Info Buah-buahan Login dengan akun Jejaringsosial.com anda Daftar sebuah akun Jejaringsosial.com
 
Go Back   Home > Flora, Pertanian & Perkebunan
Lupa Password?

Gambar Umum Video Umum





 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #31   Report Post     Original Poster (OP)

Salak Sohor dari Pulau Garam

Salak Sohor dari Pulau Garam
Oleh admin



Rasa salak bangkalan memang tak diragukan lagi. Beberapa pengusaha agribisnis yang Trubus temui juga mengakui. Sebut saja Hariyanto, pengusaha bibit buah dan tanaman perkebunan di Mojokerto, Jawa Timur. Itu salak yang paling saya sukai. Dia amat terkenal di Jawa Timur, ujarnya. Pun Doddy Baswardojo, pekebun jeruk kalamansi di Bengkulu. Bila benar-benar tua, rasanya lebih manis ketimbang pondoh, katanya.

Penasaran dengan nama kondang salak bangkalan, Trubus menyempatkan diri menyeberangi Selat Madura pada penghujung Desember 2005. Baru saja melewati jalan lintas Kamal-Bangkalan sejauh 15 km ke arah utara, hutan salak di kiri-kanan jalan menyambut pelancong yang datang. Jumlah tanaman salak semakin banyak seiring perjalanan ke pusat kota.

Di desa di tepi Selat Madura itu bayangan tentang Pulau Garam (sejak dulu Madura terkenal sebagai penghasil garam, red) yang kering kerontang dan panas langsung tumbang. Di daerah yang hanya berketinggian 3 m dpl itu teriknya sinar matahari tak terasa, malahan bisa dikatakan sejuk.

Batang-batang salak yang rimbun menutupi jalanan kecil yang menghubungkan setiap kampung. Jauh sekali dari panas teriknya suasana pantai dan pesisir pada umumnya. Menurut Greg Hambali, pakar botani dan kolektor salak dari Bogor, secara mikro beberapa desa di Kabupaten Bangkalan memang cenderung basah sehingga cocok untuk tanaman salak. Itu karena kedalaman air tanah sangat dangkal.
Empat jenis

Perburuan mencari salak bangkalan tak sia-sia. Beberapa pohon salak yang dilewati sedang berbuah. Di kediaman Saniyah, ketua Kelompok Tani Ambudi Makmur, salak bangkalan disuguhkan. Ternyata, nama bangkalan sebutan semua Salacca zalacca yang tumbuh di Bangkalan. Minimal terdapat 4 varietas salak di Bangkalan: yaitu se'nase, penjalin, manggis, dan kerbau. Nama-nama itu sudah mengakar di masyarakat Bangkalan (baca: Salak Paling Enak di Bangkalan, Trubus Februari 1991).

Menurut Ir Puguh Santoso MMA, dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangkalan, varietas se'nase dan penjalin paling enak. Trubus mencicipi sendiri. Rasa manis se'nase segera menyergap lidah. Anggota famili Arecaceae itu juga masir. Butiran seperti gula pasir terlihat bila buah dibelah. Warna kulit agak kecokelatan. Ukuran sedang, sekilo berisi 7-12 buah.

Penjalin manisnya lebih lengket di lidah. Sayang ukuran buah kecil, sekilo berisi 15-20 buah. Warna buah menarik karena agak kekuningan mirip penjalin alias rotan. Dari situlah namanya muncul. Populasi tanaman penjalin pun sedikit dibandingkan dengan se'nase, hanya 20% dari total populasi. Sementara varietas manggis, manis agak pahit dan kerbau manis sepet. Jumlah se'nase mencapai 40% dari populasi.

Dari keunggulan buah dan sebaran populasi, salak se'nase paling layak diusulkan sebagai varietas unggul. Itu dikuatkan oleh hasil penelitian Dr Ir Tri Sudaryono MS, peneliti salak dari BPTP. Berdasarkan analisis uji fenetik berbagai varietas salak di Jawa Timur, se'nase mempunyai hubungan kekerabatan paling jauh. Misal dengan suwaru malang yang dilepas sebagai varietas unggul pada 1991. Artinya se'nase pantas dikelompokkan sebagai varietas baru.
Jasa santri

Meski nama salak bangkalan begitu terkenal, tak ada yang tahu persis penanam pertamanya. Toh, cerita dari mulut ke mulut bisa memberikan gambaran. Almarhum KHM Cholil bin Abd Latif, pendiri pondok pesantren Mertajasah Bangkalan, dipercaya sebagai perintis penanaman kerabat kelapa sawit itu di sana. Ulama kharismatik itu sangat mencintai salak.

Ia kerap menugaskan para santri untuk merawat kebun salak di sekitar pondok. Santri yang merupakan penduduk setempat kerap mendapat oleh-oleh buah salak. Bijinya ditanam di rumah sehingga penanaman salak meluas. Bahkan, beberapa salak di Jawa Timur seperti wedi di Bojonegoro, kersikan di Pasuruan, dan suwaru di Malang diyakini bibitnya berasal dari Bangkalan oleh santri yang pernah mondok di sana (baca: Pondoh di Sleman, Wedi di Bojonegoro, Trubus Juli 2005).

Namun, kabar itu disangsikan oleh Greg Hambali. Menurutnya, yang mungkin terjadi justru sebaliknya. Salak bangkalan mirip dengan salak jawa. Yang mungkin salak dari Jawa masuk ke Bangkalan. Di Madura sedikit sekali ditemukan penyerbuk alami, katanya. Maklum, salak jawa terkenal sebagai tanaman berumah dua. Satu tanaman hanya memiliki 1 organ reproduksi. Artinya, tanaman jantan dan betina terpisah. Kebun salak komersial hanya bisa berbuah bila penyerbukan dibantu manusia. Peran penyerbuk alami sangat sedikit.
Tengah kota

Terlepas dari itu, hampir semua sepakat pengembangan snake fruit itu dimulai dari sebuah kampung bernama Pesalakan. Boleh dikatakan letaknya persis di jantung kota. Dari situ ia menyebar ke daerah sekitar hingga mengubah wajah Bangkalan menjadi hutan salak.

Pengamatan Trubus saat berkeliling kota Bangkalan, saat ini jumlah perumahan dan kebun salak hampir berimbang. Karena letaknya yang di tengah kota itu banyak kalangan khawatir salak bangkalan bakal punah. Penelitian kami menyimpulkan setiap tahun terjadi pengurangan 100-ribu rumpun salak bangkalan. Itu setara dengan 50 ha, kata Tri Sudaryono.

Sebetulnya konvensi lahan dari hutan salak menjadi perumahan atau perkantoran tak masalah selama disediakan lahan pengembangan alternatif oleh Pemda setempat. Yang perlu diperhatikan, kondisi iklim mikro wilayah pengembangan itu harus mirip dengan suasana tengah kota.

Gayung pun bersambut, Pemerintah Daerah Bangkalan di bawah pimpinan KH Fuad Amin, kini berusaha menyelamatkan salak bangkalan. Namanya diusulkan diganti dengan nama salak kramat. Kramat diambil dari nama desa yang paling gencar mengembangkan salak bangkalan. Kita tinggal menunggu peta kesesuaian lahan untuk pengembangan lanjutan, tutur Ir Moch Fatich Murtadlo Msi, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangkalan. Dengan begitu, kebanggaan warga Pulau Garam itu bakal berumur panjang.
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13

 






Reply With Quote     #32   Report Post     Original Poster (OP)

Jeruk Siem Wangon

Jeruk Siem Wangon
Lima Belas Tahun dalam Kesunyian
Oleh admin



Tak salah bila siem wangon pernah kondang dan sempat mengecap kejayaan. Citrus edulis itu manis rasanya. Ditambah sosok yang prima, siem kian menawan. Tengoklah penampilan fisiknya yang bulat hingga oval dengan balutan kulit hijau berpadu kuning berkilap. Saat dikupas, tampak daging berwarna jingga mencolok. Bila buah dibelah melintang terlihat 10-13 septa yang juicy dihiasi 1-2 biji. Saat mencicipi rasakan kesegaran yang tak ada bandingnya.

Dengan kelebihan itu pantas jika siem wangon pernah melanglangbuana hingga keluar Banyumas, bahkan Jawa Tengah. Di 1970-an siem wangon sempat meraja di pasar-pasar Jakarta hingga ke pelosok daerah, berdampingan dengan jeruk medan dan jeruk pontianak. Di Banyumas, siem wangon menjadi primadona hingga kini, ujar Buapati Banyumas H.M. Aris Setijono SH. SIP.

Popularitas siem wangon sempat teredam lantaran gempuran virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang mengganas pada 1980-an. Itulah titik balik turunnya kejayaan siem wangon. Saat itu ratusan pohon jeruk siem yang menjadi sumber utama periuk nasi alias pendapatan pekebun di Wangon disinggahi ribuan kutu loncat pembawa virus Bactrocera dorsalis. Akibatnya daun dan tunas-tunas muda menjadi keriting, lambat laun kering dan tak mempersembahkan sebutir buah pun untuk dipanen.

Pekebun tak punya pilihan selain membakar seluruh pohon jeruk demi menyelamatkan pohon yang belum terinfeksi. Trauma berkepanjangan membuat pekebun urung menanam jeruk di lahannya hingga lebih dari 1 dasawarsa. Walhasil, kenangan Wangon sebagai sentra siem terbesar di Banyumas pun ditutup. Sejak itulah nama jeruk siem wangon kian asing di telinga penggemar buah.
Bangkit lagi

Jeruk siem wangon telah ada sejak ratusan tahun silam di seputaran Wangon. Pohon induk telah lama mati, tapi terusmenerus memunculkan anakan layaknya regenerasi yang tak putus-putus. Bila menatap pohon jeruk dewasa sempatkan sekali-kali untuk menengok di sekitar tanaman; pucuk-pucuk tanaman muda ukuran 5-10 cm tampak menyemi ibarat jamur di musim penghujan.

Kabarnya ia pernah menjadi persembahan rakyat Wangon yang dahulu termasuk dalam wilayah Kadipaten Wirasaba untuk raja-rajanya. Raja Pajang, raja Demak, dan raja Mataram yang berturut-turut menguasai Kadipaten Wirasaba, pernah merasakan manisnya siem kebanggaan rakyat Wangon itu. Ia pun pernah menjadi simbol kota Kecamatan Wangon lantaran sanggup mengantarkan daerah yang lambat berkembang itu menjadi kondang di seantero Banyumas.

Berupaya membuka kembali cerita kejayaan jeruk siem, Sarpin menyemaikan beberapa anakan siem wangon yang terselamatkan dari bencana huang lung bin-sebutan CVPD di Cina. Pekebun jeruk di Karangtawang, Banteran, Wangon, Banyumas, itu menggalang pekebun lain untuk menanam jeruk kembali. Di bawah bimbingan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Banyumas, ia membentuk Kelompok Tani Sri Laksana yang mengkhususkan diri pada produksi jeruk.

Itu semata-mata, Karena saya sangat merindukan jeruk siem yang dulu pernah ada di sini, ungkap pria kelahiran 55 tahun silam itu. Akhirnya sejak akhir 2002, lebih dari 8.740 pohon jeruk tertanam di lahan seluas 10,5 ha. Dinas memberikan bantuan bibit yang disebarkan ke pekebun di wilayah Wangon, ujar Ery Prahasto.

Penanaman besar-besaran pun melibatkan seluruh warga Desa Banteran yang pernah menjadi pekebun jeruk. Lahan bekas penanaman jeruk di era 1980-an yang sempat tertidur, layaknya dibangunkan kembali. Tanah podsolik komplek yang semula ditumbuhi ilalang hingga menyemak disulap menjadi kebun jeruk seperti lima belas tahun lampau.

Dukungan dari PEMDA setempat makin menyulut semangat para pekebun. Pemerintah merencanakan Wangon sebagai sentra jeruk di Banyumas, ujar Bupati Banyumas. Terpaut tiga tahun setelahnya, kini sebanyak 4.640 pohon di lahan 6,5 ha mulai berbuah. Rasa haru pun terbit, Seperti menyaksikan kejayaan siem wangon di masa lalu, tutur Sarpin. Musim raya yang jatuh Maret-Agustus menjadi ajang mengasyikan untuk menuai siem wangon yang telah lama dirindukan.
Produktif

Di Banteran, Wangon, Banyumas, siem kini mulai mudah ditemukan di kebun-kebun penduduk. Jeruk ditanam dengan jarak 4 m x 4 m. Dengan begitu saat tanaman berumur lebih dari 8 tahun, tajuknya yang berbentuk payung tak bakal saling bersinggungan, ujar Sarpin.

Dengan bibit asal okulasi tanaman mulai berbuah pada umur 2,5-3 tahun. Produksinya pun relatif tinggi. Pada umur 3 tahun mencapai 10-14 kg per pohon. Seiring bertambah umur, siem wangon tua-tua keladi alias makin menjadi. Pada umur produktif 6-9 tahun, bisa dituai 750-900 buah yang setara dengan 90-200 kg per pohon. Produksi bisa mencapai titik yang lebih tinggi bila perawatan yang diberikan lebih intensif.

Pantas saat musim raya tiba pemandangan tajuk-tajuk siem yang keberatan digelayuti puluhan buah menjadi hal lumrah di kebun-kebun. Di luar panen raya, setiap saat buah dalam jumlah terbatas terus bermunculan. Buah relatif tahan simpan. Asal diletakkan di dalam wadah berlapis potongan kertas, kualitas bakal tetap terjaga selama 8-10 hari setelah petik. Transportasi jarak jauh pun tak jadi masalah.
Gemerincing rupiah

Bila panen raya tiba, manisnya siem wangon semanis madu bagi pekebun di seputaran Wangon. Sarpin yang membudidayakan 1.000 pohon di Karangtawang menangguk puluhan juta rupiah, hadiah dari pohonnya. Maklum seribu pohon yang ditanam pada panen perdana menghasilkan 14 ton. Harga jeruk per kg berkisar Rp4.000-Rp5.000. Belum lagi pendapatan dari produksi bibit. Bila musim panen usai, Sarpin menyibukkan diri membuat bibit jeruk siem dari setek batang maupun cangkok. Sebab permintaan bibit tidak kalah banyak dibanding buahnya. Hal serupa juga dialami pekebun lain.

Produksi diperkirakan bakal terus meningkat. Pasalnya, pekebun di Wangon telah dibekali pengetahuan perihal pengendalian CVPD. Kami merekomendasikan pekebun untuk menggunakan metode penyaputan atau pengolesan batang menggunakan insektisida bahan aktif imidakloprid seperti Winder 25WP dan Winder 100EC, bila terjadi serangan CVPD, ungkap Ery Prahasto.

Selain itu penggunaan bibit jeruk mesti dipastikan bebas penyakit. Penyuluhan meliputi pengendalian serangga penular CVPD Bactrocera dorsalis secara cermat, melakukan sanitasi kebun secara konsisten, dan memelihara tanaman secara optimal, rutin dilakukan. Dinas juga melakukan koordinasi dan pemantauan langsung penerapan teknologi pengelolaan kebun di Wangon.

Gayung pun bersambut, pekebun menyambut jeruk siem wangon sebagai harapan baru yang sanggup mengepulkan periuk nasi mereka. Kabar baik buat mania buah di nusantara. Nirwana jeruk yang sempat tertidur itu, kini terbangun kembali. (
nurcahyo
Continent Level

Post: 3.501
 
Reputasi: 13






Reply With Quote     #33   Report Post  

kenapa bambu bisa tumbuh dengan cepat?

di belakang rumah gw ada pohon bambu hias yang baru di beli sama tukang kebun gw beberapa minggu yang lalu. Awalnya gw suka banget sama pemandangannya, jadi tambah asri. Tapi kok lama-lama ngeri juga ya?! secara tuh pohon jadi gede banget, serem gw!
jelasin donk kenapa bambu bisa tumbuh dengan cepat.
Megha
World Level

Post: 16.442
 
Reputasi: 546






Reply With Quote     #34   Report Post  

Re: kenapa bambu bisa tumbuh dengan cepat?

Loh emang begitu kan? tau sebabnya? soalnya banyak bagian bambu banyak yang bagiannya tumbuh serempak.

Semua tumbuhan kalau sel-sel dalam jaringan meristem membelah dan menjadi lebih besar.. Tapi pada tumbuhan bukan bambu,meristem hanya terdapat diujung batangnya aja.Sedangkan pada buluh bambu setiap buku mengandung meristem,dan karena mungkin terdapat 60 buku (ronga-rongga yang ada di dalam batang bambu) pada satu rebung, rebung ini dapat tumbuh 60 kali lebih cepat daripada tumbuhan lain.karena meriste pada setia buku menghasilkan sel-sel baru, jarak antara buku yang berbatasan bertambah besar. Selembar upih menutupi setiap buku dan melindunginya terhadap kerusakan cahaya matahari.
d-net
Mod

Post: 1.905
 
Reputasi: 33






Reply With Quote     #35   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

buah simalakama ada gaaaaaaaaaaaaaaaaa
dwiyan15
City Level

Post: 198
 
Reputasi: 0

__________________
thanks the god yang telah menciptakan aku





Reply With Quote     #36   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

info tipe cara mencangkok buah ,saya rasa kurang lengkap ,dan tidak tersruktur ,klo bisa info tempat cangkokan di lampirkan .supaya si pembaca tau dimana tempat cangkokan tersebut.
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #37   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

Sebagai penyuka tanaman kurma (saya menanam 10 pohon kurma yang di datangkan dari daerah Jawa) hanya sebagai hiasan saja. sekedar informasi tanaman saya masih muda dan saya tanam di areal pantai di Bali. Boleh tahu cara merawat tanaman kurma? Saya sering lihat di Afrika Utara dan juga di Timur Tengah, pohon kurma di tanam dekat pantai.
Continent Level

Post: 4.408
 
Reputasi: 197






Reply With Quote     #38   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

kurang lengkap
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #39   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

Foto Jenis Sawo dan Cara Mengatasi Penyakit
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:






Reply With Quote     #40   Report Post  

Re: Info Buah-buahan

hai, saya pengen tau sejarah masuknya tanaman lengkeng di Indonesia. Kira-kira dimana saya bisa dapat informasinya? terimakasih (dina)
guest
Guest

Post: n/a
 
Reputasi:

Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search




Similar Threads
Thread Original Poster Forum Replies
Salad Buah Tropis andy_baex Memasak & Makanan 0
buah kejujuran andy_baex Islam 0
Filsafat Buah langit_byru Humor 0
Buah - Peribahasa Movistar Penulis, Buku, Sastra & Bahasa 0


Pengumuman Penting

Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2014, Jelsoft Enterprises Ltd.