Hadiah Istimewa Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Cerita Pendek Cerpen, atau Bersambung
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Hadiah Istimewa

Hadiah istimewa ulang tahunku


“ Ayah, hadiah apa yang Ayah inginkan dihari Ulang Tahun yang akan datang ini?” tanya anak perempuanku yang paling kecil.
“ Nanti dulu, sayang, itu adalah kalimat yang selalu datang dari Ayah selama bertahun-tahun ini kepadamu” sahutku berkelakar.
“Ya, saya tahu, tetapi mulai tahun ini, saya yang akan mengucapkannya setiap akhir bulan Maret kepada Ayah” ucapnya dengan tegas dan penuh kepercayaan.
Nampak sinar matanya cemerlang tanda suka hati, juga tanda bahwa kata-kata itu datang dari lubuk hatinya yang masih bersih itu. Kukerlingkan mataku kemuka Ibunya yang duduk disebelahku.Terlihat matanya mulai berkaca-kaca. Yang tak lama kemudian kulihat dia meneteskan sebutir air mata, membasahi pipinya yang kuning langsat.
Aku lanjutkan percakapanku dengan anakku:” Dengan alasan apa bahwa Ayah tidak dapat lagi mengucapkan kalimat itu” tanyaku padanya..
Dengan sekuat tenaga aku perlihatkan muka seolah-olah seperti tidak mengerti. Padahal, air mataku sudah sampai dipinggiran bola mataku.
“ Well, saya sudah mendapat penghasilan dari pekerjaan sambilan untuk biayaku sehari-hari.”, ujarnya polos.
Sambil memainkan rambut diujung kepangnya, dia lanjutkan dengan tersendat-sendat. “Saya sudah mendapat scholarship dari sekolah. Untuk tahun-tahun yang akan datang” ujarnya. Kemudian dia menghela nafas dan melanjutkan percakapan kami itu. Istriku yang duduk disampingku kelihatannya seperti cacing kepanasan, duduk dengan seba salah.
“ Ayah dan Ibu tak usah khawatir mencari uang untuk membayar uang kuliahku” ujarnya dengan penuh kebanggaan akan dirinya. Istriku membalikkan badannya, mengulurkan tangan mencari kotak Kleenex,mencabutnya beberapa helai dan dipakainya utuk membersihkan hidungnya.
“ Saya pikir sudah waktunya Ayah dan Ibu untuk bersenang-senang., jalan-jalan ke Disney World” ujarnya sambil tersenyum.. Percakapan kami terhenti sebentar, menunggu truk Pemadam Kebakaran lewat dengan suara sirine yang memekakkan telinga. Kemudian dia melanjutkan nya dengan suara terdengar agak perlahan.
“Satu hal lagi, bukankah sudah waktunya untuk Ayah berhenti bekerja untuk pensiun” ucapnya dengan nada serius.
Dia terhenti sebentar, rupanya sedang mencari kata-kata yang pantas. Seolah-olah takut kata-katanya akan menyinggung hatiku, dengan suara halus dia meneruskan percakapannya.
“ Bekerja 12 jam lebih sehari, 6 hari seminggu. Apakah Ayah tidak merasa bosan dan kesal seharian menjadi bagian dari lalu lintas kota NYC yang terkenal paling parah sedunia ?” ucapnya pula.


Terlihat raut mukanya agak cemas, karena sekarang dia mulai menyinggung pekerjaanku, yang dia tahu betul bahwa aku senang akan pekerjaanku ini
Aku melirik kesebelahku dimana istrku duduk mendengarkan percakapan kami berdua.. Kulihat mata istriku mulai basah,dan mulutnya mulai komat-kamit tak bersuara menahan untuk tidak menangis. Dengan cepat istriku berdiri dan berkata :” Aduh, mau kekamar mandi dulu, sudah tidak tahan lagi menahan dari tadi”
Aku sudah menduga terlebih dahulu, dia sudah tidak kuat menahan air matanya. Sebetulnya demikian juga dengan aku, namun rasa ingin tahu apa yang anakku akan katakan selanjutnya membuatku tetap duduk dan menghadapinya. Aku berusaha keras dengan memusatkan pikiranku akan jalannya percakapan ini.
” Dengan keadaan Ayah seperti sekarang ini, sebagai akibat dari tabrakan itu, bukankah itu sudah menunjukkan waktunya untuk pensiun?” tanyanya betul-betul polos.
“ Iya, memang sudah ada dalam pikiranku untuk berhenti bekerja dan pensiun. Tetapi bukannya sekarang, rencananya 2 tahun lagi menunggu cukup umur untuk mendapatkan Social Security Benefit” jawabku.
Biasanya berbicara seperti ini bukan dengan anakku, biasanya dengan istriku atau teman-temanku. Dan sekarang, dia menjadi kawan pembicaraan memperbincangkan soal pensiun pula ?? Tersentak aku, anakku ini sudah bukan “daddy’s little girl” lagi, sekarang sudah menjadi full grown woman. Dan dalam umur yang masih muda begini sudah mempunyai pemikiran yang panjang serta turut memikirkan kesejahteraan orang lain. Hilanglah rasa sedih, air mata yang membendung menekan bola mata mengering dengan sekejap. Rasa sedih berganti dengan rasa malu, seumur dia begitu aku masih senang bermain-main. Naik motor keliling kota, patroli mencari rumah yang ada penghuninya nona manis. Begitu melihat ada noninya, segera motor kumatikan dan bertanya menanyakan rumah Bapak Anu, dsb dsbnya. Kedua kali datang dirumahya kami pergi berkencan. Malu hati !
“ Jadi Ayah mau apa sebagai hadiah ulang tahunnya?” tanyanya lagi. Membuat aku tersentak dari lamunanku.
“ Ayah akan pikir-pikir dahulu beberapa hari ini, bolehkah sayang ?” jawabku.
“ Begini saja Ayah, karena sekarang Ayah tidak dapat keluar rumah dan lebih sering duduk didepan computer, bagaimana sebagai hadiah tahun ini saya upgrade hard disk-nya dan RAM, supaya computernya jalan lebih cepat lagi” ujarnya dengan nada tegas, seolah-olah dia telah menerka dengan jitu apa yang ada dalam pikiran ku.
“ Iyalah, kalau itu Ayah terima hadiahnya dengan gembira. Dan terima kasih atas hadiahmu itu “ ujarku dengan rasa malu-malu kucing.
Walaupun anakku ini sudah boleh dikatakan full grown woman, tetapi dimataku masih juga terlihat sebagai anak kecil. Tidak habis pikir karenanya, bagaimana dia dapat menerka yang ada dalam benakku selama berminggu –minggu terakhir ini.??

Rupanya tidak sia-sia aku mendidiknya selama duapuluh tahun. Ternyata sekarang telah menjadi seorang wanita yang betul-betul menaruh rasa kepedulian terhadap kesejahteraan seseorang selain dirinya sendiri. Aku mengucapkan syukur keHadirat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa saya telah diberi bimbingan dalam mendidik anak ini. Seperti didalam hadis Nabi SAW, hanya doa anak yang saleh yang akan sampai kelak bila aku sudah tiada. Doa yang lainnya, Ilmu bagi kesejahteraan manusia dan Amal Ibadah , dalam dua hal ini aku tak dapat mengandalkannya. Mengingat pendidikanku, apa yang diharap dari yang “drop out”. Amal Ibadah, kelakuan istilah jaman doeloe “cross boy”, apa pula yang diharapkan.
Saya bersyukur kehadirat Allah SWT karenanya, banyak orang yang satu inipun tidak dipunyai.nya.
Betul juga orang sini bilang……”God works mysteriously”……..

JRS
Home Level

Post: 19
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #2   Report Post  

Bls: Hadiah Istimewa

gue tidak ada yang spesial
Alkil123
National Level

Post: 574
 
Reputasi: 3






Reply With Quote     #3   Report Post  

Bls: Hadiah Istimewa

hadiah istimewa
di suguhi masakan jadul ama mantan pacar
nasi putih dgn lauknya ikan teri sambel terasi
mojave
Mod

Post: 51.248
 
Reputasi: 1174






Reply With Quote     #4   Report Post  

Bls: Hadiah Istimewa

ga ada yg spesial nih gw mah
Ryufarhan
Home Level

Post: 3
 
Reputasi: 0

__________________

:lol:
Reply
 

Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Merasa istimewa EsterAntonia Pengembangan Diri & Menjadi Lebih Baik 6
Mi Ceker Istimewa andy_baex Memasak & Makanan 0
Bubur Ayam Istimewa andy_baex Memasak & Makanan 0
Siomay Istimewa andree_erlangga Memasak & Makanan 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.