Pernikahan itu, kuatkan keislamanku

andree_erlangga

New member
?Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik
perhiasan adalah wanita salehah,?
(HR Muslim).
Wanita, keberadaannya ibarat sebuah bunga yang sedang mekar di taman dunia. Penampilan fisik yang indah tak jarang membuat Kaum Adam terpikat kepadanya. Namun, keindahan sosok wanita secara fisik tidaklah cukup.
Paras nan ayu harus didukung dengan kepribadian yang indah jua. Tak mengherankan jika Rasulullah menyebut seorang wanita salehah sebagai perhiasan terindah di dunia ini. Yakni, sosok seorang wanita yang menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam setiap langkahnya.
Menyadari hal itu, seorang muslimah asal Mojolaban, Sukoharjo, Sakinah, 40, menceritakan, ia telah memiliki keinginan untuk menjadi sosok salehah sejak Kelas III sekolah dasar (SD). ?Saya berasal dari keluarga yang tidak terlalu memperhatikan masalah agama. Orangtua saya hanya bekerja dan berusaha agar anak-anak mereka bisa sekolah tinggi. Tapi mereka tidak pernah memperhatikan masalah agama,? ungkapnya .
Beruntung, sambung Sakinah, di sekolah ia diberikan mata pelajaran Agama Islam. ?Sejak itulah, saya mulai mengenal agama Islam. Kelas III SD, saya sudah memiliki keinginan untuk berjilbab karena saya tahu bahwa seorang muslimah wajib mengenakan jilbab,? jelasnya.
Namun, kata dia, orangtuanya tidak mengizinkan ia memakai jilbab. Keinginan mulia itu pun laksana impian yang tak kunjung menjadi kenyataan. ?Tapi akhirnya saat saya Kelas III sekolah menengah atas (SMA), saya nekat memakai jilbab. Orangtua saya pun tetap tidak setuju. Hal ini menjadi penyulut timbulnya konflik antara saya dan orangtua, tapi alhamdulillah saya bisa istikamah,? ungkapnya.
Hari demi hari terus berlalu, bulan dan tahun pun berganti. Janji Allah bahwa Ia akan memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa dibuktikan oleh Sakinah. ?Umur 22 tahun, saya menikah dengan seorang muslim asal Solo. Alhamdulillah, ia memiliki pemahaman agama yang baik. Sehingga pernikahan itu bisa semakin menguatkan komitmen saya dalam menjalankan ajaran Islam. Ia selalu memotivasi saya agar senantiasa lebih baik. Hal ini sangat saya syukuri,? ungkapnya.
Pengalaman Sakinah semasa kecil yang kurang mendapatkan pendidikan agama, menjadi pelajaran tersendiri baginya dalam mendidik putera-puterinya. ?Saya berusaha untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada anak saya sejak mereka masih kecil. Misalnya anak saya yang perempuan sudah saya biasakan mengenakan jilbab sejak masih kecil. Alhamdulillah mereka kini telah terbiasa. Bahkan ketika hendak pergi mereka belum mengenakan jilbab, mereka akan mencari jilbab,? jelasnya.
 
Back
Top