Imagination 1st
 
Go Back   Home > Psikologi & Self-Help

Daftar
Lupa Password?


Anda juga bisa login menggunakan akun Jejaringsosial.com anda
Gambar Umum Video Umum Radio & TV Online

Sponsored Links
 


 
Reply
 
Thread Tools Search this Thread
Reply With Quote     #11   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Imagination 1st

Kutip:
Oleh Redbastard View Post
I Luv My Imagination..

imajinasi tanpa batas.. (it's my imajination)

Bebas..

Mengekpresikan daya khayal kita.. menembus batasan ruang dan waktu...
ya. Imajinasi tanpa batas, itu adalah salah satu cara untuk mencapai jiwa yang polos. Sama seperti yang disampaikan mario teguh tentang kembali menjadi polos.

Kutip:


PRIBADI POLOS adalah pribadi yang BERSIH, BEBAS, DAN BERANI.

Pribadi yang BERSIH karena ia berpikiran jernih, berhati bening, dan berlaku santun,

Pribadi yang BEBAS karena ia menginginkan yang besar, tanpa dihambat oleh keraguan dan pendapat buruk dari diri sendiri dan dari orang lain.

Pribadi yang BERANI karena ia mengupayakan yang besar, tanpa dikerdilkan oleh rasa takut terhadap kesulitan, dan resiko gagal.

...........


Sahabat Indonesia yang terkasih,

Marilah kita mengembalikan diri kita kepada kualitas aslinya, yang fitrah, yang polos – yaitu pribadi yang berbakat bagi kemenangan.

Marilah kita terima dengan kesadaran penuh, bahwa bersama setiap kelahiran – Tuhan menyertakan impian-impian dan bakat-bakat bagi pencapaiannya.

Tuhan tidak mungkin menjadikan hati Anda rindu akan kebesaran-kebesaran yang mengisi impian dari tidur dan kesadaran Anda, tanpa menyertakan kewenangan untuk mencapainya.

Untuk setiap keinginan di hati Anda, ada setidaknya satu kemampuan dalam diri Anda untuk mencapainya.

Maka,

Jelaslah mengenai apa yang Anda inginkan, agar jelas juga kemampuan yang harus Anda kenali dan kembangkan dari dalam diri Anda.

………..


Sahabat-sahabat saya yang sedang memandang ke arah kebesaran pribadinya,

Marilah kita kembali polos.

Marilah kita kembali kepada diri kita yang BERSIH, karena kita berpikiran jernih, berhati bening, dan berlaku santun.

Ingatlah bahwa kebersihan diri kita menentukan kebersihan cara-cara hidup kita, dan dengannya menentukan keindahan tempat kita dalam kehidupan.

Marilah kita kembali kepada diri kita yang BEBAS karena kita menginginkan yang besar, tanpa dihambat oleh keraguan dan pendapat buruk dari diri sendiri dan dari orang lain.

Ingatlah bahwa kebebasan diri kita menentukan keleluasaan kita untuk berperan bagi kebaikan orang banyak, dan dengannya menentukan kebesaran kehidupan kita.

Marilah kita kembali kepada diri kita yang BERANI karena kita mengupayakan yang besar, tanpa dikerdilkan oleh rasa takut terhadap kesulitan, dan resiko gagal.

Ingatlah bahwa keberanian kita menentukan ketinggian, jarak, dan ukuran dari semua hal yang akan kita upayakan dan capai, dan dengannya menentukan nilai kita bagi kehidupan yang kita hadiri dan yang akan kita wariskan kepada keturunan dan penerus kita.

...........


Sahabat-sahabat saya,

yang kebahagiaannya menjadi pamrih dari kerja-keras saya.

Kembalilah polos.
Tidak ada kualitas pribadi yang lebih sederhana dan lebih kuat daripada itu.

Cukupkanlah sudah keluhan kita kepada Tuhan, dan mulailah menjadi jiwa kecintaan-Nya,

dengan mengambil tanggung-jawab sepenuhnya,

bagi niat-niat baik yang direstui oleh Tuhan,
bagi rencana-rencana baik yang dimodali oleh Tuhan, dan
bagi tindakan-tindakan baik yang akan ditenagai oleh Tuhan.

Janganlah lagi meragukan ketepatan perhatian dan perhitungan Tuhan bagi kebaikan kehidupan Anda.

Janganlah hanya mengeluh,
segera carilah cara-cara untuk keluar dari keadaan yang tidak membahagiakan Anda,
lalu kerjakanlah cara-cara itu dengan kesetiaan yang dikuatkan oleh kerinduan Anda untuk membahagiakan diri Anda dan mereka yang Anda cintai.

Dan dengannya,

ini yang harus saya mohonkan keikhlasan mutlak dari hati Anda yang mulia,

Jangan pernah salahkan Tuhan untuk sesuatu yang bisa Anda perbaiki.

Marilah kita bersama memperbaiki apa pun yang tidak membahagiakan kita, karena dalam semua tindakan yang memperbaiki itulah, Tuhan menugaskan kekuatan-kekuatan yang datang dari sisi-Nya untuk membantu kita.

Ingatlah, bahwa

Tindakan kebaikan adalah tindakan kebahagiaan.
Jika Anda ingin berbahagia, bertindaklah dalam kebaikan.

Karena, bersama dengan dilakukannya sebuah kebaikan, terbuka sebuah pintu di langit yang menuangkan rasa kepada yang melakukan kebaikan. Dan rasa itulah yang kita kenal sebagai rasa berbahagia.

Maka,

Kembalilah polos.

Kembalilah kepada kualitas asli kita yang bersih, yang bebas, dan yang berani.

Kembalilah polos.

Kembalilah kepada kualitas yang menjadikan kita pribadi-pribadi kecintaan Tuhan.

Kembalilah polos.

Mintalah agar Tuhan memberikan peran yang besar bagi Anda,
lalu dalam tanggung-jawab pribadi – pantaskanlah diri Anda bagi peran itu,
lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..


Sahabat-sahabat saya yang mulia hatinya,

Dalam hari-hari yang Fitri ini, marilah kita kembali mensaudarakan dan mensahabatkan diri kita kepada jiwa-jiwa yang kita cintai.

Jika kehidupan ini tidak untuk membahagiakan mereka yang kita cintai, untuk apakah kita mengisi kehidupan ini dengan kebaikan dan kerja keras?

Tetaplah menjadi pribadi kecintaan Tuhan.

Mohon Anda sampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya,
Sumber: klik disini
bjhe
bjhe bjhe is offline
Continent Level

Post: 3.888
 
Reputasi: 38

__________________
       





Reply With Quote     #12   Report Post  

Bls: Imagination 1st

Kutip:
Oleh bjhe View Post
bagus nih ada yang berpikir seperti ini. Pengetahuan dahulu ya kalo menurut anda. Kalau bang popi maksudkan, saia kategorikan sebagai pengembangan, bukan hal yang benar-benar baru. Ketika seseorang pertama kali menginvented sesuatu, ia akan berpikir sesuatu. Nah, buah-buah pikiran tersebut membutuhkan pengetahuan untuk membuatnya menjadi nyata. Nah berarti, walaupun dia tidak memiliki suatu bahan pengetahuan untuk menjadikan imajinasinya menjadi nyata, tetap di bilang kalau ia berimajinasi bukan?! Kalau menurut saia tidak bertolak belakang. Untuk memulai sesuatu yang baru, berarti imajinasi merupakan yang pertama kali untuk menginvented sesuatu.

Ingat tentang aturannya, hari ini mungkin tidak nyata, tetapi besok mungkin akan menjadi kenyataan.


Nah, misalnya begini dalam kasus kendaraan. Apa ketika wright bersaudara menciptakan pesawat ia berpikiran akan terbentuk seperti yang sekarang?

Wright bersaudara, menimajinasikan dengan bentuk burung tanpa pengetahuan apapun. Buktinya, ia mencoba banyak model untuk menjadikannya terbang, dan banyak yang gagal bukan. Kalau ia telah memiliki pengetahuan, ia tentu akan tahu apa itu aerodinamis, bagaimana pendaratan yang mulus, dll. Tetapi itu semua ia mulai dari 0 dengan mengimajinasikan burung.

Kutip:
Oleh bjhe View Post
Saia tidak menyangkal akan pengetahuan yang diberikan pada ilmuwan. Tapi saia ingin memberitahu, kalau mereka semua berimajinasi awalnya. Kalau pengetahuan dahulu baru imajinasi, berarti nenek moyang ayam itu tercipta dari telor dahulu baru menetas menjadi ayam. Padahal kan kenyataannya ayam dulu. Karena menurut pengetahuan kita, telor adalah awal. telor -> anak ayam -> ayam dewasa. Gimana tuh?
lah.. kan elo sendiri bilang..
gini nih. yang elo bilang.. gue bold and gue underline ya.....kalau begitu... lebih baik jika begini / ada alat ini...

arti dari kata kata elo tuh jelas..bisa dipisah menjadi dua .. kalau begitu... dan lebih baik jika begini...
yang pertama.. (kalau begitu) nya jelas mengindikasikan sesuatu yang dimengerti oleh pemikiran si orang yang akan memunculkan imajinasi.. (iya nggak..??)
apaan sih yang dia sebut (kalau begitu)?? dia bisa berkata seperti itu berarti ada pemahaman disana.. yang muncul lebih awal dari pada imajinasinya..
disini kita tidak bicara tentang pengembangan atau new invention.. semua jenis inovasi di awali dengan pemahaman tentang apa yang ada sekarang.. dan apa yang dibutuhkan atau apa yang mungkin di ciptakan..
sepertinya gitu... nggak pake telor.. apalagi ayam.. xixixixi...
wright bersaudara paham satu hal..
bahwa angin dapat memberikan gaya dorong keatas yang akan memungkinkan manusia utk terbang.. hehehe..
mereka mencoba penggunaan baling baling lho..?? dari mana coba pemikirannya..?? imajinasi..?? xixixixi.. nggak.. pengetahuan.. baling balingnya terpuntir lho.. imajinasi..?? hehe..
wright brother tidak hanya meniru burung... tapi semua yang terbang.. juga layang layang lho.. bahkan mungkin tupai terbang pun sudah mereka cermati....

yang mau gue tekankan disini adalah.. imajinasi juga butuh bahan... xixixi..
dan bahannya adalah pengetahuan tentang apa yang ada sekarang...
tanpa itu.. nggak mungkin ada imajinasi...

gini deh.. contoh gampangnya gini...
imajinasi elo tentang wanita idaman elo gimana..?? misalnya yang bertubuh sexy.. berambut panjang lurus dengan tingkah laku terpuji... xixixixi

nah. imajinasi elo yang ini nggak bakal muncul tanpa elo mengetahui jenis jenis tubuh wanita, yang mana yang sexy dan yang mana yang nggak banget... tanpa elo mengetahui bahwa di dunia ini ada rambut panjang, pendek... dan tanpa elo mengetahui ada tingkah laku yang terpuji dan yang tidak terpuji....
tanpa pengetahuan atas ini semua.. imajinasi elo tentang wanita idaman tadi nggak bakal muncul..

gitu.. mudah mudahan bisa dipahami... xixixixixi.. kalo masih nggak paham juga.. yaa.. long live imagination deh..

[/u][/b]
Kutip:
Oleh bjhe View Post
tengkyu, yaudah deh, bang popi jelaskan batasan-batasan dalam berimajinasi
xixixixi.. sedangkan utk yang ini... mmhhh.. gue setuju kalo sesuai dengan uraian elo.. maka pernyataan elo seharusnya jangan hidup dengan batasan batasan... dan bukannya malah jangan hidup tanpa batasan.. jadi nggak sesuai... gitu... bukannya gue bilang ada batasan dalam berimajinasi... imajinasi mah bebas....
popoi
popoi popoi is offline
Continent Level

Post: 6.094
 
Reputasi: 31

__________________
The one and only pop


Jangan pernah menyerah dalam melakukan hal - hal yang baik
www.masterpunker.blogspot.com

Recent Blog: Keracunan RC   





Reply With Quote     #13   Report Post  

Bls: Imagination 1st

hmm.. ya..ya..ya.. gw sempet nonton video mario teguh yang itu..

contoh kecilnya... beberapa minggu lalu, gw berimajinasi... alangkah maknyusnya kalo di rumah bisa dipasangin internet... gw bisa lebih fokus cari ilmu online.. tanpa terganggu kerjaan di tempat gw kerja...

gw terus berimajinasi... alangkah ilmu gw bisa bertambah dengan adanya fasilitas internet di humz yang bisa gw manfaatin cari ilmu..

sementara pikiran gw berimajinasi dalam alamnya sendiri, gw pun berusaha ngewujudin imajinasi tersebut menjadi nyata... dan akhirnya.. setelah melewati beberapa perjuangan kecil.. cari job sampingan sana-sini.. ngorbanin sedikit dari waktu istirahat gw dirumah... dan hasilnya..


IMAJINASI GW JADI NYATA... hmm... mungkin itu yang disebut dengan the power of imaginary..
Redbastard
Redbastard Redbastard is offline
World Level

Post: 16.815
 
Reputasi: 222

__________________





Reply With Quote     #14   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Imagination 1st

Yap bang popi. Ada bahan dasarnya. Yaitu pengetahuan dasar berasal dari alam, dari Tuhan dan dari pengalaman. Eke ngerti banget tulisannya bang popi. Oke saia perjelas dan saia tambahkan sdikit. Dalam membuat imajinasi tidak di butuhkan pengetahuan yang kompleks. Cukup pengetahuan "apa itu? Itu adalah ini."

Contoh lagi, ketika pertanyaan nabi ibrahim di gua. Dia tidak tahu apa itu Tuhan, namun pengetahuan dasarnya mengatakan ada orang sebelumnya yang berwenang menciptakannya. Sehingga ia mengira, matahari, bulan dan bintang adalah yang menciptakan karena ada di atas. Berdasar pengetahuan dasar ibrahim, benda yang diatas dapat melihat ke segala arah dibanding dia yang ada dibawah, tanpa mesti tahu terbuat dari apa benda2 langit itu, atau mungkin ibrahim juga mengira dunia baginya adalah benda datar yang terdapat tepiannya. sehingga berpikir, di atas dapat melihat ke segala arah. Karena ia tidak bisa menyentuhnya, pastilah benda langit yang lebih spesial. Tidak terjangkau, dan dapat mengawasi ke segala arah. Itulah pencipta dia, pikirnya. Karena nabi ibrahim adalah objek yang dilihat benda langit, dan tidak sespesial mereka diatasnya.

Ingat, masa kecil dulu? Coba bayangkan anda ketika masih kecil. Anda duduk lalu diajarkan, kalau itu namanya duduk. Kita melihat balon, kita tahu itu mengkilap dan dapat melayang dan bundar, namanya adalah balon. Kita tidak diajarkan, itu terbuat dari karet, atau gas helium yang membuatnya terbang. Jadi, siapa perantara pengetahuan dasar ini? Dari orang tua kita dan lingkungan kita. Dan kayaknya percobaan baling2 itu, karena ada maenan seperti itu dijaman ada orang tua mereka. Wright bersaudara hanya mengiventednya menjadi lebih baik lagi. Nah, disitu letaknya, sebuah imajinasi kalau yang saia tulis itu benar. Berawal dari maenan, si wright bersaudara mencoba untuk mewujudkannya agar bisa digunakan manusia. Karena gw yakin, tidak diajarkan disekolah itu tentang besaran angin, atau harus sudut berapa derajat agar bisa terbang maksimalnya. Kesimpulannya, hanya berasal dari tahu saja dan mempercayainya kita bisa mulai berimajimanasi dan mengolahnya. Bahkan menurut saia, pengetahuan dasar itu juga hanya imajinasi. Karena hanya berupa, tahu saja tanpa harus tau mengapa. Setelah mendapat jawabannya, barulah diolah pengetahuan dasar itu menjadi kompleks, dengan logika kita. Dan ini terus berkembang dan menjadi inovasi baru.

Nah, yang kedua, pengetahuan dasar didapat dari pengalaman. Contoh: Ada seorang anak, sedang mencoba masak. Ia menambahkan telor mata sapinya dengan pasta coklat. Dan menurut pengetahuan dasarnya, coklat itu manis dan manis itu enak. Setelah dicoba, ternyata tidak enak. Lalu ia mulai mendapat jawaban, tidak harus masakan itu manis agar enak. Tapi harus sedap.

Tulisan tentang imajinasi 1st, adalah suatu self help untuk membangun seseorang menjadi aktif. Menjadi bebas, menjadi polos. Nah, dalam memulai mencari jawaban, kita harus bertanya. Sehingga, disinilah peran imajinasi itu. Dan seperti yang bang popi katakan, kita memiliki pengetahuan dasar yang menjadikan kita mendorong untuk lebih berimajinasi. Lalu, setelahnya, kita akan mengolahnya dengan logika agar menjadi nyata. Jadi, sebenarnya tidak ada istimewa di keduanya, karena kita hanya butuh jawabannya bukan mengenang pertanyaannya. Maka mulailah dari sekarang kita menganggap keduannya seimbang dan memang cara kerja otak kita. Jangan di batasi, berpikir terlalu berimajinasi atau terlalu logis. Percaya deh, kalau kita menghilangkan batasan itu, kita bisa menjadi lebih baik.

@bang popi tulisan spesial terakhir
oh iya ya? Ntar gw cek kalo dah di net. Wekwekwek. Gw kira, kurang tepat dimananya.

@bang red
eke juga nonton. Wekwek. Iya, itu keajaiban imajinasi. Jika kita percaya akan menjadi nyata, maka segera akan menjadi nyata. Tapi harus usaha mencapainya. "Karena kan tidak mungkin menjadi nyta, jika dihitung2 dengan keadaan ekonomi bang red yang terdahulu. Harus ada pemasukan tambahan" (ini nih cara pikir logis. Berusaha mencari jawaban, dan mendapat jawaban)
"andai saja saia punya internet, pasti akan menyenangkan. Bisa belajar dari sana sini" (ini secara imajinatif, karena ia menyimpulkan kondisi yang akan dialaminya adalah hal yang baik) dan pengetahuan dasarnya: internet adalah kebutuhan manusia. (tanpa harus tau, berasal dari mana itu, dan apa itu, semua orang bisa saja berimajinasi seperti bang red, jika ia tahu dan percaya internet. Soalnya gw pernah ketemu orang gaptek yang menyebutkan mozilla adalah internet. Ia tidak tahu cara kerjanya, yang ia tahu hanya itu kebutuhan manusia, tinggal klik lalu bisa cari apapun. Lalu berikutnya ia mulai bertanya2 ini dan itu, ampe dia jadi gag gaptek lagi)

Yang gw inget dari mario teguh. ada pertanyaan gini, "knpa harus menjadi polos? Padahal yang berwarna lebih menarik?"
nah kalau pandangan gw gini, polos tentu lebih baik. Dan untuk membuatnya berwarna butuh imajinasi, dan untuk mempertegas butuh logika. Atau membiarkannya tetap polos, maka kita sudah membentuk sikap lebih terbuka, lebih jujur dan lebih percaya diri. . .

Semoga berguna
bjhe
bjhe bjhe is offline
Continent Level

Post: 3.888
 
Reputasi: 38






Reply With Quote     #15   Report Post  

Bls: Imagination 1st

Kutip:
Oleh bjhe View Post
Yap bang popi. Ada bahan dasarnya. Yaitu pengetahuan dasar berasal dari alam, dari Tuhan dan dari pengalaman. Eke ngerti banget tulisannya bang popi. Oke saia perjelas dan saia tambahkan sdikit. Dalam membuat imajinasi tidak di butuhkan pengetahuan yang kompleks. Cukup pengetahuan "apa itu? Itu adalah ini."

Contoh lagi, ketika pertanyaan nabi ibrahim di gua. Dia tidak tahu apa itu Tuhan, namun pengetahuan dasarnya mengatakan ada orang sebelumnya yang berwenang menciptakannya. Sehingga ia mengira, matahari, bulan dan bintang adalah yang menciptakan karena ada di atas. Berdasar pengetahuan dasar ibrahim, benda yang diatas dapat melihat ke segala arah dibanding dia yang ada dibawah, tanpa mesti tahu terbuat dari apa benda2 langit itu, atau mungkin ibrahim juga mengira dunia baginya adalah benda datar yang terdapat tepiannya. sehingga berpikir, di atas dapat melihat ke segala arah. Karena ia tidak bisa menyentuhnya, pastilah benda langit yang lebih spesial. Tidak terjangkau, dan dapat mengawasi ke segala arah. Itulah pencipta dia, pikirnya. Karena nabi ibrahim adalah objek yang dilihat benda langit, dan tidak sespesial mereka diatasnya.

Ingat, masa kecil dulu? Coba bayangkan anda ketika masih kecil. Anda duduk lalu diajarkan, kalau itu namanya duduk. Kita melihat balon, kita tahu itu mengkilap dan dapat melayang dan bundar, namanya adalah balon. Kita tidak diajarkan, itu terbuat dari karet, atau gas helium yang membuatnya terbang. Jadi, siapa perantara pengetahuan dasar ini? Dari orang tua kita dan lingkungan kita. Dan kayaknya percobaan baling2 itu, karena ada maenan seperti itu dijaman ada orang tua mereka. Wright bersaudara hanya mengiventednya menjadi lebih baik lagi. Nah, disitu letaknya, sebuah imajinasi kalau yang saia tulis itu benar. Berawal dari maenan, si wright bersaudara mencoba untuk mewujudkannya agar bisa digunakan manusia. Karena gw yakin, tidak diajarkan disekolah itu tentang besaran angin, atau harus sudut berapa derajat agar bisa terbang maksimalnya. Kesimpulannya, hanya berasal dari tahu saja dan mempercayainya kita bisa mulai berimajimanasi dan mengolahnya. Bahkan menurut saia, pengetahuan dasar itu juga hanya imajinasi. Karena hanya berupa, tahu saja tanpa harus tau mengapa. Setelah mendapat jawabannya, barulah diolah pengetahuan dasar itu menjadi kompleks, dengan logika kita. Dan ini terus berkembang dan menjadi inovasi baru.

Nah, yang kedua, pengetahuan dasar didapat dari pengalaman. Contoh: Ada seorang anak, sedang mencoba masak. Ia menambahkan telor mata sapinya dengan pasta coklat. Dan menurut pengetahuan dasarnya, coklat itu manis dan manis itu enak. Setelah dicoba, ternyata tidak enak. Lalu ia mulai mendapat jawaban, tidak harus masakan itu manis agar enak. Tapi harus sedap.

Tulisan tentang imajinasi 1st, adalah suatu self help untuk membangun seseorang menjadi aktif. Menjadi bebas, menjadi polos. Nah, dalam memulai mencari jawaban, kita harus bertanya. Sehingga, disinilah peran imajinasi itu. Dan seperti yang bang popi katakan, kita memiliki pengetahuan dasar yang menjadikan kita mendorong untuk lebih berimajinasi. Lalu, setelahnya, kita akan mengolahnya dengan logika agar menjadi nyata. Jadi, sebenarnya tidak ada istimewa di keduanya, karena kita hanya butuh jawabannya bukan mengenang pertanyaannya. Maka mulailah dari sekarang kita menganggap keduannya seimbang dan memang cara kerja otak kita. Jangan di batasi, berpikir terlalu berimajinasi atau terlalu logis. Percaya deh, kalau kita menghilangkan batasan itu, kita bisa menjadi lebih baik.

@bang popi tulisan spesial terakhir
oh iya ya? Ntar gw cek kalo dah di net. Wekwekwek. Gw kira, kurang tepat dimananya.

@bang red
eke juga nonton. Wekwek. Iya, itu keajaiban imajinasi. Jika kita percaya akan menjadi nyata, maka segera akan menjadi nyata. Tapi harus usaha mencapainya. "Karena kan tidak mungkin menjadi nyta, jika dihitung2 dengan keadaan ekonomi bang red yang terdahulu. Harus ada pemasukan tambahan" (ini nih cara pikir logis. Berusaha mencari jawaban, dan mendapat jawaban)
"andai saja saia punya internet, pasti akan menyenangkan. Bisa belajar dari sana sini" (ini secara imajinatif, karena ia menyimpulkan kondisi yang akan dialaminya adalah hal yang baik) dan pengetahuan dasarnya: internet adalah kebutuhan manusia. (tanpa harus tau, berasal dari mana itu, dan apa itu, semua orang bisa saja berimajinasi seperti bang red, jika ia tahu dan percaya internet. Soalnya gw pernah ketemu orang gaptek yang menyebutkan mozilla adalah internet. Ia tidak tahu cara kerjanya, yang ia tahu hanya itu kebutuhan manusia, tinggal klik lalu bisa cari apapun. Lalu berikutnya ia mulai bertanya2 ini dan itu, ampe dia jadi gag gaptek lagi)

Yang gw inget dari mario teguh. ada pertanyaan gini, "knpa harus menjadi polos? Padahal yang berwarna lebih menarik?"
nah kalau pandangan gw gini, polos tentu lebih baik. Dan untuk membuatnya berwarna butuh imajinasi, dan untuk mempertegas butuh logika. Atau membiarkannya tetap polos, maka kita sudah membentuk sikap lebih terbuka, lebih jujur dan lebih percaya diri. . .

Semoga berguna
Mantap... mantap.. mantap..
tiga kali mantapnya.. berarti.. tiga kali klik.. xixixixixxi
popoi
popoi popoi is offline
Continent Level

Post: 6.094
 
Reputasi: 31

__________________
The one and only pop


Jangan pernah menyerah dalam melakukan hal - hal yang baik
www.masterpunker.blogspot.com

Recent Blog: Keracunan RC   





Reply With Quote     #16   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Imagination 1st

Makasih koreksinya dan apresiasinya bang popi, nanti akan saia coba jelaskan, apa itu pengetahuan dasar menurut mata saia. Wokwokwkwk. Tapi, emang kalau dipikir 2x, setiap pertanyaan adalah rangkaian kata yang diakhiri tanda baca "?". Seperti itu gambaran pengetahuan dasar, seperti kata2 itu. Yang berarti juga, orang buta huruf tidak akan bisa merangkai kata tanya maupun menjawabnya. Yang dalam pengertiannya, orang yang tidak memiliki dasarnya tidak akan mampu berimajinasi dan menyimpulkannya dengan logika.

Arti pengetahuan dasar yang saat ini bisa saia terjemahkan, pengetahuan yang cukup hanya dipelajari dengan tahu dan percaya. Ini nilainya lebih kuat dari imajinasi dan logika, sekaligus diluar keduanya. Hal ini (pengetahuan dasar) telah membuktikan, bahwa yang namanya imajinasi dan logika tidak ada. Yang ada hanya, berpikir secara kerja otak yang alamiah dan semestinya. Karena tanpanya (pengetahuan dasar), tidak akan ada gunanya berpikir imajinatif atau rasional.
bjhe
bjhe bjhe is offline
Continent Level

Post: 3.888
 
Reputasi: 38






Reply With Quote     #17   Report Post     Original Poster (OP)

Bls: Imagination 1st

Tambahan: pengetahuan dasar dari yang paling dasar, pengetahuan akan bahasa
bjhe
bjhe bjhe is offline
Continent Level

Post: 3.888
 
Reputasi: 38






Reply With Quote     #18   Report Post  

Bls: Imagination 1st

tambahan : yup.. gw suka yang polos2.. apalagi kalo ada cewek cakep yang polos...
Redbastard
Redbastard Redbastard is offline
World Level

Post: 16.815
 
Reputasi: 222

__________________





Reply With Quote     #19   Report Post  

Bls: Imagination 1st

aku malah baca post ini sambil berimajinasi atau berkhayallah, apasih intinya, ini pengetahuan yang tidak imajinatif malah
lolinol2002
lolinol2002 lolinol2002 is offline
City Level

Post: 117
 
Reputasi: 0






Reply With Quote     #20   Report Post  

Bls: Imagination 1st

dudul.. bilang pengetahuan ini tidak imajinatif tapi bacanya sambil berimajinasi.. kumaha ieu?
Redbastard
Redbastard Redbastard is offline
World Level

Post: 16.815
 
Reputasi: 222

__________________
Reply
 


Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search





Pengumuman Penting

- Pengumuman selengkapnya di Forum Pengumuman & Saran


Cari indonesiaindonesia.com
Cari Forum | Post Terbaru | Thread Terbaru | Belum Terjawab


Powered by vBulletin Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.