Indonesia Akt: Aziz Gagap

Kalina

Moderator
111912large.jpg


Perjalanan Panjang Aziz Menuju Kepopuleran
Ngomong Gagap Hoki Muhammad Aziz

Ada banyak jalan menuju ketenaran. Ada yang menghalalkan segala cara, ada juga yang memilih berjuang habis-habisan dari bawah. Komedian yang kini naik daun, Aziz Gagap, memilih jalan kedua.

---

PRIA 37 tahun itu menempuh jalan yang tidak mulus untuk mencapai kepopuleran yang dimilikinya sekarang. Segala macam pekerjaan yang menurutnya halal, pernah dilakoni. Meski susah, Aziz mensyukuri proses menuju ketenaran itu.

Sejak awal, pemilik nama lengkap Muhammad Aziz itu sudah tertarik dunia komedi. Pria asli Betawi itu memulai kiprah melawak lewat pertunjukan lenong pada 1991. "Saya rajin tampil dari kampung ke kampung, kelurahan ke kelurahan," paparnya ketika ditemui kala syuting the Promotor di studio Warna-Warni, Kelapa Gading, Jumat (15/1).

Sebagai pemain lenong, bayaran yang diterima tidak banyak. Hanya Rp 25 ribu. Padahal, Aziz harus manggung mulai pukul 20.00 hingga dini hari. Namun, itu semua dilakoni dengan sepenuh hati. "Mungkin karena saya memang suka ngelawak ya," ujarnya.

Namun, lambat laun Aziz merasa perlu mencari pekerjaan lain. Pemasukannya tidak cukup untuk hidup. Dia mulai bekerja serabutan. Dia mencoba berdagang sayuran dan buah. Dia juga mencoba menjadi peternak, pengamen di kereta dan bus hingga tukang ojek. Dia pernah memiliki kios dagang. Tapi, itu hanya bertahan empat bulan. "Alhamdulillah, setelah itu bangkrut," ujarnya lantas terbahak.

Bukan Aziz namanya jika menyerah pada nasib. Bermodal Rp 200 ribu, dia membuka usaha badut pesta bersama rekannya. Brosur ditempel di plang jalan-jalan untuk promosi. Seminggu berjalan, belum ada panggilan. Minggu berikutnya juga sama. Aziz pun menyambangi plang-plang yang ditempeli brosur. "Eh, ternyata plangnya sudah diambil kamtib. Pantesan gak ada panggilan sama sekali," ujar Aziz.

Banyak saingan usaha itu pun akhirnya tergerus. Pelawak kelahiran 22 Desember 1973 itu akhirnya memutuskan melawak lagi. Kali ini tujuannya ke stasiun televisi satu-satunya saat itu, TVRI. Tidak hanya melawak, dia juga bermain drama. Meski roda kehidupannya belum berputar ke arah yang lebih baik, Aziz belum kehilangan semangat. Dia terus berupaya memajukan karir. Aziz mulai sering menjadi figuran di berbagai acara lawakan. Sosoknya menarik perhatian seorang penulis script, Pak Irman. Dialah yang pertama menyarankan peran gagap kepada Aziz.

"Begitu beliau usulkan peran gagap, saya nggak yakin. Waktu itu sudah ada Nur Tompel yang perannya juga gagap. Tapi, Pak Irman ngeyakinin saya," ungkap anak kedelapan dari sembilan bersaudara itu.

Dari situ Aziz memulai peran gagap tersebut. Dia kerap tampil di televisi. Namun, sekali lagi, roda kehidupannya belum beranjak. Aziz pun kembali terpikir mencari kerja sampingan, yakni menjadi kontraktor pada 1999. "Tapi itu juga nggak berhasil. Mungkin jiwanya memang di seni ya," lanjutnya.

Aziz kembali aktif melawak dengan peran gagapnya di berbagai acara televisi, meski hanya menjadi figuran atau bintang tamu. Saking seringnya dia tampil, pelawak kawakan Mamiek Prakoso pun tertarik. Mamiek lalu mengajak Aziz bermain di Srimulat. Dari Mamiek, Aziz belajar banyak soal pola lawakan.

Sekitar 2002, Aziz bersama rekan-rekannya, Budi Anduk dan Kiwil, yang berada dalam satu manajemen, sepakat membikin sebuah acara komedi di Indosiar. Judulnya Capek Deh. Di situ Aziz menjadi penulis sekaligus pengatur lagu. Sejak saat itu, karirnya mulai menanjak. Dia bermain dalam sejumlah acara komedi. Mulai Tawa Sutra, OSIS (Orang Senyum Itu Sehat), Klinik 24 Jam, hingga akhirnya bermain dalam acara komedi yang melambungkan namanya Opera Van Java yang tayang di Trans7. Di acara tersebut Aziz akhirnya mendapat surat kontrak setelah sebelumnya harus puas dengan status bintang tamu.

Sekarang tawaran kerja mengalir deras untuknya. Yang terkini, dia disibukkan dengan program music live, Derings bareng Okky Lukman dan Sandra Dewi. Aziz bersama rekan-rekan artis lain, juga memandu acara the Promotor di Trans TV. Undangan untuk memiliki show sendiri pun datang. Setiap Sabtu dan Minggu, Aziz membawakan acara talk show yang memasang namanya, Beauty and Aziz di Trans7.

Semua acara itu dibawakan dengan mengandalkan gaya bicara gagap. Sepuluh tahun lebih mencari uang dengan gaya bicara seperti itu, kini Aziz merasa tak kesulitan membedakan dengan obrolan di kehidupan nyata. "Sudah biasa ya. Langsung refleks tahu kapan harus gagap dan kapan nggak," katanya.

Menjalani kesibukannya sekarang, Aziz pun tak henti bersyukur. "Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di titik ini," imbuhnya lantas tersenyum.
 
Bls: Indonesia Akt: Aziz Gagap

Tak Punya Waktu Buat Keluarga, Pensiun Dini
KESUKSESAN tengah menaungi Aziz Gagap. Bukannya terlena, Aziz malah berencana pensiun dini. Tiga tahun lagi saat usianya 40 tahun, Aziz siap mundur dari dunia hiburan. Tidak ada ambisi untuk mencapai puncak karir.

"Nggaklah, sudah cukup ini semua. Yang penting sudah bisa mengumpulkan duit buat keluarga. Itu sudah lebih dari cukup. Nggak mau yang muluk-muluk," papar suami Nurhasanah itu.

Dunia komedi memang dunia yang digandrungi Aziz. Namun, seiring bertambahnya umur, Aziz punya niat berhenti melawak. Dia punya impian lain yang ingin diwujudkan setelah pensiun. "Saya ingin jadi peternak dan tinggal di kampung," katanya mantap.

Pria yang suka menyendiri sambil merenung itu ingin menjadi peternak ikan air tawar. Dia sudah membayangkan suasana peternakan yang jauh dari keramaian dan kebisingan. Soal lokasi, dia memilih daerah Bogor. "Kayaknya enak saja. Suasana tenang," lanjutnya.

Menurut Aziz, semua keinginannya saat ini sudah terpenuhi. Dia berhasil mengumpulkan modal membuka usaha ternak mandiri. Dia menyatakan sudah kenyang sehingga tidak perlu menambah keinginan lagi. "Ibaratnya orang makan nih, kalau lapar ya makan. Tapi, kalau sudah kenyang, ya berhenti. Kalau diteruskan, bisa muntah deh. Maka, yang sedang-sedang saja deh," paparnya bijak.

Aziz mengungkapkan, selama tiga tahun belakangan, dia tidak memiliki waktu untuk keluarga, saking sibuknya. Setiap pulang syuting, tiga anaknya tidur. Saat berangkat kerja, anaknya sudah sekolah. Tidak sekali dua kali Aziz menyesali waktu yang terbuang tanpa bisa bertemu buah hatinya itu. "Setelah pensiun nanti, waktunya semua bisa buat keluarga," ujarnya.
 
Bls: Indonesia Akt: Aziz Gagap

Tidak Bebas saat Berjalan-Jalan
MENJADI tenar membawa banyak efek bagi kehidupan pribadi Aziz. Dia mengungkapkan, dirinya dan keluarga memang tidak lagi bebas berjalan-jalan di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat ramai dengan santai. Setiap ada yang mengenali, mereka pasti minta foto bareng. Beruntung, keluarganya tidak keberatan. "Mereka sih sudah paham ya," kata dia.

Sesekali Aziz ingin rekreasi dengan tenang. Karena itu, dia biasanya memilih tempat liburan keluarga yang sepi dan jauh dari keramaian seperti pegunungan. "Ya, pilih tempat yang nyempil-nyempil gitu deh. Biasanya daerah Bogor dan sekitarnya," ujar dia.

Di luar itu, banyak hal positif yang diterima. Di antaranya, dia bisa mendapatkan makanan gratis ketika bersantap di sebuah restoran. "Itu juga ya enaknya. Jadi, nggak jarang kita makan di suatu tempat gitu, eh tiba-tiba digratisin karena yang punya tahu saya," ucapnya, lantas terkekeh.

Tidak jarang juga, Aziz mendapat teman instan. Biasanya, begitu berkenalan, mereka langsung mengundang Aziz dan keluarga bertandang ke rumahnya. Aziz tidak keberatan. "Karena pulang-pulang bawa rambutan," candanya.

Soal libur kerja, Aziz memperoleh jatah Minggu. Hari itu dia tidak ingin diganggu sama sekali. Namun, pria yang doyan makan di warteg tersebut terkadang merasa bosan jika waktu liburannya terlalu lama.

Tahun baru lalu, Aziz mendapat libur seminggu. Hari ketiga, dia sudah bosan setengah mati. "Bete juga kalau libur lama-lama. Sudah kangen ketemu teman-teman, sudah kangen lawakan mereka," ucapnya.

Tapi, itu tidak membuat Aziz melupakan keinginannya untuk pensiun di usia 40. "Makanya karena pensiunnya masih tiga tahun lagi, sekarang dinikmati sepuas-puasnya waktu bareng teman-teman," lanjutnya.
 
Back
Top