Transgenik dan permasalahannya Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Flora, Pertanian & Perkebunan
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post     Original Poster (OP)

Pepaya rekayasa genetika bermasalah di Hawaii

Pepaya rekayasa genetika bermasalah di Hawaii


Pada bulan September 1997, Pemerintahan Amerika Serikat menyetujui komersialisasi pepaya rekayasa genetika di Hawaii. Setelah ada kesepakatan dengan universitas dan perusahaan pemegang hak paten pepaya rekayasa genetika (termasuk Monsanto), benih dapat dibuat dan dikomersialkan pada bulan Mei 1998.

Benih papaya hawaii hasil rekayasa genetika adalah benih yang mengandung bahan genetik percobaan yang tidak dapat dipantau. Melepaskannya ke lingkungan akan berbahaya bagi ekologi, demikian disampaikan Greenpeace Asia Tenggara kepada beritabumi.or.id Agustus 2004.

Terbukti setelah lima tahun berlalu, telah terjadi kontaminasi genetik dari pepaya hawaii yang mengancam lingkungan secara terus-menerus.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Greenpeace, pepaya rekayasa genetika di Hawaii menunjukkan :

-Pertama: Pepaya rekayasa genetika tidak wajar dan ilmuan juga tidak yakin dengan apa yang dilakukannya.

Pepaya rekayasa genetika dibuat dengan memotong gen dari virus ringspot dan memasukkannya ke sel pepaya, dengan maksud agar pepaya tahan terhadap virus ringspot.

Ilmuan yang merekayasanya juga tidak mengetahui mengapa gen dari ringspot membuat pepaya resisten terhadap virus ringspot. Mereka tidak tahu apakah memasukkan gen mempunyai efek lain. Dengan memotong dan melepaskan gen suatu spesies ke spesies lain menyebabkan terjadinya evolusi gen selama beberapa tahun.

-Kedua: Pepaya rekayasa genetika tidak terpantau.

Di Hawaii, pepaya rekayasa genetika yang disebut SunUp ditemukan mudah terinfeksi oleh jamur dan penyakit tanaman baru, termasuk jamur blackspot, setelah lima tahun pepaya rekayasa genetika dikomersialkan.

Ketika jamur blackspot menyebar di antara pepaya rekayasa genetika, petani yang menanam pepaya rekayasa genetika harus menyemprotkan fungisida setiap 10 hari.

Penelitian lain menunjukkan tipe virus ringspot yang baru bisa tumbuh karena pepaya rekayasa genetika.

Tidak ada bukti yang mendukung pepaya rekayasa genetika aman dikonsumsi manusia. Di Amerika Serikat pepaya rekayasa genetika tidak pernah diuji efek jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Sedangkan temuan ilmuwan tentang kemungkinan efek alergi, keracunan dan resistensi pada antibiotik manusia telah diabaikan.

-Ketiga: Kontaminasi genetik dari pepaya rekayasa genetika nyata terjadi.

Beberapa pepaya di pertanian organik terkontaminasi pepaya rekayasa genetika. Menurut beberapa petani organik, benih rekayasa genetika tercampur dengan benih pepaya organik mereka tanpa diketahui sebabnya.

Sedangkan petani lain, pepaya organiknya menerima serbuk sari dari tanaman pepaya rekayasa genetika karena serbuk sari bunga dapat terbawa angin atau burung.

Lalu petani terpaksa menghancurkan semua tanaman pepaya untuk menghentikan kontaminasi itu.

-Keempat: Pepaya genetika tidak diterima pasar.

Pasar pepaya ekspor terbesar Hawaii sekitar 40% adalah Jepang. Tetapi Jepang kemudian menolak pepaya rekayasa genetika karena mengkawatirkan resikonya terhadap lingkungan dan kesehatan.

Jadi petani pepaya rekayasa genetika tidak dapat mengekspor ke Jepang. Akibatnya petani rekayasa genetika mengalami penurunan ekonomi hingga nilai penjualan pepaya rekayasa genetika 30–40% di bawah biaya produksi. Pada bulan April 2003 harga pepaya rekayasa genetika lebih rendah 600% dari harga pepaya organik.

Walaupun penolakan Jepang dicabut, survei menunjukkan lebih dari 80% konsumen Jepang tidak menginginkan makanan rekayasa genetika. Pengusaha importir Jepang kemudian meminta sertifikasi pepaya non-rekayasa genetika dari Hawaii dengan sistem pemisahan yang komplek. Jika penolakan dicabut, konsumen tetap tidak akan membeli papaya rekayasa genetika.

Dengan menanam pepaya rekayasa genetika petani berharap dapat mengatasi masalah virus ringspot, tetapi sekarang justru mereka menghadapi masalah kontaminasi, penyakit tanaman pepaya baru dan ekonomi serius.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

Masyarakat Inggris menentang makanan transgenik

Masyarakat Inggris menentang makanan transgenik


Manajer kampanye Friends of The Earth untuk produk transgenik, Clare Oxborrow, mengatakan, ”Publik yang menentang hasil panen maupun makanan transgenik semakin meningkat. Sementara, pemerintah berencana untuk menyebarluaskan produk panenan dari tanaman trasgsenik yang bercampur dengan hasil panen tanaman alami.” Menurut Oxborrow, jika hal itu terjadi, masyarakat akan sulit untuk menghindari produk hasil transgenik di pasaran.

Dari hasil survei terhadap masyarakat Inggris, meningkat jumlah penentang makanan transgenik atau hasil olahan bioteknologi sejak tahun 2002. Keadaan ini sebenarnya bertolak belakang dengan pandangan Pemerintah Inggris. Pemerintah Inggris justru masih membuka kemungkinan peredaran hasil panen transgenik yang berbarengan dengan panen non-transgenik.

Survei yang serupa pernah dilakukan oleh NOP World Survey 2-11 Juli 2004 terhadap 2002 warga Inggris yang berusia 15 tahun keatas. Pertanyaan yang diajukan kepada mereka yaitu “Hasil panen sistem transgenik dapat bercampur dengan hasil panen biasa melalui lahan-lahan pertanian, atau melalui proses penanganan yang dapat mencemari makanan. Apakah Anda akan mendukung peraturan yang mencegah terjadinya percampuran, atau Anda pikir risiko percampuran tersebut patut diambil mengingat keuntungan yang bisa didapat dari hasil bioteknologi?”

Survei tersebut menunjukkan, lebih dari separuh warga atau 64 persen mendukung peraturan yang melarang pencemaran hasil panen non-transgenik dengan panen hasil biloteknologi. Sedangkan sebanyak 17 persen warga memilih untuk mengambil risiko dan membiarkan makanan transgenik tercampur dengan makanan non-transgenik.

Selama ini, Pemerintah Inggris telah melakukan diskusi tentang rencana untuk menggabungkan hasil panen trangenik dengan yang non-transgenik. Tujuannya, agar hasil panen transgenik bisa dikomersilkan dan beredar di pasaran Inggris. Akibatnya keduanya akan bercampur sehingga ada kemungkinan masyarakat akan sulit membedakan antara keduanya.

Sampai saat ini, untuk membedakan antara hasil panen trasngenik dan non-transgenik, Pemerintah Inggris menetapkan kuota peredaran hasil panen transgenik di pasaran mulai dari 0,9 persen berdasarkan pemberian label Uni Eropa. Hal ini tidak disetujui oleh Friends of The Earth yang menginginkan penetapan aturan yang lebih ketat untuk melindungi petani dan konsumen yang menentang makanan transgenik. Friends of The Earth mengusulkan peredaran sebesar 0,1 persen berdasarkan pemberian label Uni Eropa.

Tak ada jaminan aman

Pemerintah Inggris sendiri telah mengumumkan rencananya untuk bertemu dan melakukan konsultasi mengenai peredaran makan transgenik di pasaran. Meski begitu, menurut Frieds of The Earth ada beberapa alasan mengapa mereka menolak beredarnya makanan transgenik. Sampai saat ini, belum ada jaminan bahwa produk hasil olahan transgenik 100 persen aman bagi kesehatan. Analisis efek makanan transgenik bagi kesehatan manusia dan hewan yang dilakukan selama ini masih dalam jangka pendek. Selain itu, data analisis terhadap kemungkinan munculnya alergi juga tidak mencukupi.

Misalnya dalam kasus gandum transgenik yang dinamakan NK603. Hasil panen transgenik ini sempat akan disebarkan di pasaran Inggris. Namun Oxborrow menentangnya. Ia menegaskan,”Para ahli dan masyarakat lainnya serta pihak berwenang belum mencapai kata sepakat potensi dampak kesehatan gandum transgenik Monsanto yang mungkin muncul. Produk ini tidak boleh ada di pasaran sebelum keamanannya jelas”.

Walau sekarang produk transgenik belum begitu berkembang, ancaman di masa yang akan datang tetap ada. Misalnya sampai sekarang belum ada peraturan yang menggarisbawahi tindakan apa yang perlu diambil untuk mencegah pencemaran hasil panen alami oleh panen transgenik. Selain itu tidak jelas siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kerusakan ekonomi yang diderita petani dan lingkungan yang disebabkan oleh produk transgenik.

Pemerintah Inggris telah mengambil keputusan untuk mengijinkan peredaran produk transgenik di pasaran. Mereka juga telah menolak untuk memperdalam konsultasi yang masih berlangsung, untuk menentukan tindakan apa yang diperlukan untuk meyakinkan makanan di pasaran tidak tercemar produk trasgenik. “Pemerintah harus mendengarkan masyarakat dan memperkenalkan aturan baru untuk menjaga makanan dan hasil panen (Inggris) bersih dari produk trasgenik,” tambah Oxborrow.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #13   Report Post     Original Poster (OP)

Benih pepaya dari Thailand terkontaminasi benih rekayasa genetika

Benih pepaya dari Thailand terkontaminasi benih rekayasa genetika


Greenpeace mengungkapkan benih pepaya yang dijual oleh Balai Penelitian Department Pertanian di Provinsi Khon Kaen, Thailand, tercampur dengan benih pepaya hasil rekayasa genetika. Kesimpulan itu diambil setelah Greenpeace melakukan uji laboratorium independen di Hongkong bulan Juli 2004.

"Kami sudah memperingatkan Pemerintah Thailand tahun lalu supaya tidak bermain dengan rekayasa genetika pepaya, tetapi mereka tidak menggubrisnya. Meskipun uji tanaman rekayasa genetika dilarang, nampaknya mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukannya sendiri. Sekarang mereka telah membiarkan seluruh tanaman pepaya di negara itu terbuka untuk terkontaminasi," demikian informasi dari situs Greenpeace.

Greenpeace telah mengidentifikasi lahan penelitian sebagai sumber benih pepaya hasil rekayasa genetika. Lahan uji coba penamanan di lapangan pepaya rekayasa genetika dengan lahan penanaman pepaya lainnya hanya dipisahkan dengan kawat berduri dan tanaman pisang.

"Jelaslah kasus di pusat penelitian yang menjadi pensuplai benih pepaya terbesar ini adalah kasus terburuk kontaminasi genetik pada tanaman pangan utama di Asia," kata Varoonvarn Svangsopakul, juru kampanye anti-rekayasa genetika Greenpeace di Asia Tenggara."Inilah bukti nyata yang kami butuhkan untuk membuktikan telah terjadi kontaminasi rekayasa genetika di Thailand."

Para aktivis Thailand menyegel pepaya rekayasa genetika di pusat penelitian pertanian Deptan Thailand itu. Dengan mengenakan pakaian pelindung, mereka memetik buah pepaya rekayasa genetika dari pohon untuk kemudian disimpan dalam kotak bahan berhaya. Mereka juga menuntut Pemerintah Thailand untuk segera menghancurkan semua pohon, buah, anakan, dan benih pepaya di pusat penelitian di Khon Kaen untuk mencegah terjadinya kontaminasi lebih lanjut.

Tahun lalu Greenpeace meminta Pemerintah Thailand menghentikan penanaman pepaya rekayasa genetika di seluruh negeri itu. Greenpeace juga memberikan contoh yang salah yaitu Hawaii.

Ketika pepaya hasil rekayasa genetika diperkenalkan di Hawaii, industri bioteknologi mengatakan benih itu solusi dari persoalan virus ringspot. Tetapi kenyataannya introduksi itu menjadi persoalan lingkungan dan ekonomi serius bagi para petani. Harga jual pepaya rekayasa genetika turun 30-40 persen di bawah biaya produksi, dan harga yang diterima oleh petani untuk pepaya rekayasa genetika yang mereka hasilkan 600 persen lebih rendah daripada harga pepaya organik.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #14   Report Post     Original Poster (OP)

KRKP: Tolak penggunaan tanaman transgenik di Indonesia

KRKP: Tolak penggunaan tanaman transgenik di Indonesia


Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) meminta Pemerintah Indonesia untuk menolak tanaman transgenik dalam sistem pertanian karena merugikan petani, seperti tindakan yang diambil oleh Presiden Venezuela.

”Produk transgenik yang kini diproduksi oleh sejumlah perusahaan multinasional hanya akan memperbesar ketergantungan serta memperparah keterpurukan petani,” tegas Witoro, koordinator KRKP, ketika dihubungi beritabumi.or.id kamis (6/5/2004).

Witoro berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil tindakan yang sama dengan Venezuela. “Penerapan bioteknologi modern untuk pertanian adalah jalan pintas dan bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi pertanian, apalagi dampaknya justru merugikan petani kecil,” tambahnya.

KRKP merupakan koalisi yang terdiri dari LSM, pendamping petani, kelompok tani dan individu yang memperjuangkan terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.

Konsep kedaulatan pangan mendukung rakyat mendapatkan haknya untuk memperoleh pangan, memproduksi serta mendistribusikan pangan, sehingga tidak lagi tergantung dan dipermainkan kepentingan lain.

Dalam kerangka KRKP, langkah yang lebih bijak untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan menggunakan sumber daya lokal secara bijaksana sesuai dengan kondisi lingkungan, sosial, ekonomi serta budaya setempat.

Langkah ini diyakini mempunyai potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, membangun kemandirian serta membangun kedaulatan pangan di Indonesia.

“Kita memang mencari apa yang tersedia di tingkat lokal untuk menanggulangi masalah yang dihadapi petani tanpa perlu tergantung lagi,” jelas Kustiwa dari Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), anggota KRKP.

Kustiwa menuturkan bahwa problem yang dihadapi petani berbeda sesuai dengan wilayah dan situasi sekelilingnya, tetapi prinsip pemecahan tetap sama dengan menerapkan lokalitas.

Melalui proses belajar bersama, kemampuan petani yang pernah hilang untuk memanfaatkan apa yang ada disekitarnya diasah kembali.

“Pernah saya berbagi pengalaman dengan teman-teman di NTT dan NTB tentang bagaimana mengatasi hama tanpa pestisida. Teman-teman bilang tidak ada tanaman seperti yang biasa saya gunakan di Jawa. Kemudian kami ke lapangan dan ternyata ada tanaman yang memiliki sifat pahit dan berbau yang bisa digunakan sebagai pestisida alami,” tutur Kustiwa.

Untuk pengembangan bioteknologi modern di bidang pertanian, Witoro menegaskan sejauh itu untuk penelitian di laboratorium dan untuk membantu mengidentifikasi dan menangani problem yang ditimbulkan oleh produk transgenik boleh-boleh saja. Karena jika kemampuan peneliti ditingkatkan, Indonesia tidak lagi begitu saja percaya dengan klaim industri tentang produk transgenik.

”Penelitian bioteknologi modern yang dilakukan harus sangat hati-hati dan tidak merugikan petani,” tegasnya.

Tetapi tampaknya KRKP perlu berjuang lebih keras mendesak pemerintah Indonesia untuk mengembangkan sistem pertanian yang berpihak pada masyarakat. Karena pembangunan pertanian di Indonesia saat ini diarahkan pada penerapan bioteknologi modern.

Hal itu tersebut tampak dari skenario yang disusun oleh Konsorsium Bioteknologi Indonesia dan Menteri Riset dan Teknologi seperti diberitakan oleh ISAAA, bahwa dalam dua dekade ke depan penerapan bioteknologi modern yang padat modal, merupakan prioritas utama bagi bangsa yang sebenarnya kekurangan ahli yang cakap di bidang tersebut serta masalah ketiadaan dana.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Venezuela larang tanaman transgenik

Venezuela larang tanaman transgenik


Presiden Hugo Chavez Frias memutuskan tanaman transgenik akan dilarang di Venezuela. Demikian dilaporkan oleh Venezuela's Electronic News belum lama ini.

"Saya perintahkan segera hentikan proyek kerja sama penanaman tanaman transgenik dengan Monsanto," kata Chaves dengan tegas setelah ia mengetahui tanaman transgenik yang akan digunakan dalam proyek kerja sama dengan Monsanto bertentangan dengan kebutuhan para petani dan buruh tani di Venezuela.

Chavez menekankan pentingnya kedaulatan pangan yang diisyaratkan oleh konstitusi Venezuela sebagai dasar dari keputusan yang diambilnya

"Jika ingin mencapai kedaulatan pangan kita tidak dapat berharap dari perusahaan transnasional seperti Monsanto," tambah Maximilien Arvelaiz, penasehat Chavez.

Arvelaiz lebih jauh menegaskan, "Kita harus memperkuat produksi lokal, menghormati warisan dan keanekaragaman hayati."

Walaupun kebijakan resmi untuk mengatur organisme hasil rekayasa genetik yang rinci masih disusun, pernyataan Chavez yang dikeluarkan menjelang Hari Bumi, 22 April lalu, mengarah pada pembatalan kontrak antara Venezuela dengan Monsanto.

Perusahaan agribisnis Amerika Serikat ini ingin menanam kedelai transgenik di lahan seluas lebih dari 5.000 hektar.

Keputusan ini bisa jadi merupakan peraturan yang paling ketat untuk mengatur produk hasil rekayasa genetik di belahan bumi utara.

Chaves memerintahkan agar lahan yang sedianya akan digunakan oleh Monsanto, digunakan untuk menanam yuca, tanaman lokal bahan baku industri Venezuela.

Ia juga mengumumkan pembuatan lumbung benih nasional untuk memelihara benih lokal. Pembuatan lumbung ini menunjukkan dukungannya pada gerakan petani di seluruh dunia.

Isu tanaman transgenik bertentangan dengan kepentingan petani diangkat oleh Via Campesina, organisasi pertani internasional dengan anggota lebih dari 60 juta petani dan buruh tani, saat pemerintahan Chavez mempersiapkan kontrak dengan Monsanto.

Rafael Alegria, Sekretaris Via Campesina mengatakan perusahaan multinasional seperti Monsanto dan Cargill mencari otoritas untuk memproduksi kedelai transgenik di Venezuela.

"Perjanjian dengan Monsanto ini bertentangan dengan prinsip kedaulatan pangan dan panduan kebijakan pertanian Venezuela," kata Alegria saat menyampaikan keputusan presiden itu.

"Hal ini merupakan langkah penting untuk petani dan masyarakat adat di Amerika Latin dan seluruh dunia."

Alegria berharap langkah yang di Venezuela akan mendorong negara lain untuk bersikap terhadap produk transgenik.

"Rakyat AS, Amerika Latin dan di seluruh dunia perlu mengikuti langkah Venezuela yang berani menyatakan bebas dari transgenik." Alegria memiliki alasan kuat untuk khawatir karena sejarah mencatat Monsanto sebagai perusahaan yang memiliki masalah sosial dan lingkungan.

Orange agent atau agen jingga, bahan kimia yang diproduksi Monsanto digunakan sebagai senjata kimia untuk menghancurkan Vietnam. Akibatnya lebih dari satu juta orang yang terpapar agen jingga mendapat masalah kesehatan seperti keguguran, tremor, dan hilang ingatan.

Monsanto juga mendapatkan kecaman keras dan dampak negatif dari tanaman transgenik dan hormon pertumbahan bovine growth hormone (rBGH) yang diyakini berdamak pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Monsanti memproduksi herbisida glyphosate yang digunakan oleh Pemerintah Colombia sebagai bagian dari Rencana Colombia (Collombia Plan) untuk melawan produksi kokain dan kelompok pemberontak.

Pemerintah Kolombia menyemprotkan herbisida ke wilayah seluas ribuan hektar, menghancurkan lahan pertanian yang sah dan alami seperti hutan tropis putomayo, serta menghadirkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia termasuk masyarakat adat.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

AS tolak ijin tanam padi transgenik

AS tolak ijin tanam padi transgenik


Sekretaris Departemen Pangan dan Pertanian Kalifornia, Amerika Serikat menolak memberikan ijin penanaman untuk dua varietas padi hasil rekayasa genetik yang mengandung protein manusia milik perusahaan Ventria Bioscience. Ekstrak padi transgenik yang dikembangkan Ventria Bioscience ini akan digunakan sebagai bahan obat diare dan anemia.

Keputusan yang diambil pada Jumat 9 April 2004 tersebut membuyarkan harapan perusahaan yang bermarkas di Sacramento tersebut untuk melakukan komersialisasi padi transgenik. Terbuka kemungkinan bahwa Ventria Bioscience akan dilarang menanam padi seluas ratusan hektar di Kalifornia.

Sebelum keputusan ini dikeluarkan, masyarakat terus menyatakan penolakan terhadap padi transgenik melalui telephon, e-mail, faks maupun surat. Sehingga keputusan ini merupakan kemenangan bagi petani dan aktivis lingkungan. Mereka menganggap implikasi beras transgenik terhadap ekonomi dan lingkungan terlalu besar untuk diputuskan secara terburu-buru.

"Padi transgenik menghadirkan risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, sayangnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mencukupi tentang hal tersebut." kata Bill Freese, peneliti kebijakan dari Friends of the Earth, organisasi lingkungan internasional. Walau pun lactoferrin dan lysozyme merupakan protein manusia yang aman bagi manusia, tetapi belum jelas apakah varietas padi hasil rekayasa genetik yang mengandung kedua protein tersebut tidak berbahaya bagi manusia dan hewan.

Para petani padi, seperti Greg Massa juga merasa gembira dengan keputusan yang diambil Pemerintah. Massa dan petani lainnya khawatir bahwa introduksi beras transgenik akan mengancam industri beras Kalifornia yang bernilai sekitar 500 juta dolar AS. Mereka beranggapan bahwa ancaman pencemaran akan membuat pembeli dari Eropa dan Jepang menolak produk mereka.

Sebelum keputusan tersebut dikeluarkan para petani menyampaikan petisi kepada Departemen Pangan dan Pertanian Kalifornia agar menolak tinjauan darurat terhadap padi transgenik tersebut. Para petani beranggapan harus dilakukan proses dengar pendapat dengan masyarakat sehingga keprihatinan para petani didengarkan.

"Saya sangat senang jika mereka melakukan lebih banyak konsultasi publik," kata Massa setelah mendengar keputusan tersebut. “Tidak ada dasar untuk menerapkan aturan darurat untuk hal ini."

Ventria sudah menanam padi transgenik di Kalifornia sejak 1997. Tetapi untuk luas areal lebih dari 5.000 m2, terlebih dahulu harus mendapatkan ijin dari Departemen Pangan dan Pertanian Kalifornia.

Sekretaris Departemen Pangan dan Pertanian Kalifornia menolak permohonan persetujuan darurat untuk beras transgenik Ventira yang diajukan oleh Komisi Beras Kalifornia dengan dua alasan. Pertama, persetujuan darurat akan memotong proses pengkajian yang melibatkan publik. Kedua, Komisi Beras harus melakukan verifikasi apakah Vetria sudah memegang ijin dari federal.

Kemudian terungkap Ventria belum mendapatkan ijin dari lembaga Administrasi Pangan dan Obat AS/U.S. Food and #### Administration(FDA) untuk menanam padi transgenik di Kalifornia. Sebelumnya, FDA menolak usulan Ventria untuk menanam padi transgenik di area seluas 12.000 m2 di Kalifornia. Tetapi kini FDA kini sedang mempertimbangkan untuk memberikan ijin pada area seluas 1400 m2.

Menanggapi keputusan tersebut, Scott Deeter dari Ventria Bioscience mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk menanam padi transgenik di negara bagian lain yang peraturannya lebih lemah. "Kami tidak ingin kehilangan waktu lagi," tegas Deeter.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #17   Report Post     Original Poster (OP)

Pohon transgenik perburuk pemanasan global

Pohon transgenik perburuk pemanasan global


Pohon transgenik akan memperburuk kondisi hutan yang sudah rusak akibat penanaman monokultur secara besar-besaran, demikian tegas Anne Petermann dari Global Justice Ecology Project pada konferensi pers bersama aktivis internasional lain untuk memperingati Hari Bumi, 22 April lalu di Washington DC.

”Penyebaran serbuk sari dari pohon transgenik akan mencemarkan hutan alam, dan hal ini akan tersebar semakin luas lagi terus-menerus, akhirnya menjadi lingkaran pengrusakan ekologis terbesar yang pernah terjadi,” tambah Petermann yang juga ketua Kampanye Nasional untuk Melarang Pohon Transgenik tentang dampak negatif pohon transgenik.

Pohon transgenik yang dirancang agar dapat tumbuh cepat tanpa benih, bunga, serbuk sari atau buah dapat membawa malapetaka bagi burung dan serangga, karena tidak memberikan makanan sedikitpun pada kehidupan liar lainnya.

Sementara tanaman transgenik yang menghasilkan serbuk sari menyebabkan pencemaran yang dapat mengubah ekosistem hutan.

Sebelumnya pada 1993, Toyota produsen mobil dari Jepang sudah melakukan uji coba untuk pohon transgenik yang dimodifikasi agar dapat menyerap lebih banyak karbon.

Selain penyerapan karbon meningkat, para ilmuwan dari Toyota juga mencatat peningkatan konsumsi air secara dramatis dari pohon-pohon transgenik ini.

Organisasi lingkungan internasional diantaranya Friends of The Earth, The Siera Club, Forest Ethics mendesak agar keputusan PBB dibawah Protokol Kyoto yang mengizinkan penggunaan pohon rekayasa genetik atau pohon transgenik sebagai alat pencuci karbon dibawah Clean Development Mechanism (CDM) segera dicabut.

Keputusan yang diambil pada oleh COP9 United Nations Framework Convention on Climate Change/Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim pada Desember 2003 di Milan, Italia ini dianggap hanya menghasilkan peraturan untuk memberikan subsidi baru bagi proyek industri kehutanan.

Larry Lohman dari The Corner House, kelompok studi Inggris mengatakan akibatnya justru akan terjadi percepatan pemanasan global dengan mempromosikan penanaman pohon transgenik monokultur secara besar-besaran, hilangnya keanekaragaman hayati serta pelanggaran atas hak masyarakat atas lahan dan hutan di seluruh dunia.

Protokol Kyoto tentang penggunaan pohon transgenik juga menempatkan negara berkembang pada posisi yang lemah.

Keputusannya menetapkan negara penerima pohon transgenik harus melakukan evaluasi tentang potensi risiko yang terkait dengan penggunaan pohon transgenik sesuai dengan peraturan nasional yang berlaku.

Artinya, pemerintah di negara Utara dan perusahaan tidak berkewajiban untuk mengevaluasi risiko dari proyek pohon transgenik yang mereka bebankan pada negara-negara selatan.

Para aktivist melihat Bank Dunia akan mempromosikan penggunaan pohon transgenik melalui program Prototype Carbon Fund, yaitu program dana perdagangan emisi yang mempercepat penanaman hutan di negara-negara Selatan agar menyeimbangi emisi karbon dioksida dari negara Industri di Utara untuk mencegah pemanasan global.

Sebelumnya keputusan penggunaan pohon transgenik di bawah Protokol Kyoto ini telah diprotes oleh Norwegia dan Swiss, tetapi selama COP9, suaranya melemah. Sehingga keputusan yang diambil bertentangan dengan Protokol Keamanan Hayati dibawah Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati, Konvensi PBB yang mengatur penggunaan organisme transgenik.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #18   Report Post     Original Poster (OP)

Indonesia bisa cegah penggunaan pohon transgenik

Indonesia bisa cegah penggunaan pohon transgenik


Badan otorita CDM nasional atau Designed National Authority/DNA dapat dijadikan kunci untuk mencegah penggunaan pohon transgenik sebagai alat untuk menurunkan konsentrasi karbon dalam kerangka Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism /CDM) di bawah protokol Protokol Kyoto.

Hal tersebut dijelaskan Chandra Anggiwibowo, peneliti bidang kehutanan Pelangi, menanggapi kemungkinan penggunaan pohon transgenik dalam program CDM di Indonesia.

Sementara itu, Ir. Gunadi, Asisten Deputi 3 Urusan Atmosfir dan Perubahan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup per telepon menyatakan pohon transgenik dapat digunakan pada proyek CDM selama tidak menyebabkan penurunan aspek kualitas lingkungan.

”Sehingga yang pertama harus kita lakukan adalah mencari tahu apa implikasi pohon transgenik terhadap lingkungan, karena pada prinsip proyek CDM tetap harus menjaga keberlanjutan lingkungan,”tegas Gunadi.

Implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan inilah yang akan diuji lebih dahulu oleh departemen teknis dan menjadi bahan pertimbangan bagi DNA dalam meloloskan satu proyek CDM. ”Pada dasarnya DNA ini lah yang akan menilai dan mengawal apakah proyek CDM berkelanjutan atau tidak,”jelas Gunadi. Menurut Gunadi, pelaksanaan CDM di Indonesia diusahakan untuk tidak membuat banyak aturan baru, namun arahnya lebih untuk menyelaraskan dan melengkapi aturan yang ada.”Sehingga untuk mengatur pohon transgenik, nanti bisa diselaraskan dengan aturan dibawah Protokol Kartagena tentang Keamanan Hayati dari produk hasil rekayasa genetik.”

Chandra menegaskan kembali pernyataan tersebut ”Intinya proyek CDM harus dapat mengurangi emisi dan harus mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di negara berkembang,” tambah . Jika penggunaan pohon transgenik dinilai dapat merusak ekologi di Indonesia maka bisa tidak diperbolehkan dalam proyek CDM.

Chandra menerangkan pada dasarnya otoritas nasional yang memegang kunci dalam pelaksanaan CDM, sehingga walau pun COP9 United Nations Framework Convention on Climate Change/Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim, Desember 2003 memperbolehkan penggunaan pohon transgenik, pemerintah Indonesia lah yang memutuskan apakah akan menerima atau menolak proyek CDM yang menggunakan pohon transgenik.

Indonesia sudah mempersiapkan DNA selama hampir satu tahun. DNA inilah yang menetapkan kriteria dan indikator untuk menilai proyek yang akan dilaksanakan dibawah CDM. Proses penyusunan DNA dilakukan dua tahap. Pertama terlebih dahulu menetapkan kriteria dan indikator sektoral, yang kemudian dijadikan dasar penyusunan kriteria dan indikator nasional.

”Dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia misalnya, draft DNA yang sedang disusun ini bisa dibilang paling komplit,” tambah Chandra. Hal ini dapat terjadi karena proses penyusunan drat DNA ini melibatkan multi pihak, dari sektor terkait di pemerintahan hingga LSM, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh.

Diharapkan pada akhir April 2004 ini, penyusunan DNA sudah dapat diselesaikan. Untuk mempercepat proses, anggota DNA akan diangkat melalui Keputusan Menteri, tetapi jika dalam perjalanannya dibutuhkan legitimasi yang lebih tinggi, akan ditingkatkan menjadi Keppres.

Hal penting agar dapat terlibat dalam CDM adalah Indonesia harus terlebih dahulu meratifikasi Protocol Kyoto . Dalam proses Ratifikasi Protokol Kyoto ini, pada 1 April 2004 Kementrian lingkungan Hidup sudah mendapatkan Amanat Presiden untuk melaksanakan proses ratifikasi. Untuk langkah selanjutnya adalah pembahasan di tingkat DPR.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #19   Report Post     Original Poster (OP)

Tanaman transgenik tingkatkan penggunaan pestisida di AS

Tanaman transgenik tingkatkan penggunaan pestisida di AS


Hasil penelitian menunjukkan setelah delapan tahun (1996-2003) penanaman tanaman transgenik di Amerika Serikat, penggunaan pestisida (herbisida dan insektisida) meningkat menjadi lebih dari 25 juta kilogram.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Northwest Science and Environmental Policy Center (NSEPC) ini menumbangkan klaim dari industri benih transgenik yang menyatakan bahwa tanaman transgenik mengurangi penggunaan pestisida.

NSEPC mengambil data resmi Departemen Pertanian AS tentang penggunaan pestisida berdasarkan jenis tanaman dan wilayah negara bagian.

Data resmi itu menunjukkan pada tiga tahun pertama penanaman transgenik (1996-1998) memang terjadi pengurangan pemakaian pestisida sekitar 17,7 juta kilogram. Tetapi pada masa 2001/2003, lebih dari 36,5 juta kg pestisida disemprotkan di ladang-ladang transgenik.

Dr Damayanti Buchori, Ketua Jurusan Hama dan Tanaman Penyakit IPB, tidak merasa aneh dan heran ketika diminta komentarnya.

”Pada dasarnya prinsip bekerja tanaman transgenik sama seperti pestisida, sehingga pada saat serangga sasaran sudah berhasil mengembangkan resistensi terhadap bahan kimia tertentu maka tidak lagi efektif sehingga harus digantikan dengan jenis lain atau ditambahkan pemakaian pestisidanya,” kata Buchori menjelaskan.

Dibandingkan dengan tanaman konvensional, tanaman transgenik tahan herbisida khususnya kedelai mengalami peningkatan penggunaan herbisida secara signifikan. Penyebabnya adalah munculnya gulma super yang semakin lama semakin tahan terhadap herbisida , sehingga petani harus menyemprot lebih banyak herbisida untuk mengendalikannya.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #20   Report Post     Original Poster (OP)

Tanaman transgenik tahan herbisida kurangi populasi burung

Tanaman transgenik tahan herbisida kurangi populasi burung


Jurnal ilmiah Science edisi 1 September 2000 melaporkan hasil penelitian menggunakan model menunjukkan penggunaan tanaman transgenik tahan herbisida (genetically modified herbicide-tolerant – GMHT) bisa mengurangi populasi burung di kawasan pertanian luasan sempit. Tetapi penggunaan GMHT kecil pengaruhnya pada jenis satwa lainnya.

Andrew Watkinson, dari University of East Anglia, di Norwich, Inggris, dan koleganya membuat sebuah model yang bisa digunakan untuk mensimulasikan pertumbuhan populasi gulma di antara tanaman GMHT. Dengan menggunakan model itu, mereka menyelidiki konsekuensi perubahan penggunaan hebisida berkaitan dengan penanaman GMHT. Hasilnya jumlah biji dari gulma bisa diperkirakan menurun hingga 90 persen dalam beberapa kasus.

Berkurangnya jumlah gulma mempengaruhi jumlah burung-burung. Diperkirakan oleh mereka, akibat penurunan ketesediaan biji-biji gulma bisa mengurangi jumlah burung skylark (Alauda arvensis), sejenis burung bernyanyi di Eropa, yang hidup di lahan pertanian.

Uji coba lapangan yang dinilai kontroversial sudah dimulai di Inggris tiga tahun yang lalu untuk menyelidiki konsekuensi penanaman tanaman GMHT pada keanekaragaman hayati. Hasilnya belum dilaporkan.

Intensifikasi pertanian selama beberapa dekade di Eropa telah memberikan dampak serius pada burung-burung, yang populasinya di Inggris menurun hingga 90 persen dalam 25 tahun terakhir ini, ungkap Watkinson.

“Introduksi secara luas tanaman pangan tahan herbisida akan berdampak pada menurunnya sejumlah burung yang hidup di kawasan pertanian jika tidak diambil langkah-langkah mitigasi,” kata Watkinson.

Model yang dikembangkan oleh Watkinson dan timnya menguji penanaman bit tahan herbisida dan dampaknya pada gulma utama tahunan Chenopodium album. Gulma ini dikenal dengan nama Lamb’s Quarters di Amerika Utara dan Fat Hen di Inggris.

“Hasil ini kemungkinan berlaku luas untuk jenis-jenis tanaman pangan, gulma, dan burung pemakan biji-bijian lainnya,” kata Watkinson menjelaskan.

Dalam laporannya di Science, Watkinson dan koleganya menekankan temuan mereka tidak hanya bisa diterapkan untuk melihat dampak dari rekayasa genetika. Pendekatan yang sama bisa digunakan untuk memperkirakan konsekuensi berbagai perubahan praktek pertanian lainnya.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Serangga Transgenik sebagai Sumber Energi Terbarukan nurcahyo Science & Penemuan 1
Seputar warnet dan permasalahannya al_depple Komputer 16
Ayam Transgenik nurcahyo Fauna, Hewan Peliharaan & Ternak 0
Adakah Informasi soal Pangan Transgenik? andree_erlangga Science & Penemuan 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.