Info Buah-buahan Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Flora, Pertanian & Perkebunan

Daftar
Lupa Password?


Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post     Original Poster (OP)

Bawang Bombai

Bawang Bombai
(Onion (Ingg.), Allium cepa (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Asia, mungkin dari Palestina atau India.

Deskripsi:

*

Tanaman herba biennial yang dibudidayakan sebagai tanaman annual kecuali untuk produksi benih.

Suhu:

*

13 - 24 C

Budidaya:

*

Perbanyakan bisa melalui benih (disemai 6 - 10 minggu sebelum transplant) atau dengan umbi
*

Hasil yang lebih besar didapatkan dari pupuk N yang berasal dari ammonium sulfat dibandingkan dari sumber lain, namun jangan terlalu tinggi karena akan meracuni tanaman

Panen:

*

Bila daun terlihat layu. Namun di daerah tropik seringkali daun masih segar sehingga panen dilakukan dengan keadaan daun yang masih segar



Bawang Merah
(Shallot (Ingg.), A. cepa var. aggregatum/A. ascaloricum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Asia Barat. Dibudidayakan di Mesir 3500 SM.

Bagian yang dikonsumsi:

*

Umbi dan terkadang juga daunnya

Deskripsi:

*

Tanaman perennial dan jarang menghasilkan biji.

Suhu:

*

25 - 32 C

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui umbi (karena tanaman dari benih tidak sama dengan tanaman induk)
*

Membutuhkan pupuk dengan kandungan N, P dan K tinggi
*

Penanaman dilakukan pada bedengan yang ditinggikan (sistem surjan)
*

Ujung umbi dipotong 1/3-nya untuk mempercepat tumbuh tunas
*

Meskipun tidak menyukai hujan, bawang merah membutuhkan banyak air. Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore hari mulai saat tanam hingga satu minggu sebelum panen.

Panen:

*

Bila daun terlihat menguning



Bawang Putih
(Garlic (Ingg.), A. sativum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Eropa Selatan. Tidak disukai oleh bangsa Romawi karena aromanya yang menyengat namun diberikan sebagai makanan kepada para pekerja dan tentara. Digunakan di Inggris awal abad 16.

Bagian yang dikonsumsi:

*

Umbi

Deskripsi:

*

Tanaman monokotil dengan daun pipih dan padat tidak seperti daun bawang merah/bombai yang berbentuk tabung.

Suhu:

*

Membutuhkan suhu rendah (dataran tinggi), namun sekarang banyak ditanam di dataran rendah.

Budidaya:

*

Tanah yang asam dikapur hingga pH-nya 6.5-7.5
*

Penanaman melalui siung bawang putih bagian luar (sebaiknya yang telah disimpan selama beberapa bulan dengan suhu 5 o C untuk merangsang pengumbian)
*

Sumber pupuk N sebaiknya juga yang mengandung S untuk menambah aroma

Panen:

*

Bila daun sudah terlihat layu (90-120 hari)
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

 






Reply With Quote     #12   Report Post     Original Poster (OP)

Bawang Bakung/Semprong dan Bawang Prei

Bawang Bakung/Semprong
(Japanese Bunching Onion/ Welsh Onion (Ingg.), A. fistulossum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

Tanaman ini telah ditanam sejak berabad-abad yang lalu di Cina dan Jepang

Deskripsi:

Tanaman perennial yang dibudidayakan secara annual atau biennial. Tanaman tidak menghasilkan umbi. Daun berbentuk bulat panjang, berlubang seperti pipa

Bagian yang dikonsumsi:

*

Daun

Suhu:

*

18 - 25 C

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui benih atau pemisahan tanaman.
*

Pemutihan batang dilakukan dengan menimbun tanah ke batang secara bertahap.



Bawang Prei
(Leek (Ingg.), A. porrum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Mediterania dan telah dibudidayakan sejak jaman prasejarah. Tanaman ini telah dikenal oleh bangsa Yunani kuno dan Roma.

Deskripsi:

*

Tanaman biennial dengan pelepah daun yang panjang dan pipih/tidak berlubang. Tanaman tidak menghasilkan umbi.

Suhu:

*

11 - 23 C

Bagian yang dikonsumsi:

*

Batang dan daun

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui benih yang disemaikan terlebih dulu baru ditransplant ke lapang
*

Batang diblansir dengan cara tanaman ditanam agak dalam dan ditimbun secara bertahap dengan tanah (penimbunan jangan terlalu awal karena akan membuat tanaman muda busuk)
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #13   Report Post     Original Poster (OP)

Bawang Bombai dan bayam

Bawang Bombai
(Onion (Ingg.), Allium cepa (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Asia, mungkin dari Palestina atau India.

Deskripsi:

*

Tanaman herba biennial yang dibudidayakan sebagai tanaman annual kecuali untuk produksi benih.

Suhu:

*

13 - 24 C

Budidaya:

*

Perbanyakan bisa melalui benih (disemai 6 - 10 minggu sebelum transplant) atau dengan umbi
*

Hasil yang lebih besar didapatkan dari pupuk N yang berasal dari ammonium sulfat dibandingkan dari sumber lain, namun jangan terlalu tinggi karena akan meracuni tanaman

Panen:

*

Bila daun terlihat layu. Namun di daerah tropik seringkali daun masih segar sehingga panen dilakukan dengan keadaan daun yang masih segar



Bawang Merah
(Shallot (Ingg.), A. cepa var. aggregatum/A. ascaloricum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Asia Barat. Dibudidayakan di Mesir 3500 SM.

Bagian yang dikonsumsi:

*

Umbi dan terkadang juga daunnya

Deskripsi:

*

Tanaman perennial dan jarang menghasilkan biji.

Suhu:

*

25 - 32 C

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui umbi (karena tanaman dari benih tidak sama dengan tanaman induk)
*

Membutuhkan pupuk dengan kandungan N, P dan K tinggi
*

Penanaman dilakukan pada bedengan yang ditinggikan (sistem surjan)
*

Ujung umbi dipotong 1/3-nya untuk mempercepat tumbuh tunas
*

Meskipun tidak menyukai hujan, bawang merah membutuhkan banyak air. Penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore hari mulai saat tanam hingga satu minggu sebelum panen.

Panen:

*

Bila daun terlihat menguning



Bawang Putih
(Garlic (Ingg.), A. sativum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Eropa Selatan. Tidak disukai oleh bangsa Romawi karena aromanya yang menyengat namun diberikan sebagai makanan kepada para pekerja dan tentara. Digunakan di Inggris awal abad 16.

Bagian yang dikonsumsi:

*

Umbi

Deskripsi:

*

Tanaman monokotil dengan daun pipih dan padat tidak seperti daun bawang merah/bombai yang berbentuk tabung.

Suhu:

*

Membutuhkan suhu rendah (dataran tinggi), namun sekarang banyak ditanam di dataran rendah.

Budidaya:

*

Tanah yang asam dikapur hingga pH-nya 6.5-7.5
*

Penanaman melalui siung bawang putih bagian luar (sebaiknya yang telah disimpan selama beberapa bulan dengan suhu 5 o C untuk merangsang pengumbian)
*

Sumber pupuk N sebaiknya juga yang mengandung S untuk menambah aroma

Panen:

*

Bila daun sudah terlihat layu (90-120 hari)



Bawang Bakung/Semprong
(Japanese Bunching Onion/ Welsh Onion (Ingg.), A. fistulossum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

Tanaman ini telah ditanam sejak berabad-abad yang lalu di Cina dan Jepang

Deskripsi:

Tanaman perennial yang dibudidayakan secara annual atau biennial. Tanaman tidak menghasilkan umbi. Daun berbentuk bulat panjang, berlubang seperti pipa

Bagian yang dikonsumsi:

*

Daun

Suhu:

*

18 - 25 C

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui benih atau pemisahan tanaman.
*

Pemutihan batang dilakukan dengan menimbun tanah ke batang secara bertahap.



Bawang Prei
(Leek (Ingg.), A. porrum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Daerah Mediterania dan telah dibudidayakan sejak jaman prasejarah. Tanaman ini telah dikenal oleh bangsa Yunani kuno dan Roma.

Deskripsi:

*

Tanaman biennial dengan pelepah daun yang panjang dan pipih/tidak berlubang. Tanaman tidak menghasilkan umbi.

Suhu:

*

11 - 23 C

Bagian yang dikonsumsi:

*

Batang dan daun

Budidaya:

*

Perbanyakan melalui benih yang disemaikan terlebih dulu baru ditransplant ke lapang
*

Batang diblansir dengan cara tanaman ditanam agak dalam dan ditimbun secara bertahap dengan tanah (penimbunan jangan terlalu awal karena akan membuat tanaman muda busuk)



Bawang Kucai
(Chive (Ingg.), A. schoenoprasum (Latin)) Famili: Alliaceae

Asal:

*

Eropa

Deskripsi:

*

Tanaman perennial, daunnya kecil-kecil, panjang dan pipih serta berwarna hijau tua. Tumbuh mengelompok membentuk rumpun dan umbi kecil

Bagian yang dikonsumsi:

*

Daun

Budidaya:

*

Perbanyakan dapat melalui biji atau pemisahan rumpun tanaman
*

Sebaiknya tanaman dibongkar dan ditanam kembali setelah 2-3 tahun agar pertumbuhannya lebih baik

Panen:

*

Potong daun dengan pisau (pemotongan daun akan merangsang pertumbuhan baru)



Bayam
(Chinese spinach (Ingg.), Amaranthus tricolor (Latin)) Famili: Amaranthaceae

Asal:

*

Daerah Amerika Tropis. Dalam perkembangannya dari Amerika Latin, bayam dipromosikan sebagai tanaman pangan sumber protein terutama bagi negara-negara berkembang.

Deskripsi:

*

Tanaman annual. Batang utama tegak dengan beberapa cabang lateral membentuk semak dalam pertumbuhannya. Beberapa jenis bayam memiliki cabang lateral lebih pendek. Tinggi tanaman dapat mencapai 150 cm. Batang terutama hijau muda atau kemerahan. Daunnya sederhana dengan tulang daun yang jelas berkisar dari warna hijau muda, hijau sampai kemerahan. A. tricolor termasuk jenis varietas bayam cabut. Varietas lainnya adalah A. dubius yang termasuk bayam petik dengan daun lebar berwarna hijau tua atau kemerah-merahan dengan masa vegetatif yang lebih lama daripada bayam cabut serta A. cruentus yang dapat dijadikan bayam cabut maupun bayam petik dengan daun lebar dan berwarna hiaju keabuan, namun lebih cocok tumbuh di dataran tinggi.

Kandungan Gizi:

*

Vitamin A, BI, B2 dan C serta unsur Ca, Fe, dan P.

Budidaya:

*

Penanaman melalui benih yang ditebar langsung (bisa dengan alur atau tebar merata)
*

Setelah tanaman cukup besar dilakukan panen yang sekaligus merupakan penjarangan tanaman (3-4 MST) pada bayam cabut dan 1-1.5 BST pada bayam petik dengan interval waktu pemetikan seminngu sekali.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #14   Report Post     Original Poster (OP)

Bit dan Brokoli

Bit
(Beet (Ingg.), Beta vulgaris L.) Famili: Chenopodiaceae

Asal:

*

Diduga berasal dari eropa dan dibudidayakan oleh bangsa Yunani. Bit merah dikembangkan kemudian oleh Bangsa Romawi. Bit hasil pemuliaan pertama dicatat di Jerman tahun 1558 dan di Inggris tahun 1576. Budidaya bit untuk produksi gula dimulai di Silesia tahun 1801 ditunjang oleh Perang Napoleon ketika Inggris memblokade Perancis dan memotong jalur suplai gula dari India Barat.

Budidaya:

*

Memerlukan cahaya penuh.
*

Tanah berdrainase baik.
*

Jarak tanam 15 30 cm.
*

Satu cluster benih bisa lebih dari satu benih sehingga perlu dilakukan penjarangan jika ditanam langsung. Pada benih monojam hanya terdiri dari satu benih sehingga tidak perlu dijarangkan.
*

Rendam benih di air hangat 1,5 hari sebelum tanam.



Brokoli
(Broccoli (Ingg.), B. oleraceae var. italica (Latin)) Famili: Brassicae

Asal:

*

Tiba di Itali dari Kreta, Cyprus/ Mediterania pada abad ke-17

Bagian yang dikonsumsi:

*

Bunga dan tangkainya (warna bunga hijau ungu/putih)

Suhu:

*

16 C

Budidaya:

*

Tanah berdrainase baik dengan kadar N agak rendah
*

Penyemaian hingga siap tanam: 1-1,5 bulan

Panen:

*

2-3 BST (dilakukan pada saat bunga belum membuka dan masih kompak)
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #15   Report Post     Original Poster (OP)

Jambu Air Baru

Jambu Air Baru
Antara Cileungsi dan Surabaya
Oleh trubus

Klik untuk melihat foto lainnya...
Jambu air setinggi 50 cm dalam polibag berderet rapi di salah satu greenhouse Taman Wisata Mekarsari (TWM), Cileungsi, Bogor. Buah ranum di cabang seketika mencuri perhatian. Sosok menarik berwarna hijau dengan ujung kemerahan. Tiap dompol berisi 3-4 buah kian membuat mata enggan mengalihkan pandang.

Dengan bobot 150 gram per buah, anggota famili Myrtaceae itu terlihat bongsor. Kulit mulus mempercantik bentuk buah yang membulat tanpa pinggang. Pangkal dekat tangkai datar, tidak meruncing seperti jambu air kebanyakan. Saat matang, ujung buah merekah dan warnanya jadi merah muda kecokelatan. TWM menyebutnya mutiara pink. Dinamai mutiara lantaran kulitnya halus mulus bak mutiara, mirip varietas black pearl asal Thailand. Embel-embel pink merujuk warna buah matang yang merah muda.

Bentuk membulat mengingatkan pada sosok red rose apple dari Thailand. Namun, warnanya lebih mirip varietas king rose apple. Syzigium samarangense itu tidak meninggalkan sensasi asam sedikit pun. Tekstur renyah dengan kadar air tinggi. Mayoritas tidak berbiji, meski biji muncul pada beberapa buah.

Mutiara pink berbuah dua kali setahun. Bunga mulai muncul pada akhir musim hujan, sekitar Maret-April. Buah pertama dapat dinikmati pada Mei-Juni. Setelah itu bunga dan buah terus bermunculan. Namun, puncaknya pada akhir musim kemarau atau Septembe r-Oktober, saat panen raya kedua. Di musim hujan tetap bisa berbuah tapi kurang manis. Itu lantaran kadar air buah tinggi sedang kadar gula tetap, kata Wilma, pakar tanaman buah TWM.
Seleksi

Buah mutiara pink yang besar dan berkulit mulus bukan tanpa campur tangan. Staf TWM melakukan seleksi buah dan pembrongsongan untuk meningkatkan kualitas. Seleksi dilakukan saat pentil. Buah cacat atau bentuknya tidak sempurna dibuang. Penjarangan itu menjadikan pasokan nutrisi ke setiap buah lebih banyak. Hasilnya, bobot dan tingkat kemanisan meningkat.

Lazimnya jambu air, mutiara pink juga rentan serangan lalat buah. Untuk mengatasinya, buah dibrongsong menggunakan plastik transparan sehingga kondisi buah gampang dikontrol. Keuntungan lain, dengan brongsong kulit buah jadi cerah karena proses pematangan, bukan oleh pengaruh sinar matahari.

Semula TWM memiliki 2 pohon induk. Pohon itu sudah ada sebelum TWM didirikan pada 1994. Ketika pohon mulai belajar berbuah, hasilnya mengejutkan. Tanpa perawatan memadai, kualitas buah sangat baik dan produktif. Oleh karena itulah, 3 tahun lalu mutiara pink diperbanyak dengan cara sambung pucuk.
Punya rival?

Nun di Surabaya, diam-diam seorang warga Kota Pahlawan menyimpan jambu air istimewa. Sosoknya juga bongsor dan berwarna semburat merah. Bobot jambu air milik Eddy Pattipeilohy dapat mencapai 120 g per buah. Warna merahnya lebih pucat ketimbang mutiara pink TWM yang merah muda kecokelatan. Manisnya melebihi jambu air kebanyakan, meski masih ada rasa masam yang tercecap.

Sama seperti TWM, Eddy melakukan seleksi agar buah bongsor. Sebelum bunga menjadi pentil, bunga di tengah dompol-biasanya terdiri dari tiga bunga-dibuang. Tujuannya agar bunga tersisa mendapat pasokan nutrisi lebih banyak. Buah juga dibrongsong dengan plastik. Kini tinggal para hobiis menentukan pilihan. Ingin mutiara pink atau rivalnya?
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

Manggis Tanpa Biji

Manggis Tanpa Biji
Awal Sebuah Perjalanan
Oleh trubus

Mentari di atas kota Tarakan, Kalimantan Timur, bersinar terik. Sebuah speedboat melaju cepat ke arah barat laut menyusuri Sungai Sesayap. Di sungai selebar 1-2 km itu badan perahu sesekali dihantam ombak. Tiga jam berselang speedboat menepi. Dua penumpang, Sobir PhD dan Rahmat Suhartanto-keduanya peneliti dari Pusat Kajian Buah Tropika-melangkah ke daratan. Sekitar 50 m dari tepian, sebatang pohon manggis setinggi 30 m menyambut. Itulah sekelumit kisah pencarian manggis tanpa biji di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pohon manggis berumur 40 tahun itu memang istimewa. Buah tak berbiji. Itulah salah satu manggis tanpa biji yang pernah ditemukan. Sifat itu jelas disukai penggemar buah. Bagian buah yang dikonsumsi lebih banyak. Tak perlu repot-repot lagi membuang biji, kata Sobir.

Meski disebut tanpa biji, terkadang manggis itu masih memiliki 1 biji dalam 1 buah. Soal rasa, Garcinia mangostana asal Malinau, Kalimantan Timur, itu tak kalah dengan manggis kaligesing dan wanayasa. Manis, sedikit asam, dan menyegarkan. Kaligesing dan wanayasa ialah 2 manggis yang telah dilepas sebagai varietas unggul.

Buah berukuran standar, bobot 80-150 g per buah. Bentuk buah agak lonjong, mirip manggis rejang lebong yang bentuknya seperti gentong. Namun, sosok manggis malinau sedikit melengkung sehingga membentuk lekukan di satu sisi. Satu buah terdiri dari 5-7 septa tergantung ukuran. Kulit buah tergolong tebal, 0,5-1 cm.
Dua pohon

Manggis tanpa biji berbuah pada November-Januari. Dari pohon berumur 40 tahun dihasilkan 1 kuintal setiap tahun. Berdasarkan pengamatan, sejauh ini belum pernah ditemukan buah terkena getah kuning. Sekitar 20 m dari lokasi itu tumbuh pohon manggis lebih muda, berumur 25 tahun. Tingginya baru 15 m. Diduga itu turunan dari pohon manggis tanpa biji yang pertama. Buahnya pun tanpa biji.

Konon, dahulu kala di kawasan itu tumbuh pohon manggis tanpa biji berumur ratusan tahun. Ada keterangan yang menyebutkan tinggi pohon mencapai 30 m. Sayang, tanpa sebab yang jelas pohon itu mati. Besar kemungkinan, 2 pohon yang kini ditemukan keturunan pohon tua itu.

Menurut Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT), Bogor, hutan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, itu salah satu pusat keragaman manggis. Banyak sekali keluarga Garcinia ditemukan di sana. Dari manggis hutan hingga yang dikenal di pasaran, ujarnya. Meski demikian, kawasan itu bukan pusat produksi. Di daerah yang berbatasan dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia, itu manggis tidak dianggap sebagai buah komersial.
Bawaan genetik

Menurut Drs M Jawal Anwarudin Syah MS, pakar manggis dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Solok, manggis tanpa biji disebabkan 2 kemungkinan: lingkungan dan bawaan genetik. Misal, buah manggis dalam 1 pohon sangat banyak sehingga ukuran mengecil. Konsekuensinya septa ikut kecil sehingga pertumbuhan biji terhambat. Pada kasus itu manggis tanpa biji bukan hal istimewa.

Bila kasus tanpa biji itu disebabkan bawaan genetik, maka penemuan itu luar biasa. Itu langka. Tentu lebih enak dikonsumsi karena bisa langsung ditelan, katanya. Ia enduga manggis tanpa biji yang ditemukan Sobir itu salah satu varian dari manggis yang dikenal saat ini. Toh, Jawal tak berani berspekulasi apakah variasi itu bernilai komersial di kemudian hari.

Penelusuran Trubus, manggis tanpa biji pernah ditemukan di Malaysia. Rakyat negeri jiran menyebutnya masta atau sepa. Bahkan Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) berhasil menemukan beberapa kultivar unggul manggis tanpa biji (baca Manggis Tanpa Biji, Trubus April 1994).

Di daerah Yan, Kedah, ditemukan manggis tanpa biji dengan bobot rata-rata 80 g. Di Perak ditemukan manggis tanpa biji berbobot 60 g. Namun, manggis tanpa biji yang ditemukan di Malinau berbeda dengan yang berada di Malaysia. Dari sosok buah jelas berbeda. Bagian yang dapat dikonsumsi dari manggis tanpa biji asal Indonesia lebih banyak. Ukurannya lebih besar, ujar Sobir. Ukuran daun pun lebih besar
Masih diteliti

Fenomena ditemukannya manggis tanpa biji masih menyisakan misteri. Pasalnya, selama ini manggis yang berbiji dikenal bersifat apomiksis. Artinya, pohon dapat menghasilkan buah tanpa melalui perkawinan bunga jantan dan betina.

Menurut Jawal biji yang terbentuk berasal dari induksi zat-zat endogen dalam tumbuhan. Karena tanpa perkawinan itulah biji manggis bersifat vegetatif sehingga mempunyai sifat yang serupa dengan induknya.

Pada kasus manggis tanpa biji, sifat apomiksis itu tak sempurna karena biji kosong, kecil atau tak terbentuk. Ada kemungkinan proses pembentukan biji terhambat, ujar Sobir. Bila benar demikian, maka manggis tanpa biji sifatnya lebih mendekati partenokarpi. Baik apomiksis dan partenokarpi memang diartikan sebagai sifat pohon yang dapat menghasilkan buah tanpa melalui perkawinan bunga jantan pada bunga betina. Yang membedakan, pada apomiksis menghasilkan biji. Sementara partenokarpi tidak menghasilkan biji.

Terlepas dari misteri itu, kemunculan manggis tanpa biji membuka ladang baru penelitian. Kultivar itu sangat potensial dikembangkan atau disilangkan dengan kultivar lain untuk menghasilkan jenis yang lebih unggul. Maka, pencarian manggis tanpa biji ke Malinau, Kalimantan Timur, adalah sebuah awal
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #17   Report Post     Original Poster (OP)

Kurma Segar dari Halaman Rumah

Kurma Segar dari Halaman Rumah
Oleh trubus

Mentari mulai tergelincir ke ufuk barat. Suara bedug terdengar ditabuh tanda waktu berbuka puasa tiba. Di atas meja terhidang setangkai kurma segar berisi puluhan buah seukuran ibu jari orang dewasa. Begitu buah ungu kecokelatan dicicip, rasa manis nan segar tercecap di lidah. Berbuka puasa dengan kurma Phoenix dactylifera segar yang dipetik dari halaman rumah bukan sekadar impian bagi Adi Warsito. Di halaman rumah di kawasan Pondokindah, Jakarta Selatan, sebatang kurma memamerkan 4 tandan buah.

Itulah yang Trubus lihat waktu berkunjung ke sana pada Agustus 2006. Buah susul-menyusul. Itu terlihat dari warna kulit. Buah muda, hijau; remaja, kuning gading; dan tua, ungu kecokelatan. Pohon kurma yang tengah berbuah setinggi 5,5 m. Ia tumbuh berdampingan dengan kurma lain yang lebih pendek, 4 m. Jarak keduanya tak sampai 1 m. Sayang, meski ditanam berbarengan pohon yang disebut terakhir tidak berbuah.

Kedua kurma itu ditanam sembilan tahun silam, saat Adi hendak menempati rumah. Awalnya kurma ditanam sebagai tanaman hias pengganti palem-paleman. Bangunan yang kami tempati bergaya mediterania, jadi tanaman hias yang cocok keluarga palem-paleman, kata suami Titi Adi Warsito itu. Kurma dipilih karena tergolong palem eksklusif.

Pada 1997, bibit kurma setinggi 4 m didatangkan dari Cirebon, Jawa Barat. Pengusaha di bidang otomotif itu menggelontorkan Rp4-juta untuk 3 batang kurma. Adi tak tahu pasti asal-muasal bibit. Besar kemungkinan berasal dari biji yang beradaptasi dengan iklim tropis. Sayang, setahun setelah tanam, 1 pohon mati karena tak mampu beradaptasi.
Langka

Berita kurma berbuah di Indonesia sampai ke telinga para pakar buah. Luar biasa, kejadian itu sangat langka, kata Drs Hendro Soenarjono, mantan peneliti di Kebun Percobaan Cipaku, Bogor.

Pendapat itu diamini Dr Reza Tirtawinata MS, direktur Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Bila yang berbuah Phoenix dactylifera itu sangat istimewa. Kurma yang rajin berbuah di Indonesia adalah kurma hias Phoenix roebelenii, tuturnya. Jenis itu tak pernah dikonsumsi, sementara yang ada di kediaman Adi Warsito daging buah tebal karena buah tak berbiji.

Menurut Reza, kurma berbuah di daerah tropis bersifat kasuistis. Artinya, contoh itu tak bisa dijadikan patokan bahwa kurma mampu berbuah di Indonesia. Apalagi untuk ditanam skala komersial. Iklim negeri kita tak mendukung pohon kurma berbuah,ujarnya. Kurma membutuhkan kekeringan ekstrim yang merangsang pembuahan.

Reza menduga, letak pohon di antara jalan raya dan bangunan menyebabkan daerah perakaran terisolasi dari air. Maka secara mikro kondisi lingkungan kering, seperti habitat asli kurma. Oleh karena itu, Reza hanya menyarankan penanaman kurma sebatas tanaman hias. Kalau berniat untuk menikmati buahnya bisa kecewa, tutur doktor dari Institut Pertanian Bogor itu.
Partenokarpi

Itu berbeda dengan pendapat Greg Hambali, pakar botani di Bogor. Fenomena di kediaman Adi Warsito kian mengukuhkan Phoenix dactylifera dapat berbuah di Bumi Pertiwi. Saya pernah mencicipi kurma dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, ujarnya. Hanya saja perlu ditelusuri lebih jauh. Lazimnya kurma yang berbuah di tanahair berukuran kecil, paling sebesar ujung ibu jari orang dewasa dan tak berbiji. Sementara di Israel, Trubus menyaksikan kurma segar berukuran hampir sama dengan telur ayam kampung.
Di Israel buah seukuran telur ayam

Menurut Greg, kurma tanpa biji itu bukan hasil perkawinan bunga jantan dan betina. Buah berasal dari pohon partenokarpi. Artinya, pohon mampu membentuk buah tanpa ada penyerbukan jantan pada betina. Beberapa pohon kurma memang bersifat seperti itu, tergantung genetik bunga betina, kata alumnus University of Birmingham itu.

Secara alami kurma tergolong tanaman berumah dua. Pohon hanya menghasilkan 1 jenis bunga: jantan atau betina. Penyerbukan alami terjadi bila terdapat pohon jantan dan betina di lokasi berdekatan. Menurut Greg, kurma sulit berbuah di Indonesia justru karena penanaman-sebagai tanaman hias-umumnya tunggal. Akibatnya, tak terjadi penyerbukan bunga jantan pada betina.
Kurma Kalifornia

Lantaran itulah Greg yakin pada penanaman berkelompok peluang kurma berbuah jauh lebih besar. Namun, membutuhkan riset pendukung. Dulu di Kalifornia kurma juga tak berbuah, tapi lihat sekarang. Kalifornia jadi salah satu produsen kurma, ujar kolektor berbagai tanaman buah itu.

Penelusuran Trubus membenarkan pernyataan Greg. Kurma yang diimpor Indonesia umumnya dari Kalifornia. Negara bagian Amerika Serikat beriklim tropis itu membudidayakan kurma secara komersial sejak 1969. Padahal, sampai 1800-an, pohon-pohon kurma di Kalifornia tak pernah berbuah. Penelitian dari Universitas California pada 1905 merekomendasikan penyerbukan dengan lebah. Hasilnya, tanaman menjadi lebih produktif.

Thailand melakukan penelitian serupa. Para pakar di negeri Gajah Putih mencoba mengawinkan bunga betina kurma dengan bunga jantan dari keluarga palem lain. Sebut saja dengan kurma hias Phoenix roebelenii. Mereka telah memulainya, kita tak boleh kalah, ujarnya.

Bila penelitian di tanahair benar berjalan, banyak hobiis bersukacita. Koleksi kurma yang biasanya untuk tanaman hias dapat berbuah. Sebut saja Darwis Siagim, hobiis buah-buahan di Pondokbambu, Jakarta Timur, yang mengoleksi belasan pohon kurma. Mantan manajer di Pertamina itu berharap, suatu saat kelak, ia dan anak cucu dapat menikmati kurma dari halaman rumah.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #18   Report Post     Original Poster (OP)

Pisang Koleksi Tien Soeharto

Pisang Koleksi Tien Soeharto
Rasa Lokal, Nama International
Oleh trubus


Lo, ada ya pisang ambon amerika,kepok amerika, dan pisang jepang? tanya Meilina Putri, pengunjung Festival Pisang di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, terheran-heran. Yang ia tahu, pisang justru banyak di Indonesia. Waktu mendengar nama-nama di atas, ia langsung membayangkan Musa Spp asal negara-negara di seberang lautan.Padahal semua itu pisang lokal juga, tutur Sobir, PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropis (PKBT),IPB. Ketiganya mutiara terpendam yang dikumpulkan almarhumah Tien Soeharto -mantan ibu negara -sepuluh tahun silam.

Bukan hanya Meilina Putri yang terheran-heran.Puluhan peserta Bincang Pisang di aula Gedung Dewi Sri,Taman Wisata Mekarsari ikut penasaran.Pasti penamaan itu ada hubungannya dengan orang Amerika dan Jepang ya? seloroh Budiarto Rahman, salah seorang peserta. Dari situlah Trubus melacak sejarah 3 pisang yang mengundang tanya itu.

Menurut Sobir,anggota famili Musaceae itu hasil seleksi dari beragam pisang yang dikumpulkan oleh almarhumah Tien Soeharto pada 1986.Istri mantan presiden Soeharto itu mengoleksi beragam pisang unggul daerah dari seluruh nusantara: Sabang sampai Merauke.

Dari informasi mulut ke mulut, akhirnya terkumpul 348 jenis pisang asli Indonesia. Sayang,penamaannya hanya berdasarkan nama daerah masing-masing. Bahkan beberapa jenis menggunakan nama pemilik pohon. Menurut Ir Agus Sutanto, MSc, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Solok, Sumatera Barat, penamaan itu lumrah dilakukan karena jenis pisang sangat beragam dan ditemukan hampir di setiap daerah.Malah sering ditemukan, nama pisang sama tapi jenisnya beda. Sebaliknya,ada yang sebutannya berbeda, ternyata jenisnya sama, papar Agus.
Ekspatriat

Berdasarkan sejarah itu, Sobir menduga sebutan ambon amerika, kepok amerika,dan pisang jepang diambil dari nama pemilik pohon ekspatriat. Memang banyak ekspatriat menyukai buah-buahan tropis. Mereka berburu buah-buah paling enak di setiap daerah. Sebagian juga menanam di pekarangan rumah sebagai koleksi.Tak jarang hasil perburuan dibawa ke negara asal.

Salah satunya ya pisang itu. Maklum di beberapa negara,pisang dianggap buah bergengsi. Menurut Dr Moh Reza Tirtawinata, MSc, di Amerika Serikat pisang dianggap buah kelas atas. Harganya mahal. Satu buah dibanderol US$0,5 (setara Rp5.000,red), kata doktor dari Institut Pertanian Bogor yang kerap melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara itu.

Rasa ambon amerika dan kepok amerika yang manis,legit,dengan sedikit rasa asam cocok di lidah warga negara Paman Sam. Buat mereka rasa yang enak itu agak asam, ujar Sobir,doktor dari Universitas Okayama, Jepang. Sebaliknya, pisang jepang manis seperti susu. Pas di lidah warga negeri Matahari Terbit yang mirip lidah orang Indonesia: suka rasa manis tanpa asam. Inilah penampilan ketiga pisang lokal bernama international itu.
Ambon amerika

Dua kata yang tersemat pada pisang itu kerap menipu.Disebut ambon karena sosok mirip pisang ambon: berkulit mulus bersih. Setelah diteliti oleh PKBT, secara kekerabatan ia justru lebih dekat dengan pisang raja sereh dan pisang emas.

Menurut Reza, raja sereh jenis pisang paling enak di Indonesia. Sayang, penampilannya tidak menarik. Kulit penuh titik dan totol hitam kecokelatan. Raja sereh tak disukai orang mancanegara karena dianggap pisang rusak.

Wajar bila ambon amerika lantas diunggulkan. Rasa ambon amerika manis, legit, bercampur asam seperti yang disukai lidah orang Amerika. Kulit bersih dan mulus. Sosok buah sedikit lebih kecil daripada ambon sehingga pas untuk konsumsi seorang. Ini mutiara terpendam milik Indonesia, ujar Sobir.
Kepok amerika

Label kepok amerika pada pisang itu mengingatkan pada kepok, jenis pisang olahan. Ciri khas yang mudah dikenali ialah bentuk sudut pada kulit yang kentara, hampir persegi.Namun, meski disebut kepok, sudut pada kepok amerika tak begitu menonjol.Ukuran pun lebih panjang, tak seperti kepok yang buntek.

Setelah diteliti, ternyata secara kekerabatan kepok amerika lebih mirip kelompok pisang cavendish. Cavendish, tergolong jenis ambon. Rasa kepok amerika legit,manis,dan agak asam. Buat Sobir itu lebih enak ketimbang cavendish yang lebih anyep. Karena tergolong cavendish, kepok amerika merupakan buah segar, bukan pisang olahan.
Jepang

Sosok pisang jepang mirip pisang emas dan pisang lampung. Rasanya manis seperti susu tanpa rasa kecut sama sekali. Dari hasil penelitian disimpulkan pisang jepang termasuk golongan pisang emas. Kekerabatannya juga dekat dengan pisang emas 40 hari dan bangka hulu. Bedanya, aroma pisang jepang tidak terlalu menyengat. Diduga itu karena kadar alkohol yang rendah. Menurut penilaian Sobir, inilah salah satu
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #19   Report Post     Original Poster (OP)

Di Florida Grapefruit, di Sumbawa Jeruk Samawa

Di Florida Grapefruit, di Sumbawa Jeruk Samawa
Oleh trubus


Memasuki Mei-September, rak-rak berpendingin di pasar swalayan di Batam, Bali, dan Medan dibanjiri jeruk cantik nan segar. Buah seukuran bola bowling berwarna kuning cerah itu dibandrol Rp50-ribu per kg. Lha, ada jeruk fl orida di sini, kata Purnama Wijaya, saat melihat Citrus paradisi itu. Tak diduga grapefruit dipasok dari Sumbawa, bukan diimpor dari Amerika Serikat. Di pasar modern si asam manis itu bersalin nama samawa citrus.

Bukan hanya Purnama Wijaya, hobiis buah-buahan kaget melihat jeruk florida segar dipajang di pasar swalayan. Drs H Lalu Serinata, Gubernur Nusa Tenggara Barat, juga takjub. Ini baru namanya jeruk, produksi lokal kualitas internasional, ujarnya.

Pemandangan menarik di pasar modern itulah yang menyebabkan penulis bersama Lalu Serinata berkunjung langsung ke kebun PT Ladang Artha Buana di Pulau Sumbawa. Lokasi kebun sekitar 15 km dari Sumbawa Besar ke utara. Tepatnya, ke arah Pelabuhan Badas. Tak menduga, di sana terbentang 60 ha kebun grapefruit yang ditanam sejak 1998.

Kerabat kawista itu berjajar rapi dengan jarak tanam 6 m x 6 m. Sosok tanaman pendek, hanya 1,8-2 m. Namun, dari sela-sela daun bergelayutan dompolan jeruk berwarna kuning cerah. Dalam setiap dompolan terdapat 6-8 buah yang meng geromb ol, mirip anggur. Dari situ muncul sebutan grapefruit.
Bukan pamelo

Penampilan grapefruit memang mempesona. Kulit kuning atau jingga cerah. Ukuran di atas rata-rata-bobot sekitar 500-700 g per buah- kerap membuat orang menggolongkannya sebagai pamelo alias jeruk besar. Padahal, grapefruit berbeda dengan Pamelo. Pamelo dalam bahasa latin disebut Citrus grandis dan Citrus maxima. Sementara grapefruit dikenal Citrus paradisi.

Penelusuran penulis, sebutan grapefruit memang relatif baru. Ia dipisahkan dari jeruk besar oleh James MacFayden pada 1837 lewat publikasinya berjudul Flora of Jamaica. Pada 1948 pendapat James mulai diakui oleh para ahli jeruk dunia.

Mereka menduga grapefruit adalah silangan pamelo dengan jeruk jenis lain. Ia juga dipercaya berasal dari Amerika Serikat, tepatnya di Florida. Di seluruh dunia, grapefruit dikelompokkan menjadi dua: pink grapefruit dan yellow grapefruit.

Di negeri Paman Sam, grapefruit dikembangkan secara besar-besaran. Sebuah laporan menyebutkan produksi negara itu mencapai 2,7-juta ton per tahun. Negara lain yang mengusahakan grapefruit secara besar-besaran ialah Israel, Argentina, Cina, dan Afrika Selatan. Di sana buah itu lazim dinikmati saat sarapan pagi.

Di Indonesia, baru belakangan ini grapefruit populer sebagai buah segar. Terutama di kalangan ekspatriat di Freeport dan Newmont. Caranya jeruk dibelah horizontal, lalu isinya diambil dengan sendok. Ia diolah jadi jus. Rasa asam diimbangi pemberian gula merah.
Istimewa

Pengamatan penulis, kebun di Pulau Sumbawa benar-benar istimewa. Pasalnya, iklim negara asal tak sama dengan Indonesia. Penulis pernah berkunjung ke kebun serupa di Jawa Barat, tapi hasilnya tak memuaskan. Tanaman tumbuh merana sehingga buah kecil-kecil. Di Sumbawa, grapefruit mampu berbuah selama 5 bulan dalam setahun. Tepatnya, pada periode Mei-September.

Total jenderal luas kebun PT Ladang Artha Buana mencapai 250 ha. Luas usaha perkebunan jeruk 60 ha. Sejumlah 33 ha sudah berproduksi dengan kapasitas 18 ton per bulan. Jeruk kelas A dikirim ke Lombok, Bali, Jakarta, Medan, dan Batam. Sementara jeruk yang tak lolos sortir-sekitar 30%-diserap pasar lokal. Di pulau yang terkenal dengan madunya itu nama jeruk florida berganti menjadi jeruk samawa. Kata samawa diambil dari nama suku asli Pulau Sumbawa.

Dari perjalanan penulis ke kebun, sebetulnya terpendam potensi lain. Kebun ini cocok untuk lokasi agrowisata, ujar Lalu Serinata. Maklum, suasana kebun yang tertata rapi membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan nan indah. Apalagi, dari kebun itu terlihat jelas Pulau Moyo, pulau yang menjadi tempat peristirahatan pribadi mendiang Putri Diana. Tertarik menikmati jeruk florida di tanahair? Berkunjunglah ke Sumbawa pada Mei-September.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #20   Report Post     Original Poster (OP)

Maniskan Anggur Bali

Edi Yana
Maniskan Anggur Bali
Oleh trubus

Di sebuah ruangan balai penelitian di Singaraja, Bali. Seorang peneliti terheran-heran kala Trubus bercerita hendak ke kebun anggur. Apanya yang mau diliput. Memang masih ada anggur manis di sini? tanya Dr Haryanti MS, sang peneliti, tak percaya. Sejak 3 -4 tahun terakhir kejayaan anggur bali memang terbenam. Tak ada lagi anggur super yang manis. Namun, di salah satu sudut Singaraja, Trubus menemukan anggur super dari sebuah kebun. Meski tingkat kematangan belum optimal, rasa manis terasa menyergap lidah.

Rasa anggur di kebun I Gede Edi Yana SE itu luar biasa. Ini belum seberapa. Bila 3 -4 hari lagi dipetik, pasti lebih manis, katanya. Memang saat dipetik tangkai buah anggota keluarga Vitaceae itu masih hijau bersemburat ungu. Tanda buah matang optimal tangkai buah bagian atas berubah ungu.

Toh , semua orang sepakat, anggur dari kebun Edi Yana tergolong terbaik di Singaraja. Kalau mau anggur manis, datang saja ke kebunnya, kata seorang kenalan yang Trubus temui di sebuah pameran di Kuta pada penghujung 2003. Pantas anggur yang berasal dari Kecamatan Seririt, Singaraja, itu kerap dipajang di berbagai pameran nasional.
Teknik pemupukan

Sepintas pemandangan di kebun Edi tak ada bedanya dengan kebun di sekitar. Usut punya usut, teknik pemupukan yang dilakukan ayah 3 anak itulah yang menyebabkan kualitas buah berbeda. Ia mengandalkan pupuk NPK berkadar K tinggi dan pengapuran dolomit CaMg(CO3)2 agar buah manis. K tinggi diberikan saat tanaman disuburkan, sebelum dipangkas untuk berbunga. Pekebun lain lazimnya menggunakan pupuk NPK seimbang dan pengapuran kalsit CaCO3

Menurut Ir Wijaya MS, pakar buah di Bogor, teknik pemupukan K tinggi memang berperan meningkatkan kualitas buah. Kalium berperan sebagai katalisator enzim dalam pembentukan gula dari amilum, kata mantan peneliti di Kebun Pembibitan Buah Cipaku, Bogor, itu. Kalium juga berperan mempertebal dinding sel sehingga tanaman lebih tegar dan kokoh.

Pengapuran dolomit CaMg(CO3)2 diakui memaniskan buah. Pasalnya, kapur dolomit mengandung Mg. Magnesium itu satu-satunya mineral penyusun klorofi l. Ia tak ditemui di kalsit, ujarnya. Dengan penambahan magnesium maka daun lebih hijau. Secara tak langsung proses pembentukan gula menjadi lebih optimal ketimbang tanaman yang kekurangan magnesium.
NPK 1:2:2

Menurut Edi, pupuk K tinggi diberikan pertama kali saat tanaman berumur 11 bulan setelah tanam. Benamkan 1 ons NPK 1:2:2 sejauh 1 m di sekeliling batang setiap 10 hari. Pemberian dilakukan 4 kali sebelum tanaman dipangkas. Sebelumnya, pada umur 2 -11 bulan, pupuk yang digunakan ialah NPK 2:2:1.

Pohon yang dipupuk K tinggi batangnya semakin kokoh. Pada bulan ke-12 dilakukan pemangkasan cabang. Minimal 7 ruas disisakan pada cabang tersier. Agar memudahkan, waktu pemangkasan itu dianggap sebagai 0 hari. Anggur dipanen 105 hari setelah pemangkasan. Pada umur 0 -5 hari biasanya air masih mengucur dari cabang yang dipangkas. Baru pada hari ke-5 sampai ke-20 dilakukan penyemprotan ZPT dari golongan auksin dan giberelin untuk merangsang tunas bunga keluar serempak. Dosisnya sekitar 1 cc per liter atau sesuai yang tertera di kemasan. Perlakuan 4 kali setiap 5 hari.

Pada umur 50 hari lazimnya bunga yang muncul telah menjadi bakal buah. Benamkan 1 kg NPK 1:2:2 di sekeliling batang. Tujuannya agar dinding sel buah kokoh. Ulangi pembenaman NPK 1:2:2 sebanyak 0, 75 kg pada hari ke-75. Pada umur itu terjadi proses pematangan buah. Pemberian K tinggi diharapkan mampu meningkatkan enzim yang berperan dalam pembentukan gula. Pada hari ke-105, buah siap dipanen dengan cara digunting.
Suburkan kembali

Setelah panen, tanah disuburkan kembali. Caranya tambahkan bokashi 20 kg dan dolomit 2, 5 -3, 5 kg. Bokashi berperan memasok hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Dolomit menaikkan pH tanah agar mendekati netral. Berikan juga 2 kg pupuk K tinggi untuk mengokohkan batang. Setelah itu istirahatkan tanah selama 2 minggu, sambil menunggu tanaman subur. Pohon yang telah subur siap dipangkas kembali sama seperti pada saat perangsangan bunga.

Menurut Edi cara itu bisa diterapkan pada anggur di daerah lain. Yang terpenting wilayah itu cocok untuk penanaman anggur. Dari penelusuran Trubus , lokasi yang paling sesuai untuk anggur ialah yang memiliki ketinggian tak lebih dari 300 m. Tanahnya cukup gembur, tapi memiliki lapisan cadas di kedalaman 40 cm. Lapisan cadas itu dibutuhkan untuk menahan air irigasi dan pupuk tercuci
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Salad Buah Tropis andy_baex Memasak & Makanan 0
buah kejujuran andy_baex Islam 0
Filsafat Buah langit_byru Humor 0
Buah - Peribahasa Movistar Penulis, Buku, Sastra & Bahasa 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.