terus melemparkan segala macam benda kearahku sambil memaki-maki. Nalarku masih kacau belum jalan, aku tak berusaha menghentikannya, masih bingung.



" Ka..kaau ...ternyata masih hidup, kukira sudah mati tenggelam ", kataku ketakutan dan dengan suara terbata-bata. Setelah mendengar kata-kataku, dan melihat keadaan diriku yang kacau, Isteriku malah bingung, apalagi kemudian Nanda menghambur masuk dan memeluk ibunya sambil berteriak keras : " Mama... jangan lompat lagi ke danau, Nanda takuuut ". Terkejut Isteriku sehingga terlupakan kemarahannya, dan matanya melotot menatap kearahku minta penjelasan, sambil mendekap Nanda yang menangis sesenggukan dipelukannya.



Aku sendiri masih belum bisa mencerna dengan baik atas situasi yang tak terduga-duga ini dan terpaku keheranan. Melihat aku tidak memberikan jawaban, timbullah lagi marahnya dan berteriak keras mengejutkanku " Mengapa kau tinggalkan aku sendirian di Bogor, dan siapa wanita sialan itu ! ". Fikiranku berusaha menyimak kata-katanya, ... ditinggal di Bogor ?, siapa wanita itu ? apa yang terjadi ? bukankah aku pergi dengannya ke Jakarta ? lalu siapa kalau begitu wanita yang menyerupai dirinya dari Bogor hingga terjun ke telaga ?

BARU KUSADARI BAHWA YANG BERSAMAKU ITU BUKAN ISTERIKU

Tiba-tiba aku berteriak keras : " Tidaaaaaaak ! ", " Aku tidak tahu bahwa itu bukan kau !, mahluk itu menyerupai kau kukira itu kau " lanjutku keras. Kemudian aku memeluknya dan berkata dengan penuh perasaan : " Syukurlah bahwa kau masih hidup, kukira sudah matiiiii ! "

Karena aku memeluknya seakan takut kehilangan dirinya, cairlah emosinya dan tenang, kemudian meminta penjelasan lengkap dariku.

Kujelaskan kronologis kejadiannya, tentu saja dengan menyembunyikan bagian hubungan intimku dengan mahluk itu, tak percaya Isteriku atas ceritaku yang tak masuk diakalnya, untuk lebih meyakinkannya kuajak dirinya untuk menelepon interlokal ke Jakarta.



JADI YANG BERSAMAKU ITU MAHLUK JEJADIAN ?

Terkejut Pamannya mengetahui kejadian ini, atas permintaanku dan keingin-tahuannya atas peristiwa yang terjadi ini, esok harinya dengan kereta-api terpagi segera ia berangkat ke Bandung.

Pamannya sendiri dengan bersumpah meyakinkan Isteriku bahwa aku, suaminya saat itu datang ke resepsi pernikahan bersama dia, Isterinya, malah foto-foto keluarga bersama, nanti bila sudah di-afdruk akan dikirim ke Bandung. Paman terpaksa bermalam di Bandung karena Isteriku sangat terpukul dan histeria dengan kejadian ini, masih belum masuk diakalnya kejadian ini bisa terjadi.

Keesokan harinya salah seorang putra paman datang dengan keluarga yang lainnya dan ikut meyakinkan isteriku dengan kesaksian mereka dan membawa hasil cetakan foto-foto perkawinan, mereka dengan sangat bingung memperlihatkan foto yang ada diriku, putriku Nanda sedang menggandeng bayangan kosong. Ternyata mahluk berwujud isteriku itu tidak nampak dikertas foto.......



Tiba-tiba isteriku terhuyung, dengan cepat kupeluk tubuhnya agar tidak jatuh, ternyata ia pingsan. Kejadian ini begitu dahsyat menghantam jiwanya hingga tidak tahan.

Mungkin terbayang difikirannya apa saja yang mungkin dilakukan oleh suaminya terhadap mahluk itu karena mengira bahwa mahluk itu adalah dia isterinya. Siapa yang tahu kecuali aku dan iih... mahluk yang menjijikan itu.

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA YANG BERSAMAKU ITU DI JAKARTA ?

Hingga saat ini semua masih tak mengerti, siapakah sesungguhnya wanita yang bersamaku itu, yang naik kemobilku mulai dari toko roti di Bogor, tidur dihotel bersamaku yang akhirnya terjun ke Telaga Warna ?. Demikian juga yang ada difikiran Isteriku dan keluarganya..........

Sedangkan Nanda masih sering bercerita kepada keluarga yang datang bahwa dirinya sangat senang diajak pergi jalan-jalan ke Jakarta bersama ibunya, menginap dihotel, pergi kepesta, ia masih belum bisa mengerti bahwa dengan siapa dia pergi itu bukan ibunya asli............
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #10   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Kumpulan Cerita Misteri ( Ada Disini )

Baca Y Pluss Bintangnya
Thowil
Village Level

Post: 54
 
Reputasi: 0

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Kumpulan Cerita Humor dan Cerita Lucu setyawan76 Humor 3
Kumpulan ebook Cerita SIlat Kiraragroup Penulis, Buku, Sastra & Bahasa 8
[Mitos] Kumpulan Cerita Penciptaan Manusia bjhe Sejarah & Budaya 43
kumpulan cerita parah lovelybyrne Humor 17
Kumpulan cerita dari manusia kolor coklat chickenfighter Politik, Ekonomi & Hukum 7


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.