Preview & review game last update Preview : Crysis 2 Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Games
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #41   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review Guitar Hero 5 - PS3 Xbox360

Review Tekken 6 PS3 Xbox 360




Di seri keenam ini terdapat sedikit cerita yang menceritakan perkembangan Tekken mulai dari seri pertama hingga keenam. Di Tekken 1 diceritakan bahwa Heihachi yang ingin menguji kekuatan Kazuya melemparnya dari atas tebing. Kazuya yang tidak terima akan perlakuan ayahnya itu memanjat tebing, lalu memasuki turnamen yang dibuat oleh Heihachi. Setelah memenangkan pertarungan, dia pun membuang Heihachi dari atas tebing. Lalu di akhir Tekken 2 Heihachi memenangkan pertarungan dan kembali membuang Kazuya dari atas tebing. Setelah itu, di akhir Tekken 3, Heihachi kembali membuang Jin dari atas tebing (ini orang doyannya buangin anak-anaknya dari tebing, apa-apaan sih). Well, pokoknya intinya begitu deh, selebihnya diliat aja di gamenya.Lalu, di awal Tekken 6, Jin Kazama yang sudah mengalahkan Kazuya, Heihachi, dan Jinpachi mengambil alih Mishima Zaibatsu dan menganggap bahwa kekuatan adalah segalanya. Jin kemudian memiliki keinginan untuk menguasai dunia dengan kekuatan yang ada di tangannya (entah kepentok apa ini anak sampe punya pikiran begitu). Well, kemudian ada beberapa pihak seperti G-Corporation dan Rebel yang berasal dari Tekken Force itu sendiri yang berusaha untuk menghentikan misi jahat Jin tersebut.



Story

Dalam Scenario Campaign, pertama dimulai dengan flashback dari cerita Tekken 1 - 6. Tentang bagaimana lika liku cerita dari Heihaichi, Kazuya, Jin, Jinpachi hingga Tekken 6 dimulai. Adegan flashback ini lumayan panjang dan bisa di-SKIP juga bisa dilihat di Gallery setelahnya. Pertama, dimulai saat Lars Alexandersson melakukan penyerangan bersama pasukannya ke sebuah lab. Sebagai kapten Tekken Force, Lars memimpin perjalanannya menghadapi musuh-musuh. Lalu, dia melihat Alisa Bosconovitch yang masih tertidur di dalam sebuah tabung. Dan kemudian, Jack yang telah ia kalahkan bangkit lagi dan meledakkan diri. Semua pasukan sepertinya tewas dan hanya Lars yang bertahan hidup. Namun, dia kehilangan ingatannya saat terbangun dari pingsannya. Kemudian, Alisa pun terbangun dari tidur panjangnya.Mereka bertemu, lalu saling memperkenalkan diri tetapi Lars tidak ingat siapa dirinya. Dan mereka pun melanjutkan petualangan berdua, mencari sebenarnya apa yang terjadi juga mengembalikan ingatan Lars yang telah hilang sebelumnya. Kemudian, Scenario Campaign pun dimulai!



Gameplay

Tidak perlu diragukan lagi. Gameplay dari Tekken memang sudah memikat banyak orang. Dari yang GiTar (Gila Tarung) sampai para newbie. Mode baru dalam game ini tentu saja Scenario Campaign. Ibarat membeli 2 game dalam satu kemasan. Yaitu Game Action dan Fighting. Scenario Campaign mirip dengan sebuah game Action dengan cerita yang sedikit rumit, sedikit unsur RPG dan pastinya Fighting! Dalam Scenario Campaign, pertama kali kita akan mengendalikan Lars dibantu oleh Alisa. Tapi seiring menyelesaikan stage dan mengalahkan boss, maka karakter lain akan terbuka dan kita bisa memainkannya di Scenario Campaign. Dalam Scenario Campaign pun, tidak hanya pertarungan tangan kosong yang kita lakukan. Kita juga bisa menggunakan senjata apabila menemukannya di tengah jalan seperti Gatling Gun, Pipa, dll. Dan apabila partner kalian kehabisan Health, maka kalian bisa menolongnya agar bangkit kembali [seperti dalam Resident Evil 5]. Terdapat banyak Treasure di sepanjang permainan, juga Money yg kita harus kumpulkan untuk membeli Equip Customize. Fitur baru yang diperkenalkan dalam Tekken 6 adalah RAGE MODE. Dimana Health karakter akan menyala berwarna merah jika dalam keadaan yang sekarat dan powernya akan meningkat drastis. Berbeda dengan Jin Kazama sebagai Sub-Boss, dia akan berada dalam RAGE MODE dari awal pertarungan saat Health nya masih penuh.



Oh iya, cara mendapatkan Prologue dan Ending karakter juga berbeda dari seri-seri Tekken terdahulu. Kalau dulu, kita hanya menyelesaikan Arcade/Story untuk mendapatkan Prologue dan Ending. Sekarang, kalian bisa mendapatkannya dalam ARENA di Scenario Campaign. Stage nya pun hanya sedikit yaitu 4! Jadi kita bisa lebih cepat mendapatkannya. Tapi dengan catatan, karakternya harus dibuka dulu dalam Scenario Campaign. Boss terakhir dalam game ini adalah Azazel yang wujudnya besar dan sedikit sulit dikalahkan walaupun dengan tingkat kesulitas EASY. Sub-boss nya adalah Jin Kazama. Sedangkan ada Extra Stage melawan NANCY-MI847 yang bila kita kalahkan akan mendapatkan Bonus. Menurut saya, Nancy lebih sulit dibandingkan Azazel. Secara keseluruhan, Gameplaynya patut diacungi 2 jempol!



Graphics

Grafik juga salah satu faktor penting dalam Tekken. Dalam setiap serinya, Tekken selalu menghadirkan grafis yang cantik. Begitu pun pada Movie-movienya. Tersedia efek Motion Blur dalam options yang bisa di ON/OFF-kan. Detail karakter pun sangat diperhatikan dari mulai wajah, ekspresi, badan hingga kostumnya. Hingga terlihat sangat realistis sekali. Environment Stage pun dibuat sedemikian rupa bagusnya hingga kelihatan hidup. Keretakan lantai juga masih bisa terlihat seperti dalam Tekken 5 dulu.



Sounds

Voice Acting dalam Tekken 6: Bloodline Rebellion sangat diperhatikan sekali menurut darimana asal karakter. Misalnya, Jin Kazama. Dia akan menggunakan bahasa Jepang dalam setiap ucapannya. Begitu juga Nina dan Eddy, menggunakan English sebagai bahasa yang digunakannya. Berbeda lagi dengan Wang Jinrey, yang menggunakan bahasa Mandarin dalam percakapan. Dan juga karakter-karakter lainnya. Sayangnya, bagi karakter yang menggunakan English, tidak terdapat Subtitle di bawahnya. Setiap stage diiringi dengan musik-musik yang indah. Tapi sayang, hanya beberapa stage yang BGM nya bagus.



Selain itu, BGM yang ada pun bagus dan menyesuaikan dengan Stage yang ada. Music yang ada di beberapa stage terdengar sesuai dan benar-benar klop, seperti di High Roller’s Club yang menampilkan suasana musik kasino. Well, ada satu lagu yang cukup aneh (Yodeleihi Yodeleihi begitu bunyinya), tapi tetap sesuai dengan stagenya yang dipenuhi biri-biri dan terlihat lucu.


Selain itu, seperti kelebihan Tekken 5 dibanding dengan seri lain, Tekken 6 memiliki kualitas voice acting yang amat bagus. Setiap karakter akan berbicara sesuai dengan bahasanya masing-masing (Baek akan berbicara bahasa Korea, sedangkan Feng akan berbicara dengan bahasa Mandarin). Anehnya, kok mereka saling ngerti ya pas bicara sama Kuma (lol lol). Untuk karakter yang menggunakan bahasa selain English, akan disediakan subtitle. Bahkan untuk kuma yang berbahasa beruang (oh God, I can’t stop laughing). Kualitas suara di tiap FMV dan event pun terdengar realistis. Salut untuk tim Namco yang mengerjakan sound Tekken 6, beberapa lagu sudah mulai masuk ke kepala dan mulai dipakai untuk bersiul-siul (this is very good, indeed).

Features

Terdapat 5 menu utama dalam Tekken 6: Bloodline Rebellion. Yaitu Scenario Campaign, Offline Mode, Gallery, Profile dan Options. Scenario Campaign sendiri sudah dijelaskan di atas. Sedangkan Offline Mode terdiri atas Arcade Battle, Ghost Battle, Team Battle, Time Attack, Survival dan Practice.Gallery berisikan Movie Theater, Prologue, Scenario Campaign Prologue, Scenario Campaign Cinematics, Alisa's Journal, Credits dan Replay. Sedangkan Profile, berisikan Player Serrings, Customize, Records, Ranking dan Ghost List.


bisa-bisa nggk konsen nih mainnya

Beralih ke mode yang ditawarkan di versi consolenya, Tekken 6 memiliki sejumlah mode yang bisa dimainkan, yaitu Scenario Campaign, Arcade Battle, Ghost Battle, Versus Battle, Team Battle, Time Attack, Survival, dan Practice.

Seperti apa yang ditulis di judulnya, Arcade Battle adalah mode yang merupakan port dari versi Arcadenya. Jadi kita bermain secara normal melawan musuh, lalu akan dihadang oleh robot besar bernama Nancy di bonus stagenya (huh, robot gitu namanya Nancy), lalu sebagai sub-bos kita akan melawan Jin Kazama yang terdaftar sebagai “The King of Iron Fist”. Sebagai King of Iron Fist, Jin akan mengaktifkan Rage mode dari awal permainan dimulai (takut ya sama kita, sampe nyalain rage dari awal segala). Sebagai bos terakhir adalah monster besar yang bernama Azazel (woi, monster hunter, ada monster nyasar kemari nih). Well, sistem ini nggak mengalami perubahan sama sekali dari versi arcadenya selain grafis yang mengalami penurunan yang cukup banyak.




Sedangkan Ghost battle adalah mode dimana kita bertarung melawan data pemain musuh yang bisa didownload atau disebut dengan ”Ghost”. Gameplay yang ditawarkan adalah never ending battle yang mirip dengan Arcade Mode di Tekken 5. Setelah selesai bertarung melawan satu musuh, kita akan memilih musuh lain dengan ranking yang berbeda-beda. Well, disinilah salah satu kesempatan untuk menaikkan skill dengan melawan musuh yang memiliki rank yang tinggi.

Mode-mode seperti Team Battle, Time Attack, Survival dan Practice tak jauh berbeda dengan seri Tekken sebelumnya. Tetapi sistem terbaru yang cukup berbeda adalah Scenario Campaign.

Kali ini juga, aksesoris yang telah kalian miliki bisa dijual untuk mendapatkan uang tambahan. Kekurangannya hanya satu, harga aksesoris tiap karakter terhitung MAHAL. Lebih baik mendapatkannya dalam Scenario Campaign dibandingkan beli satuan di toko. Akan sangat menguras uang kalian. Oh iya, beberapa karakter juga memiliki kostum ketiga yang dirancang oleh desainer" ternama. Seperti Kazuya, Jin, Xiaoyu, Anna, King, Armor King, Marduk dan lainny



Disediakan 41 Playable Karakter yang bisa digunakan

NEW CHARACTERS:
Alisa Bosconovitch
Bob
Lars Alexandersson
Leo Kliesen
Miguel Caballero Rojo
Zafina

RETURNING CHARACTERS:
Anna Williams
Armor King
Asuka Kazama
Baek Doo San
Bruce Irvin
Bryan Fury
Christie Monteiro
Craig Marduk
Devil Jin
Eddy Gordo
Feng Wei
Ganryu
Heihachi Mishima
Hwoarang
Jack-6
Jin Kazama
Julia Chang
Kazuya Mishima
King
Kuma
Lee Chaolan
Lei Wulong
Lili Rochefort
Ling Xiaoyu
Marshall Law
Mokujin
Nina Williams
Panda
Paul Phoenix
Raven
Roger Jr.
Sergei Dragunov
Steve Fox
Wang Jinrei
Yoshimitsu

UNPLAYABLE CHARACTERS:
Azazel (Final Boss)
NANCY-MI847J (Extra Stage, Playable only in Scenario Campaign Stage 2)

Overall


Cerita Tekken memang penuh misteri seperti layaknya game RPG. Setiap karakter memiliki plot cerita yang begitu dalam. Hingga berhubungan satu sama lain. Bagi yang sudah terbiasa memainkan Tekken dengan menggunakan stick Playstation atau Arcade Stick, pastinya akan kesulitan beradaptasi dengan stick Xbox 360 untuk pertama kalinya. Tetapi bila semakin sering kalian memainkannya, akan terasa nyaman seperti memainkan Street Fighter IV, Blazblue ataupun KOF XII. Secara keseluruhan, game ini sangatlah WAJIB dimiliki bagi pemilik konsol. Apalagi yang mengaku GiTar [Gila Tarung], tidak ada alasan untuk tidak membelinya. Karena versi originalnya pun sangat WORTHED untuk kalian koleksi. Game yang layak diperhitungkan sebagai kandidat Fighting Game of The Year sebagai pesaing terkuat Street Fighter IV.


Alisa Bosconovitch : nih kepala ku tak kasih buat kamu...

Story: 9.0
Gameplay: 8.5
Graphics: 9.0
Sounds: 8.5
Features: 9.0
Overall: 9.0
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4

 






Reply With Quote     #42   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review Resident Evil 5 - PC

Review Resident Evil 5 - PC




Setelah menunggu cukup lama, akhirnya seri terbaru dari game horor buatan Capcom ini dirilis di PC. Dengan berbagai penyempurnaan dari seri-seri yang sebelumnya, Resident Evil 5 ini cukup sukses saat diluncurkan pada console sekitar enam bulan yang lalu. Yang menjadi pertanyaan apakah Resident Evil 5 versi PC ini akan dapat menyamai kesuksesan versi consolenya?



awabannya barangkali adalah, Iya!. Capcom telah membuktikan lagi bahwa mereka tidak memporting Resident Evil 5 ke PC dengan sembarangan. Hal ini bisa dinilai dengan control dari Resident Evil 5 ini sendiri, walaupun tentu saja, game ini akan mensupport 360 controller, akan tetapi pergerakan dengan WASD dan Mouse dapat dikatakan lebih baik daripada menggunakan controller. Salah satu contohnya adalah, dengan menekan angka 1-9 kita dapat langsung meng equip item yang ingin kita gunakan, hal ini mempersingkat waktu daripada harus memasuki menu terlebih dahulu. Dan yang lebih baik lagi, dengan menggunakan mouse dan keyboard laser yang keluar dari senjata kita akan digantikan dengan crossair.

Storyline :

Dalam Resident Evil 5 ini kita akan berperan sebagai Chris Redfield. Apabila gamer mengikuti Resident Evil series, tentu saja tidak asing dengan nama Chris Redfield. Dia pernah muncul dalam Resident Evil seri pertama, dia adalah salah seorang mantan anggota S.T.A.R yang selamat dari tragedi Racoon City.



aat ini Chris menjadi anggota Bioterrorism Security Assessment Alliance atau disingkat BSAA, sebuah organisasi yang bertugas untuk memberantas penyebaran Senjata Biologi Organic. BSAA menugaskan Chris ke daerah di Afrika untuk menyelidiki adanya dugaan suatu virus yang sedang menyebar di daerah itu. BSAA menduga bahwa penyebaran virus tersebut disebabkan oleh karena seorang yang bernama Ricardo Irving menjual senjata bionical ke pasar gelap di Africa.



Begitu tiba di Africa, Chris disambut dengan seorang wanita bernama Sheva Alomar, warga lokal yang direkut menjadi agen BAA untuk membantu Chris. Dalam perjalanan mereka memburu Irving, Chris dan Sheva melihat bahwa hampir semua penduduk daerah tersebut telah berubah menjadi zombie karena dimasuki oleh parasit. Dalam perburuan ini, mereka akan mendapatkan beberapa fakta yang mengejutkan mereka, diantara lain mereka akan menemukan karakter-karakter lama yang telah muncul di RE sebelumnya.



Storyline dalam Resident Evil 5 ini tidak begitu berbeda dengan Resident Evil seri-seri sebelumnya, akan tetapi hal tidak membuat storyline dalam Resident Evil 5 ini tidak menarik. Ditambahkan dengan beberapa intrik dan kejutan-kejutan yang muncul di akhir cerita membuat storyline dalam Resident Evil 5 ini menarik.

Gameplay:

Gameplay dalam Resident Evil 5 ini dapat dikatakan merupakan penyempurnaan dari RE 4. Sudut pandang kamera dalam game ini mengambil sudut di belakang bahu, sama seperti dalam RE 4, yang berarti memperkuat unsur mengejutkan apabila ada musuh yang tiba-tiba ada di belakang kita. Salah satu hal yang menarik dalam Resident Evil 5 ini adalah keberadaan Sheva yang membantu kita. Saat bertarung kita dapat memerintahkan Sheva untuk membantu menyerang musuh maupun bertahan, kita juga dapat memberi maupun meminta item kepada Sheva.




AI dalam game ini juga cukup baik. Sheva dapat menyerang musuh yang sedang mengancam kita sekaligus dapat mengambil item-item yang tersembunyi. Apabila sedang kehabisan peluru dan kita sedang berada jauh darinya, Sheva pun dapat menyerang musuh dengan menggunakan pisau.



Yang membedakan Resident Evil 5 dengan pendahulunya antara lain adalah saat kita akan mengganti senjata maupun menggunakan item. Musuh tetap dapat menyerang kita, karena itu menggunakan keyboard dapat menjadi keuntungan tersendiri, karena dengan menggunakan keyboard kita dapat mengganti senjata maupun menggunakan item tanpa masuk ke dalam menu. Selain itu, sistem save dalam Resident Evil 5 ini menggunakan sistem auto save, yang akan langsung mensave permainan kita begitu kita mencapai checkpoint.



Musuh-musuh yang terdapat dalam Resident Evil 5 ini juga semakin pandai, sama seperti dalam RE 4, mereka juga dapat memanjat, memecahkan kaca maupun mendobrak pintu. Selain itu dalam Resident Evil 5 ini juga diperkenalkan musuh baru yang disebut dengan “Majini”.



Sama seperti pendahulunya, senjata-senjata yang dapat digunakan dalam game ini cukup banyak, mulai dari Handgun, Shotgun, Sniper hingga RPG. Semua senjata – senjata tersebut juga dapat di upgrade dengan menggunakan sistem upgrade yang ditawarkan setiap kali kita akan meload permainan kita.



Semua hal yang membuat gameplay dalam RE 4 ditampilkan lagi di dalam Resident Evil 5, bahkan disempurnakan lebih jauh oleh Capcom, membuat gameplay dalam Resident Evil 5 ini semakin menarik dibandingkan seri sebelumnya. Selain itu, apabila telah menamatkan game ini, kita dapat mencoba mini games yang disediakan, antara lain Mercenaries Mode dan No Mercy mode.

Grafis:

Grafis dalam Resident Evil 5 ini benar-benar dapat dikatakan sangat indah. Detail karakter maupun lingkungan sekeliling tampak sangat indah. Efek – efek ledakan serta tembakan dalam Resident Evil 5 ini terlihat cukup realistis. Daun-daun tampak cukup indah saat bergoyang . apabila kita menembak Sheva ataupun saat Sheva tidak sengaja menembak kita, darah yang keluar dari tubuh karakter pun menambah keindahan dari Resident Evil 5.



Walaupun dikatakan dioptimasikan dengan Core I7, Dengan tes menggunakan Quad Core @2.88 dan single GTX 275, Resident Evil 5 ini berjalan cukup lancar dengan settingan highest, walaupun terkadang frame rate turun sekitar 15-20 FPS pada area-area tertentu.Wajah para karakter dalam Resident Evil 5 ini digambarkan dengan cukup indah, baik dalam in-game maupun di dalam cutscene. Karakter para zombie yang beraneka ragam pun terlihat cukup bagus dan mengerikan.



Menurut Info yang didapat, Resident Evil 5 ini akan mendukung teknologi 3D Vision dari Nvidia. Jadi, jika gamer memiliki kacamata 3D maka dapat dicoba dalam Resident Evil 5 ini, siapa tau barangkali bakal ada zombie yang benar-benar keluar dari TV anda…

Audio:

Sama seperti di seri – seri sebelumnya, audio dalam Resident Evil 5 ini cukup mengagumkan. Voice aktor dalam cutscene maupun dalam in-game terdengar pas. Begitu juga dengan musik-musik yang ada dalam Resident Evil 5. Sama seperti seri-seri sebelumnya, saat kita memasuki area yang sedang ditempati musuh, terkadang kita akan diiringi oleh musik yang menyeramkan untuk menambah ketengangan kita



Dalam Resident Evil 5 ini, musiknya digarap oleh Kota Suzuki, yang merupakan composer dalam game Onimusha 3 dan juga Devil May Cry 4.

Penutup:

Barangkali tidak ada hal yang benar-benar baru dibandingkan dengan Resident Evil 5 versi console, tapi jelas bahwa porting yang dilakukan oleh Capcom ini sangat baik, dan membuktikan bahwa Resident Evil 5 versi PC ini tidak kalah, jika tidak dapat dikatakan lebih baik, dibandingkan versi consolenya.



Resident Evil 5 ini dapat ditamatkan dalam waktu sekitar 15 jam. Akan tetapi, setelah menamatkannya, kita masih dapat mengulangi dengan tingkat difficulty yang lebih sulit dengan semua item yang sudah kita dapatkan. Selain itu masih ada mini games yang seru untuk kita mainkan.
Resident Evil 5 ini pantas dikoleksi, baik bagi para penggemar RE series, maupun penggemar Action Horror.

Minimum System Requirements:
-OS: Windows XP SP/Vista with latest Service Pack
-Processor: Intel(R) Pentium(R) D processor or higher or AMD Athlon(TM) 64 X2 or higher
-Memory: 512MB for XP and 1GB for Vista
-Hard Drive: 8 GB Free
-Video Memory: DirectX(R)9.0c/Shader3.0 compatible with at least 256MB of video RAM
*NVIDIA(R) GeForce(R) 6800 series or higher
*ATI Radeon(TM) HD 2400 Pro or higher
-Sound Card: DirectX Compatible
-DirectX: 9.0c
- DVD-ROM Drive: DVD9 compatible Drive
- Monitor: 800x600 (SVGA) or higher
-Input Devices: Mouse & Keyboard or Xbox 360(R) Controller for Windows(R)
-Internet: Broadband Internet connection is required for online play.

Recommended System Requirements:
-OS: Windows XP SP/Vista with latest Service Pack
-Processor: Intel(R) Core(TM)2 Quad processor or higher or AMD Phenom(TM) X4 or higher
-Memory: 1GB for XP and 2GB for Vista
-Hard Drive: 8 GB Free
-Video Memory: DirectX(R)9.0c/Shader3.0 compatible with at least 512MB of video RAM
*NVIDIA(R) GeForce(R) 9800 series or higher
*ATI Radeon(TM) HD 4800 Pro or higher
-Sound Card: DirectX Compatible
-DirectX: 9.0c
- DVD-ROM Drive: DVD9 compatible Drive - Monitor: 1280×720 or higher
-Input Devices: Mouse & Keyboard or Xbox 360(R) Controller for Windows(R)
-Internet: Broadband Internet connection is required for online play.

Score:

-Storyline : 8.5
-Gameplay : 9
-Grafis : 9

-Sound : 9.5
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #43   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review Resident Evil 5 - PC

Review PES 2010 - Multiplatform



Gameplay
Gameplay serial Winning Eleven/ PES memang sudah mendunia. Tidak ada yang meragukan gameplay dari game ini.
Kali ini hadir dengan penyempurnaan dari 2009, Winning Eleven/PEs 2010 ini hadir dengan gerakan-gerakan yang semakin smooth dan luwes dalam membawa bola. Juga animasi-animasi ketika sedang terkena sliding tackle, Goalkeeper yang berjibaku menangkap bola, juga gerakan dribble yang semakin mantap! Ada motion Dribble yang baru dalam game ini [Dalam Edit Mode bisa dilihat Motion Dribble Type 2]. Sekarang ini, men-dribble bola tidak mudah untuk menguasainya walaupun menggunakan pemain bintang seperti Messi, Ronaldo atau Kaka'. Memang, menjadi agak mirip dengan FIFA. Tetapi, fitur baru ini membuat game semakin realistis. Sepertinya tidak perlu dibahas terlalu panjang untuk gameplay, karena memang hampir mirip dengan 2009, hanya penyempurnaan saja dari versi sebelumnya. Mode UEFA Champions League dan Become a Legend juga masih ada dalam game ini. Tapi yang agak sedikit saya sayangkan adalah dihilangkannya KONAMI CUP dalam CUP Mode. Oh iya, ada yang baru dengan sistem Penalty Kicks. Dimana kalian bisa mengukur tendangan dengan menahan tombol arah dan menekan tombol Shoot. Tetapi, jika terlalu ditahan maka bola akan keluar dari sasaran gawang. Begitu pun dengan Goalkeeper, dimana kalian bisa menggerakannya sebelum pemain menendang, dan harus menekan arah+Shot untuk melompat.



Graphics
Boleh dibilang ada peningkatan grafis dalam game ini. Apalagi sebagian pemain kelas dunia, wajahnya diperbaharui menjadi lebih mirip lagi dengan aslinya seperti Fernando Torres, Steven Gerrard, Xabi Alonso, Kaka', Cristiano Ronaldo dan pastinya Lionel Messi. Rosternya pun up-to-date, hanya beberapa saja yang memang mungkin terlambat ditransfer. Seperti Robben dan Sneijder yang masih berada dalam Real Madrid pada DEFAULT nya [Mengingat Bayern Munchen tidak mendapat lisensi dalam game ini]. Stadium-stadiumnya dibuat lebih detail lagi dan Giuseppe Meazza menjadi stadium baru yang hadir dalam 2010. Saat Entrance Scene, adegannya dibuat lebih panjang dari mulai sebelum keluar ke lapangan, hingga berjalan dan diperlihatkan satu persatu pemain yang diturunkan. Sayangnya, masih agak kurang detil untuk bagian tubuh lain selain muka, misalnya Ibrahimovic yang memiliki tattoo di tangannya. Loading terhitung cepat dibandingkan FIFA dan presentasinya pun mudah dimengerti bagi pemain pemula ataupun yang sudah veteran.



Sounds
Masih dengan Jon Champion dan Mark Lawrenson sebagai Commentators versi English-nya. Suara Commentators yang disediakan untuk Winning Eleven adalah English dan Japanese. Sedangkan untuk PES, disediakan English, Italiano dan Spanish. Tidak banyak perubahan dalam Commentary. Paling hanya dalam Cheering Stance penonton saja yang mungkin tambah heboh mendukung tim kesayangannya. Oh iya, OST dalam game ini juga lumayan bagus-bagus lho lagunya seperti All American Rejects dengan "Dirty Little Secret"nya, Hoobastank – Sick of Hanging On dan lain-lain.
10-FEET – "super stomper" Andrew W.K. – "Party Hard"
Black Kids – "Hurricane Jane"
The Chemical Brothers – "Galaxy Bounce"
The Chemical Brothers – "Midnight Madness"
The Courteeners – "Not Nineteen Forever"
David Holmes – "Holy Pictures"
Delphic – "Counterpoint"
Dj Shadow – "Artifact"
The Durango Riot – "No Need for Satisfaction"
gUiLLeMoTS – "Kriss Kross"
gUiLLeMoTS – "Trains to Brazil"
Kaiser Chiefs – "Never Miss a Beat"
Kaiser Chiefs – "Ruby"
Keane – "Again and Again"
Keane – "Pretend That You're Alone"
Klaxons – "Atlantis to Interzone"
Klaxons – "Gravity's Rainbow"
Ocean Colour Scene – "Up on the Downside"
Paul Weller – "Come On/Let's Go"
Paymoney To My Pain – "The Answer is Not in the TV"
Stereophonics – "A Thousand Trees"
Stereophonics – "Dakota"
the telephones – "Wooo Hoooo"
The Urgency – "Move You"

Features: 8.5
Mode UEFA Champions League kembali hadir dalam game ini. Juga Become a Legend dimana kalian harus membuat satu pemain kalian menjadi pemain kelas dunia dengan hanya mengendalikannya.
Mode-mode yang disediakan dalam Main Menu adalah
UEFA Champions League
Exhibition
Master League
League
Cup
Become a Legend
Community
Online
Training
Gallery
Edit
System Settings

Dan inilah tim-tim yang mendapat lisensi UEFA Champions League:
Liverpool FC
Manchester United
Inter
Juventus
AC Milan
FC Barcelona
Real Madrid C.F.
Sevilla
Girondins de Bordeaux
Olympique de Marseille
Besiktas JK
FC Dynamo Kyiv
AZ Alkmaar
FC Porto
Standard de Liege

[Sayangnya, Arsenal, Chelsea, Fiorentina, Bayern Munchen, Lyon tidak mendapatkan lisensi, bahkan Bayern Munchen juga tidak ada dalam game ini]
untuk Timnas dan klub lainnya, bisa dilihat di: Pro Evolution Soccer 2010 - Wikipedia, the free encyclopedia

Lalu, ada beberapa motion baru untuk Goal Celebration. Dan yang terpenting, kali ini sepatu tidak hanya untuk pemanis atau memperindah kaki pemain saja, tetapi juga memiliki berbagai atribut yang mempengaruhi performa pemain.



Overall
Sebagai penggemar bola dan pencinta serial ini, saya mengatakan bahwa game ini memang bagus dan HARUS dimiliki bagi para penggila bola. Walaupun masih banyak kekurangan disana sini, tetapi game ini memang layak bertarung dengan FIFA dari EA.
Memang perubahan dalam game ini tidak terlalu besar tetapi tetap layak menjadi idola sejuta umat!

Gameplay: 9.5
Graphics: 8.5
Sounds: 7.5
Features: 8.5
Overall: 8.5


Developers: Konami Computer Entertainment Tokyo
Publishers: Konami
Platforms: Xbox 360, PS2, PS3, PSP, Wii, PC
Release Dates: October 23, 2009[PES], November 5, 2009 [WE]
Genre: Sports
Rating: EVERYONE
Menu Language: English
Commentary Language: PES: English, Italiano, Spanish. WE: English, Japanese
Media: 1 DVD
NXE Installation: 6.2 GB
Wave: 3
Firmware Compatibility: eXtreme, iXtreme 1.51, 1.6, 1.61
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #44   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review PES 2010 - Multiplatform

Review Call of Duty: Modern Warfare 2 - PS3 Xbox360 PC



Call of Duty telah menjadi sebuah serial game yang populer di kalangan para pencinta game FPS berkat gameplay dan sinematik dalam setting Perang Dunia II. Akan tetapi, hal tersebut telah berubah ketika Infinity Ward memberikan sentuhan modernnya pada Call of Duty 4: Modern Warfare. Aksi dan cerita militer yang semakin intense dalam balutan setting saat ini telah menjadikan nama Call of Duty sebagai sesuatu yang sangat populer di mata para gamers next-gen. Bahkan, berkat kesuksesan Infinity Ward dalam meramu kompleksitas petualangan Sergeant “Soap” MacTavish di Modern Warfare, Activision lalu memutuskan untuk mengeluarkan sekuel langsung bagi game FPS yang satu ini dan lahirlah, Call of Duty: Modern Warfare 2.




Gameplay
Modern Warfare 2 merupakan sebuah sekuel langsung dari Call of Duty 4: Modern Warfare. Jangan heran bagi kamu gamers yang baru memainkan game ini tanpa memainkan prekuel yang menceritakan kejadian pada lima tahun sebelumnya. Ada sejumlah hal yang baru bisa kamu mengerti setelah kamu menyelesaikan game pendahulunya. Apabila di game sebelumnya kamu menemukan MacTavish dan Paul Jackson sebagai kedua karakter playable kamu. Kali ini, sebagian besar dari MW2 (Modern Warfare 2, bukan Mafia Wars lho) akan menempatkan kamu pada dominasi peranan Gary “Roach” Sanderson dan Ramirez (dengan karakter lain seperti Joseph Allen pada bagian intro dan seseorang yang bakal kamu perankan selama 15% terakhir single-player kamu). Veteran dari Modern Warfare sebelumnya, yaitu “Sergeant yang sekarang jadi Captain MacTavish” kini berperan sebagai atasan Roach dalam satuan dari S.A.S. yang disebut dengan Task Force 141. Peperangan kini kembali melanjutkan perlawanan terhadap ancaman Ultranasionalis Rusia yang kali ini datang lewat kepemimpinan Vladimir Makarov.




Cerita yang terbilang cukup umum dan kembali mengulang pendahulunya. Namun, tidak sesederhana itu tentunya. Seiring dengan perjalanan kamu di dalam game ini, kamu bakal menemukan cerita yang berkembang kompleks dan penuh dengan konspirasi. Semakin dewasa dan bakal membuat kamu penasaran dengan akhir sekaligus indikasi kelanjutannya.



kalau yg kaya gini mesti di lempar granat nih...

Misi-misi yang di game inipun kembali dibawakan dengan kesan yang tampaknya akan tertinggal lama di dalam ingatan gamers. Misi “Cliffhanger” seperti yang seringkali didemonstrasikan dalam berbagai demo, sepertinya memang jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penggemar. Sebagai Roach, kamu bersama dengan Captain MacTavish, mendaki pegunungan es di Rusia yang disajikan dengan cukup dramatisasi lalu menyusup, membuat kekacauan di markas musuh, dan diakhiri dengan melarikan diri menggunakan sebuah snowmobile.



Melakukan breach dan membabat musuh sekaligus menyelamatkan sandera dalam nuansa bullet-time juga merupakan salah satu bagian yang menambah nilai dramatis dalam gameplay single-player ini. Hal yang tidak kalah serunya juga bisa kamu temukan hampir di sepanjang game ini, yang mengalir dengan tetap menjaga keseruan aksi dari awal hingga akhir cerita single-player. Sejumlah objectives tampak seperti mengulang bumbu-bumbu dari sebelumnya dengan kemasan yang lebih baru. Ada kalanya juga kamu kembali beraksi dari atas helikopter sebelum menyerbu suatu tempat untuk menyelamatkan salah seorang teman yang seolah mengulang bagian “Air Cavalry” dari MW terdahulu. Masih ada lagi atau cuma segitu aja? Masih ada lebih banyak lagi bagian yang bakal menyisakan kesan, tapi kayaknya bakalan lebih asyik kalau kamu mainkan dan cari tahu sendiri deh.



Sama seperti sebelumnya, yang cukup membuat game ini terasa seru dan realistis dalam dimainkan tentunya dipengaruhi oleh hadirnya rekan-rekan satu tim kamu. Dalam Call of Duty, kamu bukanlah Rambo atau Solid Snake yang punya 9 nyawa. Kamu bergerak sebagai tim dan dalam beberapa misi tertentu setidaknya kamu ditemani oleh seorang partner. AI dari teman-teman kamu terhitung cukup baik dan memang berguna untuk mendukung kamu dalam menyingkirkan pasukan musuh. Puas dengan hal itu? Tunggu dulu… Sama halnya pun berlaku bagi AI musuh-musuh kamu. Mereka nggak akan cuma diam menunggu mati selama kamu menghujani mereka dengan peluru. Mereka bisa berpindah tempat dan bahkan melakukan flanking seperti yang biasanya kamu lakukan dengan tim. Satu hal yang cukup berpengaruh pada kali ini adalah pasukan musuh yang kamu hadapi ada habisnya. Berbeda dari sebelumnya yang muncul secara terus-menerus menunggu kamu untuk maju. Selain itu, dalam sejumlah bagian dari game ini kamu juga akan menemukan fitur QTE sebagai pelengkap untuk bagian sinematiknya. Kali ini tampilan yang berbeda juga akan kamu temukan pada kompas/radar objectives kamu.


sekarang tembakannya ada radarnya

Graphics

Masuk ke dalam bagian grafis. Kualitas grafis kembali menjadi salah satu daya tarik terkuat dari MW2. Engine IW 4.0 yang dipergunakan pada kali ini tampak mampu menghasilkan sesuatu yang lebih maksimal lagi dari sebelumnya. Detil yang luar biasa semakin terkesan menghidupkan berbagai variasi stage yang ada. Mulai dari suasana barak para tentara AS yang tampak realistis dengan segala aktivitas, environment perkotaan Rio de Janeiro yang tampak padat dengan bangunan-bangunan dan sejumlah tempat lainnya. Kompleksitas dapat kamu temukan menghiasi sepanjang stage dalam game ini, dengan detil pada efek yang menambah realisasi di dalamnya. Kamu akan merasakan hidupnya suasana AS yang mencekam dalam kekacauan pada saat Gedung Putih tengah di ambang kehancuran pada misi “Second Sun.” Overall, peningkatan grafis terasa cukup jelas terlihat dari prekuel ke sekuel kali ini. Peningkatan yang menambah realisasi juga dapat kamu temukan pada saat terkena tembakan. Cipratan darah yang cukup pekat akan menghalangi pandangan kamu sementara kamu membutuhkan waktu untuk memulihkan health secara otomatis. Hal ini jelas membuat game ini jadi lebih realistis, namun terasa agak mengganggu dan mempersulit kamu dalam menghindari tembakan yang lebih lanjut.




Sound

Berbicara soal aspek suara dari game ini, kualitas suara kembali menjadi sesuatu yang disajikan dengan sangat baik. Voice chat yang cukup beragam dan senantiasa aktif kembali meramaikan situasi peperangan kamu layaknya medan perang yang sungguhan. Reaksi yang diberikan juga terhitung cukup responsif pada sejumlah situasi ataupun posisi kamu. Para voice actor terkesan memberikan keterlibatan yang sangat mendalam untuk bisa menghidupkan suasana semacam ini. Tidak hanya sibuk dengan voice chat dalam situasi perang, ada kalanya juga kamu bisa mendengar celetukan-celetukan. Sound effect yang “meriah” seperti ledakan-ledakan dan bunyi tembakan pun terdengar hidup. Salah satu yang menjadi nilai lebih pada kali ini datang dari musik gubahan Hans Zimmer. Kualitas musik gubahannya memang terdengar sangat khas dan punya nilai epik seperti yang pernah kamu dengar dalam film The Dark Knight atau film-film lain yang juga memanfaatkan hasil karyanya. Hal ini benar-benar memaksimalkan sejumlah momen dramatis dalam game ini.



Overall

Berbicara mengenai durasi single-playernya, hal yang sama dari MW pertama kembali terulang kali ini. Durasi yang singkat kembali mengambil durasi yang hanya sekitar enam jam sebagai waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan skenario dari game ini. Untuk menambah durasi, mungkin kamu tertarik mengumpulkan Intel yang tersebar di sepanjang stage yang ada atau memainkan fitur multiplayer. Multiplayer? Yup, fitur ini tentunya kembali menjadi daya tarik terkuat bagi para pemilik konsol untuk membeli game ini. Sebagai fitur coop pada kali ini adalah Special Ops, dimana kamu bisa memainkannya secara split-screen ataupun online. Seperti biasanya, lagi-lagi fitur experience points dan reward tentunya merupakan hal-hal yang menarik untuk membuat kamu bermain online, sama halnya dengan fitur perks. Mode-mode yang tersedia pun masih merupakan mode dengan gameplay yang sudah cukup akrab bagi gamers: Free-For-All, Search & Destroy, Demolition, Domination, Team Deathmatch, dan Capture The Flag.



Penyampaian cerita yang luar biasa lewat gameplay dan visualisasi yang sangat baik tampaknya telah mampu mengangkat Modern Warfare sebagai sebuah nama yang sama besarnya dengan Call of Duty itu sendiri. Saya punya banyak sekali momen-momen yang meninggalkan kesan ketika memainkan game ini. Sayangnya, durasi single-player yang kelewat singkat lagi-lagi semakin meyakinkan bahwa multiplayer dari game ini terkesan lebih kuat dibandingkan dengan fitur Campaign pada single-playernya. Terlepas dari hal itu dan adanya dukungan mutlak pada segi grafis serta sound, tampaknya Modern Warfare 2 kembali berhak atas prestasi yang memuaskan bagi para pencinta FPS



Gameplay 9,5
Graphics 9,6
Sound 10
Overall 9.5


Minimun Requirements:
OS: Microsoft Windows XP or Windows Vista
Processor: Intel Pentium 4 3.2 GHz or AMD Athlon 64 3200 + processor
or better supported
Memory: 1 GB RAM
Graphics: 256 MB NVIDIA GeForce 6600GT or better or
ATI Radeon 1600XT or better
DirectX ®: Microsoft DirectX (R) 9.0c
Hard Drive: 12GB of free hard drive space
Sound: 100% DirectX 9.0c compatible sound card
Internet: Broadband connection and service required for Multiplayer
Connectivity. Internet Connection required for activation.
Co-op/Multiplayer Hosting: To host Co-op or MP matches, a 2Ghz
dual-core or better processor is recommended.
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #45   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review Modern Warfare 2 - PS3 Xbox360

Review - Bayonetta PS3 Xbox360




Bayonetta bercerita tentang seorang penyihir yang tertidur selama 500 tahun dan kehilangan ingatan. Di saat dia terbangun, dia berada di area yang tak dikenal, lalu dia pun diserang oleh para ”Angels” tanpa dia tahu apa tujuannya. Well, karena game ini buatan Hideki Kamiya sang pembuat Devil May Cry, sudah pasti Bayonetta akan melawan para Angels bahkan membasminya tanpa ampun (yeah, go go bad girl). Di awal game diperlihatkan movie yang menunjukkan Bayonetta sedang membantai para malaikat dengan temannya (atau rivalnya) yang bernama Jeanne. Setelah itu movie beralih ke scene dimana Bayonetta berada di kuburan dan diserang oleh para Angel (you have to see this by yourself, it’s awesome).

Design character dari Bayonetta ini sangat eksotis dan sexy. Dia menggunakan kostum kulit berwarna hitam yang terbuat dari rambutnya sendiri. Di saat dia melakukan gerakan untuk menyerang musuh, sedikit demi sedikit bajunya akan mulai terbuka dan membuat para gamer berkhayal aneh-aneh (hayo ngakuuu, masih pada normal kan?). Selain itu Bayonetta pun menggunakan kacamata yang membuatnya terlihat lebih sexy (woman in glasses are sexy, anyone agree with me?). Singkatnya... lihat gambarnya aja deh.



Di game ini Bayonetta ditemani oleh Rodin dan Enzo. Pada movie awal, Rodin membantu Bayonetta membasmi para Angel dan memberikan beberapa(puluh) senjata kepadanya. Belakangan, Rodin akan membantu Bayonetta dengan menyuplai berbagai macam senjata kepadanya. Sedangkan Enzo adalah seorang informan untuk Bayonetta yang selalu dibully karena dia tidak bisa melihat para Angel yang menyerang Bayonetta. Untuk kelanjutan ceritanya, sebaiknya dimainkan sendiri, setujuuu?


Gameplay

Seperti game-game lain yang memiliki genre hard stylish action, Bayonetta memiliki gameplay yang serupa. Karakter utama di game ini menggunakan empat pistol yang dipasang di tangan dan kakinya, jadi selagi dia menendang dan memukul musuhnya, kita bisa membuat dia menembak dengan menahan tombol pukulan atau tendangan. Seperti game Ninja Gaiden, Bayonetta memiliki bermacam-macam serangan combo yang bisa diaktifkan dengan melakukan beberapa command yang berbeda-beda. Combo yang ada di game ini sangat beragam, sehingga kita bisa melakukan “button mash” untuk mendapatkan hasil yang berbeda-beda untuk tiap combo. Buat yang pengen belajar combo tanpa mashing button, di tiap loading screen akan ditampilkan list dari combo tersebut, dan apabila kita menekan tombol yang sesuai, combo tersebut akan dipraktekkan. Well, dengan fitur itu kita bisa melupakan loading time, bahkan kita akan menunggu loading lagi untuk latihan combo, hehehe.



Satu fitur unik yang ada di game ini adalah “Witch Time”. Witch Time akan membuat waktu berjalan secara slow motion untuk para musuh, sehingga Bayonetta mampu bergerak dengan leluasa dan membantai musuh tanpa tersisa dengan mudah. Witch Time ini diaktifkan dengan melakukan dodge terhadap serangan musuh dengan sempurna. Fitur ini tentunya membuat kita tidak akan melupakan dodge yang biasanya selalu terlupa di saat bermain game hard stylish action yang memiliki fase cepat.



Di saat menyerang para musuh, sebuah gauge yang bernama magic gauge akan terisi sedikit demi sedikit. Apabila gauge ini sudah full, maka Bayonetta akan melakukan sebuah finishing move yang disebut ”Torture Attack”. Torture Attack adalah gerakan dimana Bayonetta akan mengeluarkan alat penyiksaan seperti Iron Maiden, Guillotine, dan lain sebagainya, lalu dia menyiksa musuh dengan alat-alat tersebut hingga musnah. Gerakan yang dilakukan di saat Torture Attack ini terlihat seperti adegan-adegan yang *ehm*, tetapi tetap terlihat elegan (hayoo, pada mikirin apa sekaraang). Di saat melakukan Torture Attack, kita bisa menekan tombol secara cepat untuk menambah jumlah damage yang akan diterima oleh lawan Bayonetta.Di game ini, Bayonetta pun akan menghadapi musuh-musuh yang berukuran raksasa. Dan untuk menghabisinya, Bayonetta akan menggunakan sebuah fitur yang bernama ”Climax Attack”. Climax Attack ini kurang lebih sama dengan Torture Attack, tetapi tidak membutuhkan Magic Gauge dan terlihat spesifik untuk tiap karakter musuh (and still, look so sexy).



Selain itu terdapat pula fitur yang disebut ”360 Degree Shot” yang akan membuat Bayonetta menyerang musuh dengan pistol secara memutar. Sesuai namanya, gerakan ini bisa diaktifkan dengan memutar analog 360 derajat, lalu menekan tombol pukulan atau tendangan. Gerakan ini berfungsi untuk menyerang musuh yang mengerumuni Bayonetta. Apabila kita menggunakan tombol pukulan, maka Bayonetta akan menyerang dengan pistol di tangan. Apabila kita menekan tombol tendangan, maka Bayonetta akan berjungkir balik ala capoeira dan menembak-nembak musuh dengan pistol yang berada di kaki (nah looh, bisa nggak konsentrasi nih liat jurus ini). Sayangnya damage yang dihasilkan tidak begitu besar, jadinya lebih baik menggunakan combo biasa untuk menghabisi lawan.



Apabila musuh musnah terbasmi oleh Bayonetta, musuh-musuh itu akan mengeluarkan ”Halo” yang mirip dengan ring di game Sonic the Hedgehog. Halo ini adalah mata uang di game ini yang dapat digunakan untuk membeli senjata, aksesoris, atau teknik baru. yang tersedia di toko milik Rodin yang disebut ”The Gates of Hell”. Seperti seri Devil May Cry, kita bisa mengakses toko ini di tiap awal chapter atau di portal tertentu yang tersebar di seluruh stage. Di setiap transisi sebuah chapter, terdapat mini game yang bernama “Angel’s Attack”, dimana kita akan menembaki Angels dengan sudut pandang First Person Shooter . Apabila kita bisa menembaki Angels dengan tepat, maka kita akan mendapatkan Halo.



Selain membeli item, kita juga bisa membuat sendiri item dengan orb yang kita dapatkan sepanjang permainan. Fitur ini disebut “Compound”. Bagaikan seorang penyihir yang meracik sebuah ramuan, kita harus mengkombinasikan tiga jenis orb yang ada (merah, kuning, dan hijau) untuk menjadi sebuah item yang baru. Healing item dan supporting item yang ada di game ini bentuknya cukup unik, yaitu “Lollypop”. Well, di beberapa video diperlihatkan gambar dimana Bayonetta mengunyah lollypop sambil menembaki musuh

Di game ini kita bisa meng-equip senjata sesuka hati. Kita bisa mengkombinasikan senjata yang ada baik di tangan maupun di kaki. Selain itu kita bisa menyimpan dua set dari senjata ini dan menggantinya secara on the fly dengan menekan satu tombol saja. Fitur ini cukup berguna apabila kita ingin menggunakan style yang berbeda untuk melawan tiap musuh yang ada di satu area. Selain senjata yang kita equip, kita juga bisa mengambil senjata milik lawan dan menggunakannya untuk melawan musuh yang ada. Kadang-kadang senjata ini memiliki efek yang sangat besar bagi musuh, jadi jangan disia-siakan. Pokoknya hajar bleh!



Graphic

Berbicara soal grafis, sepertinya kita nggak perlu terlalu kuatir akan kualitas grafis Bayonetta ini. Selain kualitas design character yang bagus (dan sexy), game ini mempunyai design environment yang betul-betul detail dan keren. Meskipun game ini dimainkan secara fast-pace, detail tiap karakter terlihat betul-betul smooth dan jelas. Special move yang dilakukan oleh Bayonetta pun terlihat benar-benar mulus dan menyenangkan untuk dilihat. Meski terdengar agak aneh, tapi kualitas grafis game Bayonetta ini lebih bagus di console Xbox 360 dibandingkan dengan versi Playstation 3. Hal ini disebabkan karena dua versi game ini dikerjakan oleh tim yang berbeda.



Frame rate di Bayonetta ini cenderung stabil dan mulus. Tapi apabila kita memasuki stage yang memiliki jumlah musuh yang cukup banyak, mau nggak mau ya drop juga frame ratenya. Tapi dropnya frame rate ini tidak begitu terasa karena gameplay pun akan menjadi lebih lambat di saat kita melakukan Witch Time. Kalo di saat kita tidak melakukan Witch Time tetapi frame rate drop, anggap saja sebagai Witch Time gratis, hihihi.

Cutscene yang ada di game ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu real time dan anime style. Well, sebagian besar sih real time, soalnya kadang-kadang game bisa langsung dimulai setelah satu cutscene berakhir. Bahkan sering ditemukan adanya Quick time event yang harus dilakukan sesegera mungkin setelah sebuah cutscene berakhir (hati-hati, bengong bisa menyebabkan kematian). Karena sebagian besar cutscene adalah real time movie, loading time dari game ini pun bisa di-minimalkan.



Sedangkan cutscene dengan gaya anime style muncul di kala sub-mission atau di saat Bayonetta mengingat suatu adegan tertentu. Cutscene dengan anime style ini ditampilkan dengan filter ”old movie”, yang membuatnya terlihat seperti film zaman dulu. Hmm, buat yang pernah memainkan game Viewtiful Joe, kurang lebih style movienya seperti itu deh.

Sound
Kualitas sound di game Bayonetta ini bisa diacungi jempol yang cukup banyak. Di awal cutscene dari game ini kita sudah disuguhi dengan BGM “Fly me to the moon” yang di-remix dengan indah. Selain Fly Me to the Moon, sebagian besar BGM di game ini memiliki irama upbeat yang bisa menaikkan adrenalin. Sangat cocok dengan nuansa game Bayonetta yang fast-pace dan sangat menggoda.

Selain BGM, kualitas sound effect di game Bayonetta ini pun bisa diacungi jempol yang banyak, (. Suara pukulan, tendangan, hingga desingan peluru terdengar benar-benar nyata dan membuat suasana menjadi tegang.Apalagi kalau didukung dengan speaker yang bagus, pastinya bakalan terdengar lebih bagus lagi.



Longevity/Lamanya permainan

Meskipun game ini memiliki jalan cerita yang linear, bukan berarti game ini memiliki tingkat replayable yang rendah. Seperti Devil May Cry, game ini dibagi per-chapter, dan tiap chapter bisa dimainkan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Apabila kita menyelesaikan game dengan semua tingkat kesulitan yang ada, Bayonetta akan mendapatkan sejumlah item-item baru yang menggiurkan



Tingkat kesulitan game ini dibagi menjadi Very Easy, Easy, dan Normal. Di tingkat kesulitan ”Very Easy”, terdapat mode ”Very Easy Automatic” dimana kita hanya harus menekan satu tombol untuk mengaktifkan berbagai macam serangan kepada musuh-musuh yang ada. Setelah kita menamatkan game ini, kita akan mendapatkan dua tingkat kesulitan baru yaitu ”Hard” dan ”Non-Stop Climax”. Mode ini akan terasa sangat menantang, soalnya di tingkat kesulitan normal saja terkadang musuh sudah cukup menyebalkan. Tapi buat para hardcore player, this mode is a must play. Mode-mode inilah yang mendukung tingkat replayable dari game ini. Selain itu, terdapat kepuasan tersendiri apabila kita bisa mendapatkan nilai sempurna untuk tiap chapter yang ada.




Overall


Gameplay yang fast pace dan stylish adalah point utama dari keseluruhan game Bayonetta. Buat penggemar game sejenis seperti Ninja Gaiden, Devil May Cry, dan God of War pasti akan menyukai game Bayonetta ini. Hampir semua aspek yang ada di game-game hard stylish action lain terdapat di game ini (QTE, fatality, hard stylish, name it).

Di saat saya mendengar BGM yang terdapat di game Bayonetta ini, tiba-tiba timbul hasrat untuk memesan original soundtracknya, karena semua BGM disini semuanya terkesan eksotik dan enak untuk disetel di saat ingin bersantai. Well, selama belum terwujud, saya akan memainkan gamenya sambil mendengarkan BGM yang ada



Berbeda dengan seri Ninja Gaiden, Devil May Cry dan God of War yang memiliki design character laki-laki yang kuat dan gahar, design Bayonetta menampilkan “pesona” yang bisa membuat para gamer terbelalak melihat aksinya. Semua special move yang ada pun terlihat kuat dan sexy. Banyak game lain yang menawarkan aksi dari jagoan utama yang sexy, tapi Bayonetta tidak hanya mengumbar aksi sexy dari main character. Sistem gameplay yang solid dan hard stylish, grafis yang memukau, dan kualitas BGM yang indah membuat Bayonetta adalah sebuah karya seni di dunia videogame yang menurut saya wajib untuk dimainkan. Jadi, buang keraguan anda akan Bayonetta, karena game ini adalah salah satu game yang wajib untuk dimainkan. So, grab your controller, sit back and play this game. Jangan lupa untuk terus berpikiran positif selama permainan berlangsung


Gameplay : 10
Graphic : 9
Sound : 10
Longevity : 8
Overall : 9.2
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #46   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Review - Bayonetta PS3 Xbox360

Review - Dragon Age : Origins PC



Game ini ibarat sebuah rpg seri Neverwinter Nights dicampur dengan setting dunia yang mirip The Lord Of The Ring, lalu diisi dengan pertempuran yang super brutal dan kacau seperti seri Dungeon Siege. Apakah game rpg campuran ini masih bisa dinikmati??

Story

Bioware, developer game yang sudah terkenal sejak lama akan NWN 1, SW KOTOR 1, JE dan RPG ME 1, kini mereka kembali meluncurkan sebuah game RPG yang fenomenal berjudul Dragon Age Origins (DAO). Pihak developer yang bersangkutan menjanjikan, para penggemar RPg di PC termasuk fans Baldur Gate, game klasik yang legendaris itu, akan terpuaskan dengan adanya game DAO ini.

Bahkan, karena keyakinan yang tinggi, Bioware yang kini telah dimasukkan ke jajaran EA Games, meluncurkan DAO Character Creator (DAO CC) terlebih dahulu, beberapa minggu sebelum perilisan DAO secara resmi ke publik. Akankah DAO itu sebagus Baldur Gate dan game-game RPG ala Bioware lainnya, mari kita lihat saja hasilnya.....



Dragon Age ini bersettingkan dunia fantasi abad pertengahan. Akisah, pada suatu hari di negara bernama Ferelden, terancam musnah akibat invasi Darkspawn, Kaum Kegelapan yang terdiri dari berbagai ras ogre, ras yg mirip orc, naga dan monster-monster asing lainnya. Kaum kegelapan ini muncul akibat kesalahan sekelompok orang di masa lalu, saat merapal sebuah mantra untuk kebaikan umat tapi yang muncul malah sebaliknya. Kaum Darkspawn ini begitu ganas dan sangat cepat merangsek semua musuh-musuhnya, entah itu ras human, elf, dan dwarf.



Di saat-saat susana terjepit itulah, muncul sebuah organisasi ksatria super elit, Grey Wardens. Para anggotanya berasal dari orang-orang terbaik dari yang terbaik, terdiri dari berbagai ras, berkumpul menjadi satu untuk memusnahkan invasi Darkspawn (Blight) ke dunia mereka. Grey Wardens ini memiliki satu senjata rahasia yang super ampuh untuk mengalahkan The Blight, dan hasilnya pun sangat sukses besar. Berkat kehadiran organisasi super elit ini, The Blight bisa dikalahkan, Grey Warden menjadi pahlawan besar. Namun, kekalahan the Blight, bukan berarti mereka bisa dilenyapkan untuk selama-lamanya



Gameplay


Pertama-tama di dalam game ini, kamu akan menentukan gender karakter kamu dan ras dari tiga pilihan yang tersedia, yaitu Human, Elf, dan Dwarf. Seperti tradisi umumnya, masing-masing ras mempunyai racial benefits tersendiri berupa poin status tambahan yang dapat berpengaruh terhadap ketiga kelas dasar, yaitu Warrior, Mage, atau Rogue. Misalnya, dengan tambahan poin status pada magic, maka Elf kiranya bakal punya potensi yang lebih oke sebagai Mage. Meskipun begitu, bukannya berarti kalau Human nggak bisa memiliki profesi sebagai Mage. Dibandingkan dengan Elf dan Dwarf, Human punya statistik atribut yang lebih merata, memungkinkan kamu untuk memilih satu dari ketiga kelas dasar yang ada. Dari kedua ras yang mempunyai akses pada tiga kelas dasar, Dwarf merupakan satu-satunya ras yang nggak bisa mempelajari kelas dasar Mage. Kok terkesan dianaktirikan yah?



Oke, lupakan soal anak tiri yang nggak ada hubungannya ini. Setelah menentukan ras dan profesi dasar kamu, kedua hal tersebut akan berpengaruh dalam menentukan satu dari enam latar karakter yang ada. Masing-masing latar karakter tersebut akan mempengaruhi cerita asal-muasal dari karakter, mulai dari awal game sebagai tempat asal kamu, sampai pada interaksi kamu dengan NPC yang ada. Contoh, NPC dari tanah kelahiran kamu pastinya bakal memberikan respon yang lebih familiar ketimbang NPC yang ada di kota lain. Setelah menamai dan menentukan gender, ras, kelas dasar, serta background, kamu juga bisa melakukan custom terhadap tampilan fisik dari karakter kamu. Kamu bisa mengganti gaya rambut, warna rambut, bagian wajah, dan sebagainya. Fitur “centil” semacam ini pastinya merupakan salah satu fitur yang diharapkan oleh “para penganut narsisme.” Sayangnya, fitur ini terkesan disediakan kurang mendalam, dengan cukup minimnya pilihan yang tersedia.



Status hubungan bagi gender yang berbeda memang sangat menarik, game bisa juga membuat jagoannya menjadi pecinta lawan jenis, atau malah bisa homo (lesbian/gay). Demi memuaskan hasrat, gamer bisa pergi ke rumah bordil dan memilih penghuninya, mau pria atau wanita(weleeh...)



Dunia dalam DAO ditampilkan dari sudut pandang third-person dengan mekanisme pertarungan yang cukup standar pada game sejenis. Dengan sekali menekan tombol pukul maka karakter kamu akan secara otomatis terus melakukan serangan terhadap musuh. Tidak hanya bertarung sendirian, kamu mempunyai tiga party member yang akan membantu kamu di sepanjang perjalanan. Dan mereka pun nggak akan hanya otomatis menyerang sendiri, kamu bisa mengatur bagaimana mereka bertindak dalam pertarungan seperti kondisi dalam melakukan serangan, mengeluarkan spell ataupun mengkonsumsi healing item. Kamu juga bisa mengendalikan party member yang lain selain karakter utama kamu. Seiring dengan pertarungan yang terus berlangsung, grinding karakter sudah pasti bakal menghadiahkan kamu experience points atau level yang dapat meningkat, serta loot yang cukup banyak berserakan di dalamnya. Dengan level up, kamu akan mendapatkan poin yang bisa kamu alokasikan pada status karakter dan juga poin untuk mengembangkan skill tree kamu. Dari kelas dasar yang kamu ambil, kamu pun bisa mengembangkannya ke tingkatan profesi yang lebih tinggi lagi dengan kemampuan yang lebih spesifik, seperti misalnya Mage yang bisa bertambah sakti dengan kekuatan Shapeshifter atau Warrior yang bisa berkembang menjadi Berserker. Bersama dengan level yang semakin tinggi, variasi strategi yang bisa kamu lakukan terhadap party kamu pun bakalan semakin banyak. Jadi, kamu juga bisa melakukan variasi serangan dengan melakukan eksperimen pada skill dari tiap anggota party. Dari tiga anggota yang bisa kamu bawa, ketiganya juga bisa kamu ganti pada camp atau tempat tertentu. Salah satu fitur yang cukup bersahabat dalam game ini yaitu dimana health kamu bisa kembali penuh setelah pertarungan, namun di dalam suatu encounter, kamu harus betul-betul membersihkan semua musuh untuk bisa looting item atau melanjutkan perjalanan kamu.



Grafis

Keindahan engine gfx di The Witcher dan rpg ME 1, masih terlihat lebih detail dan tajam jika dibandingkan dengan DAO. Hal itu kelihatan dari texture wajah, bangunan-bangunan yang ada, serta model item-item nya. Memang tajam dan detail, penulis usdah memaksimalkan opsi gfx diresolusi 1280x1204, tapi hasilnya tetap tidak setajam dan sedetail gfx ala Aurora Engine 2007 maupun Unreal Engine 3. Disayangkan, ada memory leak dalam game ini dan tex font nya yang terlihat kecil banget di resolusi tinggi, membuat tidak nyaman untuk dilihat, maka resolusinya harus diturunakan.



Di game rpg ini, suasana kota, dan hutan memang terlihat hidup, namun kurang luwes. Efek-efek spell, senjata tajam dan archer semua sudah terlihat detail dan bagus. Pemandangannya juga lumayan indah, meskipun efek-efek airnya kurang cocok untuk bercermin. Gerakan-gerakan animasi karakter dan musuh, terlihat natural dan sangat mulus. Beberapa unsur gfx di game ini terlihat sederhana tapi masih enak dipandang. Gfx game ini stabil, asal gak sering-sering alt+tab, dan ramah lingkungan alias ringan. FSAA 8x terasa bagaikan menyetir mobil di jalan tol luar kota.....ngebut terus oii....



Sound

Mau dibilang apalgi, alunan musik latar dan theme song di game ini benar-benar pas dan enak banget, terutama pengisi suara untuk para karakternya, terdengar sangat jelas dalam banyak hal. Dentingan adu senjata tajam versus armor suit, bunyi serangan spell magic, teriakan musuh dan sebagainya.



Longevity


Kamu seorang penggemar RPG semacam ini? Pastinya game ini bakalan punya nilai lebih dan durasi yang sangat panjang. Ada banyak eksplorasi dan interaksi yang bisa kamu lakukan terhadap banyak hal disini. Jalan cerita yang bercabang-cabang, kemungkinan-kemungkinan yang bisa kamu buat berbeda sesuai dengan pilihan yang kamu buat, dan yang tentunya cukup penting untuk diperhatikan, yaitu side-quest.


Jangan pada negatif ya...liat gambar diatas

Sekali lagi, Bioware membuktikan kepiawaiannya dalam meramu sebuah rpg pc. Meskipun gamer membutuhkan waktu yang cukup lama, bisa diatas 40-an jam untuk menamatkan game ini. Namun, DAO ini sangat cocok bagi para penggemar RPG PC yang kehausan akan gameplay yang menyegarkan dan cerita yang mengasyikkan untuk terus diikuti. Direkomendasikan bagi gamer untuk membeli dvd DAO versi resmi nya.....



Storyline 9
Gameplay 9
Graphics 8
Sound 9
Longevity 9


Minimum System Requirements


Windows XP

----------
OS: Windows XP with SP3
CPU: Intel Core 2 (or equivalent) running at 1.6Ghz or greater
AMD 64 (or equivalent) running at 2.2Ghz or greater
RAM: 1 GB or more
Video: ATI Radeon X850 128MB or greater;
NVIDIA GeForce 6600 GT 128MB or greater.
HDD: 16 GB

Windows Vista
-------------
OS: Windows Vista with SP1
CPU: Intel Core 2 (or equivalent) running at 1.8Ghz or greater
AMD 64 (or equivalent) running at 2.6Ghz or greater
RAM: 1.5 GB or more
Video: ATI Radeon X1550 256MB or greater;
NVIDIA GeForce 7600 GT 256MB or greater.
HDD: 16 GB
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #47   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Dragon Age : Origins PC

Review - Assassin's Creed II PS3 Xbox360



Story

Cerita dimulai ketika Desmond Miles melihat sebuah pesan tersembunyi di kamarnya setelah perisitiwa Assassin's Creed pertama berakhir. Lalu Desmond Miles kabur dari Abstergo bersama dengan Lucy menuju laboratorium baru dengan tim baru dan mesin baru yaitu Animus 2.0. Animus 2.0 akhirnya digunakan oleh Desmond Miles untuk memasuki kehidupan Ezio melalui memorinya. Semua yang dipelajari Ezio akan dipelajari juga oleh Desmond Miles.

Setting waktu diambil pada akhir abad ke 15 dan awal abad 16 di Italy, 300 tahun setelah Assassin's Creed pertama. Dimulai ketika Maria Auditore sedang melahirkan putra keduanya dan setelah lahir putranya itu diberi nama oleh Giovanni Auditore, sang suami dengan nama EZIO AUDITORE DA FIRENZE.

Ezio adalah seorang pemuda yang sangat menyayangi keluarganya. Apapun akan dilakukannya demi keluarga. Dia juga salah satu nenek moyang dari Desmond Miles. Ezio memiliki 1 kakak dan 2 adik. Kakak laki-lakinya Federico Auditore, lalu adik perempuannya Claudia Auditore dan adik lelakinya Petruccio Auditore. Kisah Ezio dimulai ketika Ezio bermasalah dengan salah putra dari keluarga terkemuka, Pazzi. Mereka seperti tawuran di tengah kota dan dimenangkan oleh pihak Ezio. Lalu, datanglah sang kakak Federico yang menyuruh Ezio ke dokter karena luka setelah tawuran tadi.



Setelah bertemu dokter, malamnya Ezio menuju ke rumah pacarnya, Cristina. Dan menyelinap masuk ke kamarnya dan kemudian menginap semalam disana.
Tak disangka tak diduga, ayah dari Cristina memergoki mereka pagi harinya dan Ezio langsung kabur lewat jendela. Ezio dikejar oleh pasukan suruhan ayah Cristina dan harus melarikan diri.

Cerita yang serius dimulai ketika Ezio sedang tidak berada di rumah, Ayahnya, kakak laki-lakinya dan adik laki-lakinya ditangkap dan dimasukkan ke penjara tanpa alasan yang jelas karena Ezio pun bingung. Lalu Ezio segera menyembunyikan ibu dan adiknya Claudia dan segera berangkat menuju penjara ayahnya dan bertemu disana. Ayahnya, Giovanni menyuruhnya untuk membuka pintu rahasia yang dibuat olehnya di rumah dan mengambil semua yang ada disana termasuk dokumen yang harus diberikan kepada Uberto Alberti. Dipakailah kostum Assassin peninggalan ayahnya dan mengambil juga sebilah pedang. Lalu, setelah itu mengantarkan dokumen penting ke rumah Uberto Alberti.

Gameplay


Gameplay dalam sekuel ini masih mirip dengan prekuelnya. Hanya saja, Ezio tidak bisa berjalan dengan tenang seperti halnya Altair yang bisa dengan mudahnya BLEND dengan masyarakat sekitar.



Di Layar kiri atas ada Notoriety System dimana menunjukkan tingkat ketenaran Ezio di masyarakat atas keburukannya. Di kiri bawah terdapat icon yang menunjukkan senjata Ezio dan jumlah uang Ezio dalam Florins. Di kanan atas ada 4 tombol utama dan di kanan bawah terdapat Map.

Makin tinggi Notoriety Ezio, maka makin mudah musuh mengenali Ezio dan menyerangnya. Di atas kepala musuh, ada Notoriety Meter berwarna kuning yang akan bertambah ketika Ezio mendekati mereka tanpa bercampur dengan kerumunan. Ketika meteran itu penuh, maka akan berubah menjadi merah dan menyadari keberadaan Ezio lalu mengejarnya. Ezio bisa menyewa beberapa pedagang atau pelacur yang digunakan untuk menutupi dirinya dalam kerumunan. Tentunya dengan membayar jasa sewa mereka. Ketika Ezio, ketahuan oleh para penjaga, Ezio bisa bersembunyi dibalik jerami atau pondok untuk bersembunyi sementara sampai para penjaga itu pergi. Tetapi, jangan coba-coba masuk dalam jerami ketika musuh melihatmu, karena hal itu percuma!

Map dalam AC II ini agak lebih simpel dibandingkan prekuelnya. Kita bisa melihat dengan jelas LEGEND yang ditampilkan dalam Map. Dan Ezio bisa memilih antara Misi utama dengan Side Quest yang akan dijalankan. Misi yang dijalankan Ezio pun tidak repetitif seperti Altair dulu.



Ezio masih memiliki skill untuk mencuri dengan menekan tombol A kepada target lalu kabur sebelum mereka sadar kecopetan. Dan juga, Ezio bisa menggeledah musuh yang telah jatuh untuk merampas barang-barang atau uang yang dimilikinya dengan menahan tombol B. Ezio bisa memanjat bangunan-bangunan, berlari, melompat dan ability baru yang tidak bisa dilakukan Altair yaitu berenang. Ezio juga bisa mengendarai sebuah perahu untuk melarikan diri dari para penjaga. Di sekitar kota, Ezio juga masih menemuka Treasure Chest yang bisa dia buka. Oh iya, dengan menjangkau View Point di tempat tertentu, Ezio dapat mengupdate Map nya.



Combat System yang ditawarkan dalam seri kedua ini masih mirip dengan prekuelnya, Ezio juga bisa meng-counter serangan musuh seperti Altair. Ezio dilengkapi dengan berbagai macam senjata yang bisa didapatkan nantinya. Juga dilengkapi Armor di tubuhnya untuk meningkatkan defensenya.
Ezio dapat membeli armor dan weapon di Blacksmith yang tersebar dalam kota. Senjata dalam game ini ada Belati, Pedang, Tombak, Kapak dan lainnya.
Lalu, bisa membeli kostum ke Tailor terdekat.
Art Merchant pun menjual berbagai macam peta harta karun dan lukisan.
Serta Doctor yang dapat menyembuhkan luka-luka Ezio.



Fitur membunuh yang baru adalah Ezio dapat membunuh dua musuh sekaligus dalam jarak yang berdekatan. Dalam game ini, Ezio bisa memiliki Villa yang bisa dia sewakan kepada orang yang ingin tinggal disana sebagai sumber penghasilan tambahan. Yang paling keren adalah ketika Ezio menggunakan Flying Machine milik Leonardo Da Vinci. Ezio bisa terbang ke seluruh penjuru kota dan juga menyerang para penjaga yang menghalanginya!

Graphics

Tidak perlu diragukan lagi, grafis dalam Assassin's Creed II tampil memukau dengan frame rate yang stabil.
Kota-kota di Italy digambarkan dengan indahnya.
Beberapa Lokasi yang ditampilkan dalam Assassin's Creed II adalah:
- Venice
- Florence
- Rome
- Tuscany
- San Gimignano
- Forlì



Dan terdapat juga tempat-tempat yang mudah dikenali seperti:
- Santa Croce
- Palazzo Vecchio
- Grand Canal
- St Mark's Basilica
- Santa Maria del Fiore
- Little Canal
- Ponte Vecchio
- Rialto Bridge
- Santa Maria Novella.

Begitupun dengan suasana kotanya, terlihat begitu ramai dan hidup. Sinkronisasi antara mulut dengan percakapan pun sangat pas.
Bangunan-bangunan kota terlihat indah jika dilihat dari viewpoint yang terletak sangat tinggi!
Tidak perlu banyak diceritakan tentang grafis karena memang sudah diakui kehebatan grafis game ini.



Sounds

Music dalam game ditangani oleh Jasper Kyd yang juga menangani prekuelnya juga beberapa game Hitman sebelumnya.
Voice Actingnya ada 5 bahasa yang bisa dipilih yaitu English, Italiano, Spanish, French dan Deutsch.
Music Assassin's Creed II sangat terasa menegangkan ketika Ezio berada dalam kejaran musuh, walau dalam keadaan normal musicnya biasa-biasa saja.

Overall



Ezio sebagai pembunuh yang modis karena bisa berganti-ganti kostum juga sangat menyayangi keluarganya. Ezio tadinya bukanlah seorang pembunuh dan hanya seorang pemuda nakal di kota. Tetapi karena ingin membalas dendam keluarganya, maka jadilah dia seorang Assassin. Game yang wajib untuk dimiliki karena memainkannya membuat ketagihan. Dari segi gameplay, grafis dan cerita sangat memuaskan. Cerita yang ditawarkan cukup mendalam. Combat System yang menarik, Side Quest yang bervariasi, Map yang sangat luas, senjata dan armor yang banyak juga fitur-fitur menarik lainnya yang menggoda.



Story: 9.0
Gameplay: 9.5
Graphics: 9.0
Sounds: 8.0
Overall: 9.0




Peringatan di bawah adalah konten 17 ++










National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5

__________________
4





Reply With Quote     #48   Report Post  

Bls: Preview & review game last update Assassin's Creed II PS3 Xbox360

Left 4 The Dead



Akhirnya setelah satu tahun semenjak perilisan Left 4 Dead, sekuel untuk game laris tersebut telah keluar. Apabila ada yang meragukan kualitas dari sekuel salah satu game first-person shooter terlaris yang pernah ada maka kamu tidak perlu lagi ragu dengan yang satu ini. Left 4 Dead 2 bahkan bisa kami katakan sebagai sebuah game yang nyaris sempurna dan jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pendahulunya. Tapi, perlu kami beritahu terlebih dahulu, bahwa dalam game ini kamu tidak akan menemukan sesuatu apapun yang baru selain fitur-fitur terdahulu yang telah ditingkatkan dan diperbaiki sedemikian rupa.



Perlu diingat, pada Left 4 Dead pertama, ada 4 campaign yang bisa kamu mainkan dan hanya ada 2 campaign saja yang bisa kamu gunakan untuk memainkan mode versus. Beda halnya dengan Left 4 Dead 2 yang memiliki 5 campaign yang lebih lengkap dan memiliki setting yang lebih keren serta beragam action-action yang keren dan terlihat fantastis, karakter yang disediakan terlihat lebih menjiwai, terdapat lebih banyak mode yang bisa kamu mainkan. Secara singkat, game ini akan memberikan lebih banyak fitur dibandingkan dengan pendahulunya.

Bagi yang belum pernah memainkan game ini, akan kami jelaskan sedikit mengenai Left 4 Dead. Game ini menceritakan mengenai kekacauan di bumi yang sekarang telah dipenuhi oleh zombie dan kamu akan bermain sebagai salah satu dari empat orang yang selamat dan sedang berusaha untuk menyelamatkan diri melalui gerombolan zombie yang bisa berlari dengan cepat ini (mirip dengan zombie yang ada di 28 Days Later atau 28 Weeks Later) dan berusaha untuk kabur ke area selanjutnya. Sekuelnya kali ini menggunakan setting di Amerika Selatan dan karakter yang kali ini digunakan disini terlihat lebih awas dan menyadari benar keadaannya.



Dalam Left 4 Dead 2, kamu tidak akan bisa hidup apabila kamu hanya mengutamakan diri sendiri saja untuk bisa selamat. Kamu harus bekerja sama sebagai sebuah tim yang kompak (tim ini terdiri dari 4 orang) dan kamu harus selalu berkomunikasi dengan gamer lain untuk memberitahukan kondisi kamu sekarang dan meminta bantuan pada teman kamu yang lain apabila kamu sedang dalam masalah. Sekali lagi, beda halnya dengan Left 4 Dead pertama dimana setiap level yang kamu lewati, permainannya akan terasa sama, Left 4 Dead 2 ini memiliki sebuah AI tersendiri yang akan mengatur tingkat kesulitan game ini, tergantung dari cara kamu melewati setiap level yang ada.



Perlu diingat juga, terutama bagi yang baru pertama kali memainkan game ini, bahwa zombie akan menyerang kamu tanpa adanya peringatan apapun dan kamu akan dipaksa untuk selalu waspada dengan keadaan di sekitar kamu. Ada beberapa tingkat kesulitan dalam game ini, yakni normal dan expert. Tingkat kesulitan normal adalah tingkat kesulitan yang paling cocok untuk dimainkan oleh mereka yang masih pemula dan seperti biasa, tingkat kesulitan expert akan menjadi santapan bagi mereka yang sudah mengenal permainan ini.


Saat bermain pun, kamu bisa bergabung dengan teman-teman kamu yang lainnya dan bermain bersama untuk melewati segerombolan zombie yang menunggu dan sedang mencari kesempatan untuk menyerang kamu. Apabila sampai satu saat ada teman kamu yang sudah tidak mau bermain lagi, maka kamu tidak perlu khawatir. Setelah teman kamu keluar, maka karater yang ia gunakan itu akan segera digantikan oleh AI. Untungnya. AI kali ini memiliki kemampuan yang cukup mantap dalam melakukan tugasnya. Ia bisa menembak dengan akurat, menukar senjata, menyembuhkan karakter lain yang terluka dan bertukaran barang apabila memang dibutuhkan.

Mode lain yang juga cukup menantang disini adalah mode versus, dimana kamu akan bermain bersama dengan teman kamu sebagai salah satu dari dua pihak yang ada (manusia atau bos zombie) dan berhadapan dengan empat pemain lain yang memerankan salah satu pihak, tergantung pada apa pilihan kamu. Bos zombie yang kami maksud disini adalah beberapa zombie yang memang memiliki kemampuan yang unik dan berbeda dengan zombie pada umumnya. Contohnya adalah Tanks, Boomer, Smokers dan Hunters. Selain itu, kamu juga akan menemukan bos baru seperti Spitters, Jockeys dan Chargers. Bahkan masing-masing bos yang ada disini akan memiliki kemampuannya masing-masing. Spitter misalnya, memiliki kemampuan untuk menciptakan sebuah kolam yang penuh dengan racun untuk menyebabkan damage bagi mereka yang masuk ke kolam tersebut. Jockey, seperti namanya, akan menggunakan kemampuannya untuk mengendarai salah satu survivor dan mengendarainya sesuai dengan kemauan kamu. Apabila kamu bisa mengatur strategi dengan baik, bukan tidak mungkin kamu akan memenangkan pertarungan melawan musuh.


Perubahan paling besar bukan hanya terletak pada mekanisme permainan dan bos saja, tapi juga pada desain grafik yang ditawarkan disini. Apabila sebelumnya kamu hanya akan bertempur melawan zombie di tempat-tempat gelap, maka kali ini kamu akan mendapatkan kesempatan untuk bertempur di tempat lain yang lebih seru lagi, mulai dari rawa, tempat sirkus, sampai dengan lokasi konstruksi yang terang benderang bermandikan sinar cahaya. Untuk membuat permainan menjadi lebih rumit dan seru lagi, kamu juga akan menemukan sejumlah besar senjata yang bisa kamu gunakan disini. Apabila sebelumnya kamu hanya bisa menggunakan senapan api saja (itupun dengan jenis yang sangat terbatas), maka kali ini kamu akan menemukan beragam senjata keren yang bisa kamu gunakan. Ada sejumlah senapan api yang bisa kamu gunakan seperti beragam rifles, SMG (sub machine gun), shotgun dan juga sniper yang bisa kamu pilih. Bukan itu saja, kali ini kamu juga akan mendapatkan kesempatan untuk menggunakan senjata melee untuk menghajar musuh dan beberapa jenis bom yang bisa kamu gunakan untuk meluluh lantakkan musuh. Contoh senjata melee yang diberikan disini adalah belati, katana dan juga gergaji mesin. Tambahan baru ini tentunya akan memberikan sensasi seru tersendiri untuk game ini.

Ada satu tambahan yang menurut kami merupakan tambahan yang cukup mantap tapi juga berbahaya. Tambahan tersebut adalah terdapatnya grenade launcher. Senjata ini memang efektif untuk menghancurkan sekelompok zombie yang datang secara bergerombol, tapi masalahnya adalah, senjata ini juga bisa menyebabkan damage bagi teman sekitar kamu apabila tidak hati-hati. Mungkin sebagai alternatif untuk grenade launcher ini, kamu bisa menggunakan tanki gas yang tersebar di seluruh level untuk menghabisi musuh. Jadi lebih aman bukan?


Tempo permainan yang cepat, musuh yang menyerang dengan cepat dan karakter bos yang bisa datang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, tentu akan membuat adrenalin dalam diri Kotakers bergerak cepat. Belum lagi, kadang muncul musuh yang menyulitkan seperti Jockey. Jadi kamu harus berhati-hati untuk tidak tertangkap oleh musuh yang satu ini atau kamu akan kehilangan nyawa kamu apabila rekan lain tidak sempat menyelamatkan kamu.

Berbicara kembali mengenai grafik, grafik untuk Left 4 Dead 2 ini jelas lebih bagus apabila dibandingkan dengan pendahulunya. Mungkin hal ini disebabkan oleh adanya setting level yang penuh dengan cahaya matahari. Hasilnya, zombie yang datang menyerang pun akan terlihat lebih nyata dan menyeramkan apabila dibandingkan dengan sebelumnya. Satu lagi yang perlu kami ingatkan, game ini merupakan game sadis dimana kamu akan menghabisi musuh dengan sangat sadis dan kamu akan sering sekali melihat mutilasi zombie di sana sini serta darah yang bercipratan di sana sini.



Komentar terakhir dari kami, apabila kamu merupakan seorang penggemar berat game Left 4 Dead, maka sekuelnya ini tidak boleh kamu lewatkan. Dengan permainannya yang lebih difokuskan pada kerjasama tim, dijamin kamu akan bisa menikmati game ini bersama dengan gamer lain dengan lebih seru lagi. Mulai dari desain setiap level, karakter dalam permainan serta mode-mode lain yang disertakan disini akan membuat kamu kesulitan untuk meninggalkan game ini. Menurut kami, ini adalah salah satu sekuel game terbaik yang pernah kami temukan selama ini. Ayo mainkan dan mari kita habisi musuh kita dengan penuh antusias *sambil menyalakan gergaji mesin untuk menyambut musuh yang mulai berdatangan*.
Redbastard
World Level

Post: 16.821
 
Reputasi: 221

__________________





Reply With Quote     #49   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Preview & review game last update Left 4 The Dead PC Xbox360

Preview - Love Plus NDS




Love Plus, sebuah dating sim yang lebih dari sekedar dating sim biasa persembahan dari Konami akhirnya dipastikan akan dirilis pada 3 September 2009 di Jepang untuk Nintendo DS. Eroge (Erotic Game) terbaru dari Nintendo DS setelah Dokidoki Majo Shinpan gagal mengambil hati para eroge player terutama yg non-Japanese, LOVE PLUS besutan KONAMI menjanjikan kenikmatan pacaran dengan cewe 2D lewat sentuhan dan ciuman (bisa pake stylus maupun tangan/mulut). Sepintas game ini mirip dengan game2 hentai yg kerjanya cuma klik salah satu pilihan (multiple choice). Namun itu hanya awalnya saja. Setelah si cewe membuat pengakuan cinta, game sesungguhnya dimulai...



Game punya dua setting waktu, real time mode dan skip mode. Real time mode waktunya sama persis dengan waktu di dunia kita. Skip mode waktunya dipercepat buat player yang tidak sabar ingin segera kencan dengan si cewe. Tujuan game ini adalah membangun relationship dengan si cewe dari pertemanan, pacaran, sampai menikah, bahkan mungkin sampai selamanya, dimana ada yg bilang game ini never ending story alias tidak ada tamatnya.

Dalam game ini kita bisa membuat janji kencan dengan cewe, mengirim email, dan telpon. Jika si cewe lagi sibuk ato ngambek, tidak membalas email atau menolak ajakan untuk bertemu, kita tinggal klik icon LOVEPLUS untuk berfantasi dan ngobrol dengannya. Tentu saja dalam bahasa Jepang sederhana, dia akan menjawab walaupun kadang2 nggak nyambung.




Di minggu pertama penjualannya mencapai 45.000 kopi di Jepang. Itu yang resmi, belum yang bajakan. Game ini sebenarnya ditujukan buat otaku yang biasanya tidak punya teman cewe. Namun ada cerita menarik di Jepang dimana suami2 yang ketahuan maen game ini diintimidasi oleh istrinya karena selingkuh dengan cewe 2D, dari gugatan cerai, membayar denda, dipotong uang jajannya, sampai ROM LOVE PLUSnya dihancurkan ditempat.

Berhubung game ini kecil kemungkinannya release dalam bahasa Inggris, saya coba buat walkthrough awalnya saja bagi yang pengen maen tapi tidak bisa bahasanya.



Bisa pake huruf Jepang (hiragana, katakana, kanji) atau Latin tergantung pilihan disebelah kanan. Paling atas nama keluarga, bawahnya nama diri, terus hari ultah dan golongan darah.



Nama panggilan berupa satu suku kata. Jadi jika nama anda Joko, maka kemungkinan panggilan anda Jo atau Ko. (Anda akan benar2 dipanggil lewat suara oleh si cewe menurut nama panggilan anda)



Dalam Game ini kita bekerja untuk menambah skill point yang terbagi dalam 4 kategori 運動(undou = athletics), 知�*� (chisiki = intelligence), 感性 (kansei = sense), dan �*�力 (miryoku = charm). Jika skill point kita cukup tinggi maka kita bisa mengajak kencan si cewe. Skill point ini bisa bertambah atau berkurang tergantung dari action yang kita lakukan. Contoh, jika kita mengikuti pelajaran 体育 (taiiku = pelajaran olahraga), skill athletics kita meningkat tapi charm akan berkurang. Skill point ini juga berpengaruh pada cewe mana yang bakal suka pada kita.



Di sebelah kanan ada 3 tombol utama dan 6 tombol kecil yang bisa diklik. Yang 3 atas yaitu 予定入力 (yotei nyuuryoku = merencanakan action hari ini), dibagi 4 waktu: jam 9-12, 12-15, 15-18, 18-21. bawahnya メール (me-ru = e-mail) untuk mengirim atau melihat pesan. Trus 電話 (denwa = telpon) untuk menelpon bikin janjian kencan atau ketemuan. 6 tombol bawah dari kiri atas yaitu Kalender, Komputer, Peta, Barang, Save, dan Setting.

Love Plus lebih dari sekedar dating sim biasa. Dalam love plus, setelah kamu berhasil mendapatkan hati cewek pilihanmu kamu akan diberikan game open-ended. Kamu bisa melakukan berbagai hal bersama pacar (virtual) mu.
Kamu bisa menepuk lembut kepalanya menggunakan Touch Screen NDS, dan juga bisa menyetuh lainnya

Kamu bahkan bisa kirim mail maupun telepon dia dengan NDS mic


Semua “fitur” ini disajikan dengan dilengkapi Real Time Clock NDS sehingga dapat berinteraksi dengan dunia nyata di sekitarmu, kalau main malam hari ya di game ikutan malam, kalau pas musim salju ya ikutan musim salju di loveplus.

sayangnya di indonesia nggak ada musim salju… tiap hari musim panas mulu
National Level

Post: 1.427
 
Reputasi: 5






Reply With Quote     #50   Report Post  

Bls: Preview & review game last update Preview - Love Plus NDS

Dragonica Online


Berlatar belakang dunia Naga dan magis, Dragonica Online membawamu berpetualang disepanjang tanah El Grego. Dengan visualisasi yang sangat menarik disertai dengan pertempuran seru dengan cahaya yang berderang, serta lahan pertempuran 3 dimensi yang akan memanjakan mata kalian.

Pilih 1 dari 4 kelas karakter dan mulailah berpetualang di dunia yang dipenuhi dengan monster unik. Tingkatkan level untuk membuka kemampuan yang mematikan, kombo serta efek Skill yang memukau. Kustomisasi karakter sesuai dengan keinginanmu atau kalian bisa membeli item pelengkap dan pakaian di toko.

Panggil bantuan! Party dengan temanmu untuk membantu, atau temukan teman baru untuk bermain di Mission Maps, bertarung dengan pemain lain melalui PvP mode dan raihlah ranking tertinggi, serta pertempuran Guild yang seru.

Event yang diadakan secara dadakan atau regular akan membuat Dragonica lebih menarik, ditambah dengan konten-konten baru yang akan membuatmu tidak akan merasa bosan.

Jelajahi dunia fantasi Dragonica yang dipenuhi oleh monster, tantangan demi tantangan, kunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi. Pilih kelas yang sesuai dengan karaktermu dan pelajari semua Skill dan jadikan karaktermu yang terbaik diantara yang terbaik (KSH). source: megindo.net

Silahkan klik link ini untuk informasi lebih lanjut
http://dragonica.iahgames.co.id/teaser/info_game.html
Village Level

Post: 87
 
Reputasi: 0

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Preview Argentina vs Jerman RendyRasta Sepakbola 0
Preview : Resident Evil Degeneration gilag TV & Film 1
Preview - Final Fantasy XIII Krisna_aji_K Games 1
Preview : Far cry 2 gilag Games 2
Preview Movie Review KalinaMaryadi TV & Film 7


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.