Sejarah Bahasa Indonesia Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Penulis, Buku, Sastra & Bahasa
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Sejarah Bahasa Indonesia

yuhuuuuuuuuuuuu.....hmmm dari kemarin kita sudah berbicara bahkan belajar berbahasa lain sampai ngalor ngidul....rasanya kurang mantabz yak klu belum tahu sejarah bahasa itu sendiri...khususnya sejarah bahasa indonesia. Nah sudah pada tahu belum sejarah bahasa indonesia itu bagaimana? Let's cegedot yak..

Bahasa Indonesia
mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan antaretnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-suku di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun bahasa Indonesia mempunyai posisi yang penting.

Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.

Pada tahun 1930-an muncul polemik apakah bisa bahasa Indonesia yang hanya dipakai sebagai bahasa pergaulan dapat menjadi bahasa di berbagai bidang ilmu. Akhirnya pada tahun 1938 berlangsung Kongres Bahasa Indonesia yang pertama di Solo. Dalam pertemuan tersebut, semangat anti Belanda sangat kental sehingga melahirkan berbagai istilah ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Istilah belah ketupat, jajaran genjang, merupakan istilah dalam bidang geometri yang lahir dari pertemuan tersebut.

Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah, dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.

Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.

Bentuk yang lebih formal, disebut Melayu Tinggi, pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar.

Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi, di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia.

Penyebutan pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.

Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13, ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk agama Islam.

Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).

Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.



Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:

1. Jika bahasa Jawa digunakan,
suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.

2. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.

3. Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Maluku, Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.

4. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.

Dengan memilih Bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.


Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda, hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.

Berikut perubahannya:




Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa, bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Sebagai contoh kata ganti seperti “dia” tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan pada kata seperti “adik” dan “pacar” sebagai contohnya. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin, sebuah kata sifat harus ditambahkan, “adik laki-laki” sebagai contohnya.

Ada juga kata yang berjenis kelamin, seperti contohnya “putri” dan “putra”. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas, kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.

Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata), tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. Sebagai contoh “seribu orang” dipakai, bukan “seribu orang-orang”. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain, tidak terbatas pada kata benda.

Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak, yaitu “kami” dan “kita”. “Kami” adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan “kita” adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.

Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, “kemarin” atau “besok”), atau indikator lain seperti “sudah” atau “belum”.

Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia.



Di samping itu, ketika penjajah Jepang mulai masuk ke Indonesia, mereka semakin mendorong penggunaan bahasa Indonesia. Pada tahun 1953, Poerwodarminta mengeluarkan Kamus Bahasa Indonesia yang pertama. Di situ tercatat jumlah lema (kata) dalam bahasa Indonesia mencapai 23.000. Pada tahun 1976, Pusat Bahasa menerbitkan Kamus Bahasa Indonesia, dan terdapat 1.000 kata baru. Artinya, dalam waktu 23 tahun hanya terdapat 1.000 penambahan kata baru. Tetapi pada tahun 1988, terjadi loncatan yang luar bisa. Dari 24.000 kata, telah berkembang menjadi 62.000. Selain itu, setelah bekerja sama dengan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, berhasil dibuat 340.000 istilah di berbagai bidang ilmu. Malahan sampai hari ini, Pusat Bahasa berhasil menambah 250.000 kata baru. Dengan demikian, sudah ada 590.000 kata di berbagai bidang ilmu. Sementara kata umum telah berjumlah 78.000.

waaww...menakjubkan bukan bahasa kita
ini....
Attached Thumbnails
Sejarah Bahasa Indonesia-perubahanbahasa.jpg  
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________

 






Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

oya lupa...sumbernya wordpress
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________





Reply With Quote     #3   Report Post  

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

Wah... bagoes sekali information-nja. Akoe adalah orang dari masa laloe jang lagi beladjar bahasa Indonesia jang bakoe djadi lebih semangat. Terimakasih moedah-moedahan besok akoe djadi lebih pinter berbahasa Indonesia.

Tak loepa satoe bintang boeat Djeng Resi:

Roelly
National Level

Post: 878
 
Reputasi: 2






Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

wahh...saya terima dengan senang hati om roelly...tunggu info2 berikutnya tentang bahasa kita yak..............

hmmmm biar kita tu tahu benar bagaimana bahasa indonesia ini........ayoooooooooooooooooooooooooooo......... ..semangat membaca info tentang bahasa indonesia
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________





Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

persoalan saya pindah di sini
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________





Reply With Quote     #6   Report Post  

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

waaaahhhh ternyata begitu ya asal mulanya.... selama ini gue cuma tau bahasa pedang sih soalnya... xixixixxi
nggak nggak, becanda...

mantap... you deserve one click from me...

jiah.. harusnya bahasa indonesia ya..??
popoi
Continent Level

Post: 6.098
 
Reputasi: 31

__________________
The one and only pop


Jangan pernah menyerah dalam melakukan hal - hal yang baik
www.masterpunker.blogspot.com

Recent Blog: Keracunan RC   





Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

weeeeehhh om popai mercury...baik nan hati..eh maksudnya nan baik hati...makasih mr.pop.......................dengan senang hati...kubalas untukmu
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________





Reply With Quote     #8   Report Post  

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

bintang melunccuuurr!! prikitiw-prikitiw!!

soalnya yang gw tau cuma, Indonesia itu serapannya banyak; arab, belanda(mungkin bisa di bilang dari jawa ya) dan inggris

dan asal muasal yang gw tau cuma sumpah pemuda. Dan bahasa gaul sekarang gara-gara slank. Yang akhirnya ada kategori alay, gaul, daerah, dan Indonesia . . .

Terus, tentang sejarah bahasa melayu lahir darimana, gw baca di -- ralat!: postingan mbak megha di sejarah, legenda dan mitos tentang bahasa melayu berasal dari kalimantan -- rabu kemarin, ternyata mereka bilang dari pedalaman kalimantan!! Yang tentunya bukan daerah malaysia. (kalo imajinasi saia boleh berputar2, pedagang dari malaysia lah yang menyebarkan bahasa ini. Jdi, gw rasa kita cukup brhutang sama mereka hingga bhasa melayu terkenal di seluruh asia tenggara) Sudah seharusnya, memang, kita bangga

buanyaakkk bangettt. . . ngalahin budaya luar

nah, dengan begini, menurut gw, bnyak sejarah atau cerita seharusnya lahir di borneo. Gw yakin sangat kaya disana!!!

----------maap mbak megha ------------------
bjhe
Continent Level

Post: 3.890
 
Reputasi: 38






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

hheheheh terima kasih den bjhe...prikitiiww...prikitiiww..juga untukmu...
resi_dj
World Level

Post: 10.827
 
Reputasi: 52

__________________
Putri PetiR






Reply With Quote     #10   Report Post  

Bls: Sejarah Bahasa Indonesia

Prikitiw itu sfx apa yah?? Prikitiw prikitiw. . .!!

Yang jadi sedikit pertanyaan gw, gimana ya ceritanya bisa nyebar ampe papua nih bahasa. Secara, itu daratan paling timur dan bntuk topografi nya yang kayak theme song ninja hattori. Terus nasi goreng yang gerobakan aja 20rb per bungkus, apa sanggup orang2 dari barat papua menjamah tempat ini jaman dulu? Jadi, tepatnya pertanyaan saia, kira2 kapan yah B.I. Serempak dikenal seluruh indonesia?
bjhe
Continent Level

Post: 3.890
 
Reputasi: 38

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Bahasa Indonesia Akhmad88 Belajar Bahasa Lain 11
Indahnya Bahasa Indonesia xraith Penulis, Buku, Sastra & Bahasa 12
Sejarah Bahasa Indonesia gita Sejarah & Budaya 4
Sejarah Bajaj di Indonesia Megha Sejarah & Budaya 2
Bahasa Indonesia VS English urhee English 6


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.