Info Buah-buahan Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Flora, Pertanian & Perkebunan
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum


Info Buah-buahan




 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #1   Report Post  

Info Buah-buahan

Alpukat
(Avocado (Ingg.), Persea americana (Latin))

Deskripsi:

*

Famili Lauraceae. Kultivar Alpukat yang tersebar di Indonesia di antaranya adalah Alpukat ijo, panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar dan fuerte.
*

Varietas Alpukat unggul memiliki beberapa ciri khas, di antaranya adalah produksi yang tinggi dan teratur, buah yang seragam dan berbentuk oval atau pyriform (bentuk seperti bola). Adapun yang tergolong dalam varietas unggul adalah Alpukat ijo bundar dan ijo panjang.

Syarat Tumbuh:

*

Curah hujan antara 1500-3000 mm per tahun dan dapat dipanen pada umur 7-10 tahun (Setiadi, 1997). Alpukat paling cocok jika ditanam pada ketinggian 200-1000 meter dpl, karena pada ketinggian tersebut akan dihasilkan buah yang lebat.
*

Walaupun tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi yaitu tanah yang tidak kedap air dan berdrainase baik dengan pH 5-7. Hal ini disebabkan karena perakaran tanaman Alpukat yang miskin dan kurang baik sehingga sangat peka terhadap kelebihan atau kekurangan air tanah.

Pembibitan:

*

Benih segar Alpukat berkecambah dalam waktu 3 minggu setelah disemai pada suhu siang 25° C dan suhu malam 15° C, mula-mula akan muncul calon akar. Kemudian pertumbuhan memanjang terjadi kurang-lebih secara serempak. Baik suhu maupun beban buah akan mempengaruhi munculnya daun secara serrempak dan pohon yang biasa berbuah di daerah subtropik pada umumnya menghasilkan dua kali munculnya daun secara serempak, yaitu pada musim semi dan musim penghujan.

Budidaya:

*

Sebelum penanaman dilakukan pemupukan dengan 10 liter pupuk serasah dan 300 gr fosfor dikubur sedalam 10 cm dibakal lubang tanam. Jarak tanam bervariasi dari 6-12 cm dalam bentuk segi empat (280-690 pohon/Ha). Jarak yang rapat menambah hasil dalam 6-8 tahun pertama, tetapi setelah itu diperlukan pemindahan pohon. Alpukat sangat tidak responsif terhadap pemangkasan, dan pola tanam itu sebaiknya memungkinkan dilakukan penjarangan untuk memberikan ruang gerak tanaman tumbuh sepenuhnya (misalnya 9m x 6m, yang kemudian diperpanjang menjadi 12m x 9m).

Panen:

*

Matangnya buah dikira-kira dari kemampuan buah untuk menjadi lunak dan enak dimakan tanpa mengkerut atau rusaknya daging buah setelah dipetik dari pohon. Pemetikan dilakukan melalui tangan dengan memasukkan buah didalam keranjang pengumpul, atau dengan galah pemetik yang berujung kait dilengkapi dengan kantong pengumpul, dianjurkan uuntuk dilaksanakan. Setelah pemetikan, buah sebaiknya dilindungi dari sinar matahari langsung untuk mencegah timbulnya panas yang terbawa dari lapangan.

Pasca Panen:

*

Penanganan pasca panennya yaitu dengan menyikat buah secara hati-hati untuk menghilangkan sisa bunga, kutu perisai dan bekas-bekas fungisida dari lapangan, menjadikan buah berkilauan dan menarik.
*

Buah peringkat pertama dipasarkan melalui pengepakan dengan tangan ke dalam kotak karton berlapis tunggal atau dobel yang isinya 4-10 kg berat bersih. Penanganan pasca panen di negara -negara Asia Tenggara tidak begitu canggih, mengingat penyimpanan dalam suhu dingin jarang dilakukan dan buah-buah itu diangkut ke pasar-pasar lokal dalam keranjang atau peti terbuka.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

 

    Anda mengendarai mobil atau sepeda motor setiap hari?
** Download software yang membantu
banyak orang berkendara di jalan raya, klik disini **







Reply With Quote     #2   Report Post     Original Poster (OP)

Apel

Apel
(Apple (Ingg.), Malus sylvestris (Latin))

Masa berbuah pada apel tidak mengenal musim. Untuk merangsang pembungaan pada apel, dilakukan perompesan pada daun dan pelengkungan pada cabang-cabang dengan cara diikat dengan tali.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #3   Report Post     Original Poster (OP)

Durian

Durian
(Durian (Ingg.), Durio zibethinus Murr. (Latin))

Asal:

Asia Tenggara, terutama Malaysia dan Indonesia. Namun pengembangan durian unggul saat ini ada di Thailand.

Deskripsi:

Pohon kayu besar dapat mencapai ketinggian 30 m. Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga 800 m dpl dengan tipe iklim basah (curah hujan 1500-2500 per tahun). Tanaman dari biji mulai berbunga pada umur 8-15 tahun, sedangkan dari hasil okulasi pada umur 5-7 tahun. Buah matang dipanen pohon pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar.

Durian varietas unggul di Indonesia adalah Otong (Monthong), Kani (Chanee), Sukun, Petruk, Sunan, Sitokong, Simas, Sidodol, Sijapang, Sihijau, Perwira, Bokor dan Siriwig. Otong dan Kani merupakan durian introduksi dari Thailand, sedangkan Sitokong merupakan varietas asli Indonesia. Musim panen antara bulan Oktober hingga Februari.

Budidaya:

*

Sebagai batang bawah digunakan tanaman yang berasal dari biji yang telah berumur 4-8 bulan
*

Meski tanaman durain relatif tahan naungan sebaiknya lokasi penanamannya terbuka
*

Setelah penyerbukan dan terbentuk pentil buah, sebaiknya segera dibungkus untuk mencegah serangan penggerek buah.
*

Untuk mencegah buah matang jatuh ke tanah, sebaiknya buah diikat dengan tali rafia ke cabang terdekat.

Hama dan Penyakit:

Hama utama durian adalah penggerek buah dan batang (lubang pada batang sebaiknya disumbat dengan ter/kapas atau kapas yang telah dicelupkan ke insektisida). Hama lain yang mengganggu adalah kutu daun (kuning) dan kutu kapas (putih). Penyakit yang mengganggu durian adalah penyakit busuk leher batang, penyakit busuk batang dan busuk bergetah.

Panen:

Ciri buah yang telah tua adalah bila diketuk menghasilkan suara yang nyaring. Hasil panen 10-200 buah per pohon dengan berat 1.5 - 5 kg per buah (tergantung varietasnya).
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #4   Report Post     Original Poster (OP)

Kelengkeng

Kelengkeng
(Longan (Ingg.), Euphoria longana (latin))

Asal:

Berasal dari Sri lanka, India, Birma dan Cina. Jenis-jenis kelenkeng liar banyak ditemukan di Kalimantan Timur degan nama buku, ihaw, medaru, kakus atau mata kucing. Tanaman ini mirip dengan leci yang tumbuh di dataran tinggi. Di Indonesia, kelengkeng terdapat di Temanggung, Magelang, sedangakn leci di terdapat di Bali.

Deskripsi:

Famili Sapindaceae. Tinggi tanaman dapat mencapai 40 m. Lebih cocok ditanam di dataran rendah (300-900 m dpl), tipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari 4 bulan. Suhu malam dingin selama musim kemarau (15 o - 20 o C) mendorong tanaman berbunga. Ada tanaman yang berbunga sempurna maupun hanya berbunga betina atau jantan saja. Tanaman kelengkeng berbunga setahun sekali, biasanya pada bulan Agustus-Oktober dan buah dapat dipanen 4 bulan setelah bunga mekar. Buah kelengkeng berbentuk bulat besar, kulit hijau kasar ketika masih muda dan kuning kecoklatan setelah tua serta tidak berbulu. Daging buah bening berair, dengan rasa manis dan aroma yang khas.

Karakteristik Beberapa Varietas Kelengkeng:
Karakter Buah Varietas
Lumut Batu Kopyor
Warna kulit buah matang agak gelap cerah agak cerah
Daging buah tipis tebal kurang tebal
Sifat daging buah lengket ngelotok ngelotok
Rasa kurang manis manis segar manis
Aroma langu agak harum kurang harum
Biji besar kecil agak besar

Budidaya:

*

Bibit sebaiiknya berasal perbanyakan vegetatif (cangkok dan okulasi). Tanaman dari biji baru mulai berbuah lebih dari umur 7 tahun
*

Jarak tanam agak lebar (8 x 8 m) karena ukuran tajuknya yang lebar
*

Pemeliharaan yang penting adalah pemangkasan cabang negatif agar sinar matahari dapat masuk merata ke tajuk tanaman.

Hama dan Penyakit:

*

Hama yang biasanya menyerang adalah serangga pengisap buah. Sedngakan penyakit yang sering menyerang di musim penghujan adalah Mildew (seperti yang menyerang buah rambutan).

Panen:

*

Tanaman mulai berbunga pada umur 5-6 tahun (Juli-Oktober). Buah matang 5 bulan setelah bunga mekar.
*

Ciri-ciri buah matang adalah warna kulit buah coklat gelap, licin dan mengeluarkan aroma.
*

Produksi buah rata-rata 300-600 kg per pohon.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #5   Report Post     Original Poster (OP)

Mangga

Mangga
(Mango (Ingg.), Mangifera indica L. (Latin))

Deskripsi

*

Tanaman mangga tumbuh dan berproduksi optimal pada daerah dengan ketinggian 0-500 m dpl dengan suhu harian 26 o - 28 o C. Apabila suhu udara di atas 42 o C akan merusak tanaman. Curah hujan optimal 1000-2500 mm per tahun. Pembungaan pada tanaman mangga memerlukan musim kemarau yang jelas, bulan kering 4- 6 bulan (curah hujan per bulan kurang dari 60 mm), dengan jumlah bulan basah kurang dari 7 bulan (curah hujan per bulan lebih dari 100 mm), musim hujan di luar musim berbunga. Daerah ini termasuk tipe C, D, dan E menurut klasifikasi Schmid dan Ferguson.
*

Dari potensi produksi 120 kg/pohon, tanaman mangga di Indonesia hanya menghasilkan 40 kg/pohon. Produktivitas per tahun beberapa mangga unggul antara lain mangga Golek-31 sebesar 52,3 kg/pohon, mangga Manalagi-69 sebesar 36,5 kg/pohon dan mangga Arumanis-143 sebesar 54,7 kg/pohon.
*

Musim panen mangga berlangsung dari bulan Agustus sampai Desember. Musim panen mangga terjadi seragam di Jawa dan Bali. Pada bulan November terjadi panen raya mangga. Harga buah mangga cenderung menurun setelah panen raya. Hal ini disebabkan preferensi konsumen beralih ke jenis buah-buahan yang lain. Harga mangga akan menaik lagi menjelang panen bersamaan menaiknya preferensi konsumen. Pembungaan di luar musim menjadi kurang ekonomis bila belum didapatkan pemasaran yang memerlukan suplai kontinyu.
*

Untuk menghasilkan buah mangga yang berproduksi tinggi dengan kualitas yang baik serta pelaksanaan penanganan pasca panen dan pemasarannya dilakukan hal-hal sebagi berikut :

Budidaya

*

Bibit yang digunakan adalah bibit yang sehat dengan tinggi sekitar 50 cm (berusia 6-8 bulan). Bibit ditanam pada lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 5 m x 5 m. Setelah tanaman mencapai tinggi 1 m batang utama dipangkas dengan menyisakan tanaman setinggi 80 cm dari permukaan tanah. Tunas yang muncul dipelihara 3-4 buah yang baik (sudut 90 – 120 o) untuk menghasilkan cabang primer. Pemangkasan kedua dilakukan 3-6 bulan setelah pemangkasan pertama/tinggi tunas mencapai 1 m seperti pemangkasan kedua untuk menghasilkan cabang sekunder. Begitu selanjutnya hingga pemangkasan ketiga untuk menghasilkan cabang tersier sehingga diperoleh pola percabangan 1-3-9-27. Produksi buah mangga dimulai dari percabangan tersier.
*

Pembungaan di luar musim bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh seperti KNO3, CEPA, dan Paklobutrazol. Namun seringkali pembungaan di luar musim ini menghasilkan buah dengan mutu rendah.
*

Buah yang terbentuk, setelah berumur 30 – 40 hari dibungkus dengan kertas setelah sebelumnya disemprot dengan pestisida.
*

Tanaman yang ukuran tajuknya melebar luas dan tinggi dipangkas berat hingga ukuran tajuk 1,75 m dengan tinggi 3 m. Ukuran tajuk pohon sangat penting karena akan mempengaruhi kemudahan pemeliharaan serta pemanenan buah. Tanaman yang tua juga dipangkas berat sehingga tinggal tersisa tunggulnya saja setinggi 1-1,5 m. Pemangkasan seperti ini bertujuan untuk meremajakan pohon sehingga tidak perlu dilakukan pembongkaran tanaman.

Pemanenan

*

Pemanenan buah mangga dilakukan ketika telah memenuhi ciri-ciri buah mangga yang matang, yaitu :
o

Adanya lapisan lilin buah
o

Bentuk buah sudah padat penuh terutama pada bagian ujung
o

Bila buah diketuk menghasilkan nada tingi
o

Buah akan tenggelam bila dimasukkan ke dalam air
o

Tangkai buah kering
*

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari pada jam 07.00 – 09.00 atau pada sore hari jam 16.00 karena produksi getah rendah.

Pencucian

*

Buah mangga yang telah dipanen dicuci untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel terutama sisa-sisa getah yang menenempel di kulit buah. Pemakaian pestisida (benomyl) pada saat pencucian dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit pasca panen. Pencucian dilakukan dengan cara ‘hot water dip”, yaitu pertama buah di cuci dengan air dingin lalu direndam dalam air panas.

Sortasi dan Grading

*

Sortasi dan grading dilakukan untuk memperoleh buah dengan ukuran, tingkat kematangan dan kualitas yang seragam. Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang layak jual dan tidak layak dijual agar diperoleh buah yang seragam bentuk, warna, ukuran dan kematangannya sedangkan grading dilakukan untuk memperoleh buah yang seragam ukurannya (besar, sedang, kecil atau sangat kecil).
*

Sortasi dan grading sangat penting untuk dilakukan agar buah yang dipasarkan terjaga mutunya. Buah yang rusak akan mempercepat kerusakan buah yang lainnya dalam kemasan. Buah yang tidak lolos sortasi karena kulit buah yang tidak mulus atau buah yang salah bentuk masih dapat dijual ke pasar-pasar tradisional ataupun di jual dalam bentuk kupasan (slice).
*

Kriteria Spesifikasi Grading Buah Mangga di Indonesia Menurut Jenis/Ukuran

Varietas


Besar

(g)


Sedang

(g)


Kecil

(g)


Sangat Kecil (g)

Arumanis


> 400


350 – 400


300 – 349


250 – 299

Golek


> 500


450 – 500


400 – 449


350 – 399

Gedong


> 250


200 – 250


150 – 149


100 – 149

Manalagi


> 400


350 – 400


300 – 349


250 – 299

*

Untuk keperluan ekspor terdapat klasifikasi grading tersendiri untuk buah mangga. Buah mangga dibagi menjadi tiga kelas (super, A dan B).

Klasifikasi


Ukuran

Kelas Super


> 500 g

Kelas A


400 – 500 g

Kelas B


300 – 400 g

Pengemasan

*

Buah mangga tahan selama 7 hari setelah masak. Pengemasan yang baik sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan/susut buah pasca panen terutama saat transportasi/distribusi. Pengemasan dilakukan untuk mencegah benturan, menahan goncangan, mengurangi gesekan, melakukan penumpukan dan mengatur suhu. Kemasan keranjang bambu dapat memuat buah hingga 25 kg, kemasan peti kayu mampu memuat sebanyak 30 kg buah.

Penyimpanan dan Pemeraman

*

Mangga termasuk buah klimakterik, yaitu buah yang memiliki pola respirasi yang di awali peningkatan secara lambat, kemudian meningkat pesat dan menurun setelah mencapai puncak. Buah klimakterik dipanen pada saat matang namun belum masak. Pemeraman dilakukan untuk memasakkan buah. Hasil pemeraman kurang baik apabila buah dipetik belum waktunya (belum masak). Penyimpanan buah mangga dibutuhkan penanganan ekstra karena produksi etilen buah yang cukup tinggi sehingga dapat mempercepat kemasakan buah yang tidak diinginkan.

Pengolahan

*

Buah mangga tidak melulu hanya dikonsumsi sebagai buah segar, namun juga dapat dijadikam makanan olahan seperti asinan, kari, pure, selai, sari buah, minuman ringan, tepung, keripik dan manisan.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #6   Report Post     Original Poster (OP)

Manggis

Manggis
(Mangosteen (Ingg.), Garcinia mangostana L. (Latin))

Asal dari kepulauan Malaya termasuk keluarga Guttiferae. Beberapa species membentuk buah yang dapat dimakan, tetapi tidak seenak buah manggis. Kecuali buah, bagian tanaman lain juga sangat bermanfaat seperti misalnya kulit buah, kulit kayu, akar dan lain bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat seperti diare, obat cacing, tumor pada rongga mulut. Kulit buah manggis juga merupakan komoditas ekspor dari Singapura ke Cina.

Deskripsi

*

Tinggi tanaman 10-25 m. Mahkota bunga ada yang bulat, ada yang seperti piramid kompak meruncing keatas. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.

Syarat Tumbuh

*

Tumbuh baik di daerah yang suhunya tinggi, lembab, curah hujan tinggi merata sepanjang tahun. Tidak tahan pada angin laut. Suhu optimum untuk pertumbuhannya berkisar antara 220-230C. Tanaman muda membutuhkan naungan yang rimbun baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 m dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Manggis ini sangat baik tumbuh pada tanah yang kaya akan bahan organik dengan aerasi yang cukup baik. Umumnya tumbuh di dataran rendah terutama di pulau Jawa terdapat di selatan Jawa Barat, bagian utara Jawa Barat sekitar Serang, Tangerang, Cibinong, Purwakarta dan Subang, bagian selatan DKI Jakarta, Jawa Tengah sekitar Bumiayu, Kebumen, sebelah selatan Batang, Kendal dan Ungaran. Di Jawa Timur manggis dapat dikembangkan di daerah basah sekitar G. Semeru ke barat sampai lereng G. Kawi dan ke timur sampai lereng G. Lamongan, sekitar Pacitan-Blitar dan lereng selatan G. Raung

Perbanyakan

*

Perbanyakan dengan biji
Manggis dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif, karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya makin baik pertumbuhan tunasnya.
*

Perbanyakan secara vegetatif
Perbanyakan tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan, penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang entris (batang atas). Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm, mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak berhasil daripada metode sisi.

Pembibitan

*

Pembibitan perlu dipilih lokasi yang cocok, yaitu teduh dan tidak jauh dari sumber air. Tanah untuk pesemaian diolah cukup dalam, dan dibuat bedengan selebar 1,2 m, tinggi bedengan kira-kira 30 cm. Diantara bedengan dibuat selokan pembuangan air. Tanah diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/m3 apabila biji akan disemai dalam kantong plastik maka media yang baik adalah campuran tanah kebun, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan bagian 1:1:1. Apabila biji disemaikan dalam bedengan, maka biji ditanam pada jarak tanam 40 cm x 30 cm , sedalam 0,5 - 1,0 cm. Pesemaian yang menggunakan kantong plastik, cukup menanam 1 biji dalam 1 kantong plastik. Mulai umur 1 bulan, bibit perlu mendapat pupuk. Setiap bibit diberi 2-3 gram campuran urea dan TSP. Pemberian pupuk diulang sebulan sekali.

Pemeliharaan Tanaman

*

Untuk pertumbuhan vegetatif yang baik, satu bulan setelah tanam diberi 100-200 g urea/pohon. Pemberian diulang setiap 6 bulan sekali ditambah 20-30 kg pupuk kandang. Untuk membantu mempertahankan kesehatan tanaman apabila berbuah nanti, maka untuk bibit sambungan mulai umur 4 tahun diberi pupuk NPK, sebanyak 0,5 kg/pohon. Pemberian pupuk NPK juga diulangi setiap 6 bulan sekali, setelah pohon dewasa perlu diberikan pupuk lebih banyak (3,5kg/pohon).

Panen

*

Saat panen yang baik apabila kira-kira 25% dari permukaan kulit buah sudah berwarna ungu. Pemetikan buah dilakukan dengan mengikutsertakan tangkai buah, supaya dapat bertahan lebih lama.
*

Buah yang baik kemudian dikelompokkan atas dasar ukuran buah yaitu :
o

Mutu super yaitu diameter buah 6,5 cm
o

Mutu I yaitu diameter buah 5,5-6,5 cm
o

Mutu II yaitu diameter buah 5,5 cm
*

Untuk perdagangan internasional, mutu buah ditentukan oleh beratnya. Pasar Malaysia dan Hongkong menghendaki berat minimum buah 65 gr sedangkan pasaran Jepang minimum 80 gr. Buah manggis yang dipetik dengan mengikutsertakan tangkainya, pada suhu kamar, buah yang sehat dapat tetap baik sampai 2-3 minggu setelah panen. Penyimpanan pada suhu 4-60C dapat mempertahankan kualitas buah sampai 49 hari. Pada suhu penyimpanan 9-120C, buah dapat bertahan 33 hari.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #7   Report Post     Original Poster (OP)

Nenas

Nenas
(Pineapple (Ingg.), Ananas cosmosus (L.). Merr. (Latin))

Asal:

*

Tanaman nenas berasal dari daratan Amerika Selatan, di kawasan lembah Sungai Parana, Paraguay. Di daerah tersebut masih terdapat jenis liarnya seperti A. bracteatus, A. Ananassoides dan A. Erectifolius. Jenis liar tanaman nenas tersebut berbiji dan tidak enak dimakan.

Deskripsi:

*

Famili Bromeliaceae. Tanaman nenas berupa herba tahunan, tinggi antara 90-100 cm, sebaran daun seluas 130-150 cm. Pada pangkal batang di bawah tanah tumbuh tunas-tunas samping hingga membentuk rumpun, dan dapat berlangsung terus walaupun sudah berbuah. Bila kondisi ini terus berlangsung, tanaman tersebut dapat hidup hingga 50 tahun. Untuk tujuan komersial, panen hanya dilakukan pada buah pertama, sedangkan anakannya hanya digunakan untuk bibit. Sesudah panen buah pertama, tanaman kemudian dibongkar dan ditanami kembali.
*

Panjang batang nenas 20-25 cm , dengan diameter bagian bawah lebih kecil (2-3,5 cm) dari diameter bagian atas (5,5-6,5) dan ruas batang pendek. Batang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan sebelum diangkut ke buah. Selain itu batang berfungsi sebagai tempat melekatnya akar, daun, bunga, tunas dan buah, sehingga secata visual batang tersebuttidak nampak karena tertutup oleh dan di sekelilingnya.
*

Daun nenas berurat sejajar dari pangkal sampai ujung dan berserabut, tebal, panjangnya antara 38-80 cm dan pada pinggirnya tumbuh duri tajam ke arah ujung daun. Ada pula jenis nenas yang tidak berduri.Daun nenas banyak dan tumbuh menggeerombol pada batang, filotaksis 5/13.
*

Bunga nenas bersifat inflorescens, tumbuh dari titik tumbuh batang (pusat kanopi) tanaman. Bunga tersebutmuncul sekitar 450 hari sesudah tanam, namun beberapa jenis dapat berbunga lebih awal, tergantung dari kultivae, iklim dan asal bahan tanam yang digunakan. Kumpulan kuntum bunga dengan adanya proses penyerbukan akan menghasilkan buah majemuk dari 100-200 anak buah. Buah-buah kecil tersebut akan bergabung menjadi satu dan dihubungkan dengan batang tengah yang disebut hati, sehingga penampakannya seolah-olah hanya satu buah berbentuk bulat dengan bagian ujungnya seperti kerucut. Tanaman nenas mempunyai tepung sari ataupun indung embrio fertile, namun inkompatibel sendiri, dan kebanyakan kultivar adalah adalah kompatibel silang dan menghasilkan biji partenokarpi bila disilangkan. Jumlah biji bila disilangkan dapat mencapai 2000-3000 butir per buah.
*

Biji nenas berukuran kecil, panjang 3-4 mm, lebar 1-2 mm, berwarna coklat, kasar dan liat. Biji dapat digunakan untuk bahan perbanyakan secara generatif namun terbatas pada skala penelitian. Semua tunas yang tumbuh dari dalam tanah atau tunas anakan (ratone), yang tumbuh pada batang (sucker) dan tunas yang tumbuh di atas buah atau mahkota dapat digunakan sebagai bibit.

Jenis:

*

Cayenne
Jenis yang paling banyak ditanam di dataran tinggi, ditujukan untuk pengalengan. Jenis ini heterozigot. Contoh kultivarnya adalah Smooth Cayenne dan Cayenne Lisse. Jenis Smooth Cayenne daunnya tidak berduri, panjang batang 20-50 cm, jumlah daun antara 60-80, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, bagian bawah berwarna hijau abu-abu keperakan, tangkai buah 7,5-15 cm, rata-rata berat buah 2,5 kg. Bagian pangkal buah membesar, biasanya tidak berbiji. Warna buah matang hijau sampai hijau kekuningan, rasanya agak masam.
*

Queen
Merupakan jenis lama, pada umumnya ditanam di dataran rendah. Jenis ini banyak ditanam di Australia dan Afrika Selatan. Buahnya lebih kecil daripada Cayenne. Ukuran buah 0,9-1,3 kg. Daunnya berduri tajam. Warna buah tua kuning sampai kemerahan, pada umumnya rasanya manis.
*

Singapore Spanish
Banyak ditanam di semenanjung Malaya untuk dikalengkan. Daun berjumlah sekitar 50 helai dengan bobot buah 1,6-2,3 kg.
*

Abezona
Merupakan jenis triploid, banyak ditanam di Puerto Rico untuk konsumsi ekspor.

Syarat Tumbuh:

*

Tidak tahan terhadap temperatur dingin. Jenis Cayenne tumbuh dari ketinggian 100-1000 m di atas permukaan laut. Pada tempat yang lebih tinggi buahnya berukuran lebih kecil dengan kandungan asam lebih tinggi. Tanaman ini tahan kekeringan karena memiliki jaringan penyimpan air di daunnya. Dapat tumbuh pada daerah dengan curah hujan 500-2000 mm/tahun, namun produksi optimal pada daerah dengan curah hujan 1000-1500 mm/tahun. Segala jenis tanah cocok untuk tumbuhnya nenas, asal drainase baik, karena tidak tahan terhadap genangan air, pH tanah antara 5-6,5.

Penanaman:

*

Tanaman nenas diperbanyak dengan menggunakan bibit vegetatif, seperti tunas anakan yang tumbuh pada bagian batang di bawah tanah, runas samping yang tumbuh pada batang, tunas mahkota diatasbuah dan tunas-tunas yang tumbh di tangkai buah (slip). Bibit mana yang paling cocok tergantung keinginan dan tujuan penanaman. Bila jumlah bibit yang diperlukan sedikit biasanya dipakai tunas anakan.
*

Bibit asal tunas samping akan berbuah setelah berumur 15-18 bulan, bibit asal tangkai buah 19-20 bulan, sedangkan bibit asal mahkota 22-24 bulan. Dari semua macam bibit, bibit asal tunas anakan yang paling cepat berbuah yaitu kurang dari 12 bulan.
*

Populasi tanaman berkisar antara 4000-5000 tanaman per ha. Biasanya bibit ditanam dalam bedengan. Jarak tanam 75-90 cm, 2 baris tiap bedengan.
*

Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk tunggal ZA 112 kg + SP-36 60 kg + KCl 50 kg per ha. Pupuk susulan dapat diulang tiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Alternatif lainnya adalah ZA 181 kg atau urea 62,5 kg + SP-36 75 kg + KCl 44 kg per hektar yang diberikan 3 bulan setelah tanam. Dapat juga dipakai pupuk majemuk NPK tablet 17-8-12 dengan berat 4 gram/tablet dan dosis anjuran 1 tablet per tanaman.
*

Pembungaan nenas dapat dipercepat dengan pemberian bahan kimia atau dengan pengasapan. Hormon aserilin dapat merangsang pembungaan nenas. Caranya adalah dengan membubuhkan 1 g kalsium karbid pada titik tumbuh ujung tanaman atau di sela-sela daun. Hormon NAA dengan konsentrasi 10-100 ppm juga dapat memepercepat pembungaan nenas. Hormon ini dapat memepercepat pembungaan sekaligus pematangan buah nenas.

Hama dan Penyakit:

*

Mealy bug wilt (layu kutu tepung) merupakan penyakit pada nenas yang paling luas penyebarannya dan merupakan salah satu penyakit yang paling merusak terutama pada Smooth Cayenne. Akar berhenti tumbuh dan mulai membusuk sehingga tanaman menjadi layu. Gejala ini bermla dari ujung daun dan warna kuning kemerahan mulai muncul. Pengendalian kutu teping ini dapat dilakukan dengan cara menyingkirkan semut-semut dari sekitar lahan tanam. Insektisida, seperti parathion, juga dapat digunakan. Penyebab penyakit ini diduga adalah sejenis virus, namun hal ini belum dapat dibuktikan.
*

Bercak kuning disebabkan oleh virus yang dibawa oleh thrips dari tanaman inang seperti Emilia sonchifolia (sejenis gulma). Cara pengendaliannya adalah dengan memusnahkan gulma inangnya.
*

Beberapa jenis nematoda sngat berbahaya bagi tanaman nenas. Mereka menyerang akar dan menyebabkan rootknots (Meloidogyne) dan luka pada akar (Pratylenchus) atau masuk ke dalam akar (Rotylenchus). Nematoda ini dapat dicegah pertumbuhannya dengan fumigasi D-D (300 l/ha) 2 minggu sebelum penanaman, yang sangat beracun bagi tanaman. EDB (ethylene dibromide) 100 kg/ha lebih tidak berbahaya bagi tanaman. Fumigasi dapat menaikkan hasil 3-32 % tergantung dari banyaknya nematoda saat itu. Fumigasi disarankan untuk dilakukan hanya bila keadaan sangat terpaksa karena biaya aplikasi dan toksisitasnya yang tinggi.
*

Hama pada nenas antara lain adalah lalat buah, ngengat Castnia licus dan kupu-kupu Thecla basilides.
*

Thielaviopsis paradoxa menyebabkan tanaman busuk demikian juga pada buah setelah panen. Untuk mencegahnya batang dibenamkan pada asam benzoat, Shirlan atau imazalil.
*

Penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Phytopthora cinnamoni yang sering menyerang pada tanaman yang dibudidayakan di daerah dingin, sedangkan P. parasitica menyerang tanaman di daerah panas.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #8   Report Post     Original Poster (OP)

Pisang

Pisang (Banana (Ingg.), Musa sp. (Latin))

Botani:

*Famili Musaceae dari ordo Scitaminae dan terdiri dari dua genus, yaitu genus Musa dan Ensete. Genus Musa terbagi dalam empat golongan, yaitu Rhodochlamys, Callimusa, Australimusa dan Eumusa. Golongan Australimusa dan Eumusa merupakan jenis pisang yang dapat dikonsumsi, baik segar maupun olahan. Buah pisang yang dimakan segar sebagian besar berasal dari golongan Emusa, yaitu Musa acuminata dan Musa balbisiana. Tanaman pisang merupakan tanaman asli daerah Asia Tenggara dengan pusat keanekaragaman utama wilayah Indo-Malaya.
*Tanaman pisang termasuk dalam golongan terna monokotil tahunan berbentuk pohon yang tersusun atas batang semu. Batang semu ini merupakan tumpukan pelepah daun yang tersusun secara rapat teratur. Percabangan tanaman bertipe simpodial dengan meristem ujung memanjang dan membentuk bunga lalu buah. Bagian bawah batang pisang menggembung berupa umbi yang disebut bonggol. Pucuk lateral (sucker) muncul dari kuncup pada bonggol yang selanjutnya tumbuh menjadi tanaman pisang. Buah pisang umumnya tidak berbiji/bersifat partenokarpi.

Syarat Tumbuh:

* Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam topografi tanah, baik tanah datar ataupun tanah miring. Produktivitas pisang yang optimum akan dihasilkan pisang yang ditanam pada tanah datar pada ketinggian di bawah 500 m di atas permukaan laut (dpl) dan keasaman tanah pada pH 4.5-7.5. Suhu harian berkisar antara 25 o - 27 o C dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun.

Jenis-jenis Pisang yang Dikonsumsi:

*Pisang Ambon Kuning
Pisang Ambon Kuning cocok untuk hidangan buah segar, memiliki ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lainnya dengan kulit buah tidak terlalu tebal dengan warna kuning muda. Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan. Rasa daging buah pulen, manis, dan aromanya harum. Dalam satu tandan terdapat 6-9 sisir (satu sisir berisi 15-20 buah) dengan berat per tandan 18-20 kg.
*Pisang Ambon Lumut
Pisang Ambon Lumut cocok untuk hidangan buah segar. Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang dan lebih tebal daripada kulit buah pisang ambon kuning. Daging buah hampir sama dengan pisang ambon kuning hanya sedikit lebih putih. Daging buah agak keras, aroma lebih harum dan rasanya lebih manis. Dalam satu tandan terdapat 7-12 sisir dengan berat 15 – 18 kg..
*Pisang Ambon Putih
Pisang Ambon Putih cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran buah lebih besar daripada pisang ambon lumut. Kulit buah yang sudah matang berwarna kuning keputih-putihan. Daging buah berwarna puith kekuningan dengan rasa agak asam, dan beraroma harum. Dalam satu tandan terdapat 10-14 sisir dengan berat 15-25 kg.
*Pisang Barangan
Pisang Barangan cocok untuk hidangan buah segar. Pisang Barangan terdiri dari 2 jenis, yaitu pisang barang yang berwarna kemerah-merahan dan yang berwarna kuning. Pisang Barangan yang berwarna kemerah-merahan memiliki daging buah yang lebih besar dan rasa yang lebih enak dan aroma yang lebih harum daripada yang berwarna kuning. Dalam satu tandan terdapat 5-12 sisir degang berat 9-20 kg.
*Pisang Raja
Pisang Raja cocok untuk hidangan buah segar maupun olahan. Kulit buah tebal dan berwarna kuning berbintik hitam pada buah yang telah masak. Ukuran buah cukup besar dengan diameter 3,2 cm dan panjang 12-18 cm. Daging buah yang telah matang berwarna kuning kemerahan bila dimakan terasa legit dan manis dengan aroma harum. Dalam satu tandan terdapat 6-9 sisir (setiap sisir berisi 14-16 buah) dengan berat per tandan 12-16 kg. Bunga muncul 14 bulan sejak anakan dan buah akan masak 5,5 bulan kemudian.
*Pisang Kepok
Pisang Kepok cocok untuk makanan olahan. Jenis pisang kepok yang lebih dikenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok kuning dengan warna daging buah sama seperti namanya. Daging buah bertekstur agak keras dengan aroma yag kurang harum. Kulit buah sangat tebal dan berwarna hiaju kekuningan pada buah yang telah masak. Pisang kepok kuning rasanya lebih enak daripada pisang kepok putih. Dalam satu tandan dapat mencapai 10-16 sisir (satu sisir berisi 20 buah pisang) dengan berat per tandan 14-22 kg.
* Pisang Tanduk
Pisang Tanduk cocok untuk makanan olahan. Buahnya berukuran besar dengan panjang lebih dari 20 cm. Kulit buah tebal dan berwarna kuning kemerahan berbintik hitam. Daging buah yang sudah matang berwarna putih kemerahan. Dalam satu tandan terdapat hanya sekitar 1-3 sisir (satu sisir terdiri dari 10-15 buah) dengan berat per tandan 7-10 kg.
* Pisang Badak
Kulit buah agak tebal, berwarna kuning berbintik hitam. Daging buah berwarna puith kekuningan. Rasa buah manis agak asam dengan aroma kurang harum. Dalam satu tandan terdapat 7-9 sisir dengan berat per tandan mencapai 14 – 18 kg.
* Pisang Nangka
Pisang Nangka cocok untuk makanan olahan. Buah berukuran agak panjang, sekitar 15 cm. Kulit buah agak tebal dan berwarna hijau walaupun sudah matang (buah yang sangat masak berwarna hijau kekuningan). Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis agak asam dan beraroma harum. Dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir dengan berat tandan 11-14 kg.
* Pisang Mas
Pisang Mas cocok untuk hidangan buah segar. Buah berukuran kecil-kecil dengan diameter 3-4 cm. Kulit buah tipis dengan warna kuning cerah pada buah yang masak. Daging buah lunak, rasanya sangat manis dan aromanya harum. Dalam satu tandan terdapat 5-9 sisir (satu sisir dapat mencapai 18 buah) dengan berat per tandan 8-12 kg.
* Pisang Susu
Pisang Susu cocok untuk hidangan buah segar. Ukuran buah kecil hampir sama dengan pisang mas. Kulit buah tipis, berwarna kuning berbintik hitam. Daging buah putih kekuningan. Rasa buah manis, lunak dan berarom harum. Dalam satu tandan terdapat sekitar 8 sisir (satu sisir berisi 12-16 buah) dengan bertat per tandan 12-16 kg.
* Pisang Cavendish
Pisang Cavendish cocok untuk hidangan buah segar. Dari 36 subkultivar pisang cavendish hanya beberapa subkultivar yang telah diusahakan sebagai tanaman perkebunan

Kandungan Gizi: Kandungan gizi yang terdapat dalam buah pisang cukup tinggi. Nilai gizi yang terdapat tiap 100 g buah pisang adalah kalori sebesar 79 kal, protein 1.2 g, lemak 0.2 g, kalsium 8.0 g, besi 0.5 mg, vitamin A 1.0 mg, vitamin C 10 mg dan vitamin B 0.08 mg.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #9   Report Post     Original Poster (OP)

Rambutan

Rambutan
(Rambutan (Ingg.), Nephelium lappaceum L. (Latin))

Deskripsi:

*

Famili Sapindaceae. Tanaman asli Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia tanaman rambutan menyebar dari dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan iklim basah merata sepanjang tahun sampai tipe iklim yang memiliki 1-3 bulan kering. Tanaman rambutan dapat mencapai ketinggian 12-15 m. Batang bulat atau bulat tidak teratur dengan warna kelabu kecoklatan, bercabang banyak dan lurus berdiameter 40-60 cm. Tajuk pohon bulat, jorong, piramida, tumpul, melebar, tidak teratur atau ujungnya terbuka, tampak hijau merimbun.

Beberapa varietas unggul rambutan yang telah dikembangkan:

*

Rambutan Binjai
Asal dari Pasarminggu. Tinggi tanaman 6-7 m (bibit asal cangkok). Tajuk pohon 10-12 m. Bentuk daun bulat panjang dengan ujung tumpul. Warna daun hijau tua. Bentuk buah agak lonjong dengan rambut panjang, jarang dan kesat dengan warna rambut merah dan ujung hijau. Warna kulit buah matang merah tua. Daging buah ngelotok dengan kulit biji melekat. Rasa buah manis agak kering. Berat buah sekitar 30 g dengan produksi per pohon 40-68 kg.
*

Rambutan Sirapeah (Rapiah)
Asal dari Pasarminggu. Tinggi tanaman 6.5-7.5 m (asal cangkok). Tajuk pohon 10-11 m. Bentuk daun bulat panjang dengan ujung tumpul berwarna hijau tua. Bentuk buah bulat memmpunyai pelat dengan rambut sangat pendek, agak jorong dan keras. Warna kulit buah matang hijau kekuningan dengan warna rambut hijau dengan ujung kemerahan. Daging buah ngelotok, kulit biji agak melekat, rasa manis. Berat buah sekitar 20 g dengan produksi per pohon 18-30 kg.
*

Rambutan Lebak Bulus
Asal dari Pasarminggu. Tinggi tanaman 5-10 m dengan tajuk pohon 6-8 m. Bentuk daun bulat panjang dengan ujung runcing. Warna daun hiaju tua. Bentuk buah bulat dengan rambut panjang jarang dan halus. Warna rambut merah dengan ujung kekuninga. Warna kulit buah matang merah. Daging buah ngelotok, kulit biji melekat dengan rasa manis berair. Berat buah sekitar 25 g dengan produksi/pohon 50-100 kg.
*

Rambutan Sibongkok
Asal Sungai Lulut, Kalimantan Selatan. Tinggi tanaman 6-8 m. Tajuk pohon 5-7 m. Bentuk daun bulat panjang dengan ujung meruncing berwarna hijau tua. Bentuk buah merah tua kecoklatan, dengan warna rambut merah tua. Daging buah ngelotok dengan kulit biji agak melekat. Rasa manis agak kering. Berat buah 50-60 g dengan produksi/pohon 175-225 kg.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #10   Report Post     Original Poster (OP)

Sawo

Sawo
(Sapodilla (Ingg.), Manilkara achras (mill.) Fosb. (Latin))

Deskripsi:

*

Famili Sapotaceae. Tanaman perennial, batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat dapat mencapai ketinggian 20 m. Daun sawo berbentuk bulat memanjang, tumbuh menggerombol pada bagian ujung ranting. Warna daun hijau mengkilap di bagian atas dan hijau muda tua kecoklatan di bagian bawah tergantung jenisnya. Bentuk buah mulai bulat, bulat telur sampai bulat memanjang. Warna kulit buah matang coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, atau hijau.

Jenis:

*

Sawo Manila (Manilkara zapota)
Berbentuk lonjong, daging buah cukup tebal dan banyak mengandung air. Sawo yang termasuk kelompok sawo manila :
o

Sawo Kulon
Buah lonjong, biji banyak, bergetah dan relatif tahan lama disimpan.
o

Sawo Betawi
Buah lonjong besar, tidak bergetah maupun berbiji dan rasanya manis namun kurang tahan lama disimpan karena daging buah yang lembek
o

Sawo Karat
Buah agak lonjong besar, kulit tebal dan kasar, berbintil-bintil kecil. Dipanen dalam stadium masih mentah, bila masak di pohon akan berkerut-kerut.
o

Sawo Malaysia
Buah lonjong besar dan rasanya manis.
*

Sawo Apel
Berbentuk bulat atau bulat telur (mirip apel), berukuran kecil hingga agak besar dan bergetah banyak. Sawo yang termasuk kelompok sawo apel :
o

Sawo Apel Kelapa
Buah bulat kecil, kulit tebal, bergetah, berbiji banyak dan tahan disimpan.
o

Sawo Apel Lilin
Buah agak besar, bulat, daging buah agak keras seperti mengandung pasir.
*

Sawo Duren (White Sapota (Ingg.), Casimiroa edulis La Llave (Latin))
Sawo duren memiliki aroma seperti durian. Buah bulat berukuran agak besar hingga besar, kulit buah halus dan licin, dan warna daun mirip tanaman durian.
o

Sawo Duren Hijau
o

Sawo Duren Merah

Syarat Tumbuh:

*

Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl. Curah hujan 2000 mm- 3000m/tahun, suhu 22 o – 32 o C, toleran terhadap naungan. Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dengan pH 6-7.

Pembibitan:

*

Biji
Pembibitan asal biji memerlukan waktu yang lama hingga siap tanam. Selain itu tanaman yang berasal dari biji mulai berbunga pada umur sekitar 6-10 tahun.
*

Penyambungan
Praktek penyambungan tanaman sawo masih jarang dilakukan, namun dilaporkan penyambungan sawo dengan batang bawah melali/bassi menunjukkan kecocokan namun kurang berhasil dalam produksi buah. Mulai berbunga pada umur 4-6 tahun.
*

Pencangkokan
Pencangkokan banyak dilakukan oleh para penangkar bibit tanaman buah-buahan. Bibit asal cangkokan dapat mulai berbuah pada umur kurang dari setahun.

Hama dan Penyakit:

*

Lalat buah (Dacus dorsalis) dapat menyebabkan kerusakan pada buah
*

Kutu bubuk dan Aphid nerusak daun, pucuk, bunga dan buah muda.
*

Penyakit jambu (Corticium salmonicolor) mematikan cabang yang terserang
*

Penyakit bercak daun (Phaeopheospora indica)
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Salad Buah Tropis andy_baex Memasak & Makanan 0
buah kejujuran andy_baex Islam 0
Filsafat Buah langit_byru Humor 0
Buah - Peribahasa Movistar Penulis, Buku, Sastra & Bahasa 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.